Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label BSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BSI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2026

BSI Hadirkan “Ngopi Emas” di Bandar Lampung, Dorong Literasi Investasi Syariah yang Mudah dan Aman


Bandar Lampung
— Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai kegiatan “Ngopi Emas” yang digelar oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Rabu (22/4/2026) di Emersia Hotel Bandar Lampung.

 Mengusung tema Ngobrol Perihal Investasi Emas, kegiatan ini menjadi wadah edukatif bagi masyarakat untuk memahami pentingnya investasi emas sebagai instrumen keuangan yang aman, stabil, dan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Area Manager BSI, Luthvy Indaka, yang menekankan bahwa literasi keuangan merupakan kunci utama dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa emas memiliki karakteristik sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang relatif tahan terhadap inflasi dan gejolak ekonomi.

“Melalui Ngopi Emas, kami ingin menghadirkan edukasi yang ringan namun bermakna, agar masyarakat semakin sadar pentingnya berinvestasi sejak dini, khususnya melalui emas yang aman dan sesuai prinsip syariah,” ujarnya.

Sesi utama kemudian diisi oleh Team Leader BSI, Fajar Prasetia, yang memaparkan materi secara interaktif. Ia menjelaskan berbagai keunggulan investasi emas, mulai dari kemudahan akses melalui layanan digital BSI, fleksibilitas transaksi, hingga potensi keuntungan jangka panjang yang menjanjikan.

Menurutnya, investasi emas kini semakin inklusif karena dapat dimulai dengan nominal terjangkau dan dilakukan secara bertahap. “Investasi emas itu sederhana dan bisa dimulai oleh siapa saja. Kuncinya adalah konsistensi dan pemahaman. Dengan langkah kecil yang rutin, hasilnya akan terasa di masa depan,” jelasnya di hadapan peserta.

Sementara itu, Juan Kurnia, AMPM Area Bandar Lampung BSI, turut menegaskan komitmen perusahaan dalam memperluas literasi investasi di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa program seperti “Ngopi Emas” menjadi bagian dari strategi BSI untuk mendekatkan layanan perbankan syariah secara lebih humanis dan mudah dipahami.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal BSI sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Investasi emas adalah salah satu solusi yang relevan dan mudah dijangkau oleh semua kalangan,” ungkapnya.

Dengan konsep santai sambil menikmati kopi, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana diskusi yang cair namun sarat wawasan. Para peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai strategi investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansial masing-masing.

Program “Ngopi Emas” menjadi bukti nyata komitmen BSI dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong budaya investasi yang sehat di masyarakat. Melalui pendekatan edukatif, komunikatif, dan inklusif, BSI berharap semakin banyak masyarakat yang mampu merencanakan masa depan finansialnya secara bijak, terarah, dan berkelanjutan sesuai prinsip syariah.

Selasa, 16 Mei 2023

Dewan Pakar PKS Nilai BSI Kecil Kemungkinan Terkena Virus Ransomware


GK, Jakarta --  Anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solichul Huda menilai gangguan siber yang dialami Bank Syariah Indonesia (BSI) bukan berasal dari ransomware seperti yang selama diberitakan. 


"Saya mendukung pernyataan direktur Utama BSI Hery Gunardi, bahwa ada kemungkinan BSI mendapat serangan siber, namun bukan ransomware," ucap Solichul dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/5/2023).


"Ada beberapa nasabah yang dapat melakukan transfer ke bank lain lewat M-banking. Artinya tuduhan terkena ransomware tipis.  Kalau terkena virus tersebut, pasti tidak mungkin aplikasi m-banking dapat dibuka apalagi untuk transfer," ungkap Ahli Digital Forensik Perbankan ini.


Doktor Ilmu Komputer ITS yang mengupas soal fraud perbankan ini  menceritakan pengalamannya dalam menangani gangguan siber di dunia perbankan, menurutnya fitur I-banking atau m-Banking memberi celah diserang virus oleh hacker. 


"Semenjak BSI dan Bank Nasional Lainnya memberikan fitur I-banking, M-Banking risiko terkena virus, dibobol hacker memang semakin terbuka. Namun pengalaman saya 12 tahun dalam menangani kasus perbankan nasional, kemungkinan kecil kekacauan ini akibat virus," kata dia. 


"Yang saya tahu itu ada perbedaan pencodean data dan sistem operasi yang dipakai. Sampai saat ini belum ada virus yang dapat beroperasi di komputer perbankan kecuali di aplikasi m-bankingnya itu bisa," sambungnya. 


Lantas, ia memberi beberapa kemungkinan terjadinya error di sistem perbankan BSI mulai gangguan database sampai aplikasi yang error akibat masuknya visis le sistem M-banking. 


"Dari analisis saya, kemacetan operasional aplikasi perbankan ada beberapa kemungkinan database ada gangguan, sehingga rusak aplikasi tidak dapat dijalankan. Database ada gangguan itu belum tentu karena di hack atau yang sejenis, bisa jadi ketika terjadi proses penyimpanan track tempat menyimpan rusak," terang dia.


"Aplikasi yang error, yang kemungkinan disebabkan ada virus yang masuk lewat aplikasi m-banking. Namun kemungkinan ini kecil terjadi dan menjadi penyebab utama kerusakan data, walau kemungkinan tetap ada. Penyelesaiannya," lanjutnya.


Lebih lanjut ia menyebutkan Dewan Pakar PKS siap membantu permasalahan yang dialami oleh BSI agar masyarakat dalam hal ini nasabah bisa mengakses kembali I-banking mereka.


"Demi merah putih, bangsa dan negara indonesia, kami dewan pakar DPP PKS bersedia membantu BSI baik untuk aplikasi BSI atau menjelaskan ke masyarakat tentang kondisi yang terjadi. Kami sudah berpengalaman untuk membantu kasus seperti ini. Seandainya betul ada permintaan tebusan dari virus ransomware kami sarankan tidak usah didengarkan. Bisa jadi dia yang memanfaatkan kegaduhan ini, seolah olah dia yang membuat BSI macet," sebutnya.(Feby)