Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 18 Agustus 2026

Ribuan Karyawan PT BSA Akan Menggelar Aksi, Tuntut Kepastian Hukum Pelaku Pembakaran


Bandar Lampung
- Pasca aksi pembakaran puluhan bangunan, kendaraan dan sejumlah fasilitas operasional milik PT Bumi Sentosa Abadi yang dilakukan oleh ratusan orang masa di areal PT BSA Kecamatan Anak Tuha Lampung Tengah, pada Rabu (12/8/2026) lalu.

Ribuan karyawan PT. BSA akan menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Lampung, Polres Lampung Tengah dan Kantor Pemkab Lampung Tengah meminta kepastian hukum terhadap para pelaku.
Aksi tersebut akan digelar pada, pada Rabu (19/8/2206).

Di konfirmasi, Senin (17/6/2026) siang, Budi, kordinator lapangan (Korlap) aksi dari solidaritas karyawan dan pekerja PT BSA, (Sungai Budi Group) menyampaikan, dalam aksi sekitar 1500 an akan ikut terjun menyampaikan dua tuntutan, yakni kekecewaan atas penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran serta pengerusakan aset perusahaan.

Menurut Budi, permasalahan ini sudah berlangsung lama. Antara masyarakat di Kecamatan Anak Tuha dengan perusahaan PT BSA.

Bahkan kami, (perusahaan) telah berulang kali menempuh jalur hukum dan menyampaikan laporan terkait sejumlah permasalahan yang terjadi. “Termasuk menyampaikan kepemilikan HGU perusahaan yang sah dan bukti di tolaknya gugatan pihak penggunggat,” ujar dia.
Budi menyebut, di tahun 2013 lalu, pernah terjadi permasalahan antara perusahaan dengan masyarakat.

Saat itu, pemerintah daerah (Pemda) dan kepolisian sudah mengetahui persoalan ini. “Dan kita sudah sepakat memberikan tali asih. Dari HGU 950-an hektar, bahkan kita ganti tali asih lebih dari 1000 hektar ke masyarakat,” kata dia.
Kemudian ditahun berikutnya, timbul lagi permasalahan.

Sama, di tahun 2023 perusahaan kembali memberikan tali asih.
Lalu, di tahun 2025, masa kembali masuk dan melakukan pendudukan lahan dan melarang perusahaan memanen sawit.

Sementara, sisa tanaman sawit tinggal 60 hektar, karena lahan yang lain sudah dikuasai mereka. “Kami tanam tebu di rusak dan di matikan, lalu kemudian di tanam singkong. Lantas bagaimana nasib ribuan karyawan yang bekerja dan memiliki keluarga menggantungkan hidup disana,”jelas dia.

Ia menjelaskan, pada kasus, Rabu 12 Agustus 2026 yang berujung aksi pembakaran oleh ratusan masa, menurutnya tidaklah manusiawi.

Selain kantor, puluhan mess dan fasilitas kerja karyawan juga ikut di bakar.
Padahal, di lokasi ada ribuan karyawan memiliki keluarga, istri, anak yang menggantungkan hidup. “Lantas bagimana nasib mereka, sementara barang dan tempat mereka bekerja tidak bisa terselamatkan,” jelasnya.

Dia mengatakan, dampak dari pembakaran, minggu lalu, tidak saja mengancam nasib ribuan karyawan.

Tapi juga berdampak pada ekonomi, karena perusahaan tidak sanggup membayar. “Apalagi perusahaan harus membayar orang yang tidak bekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada kasus serupa, adanya pendudukan lahan dan dugaan pencurian aset BSA sebetulnya juga telah di laporkan kepihak berwajib, berikut saksi dan sejumlah bukti-buktinya. “Tetapi, sampai hari ini belum juga ditangkap pelakunya,” jelas dia.

Terkait kasus ini, Budi meminta agar di kembalikan ke proses hukum. “Dan terhadap pemerintah kami juga memohon agar ada perlindungan hukum untuk investor. Bagi, pekerja dapat aman dan nyaman sehingga ekonomi dapat berjalan baik,” jelasnya.Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, ratusan masa dari tiga kampung di Kecamatan Anak Tuha Lampung Tengah, memasuki areal perusahaan PT BSA sejak pagi pada Rabu (12/8/2026).

Massa disebut mempersoalkan aktivitas pemanenan sawit yang dilakukan perusahaan.

Massa melakukan orasi didepan kantor BSA dan meminta pihak perusahaan menemui mereka, situasi kemudian memanas, terjadi perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas perusahaan.

Dalam peristiwa itu, puluhan bangunan di laporkan terbakar, terdiri mess, kantor, gudang BBM, bengkel, gudang listrik/genset, gudang pupuk, gudang logistik, laboratorium dan 1 pos Satpam.
Selain bangunan, puluhan kendaraan berupa mobil pribadi, sepeda motor, truk, traktor dan mobil tanki juga ikut dibakar. (***)

Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Mantan Napiter Lampung Ikuti Upacara dan Gelar Tasyakuran


Lampung
- Puluhan mantan Narapidana Terorisme (Napiter) Lampung mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin 17 Agustus 2026.

Mengenakan seragam kemeja putih dan celana hitam, mereka tampak khidmat mengikuti jalannya upacara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

 Setelah mengikuti upacara, para mantan Napiter yang tergabung dalam Yayasan Mangkubumi Putra Lampung (YMPL) tersebut menggelar tasyakuran dan sarasehan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sekretariat YMPL, Way Halim Permai Bandar Lampung, yang turut dihadiri para pembina yayasan dari berbagai instansi terkait.

Ketua YMPL Suprihadi mengatakan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan diantara anggota. Kemerdekaan bukanlah hadiah, tetapi diperoleh melalui perjuangan para pendahulu bangsa yang harus kita warisi semangatnya. Mantan napiter Yayasan Mangkubumi Putra Lampung berkomitmen membangun kemandirian ekonomi dan sosial agar mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan menjaga keutuhan NKRI sebagai bagian dari mengisi kemerdekaan.

Pada kesempatan yang sama, Kompol Sumarna dari Satgaswil Lampung Densus 88 AT Polri memberikan apresiasi terhadap keikutsertaan 30 orang mantan Napiter pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Gubernur Lampung bersama unsur pemerintah dan elemen masyarakat lainnya. 

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan dalam proses deradikalisasi sekaligus bukti bahwa para binaan telah kembali menerima Pancasila dan NKRI.

Oleh karenanya mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif dan menerima kembali mereka ditengah masyarakat. Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Badan Kesbangpol Lampung Ahmad Syaefullah yang mengajak para mantan Napiter untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung mengapresiasi sinergi Satgaswil Lampung Densus 88, BIN Daerah Lampung, dan Baznas dalam upaya pembinaan kegiatan pemberdayaan ekonomi, sosial, dan pendidikan yang dilaksanakan oleh Yayasan Mangkubumi Putra Lampung.

Kabinda Lampung Suryono yang hadir dalam kegiatan tasyakuran dan sarasehan menegaskan bahwa kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan YMPL terus diperkuat melalui program pemberdayaan sehingga para anggota dapat berkontribusi menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah. 

Asisten I Pemprov. Lampung M. Firsada yang juga sebagai Ketua Dewan Pengawas YMPL menyampaikan bahwa nilai-nilai kemerdekaan perlu dimaknai dengan memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian dan sikap saling menghormati. Sementara itu, Qudratul Ikhwan Bupati Tulang Bawang yang juga menjadi Ketua Dewan Pembina YMPL menegaskan pentingnya menjaga dan memanfaatkan kemerdekaan secara bertanggung jawab, termasuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

Ketua Baznas Lampung Iskandar Zulkarnain menyampaikan komitmen Baznas mendukung pemberdayaan anggota YMPL melalui program ekonomi produktif, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Ia juga membuka peluang bagi anggota YMPL menjadi relawan Baznas untuk mengampanyekan zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiyah oleh Wakil Ketua PW Muhammadiyah Lampung, H. Mansur Hidayat, yang menekankan pentingnya rasa syukur, persatuan, peningkatan kualitas diri, dan kontribusi nyata dalam mewujudkan Lampung yang berdaulat, adil, makmur, serta penuh keberkahan.

Sempat Buron, Pasutri Pencuri Laptop Mahasiswi Unila Ditangkap Polisi


Bandar Lampung
– Polisi akhirnya menangkap pasangan suami istri yang diduga mencuri laptop milik seorang mahasiswi Universitas Lampung (Unila). Keduanya sempat buron setelah aksi pencurian mereka terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial.

Kedua pelaku berinisial AM (36) dan FY (34). Keduanya merupakan pasangan suami istri yang ditangkap petugas gabungan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kurungan Nyawa, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kapolsek Labuhan Ratu AKP Ono Karyono mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan untuk memburu kedua pelaku.

"Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, kami mendapatkan informasi keberadaan kedua pelaku di wilayah Kurungan Nyawa. Tim kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan keduanya," kata Ono, Sabtu (15/8/2026).

Aksi pencurian tersebut terjadi di sebuah tempat fotokopi di kawasan Jalan Prof Sumantri Brojonegoro, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Korban merupakan mahasiswi berinisial NK. Saat kejadian, laptop miliknya tergantung di sepeda motor yang terparkir di lokasi.

Aksi pasangan suami istri tersebut sempat terekam kamera CCTV. Rekaman itu kemudian beredar luas hingga viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, korban terlihat berusaha mengejar kedua pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor. Korban bahkan sempat terjatuh hingga terseret saat berupaya mengejar pelaku.

"Rekaman CCTV yang beredar tersebut menjadi salah satu informasi dalam proses penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, identitas kedua pelaku kemudian berhasil diketahui," ujar Ono.

Setelah berhasil membawa laptop korban, pasangan tersebut kemudian menjual barang curian itu kepada seseorang. Laptop tersebut dijual seharga Rp1,9 juta.

"Barang tersebut dijual seharga Rp1,9 juta. Transaksi dilakukan secara COD di tepi jalan, tepatnya di depan Bandara Radin Inten," kata Ono.

Polisi kemudian menelusuri keberadaan kedua pelaku hingga mendapatkan informasi bahwa mereka berada di wilayah Kurungan Nyawa, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran hingga akhirnya kedua pelaku berhasil ditangkap.

Kedua pelaku akhirnya diamankan di rumah kontrakan. Selanjutnya, AM dan FY beserta barang bukti dibawa ke Polsek Labuhan Ratu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian yang diduga digunakan saat beraksi, dua tas selempang, satu helm serta dua unit telepon seluler.

Sementara laptop korban telah diamankan dan menjadi bagian dari barang bukti dalam perkara tersebut.

Atas perbuatannya, pasangan suami istri tersebut dijerat Pasal 477 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan.

HUT RI ke-81, Warga RT. 005, Sukarame 2 Kompak Meriahkan Lomba


BANDAR LAMPUNG
— Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di lingkungan RT 005, Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Senin (17/8/2026).

Berbagai perlombaan unik digelar untuk memeriahkan momentum kemerdekaan. Kegiatan tersebut melibatkan warga dari berbagai usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Antusiasme warga terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan yang berlangsung hingga sore hari. Suasana semakin meriah ketika warga saling memberikan dukungan kepada peserta yang mengikuti berbagai perlombaan.

Ketua Panitia Pelaksana HUT RI ke-81 RT 005, Azis, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan sejak jauh-jauh hari bersama jajaran panitia.

Menurutnya, persiapan tidak hanya mencakup perlengkapan perlombaan, tetapi juga berbagai hadiah yang telah disiapkan untuk para peserta yang berhasil menjadi juara.

“Kami bersama panitia sudah mempersiapkan kegiatan ini dari jauh-jauh hari. Mulai dari alat dan perlengkapan lomba hingga hadiah untuk para pemenang,” ujar Azis.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi warga untuk berkumpul dan mempererat hubungan antarwarga dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Didukung Ketua RT

Ketua RT 005, Ahmad Salam, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang digagas dan digerakkan oleh para pemuda dan pemudi di lingkungan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan lingkungan menjadi hal positif yang perlu terus didukung.

“Kami sangat mendukung kegiatan HUT RI ke-81 ini. Apalagi kegiatan ini digerakkan oleh pemuda-pemudi di wilayah RT 005. Ini menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan warga,” kata Ahmad Salam.

Ia berharap semangat gotong royong dan kekompakan yang terlihat dalam kegiatan kemerdekaan dapat terus dipertahankan, tidak hanya saat perayaan HUT RI.

Puncak Acara Digelar Dua Pekan Mendatang

Perayaan HUT RI ke-81 di RT 005 Sukarame 2 belum berakhir. Panitia masih menyiapkan sejumlah agenda lainnya yang akan menjadi rangkaian kegiatan hingga puncak acara.

Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung sekitar dua pekan mendatang dengan beberapa agenda tambahan yang telah dipersiapkan panitia.

Dengan semangat “Dari Warga untuk Warga”, rangkaian HUT RI ke-81 di RT 005 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan kepedulian masyarakat di lingkungan Sukarame 2.

Senin, 17 Agustus 2026

Semangat Kemerdekaan Menggema di RT 007 Gedong Meneng, Warga Antusias Ikuti Puncak HUT RI ke-81


BANDARLAMPUNG
— Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 007 Lingkungan 001, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di depan kediaman Ketua RT 007 Gedong Meneng tersebut diikuti warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Suasana semakin semarak dengan berbagai rangkaian kegiatan dan penyerahan juara perlombaan yang digelar sebagai bagian dari puncak perayaan kemerdekaan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap lingkungan.

Kepala Lingkungan (Kaling) 001 Gedong Meneng, Maktub Djaiz, mengatakan bahwa peringatan HUT RI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.

“Alhamdulillah, kegiatan HUT RI ke-81 ini dapat terlaksana dengan baik. Yang paling penting bukan hanya perlombaannya, tetapi bagaimana kegiatan ini bisa mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga,” kata Maktub.

Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang kompak dan harmonis.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal positif. Mari kita jaga kekompakan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 007 Gedong Meneng, Ir. Kastamto, ST., MT, menambahkan bahwa puncak kegiatan HUT RI ke-81 merupakan hasil kebersamaan dan partisipasi warga.

“Ini adalah kegiatan dari warga, oleh warga dan untuk warga. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi, baik dalam kegiatan maupun dalam mendukung pelaksanaannya,” ujar Kastamto.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam peringatan HUT RI tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, kebersamaan seperti ini terus dipertahankan. Kalau warga kompak dan saling peduli, insyaallah berbagai kegiatan dan program di lingkungan RT 007 dapat kita laksanakan dengan lebih baik,” tambahnya.

Puncak peringatan HUT RI ke-81 tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dengan semangat “Dari Warga, Untuk Warga”, masyarakat RT 007 Gedong Meneng diharapkan terus menjaga persatuan, gotong royong dan kepedulian demi menciptakan lingkungan yang semakin nyaman, guyub dan harmonis.(Red)

Minggu, 16 Agustus 2026

Semarak HUT RI ke-81, Muda-Mudi Cinta Sinar Mulya Gelar Jalan Sehat dan Tebar Hadiah


LAMPUNG
— Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, muda-mudi Cinta Sinar Mulya,keteguhan,Teluk Betung Timur, menggelar kegiatan jalan sehat dan tebar hadiah pada Minggu (16/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga para ibu, turut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan suasana peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak pagi, warga tampak berkumpul dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Jalan sehat menjadi salah satu kegiatan yang tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Suasana semakin meriah dengan adanya tebar hadiah. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai, berharap mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi generasi muda untuk ikut berperan aktif dalam mengisi perayaan HUT RI dengan kegiatan positif, sekaligus membangun kebersamaan dan kekompakan masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan. Kebersamaan antara anak-anak, kaum muda dan para ibu menjadikan kegiatan jalan sehat tersebut berlangsung semarak dan penuh kegembiraan.

Melalui kegiatan ini, muda-mudi Cinta Sinar Mulya berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kebersamaan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 RI pun menjadi momentum untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan warga, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

Waspada “Umrah Mandiri” Berkedok Travel Ilegal, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan

Bandar Lampung— Masyarakat yang berencana menunaikan ibadah umrah melalui jalur mandiri diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, istilah “umrah mandiri” dinilai berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengumpulkan calon jamaah, menawarkan paket perjalanan, hingga menerima setoran tanpa memiliki legalitas sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran umrah yang menggunakan istilah “mandiri”, tetapi pada praktiknya dikelola oleh pihak tertentu.

Menurut sumber tersebut, pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap pihak yang menawarkan atau mengorganisasi keberangkatan jamaah dengan mengatasnamakan umrah mandiri. Hal itu penting agar keberadaan PPIU resmi tetap terlindungi sekaligus memberikan kepastian dan perlindungan kepada masyarakat.

“Waspadalah dengan umrah mandiri. Jangan sampai istilah tersebut dimanfaatkan pihak tidak berizin untuk mengumpulkan jamaah atau menerima setoran perjalanan umrah,” ujar sumber tersebut.

Umrah Mandiri Memang Diatur, tetapi Ada Syaratnya

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah mengatur mekanisme perjalanan ibadah umrah, termasuk jalur mandiri, melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.

Dalam Pasal 86 ayat (1) disebutkan bahwa perjalanan ibadah umrah dapat dilakukan melalui PPIU, secara mandiri, atau melalui Menteri.

Namun, keberadaan jalur mandiri bukan berarti setiap orang atau kelompok bebas bertindak sebagai penyelenggara perjalanan umrah tanpa izin.

Jalur mandiri pada prinsipnya diperuntukkan bagi jamaah yang memenuhi persyaratan dan mengurus kebutuhan perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku. Persoalan muncul apabila terdapat pihak yang menggunakan label “umrah mandiri”, tetapi dalam praktiknya justru mengumpulkan jamaah, menawarkan paket, menerima uang, dan mengatur keberangkatan secara komersial tanpa legalitas sebagai PPIU.

Modusnya pun dapat dikemas dengan berbagai istilah, seperti “kami hanya membantu mengurus dokumen”, “umrah bareng melalui jalur mandiri”, atau “umrah bersama keluarga”.

Jika kegiatan tersebut pada faktanya merupakan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah tanpa izin, masyarakat perlu mempertanyakan legalitas pihak yang menawarkan jasa tersebut.

Perlindungan Jamaah PPIU Berbeda dengan Umrah Mandiri

Hal lain yang perlu dipahami masyarakat adalah aspek perlindungan hukum.

Jamaah yang menggunakan PPIU resmi memiliki mekanisme perlindungan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2025. Perlindungan tersebut antara lain berkaitan dengan kepastian keberangkatan dan layanan, perlindungan pembayaran atau uang muka, serta tanggung jawab penyelenggara apabila terjadi persoalan dalam perjalanan.

Sementara itu, jamaah yang memilih jalur mandiri harus memahami bahwa risiko perjalanan lebih banyak berada pada jamaah sendiri.

Karena itu, masyarakat tidak boleh hanya melihat harga murah atau iming-iming kemudahan. Legalitas penyelenggara, mekanisme pembayaran, dokumen perjalanan, akomodasi, hingga layanan selama berada di Arab Saudi harus dipastikan terlebih dahulu.

Ada Ancaman Pidana bagi Penyelenggara Tanpa Hak

Undang-undang juga mengatur sanksi terhadap pihak yang menjalankan kegiatan penyelenggaraan umrah tanpa hak.

Berdasarkan ketentuan yang dikutip sumber, Pasal 122 UU Nomor 14 Tahun 2025 mengatur ancaman pidana bagi setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai PPIU, termasuk mengumpulkan atau memberangkatkan jamaah.

Sementara Pasal 124 mengatur sanksi terhadap pihak yang tanpa hak mengambil setoran jamaah.

Ancaman tersebut menjadi peringatan agar masyarakat tidak sembarangan menyerahkan uang kepada individu maupun kelompok yang mengklaim dapat memberangkatkan umrah melalui jalur mandiri.

Jangan Salah Memahami “Mandiri”

Sumber tersebut menegaskan bahwa umrah mandiri bukan berarti bebas dari aturan.

Calon jamaah tetap harus memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan perjalanan, di antaranya memiliki paspor yang masih berlaku, tiket penerbangan, surat keterangan sehat, visa, serta bukti pembelian layanan dari penyedia layanan yang sesuai dengan ketentuan sistem pemerintah.

Selain itu, calon jamaah perlu memastikan persyaratan lain yang berlaku, seperti akomodasi hotel di Makkah dan Madinah, sertifikat vaksinasi yang dipersyaratkan, asuransi perjalanan, serta dokumen atau identitas perjalanan yang diwajibkan.

Bukti pemesanan hotel juga perlu dipastikan valid dan tercatat sesuai sistem yang berlaku dalam proses pengajuan visa.

Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan

Atas kondisi tersebut, pemerintah diminta melakukan sosialisasi secara masif mengenai perbedaan antara umrah melalui PPIU resmi dan umrah mandiri.

Pengawasan juga dinilai perlu diperketat terhadap pihak yang menawarkan paket perjalanan dengan menggunakan istilah “umrah mandiri”, tetapi faktanya melakukan aktivitas layaknya penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

Masyarakat pun diminta tidak mudah tergiur tawaran harga murah atau iming-iming proses cepat.

Intinya, boleh memilih umrah mandiri, tetapi pastikan seluruh persyaratan dipenuhi dan jangan menyerahkan pengelolaan perjalanan kepada pihak yang tidak jelas legalitasnya.

Umrah mandiri penuhi syaratnya, nyaman ibadahnya.(TIM/Red)

Semangat Juang Warga Perumahan Patriot Menyambut Kemerdekaan RI ke 81Tahun 2026


Bandar Lampung
-Sejak pagi hari,warga Perum Patriot RT.004 Link III kelurahan keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung tampak berkumpul dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat,jalan sehat menjadi salah satu kegiatan yang tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran tetapi juga menjadi ajang tali silaturahmi antar warga,Minggu (16/8/2026).

Antusias warga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan,kebersamaan antara anak-anak,kaum muda dan para ibu menjadikan kegiatan jalan sehat tersebut berlangsung semarak dan penuh kegembiraan.

Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 81 dengan penuh kegembiraan yang penuh ceria,warga Perum Patriot RT.004 Link III kelurahan keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung diawali lomba jalan sehat diikuti oleh bapak ibu dan anak anak dengan peserta lebih dari 250 orang dengan panitia 30 orang didukung 18 orang mahasiswa KKN Transformatif Universitas Islam Negeri RADEN INTAN Bandar Lampung juga dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan door prize.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi generasi muda untuk ikut berperan aktif dalam mengisi perayaan HUT RI dengan positif sekaligus membangun kebersamaan dan membangun kekompakan masyarakat.

Ketua Pelaksana lomba gerak jalan sehat saudara Bagas,Rundown acara kegiatan lomba menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 81,diisi dengan lomba senam,lomba anak-anak dilanjutkan lomba dari bapak-bapak sampai selesai,malam tanggal 17/8/2026 dilanjutkan dengan hiburan malam dengan pemberian hadiah bagi yang juara,ungkapnya.

Ketua kordinator lingkungan KKN Transformatif Universitas Islam Negeri RADEN INTAN Bandar Lampung M Kautsar Valiant puas bisa mendukung dan melaksanakan lomba-lomba yang ada di perum patriot RT.004 Link III kelurahan keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung yang mana pelaksanaannya cukup lancar,tertib dan penuh dengan kegembiraan, ujarnya.(Ratih)

Bukan Sekadar Produksi Semen, SMBR Tebar Kepedulian: 500 Paket Sembako untuk Warga Way Lunik dan Pidada


BANDAR LAMPUNG
— PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kali ini, SMBR bekerja sama dengan BAZNAS menyalurkan bantuan sebanyak 500 paket sembako kepada warga Kelurahan Way Lunik dan Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Sebanyak 500 paket sembako yang disalurkan masing-masing berisi 5 kilogram beras dan 1 liter minyak goreng. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Senior Manager of Palembang & Panjang Plant SMBR kepada perwakilan masyarakat penerima bantuan dari Kelurahan Way Lunik dan Kelurahan Pidada.

Kerja sama dengan BAZNAS dilakukan sebagai bagian dari sinergi untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bentuk Kepedulian terhadap Masyarakat

Senior Manager of Palembang & Panjang Plant SMBR mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk terus menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya warga di Kelurahan Way Lunik dan Kelurahan Pidada. Kami juga berharap hubungan baik dan sinergi antara perusahaan dengan masyarakat dapat terus terjaga dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Penyaluran sembako ini menjadi bagian dari upaya SMBR dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui berbagai program yang berorientasi pada pemberian manfaat bagi masyarakat.

Bagi perusahaan, keberadaan industri tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi, tetapi juga bagaimana kehadirannya dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melalui sinergi bersama berbagai pihak, termasuk BAZNAS, SMBR berharap program kepedulian sosial dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga hubungan antara perusahaan dan masyarakat semakin harmonis.

Dengan penyaluran 500 paket sembako tersebut, SMBR menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama lingkungan sekitarnya.(Rls)

Sabtu, 15 Agustus 2026

19 Tahun Sumur Bor Bantuan P2KP Tetap Berfungsi, Warga Apresiasi Upaya Pelestarian Air Bersih


BANDAR LAMPUNG
– Memasuki usia 19 tahun, sumur bor fasilitas air bersih (Paslum) bantuan Pemerintah melalui Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) di RT 001 Lingkungan III, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, hingga kini masih berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sumur bor tersebut dibangun pada Agustus 2007 dengan kedalaman sekitar 32 meter. Pembangunannya dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bersama para relawan. Saat itu, KSM CITRA diketuai Ani Astuti, dengan Rati Sumarni sebagai sekretaris sekaligus penghibah tanah untuk lokasi sumur bor. Sementara sejumlah relawan yang turut terlibat di antaranya Herman Riwayatno dan Hariyanto.

Pada awal pemanfaatannya, fasilitas air bersih tersebut melayani sekitar 21 kepala keluarga (KK). Selain memenuhi kebutuhan warga, air dari sumur bor juga disalurkan ke Mushola Nurul Falah untuk kebutuhan air wudu.

Ketua KSM CITRA, Ani Astuti, mengaku bersyukur karena fasilitas yang dibangun melalui bantuan pemerintah tersebut tetap dijaga dan dipelihara masyarakat hingga sekarang.

«“Saya bersyukur sekali warga RT 001 Lingkungan III mendapat bantuan pemerintah melalui Program P2KP berupa sumur bor. Warga tetap memelihara dan menjaganya sehingga sampai sekarang masih bisa dimanfaatkan,” ujar Ani.»

Seiring berjalannya waktu, jumlah penerima manfaat sumur bor tersebut mengalami penurunan. Terlebih sejak 2017, Pemerintah Kota Bandar Lampung menjalankan program penyediaan sambungan air bersih gratis bagi masyarakat. Meski demikian, keberadaan sumur bor KSM CITRA tetap dipertahankan dan hingga kini masih berfungsi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas air bersih, pada Sabtu (15/8/2026), Tim Independen Komunitas Peduli Lingkungan memberikan apresiasi secara simbolis kepada KSM CITRA yang selama 19 tahun konsisten menjaga dan mempertahankan keberadaan sumur bor tersebut.

Kegiatan itu disaksikan sejumlah warga, Ketua RT 001 Lingkungan III, anggota Linmas, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Transformatif Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

Ketua Lingkungan III, M. Kautsar Valiant, menjelaskan mahasiswa KKN yang berjumlah 18 orang, terdiri dari tujuh laki-laki dan 11 perempuan, turut berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan lingkungan.

Menurutnya, kegiatan KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kondisi nyata di tengah masyarakat.

“Studi ini merupakan penerapan teori ke situasi nyata di lapangan. Para mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk melihat perkembangan dan kebiasaan masyarakat sekaligus memberikan penerapan ilmu yang berkembang saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa KKN juga turut memberikan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Alhamdulillah, sedikit demi sedikit perkembangan teknologi sudah kami sampaikan, termasuk contoh penggunaan digital untuk usaha UMKM. Mengingat sekarang sudah zamannya digitalisasi, masyarakat harus mulai memahami dan memanfaatkannya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, empat mahasiswa KKN yang mewakili kelompok berkesempatan hadir dan mengikuti kegiatan di lokasi sumur bor KSM CITRA. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat sekaligus pelaksanaan program pemerintah di tingkat kelurahan.

Ketua RT 001 Lingkungan III, Rahmat, menyampaikan apresiasi kepada warga yang selama ini konsisten menjaga dan merawat fasilitas air bersih tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada warga sebagai penggiat lingkungan yang senantiasa menjaga dan memelihara sumur bor yang saat ini sudah berusia 19 tahun. Ini luar biasa,” ungkap Rahmat.

Keberlangsungan sumur bor selama hampir dua dekade tersebut menjadi contoh bahwa fasilitas bantuan pemerintah dapat terus memberikan manfaat apabila dirawat dan dikelola secara bersama-sama oleh masyarakat.

Selain menjadi sumber air bersih, keberadaan sumur bor KSM CITRA juga menjadi bukti pentingnya kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas umum agar tetap dapat dimanfaatkan, bahkan setelah program bantuan pemerintah selesai dilaksanakan.