Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 13 Februari 2026

Babinsa Sukamaju Pimpin Kerja Bakti, Warga Bersihkan Selokan Antisipasi Banjir


BANDAR LAMPUNG
– Semangat gotong royong kembali terlihat di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT), saat Babinsa Koramil 410-03/TBU memimpin aksi pembersihan saluran air di Jalan RE Martadinata RT 04 LK I, Jumat (13/2/2026).

Sejak pukul 08.00 WIB, Pelda Ari selaku Babinsa Sukamaju bersama warga turun langsung membersihkan selokan yang tersumbat lumpur, sampah, dan rumput liar. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan yang berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir lokal.

Dengan peralatan seadanya, Babinsa dan warga bahu-membahu mengangkat endapan lumpur dari dalam saluran air. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan tugas kewilayahan, tetapi juga menjadi motor penggerak tumbuhnya kepedulian dan kebersamaan warga.

Camat Teluk Betung Timur, Bambang, yang hadir di lokasi kegiatan, memberikan apresiasi atas gerak cepat Babinsa dalam mengoordinasikan kerja bakti tersebut. Menurutnya, sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

“Ini contoh nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Gerakan cepat Babinsa Sukamaju menggerakkan warganya patut dicontoh. Hasilnya langsung bisa kita lihat dan rasakan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lurah Sukamaju, Heni. Ia menilai peran aktif Babinsa sangat berpengaruh dalam meningkatkan partisipasi warga. Kehadiran aparat yang turut bekerja langsung di lapangan mampu membangkitkan semangat gotong royong masyarakat.

“Warga jadi lebih antusias ketika dipimpin langsung oleh Babinsa. Beliau tidak hanya memerintah, tetapi ikut turun tangan, celana digulung, ikut angkut lumpur. Ini membuat warga makin hormat dan sadar kebersihan,” tuturnya.

Kerja bakti yang berlangsung hingga selesai tersebut berhasil membuka kembali aliran selokan yang sebelumnya tersumbat. Dengan lancarnya saluran air, diharapkan risiko genangan dan banjir saat hujan deras dapat diminimalisir.

Babinsa Sukamaju menegaskan, kegiatan gotong royong seperti ini akan terus digalakkan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan.

“Kami tidak bisa diam melihat selokan mampet. Ini rumah kita bersama. Makanya kita gerak cepat, ajak warga, kerja bakti. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan dan warga senang,” ujarnya.

Kasrem 043/Gatam Hadiri Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TA 2026, Tegaskan Komitmen Disiplin dan Taat Hukum


Bandar Lampung
– Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menghadiri Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer TA 2026 yang dipimpin oleh Brigjen TNI Andrian Susanto, dengan tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju,” bertempat di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Jalan Wolter Monginsidi Teluk Betung  Bandar Lampung. Jumat (13/2/2026).

Panglima TNI dalam amanatnya yang dibacakan Kasdam XXI/Raden IInten selaku pimpinan upacara,di hadapan para pejabat TNI-Polri dan Forkopimda Provinsi Lampung, menyampaikan bahwa Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi yang dilaksanakan setiap tahun merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, dan profesionalisme prajurit serta PNS TNI. 

Pelaksanaan operasi tahun ini diarahkan pada peningkatan profesionalisme melalui pendekatan edukatif, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI.
Berdasarkan laporan pelaksanaan tahun 2025, terjadi penurunan jumlah pelanggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Operasi Gaktib menurun dari 456 pelanggaran menjadi 432 pelanggaran atau turun 5,62 persen, sedangkan Operasi Yustisi menurun dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau turun 40,64 persen. Capaian tersebut menunjukkan kemajuan positif dalam pembinaan disiplin prajurit, namun tetap memerlukan konsistensi dan peningkatan pengawasan.

Selain itu, Panglima TNI juga menekankan kepada seluruh prajurit Polisi Militer untuk terus meningkatkan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, termasuk dalam pencegahan dan penindakan kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak citra TNI. Modernisasi sarana dan prasarana teknologi informasi juga harus dioptimalkan guna mendukung penanganan perkara secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.

Usai kegiatan, Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen disiplin dan ketaatan hukum di lingkungan TNI, khususnya di jajaran Korem 043/Gatam.

“Ketaatan terhadap hukum adalah fondasi utama profesionalisme prajurit. Disiplin bukan hanya kewajiban, tetapi kehormatan yang harus dijaga demi nama baik satuan dan institusi TNI,” tegas Kasrem.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan edukatif dalam operasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran hukum prajurit secara berkelanjutan, sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran.

Lebih lanjut, Kasrem mengajak seluruh prajurit Korem 043/Gatam untuk terus meningkatkan integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga, serta bijak dalam penggunaan media sosial agar tidak mencederai kehormatan institusi.

“Sebagai prajurit TNI, kita harus menjadi teladan dalam disiplin, etika, dan ketaatan hukum. Dengan disiplin yang kuat, kita akan semakin profesional dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara dan mendukung terwujudnya Indonesia Maju,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026 ini, diharapkan seluruh prajurit TNI semakin disiplin, profesional, dan berintegritas, sehingga mampu menjaga kehormatan institusi serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara.

Danrem Hadiri Rapim Kodam XXI/Radin Inten TA 2026, Perkuat Kesiapsiagaan dan Sinergi untuk Rakyat


BANDAR LAMPUNG, –
Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, *Brigjen TNI Haryantana, S.H.,* menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) *Kodam XXI/Radin Inten* Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Sudirman Makodam XXI/RI, Penengahan, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Jumat (13/2/2026).

Rapim tahun ini mengusung tema “Kodam XXI/RI Hadir untuk Rakyat Mewujudkan Sishankamrata Menuju Indonesia Maju” dan dipimpin langsung oleh Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos.,M.Si. (Han).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Kodam XXI/RI, di antaranya Kasdam XXI/RI Brigjen TNI Andrian Susanto, Irdam XXI/RI Brigjen TNI Enjang, Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, para Asisten Kasdam, para Kabalakdam, para Dansatjar, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung Evi Fatmawati.

*Penguatan Kesiapsiagaan dan Akselerasi Kinerja*

Dalam sambutannya, Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penguatan kesiapsiagaan dan akselerasi kinerja satuan, setelah melalui fase konsolidasi organisasi pasca peresmian Kodam XXI/RI pada 10 Agustus 2025.

“Rapim ini merupakan forum strategis untuk menjabarkan dan menginternalisasi pokok-pokok kebijakan Kasad Tahun 2026 ke dalam perencanaan dan pelaksanaan tugas satuan jajaran,” tegas Pangdam.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan prajurit, kesiapan alutsista, dan kesiapan satuan sebagai prioritas utama dalam menghadapi dinamika ancaman multidimensi, baik militer, nonmiliter, hibrida, maupun siber.

Menurutnya, Rapim tidak boleh berhenti pada tataran seremonial, melainkan harus menghasilkan rencana kerja yang realistis, terukur, serta mampu diimplementasikan secara nyata di lapangan.

*Danrem 043/Gatam: Siap Implementasikan Kebijakan Strategis*

Sementara itu, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana menyampaikan bahwa Rapim Kodam XXI/RI TA 2026 menjadi pedoman strategis bagi seluruh satuan jajaran, khususnya Korem 043/Gatam, dalam menyusun langkah konkret yang adaptif dan responsif terhadap dinamika wilayah.

“Melalui Rapim ini, kami menyamakan persepsi, menyelaraskan langkah, serta meneguhkan komitmen untuk menghadirkan TNI AD yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Korem 043/Gatam siap menerjemahkan arah kebijakan pimpinan ke dalam program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) di wilayah Lampung.

Rapim Kodam XXI/Radin Inten TA 2026 diharapkan mampu menjadi tonggak penguatan soliditas dan kesiapan satuan dalam mendukung tugas pokok TNI AD serta mewujudkan Indonesia yang maju, aman, dan berdaulat.

FKIP Unila Gelar Rapat Senat Luar Biasa Dies Natalis ke-58, Luncurkan Rumah Guru dan Hadirkan Orasi Ilmiah


Bandar Lampung –
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Rapat Luar Biasa Senat dalam rangka puncak Dies Natalis ke-58 FKIP, yang dirangkaikan dengan orasi ilmiah serta peluncuran Rumah Guru FKIP, di Aula K FKIP Unila, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring ini dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Sunyono, M.Si., serta Ketua Senat FKIP Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd.
Turut hadir Dekan FKIP Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., Ketua Forum Guru Besar Prof. Dr. Farida Ariyani, M.Pd., Ketua Umum IKA FKIP Unila yang juga anggota Komite II DPD RI Dr. Bustami Zainudin, S.Pd., M.H., serta jajaran pimpinan dan sivitas akademika FKIP Unila.

Acara diawali dengan Rapat Luar Biasa Senat FKIP yang dibuka Ketua Senat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Rektor Unila.

Dalam sambutannya, Prof. Lusmeilia Afriani menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-58 yang mengusung tema “Kolaborasi Berkelanjutan dalam Mewujudkan FKIP Unila Berdampak, Unggul, dan Berdaya Saing Global” menjadi momentum refleksi perjalanan panjang FKIP dalam membangun pendidikan.

“Lima puluh delapan tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini adalah rentang waktu yang menyimpan sejarah panjang pengabdian, dedikasi, dan kerja keras para pendahulu dalam membangun fondasi pendidikan di Universitas Lampung dan di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan serta penyampaian laporan kinerja Dekan FKIP tahun 2025.

Agenda penting lainnya adalah peluncuran Rumah Guru FKIP Unila sebagai bagian dari penguatan peran fakultas dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Rumah Guru FKIP Unila dihadirkan sebagai upaya menjawab tantangan kompetensi pendidik abad ke-21 dengan menyediakan ruang kolaboratif bagi para pendidik untuk belajar, berbagi, dan berkembang bersama.

Program yang disiapkan meliputi pelatihan berkala untuk peningkatan kompetensi profesional guru, penguatan komunitas sebagai ruang belajar dan berbagi, pusat konsultasi pengembangan karya dan pembelajaran pendidik, hingga advokasi dan perlindungan profesi pendidik.

Melalui Rumah Guru, FKIP Unila mendorong terbangunnya kolaborasi antara guru dan dosen melalui diskusi pedagogik serta pendampingan profesional berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran dan profesionalisme pendidik, khususnya di Provinsi Lampung.

Sebagai bagian dari agenda puncak Dies Natalis, sesi orasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Berti Yolida, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unila, dengan judul “Penguatan Kolaborasi Melalui Reflective Teaching dalam Pembelajaran STEAM-EDP Berorientasi Global.”

Orasi tersebut menekankan pentingnya refleksi dalam praktik mengajar serta kolaborasi lintas disiplin untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan global.

Kamis, 12 Februari 2026

Unila Gelar Workshop Kerja Sama Berdampak dan Pengurusan PDLN Secara Hybrid


Bandar Lampung – Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Workshop Kerja Sama Berdampak dan Pengurusan Izin Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) secara hybrid, yakni luring di ruang sidang utama lantai dua Unila serta daring melalui Zoom Meeting, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., bersama jajaran pimpinan universitas, di antaranya Ketua Senat, para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, serta para Ketua Lembaga di lingkungan Unila.

Dalam sambutannya, Prof. Ayi Ahadiat menegaskan bahwa workshop tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan pemahaman teknis, serta memperkuat tata kelola pengurusan izin perjalanan dinas luar negeri di lingkungan kampus.

“Melalui tata kelola yang baik, kerja sama internasional yang dijalin tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga benar-benar berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan empat narasumber dari kementerian dan lembaga terkait, yakni Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara RI, Novianti; perwakilan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Suryo Boediono, S.T., M.B.A.; Kepala Bagian Evaluasi dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemendiktisaintek, Firman Hidayat, S.S., M.Si.; serta Kepala Subbidang Paspor Diplomatik dan Dinas Direktorat Konsuler, Oky Yanuar.

Materi yang disampaikan mencakup konsep kerja sama berdampak yang berkaitan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) 5 dan IKU 8, prosedur pengurusan PDLN bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, hingga mekanisme pengurusan paspor dinas dan exit permit.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai prosedur administratif dan regulasi dalam pelaksanaan kerja sama internasional serta perjalanan dinas luar negeri. Hal tersebut diharapkan mampu meminimalkan kendala administratif di masa mendatang.

Workshop ini juga diharapkan mendorong para pengelola kerja sama di Unila untuk menyusun dan menjalankan program kolaborasi yang selaras dengan kebijakan kampus berdampak, sekaligus mendukung agenda internasionalisasi universitas secara tertib, sistematis, dan berkelanjutan.

Unila Resmi Lantik 34 Organisasi Kemahasiswaan 2026, Dorong Prestasi Menuju Top Ten University


Bandar Lampung
– Universitas Lampung (Unila) resmi melantik 34 Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Tahun 2026 dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Fakultas Pertanian Unila, Kamis (12/2/2026).

Pelantikan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., yang juga menyampaikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh pengurus ormawa yang baru dilantik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, di antaranya Rektor Senior Prof. Suqena P. Harianto, M.S., para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Kepala Bagian Akademik, Ketua Tim Kemahasiswaan, pembina organisasi kemahasiswaan, serta para pengurus ormawa.

Dalam sambutannya, Prof. Sunyono menegaskan bahwa pelantikan 34 organisasi kemahasiswaan bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan besarnya potensi mahasiswa Unila sebagai agen perubahan.

“Angka 34 ini mencerminkan kekuatan, energi, dan potensi besar mahasiswa Unila dalam menggerakkan perubahan, inovasi, dan prestasi. Organisasi kemahasiswaan adalah ruang pembelajaran berharga, tempat integritas diuji, komitmen dibangun, dan kapasitas kepemimpinan ditempa,” ujarnya.

Ia menekankan, peran ormawa sangat strategis dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 3 yang berkaitan dengan prestasi mahasiswa. Menurutnya, capaian prestasi mahasiswa menjadi faktor penting dalam meningkatkan reputasi Unila di tingkat nasional.

“Jika kita memiliki target besar membawa Unila masuk jajaran Top Ten University, maka prestasi mahasiswa bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Prestasi nasional dan internasional harus menjadi budaya. Setiap program kerja ormawa harus berorientasi pada luaran yang jelas, terukur, dan berdampak pada capaian IKU 3,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas program, seluruh ormawa pada tahun 2026 diwajibkan mengajukan subproposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Tahun ini, pendanaan maksimal yang dapat diajukan mencapai Rp30 juta per subproposal.

Program tersebut diharapkan dimanfaatkan untuk merancang kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif, berkelanjutan, serta kompetitif di tingkat nasional. Direktorat Kemahasiswaan Unila juga akan memberikan pendampingan agar proposal yang diajukan memenuhi standar dan mampu bersaing.

Selain itu, ormawa didorong untuk memperkuat kolaborasi lintas organisasi dan lintas fakultas, mengembangkan inovasi serta kewirausahaan mahasiswa, dan mengelola organisasi secara profesional, akuntabel, serta berdampak nyata.
Menutup sambutannya, Prof. Sunyono menegaskan bahwa kampus unggul lahir dari sinergi kolektif.

“Kampus unggul tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari sinergi antara pimpinan universitas, fakultas, pembina, dan mahasiswa dalam satu visi yang sama. Dengan kolaborasi, disiplin, dan mental juara, Unila akan semakin diperhitungkan di tingkat nasional,” katanya.

Pelantikan ditandai dengan pernyataan resmi pelantikan pengurus Organisasi Kemahasiswaan Universitas Lampung Tahun 2026. Para pengurus yang telah menerima amanah diharapkan menjalankan tugas dengan tanggung jawab, integritas, dan dedikasi demi kemajuan almamater.

FT Unila Tabur 200 Kg Benih Ikan dan Tanam Oyong–Pare di Embung Teknik


Bandar Lampung
– Fakultas Teknik (FT) Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan tabur benih ikan serta penanaman tanaman oyong dan pare di kawasan Embung D Fakultas Teknik, Rabu (11/2/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penghijauan sekaligus pemanfaatan kawasan embung sebagai sarana edukatif.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., Dekan Fakultas Teknik Dr. Ahmad Herison, S.T., M.T., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Misfa Susanto, S.T., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Donny Lesmana, S.T., M.Sc., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Masdar Helmi, S.T., D.E.A., Ph.D. Turut hadir para ketua dan sekretaris jurusan, kepala program studi, dosen, kepala bagian umum, serta para ketua tim di lingkungan FT Unila.

Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ahmad Herison, menyampaikan bahwa penebaran benih ikan telah lama direncanakan, namun sebelumnya terkendala kondisi embung yang belum memungkinkan.

“Penebaran benih ikan ini sebenarnya sudah lama kami rencanakan, namun kondisi embung belum memungkinkan saat itu. Alhamdulillah hari ini benih ikan akhirnya bisa ditebar. Semoga benih ikan ini dapat hidup dan berkembang dengan baik. Kami juga mohon bantuan Unila untuk pengadaan pakan ikan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungannya ke Embung Teknik dua pekan lalu, dengan harapan kawasan tersebut semakin tertata dan indah.

“Dua minggu lalu saya datang ke sini dan berharap Embung Teknik menjadi lebih indah. Alhamdulillah hari ini penebaran benih ikan dapat terlaksana, dengan pakan dibantu Unila,” kata Rektor.

Dalam kegiatan itu, Unila menyediakan total 200 kilogram benih ikan yang terdiri dari 50 kg ikan lele, 50 kg ikan patin, dan 100 kg ikan nila. Benih ikan tersebut ditebar di empat titik lokasi embung oleh Rektor bersama jajaran pimpinan FT.

Pemilihan jenis ikan disesuaikan dengan kondisi embung agar mampu mendukung keberlanjutan ekosistem perairan. Sementara itu, penanaman oyong dan pare di sekitar embung menjadi bagian dari upaya penghijauan sekaligus pemanfaatan ruang terbuka kampus secara produktif.

Ke depan, Embung Teknik diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan kampus, tetapi juga menjadi sarana praktik pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya dari Program Studi Teknik Lingkungan dan Teknik Kimia, dalam mendukung kegiatan akademik berbasis lingkungan dan keberlanjutan.

Bukan Sekadar Ajang Kecantikan, Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026 Kampanyekan Perawatan Kulit Sehat


BANDAR LAMPUNG
– Sebanyak 14 finalis resmi mengikuti penyematan selempang Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026 yang digelar di Els Coffee Roastery Sukabumi, Bandar Lampung, Kamis (12/2/2026). Ajang ini tak hanya menjadi wadah pencarian bakat dan kecantikan, tetapi juga sarana edukasi perawatan kulit yang aman bagi generasi muda.
‎Dokter kecantikan dr. Mira Aprilika, M.Biomed (AAM), menegaskan ajang Miss Aesthetic Beauty Lampung membawa dampak positif, khususnya dalam mengedukasi remaja tentang pentingnya merawat kulit secara sehat, baik dari luar maupun dalam.
‎“Anak-anak muda sekarang sangat aktif di media sosial. Kita harus ambil sisi positifnya, misalnya menggunakan skincare dengan benar. penggunaan skincare bisa dimulai sejak usia 15 tahun, dengan catatan sesuai takaran dan kebutuhan kulit masing-masing," ujar dr. Mira.
‎Ia mengingatkan agar masyarakat memilih produk yang telah terdaftar BPOM, berizin resmi, halal, serta tidak mengandung bahan berbahaya seperti merkuri maupun hidrokuinon. Selain perawatan dari luar, dr. Mira juga menekankan pentingnya perawatan dari dalam seperti rutin minum air putih, konsumsi buah dan sayur, olahraga, serta istirahat cukup.
‎Menurutnya, peran dokter aesthetic dalam ajang ini sangat penting untuk memberikan edukasi mengenai produk dan treatment yang boleh maupun tidak boleh digunakan, terlebih di tengah maraknya tren skincare dan fenomena FOMO (fear of missing out) di kalangan remaja.
‎“Banyak tren skincare yang bermunculan. Dokter aesthetic di Lampung siap mengedukasi adik-adik agar tahu cara menggunakan skincare dengan baik dan tetap dalam batas normal pemakaian,” katanya.
‎Sementara itu, Miss Aesthetic Beauty Lampung 2025 kategori A, Feren Vexia, berharap para finalis 2026 mampu menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang masih awam terhadap produk skincare yang belum terdaftar BPOM.
‎“Semoga mereka bisa membawa Miss Aesthetic sebagai tameng untuk orang-orang yang masih awam terhadap skincare yang belum BPOM, sekaligus membawa nama Lampung ke tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
‎Hal senada disampaikan Miss Aesthetic Beauty Lampung 2025 kategori B, Salwa Aulia. Ia berharap ajang ini menjadi wadah bagi remaja putri di Lampung untuk lebih sadar dalam memilih produk skincare dan makeup yang tepat serta sesuai anjuran.
‎“Semoga ajang ini bisa menjadi wadah sosialisasi penggunaan skincare dan makeup yang aman dan benar,” kata Salwa.
‎Dalam kesempatan yang sama, Angela Clarista Surya yang meraih vote tertinggi kategori A Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026 mengaku bangga bisa terpilih sebagai finalis. Ia ingin membanggakan orang tua sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perawatan kulit.
‎“Skincare bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Bagi saya, aesthetic beauty adalah keindahan dan kecantikan dari dalam diri seseorang,” tuturnya.
‎Sementara itu, Aliya Benazir Zafira, peraih vote tertinggi kategori B Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diterimanya. Ia mengaku tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara sekolah dan kegiatan ajang kecantikan tersebut.
‎“Saya ingin mengajak teman-teman untuk lebih peduli merawat kulit sejak usia muda,” pungkasnya. 
‎Ajang Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026 diharapkan tak hanya melahirkan figur inspiratif, tetapi juga menjadi gerakan edukatif dalam membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya perawatan kulit yang aman, sehat, dan bertanggung jawab. (*) 

Perkuat Pembinaan Keagamaan WBP, Lapas Narkotika Bandar Lampung Jalin PKS dengan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung


Bandar Lampung
- Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung terus memperkuat program pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Selasa (10/02).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, bersama jajaran pejabat struktural, yakni Kasi Binadik, Kasubsi Registrasi, Kasubsi Bimaswat, serta petugas terkait. Rombongan disambut oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., beserta jajaran.

Agenda utama kegiatan adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara kedua instansi yang berfokus pada peningkatan layanan pembinaan keagamaan bagi WBP. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kesiapan reintegrasi sosial.

Salah satu poin penting dalam kerja sama tersebut adalah dukungan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung melalui program aksi dengan menghadirkan penyuluh agama sesuai kebutuhan pembinaan di Lapas Narkotika Bandar Lampung. Kehadiran para penyuluh diharapkan mampu memberikan pendampingan keagamaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan menyentuh seluruh aspek pembinaan kepribadian WBP.

Kalapas Jumadi mengharapkan sinergi ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku, karena pembinaan keagamaan menjadi salah satu pondasi penting dalam membangun kesadaran, tanggung jawab, serta perubahan sikap warga binaan. Dengan adanya kerja sama ini, kami optimis kualitas pembinaan di Lapas akan semakin baik.

Melalui PKS ini, kedua belah pihak berharap terjalin sinergitas yang semakin kuat, sehingga pelayanan serta pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang oleh Bupati dan Wakil Gubernur Banten


PANDEGLANG
— Setelah mengunjungi kawasan bersejarah Banten Lama dan Museum Multatuli di Kabupaten Lebak, rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berlanjut ke Pendopo Kabupaten Pandeglang, Jumat (6/2/2026).

Mereka diterima Bupati Pandeglang Reden Dewi Setiani S.sos bersama Wakil Bupati Iing Andri Supriadi SH, dan Wakil Gubernur Banten, DR H Achmad Dimyati Natakusuma SH MH MSi. 

Kedatangan para peserta HPN 2026 SMSI disambut meriah oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Prosesi penyambutan berlangsung semarak dengan suguhan lengseran, musik tradisional, serta pengenalan beragam produk UMKM unggulan lokal yang menjadi potensi ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Pandeglang Dewi Setiani menyampaikan apresiasi atas kehadiran insan pers nasional di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam memperkenalkan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi lokal kepada publik yang lebih luas.

“Kami menyambut baik kehadiran SMSI dan seluruh peserta HPN 2026. Pers adalah mitra penting pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi yang benar dan membangun citra positif daerah,” ujar Bupati.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal SMSI Makali Kumar SH dalam sambutannya penuh semangat mengatakan, rangkaian kegiatan HPN 2026 di Banten dirancang tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang refleksi sejarah dan penguatan peran pers di era digital. Ia mengapresiasi sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Pandeglang terhadap seluruh peserta.

Menurutnya, SMSI berkomitmen memperkuat pers siber yang profesional, independen, dan bertanggung jawab, sekaligus berperan aktif dalam mengangkat potensi daerah secara objektif dan berimbang.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten, Achnad Dimyati Natakusuma turut memberikan sambutan dan menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan HPN 2026 oleh SMSI di Provinsi Banten. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam menjaga kualitas informasi publik serta menangkal disinformasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Wakil Gubernur menilai rangkaian kegiatan HPN 2026 yang menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan ekonomi lokal sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas Banten sekaligus memperluas jejaring informasi yang sehat di tingkat nasional.

Kegiatan di Pendopo Kabupaten Pandeglang ini menjadi bagian penting dari rangkaian awal HPN 2026 SMSI di Banten, sebelum para peserta melanjutkan agenda berikutnya di sejumlah daerah lain di Provinsi Banten.

"Pers harus terus bersinergi dengan pemerintah dan senua elemen masyarakat. Sehingga peran pilar keempat demokrasi di Indonesia oleh pers, terus terjaga dengan baik dan profesional. Sehingga dapat mewujudkan moto HPN yakni pers sehat, ekonomi berdaulat, bangsa kuat," tegasnya . (*)