Bandar Lampung – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang berlangsung di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Kehadiran Presiden menjadi momentum penting bagi konsolidasi pengusaha muda dalam memperkuat peran dunia usaha sebagai penggerak ekonomi nasional.
Presiden Prabowo tiba di lokasi kegiatan sekitar pukul 14.06 WIB dengan mengenakan kemeja safari cokelat dan peci hitam. Setibanya di arena Munas, Presiden langsung menyapa ribuan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, di antaranya Teddy Indra Wijaya, Prasetyo Hadi, Bahlil Lahadalia, serta Maruarar Sirait.
Mengusung tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional”, Munas XVIII HIPMI diikuti lebih dari 2.000 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota HIPMI se-Indonesia, jajaran menteri, pimpinan lembaga legislatif, kepala daerah, senior HIPMI, serta berbagai pemangku kepentingan dunia usaha.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi pengusaha yang berani mengambil risiko, inovatif, produktif, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi bangsa.
“Pengusaha muda adalah salah satu kekuatan penting dalam membangun masa depan ekonomi Indonesia. Kita membutuhkan anak-anak muda yang berani mengambil risiko, membangun usaha, membuka lapangan kerja, dan ikut memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kewirausahaan dalam memperluas peluang usaha, meningkatkan investasi, serta mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Sementara itu, Menteri ESDM sekaligus senior HIPMI, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa HIPMI memiliki sejarah panjang sebagai wadah lahirnya banyak pengusaha nasional. Ia berharap Munas XVIII menjadi forum konsolidasi gagasan sekaligus penguatan kontribusi pengusaha muda terhadap agenda ekonomi nasional.
“Pengusaha muda harus masuk ke sektor-sektor strategis, memperkuat hilirisasi, membangun industri, dan menjadi bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Bahlil.
Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo dalam pembukaan Munas. Menurutnya, kehadiran Presiden merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap peran strategis HIPMI dalam mencetak pengusaha muda Indonesia.
“Munas XVIII ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga persatuan kader, serta memperkuat semangat kewirausahaan nasional,” ujar Akbar.
Selain menjadi forum tertinggi organisasi, Munas XVIII HIPMI juga menjadi agenda strategis untuk memilih Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029. Empat kandidat yang bersaing dalam pemilihan tersebut adalah Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo, Afifuddin Kalla, dan Anthony Leong.
Ketua Organizing Committee Munas XVIII HIPMI, Arief Satria Kurniagung, menjelaskan bahwa selain agenda sidang pleno dan pemilihan ketua umum, Munas juga menghadirkan berbagai forum ekonomi, business matching, dan konsolidasi pengusaha muda dari seluruh Indonesia.
Di sisi lain, Ketua Steering Committee Munas XVIII HIPMI, Tri Febrianto Damu, menegaskan bahwa seluruh proses Munas dilaksanakan secara demokratis, transparan, dan sesuai mekanisme organisasi.
“Munas adalah forum tertinggi organisasi. Seluruh proses harus berjalan sesuai aturan, menjunjung tinggi nilai demokrasi, dan menjaga persaudaraan kader HIPMI,” tegasnya.
Melalui Munas XVIII yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Bandar Lampung, HIPMI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas peran pengusaha muda sebagai penggerak ekonomi daerah, pencipta lapangan kerja, serta mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing global.




















