Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 April 2026

Pangdam XXI/Radin Inten Ajak Warga Laporkan Oknum TNI Nakal Lewat Aplikasi Digital


Bandar Lampung
– Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Radin Inten, Kristomei Sianturi, mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan oknum prajurit TNI yang melakukan pelanggaran melalui berbagai kanal pengaduan digital yang telah disiapkan.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama mahasiswa, organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), serta insan media di Makorem, Senin (13/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Pangdam memperkenalkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Centurion-21 sebagai sarana utama pengaduan masyarakat. Aplikasi ini memungkinkan warga melaporkan kinerja aparat di lapangan, termasuk Babinsa, serta kondisi wilayah secara real-time.

“Melalui aplikasi ini, laporan masyarakat dapat langsung terhubung dengan berbagai pihak terkait seperti kepolisian, kejaksaan, hingga dinas teknis,” ujar Kristomei.

Selain aplikasi Centurion-21, Kodam XXI/Radin Inten juga menyediakan sejumlah kanal pengaduan lain, di antaranya media sosial resmi, layanan WhatsApp, serta integrasi dengan sistem nasional LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat).

Tak hanya untuk pelaporan pelanggaran, masyarakat juga dapat memberikan masukan strategis melalui platform tersebut, khususnya terkait sektor ketahanan pangan, pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Pangdam menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat. Hal tersebut juga sejalan dengan tugas pokok TNI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004, yang mencakup Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Ia menyebutkan, TNI saat ini turut berperan dalam berbagai sektor pembangunan, seperti pengamanan proyek infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menutup pernyataannya, Pangdam menekankan bahwa TNI hadir dengan pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya.

“TNI tidak menakut-nakuti masyarakat. Kami hadir untuk melindungi dan membantu rakyat, bukan menciptakan ketakutan,” tegasnya.

Inflasi Terkendali, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Program Perumahan


Bandar Lampung
— Pemerintah Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi yang terukur sekaligus mendukung program strategis nasional di sektor perumahan. 

Upaya ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Program 3 Juta Rumah oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang diikuti secara virtual dari Ruang Command Center Lt.2 Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (13/4/2026).

Rapat tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, bersama jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bentuk sinergi aktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kestabilan harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), pada minggu kedua April 2026, Provinsi Lampung mencatatkan deflasi sebesar 0,88 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah komoditas utama seperti daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras. 

Capaian ini menjadi indikasi positif atas efektivitas langkah pengendalian inflasi yang dilakukan secara konsisten oleh Pemprov Lampung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Meski demikian, Pemprov Lampung tetap waspada terhadap dinamika harga di tingkat kabupaten/kota. Tercatat Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesawaran masuk dalam 10 daerah dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi di Sumatera, masing-masing sebesar 2,33 persen dan 1,24 persen. Selain itu, Kabupaten Lampung Utara mengalami kenaikan harga beras medium sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Secara nasional, inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 0,41 persen (month-to-month), didorong oleh kelompok makanan, minuman, tembakau, serta sektor transportasi. Komoditas seperti cabai, beras, telur, dan daging ayam ras masih menjadi penyumbang utama inflasi, sehingga memerlukan langkah pengendalian yang berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, Pemprov Lampung terus mengoptimalkan strategi pengendalian, antara lain melalui pemantauan harga harian, penguatan distribusi pangan, serta peningkatan produksi komoditas strategis. 

Dalam hal ini, pemerintah daerah juga mendorong percepatan pengembangan kawasan aneka cabai seluas 300 hektare serta pemanfaatan anggaran daerah untuk memperluas sentra produksi guna mengatasi defisit cabai rawit dan cabai besar yang masing-masing mencapai 3.427 ton dan 1.300 ton.

Selain itu, upaya stabilisasi pasokan pangan juga dilakukan melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog yang telah terealisasi sebanyak 1.742 ton, serta distribusi Minyakita yang mencapai 2,7 juta liter di seluruh wilayah Lampung. Langkah ini diperkuat dengan kebijakan Kementerian Perdagangan dalam mempercepat distribusi minyak goreng ke pasar rakyat.

Tak hanya fokus pada pengendalian inflasi, Pemprov Lampung juga aktif mendukung Program 3 Juta Rumah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Hingga saat ini, Provinsi Lampung telah mengusulkan pembangunan baru sebanyak 22.189 unit rumah serta peningkatan kualitas 10.434 unit rumah. Usulan tersebut disampaikan melalui aplikasi Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU) dan menjadi bagian dari strategi pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong seluruh kabupaten/kota untuk mengintegrasikan program perumahan ini dalam perencanaan APBD tahun 2026 dan 2027, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Dengan sinergi yang kuat, langkah konkret di lapangan, serta komitmen berkelanjutan, Pemprov Lampung optimistis mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Musrenbang 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung


Bandar Lampung
— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027 di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Senin (13/4/2026). 

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya forum perencanaan pembangunan daerah tersebut. Kegiatan ini dihadiri perwakilan pemerintah pusat, forkopimda, serta kepala daerah se-Lampung. 

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Lampung harus bertumpu pada penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ia menyebut sebagian besar masyarakat Lampung masih bergantung pada sektor tersebut. 

"Sekitar sepertiga PDRB Lampung ditopang sektor pertanian, dengan jutaan masyarakat menggantungkan hidup di dalamnya," ujar Gubernur. 

Ia menjelaskan, luas lahan pertanian di Lampung mencapai sekitar 1,8 juta hektar dari total wilayah, dengan komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong mendominasi produksi. 

Namun, selama puluhan tahun, sistem ekonomi pertanian dinilai belum berpihak kepada petani. Harga komoditas yang fluktuatif serta rantai pasok yang panjang menyebabkan keuntungan petani relatif kecil. 

Gubernur mencontohkan, sebelum adanya intervensi kebijakan harga, pendapatan petani padi hanya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta per bulan. 

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas jagung dan singkong yang menjadi andalan Lampung. Bahkan, petani singkong sebelumnya hanya memperoleh pendapatan rata-rata sekitar Rp1 juta per bulan. 

Situasi ini berdampak pada tingginya tingkat kemiskinan di pedesaan serta rendahnya kemampuan fiskal daerah. Pendapatan asli daerah (PAD) menjadi terbatas karena bergantung pada daya beli masyarakat. 

Gubernur menyebut, rasio PAD di sejumlah daerah bahkan hanya berkisar 3 hingga 10 persen dari APBD. Hal ini turut memengaruhi kualitas pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur. 

Menurut Gubernur, ketimpangan ekonomi antara desa dan kota juga semakin terlihat, di mana sebagian besar uang berputar di wilayah perkotaan. 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah pusat melalui kebijakan harga komoditas dinilai telah memberikan dampak signifikan. Harga gabah dan jagung kini dijaga pada level yang lebih menguntungkan petani. 

Gubernur mengungkapkan, kenaikan harga gabah hingga Rp6.500 per kilogram mampu meningkatkan pendapatan petani padi menjadi Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan. 

Selain itu, ketersediaan pupuk yang lebih baik turut mendorong peningkatan produksi pertanian hingga sekitar 14 persen. 

Dampak positif tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah, termasuk penjualan kendaraan yang naik hingga 20 persen dalam beberapa bulan terakhir. 

Pemerintah Provinsi Lampung juga menyusun berbagai program turunan untuk memperkuat kebijakan nasional tersebut. Salah satunya melalui program pupuk organik cair di tingkat desa. 

Program ini ditargetkan menjangkau seluruh desa pada 2027, dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 15 persen. 

Selain itu, pemerintah juga mendorong hilirisasi komoditas melalui penyediaan fasilitas pengering (dryer) di desa-desa. 

Gubernur menyebut, kebutuhan dryer di Lampung mencapai sekitar 500 unit untuk mengurangi distribusi bahan mentah dan meningkatkan nilai tambah di tingkat petani. 

Dengan adanya fasilitas tersebut, komoditas seperti jagung tidak lagi dijual dalam kondisi basah, sehingga harga jual dapat meningkat signifikan. 

Program ini juga diharapkan mampu menekan biaya logistik serta mengurangi kerusakan infrastruktur akibat distribusi yang tidak efisien. 

Di sisi lain, pemerintah daerah turut memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi dan mobil training unit di desa-desa. 

Program tersebut bertujuan menciptakan tenaga kerja terampil yang mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. 

Pemerintah juga membuka peluang kerja luar negeri melalui program vokasi migran, dengan target pengiriman ribuan tenaga kerja ke Jepang dalam beberapa tahun ke depan. 

Seluruh kebijakan ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai target 8 persen sesuai arah pembangunan nasional. 

Gubernur menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat desa menjadi kunci utama dalam memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan. 

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap terjadi peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan kemiskinan, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Lampung.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, menekankan pentingnya peran Musrenbang sebagai forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. 

Ia menyatakan Musrenbang tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum evaluasi capaian pembangunan dan penajaman kebijakan tahun ketiga RPJMD. 

Restuardy juga mengingatkan pemerintah daerah untuk memastikan keterpaduan perencanaan dan pendanaan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Selain itu, ia menegaskan delapan klaster prioritas nasional harus menjadi rujukan dalam penyusunan RKPD 2027. 

Sementara itu, Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Kurniawan Ariadi menyoroti pentingnya akselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global. 

Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi nasional diarahkan mencapai 6,3 hingga 7,5 persen pada 2027 sebagai langkah menuju target 8 persen pada 2029. 

Menurutnya, pertumbuhan tersebut harus berkualitas dengan didukung peningkatan produktivitas, investasi, dan penguatan industri. 

Kurniawan juga menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah agar mampu menjawab tantangan seperti krisis pangan, energi, dan perubahan global. 

Di sisi legislatif, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar menyampaikan terdapat 483 usulan masyarakat yang dihimpun sebagai pokok-pokok pikiran DPRD. 

Ia mengapresiasi sinergi perencanaan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, namun menekankan perlunya pembahasan lebih intensif untuk menggali potensi daerah. 

Giri juga menyoroti pentingnya penyelesaian proyek strategis nasional, khususnya terkait irigasi Bendungan Way Sekampung dan Margatiga yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian. 

Menurutnya, persoalan irigasi masih menjadi kendala utama yang menyebabkan ketimpangan produksi, seperti banjir di musim hujan dan kekeringan saat kemarau. 

Ia berharap pemerintah pusat melalui Bappenas dapat memberi perhatian khusus terhadap penyelesaian infrastruktur tersebut. 

Secara keseluruhan, Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyatukan arah pembangunan antara pusat, daerah, dan legislatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung.

Dengan sinergi tersebut, diharapkan kebijakan yang dirumuskan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ekonomi desa, serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)*Musrenbang 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung*

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027 di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Senin (13/4/2026). 

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya forum perencanaan pembangunan daerah tersebut. Kegiatan ini dihadiri perwakilan pemerintah pusat, forkopimda, serta kepala daerah se-Lampung. 

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Lampung harus bertumpu pada penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ia menyebut sebagian besar masyarakat Lampung masih bergantung pada sektor tersebut. 

"Sekitar sepertiga PDRB Lampung ditopang sektor pertanian, dengan jutaan masyarakat menggantungkan hidup di dalamnya," ujar Gubernur. 

Ia menjelaskan, luas lahan pertanian di Lampung mencapai sekitar 1,8 juta hektar dari total wilayah, dengan komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong mendominasi produksi. 

Namun, selama puluhan tahun, sistem ekonomi pertanian dinilai belum berpihak kepada petani. Harga komoditas yang fluktuatif serta rantai pasok yang panjang menyebabkan keuntungan petani relatif kecil. 

Gubernur mencontohkan, sebelum adanya intervensi kebijakan harga, pendapatan petani padi hanya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta per bulan. 

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas jagung dan singkong yang menjadi andalan Lampung. Bahkan, petani singkong sebelumnya hanya memperoleh pendapatan rata-rata sekitar Rp1 juta per bulan. 

Situasi ini berdampak pada tingginya tingkat kemiskinan di pedesaan serta rendahnya kemampuan fiskal daerah. Pendapatan asli daerah (PAD) menjadi terbatas karena bergantung pada daya beli masyarakat. 

Gubernur menyebut, rasio PAD di sejumlah daerah bahkan hanya berkisar 3 hingga 10 persen dari APBD. Hal ini turut memengaruhi kualitas pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur. 

Menurut Gubernur, ketimpangan ekonomi antara desa dan kota juga semakin terlihat, di mana sebagian besar uang berputar di wilayah perkotaan. 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah pusat melalui kebijakan harga komoditas dinilai telah memberikan dampak signifikan. Harga gabah dan jagung kini dijaga pada level yang lebih menguntungkan petani. 

Gubernur mengungkapkan, kenaikan harga gabah hingga Rp6.500 per kilogram mampu meningkatkan pendapatan petani padi menjadi Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan. 

Selain itu, ketersediaan pupuk yang lebih baik turut mendorong peningkatan produksi pertanian hingga sekitar 14 persen. 

Dampak positif tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah, termasuk penjualan kendaraan yang naik hingga 20 persen dalam beberapa bulan terakhir. 

Pemerintah Provinsi Lampung juga menyusun berbagai program turunan untuk memperkuat kebijakan nasional tersebut. Salah satunya melalui program pupuk organik cair di tingkat desa. 

Program ini ditargetkan menjangkau seluruh desa pada 2027, dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 15 persen. 

Selain itu, pemerintah juga mendorong hilirisasi komoditas melalui penyediaan fasilitas pengering (dryer) di desa-desa. 

Gubernur menyebut, kebutuhan dryer di Lampung mencapai sekitar 500 unit untuk mengurangi distribusi bahan mentah dan meningkatkan nilai tambah di tingkat petani. 

Dengan adanya fasilitas tersebut, komoditas seperti jagung tidak lagi dijual dalam kondisi basah, sehingga harga jual dapat meningkat signifikan. 

Program ini juga diharapkan mampu menekan biaya logistik serta mengurangi kerusakan infrastruktur akibat distribusi yang tidak efisien. 

Di sisi lain, pemerintah daerah turut memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi dan mobil training unit di desa-desa. 

Program tersebut bertujuan menciptakan tenaga kerja terampil yang mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. 

Pemerintah juga membuka peluang kerja luar negeri melalui program vokasi migran, dengan target pengiriman ribuan tenaga kerja ke Jepang dalam beberapa tahun ke depan. 

Seluruh kebijakan ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai target 8 persen sesuai arah pembangunan nasional. 

Gubernur menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat desa menjadi kunci utama dalam memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan. 

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap terjadi peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan kemiskinan, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Lampung.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, menekankan pentingnya peran Musrenbang sebagai forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. 

Ia menyatakan Musrenbang tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum evaluasi capaian pembangunan dan penajaman kebijakan tahun ketiga RPJMD. 

Restuardy juga mengingatkan pemerintah daerah untuk memastikan keterpaduan perencanaan dan pendanaan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Selain itu, ia menegaskan delapan klaster prioritas nasional harus menjadi rujukan dalam penyusunan RKPD 2027. 

Sementara itu, Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Kurniawan Ariadi menyoroti pentingnya akselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global. 

Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi nasional diarahkan mencapai 6,3 hingga 7,5 persen pada 2027 sebagai langkah menuju target 8 persen pada 2029. 

Menurutnya, pertumbuhan tersebut harus berkualitas dengan didukung peningkatan produktivitas, investasi, dan penguatan industri. 

Kurniawan juga menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah agar mampu menjawab tantangan seperti krisis pangan, energi, dan perubahan global. 

Di sisi legislatif, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar menyampaikan terdapat 483 usulan masyarakat yang dihimpun sebagai pokok-pokok pikiran DPRD. 

Ia mengapresiasi sinergi perencanaan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, namun menekankan perlunya pembahasan lebih intensif untuk menggali potensi daerah. 

Giri juga menyoroti pentingnya penyelesaian proyek strategis nasional, khususnya terkait irigasi Bendungan Way Sekampung dan Margatiga yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian. 

Menurutnya, persoalan irigasi masih menjadi kendala utama yang menyebabkan ketimpangan produksi, seperti banjir di musim hujan dan kekeringan saat kemarau. 

Ia berharap pemerintah pusat melalui Bappenas dapat memberi perhatian khusus terhadap penyelesaian infrastruktur tersebut. 

Secara keseluruhan, Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyatukan arah pembangunan antara pusat, daerah, dan legislatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung.

Dengan sinergi tersebut, diharapkan kebijakan yang dirumuskan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ekonomi desa, serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Lampung. (*).

Talk Show Musrenbang 2026 Bahas Strategi Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas di Lampung


Bandar Lampung
— Dalam rangkaian Musrenbang Provinsi Lampung 2026, digelar _talk show_ bertema *“Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri Berbasis Potensi Daerah”* pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, serta akademisi Universitas Lampung.

Perwakilan Bank Indonesia, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Lampung saat ini menunjukkan tren positif.

> “Kita bisa memiliki optimisme terhadap kondisi perekonomian Provinsi Lampung karena pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, didukung oleh sektor pertanian yang tumbuh mendekati 6 persen,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan.

> “Untuk menjaga pertumbuhan tetap di atas 5 persen dengan basis ekonomi yang sudah tinggi, dibutuhkan *extra effort*, terutama dalam peningkatan produktivitas dan penguatan sektor utama,” tambahnya.

Bimo juga menyoroti potensi risiko eksternal yang perlu diantisipasi.

> “Gangguan rantai pasok global dan kenaikan harga komoditas dapat menimbulkan tekanan inflasi serta kelangkaan barang tertentu di dalam negeri,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menekankan pentingnya peran data dalam pembangunan.

> “Saat ini kita tidak bisa lagi mengklaim keberhasilan tanpa data. Semua tahapan pembangunan harus dikawal dengan data, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa data bukan hanya untuk mencatat, tetapi juga sebagai panduan kebijakan.

> “Indikator yang dihasilkan BPS menjadi pemandu agar pembangunan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga akseleratif dan berdampak,” ujarnya.

Ahmadriswan juga menyoroti tantangan inklusivitas pembangunan di Lampung.

> “Masih ada daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi kemiskinan atau pengangguran juga tinggi. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan belum sepenuhnya inklusif,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia turut menyosialisasikan pelaksanaan *Sensus Ekonomi 2026* yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik.

> “Dalam waktu dekat, BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi pada bulan Mei hingga Agustus. Kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang akurat,” imbaunya.

Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data yang berkualitas.

> “Data yang diberikan akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi pembangunan,” tambahnya.

Dari sisi akademisi, Intan Fitri Meutia dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unila menekankan pentingnya pendekatan strategis dalam kebijakan pembangunan.

> “Kebijakan harus selaras dengan data (*_alignment_*), birokrasi harus lincah (*_agility_*), dan pembangunan harus berkelanjutan (*_sustainability_*),” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

> “Masyarakat tidak hanya membutuhkan program, tetapi kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.

Diskusi ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkualitas. Melalui forum ini, diharapkan arah kebijakan pembangunan Provinsi Lampung semakin terarah, inklusif, dan berkelanjutan.

Borong Penghargaan Nasional, Perumda Tirta Jasa Lampung Selatan Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 4, Bupati Egi Dinobatkan Pembina Terbaik


Jakarta
- Perumda Air Minum Tirta Jasa Kabupaten Lampung Selatan menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2026 kategori Bintang 4. 

Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan kinerja perusahaan daerah, tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Prestasi tersebut semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan TOP Pembina BUMD 2026 oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, serta TOP CEO BUMD 2026 yang diberikan kepada Direktur Perumda Air Minum Tirta Jasa, Julianto.

Ketiga penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam acara puncak TOP BUMD Awards 2026 yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Ajang TOP BUMD Awards merupakan penghargaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA). Penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap kinerja, inovasi, serta kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BUMD, khususnya Perumda Air Minum Tirta Jasa.

“Alhamdulillah, ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran pengurus BUMD, khususnya PDAM di Kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya.

Bupati Egi menegaskan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya, ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk bekerja lebih baik dan lebih inovatif ke depan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Egi menekankan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola perusahaan daerah agar semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan pelayanan optimal.

Pada tahun 2026, sebanyak 248 BUMD dan BLUD dari seluruh Indonesia mengikuti ajang ini, meningkat 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 218 BUMD dinyatakan mengikuti seluruh tahapan penilaian secara lengkap.

Sejak pertama kali digelar pada 2016, TOP BUMD Awards menjadi salah satu tolok ukur nasional dalam mendorong BUMD agar lebih profesional, inovatif, dan berdaya saing. (*)

Minggu, 12 April 2026

Camat Natar Eko Irawan Tingkatkan Pelayanan Publik, Siap Luncurkan MPP Mini dan Samsat Drive-Thru


Lampung Selatan
– Pemerintah Kecamatan Natar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP) mini serta layanan Samsat drive-thru di wilayah tersebut.

Camat Natar, Eko Irawan, mengungkapkan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah kecamatan dalam memberikan kemudahan akses layanan administrasi secara cepat, efisien, dan terintegrasi.

“Ke depan Kecamatan Natar akan memiliki MPP mini dan insyaallah juga layanan Samsat drive-thru sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (11/4/2026).

Rencana tersebut disampaikan Eko saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat Kecamatan Natar yang digelar di Aula Balai Desa Candimas. Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Menurut Eko, kehadiran MPP mini dan Samsat drive-thru nantinya diharapkan mampu memangkas waktu dan jarak tempuh masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan administrasi, tanpa harus datang ke pusat pemerintahan kabupaten.

Selain fokus pada peningkatan pelayanan publik, dalam forum Musrenbang tersebut Pemerintah Kecamatan Natar juga mengusulkan sejumlah program prioritas pembangunan untuk tahun 2027.

Usulan tersebut meliputi rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur jalan, perbaikan sarana pendidikan, normalisasi embung dan sungai, dukungan bagi sektor pertanian, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan program keluarga berencana.

Eko menegaskan, seluruh usulan itu merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

“Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan di Lampung Selatan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kecamatan Natar optimistis mampu memberikan pelayanan publik yang lebih modern, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sabtu, 11 April 2026

Gubernur Lampung Tekankan Pemerataan Ekonomi Berbasis Digital,Kunker Komisi VI DPR RI


Bandar Lampung
— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya pemerataan ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan melalui penguatan ekosistem digital. 

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada acara Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI terkait Pengawasan Kinerja serta Dukungan Ekosistem Digital dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, bertempat di Hotel Grand Mercure, Sabtu (11/04/2026). 

Dalam sambutannya, Gubernur memaparkan kondisi demografis Lampung sebagai provinsi dengan populasi tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Namun, Gubernur menyoroti adanya ketimpangan perputaran uang di mana 70% terkonsentrasi di kota, sementara 30% berada di desa. 

"Presiden kita memahami bahwa pemerataan ekonomi adalah kunci. Di Lampung, kita memiliki potensi besar di sektor komunitas lokal. Sebagai contoh, ada sekitar 5.000 merek keripik singkong berbasis komunitas, namun seringkali pertumbuhannya terhambat karena masalah distribusi dan infrastruktur digital yang belum merata hingga ke pelosok," ujar Gubernur. 

Gubernur juga mengapresiasi kebijakan strategis Pemerintah Pusat yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani di Lampung. Gubernur menyebutkan bahwa program-program tersebut berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,90% secara tahunan (yoy). 

"Ke depan, kami fokus pada dua program kerja utama. Pertama, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kecil di desa. Kedua, memastikan pemerataan konektivitas digital agar produk lokal desa bisa bersaing tanpa harus lari ke kota," tambahnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja, Nurdin Halim, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan BUMN, khususnya di sektor telekomunikasi, hadir secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Kami ingin menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi di pusat dan di daerah. Transformasi digital harus menjadi pondasi utama pembangunan ekonomi kita agar tidak ada wilayah yang tertinggal," kata Nurdin Halim. 

Senada dengan hal tersebut, Direktur Peningkatan Nilai PT Telkom, Widia, menyatakan komitmennya untuk mendukung visi Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menjelaskan bahwa Telkom tengah fokus pada program desentralisasi sektor publik, termasuk penyediaan platform digital untuk sekolah-sekolah di wilayah terpencil serta pemberdayaan UMKM melalui infrastruktur ekonomi digital yang inklusif. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, turut menambahkan bahwa sinergi antar-lembaga dan BUMN sangat krusial dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat. Ia mencatat bahwa transformasi digital yang dilakukan BUMN seperti Telkom akan menjadi motor penggerak industri telekomunikasi yang berdampak pada peningkatan produktivitas daerah. 

Acara ini dihadiri oleh anggota Komisi VI DPR RI, perwakilan manajemen BUMN, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Kegiatan diakhiri dengan diskusi terkait langkah strategis perluasan akses digital dari kota hingga ke desa untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di Bumi Rua Jurai. (*)

Halal Bihalal IKA Smanda: Pemprov Lampung Dorong Penguatan Program Kolaboratif yang Mendukung Peningkatan Kualitas Pendidikan


BANDARLAMPUNG
----- Pemprov Lampung berkomitmen untuk mencari solusi, termasuk melalui penguatan program-program kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Salah satunya memastikan seluruh siswa memperoleh hak yang sama atas keamanan dan kualitas pendidikan, khususnya di SMA Negeri 2 Bandar Lampung (Smanda).

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung yang juga Sekretaris Umum Ikataan Keluaraga Alumni (IKA) Smanda Marindo pada acara Halal Bihalal IKA Smanda di Hotel Swisbell, Bandarlampung, Sabtu (11/4/2026).

Sekdaprov Marindo menegaskan bahwa berbagai keluhan yang disampaikan pihak sekolah, termasuk terkait kebutuhan tenaga pendidik dan sarana pendukung, telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kita semua harus memastikan semua mempunyai hak yang sama untuk memperoleh keamanan dalam pendidikan. Apa yang menjadi keluhan Ibu Kepala Sekolah sudah saya catat dan insyaallah menjadi prioritas untuk kita selesaikan dalam waktu singkat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan SMA Negeri 2 Bandar Lampung akan menjadi salah satu prioritas perhatian pemerintah daerah, terlebih dengan kuatnya jejaring alumni yang kini tersebar di berbagai posisi strategis, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurutnya, dukungan alumni menjadi faktor penting dalam memperkuat institusi pendidikan. 

Terlebih saat ini, berbagai tantangan di sektor pendidikan, seperti keterbatasan rekrutmen guru akibat kebijakan pemerintah pusat, turut memengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah.

“Pemerintah pusat saat ini tidak lagi membuka pengangkatan pegawai negeri secara umum, melainkan melalui skema P3K yang memiliki keterbatasan. Ini menjadi tantangan bagi sekolah, termasuk dalam menjaga kualitas tenaga pendidik,” jelasnya.

Meski demikian, Pemprov Lampung bersama IKA Smanda berkomitmen untuk mencari solusi, termasuk melalui penguatan program-program kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Selain itu, Marindo juga menyampaikan bahwa saat ini Ketua IKA Smanda dijabat oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, sehingga sinergi antara program pemerintah daerah dan alumni diharapkan semakin kuat.

Beberapa program unggulan yang tengah didorong antara lain pemberian beasiswa, pengembangan pendidikan vokasi, hingga peluang studi ke luar negeri, termasuk program pengiriman siswa ke Jepang.

“Selain untuk masyarakat luas, kami juga memastikan almamater tercinta ini menjadi prioritas perhatian di berbagai sektor,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marindo turut mengapresiasi soliditas antarangkatan alumni Smanda yang dinilai mampu menjaga silaturahmi dan berkontribusi nyata bagi sekolah.

Sementara itu, Ketua IKA Smanda 82 Hamda Isnan menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran alumni dalam mendukung kemajuan sekolah.

Ia mengatakan, tahun ini kegiatan Halal Bihalal diperluas dengan melibatkan lintas angkatan, khususnya alumni tahun 1980-an, sebagai upaya membangun kolaborasi yang lebih kuat antara senior dan junior.

“Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi bagaimana kita membangun peran alumni ke depan. Kita tahu saat ini sekolah menghadapi keterbatasan anggaran, namun kualitas harus tetap terjaga bahkan meningkat,” ujarnya.

Hamda juga menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan sekolah untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi, sekaligus mencari solusi bersama melalui jejaring alumni.

Ia turut mengapresiasi langkah pengurus IKA Smanda yang baru, yang dinilai mulai melakukan terobosan, termasuk membuka peluang kerja sama internasional guna mendukung akses beasiswa bagi siswa.

“Kami melihat sudah ada lompatan-lompatan positif, termasuk upaya membuka akses beasiswa internasional. Ini menjadi harapan besar bagi kemajuan Smanda ke depan,” pungkasnya.(*)

Soroti Gerakan Makzulkan Presiden Prabowo, KNPI: Prestasi Pemerintahan Nyata


Lampung
- Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama, menyoroti munculnya sejumlah gerakan yang mendorong pemakzulan Presiden Prabowo Subianto melalui aksi-aksi jalanan, forum-forum diskusi Provokatif dan konten opini publik yang tidak mendidik generasi muda. Ia menilai langkah tersebut tidak mencerminkan kedewasaan demokrasi dan berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

“Demokrasi kita memiliki mekanisme yang jelas dan konstitusional. Tidak seharusnya ada upaya-upaya pemakzulan yang didorong melalui tekanan jalanan,” ujar Haris dalam keterangannya. 

Haris mengaku heran dengan narasi yang berkembang, mengingat pemerintahan Presiden Prabowo yang baru berjalan sekitar satu setengah tahun justru telah menunjukkan berbagai capaian nyata. 

"Publik perlu melihat kinerja pemerintah secara objektif, bukan terjebak pada opini yang menyesatkan oleh segelintir petualang kekuasaan", katanya. 

Menurutnya, salah satu capaian penting adalah komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi yang semakin diperkuat melalui sinergi aparat penegak hukum. Selain itu, pemerintah juga mulai menertibkan praktik mafia tambang dan tata kelola sawit ilegal yang selama ini merugikan negara.

“Langkah tegas dalam memberantas mafia tambang dan sawit ilegal menunjukkan keberanian negara dalam menata ulang pengelolaan sumber daya alam agar lebih berkeadilan,” tegasnya. 

Di sektor lain, Haris juga menilai pemerintah menunjukkan progres dalam penguatan ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi produksi dalam negeri, serta menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global. 

"Program hilirisasi industri juga dinilai terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Semua program berjalan sesuai harapan, lantas koq bisa-bisanya disebut gagal? Ini kan lucu ada pengamat bilang begitu", tandasnya. 

Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa pemerintah tetap konsisten menjaga stabilitas nasional dan memperkuat sektor pertahanan sebagai fondasi utama dalam menjaga kedaulatan negara.

Atas dasar itu, KNPI menyatakan komitmennya untuk mendukung pemerintahan yang sah dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan.

“Pemuda Indonesia akan selalu berada di garda terdepan dalam mengawal Presiden Prabowo hingga akhir masa jabatannya. Jangan sampai kita terprovokasi oleh narasi yang justru memecah belah bangsa,” tegas Haris.

Ia pun mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun harus disalurkan melalui jalur yang sesuai dengan konstitusi.

“Kalau ada kritik, sampaikan melalui mekanisme yang benar. Jangan sampai demokrasi disalahgunakan untuk kepentingan sesaat,” pungkasnya.

Wagub Jihan Nurlela Hadir di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Dayamurni, Minta Doa Masyarakat agar Program Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Berjalan Lancar


TULANG BAWANG BARAT
----- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta doa masyarakat agar program perbaikan ruas jalan provinsi di Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat berjalan lancar.

Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan saat menghadiri Haflah Akhirussanah dan wisuda santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Dayamurni di Tulang Bawang Barat, Jumat (10/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Jihan mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sekitar Rp39 miliar untuk perbaikan dan pembangunan jalan provinsi di Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan konstruksi rigid beton.

Anggaran tersebut difokuskan pada sejumlah ruas strategis, termasuk ruas Gunung Batin–Daya Murni yang menjadi salah satu titik krusial.

"Insyaallah pada tahun 2026 ini, Kabupaten Tulang Bawang Barat mendapatkan alokasi anggaran kurang lebih Rp39 miliar untuk beberapa paket pekerjaan jalan provinsi, termasuk ruas menuju akses keluar tol Gunung Batin–Daya Murni," ujar Jihan.

Ia menambahkan, selain pembangunan infrastruktur jalan, program-program lain yang telah berjalan seperti pada sektor pertanian dan pendidikan, juga akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan oleh pemerintah provinsi.

"Mohon doanya agar saya, Pak Gubernur, dan seluruh jajaran tetap on the track dalam menjalankan harapan masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur jalan," katanya.

Jihan juga menyampaikan target pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas jalan. Ia menyebut, hingga tahun 2029, ditargetkan 90 persen ruas jalan provinsi dalam kondisi mantap.

Ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, termasuk memperhatikan sistem drainase serta mengawasi kendaraan yang melanggar aturan muatan atau over dimension over load (ODOL).(*)