Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 16 Agustus 2026

Semarak HUT RI ke-81, Muda-Mudi Cinta Sinar Mulya Gelar Jalan Sehat dan Tebar Hadiah


LAMPUNG
— Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, muda-mudi Cinta Sinar Mulya,keteguhan,Teluk Betung Timur, menggelar kegiatan jalan sehat dan tebar hadiah pada Minggu (16/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga para ibu, turut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan suasana peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak pagi, warga tampak berkumpul dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Jalan sehat menjadi salah satu kegiatan yang tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Suasana semakin meriah dengan adanya tebar hadiah. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai, berharap mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi generasi muda untuk ikut berperan aktif dalam mengisi perayaan HUT RI dengan kegiatan positif, sekaligus membangun kebersamaan dan kekompakan masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan. Kebersamaan antara anak-anak, kaum muda dan para ibu menjadikan kegiatan jalan sehat tersebut berlangsung semarak dan penuh kegembiraan.

Melalui kegiatan ini, muda-mudi Cinta Sinar Mulya berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kebersamaan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 RI pun menjadi momentum untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan warga, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

Waspada “Umrah Mandiri” Berkedok Travel Ilegal, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan

Bandar Lampung— Masyarakat yang berencana menunaikan ibadah umrah melalui jalur mandiri diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, istilah “umrah mandiri” dinilai berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengumpulkan calon jamaah, menawarkan paket perjalanan, hingga menerima setoran tanpa memiliki legalitas sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran umrah yang menggunakan istilah “mandiri”, tetapi pada praktiknya dikelola oleh pihak tertentu.

Menurut sumber tersebut, pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap pihak yang menawarkan atau mengorganisasi keberangkatan jamaah dengan mengatasnamakan umrah mandiri. Hal itu penting agar keberadaan PPIU resmi tetap terlindungi sekaligus memberikan kepastian dan perlindungan kepada masyarakat.

“Waspadalah dengan umrah mandiri. Jangan sampai istilah tersebut dimanfaatkan pihak tidak berizin untuk mengumpulkan jamaah atau menerima setoran perjalanan umrah,” ujar sumber tersebut.

Umrah Mandiri Memang Diatur, tetapi Ada Syaratnya

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah mengatur mekanisme perjalanan ibadah umrah, termasuk jalur mandiri, melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.

Dalam Pasal 86 ayat (1) disebutkan bahwa perjalanan ibadah umrah dapat dilakukan melalui PPIU, secara mandiri, atau melalui Menteri.

Namun, keberadaan jalur mandiri bukan berarti setiap orang atau kelompok bebas bertindak sebagai penyelenggara perjalanan umrah tanpa izin.

Jalur mandiri pada prinsipnya diperuntukkan bagi jamaah yang memenuhi persyaratan dan mengurus kebutuhan perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku. Persoalan muncul apabila terdapat pihak yang menggunakan label “umrah mandiri”, tetapi dalam praktiknya justru mengumpulkan jamaah, menawarkan paket, menerima uang, dan mengatur keberangkatan secara komersial tanpa legalitas sebagai PPIU.

Modusnya pun dapat dikemas dengan berbagai istilah, seperti “kami hanya membantu mengurus dokumen”, “umrah bareng melalui jalur mandiri”, atau “umrah bersama keluarga”.

Jika kegiatan tersebut pada faktanya merupakan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah tanpa izin, masyarakat perlu mempertanyakan legalitas pihak yang menawarkan jasa tersebut.

Perlindungan Jamaah PPIU Berbeda dengan Umrah Mandiri

Hal lain yang perlu dipahami masyarakat adalah aspek perlindungan hukum.

Jamaah yang menggunakan PPIU resmi memiliki mekanisme perlindungan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2025. Perlindungan tersebut antara lain berkaitan dengan kepastian keberangkatan dan layanan, perlindungan pembayaran atau uang muka, serta tanggung jawab penyelenggara apabila terjadi persoalan dalam perjalanan.

Sementara itu, jamaah yang memilih jalur mandiri harus memahami bahwa risiko perjalanan lebih banyak berada pada jamaah sendiri.

Karena itu, masyarakat tidak boleh hanya melihat harga murah atau iming-iming kemudahan. Legalitas penyelenggara, mekanisme pembayaran, dokumen perjalanan, akomodasi, hingga layanan selama berada di Arab Saudi harus dipastikan terlebih dahulu.

Ada Ancaman Pidana bagi Penyelenggara Tanpa Hak

Undang-undang juga mengatur sanksi terhadap pihak yang menjalankan kegiatan penyelenggaraan umrah tanpa hak.

Berdasarkan ketentuan yang dikutip sumber, Pasal 122 UU Nomor 14 Tahun 2025 mengatur ancaman pidana bagi setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai PPIU, termasuk mengumpulkan atau memberangkatkan jamaah.

Sementara Pasal 124 mengatur sanksi terhadap pihak yang tanpa hak mengambil setoran jamaah.

Ancaman tersebut menjadi peringatan agar masyarakat tidak sembarangan menyerahkan uang kepada individu maupun kelompok yang mengklaim dapat memberangkatkan umrah melalui jalur mandiri.

Jangan Salah Memahami “Mandiri”

Sumber tersebut menegaskan bahwa umrah mandiri bukan berarti bebas dari aturan.

Calon jamaah tetap harus memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan perjalanan, di antaranya memiliki paspor yang masih berlaku, tiket penerbangan, surat keterangan sehat, visa, serta bukti pembelian layanan dari penyedia layanan yang sesuai dengan ketentuan sistem pemerintah.

Selain itu, calon jamaah perlu memastikan persyaratan lain yang berlaku, seperti akomodasi hotel di Makkah dan Madinah, sertifikat vaksinasi yang dipersyaratkan, asuransi perjalanan, serta dokumen atau identitas perjalanan yang diwajibkan.

Bukti pemesanan hotel juga perlu dipastikan valid dan tercatat sesuai sistem yang berlaku dalam proses pengajuan visa.

Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan

Atas kondisi tersebut, pemerintah diminta melakukan sosialisasi secara masif mengenai perbedaan antara umrah melalui PPIU resmi dan umrah mandiri.

Pengawasan juga dinilai perlu diperketat terhadap pihak yang menawarkan paket perjalanan dengan menggunakan istilah “umrah mandiri”, tetapi faktanya melakukan aktivitas layaknya penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

Masyarakat pun diminta tidak mudah tergiur tawaran harga murah atau iming-iming proses cepat.

Intinya, boleh memilih umrah mandiri, tetapi pastikan seluruh persyaratan dipenuhi dan jangan menyerahkan pengelolaan perjalanan kepada pihak yang tidak jelas legalitasnya.

Umrah mandiri penuhi syaratnya, nyaman ibadahnya.(TIM/Red)

Semangat Juang Warga Perumahan Patriot Menyambut Kemerdekaan RI ke 81Tahun 2026


Bandar Lampung
-Sejak pagi hari,warga Perum Patriot RT.004 Link III kelurahan keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung tampak berkumpul dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat,jalan sehat menjadi salah satu kegiatan yang tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran tetapi juga menjadi ajang tali silaturahmi antar warga,Minggu (16/8/2026).

Antusias warga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan,kebersamaan antara anak-anak,kaum muda dan para ibu menjadikan kegiatan jalan sehat tersebut berlangsung semarak dan penuh kegembiraan.

Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 81 dengan penuh kegembiraan yang penuh ceria,warga Perum Patriot RT.004 Link III kelurahan keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung diawali lomba jalan sehat diikuti oleh bapak ibu dan anak anak dengan peserta lebih dari 250 orang dengan panitia 30 orang didukung 18 orang mahasiswa KKN Transformatif Universitas Islam Negeri RADEN INTAN Bandar Lampung juga dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan door prize.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi generasi muda untuk ikut berperan aktif dalam mengisi perayaan HUT RI dengan positif sekaligus membangun kebersamaan dan membangun kekompakan masyarakat.

Ketua Pelaksana lomba gerak jalan sehat saudara Bagas,Rundown acara kegiatan lomba menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 81,diisi dengan lomba senam,lomba anak-anak dilanjutkan lomba dari bapak-bapak sampai selesai,malam tanggal 17/8/2026 dilanjutkan dengan hiburan malam dengan pemberian hadiah bagi yang juara,ungkapnya.

Ketua kordinator lingkungan KKN Transformatif Universitas Islam Negeri RADEN INTAN Bandar Lampung M Kautsar Valiant puas bisa mendukung dan melaksanakan lomba-lomba yang ada di perum patriot RT.004 Link III kelurahan keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung yang mana pelaksanaannya cukup lancar,tertib dan penuh dengan kegembiraan, ujarnya.(Ratih)

Bukan Sekadar Produksi Semen, SMBR Tebar Kepedulian: 500 Paket Sembako untuk Warga Way Lunik dan Pidada


BANDAR LAMPUNG
— PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kali ini, SMBR bekerja sama dengan BAZNAS menyalurkan bantuan sebanyak 500 paket sembako kepada warga Kelurahan Way Lunik dan Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Sebanyak 500 paket sembako yang disalurkan masing-masing berisi 5 kilogram beras dan 1 liter minyak goreng. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Senior Manager of Palembang & Panjang Plant SMBR kepada perwakilan masyarakat penerima bantuan dari Kelurahan Way Lunik dan Kelurahan Pidada.

Kerja sama dengan BAZNAS dilakukan sebagai bagian dari sinergi untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bentuk Kepedulian terhadap Masyarakat

Senior Manager of Palembang & Panjang Plant SMBR mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk terus menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya warga di Kelurahan Way Lunik dan Kelurahan Pidada. Kami juga berharap hubungan baik dan sinergi antara perusahaan dengan masyarakat dapat terus terjaga dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Penyaluran sembako ini menjadi bagian dari upaya SMBR dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui berbagai program yang berorientasi pada pemberian manfaat bagi masyarakat.

Bagi perusahaan, keberadaan industri tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi, tetapi juga bagaimana kehadirannya dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melalui sinergi bersama berbagai pihak, termasuk BAZNAS, SMBR berharap program kepedulian sosial dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga hubungan antara perusahaan dan masyarakat semakin harmonis.

Dengan penyaluran 500 paket sembako tersebut, SMBR menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama lingkungan sekitarnya.(Rls)

Sabtu, 15 Agustus 2026

19 Tahun Sumur Bor Bantuan P2KP Tetap Berfungsi, Warga Apresiasi Upaya Pelestarian Air Bersih


BANDAR LAMPUNG
– Memasuki usia 19 tahun, sumur bor fasilitas air bersih (Paslum) bantuan Pemerintah melalui Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) di RT 001 Lingkungan III, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, hingga kini masih berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sumur bor tersebut dibangun pada Agustus 2007 dengan kedalaman sekitar 32 meter. Pembangunannya dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bersama para relawan. Saat itu, KSM CITRA diketuai Ani Astuti, dengan Rati Sumarni sebagai sekretaris sekaligus penghibah tanah untuk lokasi sumur bor. Sementara sejumlah relawan yang turut terlibat di antaranya Herman Riwayatno dan Hariyanto.

Pada awal pemanfaatannya, fasilitas air bersih tersebut melayani sekitar 21 kepala keluarga (KK). Selain memenuhi kebutuhan warga, air dari sumur bor juga disalurkan ke Mushola Nurul Falah untuk kebutuhan air wudu.

Ketua KSM CITRA, Ani Astuti, mengaku bersyukur karena fasilitas yang dibangun melalui bantuan pemerintah tersebut tetap dijaga dan dipelihara masyarakat hingga sekarang.

«“Saya bersyukur sekali warga RT 001 Lingkungan III mendapat bantuan pemerintah melalui Program P2KP berupa sumur bor. Warga tetap memelihara dan menjaganya sehingga sampai sekarang masih bisa dimanfaatkan,” ujar Ani.»

Seiring berjalannya waktu, jumlah penerima manfaat sumur bor tersebut mengalami penurunan. Terlebih sejak 2017, Pemerintah Kota Bandar Lampung menjalankan program penyediaan sambungan air bersih gratis bagi masyarakat. Meski demikian, keberadaan sumur bor KSM CITRA tetap dipertahankan dan hingga kini masih berfungsi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas air bersih, pada Sabtu (15/8/2026), Tim Independen Komunitas Peduli Lingkungan memberikan apresiasi secara simbolis kepada KSM CITRA yang selama 19 tahun konsisten menjaga dan mempertahankan keberadaan sumur bor tersebut.

Kegiatan itu disaksikan sejumlah warga, Ketua RT 001 Lingkungan III, anggota Linmas, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Transformatif Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

Ketua Lingkungan III, M. Kautsar Valiant, menjelaskan mahasiswa KKN yang berjumlah 18 orang, terdiri dari tujuh laki-laki dan 11 perempuan, turut berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan lingkungan.

Menurutnya, kegiatan KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kondisi nyata di tengah masyarakat.

“Studi ini merupakan penerapan teori ke situasi nyata di lapangan. Para mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk melihat perkembangan dan kebiasaan masyarakat sekaligus memberikan penerapan ilmu yang berkembang saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa KKN juga turut memberikan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Alhamdulillah, sedikit demi sedikit perkembangan teknologi sudah kami sampaikan, termasuk contoh penggunaan digital untuk usaha UMKM. Mengingat sekarang sudah zamannya digitalisasi, masyarakat harus mulai memahami dan memanfaatkannya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, empat mahasiswa KKN yang mewakili kelompok berkesempatan hadir dan mengikuti kegiatan di lokasi sumur bor KSM CITRA. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat sekaligus pelaksanaan program pemerintah di tingkat kelurahan.

Ketua RT 001 Lingkungan III, Rahmat, menyampaikan apresiasi kepada warga yang selama ini konsisten menjaga dan merawat fasilitas air bersih tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada warga sebagai penggiat lingkungan yang senantiasa menjaga dan memelihara sumur bor yang saat ini sudah berusia 19 tahun. Ini luar biasa,” ungkap Rahmat.

Keberlangsungan sumur bor selama hampir dua dekade tersebut menjadi contoh bahwa fasilitas bantuan pemerintah dapat terus memberikan manfaat apabila dirawat dan dikelola secara bersama-sama oleh masyarakat.

Selain menjadi sumber air bersih, keberadaan sumur bor KSM CITRA juga menjadi bukti pentingnya kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas umum agar tetap dapat dimanfaatkan, bahkan setelah program bantuan pemerintah selesai dilaksanakan.

Hadapi Musim Kemarau, Polresta Bandar Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Karhutla


Bandar Lampung
- Polresta Bandar Lampung menggelar apel gelar pasukan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini digelar untuk memastikan personel hingga peralatan siap digunakan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Apel digelar di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (13/8/2026) pagi, dipimpin langsung oleh Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Herbin Sianipar dan diikuti unsur Forkopimda serta personel terkait.

Dalam amanatnya, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Herbin Sianipar mengatakan apel tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama menghadapi potensi karhutla di wilayah Bandar Lampung.

"Apel gelar pasukan yang kita laksanakan pada hari ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Bandar Lampung," kata Herbin.

Herbin menyebut musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Jika tidak diantisipasi, kebakaran dapat berdampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap hingga terganggunya aktivitas perekonomian.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu instansi. Dibutuhkan sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Damkar dan masyarakat.

"Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama," ujarnya.

Herbin meminta kesiapan personel dibarengi dengan kesiapan sarana dan prasarana serta sistem komunikasi yang efektif. Dengan begitu, seluruh unsur dapat bergerak cepat dan terpadu ketika terjadi bencana.

Namun, Herbin menegaskan upaya menghadapi karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman.

"Keberhasilan penanganan karhutla sesungguhnya tidak hanya diukur dari seberapa cepat kita mampu memadamkan api, namun lebih dari itu, seberapa besar kemampuan kita dalam mencegah agar kebakaran tidak terjadi," tegasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh personel mengutamakan pencegahan dengan meningkatkan patroli terpadu, melakukan deteksi dini terhadap titik api, memperkuat koordinasi antarinstansi serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain itu, Herbin menekankan penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Perkuat sinergi, komunikasi, dan koordinasi antar seluruh instansi, karena keberhasilan penanganan karhutla sangat ditentukan oleh kerja sama dan kebersamaan kita," katanya.

Usai apel, Herbin bersama Forkopimda mengecek langsung kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung di lapangan apel.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh perlengkapan dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan karhutla.

Herbin berharap sinergi seluruh pihak dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla di Kota Bandar Lampung.

Kamis, 13 Agustus 2026

Agama dan Politik: Haruskah Dipisahkan Secara Diametral?


BANDARLAMPUNG
-- Masih ada sebagian orang yang berpandangan bahwa agama dan politik adalah dua dunia yang berbeda secara diametral. Agama ditempatkan di satu sisi, politik di sisi yang lain. Agama dianggap suci, sementara politik dianggap kotor. Agama berbicara tentang akhirat, sedangkan politik hanya berbicara tentang kekuasaan dan kepentingan duniawi.

Dari cara pandang tersebut kemudian muncul sebuah kalimat yang sering kita dengar: “Kalau berpolitik, jangan membawa-bawa agama. Agama jangan dimasukkan ke dalam politik.”

Pertanyaannya, apakah memang sesederhana itu?

Apakah agama dan politik harus dipisahkan sedemikian rupa sehingga nilai-nilai agama tidak boleh hadir dalam kehidupan politik?

Atau justru persoalannya bukan pada boleh atau tidaknya agama hadir dalam politik, melainkan bagaimana agama hadir secara benar, proporsional, dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan kekuasaan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk terus dibicarakan dalam kehidupan demokrasi kita.

*Agama Bukan Hanya Urusan Ibadah Personal*

Jika kita memahami agama hanya sebatas ritual ibadah, tentu agama dan politik akan terlihat seperti dua wilayah yang berbeda.

Agama kemudian dipahami hanya sebagai urusan shalat, puasa, zakat, doa, masjid, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Padahal, agama termasuk Islam memiliki cakupan yang jauh lebih luas.

Agama mengajarkan manusia bagaimana menjalani kehidupan sejak bangun tidur hingga kembali tidur. Agama mengajarkan bagaimana manusia memperlakukan orang tua, pasangan, anak, tetangga, orang miskin, bahkan orang yang berbeda pandangan dengannya.

Agama berbicara tentang kejujuran, amanah, keadilan, tanggung jawab, persaudaraan, larangan mengambil hak orang lain, larangan melakukan kezaliman, serta kewajiban menegakkan kebaikan.

Agama juga berbicara tentang kepemimpinan.

Agama berbicara tentang amanah.

Agama berbicara tentang bagaimana kekuasaan seharusnya digunakan.

Agama berbicara tentang tanggung jawab manusia terhadap sesamanya.

Bahkan agama memberikan perspektif tentang kehidupan sebelum manusia lahir, kehidupan manusia di dunia, hingga kehidupan setelah kematian.

Dengan cakupan sebesar itu, tentu sulit mengatakan bahwa agama hanya berurusan dengan ruang privat seseorang.

Agama memang memiliki dimensi personal, tetapi nilai-nilainya juga memiliki konsekuensi sosial.

*Politik Hanya Salah Satu Bagian dari Kehidupan Dunia*

Sementara itu, politik pada dasarnya berbicara tentang bagaimana manusia mengatur kehidupan bersama.

Politik berbicara tentang kekuasaan, kepemimpinan, kebijakan publik, distribusi sumber daya, hak dan kewajiban warga negara, serta bagaimana sebuah masyarakat menentukan siapa yang mendapatkan mandat untuk memimpin.

Politik berbicara tentang negara.

Politik berbicara tentang pemerintahan.

Politik berbicara tentang kepentingan masyarakat.

Politik juga menentukan banyak hal yang langsung menyentuh kehidupan rakyat: pendidikan, kesehatan, ekonomi, pembangunan, keamanan, pekerjaan, infrastruktur, hingga perlindungan terhadap kelompok yang lemah.

Karena itu, politik sesungguhnya bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan masyarakat.

Politik ada di sekitar kita.

Ketika pemerintah menentukan anggaran pendidikan, itu politik.

Ketika negara menentukan kebijakan kesehatan, itu politik.

Ketika pemerintah membangun jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum, itu juga merupakan bagian dari keputusan politik.

Ketika negara membuat aturan yang menentukan hak dan kewajiban masyarakat, itu pun merupakan produk dari proses politik.

Maka, mengatakan bahwa politik tidak berkaitan dengan kehidupan sehari-hari juga tidak sepenuhnya tepat.

*Kalau Begitu, Mengapa Agama dan Politik Harus Dipertentangkan?*

Di sinilah persoalan menjadi menarik.

Jika agama mengajarkan manusia tentang keadilan, sementara politik membutuhkan keadilan, apakah keduanya harus dipertentangkan?

Jika agama mengajarkan amanah, sementara politik membutuhkan pemimpin yang amanah, apakah nilai amanah harus dikeluarkan dari ruang politik?

Jika agama mengajarkan agar manusia tidak mengambil hak orang lain, sementara politik harus menjamin hak warga negara, apakah nilai tersebut tidak boleh menjadi pertimbangan dalam membuat kebijakan?

Jika agama mengajarkan kepedulian terhadap kaum lemah, sementara politik memiliki kewajiban menghadirkan kebijakan yang melindungi masyarakat miskin dan rentan, apakah nilai kepedulian tersebut harus dianggap tidak relevan?

Tentu tidak.

Yang perlu dipisahkan bukan antara agama dan politik, tetapi antara nilai agama dengan penyalahgunaan agama untuk kepentingan politik.

Ini dua hal yang berbeda.

Membawa nilai kejujuran, keadilan, amanah, tanggung jawab, dan kemanusiaan ke dalam politik adalah sesuatu yang berbeda dengan menggunakan simbol agama untuk membenarkan ambisi kekuasaan.

*Politik Membutuhkan Etika*

Justru salah satu persoalan terbesar politik adalah ketika kekuasaan kehilangan etika.

Politik tanpa etika dapat berubah menjadi perebutan kekuasaan semata.

Yang dikejar bukan lagi kepentingan masyarakat, tetapi kepentingan kelompok.

Yang dipikirkan bukan lagi bagaimana rakyat sejahtera, tetapi bagaimana kekuasaan dipertahankan.

Dalam kondisi seperti itu, politik bisa kehilangan arah.

Karena itu, politik membutuhkan nilai.

Politik membutuhkan moral.

Politik membutuhkan etika.

Dan agama merupakan salah satu sumber nilai moral yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Namun, nilai agama tersebut harus diterjemahkan dalam bentuk sikap dan kebijakan yang adil bagi seluruh masyarakat.

Seorang politisi yang membawa nilai agama seharusnya tidak hanya rajin berbicara tentang agama di depan publik, tetapi juga menunjukkan kejujuran ketika mengelola anggaran, amanah ketika memegang jabatan, adil ketika membuat keputusan, dan berani menolak korupsi meskipun keputusan tersebut tidak menguntungkan dirinya.

Sebab ukuran keberagamaan seorang pemimpin tidak cukup dilihat dari simbol.

Ia juga harus terlihat dalam perilaku ketika memegang kekuasaan.

*Jangan Sampai Agama Hanya Menjadi Alat Kampanye*

Di sisi lain, ada persoalan yang juga harus dikritisi.

Agama jangan sampai hanya dijadikan kendaraan untuk memperoleh suara.

Jangan sampai simbol-simbol keagamaan digunakan ketika membutuhkan dukungan masyarakat, tetapi dilupakan ketika kekuasaan sudah berada di tangan.

Jangan sampai ayat dan jargon agama ramai ketika kampanye, tetapi nilai keadilan, amanah, dan kejujuran justru hilang ketika memerintah.

Agama terlalu mulia jika hanya dijadikan alat untuk memenangkan pemilu.

Agama terlalu suci jika hanya dipakai untuk membangun citra politik.

Karena itu, membawa agama ke dalam politik harus dibarengi dengan tanggung jawab moral yang jauh lebih besar.

Ketika seseorang mengaku membawa nilai agama dalam politik, maka masyarakat justru berhak menuntut standar etika yang lebih tinggi darinya.

Ia harus lebih jujur.

Ia harus lebih amanah.

Ia harus lebih adil.

Ia harus lebih bertanggung jawab.

Bukan sebaliknya.

*Jangan Pula Menganggap Politik Selalu Kotor*

Sebaliknya, kita juga tidak boleh menggeneralisasi bahwa politik selalu kotor.

Politik adalah alat.

Seperti pisau, ia dapat digunakan untuk memasak makanan atau menyakiti orang.

Kekuasaan juga demikian.

Kekuasaan dapat digunakan untuk kepentingan rakyat, tetapi dapat pula disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Karena itu, yang harus diperbaiki bukan sekadar politiknya, tetapi manusia yang menjalankan politik tersebut.

Politik yang dijalankan oleh orang-orang berintegritas dapat menjadi instrumen untuk menghadirkan keadilan.

Sebaliknya, politik yang dijalankan oleh orang-orang yang hanya mengejar kepentingan pribadi dapat menjadi sumber ketidakadilan.

Maka jangan salahkan politik semata.

Pertanyaannya adalah: siapa yang menjalankan politik, dengan nilai apa, dan untuk kepentingan siapa?

*Kekuasaan Bukan Milik Mutlak Manusia*

Dalam perspektif keagamaan, kekuasaan pada akhirnya bukan milik manusia secara mutlak.

Manusia hanya menerima amanah.

Jabatan bukan hak istimewa untuk memperkaya diri.

Kekuasaan bukan tiket untuk bertindak semaunya.

Kursi kepemimpinan bukan tanda bahwa seseorang lebih tinggi derajatnya daripada rakyat.

Justru semakin besar kekuasaan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya.

Seorang pemimpin harus memahami bahwa di balik keputusan yang ia buat terdapat kehidupan banyak orang.

Satu kebijakan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan orang.

Tetapi satu kebijakan yang buruk juga dapat membuat ribuan orang kehilangan pekerjaan.

Satu keputusan anggaran dapat memperbaiki pelayanan kesehatan.

Tetapi keputusan yang salah dapat membuat masyarakat kecil semakin sulit mendapatkan pelayanan.

Karena itu, kekuasaan seharusnya dipandang sebagai amanah, bukan sebagai fasilitas pribadi.

*Politik Semestinya Mengacu kepada Nilai-Nilai Ketuhanan*

Dalam konteks Indonesia, gagasan ini sebenarnya tidak asing.

Bangsa Indonesia memiliki dasar negara yang menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama Pancasila.

Artinya, kehidupan berbangsa dan bernegara kita tidak dibangun atas dasar pemisahan total antara nilai ketuhanan dan kehidupan publik.

Namun, bukan berarti negara boleh memaksakan satu tafsir agama kepada seluruh masyarakat.

Indonesia adalah bangsa yang majemuk.

Ada banyak agama, keyakinan, suku, budaya, dan latar belakang masyarakat.

Karena itu, nilai agama yang masuk ke dalam kehidupan politik harus diterjemahkan menjadi nilai universal yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat: keadilan, kemanusiaan, kejujuran, persamaan di hadapan hukum, perlindungan terhadap yang lemah, penghormatan terhadap perbedaan, dan tanggung jawab sosial.

Dengan demikian, agama tidak menjadi alat untuk memecah masyarakat, tetapi menjadi sumber moral untuk memperbaiki kehidupan bersama.

*Politik Jangan Mengatur Tuhan, Tetapi Politik Harus Takut kepada Tuhan*

Ada perbedaan penting antara politik yang berlandaskan nilai agama dan politik yang mengklaim mewakili Tuhan.

Manusia tidak boleh dengan mudah mengatakan, “Saya adalah suara Tuhan.”

Sebab manusia memiliki keterbatasan.

Politisi bisa salah.

Ulama bisa salah.

Pejabat bisa salah.

Pemimpin bisa salah.

Karena itu, jangan sampai kepentingan politik seseorang disamakan dengan kehendak Tuhan.

Ketika seseorang mengatakan bahwa dirinya membawa agama, bukan berarti semua keputusan politiknya otomatis benar.

Justru keputusan tersebut harus tetap dapat dikritik, diuji, diperdebatkan, dan dipertanggungjawabkan.

Agama memberikan nilai.

Manusia menerjemahkan nilai tersebut dalam kehidupan.

Dan karena manusia tidak sempurna, maka penerapannya harus selalu terbuka terhadap evaluasi.

*Agama Memberikan Arah, Politik Menjadi Instrumen*

Pada titik inilah hubungan agama dan politik dapat dipahami secara lebih proporsional.

Agama memberikan arah moral tentang apa yang baik dan buruk.

Politik menjadi salah satu instrumen untuk mengatur kehidupan bersama.

Agama berbicara tentang keadilan.

Politik menentukan bagaimana keadilan itu diwujudkan dalam kebijakan.

Agama mengajarkan amanah.

Politik memberikan ruang bagi seseorang untuk menjalankan amanah melalui jabatan publik.

Agama mengajarkan kepedulian kepada kaum lemah.

Politik dapat menerjemahkannya melalui kebijakan sosial.

Agama mengajarkan manusia untuk tidak berbuat zalim.

Politik seharusnya membangun hukum dan institusi yang mencegah terjadinya kezaliman.

Dengan kata lain, politik dapat menjadi bagian dari ikhtiar manusia untuk mewujudkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan dunia.

*Tetapi Agama Jangan Dijadikan Alat untuk Membungkam Kritik*

Ada satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan.

Ketika agama masuk ke ruang politik, jangan sampai agama justru digunakan untuk membungkam kritik.

Berbeda pendapat bukan berarti berbeda iman.

Mengkritik kebijakan pemerintah bukan berarti membenci negara.

Mengkritik seorang pejabat yang mengaku religius bukan berarti menghina agama.

Justru dalam kehidupan demokrasi, kritik diperlukan agar kekuasaan tidak berjalan tanpa kontrol.

Bahkan seorang pemimpin yang baik seharusnya tidak dikelilingi oleh orang-orang yang selalu mengatakan “iya”.

Pemimpin membutuhkan orang yang berani mengatakan “tidak” ketika kebijakannya keliru.

Masyarakat membutuhkan ruang untuk mengkritik.

Pers membutuhkan kebebasan untuk mengawasi.

Lembaga negara membutuhkan mekanisme kontrol.

Sebab kekuasaan tanpa pengawasan sangat mudah tergelincir menjadi kesewenang-wenangan.

*Pada Akhirnya, Persoalannya Bukan Agama atau Politik*

Perdebatan agama dan politik sering kali terlalu disederhanakan menjadi pilihan: agama atau politik.

Padahal persoalannya bukan demikian.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Politik untuk siapa?

Kekuasaan digunakan untuk apa?

Kebijakan dibuat berdasarkan nilai apa?

Pemimpin mempertanggungjawabkan kekuasaannya kepada siapa?

Jika politik hanya menjadi alat untuk memperkaya diri, tentu politik akan kehilangan martabat.

Jika agama hanya dijadikan alat untuk mendapatkan kekuasaan, agama pun akan kehilangan kemuliaannya dalam ruang publik.

Tetapi jika agama memberikan nilai moral dan politik menjadi sarana untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat, keduanya dapat berjalan berdampingan dalam koridor yang sehat.

Agama tidak harus menjadi partai politik.

Politik juga tidak harus berubah menjadi mimbar agama.

Namun, nilai-nilai agama tidak semestinya dilarang hadir dalam diri orang-orang yang berpolitik.

Seorang politisi tetap manusia beragama.

Ia membawa keyakinannya dalam bentuk moral, etika, kejujuran, dan tanggung jawab.

Yang harus dijaga adalah agar keyakinan tersebut tidak dijadikan senjata untuk merendahkan kelompok lain, memaksakan kehendak, atau menghalalkan segala cara demi kekuasaan.

*Penutup*

Agama dan politik memang memiliki ruang dan karakter yang berbeda.

Politik beroperasi terutama dalam kehidupan dunia dan tata kelola masyarakat.

Agama memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, kehidupan dunia, dan pertanggungjawaban setelah kehidupan dunia.

Karena itu, politik dapat dilihat sebagai salah satu bagian dari kehidupan manusia yang semestinya tidak kehilangan arah moral.

Politik membutuhkan etika.

Kekuasaan membutuhkan amanah.

Kepemimpinan membutuhkan tanggung jawab.

Demokrasi membutuhkan keadilan.

Dan kehidupan berbangsa membutuhkan nilai-nilai kemanusiaan.

Maka, mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan “Haruskah agama dan politik dipisahkan?”

Melainkan:

“Bagaimana agar agama tidak disalahgunakan oleh politik, dan bagaimana agar politik tidak kehilangan nilai-nilai moral agama?”

Sebab agama tanpa nilai yang diwujudkan dalam kehidupan sosial akan berhenti pada simbol.

Sementara politik tanpa moral dapat berubah menjadi sekadar perebutan kekuasaan.

Kita tidak membutuhkan politik yang mengatasnamakan Tuhan untuk membenarkan semua tindakannya.

Kita juga tidak membutuhkan agama yang hanya hadir ketika musim pemilu tiba.

Yang kita butuhkan adalah manusia-manusia yang membawa nilai ketuhanan dalam menjalankan kekuasaan: jujur ketika memiliki kesempatan untuk berbohong, amanah ketika memiliki kesempatan untuk menyalahgunakan jabatan, adil ketika memiliki kekuasaan untuk memihak, dan tetap rendah hati ketika berada di puncak kekuasaan.

Karena pada akhirnya, jabatan akan berakhir.

Kekuasaan akan berpindah.

Pemilu akan selesai.

Tetapi pertanggungjawaban moral atas setiap keputusan dan tindakan manusia akan selalu melekat.

*Politik boleh berganti kekuasaan, tetapi nilai kebenaran, keadilan, dan amanah tidak boleh ikut berganti.*

Rabu, 12 Agustus 2026

Brigif 4 Marinir/BS Perkuat Sinergi dengan Lima Kecamatan Pesisir Pesawaran


PESAWARAN
– TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Korps Marinir, Brigif 4 Marinir/BS, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat pesisir Kabupaten Pesawaran.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pembinaan Teritorial Maritim yang digelar Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla., bersama para kepala desa dari lima kecamatan pesisir. Kegiatan berlangsung di Mako Brigif 4 Mar/BS, Piabung, Desa Sanggi, Kecamatan Padang Cermin, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali. Adapun lima kecamatan yang menjadi sasaran pembinaan meliputi Kecamatan Padang Cermin, Way Ratai, Marga Punduh, Punduh Pidada, dan Teluk Pandan.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Brigif 4 Marinir/BS dalam mempererat komunikasi serta membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah pesisir. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung tugas pertahanan sekaligus mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Danbrigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo menegaskan, keberadaan satuan Marinir di wilayah Pesawaran tidak semata-mata berorientasi pada tugas pertahanan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberadaan Brigif 4 Marinir/BS di wilayah Pesawaran tidak hanya sebagai satuan pertahanan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin membangun sinergi melalui berbagai program yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat akan terus diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat pesisir.

Sejumlah program yang disiapkan antara lain pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan budidaya melon berbasis green house. Selain itu, Brigif 4 Marinir/BS juga merencanakan pelaksanaan TMMD Mandiri untuk membantu pembangunan fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat.

Pelaksanaan berbagai program tersebut akan mengedepankan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, serta dunia usaha sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali mengapresiasi langkah Brigif 4 Marinir/BS yang terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat di wilayah pesisir.

Ia menilai sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan potensi wilayah Kabupaten Pesawaran.

“Pesawaran memiliki potensi pesisir dan laut yang luar biasa. Potensi tersebut harus kita maksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi seluruh pihak, termasuk Brigif 4 Marinir/BS,” ujarnya.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan melalui program-program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

Dengan adanya pembinaan teritorial maritim tersebut, Brigif 4 Marinir/BS berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat, memperkuat ketahanan wilayah, sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pesawaran.

Festival Krakatau XXXV Siap Guncang Lampung, Hadirkan Kuliner hingga Tapis Carnaval


BANDAR LAMPUNG
– Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mematangkan persiapan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Mengusung tema “Nengah Nyappur”, festival pariwisata tahunan ini akan digelar pada 25–30 Agustus 2026 di Kota Bandar Lampung.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, dalam konferensi pers Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di El’s Coffee Roastery, Rabu (12/8/2026).

Tony mengatakan, Festival Krakatau bukan sekadar ajang hiburan, tetapi menjadi ruang promosi untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, ekonomi kreatif, serta potensi pariwisata Lampung kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan nasional dan mancanegara.

“Lampung memiliki kekayaan alam, budaya, kreativitas, dan potensi pariwisata yang sangat besar untuk terus kita angkat ke tingkat nasional bahkan internasional. Salah satu ruang untuk memperkenalkan seluruh potensi tersebut adalah melalui Festival Krakatau, yang tahun ini telah memasuki usia ke-35,” ujar Tony.

Menurutnya, tema “Nengah Nyappur” merefleksikan nilai kebersamaan, keterbukaan, dan kearifan lokal masyarakat Lampung dalam membangun daerah.

Ia menegaskan, kemajuan sektor pariwisata tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Pariwisata tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah. Pariwisata harus dibangun bersama oleh pemerintah, pelaku usaha, komunitas, seniman, budayawan, UMKM, generasi muda, masyarakat, serta rekan-rekan media dan insan pers,” tegasnya.

Hadirkan Beragam Atraksi

Festival Krakatau XXXV menghadirkan berbagai agenda unggulan yang memadukan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, seni, budaya, dan olahraga.

Sejumlah kegiatan yang akan digelar antara lain Festival Kuliner Krakatau dengan lebih dari 50 tenant, Krakatau Coffee Expo, kompetisi barista, perlombaan seni dan budaya, Seruit Battle (Serbet), hingga Krakatau Run yang ditargetkan diikuti 1.500 peserta.

Puncak rangkaian festival akan dimeriahkan Lampung Tapis Carnaval yang diproyeksikan melibatkan sekitar 6.000 peserta.

Malam pembukaan Festival Krakatau dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 di Lapangan Saburai, Enggal. Sementara pada 30 Agustus 2026 akan digelar Lampung Tapis Carnaval dan Malam Pesona Kemilau Krakatau sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Libatkan Pelaku Usaha Pariwisata

Pemprov Lampung juga menggandeng berbagai pihak melalui pola kolaborasi lintas sektor atau pentahelix.

Di sektor perhotelan dan restoran, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyiapkan program Great Sale berupa diskon khusus hingga 15 persen bagi wisatawan selama 20–30 Agustus 2026.

Sementara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) turut menyiapkan paket perjalanan khusus Festival Krakatau.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha, UMKM, ekonomi kreatif, perhotelan, restoran, dan sektor transportasi.

90–95 Persen Didukung Sponsor

Dari sisi pembiayaan, Pemprov Lampung mengedepankan efisiensi anggaran daerah dengan mengoptimalkan pola kemitraan strategis.

Tony mengungkapkan, sebagian besar pembiayaan Festival Krakatau XXXV berasal dari dukungan sponsor.

“Pelaksanaan kegiatan Festival Krakatau 2026 ini bekerja sama dengan pihak sponsor, di mana lebih kurang 90 persen sampai dengan 95 persen itu adalah dana dari sponsor,” ungkapnya.

Selain efisiensi anggaran, penyelenggara juga memberikan perhatian terhadap aspek lingkungan dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung untuk menerapkan konsep Zero Waste Festival.

Konsep tersebut diwujudkan melalui gerakan kebersihan dan pengelolaan sampah terpadu di seluruh lokasi kegiatan.

Dari aspek keamanan dan pelayanan publik, panitia telah mengantongi izin penggunaan ruang publik dari Pemerintah Kota Bandar Lampung serta berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Dinas Kesehatan untuk memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas, serta kesiapsiagaan medis selama festival berlangsung.

Pemprov Lampung berharap Festival Krakatau XXXV tidak hanya menjadi agenda wisata tahunan, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi daerah, membuka ruang promosi bagi produk UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat citra Lampung sebagai destinasi wisata yang kaya budaya dan kreativitas.

Jadwal Festival Krakatau XXXV Tahun 2026

- 25 Agustus: Perlombaan Solo Song dan Fun Battle Coffee.
- 26 Agustus: Modern Dance, Zumba Session, Coffee Pairing Competition, dan Workshop Coffee.
- 27 Agustus: Festival Band, Final Fun Battle Coffee, dan Workshop Coffee.
- 28 Agustus: Seruit Battle, Mengan Balak, Lomba Mewarnai, Fashion Show, Final Coffee Pairing, dan Workshop Coffee.
- 29 Agustus: Krakatau Run, Grand Final Perlombaan, dan Malam Pembukaan Festival Krakatau.
- 30 Agustus: Lampung Tapis Carnaval dan Malam Pesona Kemilau Krakatau.

Mirza Resmikan Nama Baru RSJ Lampung, Targetkan Jadi Rumah Sakit Unggul di Sumbagsel


PESAWARAN
– Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung resmi berganti nama menjadi Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara. Perubahan nama tersebut diresmikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di rumah sakit yang berada di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (12/8/2026).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Pergantian nama ini bukan sekadar perubahan identitas, tetapi diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, integritas, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Mirza mengatakan, nama Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Alamsyah Ratu Perwiranegara harus tercermin dalam kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit.

“Nama Alamsyah Ratu Perwiranegara tidak hanya terlihat di depan gedung, tapi juga terasa dalam pelayanan yang diberikan,” ujar Mirza.

Menurutnya, Alamsyah Ratu Perwiranegara merupakan salah satu putra terbaik Lampung yang memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara. Karena itu, nilai-nilai keteladanan yang diwariskan, seperti integritas, disiplin, loyalitas, dan pengabdian, harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran rumah sakit.

“Penghormatan terhadap seorang tokoh, terhadap seorang pejuang, bukan hanya memberikan nama, tapi juga memberikan nilai-nilai yang beliau tinggalkan,” tegasnya.

Mirza juga meminta profil Alamsyah Ratu Perwiranegara ditampilkan di lingkungan rumah sakit. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal sosok dan kiprah tokoh yang kini namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit.

Ditargetkan Jadi Rumah Sakit Rujukan di Sumbagsel

Pergantian nama juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Mirza menargetkan Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara berkembang menjadi rumah sakit yang unggul, profesional, dan mampu menjadi salah satu pusat rujukan kesehatan di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

“Target kita jelas, kita ingin Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara berkembang menjadi rumah sakit yang unggul, yang profesional, dan mampu menjadi salah satu rujukan pelayanan kesehatan di Sumatera Bagian Selatan,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya akan mengandalkan pembangunan fisik. Penguatan kompetensi sumber daya manusia, peningkatan kualitas pelayanan, penyediaan sarana dan prasarana, serta pemanfaatan teknologi kesehatan juga menjadi perhatian.

“Kita bukan hanya menghadirkan peralatan modern, tapi juga manusia-manusianya yang kompeten, pelayan yang baik, sarana dan prasarana yang memadai, serta pemanfaatan teknologi kesehatan yang terus berkembang,” ujar Mirza.

Berdiri Sejak 1990

Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung, drg. Hellen Veranica, mengatakan rumah sakit tersebut memiliki perjalanan panjang sebelum memasuki babak baru dengan nama Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara.

Rumah sakit tersebut awalnya didirikan dengan nama Rumah Sakit Jiwa Pusat Bandar Lampung pada 1 Maret 1990. Pada 2001, rumah sakit diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan kemudian ditetapkan sebagai UPTD pada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Pada 2019, rumah sakit ditetapkan sebagai instansi Pemerintah Provinsi Lampung yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Saat ini, rumah sakit berdiri di atas lahan sekitar enam hektare dengan kapasitas 162 tempat tidur dan berstatus rumah sakit khusus tipe B.

Rumah sakit tersebut didukung 325 pegawai, termasuk 15 dokter spesialis dan subspesialis. Selain tujuh psikiater, tersedia pula dokter spesialis saraf, penyakit dalam, radiologi, anak, patologi klinik, anestesi dan terapi intensif, 12 dokter umum, dua dokter gigi, serta lima psikolog.

Sejumlah peralatan kesehatan khusus juga telah tersedia, di antaranya Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dan quantitative Electroencephalography (qEEG).

Hellen mengatakan, pengembangan rumah sakit ke depan diarahkan pada perluasan akses dan cakupan layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan layanan unggulan kesehatan jiwa, serta penguatan sistem rujukan dan jejaring pelayanan.

Transformasi digital juga menjadi bagian dari pengembangan layanan. Sejumlah inovasi telah dikembangkan, antara lain Hello Care, Curhat Yuk, Lentera Nabza, Sobat Jiwa, Rojana, dan Genzi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dari sisi tata kelola, rumah sakit meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2025. Capaian tersebut menjadi modal untuk terus memperkuat pelayanan yang transparan, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Kinerja pengelolaan BLUD juga mengalami peningkatan. Pendapatan BLUD rumah sakit disebut telah mencapai sekitar Rp26 miliar, meningkat dibandingkan capaian sebelumnya yang berada di kisaran Rp13 miliar.

Keluarga Titip Pesan Pelayanan Humanis

Bagi keluarga Alamsyah Ratu Perwiranegara, penggunaan nama tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengabdian yang diteruskan melalui pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

H. Yusuf Heri Utama Alamsyah, putra tertua Alamsyah Ratu Perwiranegara, meminta jajaran rumah sakit menjaga nama besar tersebut dengan menghadirkan pelayanan yang prima, humanis, dan berdedikasi tinggi.

“Bagi kami dan kita semua, almarhum adalah sosok teladan yang selalu berpegang agar hidup bermanfaat bagi kita semua. Penamaan rumah sakit ini sangat sejalan dengan napas perjuangan beliau untuk melayani, menyejahterakan masyarakat,” ujar Yusuf.

Ia berharap Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara dapat berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Kami menitipkan nama almarhum, agar rumah sakit ini dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan prima, humanis, dan berdedikasi tinggi,” katanya.

Dengan perubahan nama tersebut, Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Lampung berharap rumah sakit tidak hanya dikenal karena nama tokoh yang disandang, tetapi juga karena mutu pelayanan, profesionalisme, kepedulian, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Penguatan sumber daya manusia, sarana kesehatan, tata kelola, teknologi, dan layanan kesehatan jiwa diharapkan mampu memperluas akses pelayanan sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah rujukan kesehatan di Sumatera Bagian Selatan.