Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 04 Maret 2026

Pangdam XXI/Radin Inten Pimpin Apel Siaga I Kodam XXI/Radin Inten


Bandar Lampung
- Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), memimpin apel Siaga I Kodam XXI/RI, dalam rangka Antisipasi Bangsit Dalam Negeri Akibat Konflik Timur Tengah yang bertempat di Lapangan Satlog, Kec. Way Halim, Kota Bandar Lampung. Selasa (03/03/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasdam XXI/RI Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Irdam XXI/RI Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., Kapoksahli Pangdam XXI/RI Kolonel Czi Sriyanto, M.I.R., M.A., Asrendam XXI/RI Kolonel Arh Aji Prasetyo Nugroho, S.Sos., M.M., Para Asisten Kasdam XXI/RI, Para Kabalakdam XXI/RI, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., Dandeninteldam XXI/RI Letkol Inf Roby Chairil Candra, S.Sos.M.Sc.

Pangdam XXI/RI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), dalam sambutannya menyampaikan, apel Siaga 1 yang kita laksanakan saat ini merupakan wujud kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi dan kondisi yang berkembang, baik terkait stabilitas keamanan wilayah maupun dinamika sosial kemasyarakatan.

Kesiapan personel, materiil, serta sistem komando dan pengendalian harus selalu berada pada tingkat optimal.

Sebagai unsur pendukung utama, Satuan harus memiliki peran strategis dalam menjamin kelancaran operasional satuan. Oleh karena itu, saya menekankan beberapa hal yaitu, Tingkatkan kesiapsiagaan personel dan materiil setiap saat, Pastikan dukungan logistik tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat jumlah, Laksanakan pengamanan instalasi dan aset satuan secara maksimal. Jaga disiplin, soliditas, dan profesionalisme prajurit.

Hindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi TNI AD.

Saya mengingatkan seluruh prajurit untuk peka terhadap perkembangan situasi wilayah, menjaga sinergitas dengan unsur Forkopimda, serta senantiasa hadir sebagai solusi di tengah masyarakat, Tunjukkan bahwa prajurit TNI AD, khususnya di wilayah Lampung, adalah prajurit yang tanggap, tanggon, dan trengginas."Ujarnya.

Pelaksanaan Apel Siaga 1 Kodam XXI/RI merupakan langkah strategis dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan satuan terhadap potensi perkembangan situasi yang bersifat kontinjensi, baik aspek pertahanan, keamanan.

Kesiapan Personel dan Materiil
Secara umum, kesiapan personel, perlengkapan, dan kendaraan dinas dalam kondisi siap operasional. Kehadiran anggota menunjukkan tingkat disiplin dan respons cepat terhadap perintah komando  tetap diperlukan pengecekan berkala terhadap kelengkapan perorangan guna memastikan standar kesiapsiagaan tetap terjaga.

Membangun Masa Depan Lewat Kolaborasi, Heksahelix Jadi Napas Baru Lampung Selatan


KALIANDA
- Pemandangan berbeda terlihat di Pendopo Agung, Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan pada Selasa (3/3/2026) petang. 

Aura formal birokrasi mencair menjadi ruang diskusi yang hidup saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut hangat kedatangan para aktivis mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung Selatan.

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ini adalah kelanjutan konkret dari aspirasi yang sempat disuarakan mahasiswa di jalanan beberapa pada 23 Februari 2026 lalu. Kini, teriakan di podium beralih menjadi adu gagasan di meja dialog dalam bingkai kolaborasi Heksahelix.

*LamSel ConNextion: Wadah Aspirasi Tanpa Sekat*

Dalam suasana yang partisipatif, Bupati Radityo Egi menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan ide-ide segar anak muda menguap begitu saja. 

Ia meresmikan dukungan penuh terhadap “LamSel ConNextion” sebuah platform strategis yang akan menjadi laboratorium ide, wadah diskusi, dan kompas bagi gerakan pemuda-mahasiswa di Lampung Selatan.

"Pembangunan daerah tidak bisa dilakukan dengan 'single fighter'. Kita butuh energi pemuda. Mahasiswa bukan lagi sekadar pengawas dari luar, tapi mitra strategis yang duduk bersama kami merumuskan solusi," tegas Bupati Egi.

*Perspektif Akademisi: Lompatan Progresif Tata Kelola Daerah*

Diskusi yang berlangsung hangat ini dipandu oleh Naufal A. Caya, akademisi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tulang Bawang (UTB). 

Sebagai sosok yang juga menjabat Direktur Eksekutif SIGER Institute, Naufal menilai langkah Bupati Egi adalah sebuah terobosan komunikasi politik yang inklusif.

"Menempatkan mahasiswa sebagai subjek pembangunan, bukan lagi objek adalah langkah yang sangat tepat. Model Heksahelix ini memberikan ruang setara bagi pemerintah dan pemuda untuk berkolaborasi secara produktif," ujar Naufal yang juga mantan aktivis mahasiswa ini.

Menurutnya, dialog ini merupakan momentum emas untuk menginstitusikan partisipasi anak muda dalam kebijakan publik. Ia menekankan bahwa ke depan, setiap kebijakan harus lahir dari proses yang didukung oleh:
- Riset dan Data yang akurat.
- Kepekaan Sosial terhadap kebutuhan masyarakat.
- Komunikasi Inklusif lintas sektor.

*Membangun Fondasi Berkelanjutan*

Pertemuan petang itu menjadi sinyal kuat bahwa Lampung Selatan sedang bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern. 

Dengan semangat Heksahelix, kolaborasi ini diharapkan mampu memicu inovasi di sektor ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas layanan publik.

"Ketika pemerintah membuka pintu dan pemuda menjawabnya dengan gagasan nyata, di situlah fondasi masa depan Lampung Selatan yang berkelanjutan sedang kita bangun," tutup Naufal optimis.

Kini, bola panas ada di tangan para pemuda dan pemerintah. Akankah sinergi ini melahirkan inovasi baru bagi Bumi Khagom Mufakat? Publik menanti aksi nyata dari LamSel ConNextion. (*)

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan Meroket 5,71 Persen, Lampaui Provinsi dan Nasional


Kalianda
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor ekonomi. Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, pertumbuhan ekonomi daerah ini menembus angka 5,71 persen dalam setahun terakhir.

Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah dengan laju pertumbuhan tertinggi di Provinsi Lampung. Angka itu tidak hanya melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi yang berada di level 5,28 persen, tetapi juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Secara tahunan, kinerja ekonomi Lampung Selatan juga menunjukkan akselerasi signifikan. Dibandingkan tahun 2024, pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 1,09 persen. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat struktur ekonomi daerah berada dalam kondisi ekspansif dan solid.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Selatan, Aryan Saruhian, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor yang didukung kebijakan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Stabilitas dan produktivitas komoditas pertanian yang terjaga membuat sektor ini tetap menjadi kontributor utama dalam menjaga pertumbuhan.

Selain itu, sektor industri pengolahan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi yang berdampak pada naiknya nilai tambah komoditas lokal. Aktivitas perdagangan pun tumbuh signifikan, terlihat dari meningkatnya perputaran barang dan jasa di berbagai wilayah.

“Patut kita syukuri pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan yang tinggi merupakan indikator bahwa aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi berjalan sangat baik. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha serta efektivitas kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mendorong sektor-sektor unggulan,” ujar Aryan dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Sektor konstruksi juga turut memberikan kontribusi besar melalui berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang berjalan aktif. 

Pembangunan tersebut tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor-sektor lain.

Dengan kombinasi sektor strategis yang terus bergerak positif, Kabupaten Lampung Selatan tidak sekadar bertahan di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan domestik. Daerah ini justru tampil sebagai motor pertumbuhan baru di tingkat provinsi.

Capaian 5,71 persen tersebut sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah yang adaptif, produktif, dan memiliki daya saing tinggi, baik di level provinsi maupun nasional. (Dul)

Selasa, 03 Maret 2026

Duduk Lesehan, Bupati Egi Buka Ruang Aspirasi BEM se-Lampung Selatan


Kalianda
- Radityo Egi Pratama memilih duduk lesehan bersama mahasiswa saat menerima Aliansi Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung Selatan di Pendopo Agung, Rumah Dinas Bupati L, Selasa (3/3/2026).

Dalam suasana dialog yang hangat namun kritis itu, Bupati Egi menegaskan komitmennya membuka ruang seluas-luasnya terhadap kritik dan aspirasi publik.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi penyampaian aspirasi mahasiswa yang digelar pada 23 Februari 2026 lalu. Sarasehan ini menjadi forum untuk membedah tujuh poin tuntutan evaluasi yang sebelumnya disampaikan.

Dalam dialog terbuka itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lampung Selatan, Sandi Afrizal, menyampaikan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya mengawal arah pembangunan daerah.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk tindak lanjut dari aksi Cipayung Plus dan BEM hari Senin kemarin. Kami ingin membedah tujuh tuntutan evaluasi kami agar proyeksi pembangunan Lampung Selatan dalam empat tahun ke depan bisa jauh lebih baik,” ujar Sandi di hadapan Bupati dan jajaran pejabat.

Dalam forum tersebut, Bupati Egi didampingi Sekretaris Daerah Supriyanto, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala Kesbangpol, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan, serta Ketua Forum CSR Lampung Selatan. Kehadiran lengkap jajaran ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam merespons aspirasi mahasiswa.

Menanggapi paparan mahasiswa, Egi menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kepedulian mereka terhadap pembangunan daerah. Namun ia juga memberi catatan terkait dinamika komunikasi dalam audiensi tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan. Tentu saya mengapresiasi segala saran dan kritik. Namun jujur, dari paparan tadi, saya belum mendengar kalimat terima kasih, yang disampaikan melulu tuntutan. Padahal, program-program yang kami jalankan saat ini dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat. Tapi it’s okay, di sinilah kita diajarkan apa yang namanya dewasa dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menandai suasana diskusi yang terbuka dan lugas, namun tetap dalam koridor dialog konstruktif. Bupati Egi menegaskan dirinya bukan tipe pemimpin yang anti kritik, termasuk di ruang digital.

“Saya bukan tipe orang yang anti-kritik. Di media sosial saja, jika ada 1.000 atau 2.000 orang mengkritik, saya terima dengan baik. Kalaupun saya anti-kritik, saya pasti sudah menutup kolom komentar sejak lama,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjalankan tata kelola yang inklusif dan transparan, serta membuka akses informasi publik seluas-luasnya bagi media maupun masyarakat.

Sarasehan tersebut diharapkan menjadi titik temu antara mahasiswa sebagai kontrol sosial dan pemerintah sebagai eksekutif, sehingga kritik yang disampaikan tidak berhenti pada tuntutan, melainkan bermuara pada kolaborasi untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan. 

Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga


Lampung Tengah
--- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin - Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur jalan, terutama di titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas sepanjang 12 kilometer tersebut dilaporkan telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat.

"Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin - Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol," ujar Gubernur di sela-sela peninjauan.

Gubernur menjelaskan bahwa penyebab utama kerusakan jalan di wilayah tersebut adalah maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyayangkan adanya ketimpangan antara kekuatan jalan dengan beban kendaraan yang melintas.

"Jalan provinsi itu rekan-rekan, maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton," tegasnya.

Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menyebutkan bahwa tim di lapangan sedang melakukan penanganan sementara guna mendukung kelancaran arus lalu lintas menjelang hari raya Idul Fitri. Setelah itu, proyek akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.

Gubernur juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan jalan di masa lalu yang dianggap tidak memenuhi standar. Ia menegaskan tidak akan menoleransi pengerjaan yang asal-asalan pada periode kepemimpinannya.

"Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm," jelas Gubernur Miirza. 

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Hingga saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas berfungsi optimal bagi masyarakat. (*)

Inflasi Lampung Februari 2026 Terkendali di 0,36 Persen, BI dan TPID Perkuat Strategi 4K


Bandar Lampung
– Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Februari 2026 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen (year on year/yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,07 persen (yoy). Meski demikian, capaian tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,68 persen (yoy).

Secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat 2,95 persen (yoy), juga lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 4,76 persen (yoy). Namun, angka Februari 2026 ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Februari dalam tiga tahun terakhir yang mengalami deflasi 0,04 persen (yoy).

Dari sisi sumber tekanan harga, inflasi Februari terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas penyumbang inflasi terbesar secara bulanan (mtm) yakni emas perhiasan dengan andil 0,09 persen, diikuti daging ayam ras (0,05 persen), bawang merah (0,04 persen), cabai rawit (0,04 persen), dan tomat (0,04 persen).

Kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan tren peningkatan harga emas dunia di tengah tingginya ketidakpastian global. Sementara itu, lonjakan harga daging ayam ras dan komoditas hortikultura dipicu meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, di tengah keterbatasan pasokan akibat panen lokal yang tertunda.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga kelompok transportasi, khususnya bensin dengan andil -0,05 persen (mtm), seiring penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina. Beberapa komoditas lain yang turut menahan inflasi antara lain susu cair kemasan, kangkung, hand body lotion, dan wortel yang masing-masing mencatat andil -0,01 persen (mtm).
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung memprakirakan inflasi hingga akhir 2026 tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1 persen (yoy). Meski demikian, sejumlah risiko perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko bersumber dari peningkatan permintaan agregat akibat penyesuaian UMP yang direalisasikan bertahap sepanjang tahun, serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H. Selain itu, eskalasi konflik terbuka antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran berpotensi mendorong kenaikan harga emas dunia dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Pada kelompok volatile food, risiko berasal dari potensi peningkatan curah hujan dan banjir lokal yang dapat menghambat panen padi dan distribusi pangan, seiring prakiraan berlanjutnya La Nina lemah hingga awal 2026. Risiko lain yakni lonjakan harga pangan strategis saat periode high season Ramadan dan Idulfitri, serta potensi gangguan distribusi akibat meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera.

Sementara itu, dari sisi administered prices, risiko meningkat akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global, termasuk kemungkinan disrupsi jalur strategis perdagangan minyak dunia seperti Selat Hormuz. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga minyak mentah global dan berdampak pada harga BBM non-subsidi, tarif transportasi, serta biaya logistik domestik.

Menanggapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K.

Pada aspek keterjangkauan harga, langkah yang ditempuh antara lain pelaksanaan operasi pasar beras/SPHP secara terarah, serta penguatan monitoring harga dan pasokan komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang, daging sapi, serta daging dan telur ayam ras.

Dalam menjaga ketersediaan pasokan, dilakukan perluasan implementasi Toko Pengendalian Inflasi, penguatan kerja sama antar daerah (KAD), percepatan program swasembada pangan melalui optimalisasi lahan dan penggunaan varietas unggul, serta peningkatan kualitas data pasokan.

Dari sisi kelancaran distribusi, upaya difokuskan pada memastikan kecukupan moda transportasi menjelang HBKN, memperkuat kapasitas transportasi melalui penambahan volume penerbangan Lampung–Jakarta dan reaktivasi rute Lampung–Bali serta Lampung–Jogja, hingga melanjutkan perbaikan infrastruktur jalur distribusi pangan serta implementasi Mobil TOP dan Subsidi Ongkos Angkut.

Adapun pada aspek komunikasi efektif, TPID secara rutin menggelar rapat koordinasi guna menjaga awareness terhadap dinamika harga dan pasokan, memperkuat komunikasi publik untuk menjaga ekspektasi inflasi, serta mengintegrasikan sistem informasi neraca pangan berbasis data terkini dan berkualitas.

Dengan sinergi kebijakan tersebut, inflasi di Provinsi Lampung diharapkan tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika global dan domestik yang masih penuh tantangan.

Resmi, Polsek Teluk Betung Selatan Berubah Nomenklatur Menjadi Polsek Bumi Waras


Bandar Lampung
- Polsek Teluk Betung Selatan resmi berubah nomenklatur menjadi Polsek Bumi Waras. Perubahan tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda Lampung Nomor: Kep/57/II/2026 tanggal 9 Februari 2026 tentang perubahan nomenklatur empat Kepolisian Sektor di jajaran Polda Lampung.

Peresmian ditandai dengan pembukaan tirai papan nama secara simbolis oleh Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, pada Senin (2/3/2026) sore. 

Kegiatan berlangsung khidmat dan dirangkaikan dengan Safari Ramadan serta buka puasa bersama anak yatim piatu di Mako Polsek setempat.

Dalam sambutannya, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay menyampaikan bahwa perubahan nomenklatur tersebut bukan sekadar pergantian papan nama, melainkan bagian dari upaya penyesuaian struktur organisasi agar selaras dengan nama kecamatan.

“Perubahan nama ini merupakan tindak lanjut Keputusan Kapolda Lampung Nomor 57/II/2026 tanggal 9 Februari 2026. Ini bukan hanya pergantian nama, tetapi bagian dari penyelarasan struktur organisasi dengan menyesuaikan nama Polsek mengikuti nama kecamatan,” ujar Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay.

Kapolresta menjelaskan, penyamaan nomenklatur Polsek dengan nama kecamatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat sinergitas antara Polsek, unsur Muspika, dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Dengan nama yang selaras, diharapkan masyarakat semakin mudah dalam mengakses pelayanan kepolisian. Selain itu, kolaborasi antara Polsek, Camat, Danramil, serta para tokoh masyarakat akan semakin kuat dalam menjaga kamtibmas,” jelasnya.

Kombes Pol Alfret juga berpesan kepada Kapolsek dan seluruh jajaran yang baru saja dikukuhkan agar menjadikan momentum ini sebagai pemacu semangat dalam meningkatkan kinerja.

“Jadikan momentum ini untuk meningkatkan profesionalisme, responsibilitas dan transparansi berkeadilan (Presisi) sesuai tugas pokok Polri dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Segera lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mengetahui perubahan ini,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Kapolresta berharap seluruh personel dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Mirza–Jihan Hadiri Peluncuran Koran IJP dan Buku Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan


BANDAR LAMPUNG
---- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri Peluncuran Koran Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung dan Buku “1 Tahun Mirza–Jihan” di Taman Outdoor Gedung Pusiban, Senin (2/3/2026) sore. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Diskusi Publik Edisi Khusus Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

Agenda yang digagas IJP Lampung ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus momentum merekam capaian, tantangan, serta arah pembangunan Provinsi Lampung ke depan.

Ketua Pelaksana, Deni Kurniawan, menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur mencerminkan komitmen terhadap transparansi serta kedekatan dengan pers sebagai pilar demokrasi. Ia menjelaskan, peluncuran koran dan buku tersebut merupakan inisiatif IJP untuk menjembatani informasi pemerintah kepada masyarakat. Momentum Ramadan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi dan dialog konstruktif.

Menurut Deni, buku “1 Tahun Mirza–Jihan” disusun sebagai catatan perjalanan pemerintahan, meliputi akselerasi pembangunan di tengah keterbatasan fiskal, realisasi janji kampanye yang mulai dijalankan, serta tantangan anggaran yang dihadapi beserta langkah penanganannya.

“Buku ini dimaksudkan sebagai bentuk literasi politik bagi masyarakat Lampung,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa IJP mengundang akademisi dan pengamat untuk memberikan pandangan objektif, agar pemerintah tidak hanya mendengar laporan keberhasilan, tetapi juga masukan dan kritik sebagai bahan evaluasi ke depan.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa forum tersebut menjadi wahana saling mengingatkan dan menyelaraskan langkah pembangunan. Ia menyoroti mandat 82 persen suara yang diraihnya bersama Jihan Nurlela pada Pilkada sebagai amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan.

“Sebanyak 82 persen pemilih memiliki hak untuk mengetahui apa saja yang telah kami kerjakan dan tanggung jawab apa yang telah kami laksanakan. Angka ini menjadi beban moral sekaligus motivasi bagi kami setiap hari,” ujarnya.

Gubernur juga memaparkan kondisi fiskal saat awal masa jabatan pada Januari 2025. Ia mengungkapkan adanya utang kepada pihak ketiga sebesar Rp600 miliar dan utang kepada kabupaten sebesar Rp1,4 triliun, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Dalam dua tahun terakhir, belanja APBD disebut mengalami penyusutan hampir Rp2 triliun.

“Ibarat menerima rumah dengan harapan besar, tetapi di dalamnya banyak yang harus dibenahi,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan tetap dilakukan melalui konsolidasi dan desk anggaran intensif bahkan sebelum pelantikan. Utang Rp600 miliar kepada pihak ketiga berhasil diselesaikan, sementara pembangunan infrastruktur jalan tetap berjalan dengan alokasi sekitar Rp400 miliar.

“Lampung bergerak bukan hanya dengan kas daerah, tetapi dengan energi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IJP Lampung Abung Mamasa menyampaikan bahwa peluncuran koran dan buku tersebut menjadi tonggak awal penguatan peran pers dalam mengawal pembangunan daerah.

Ia menegaskan, buku “1 Tahun Mirza–Jihan” tidak hanya memuat capaian, tetapi juga merekam tantangan yang dihadapi pemerintahan. Melalui Koran IJP, pihaknya berkomitmen menjadi jembatan informasi yang objektif.

“Jika ada kekurangan, kami ingatkan. Jika ada capaian, kami sampaikan hingga ke pelosok desa agar masyarakat mengetahui kerja pemimpinnya,” ujarnya.

Diskusi publik yang menjadi rangkaian acara berlangsung interaktif dengan menghadirkan pandangan akademisi, insan pers, dan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi terbuka atas satu tahun perjalanan pemerintahan.

Acara ditutup dengan peluncuran simbolis Koran IJP Lampung dan Buku “1 Tahun Mirza–Jihan” sebagai dokumentasi perjalanan kepemimpinan serta komitmen menuju pembangunan Lampung yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh tamu undangan. (Adpim)

Batalyon A Pelopor Gelar Patroli Sahur Jaga Keamanan di Bandar Lampung


BrimobLampung
- Batalyon A Pelopor Brimob Polda Lampung secara intensif melaksanakan Patroli Sahur di seputaran Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memberikan rasa aman kepada warga selama bulan suci Ramadan.

Patroli rutin tersebut dilakukan oleh personel Batalyon A Pelopor pada jam-jam rawan menjelang waktu sahur, mulai dari dini hari hingga menjelang imsak. Petugas menyisir area-area strategis seperti pusat keramaian, jalur protokol, permukiman padat penduduk, hingga lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul anak muda.

Fokus utama patroli adalah mencegah potensi aksi kejahatan seperti pencurian, begal, balap liar, serta gangguan kamtibmas lainnya yang cenderung meningkat pada waktu tersebut. Kehadiran aparat berseragam lengkap diharapkan mampu meminimalisir niat pelaku kejahatan dan memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang sedang bersiap untuk santap sahur maupun beribadah.

Komandan Batalyon A Pelopor, dalam keterangannya, menegaskan komitmen pihaknya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. "Kami akan terus berupaya menjaga kondusivitas wilayah, terutama di bulan Ramadan ini. Patroli Sahur ini adalah wujud nyata pelayanan kami untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dan beraktivitas dengan tenang dan aman," ujarnya.

Melalui kegiatan Patroli Sahur ini, Batalyon A Pelopor Brimob Lampung berharap dapat terus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Bandar Lampung, sekaligus mempererat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Sambut Baik Pemaparan Pembangunan Kabupaten Lampung Barat


BANDARLAMPUNG
— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik pemaparan pembangunan yang disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam kunjungan kerja di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kantor Gubernur, Senin (2/3/2026).

Gubernur Mirza menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus mendukung pembangunan di daerah, termasuk melalui program infrastruktur dan penguatan sektor pertanian.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Parosil menyampaikan sejumlah potensi dan kebutuhan strategis Lampung Barat yang diharapkan dapat disinergikan dengan program Pemerintah Provinsi Lampung.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah berkenan menerima kami. Program-program yang kami jalankan sejauh ini telah searah dan berkolaborasi dengan kebijakan provinsi,” ujar Parosil.

Salah satu agenda yang dibahas yaitu kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan provinsi. Parosil menyampaikan persoalan terkait jalan yang ada di tiga jalur utama penghubung Kabupaten Lampung Barat – Kabupaten Tanggamus jalur Ulu Belu, kemudian jalur Sukabumi–Suoh, dan jalur pusat kota Liwa menuju Kabupaten OKU Selatan.

Parosil juga menyampaikan terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung Barat. Yang berada di kawasan BBI Hanakau, Kec. Sukau, Lampung Barat. Ia mengharapkan dukungan sehingga sekolah rakyat tersebut bisa diwujudkan.

Di sektor ekonomi, Parosil meminta dukungan terkait hilirisasi kopi. Lampung Barat sebagai salah satu sentra produksi kopi di Lampung dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan dan penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir. 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mirza menyambut baik kunjungan dan paparan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus mendukung pembangunan di daerah, termasuk melalui program infrastruktur dan penguatan sektor pertanian.

Pembangunan Infrastruktur Jalan, jelas Gubernur Mirza, diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta memperkuat konektivitas antar wilayah.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung dalam paparannya menyampaikan rencana perbaikan sejumlah ruas jalan di Lampung Barat pada 2026, diantaranya Pekon Balak–Suoh dengan alokasi anggaran Rp4,5 miliar, dan Suoh–SP Blok 9 sepanjang sekitar 7 kilometer dengan anggaran Rp40 miliar. 

Terkait Sekolah Rakyat, Gubernur Mirza mendorong rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang rencanannya ada di kawasan BBI Hanakau, Kec. Sukau, Lampung Barat. 

Sekolah rakyat ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Adapun luasan lahan tersebut berkisar 12 hektare. Saat ini masih tercatat sebagai aset Dinas Perkebunan, dan digunakan untuk kegiatan pembibitan, sehingga pemanfaatan efektif diperkirakan hanya sekitar 5 hingga 7 hektare. 
Selain untuk Sekolah Rakyat, sebagian lahan juga direncanakan untuk mendukung Koperasi Merah Putih.

Selain sektor pendidikan, juga menyoroti pentingnya pengamanan habitat gajah di wilayah Lampung Barat. 

Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat sekitar 19 ekor gajah dengan jalur jelajah di wilayah Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat. 

Upaya mitigasi konflik antara manusia dan gajah dinilai perlu diperkuat, Sehingga mampu menciptakan ruang hidup dimana manusia dan gajah dapat hidup berdampingan secara damai, mengurangi permusuhan warga terhadap gajah.

Gubernur Mirza juga mendorong percepatan hilirisasi kopi. Lampung Barat dinilai sebagai salah satu sentra produksi kopi di Lampung yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan dan penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir. 

Optimalisasi komoditas kopi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat daya saing produk daerah.

Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi pembangunan antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. (*)