Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 Juli 2026

Polemik Foto Kopi Buku Pelajaran Di SDN 3 Jatimulyo,Orang Tua Wali Murid Angkat Bicara,Semua Atas Inisiatif Sendiri


LAMPUNG SELATAN
-Dalam Polemik Foto Kopi pada buku pelajaran sekolah di SDN 3 Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan,para orang tua walid murid angkat bicara dan menegaskan"bahwa semua inisiatif dari kami selaku orang tua agar anak kami dapat belajar dirumah dan tidak ada keterkaitanya sama sekali dengan pihak sekolah SDN 3 Jatimulyo,baik dewan guru maupun Kepala Sekolah.Kamis.(30/7/2026)

Polemik foto Kopi buku pelajaran sekolah dengan biaya foto copy Rp.100.000.(Seratus Ribu Rupiah) dengan beberapa macam mata pelajaran di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Jatimulyo,pihak Kepala Sekolah maupun seluruh dewan Guru tidak mengetahui atau mengintruksikan kepada orang tua wali murid untuk memfoto Kopikan buku mata pelajaran,semua murni dilakukan atas inisiatif para orang tua wali murid di luar jam sekolah dalam kegiatan belajar mengajar yang tidak diketahui oleh pihak sekolah.

Saat tiem media melakukan wawancara langsung dengan 3 orang tua wali murid yang tergabung di paguyuban wali murid SDN 3 Jatimulyo,membenarkan bahkan dengan tegas mengatakan bahwa foto Kopi buku pelajaran sekolah murni kami lakukan atas inisiatif serta kemauan kami sendiri agar anak anak kami dapat belajar dirumah tampa meminjam bulu dari perpustakaan sekolah.

Saat memberikan keteranganya,Rosminalia orang tua wali murid yang mana kedua anaknya mengenyam pendidikan di bangku sekolah kelas 2 dan kelas 5 di SDN 3 Jatimulyo,menceritakan kronologis foto Kopi buku pelajaran di SDN 3 Jatimulyo.

Awal mulanya saya memfoto Kopi buku pelajaran untuk kepentingan pribadi agar dapat dipergunakan untuk kedua anak saya belajar dirumah bukan untuk di perjual belikan dan disebar luaskan.

Saya meminjam buku secara pribadi langsung sama guru kelas anak saya,saya meminjam buku mata pelajaran itu untuk kebutuhan pribadi anak saya sendiri belajar di rumah.Terangnya.

Kawan kawan saya (red-para orang tua wali murid) bertanya kepada saya"Mama buku apa ya ? seperti yang saya jelaskan tadi ini buku pelajaran kita mata pelajaran anak anak di sekolah,emang dipinjamin,tidak kita tidak dipinjamin ini saya foto kopi untuk mempermudah anak saya pribadi untuk belajar di rumah.Tegas Rosminalia. 

Jadi saya punya inisiatif sendiri Saya mau foto kopi karena kalau saya jujur,kami bukan dari keluarga dalam kategori orang mampu,jadi kalau mau beli yang asli saya kan enggak kebeli jadi yang buku asli saya pinjam gimana caranya anak saya itu belajar di rumah sendiri agar bisa mengerti dan bisa memahami pada materi pelajaran.

Anak anak kami bersekolah di SD negeri memang gratis tidak dipungut biaya sama sekali dan saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat terutama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,dalam unsur kalau anak kita mau pintar kita modal sedikit jadi punya inisiatif sendiri untuk foto kopi buku mata pelajaran sekolah yang saya gunakan untuk kepentingan pribadi anak saya dalam belajar dirumah.

Jadi permasalahannya foto kopi ini kemauan saya pribadi dan wali murid juga itu menitip minta tolong sama saya untuk di foto kopikan juga buku mata pelajaranya agar mereka teman teman sesama orang tua wali murid dapat mempergunakanya dirumah demi kepentingan anak anak mereka belajar.

Dalam foto kopi Saya tidak mengambil keuntungan sepeserpu n,mereka menanyakan kepada saya,boleh enggak Bu Ros saya titip foto kopi juga karena memang benar apa omongan Bu Ros untuk mendampingkan anak kita belajar PR di rumah, jadi buku foto kopi itu memang enggak dibawa ke sekolahan pak untuk khusus kami belajar di rumah.Pungkas Rosminalia.

Hal senada pun di ucapkan oleh Ganis orang tua wali murid dari murid kelas 1A, sebenarnya ini kan karena emang keputusan kami bersama pihak dewan guru apalagi Kepala Sekolah tidak mengetahui sama sekali.

Awalnya kan saya ingin foto kopi sendiri guna kepentingan dalam membimbing belajar anak saya dirumah,akan tetapi kawan kawan sesama orang tua wali murid minta tolong kepada saya untuk di foto kopikan juga untuk kepentingan pribadi mereka dalam belajar anak anaknya dirumah.Terang Ganis.

Jadi menurut saya kalau memang pihak sekolah disalahkan atas kejadian ini padahal pihak dewan guru apalagi Kepala Sekolah tidak mengetahui sama sekali tentan foto kopi buku mata pelajaran sekolah, kami sebagai orang tua wali murid mohon maaf kepada pihak sekolah atas kejadian ini.

Intinya pihak sekolah sama sekali tidak tahu untuk foto kopi buku pelajaran sekolah, ini emang keinginan kami sendiri sebagai wali murid dan kami pergunakan untuk kepentingan anak anak kami belajar dirumah bukan untuk di perjual belikan.

Hal yang sama pun disampaikan oleh 
Erni orang tua wali murid dari anak didik kelas 1B,mulanya saya minjam untuk belajar anak saya dirumah, untuk ngajarin dia kalo ada PR.

Niat saya foto kopi buku pelajaran hanya untuk mempermudah anak saya belajar dirumah.Tutup.Erni.

Sedangkan orang tua wali murid yang memfoto kopi buku pelajaran tidak akan dikenakan sanksi pidana atau denda dari penerbit, asalkan hasil fotokopi tersebut hanya digunakan sendiri untuk belajar di rumah dan tidak diperjual belikan (non-komersial).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta), tindakan ini termasuk dalam pengecualian pelanggaran hak cipta.Mengapa Tidak Kena Sanksi? Berikut adalah alasan hukum mengapa tindakan orang tua tersebut aman dari sanksi penerbit.

Tujuan Pendidikan: Menurut Pasal 44 UU Hak Cipta, penggandaan ciptaan untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta, selama sumbernya disebutkan secara lengkap.

Penggunaan Pribadi: Pasal 46 UU Hak Cipta menyatakan bahwa pembuatan 1 (satu) salinan ciptaan untuk kepentingan pribadi dapat dilakukan tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta.

Bukan Komersial: Sanksi berat dalam UU Hak Cipta (seperti denda hingga miliaran rupiah atau penjara) hanya menyasar pelaku komersial yang mencari keuntungan ekonomi dari pembajakan buku.

Kapan Tindakan Ini Bisa Menjadi Masalah Hukum?Tindakan penggandaan buku sekolah bisa berujung sanksi jika memenuhi kondisi berikut:Hasil foto kopi dijual kembali kepada murid lain untuk mengambil keuntungan.Memfotokopi dalam jumlah massal (misalnya satu kelas) tanpa izin.Pihak yang membuka jasa fotokopi (bukan orang tua) menggandakan seluruh isi buku secara utuh. Penjual jasa fotokopi wajib membayar royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif jika menduplikasi buku secara komersial.Solusi Alternatif yang Legal dan GratisDaripada menghabiskan biaya untuk memfotokopi halaman demi halaman, Anda bisa menggunakan fasilitas resmi dari pemerintah

Unduh SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia): Kementerian Pendidikan menyediakan Buku Teks Utama (Kurikulum Merdeka dan K-13) yang dapat diunduh gratis dan legal dalam bentuk PDF melalui situs resmi Kemendikbudristek. Buku tersebut boleh dicetak mandiri untuk keperluan belajar siswa.(**)

Polda Lampung Musnahkan Narkotika dan Senjata Api Ilegal Senilai Rp264,9 Miliar


BANDAR LAMPUNG
– Kepolisian Daerah (Polda) Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dan senjata api ilegal di wilayah Bumi Ruwa Jurai.

Sebanyak ratusan kilogram narkotika serta ratusan pucuk senjata api rakitan dimusnahkan dalam kegiatan yang digelar Rabu (29/7/2026).

Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin langsung Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf dan disaksikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XII/Raden Intan Mayjen TNI Christomei Sianturi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah instansi terkait.

Kapolda Lampung mengatakan, pemusnahan barang bukti merupakan bentuk nyata komitmen aparat penegak hukum dalam memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Sebagai wilayah yang menjadi pintu gerbang penghubung Pulau Sumatera dan Jawa, Lampung memiliki tingkat kerawanan tersendiri terhadap peredaran gelap narkotika. Kondisi geografis tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan.

“Narkoba merupakan perusak masa depan bangsa dan tidak boleh diberikan celah sedikit pun. Langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam memperkuat penegakan hukum serta memberantas peredaran narkotika hingga tuntas,” tegas Kapolda Lampung.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Polda Lampung mengungkap sebanyak 29 kasus narkotika dengan 35 orang tersangka. Dari pengungkapan tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti yang kemudian dimusnahkan, terdiri atas 119,1 kilogram sabu, 58,2 kilogram ganja, puluhan ribu butir ekstasi, serta berbagai jenis obat terlarang lainnya.

Total nilai ekonomis barang bukti narkotika yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp264,979 miliar. Dari jumlah tersebut, pengungkapan dan pemusnahan narkotika diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 829.264 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Pemusnahan dilakukan setelah seluruh barang bukti memperoleh legalitas sesuai ketentuan hukum berdasarkan penetapan dari Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, dan Kejaksaan Negeri Tanggamus.

Tidak hanya narkotika, Polda Lampung juga memusnahkan 166 pucuk senjata api rakitan beserta 114 butir amunisi. Senjata api tersebut merupakan hasil penyerahan secara sukarela dari masyarakat kepada pihak kepolisian.

Kapolda Lampung menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memiliki kesadaran untuk menyerahkan senjata api ilegal. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan senjata api untuk melakukan tindak kejahatan.

Ia juga mengimbau masyarakat yang masih menyimpan atau menguasai senjata api ilegal agar segera menyerahkannya kepada kepolisian.

Penyerahan secara sukarela diharapkan dapat menjadi langkah bersama untuk menciptakan situasi keamanan yang semakin kondusif di Provinsi Lampung.

“Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika masyarakat menemukan atau mengetahui adanya peredaran narkotika maupun kepemilikan senjata api ilegal, jangan melakukan tindakan sendiri atau menghadapi pelaku secara langsung. Segera laporkan kepada pihak kepolisian,” imbaunya.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Aplikasi Siger Presisi maupun layanan kepolisian 110. Setiap laporan akan ditindaklanjuti oleh petugas secara profesional sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Puncak kegiatan ditandai dengan pemusnahan barang bukti secara simbolis menggunakan mesin insinerator yang dilakukan bersama oleh Kapolda Lampung, Gubernur Lampung, Pangdam XII/Raden Intan, serta jajaran Forkopimda dan aparat terkait.

Pemusnahan tersebut menjadi simbol keseriusan dan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, aparat penegak hukum, serta masyarakat dalam memerangi narkotika dan kejahatan yang berkaitan dengan senjata api ilegal.

Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan Lampung yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkotika.

 Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam melindungi generasi penerus bangsa dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Selasa, 28 Juli 2026

Program TMMD KE-129 KODIM 0410/KBL Bedah Rumah Warga


BANDAR LAMPUNG
– Harapan baru terpancar dari wajah Bapak Syahrul, warga Jalan Nangka 1, RT 03 LK II, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak huni, kini mulai berbenah dan menunjukkan perubahan signifikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0410/KBL.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, meninjau langsung proses pembangunan rumah tersebut pada Rabu (29/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target sekaligus melihat secara langsung progres pengerjaan yang melibatkan prajurit TNI bersama masyarakat setempat.

Sejak pengerjaan dimulai, personel TNI bersama warga terus bergotong royong mempercepat proses renovasi rumah milik Bapak Syahrul. Sinergi tersebut menjadi gambaran nyata semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Memasuki hari pelaksanaan, proses pembangunan telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sejumlah pekerjaan fisik terus dikebut, di antaranya pemasangan rangka atap sebagai bagian dari penguatan struktur bangunan, pemlesteran dinding bagian dalam untuk meningkatkan kenyamanan hunian, serta pemlesteran dinding bagian luar guna memperkuat konstruksi sekaligus memperindah tampilan rumah.

Kolonel Arm Roni Hermawan mengatakan, program RTLH tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat.

"Program RTLH ini bukan sekadar membangun tembok dan memasang atap, melainkan menghadirkan kembali martabat dan rasa aman bagi warga kami. Kami menargetkan pengerjaan presisi dan selesai tepat waktu agar keluarga Bapak Syahrul segera menempatinya dengan nyaman," tegas Kolonel Arm Roni Hermawan saat meninjau lokasi.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi salah satu kekuatan utama pelaksanaan TMMD. Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga diharapkan dapat mempererat hubungan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Bagi Bapak Syahrul dan keluarganya, program bedah rumah tersebut menjadi secercah harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung, kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih kokoh dan memberikan asa baru bagi keluarganya.

Melalui program TMMD ke-129, Kodim 0410/KBL terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan mendorong semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di wilayah Kota Bandar Lampung.

Gotong Royong, Prajurit Yonif 7 Marinir Bersama Warga Bongkar dan Rapikan Masjid An Nikmah


PESAWARAN
– Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditunjukkan oleh prajurit Batalyon Infanteri 7 Marinir. Bersama masyarakat setempat, prajurit Yonif 7 Marinir melaksanakan kegiatan gotong royong berupa pembongkaran dan perapian Masjid An Nikmah di Desa Sanggi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian prajurit Yonif 7 Marinir kepada masyarakat. Pembongkaran dan penataan area masjid dilakukan sebagai bagian dari persiapan renovasi total Masjid An Nikmah, sehingga nantinya dapat kembali dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat ibadah yang lebih nyaman, aman, dan layak.

Dalam kegiatan tersebut, prajurit Marinir bersama warga saling bahu-membahu membersihkan dan merapikan puing-puing sisa pembongkaran. Kebersamaan yang terjalin menunjukkan kuatnya semangat gotong royong sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Kehadiran prajurit Yonif 7 Marinir di tengah masyarakat pun mendapat sambutan positif dari warga. Dengan penuh semangat, masyarakat turut berpartisipasi dalam proses pembongkaran dan pembersihan lingkungan masjid.

Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir menyampaikan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, untuk senantiasa hadir dan memberikan solusi di tengah kesulitan masyarakat.

“Keterlibatan Prajurit Batalyon Infanteri 7 Marinir dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, untuk selalu hadir dan memberikan solusi di tengah kesulitan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan gotong royong seperti ini tidak hanya membantu mempercepat proses persiapan renovasi masjid, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Melalui kegiatan tersebut, Yonif 7 Marinir menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan terus terpelihara sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih baik serta mempererat hubungan harmonis antara prajurit TNI dan masyarakat.

Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat, OJK Lampung Kukuhkan Bunda Literasi Keuangan se-Provinsi


BANDAR LAMPUNG
– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung memperkuat gerakan edukasi dan literasi keuangan masyarakat melalui pengukuhan Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung dan Bunda Literasi Keuangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Puncak Festival Literasi yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).

Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas gerakan literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Lampung. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta penguatan perlindungan konsumen dari berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Bunda Literasi Keuangan diharapkan dapat menjadi figur inspiratif sekaligus motor penggerak edukasi keuangan di tengah keluarga dan masyarakat. Peran tersebut dinilai penting dalam mendorong masyarakat agar semakin cakap mengelola keuangan, membangun budaya menabung dan berinvestasi secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga berbagai modus penipuan keuangan digital.

Dalam sambutan Kepala OJK Provinsi Lampung yang dibacakan Deputi Direktur Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kemitraan dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, disampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Keuangan merupakan sebuah amanah mulia dalam wadah Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

"Ibu-ibu adalah agent of change, sosok penggerak yang akan merangkul para perempuan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM kita agar semakin cerdas dan cermat berurusan dengan keuangan," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan tangguh secara ekonomi. Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga membentuk perilaku masyarakat agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

"Literasi keuangan bukan hanya tentang memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang bijak. Kehadiran Bunda Literasi Keuangan di setiap kabupaten dan kota diharapkan menjadi penggerak edukasi yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga dan komunitas," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi sinergi yang terbangun antara OJK, pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan peningkatan literasi keuangan di Provinsi Lampung.

Jihan mendorong seluruh Bunda Literasi Keuangan agar terus hadir sebagai penggerak di tengah masyarakat dengan menjangkau lingkungan keluarga, sekolah, desa, taman bacaan, hingga berbagai komunitas.

"Sebab sesungguhnya budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya, dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar," ucapnya.

Adapun Bunda Literasi Keuangan yang dikukuhkan yakni Purnama Wulan Sari Mirza sebagai Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung. Sementara Bunda Literasi Keuangan kabupaten/kota masing-masing adalah Hj. Eva Dwiana untuk Kota Bandar Lampung; Hj. Elfianah, S.E. untuk Kabupaten Mesuji; Herlinawati Qudrotul, S.H. untuk Kabupaten Tulang Bawang; Partinia, S.Pd., M.M. untuk Kabupaten Lampung Barat; Zita Anjani, S.Sos., M.Sc. untuk Kabupaten Lampung Selatan; Ayu Asalasiyah, S.Ked. untuk Kabupaten Way Kanan; Drg. Meri Farida Hamartoni untuk Kabupaten Lampung Utara; Dian Hardiyanti, S.ST., M.M. untuk Kabupaten Pesisir Barat; Rahayu Sri Astutik untuk Kabupaten Pringsewu; Ni Ketut Dewi Nadi, S.T. untuk Kabupaten Lampung Tengah; Eni Sumiati Bambang, S.I.P. untuk Kota Metro; Dra. Hj. Siti Mahmudah, M.Pd. untuk Kabupaten Tanggamus; Aria Sandi, S.E., M.M. untuk Kabupaten Pesawaran; Hj. Huzaimah Azwar Hadi, S.E. untuk Kabupaten Lampung Timur; serta Novianti Novriawan untuk Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Dalam kesempatan yang sama, OJK Provinsi Lampung juga memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para Bunda Literasi Keuangan. Selain itu, digelar Talkshow Edukasi Keuangan bagi pelajar dan mahasiswa, layanan konsumen dan masyarakat, layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta pembukaan Pojok Literasi Keuangan.

Berbagai layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dan pemahaman yang lebih baik terkait literasi keuangan, sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin terlindungi dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

Melalui pengukuhan ini, Bunda Literasi Keuangan Provinsi dan Kabupaten/Kota diharapkan mampu menginisiasi berbagai program edukasi yang menyasar kelompok masyarakat secara lebih luas, mulai dari perempuan, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, pekerja, petani, nelayan, penyandang disabilitas, lansia, hingga kelompok masyarakat prioritas lainnya.

OJK bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Lampung yang semakin cerdas, tangguh, dan terlindungi dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Putus Mata Rantai Kemiskinan, Satu Siswa Asal Kelumbayan Diberangkatkan ke Kota Baru


TANGGAMUS
– Program Sekolah Rakyat (SR) menjadi salah satu bentuk afirmasi pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Program ini merupakan implementasi Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Sekolah Rakyat merupakan sekolah gratis berasrama yang diperuntukkan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya yang berada pada desil terendah dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Seluruh kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan ditanggung oleh pemerintah pusat, mulai dari seragam, perlengkapan sekolah, uang saku hingga kebutuhan transportasi.

Di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat dilakukan oleh Kementerian Sosial melalui Pendamping Sosial Non Kebencanaan (PSNK) wilayah kerja Kecamatan Kelumbayan. Penjangkauan dilakukan berdasarkan data DTSEN dan dilanjutkan dengan survei langsung ke lapangan.

Dari hasil penjangkauan tersebut, satu orang calon siswa dinyatakan lolos secara administrasi dan memenuhi kriteria sebagai siswa Sekolah Rakyat. Siswa tersebut adalah Ahmad Sulton, putra pasangan Jayadi dan Sri Wahyanti, warga Pekon Penyandingan, Dusun Pematang Nebak, Kecamatan Kelumbayan.

Ahmad Sulton dijadwalkan berangkat ke Bandar Lampung pada Kamis, 30 Juli 2026. Selanjutnya, pada Jumat, 31 Juli 2026, ia akan diterima dan mulai menempati asrama Sekolah Rakyat di Kota Baru, Jati Agung, Provinsi Lampung.

Pelepasan dan pemberangkatan Ahmad Sulton secara seremonial dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Kelumbayan, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Kelumbayan Ali Imron, SH, MM, dan dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Tanggamus Romzi Edy, Kepala Pekon Penyandingan Syarif Zulkarnain, pendamping sosial Kecamatan Kelumbayan, aparat pekon, staf kecamatan, serta keluarga siswa.

Dalam sambutannya, Camat Kelumbayan Ali Imron berpesan agar Ahmad Sulton dapat mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat dengan sungguh-sungguh. Ia juga meminta Sulton menjaga kesehatan, disiplin, serta senantiasa menaati seluruh peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan asrama.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan, dan ikuti seluruh peraturan serta tata tertib yang ada di asrama Sekolah Rakyat," pesan Ali Imron.

Sementara itu, Kepala Pekon Penyandingan Syarif Zulkarnain meminta Ahmad Sulton mempersiapkan mental dan fisik sebelum menjalani kehidupan sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Ia berharap Sulton dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dan pembinaan selama berada di asrama. Menurutnya, investasi pendidikan merupakan salah satu cara paling strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan dan membuka jalan menuju kesejahteraan keluarga.

"Kami berharap melalui program Sekolah Rakyat ini, kelak dapat terwujud kesejahteraan bagi keluarga dan menjadi jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Tanggamus Romzi Edy, S.Pd.I., memberikan motivasi kepada Ahmad Sulton agar bersungguh-sungguh mengikuti seluruh proses pendidikan dan pembinaan selama berada di asrama Sekolah Rakyat.

Romzi berharap Sulton dapat menjadi kebanggaan orang tua sekaligus membawa nama baik Kecamatan Kelumbayan. Ia juga berharap ke depan kuota penjangkauan dan penerimaan siswa Sekolah Rakyat dari Kecamatan Kelumbayan dapat terus ditambah.

"Kalau tahun kemarin satu siswa, tahun ini juga satu siswa. Harapan kita, tahun-tahun berikutnya penjangkauan dan kuotanya bisa lebih banyak lagi, sehingga semakin banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Kelumbayan yang mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan melalui Sekolah Rakyat," kata Romzi.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan secara layak dan berkualitas.

Ia meyakini, program tersebut ke depan akan melahirkan generasi unggul yang mampu meningkatkan taraf hidup keluarga sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.

Romzi juga berharap Ahmad Sulton dapat menjadi teladan dan motivator bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera lainnya di Kecamatan Kelumbayan.

"Ananda Sulton harus sungguh-sungguh mengikuti proses penggemblengan selama di asrama. Patuhi aturan yang ada, disiplin, dan jadilah petarung yang datang dari pelosok Kelumbayan," tegasnya.

Ia juga berpesan agar Sulton tidak merasa rendah diri karena berasal dari daerah pelosok atau dari keluarga yang kurang mampu. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dijadikan sebagai motivasi untuk terus berjuang dan meraih prestasi.

"Jangan minder karena kita anak pelosok. Jangan berkecil hati karena kita anak orang tidak punya. Justru kondisi itu harus kita jadikan motivasi untuk memacu diri agar tampil unggul di medan juang ilmu," pungkas Romzi.

Keberangkatan Ahmad Sulton menjadi momentum penting bagi Kecamatan Kelumbayan. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang mandiri, unggul, dan mampu membawa perubahan bagi keluarga serta masyarakat di masa mendatang.

Evaluasi Progjagar Semester 1, Pangdam XXI/RI Tekankan Beberapa Point Penting


Lampung Tengah
– Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), memimpin Rapat Evaluasi Program Kerja dan Anggaran (Progjagar) Semester 1 Kodam XXI/Radin Inten di PT Great Giant Foods (GGF), Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (27/7/2026). 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi kinerja organisasi, tetapi juga memperkuat sinergi strategis antara TNI AD dan dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan serta pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Pangdam XXI/RI menegaskan bahwa evaluasi program harus berorientasi pada hasil, sehingga setiap kegiatan tidak hanya memenuhi target administrasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah penguatan program ketahanan pangan. Pangdam menginstruksikan para Dandim untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong milik pemerintah daerah maupun PTP. Pengembangan komoditas pisang Cavendish dan peternakan ayam petelur juga didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sektor pangan di wilayah.

Selain itu, Pangdam menekankan pentingnya kehadiran para komandan di lapangan. Dandim dan Danramil diminta lebih aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mendukung stabilitas wilayah dan keberhasilan pembinaan teritorial.

Di bidang teritorial, Pangdam juga mengarahkan inventarisasi kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan sumur bor di wilayah yang mengalami kesulitan air, sebagai dasar penyusunan program ke depan. Sementara itu, pengelolaan anggaran, termasuk rehabilitasi fasilitas satuan melalui swakelola, harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Usai rapat, rombongan meninjau fasilitas produksi PT Great Giant Foods dan peternakan sapi perah. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai penerapan agribisnis modern sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih erat antara Kodam XXI/Radin Inten dan dunia usaha dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Melalui evaluasi Program Kerja dan Anggaran ini, Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Sinergi dengan dunia usaha diharapkan semakin memperkuat kontribusi bersama dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan daerah, serta terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Provinsi Lampung dan Bengkulu.

Rapat dihadiri Kasdam XXI/RI Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol, Irdam XXI/RI Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han, Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, para pejabat utama Kodam, Komandan Satuan, Kepala Badan Pelaksana, serta jajaran manajemen PT Great Giant Foods yang dipimpin Corporate Affairs Director PT Great Giant Pineapple Welly Soegiono.

Senin, 27 Juli 2026

Danyonif 7 Marinir Dampingi Danbrigif 4 Marinir/BS Bangun Sinergi Lintas Instansi


BANDAR LAMPUNG
– Dalam rangka memperkuat sinergitas dan soliditas lintas instansi, Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir (Danyonif 7 Marinir) turut mendampingi rangkaian kunjungan kerja Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Danbrigif 4 Marinir/BS) kepada Kapolda Lampung dan Wali Kota Bandar Lampung, Senin (27/7/2026).

Kunjungan silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus meningkatkan koordinasi dan komunikasi strategis antara Korps Marinir TNI Angkatan Laut dengan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Lampung serta Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Rangkaian kunjungan diawali dengan mendatangi Mapolda Lampung. Danbrigif 4 Marinir/BS bersama Danyonif 7 Marinir dan jajaran Dansatlak wilayah Lampung disambut oleh Kapolda Lampung beserta jajaran di ruang kerja Kapolda.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Wali Kota Bandar Lampung dan disambut hangat oleh Wali Kota Bandar Lampung beserta jajaran pejabat Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai bentuk kolaborasi dan sinergi strategis antara TNI Angkatan Laut, khususnya Brigif 4 Marinir/BS dan Yonif 7 Marinir, dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Polda Lampung.

Pembahasan mencakup upaya memperkuat koordinasi dalam mendukung program pembangunan daerah, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta kesiapsiagaan dan penanganan potensi bencana alam di wilayah Kota Bandar Lampung dan sekitarnya.

Danbrigif 4 Marinir/BS menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Kapolda Lampung dan Wali Kota Bandar Lampung beserta jajaran.

Ia juga menegaskan komitmen Korps Marinir TNI AL untuk terus membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta senantiasa siap mendukung dan membantu pemerintah daerah maupun kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan situasi yang kondusif, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Sinergitas lintas instansi tersebut diharapkan dapat terus terpelihara dan semakin kuat, sehingga mampu memperkuat koordinasi serta meningkatkan efektivitas dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang berkembang di wilayah Lampung, khususnya Kota Bandar Lampung.

Sabtu, 25 Juli 2026

Terekam CCTV, Dua Pria Pencuri Handle Pintu Kuningan di Bandar Lampung Dibekuk


Bandar Lampung
– Berpura-pura mencari barang bekas, dua pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang rongsok justru memanfaatkan kesempatan untuk mengincar rumah-rumah warga. Berbekal rekaman kamera pengawas (CCTV) dan penyelidikan intensif, jajaran Polsek Labuhan Ratu akhirnya membekuk keduanya.

Kedua pelaku berinisial S.P. (42) dan F.A. (44) ditangkap pada Rabu (22/7/2026) malam di kawasan Jalan Untung Suropati, Gang Raja Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.

Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono, mengatakan, dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku diketahui sehari-hari bekerja sebagai tukang rongsok. Modus mereka adalah berkeliling di permukiman warga untuk mengamati situasi sekaligus mencari sasaran.

"Pelaku ini kesehariannya bekerja sebagai tukang rongsok. Saat berkeliling mereka memanfaatkan situasi di sekitar lokasi. Jika kondisi dinilai sepi dan aman, barulah mereka menjalankan aksinya," kata AKP Ono Karyono, Kamis (23/7/2026).

Aksi pencurian yang berhasil diungkap terjadi pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Kayu Manis Cendana Raya, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu. Kedua pelaku diduga melompati pagar rumah korban sebelum mencongkel handle pintu berbahan kuningan menggunakan obeng.

Korban berinisial F.O. (35) mengalami kerugian sekitar Rp2,5 juta akibat pencurian tersebut.

Berbekal laporan korban, keterangan saksi, serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, polisi berhasil mengidentifikasi kedua pelaku. Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Labuhan Ratu dan Polsek Kemiling kemudian bergerak dan menangkap keduanya tanpa perlawanan.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang digunakan pelaku, sebuah obeng sebagai alat untuk mencongkel handle pintu, dua topi, serta pakaian yang dikenakan kedua pelaku saat beraksi dan terekam CCTV.

AKP Ono mengungkapkan, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku mengaku telah dua kali melakukan aksi pencurian dengan modus serupa, yakni di wilayah Labuhan Ratu dan Kemiling.

"Pengakuan sementara, mereka sudah dua kali melakukan pencurian dengan modus yang sama di wilayah Labuhan Ratu dan Kemiling. Namun, pengakuan ini masih kami dalami untuk memastikan apakah ada lokasi kejadian lain maupun kemungkinan keterlibatan dalam tindak pidana serupa," jelas AKP Ono.

Saat ini kedua tersangka telah ditahan di Mapolsek Labuhan Ratu dan dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Polisi juga terus mengembangkan penyidikan guna mengungkap kemungkinan adanya korban maupun lokasi kejahatan lainnya.

Jumat, 24 Juli 2026

Empat Jabatan Strategis Brigif 4 Mar/BS Diserahterimakan, Danbrigif Tekankan Kesinambungan Kepemimpinan


LAMPUNG
– Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Danbrigif 4 Mar/BS), Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla., CHRMP., memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) empat jabatan strategis di lingkungan Brigif 4 Mar/BS. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Prajurit (Bapra) Brigif 4 Mar/BS, Piabung, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (23/7/2026).

Empat jabatan yang diserahterimakan meliputi Perwira Staf Operasi (Pasops) Brigif 4 Mar/BS, Perwira Staf Personalia (Paspers) Brigif 4 Mar/BS, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 9 Marinir, serta Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 10 Marinir/SBY.

Dalam prosesi tersebut, jabatan Pasops Brigif 4 Mar/BS diserahterimakan kepada Letkol Mar Agus Mustaqim. Sementara itu, jabatan Paspers Brigif 4 Mar/BS diserahterimakan dari Letkol Mar Sugiarto.

Selanjutnya, jabatan Danyonif 9 Marinir diserahterimakan dari Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M.Tr. Opsla., kepada Letkol Marinir Ricky Sandro, M.Tr. Opsla. Sedangkan jabatan Danyonif 10 Marinir/SBY diserahterimakan dari Letkol Mar Aris Widyatmoko kepada Letkol Mar Hariono Aritonang, M.Tr. Opsla.

Dalam amanatnya, Danbrigif 4 Mar/BS menyampaikan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI sekaligus menjadi proses penyegaran organisasi dan pembinaan karier bagi para prajurit.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi, pengabdian, loyalitas, serta kerja keras yang telah diberikan selama menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan Brigif 4 Mar/BS.

Kepada para pejabat baru, Danbrigif 4 Mar/BS menyampaikan ucapan selamat datang, selamat bergabung, dan selamat melaksanakan tugas serta tanggung jawab baru di lingkungan Brigif 4 Mar/BS.

Danbrigif menekankan pentingnya kesinambungan dalam kepemimpinan dan pembinaan satuan. Setiap pejabat baru diharapkan mampu melanjutkan berbagai program dan hal positif yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya, sekaligus menghadirkan inovasi serta terobosan yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi.

Dalam arahannya, Danbrigif 4 Mar/BS juga berpesan kepada para pejabat baru agar senantiasa menjaga, membina, dan meningkatkan kualitas satuan dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, tugas seorang pemimpin bukan sekadar mengawasi kesiapan senjata, kendaraan, maupun material, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana seorang pemimpin mampu memimpin, membina, dan membangun kualitas sumber daya manusia yang berada di bawah tanggung jawabnya.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita memimpin manusia. Karena itu, bina dan jaga satuan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Danbrigif 4 Mar/BS turut menyampaikan apresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh satuan jajaran Brigif 4 Mar/BS, baik dalam pelaksanaan penugasan maupun dalam berbagai perlombaan.

Mengakhiri amanatnya, Danbrigif 4 Mar/BS kembali menyampaikan terima kasih kepada para pejabat lama beserta ibu atas seluruh pengabdian, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas.

“Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan, dan kesuksesan dalam melaksanakan tugas serta pengabdian. Meskipun kita tidak lagi berada dalam hubungan kedinasan secara langsung, saya berharap silaturahmi dan komunikasi tetap terjaga,” pungkasnya.