Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 25 April 2026

Seminar Ulama Internasional di Lampung Soroti Peran Strategis Ulama dalam Perdamaian Dunia


Bandar Lampung
— Yayasan Darul Fattah Lampung menggelar Seminar Ulama Internasional bertema “Peran Ulama dalam Perdamaian Dunia Bersumber dari Al-Qur’an” di Hotel Emersia, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, setelah diawali sambutan Ketua Yayasan Darul Fattah Lampung, K.H. Aryasin.

Kegiatan ini menghadirkan enam narasumber akademisi asal Mesir yang memberikan perspektif global mengenai peran ulama dalam menjaga perdamaian dunia. Rombongan tersebut dipimpin oleh Prof. Majdi Ahmad Hamid Thantowi.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Warsito, menegaskan bahwa peran ulama saat ini semakin strategis di tengah dinamika global yang kompleks.

“Ulama bukan sekadar pewaris misi kenabian (warotsatul anbiya), tetapi juga pemimpin moral dan agen transformasi sosial yang membawa nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan global seperti konflik sosial, radikalisme, hingga krisis kemanusiaan menuntut ulama untuk memperkuat kapasitas dakwah yang moderat, kontekstual, dan berorientasi pada solusi. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menolak ekstremisme dan intoleransi, sekaligus menghadirkan Islam sebagai solusi atas berbagai persoalan masyarakat modern.

“Dakwah harus moderat, kontekstual, berorientasi solusi, dan berpihak pada kemaslahatan umat. Inilah wajah Islam yang mampu menjawab tantangan zaman,” kata Warsito, yang juga dikenal sebagai pendiri dan pembina Yayasan Darul Fattah Lampung.

Ia juga menyoroti komitmen pemerintah dalam memperkuat moderasi beragama melalui Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023, yang menjadi landasan dalam mendorong kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan damai di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Yayasan Darul Fattah Lampung yang dinilai progresif dalam mengembangkan sektor pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Selain itu, yayasan tersebut juga aktif dalam pelayanan ibadah haji melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIUH) dengan jaringan jamaah yang luas.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus mendukung penguatan kerja sama internasional, termasuk dengan Mesir, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga mencakup sektor ekonomi dan pariwisata.

“Kerja sama lintas negara menjadi penting dalam memperluas wawasan dan memperkuat peran daerah di tingkat global,” ujar Jihan.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi strategis antara ulama Indonesia dan komunitas internasional dalam memperkuat nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan yang berlandaskan ajaran Al-Qur’an.

Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu melahirkan gagasan serta langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan global melalui pendekatan keagamaan yang inklusif dan berkeadaban.

Perdami Lampung Resmi Lantik Pengurus Baru, Fokus Tekan Angka Kebutaan Katarak


Bandar Lampung
— Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Lampung resmi melantik ketua dan jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2025–2028 pada Sabtu (25/4/2026) di Emersia Hotel Lampung.

Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai kalangan, mulai dari tenaga kesehatan, akademisi, hingga perwakilan instansi seperti BPJS Kesehatan. Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi dan penguatan sinergi lintas sektor di bidang kesehatan mata.

Ketua Perdami Lampung, Dr. Iskandar.S.P.M, menegaskan bahwa salah satu fokus utama kepengurusan ke depan adalah penanganan kebutaan akibat katarak yang masih menjadi persoalan besar, baik di Lampung maupun secara nasional.

Ia menjelaskan, angka kasus katarak terus meningkat setiap tahun dan belum sebanding dengan jumlah tindakan operasi yang dapat dilakukan.
“Kasus katarak bertambah lebih cepat dibandingkan kemampuan kita menangani. Ini yang menjadi tantangan besar,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Perdami Lampung merencanakan kegiatan bakti sosial operasi katarak massal pada Juni 2026 sebanyak dua kali, dengan target minimal 200 pasien setiap kegiatan. Program ini akan melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, sponsor, serta dinas sosial.

Namun demikian, Iskandar menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk alokasi anggaran rutin untuk penanganan katarak. Menurutnya, jika setiap kabupaten/kota dapat menganggarkan penanganan minimal 50 kasus per tahun, maka dampaknya akan signifikan dalam menekan angka kebutaan di Lampung.

“Kami memiliki sumber daya manusia, tetapi keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Dukungan pemda sangat kami harapkan,” katanya.

Selain penanganan katarak, Perdami Lampung juga akan memperkuat program deteksi dini gangguan penglihatan, edukasi kesehatan mata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi dokter spesialis mata muda.

Ketua juga menekankan pentingnya soliditas internal organisasi sebagai kunci keberhasilan program kerja.
“Dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, kami optimistis mampu meningkatkan layanan kesehatan mata di Lampung,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Perdami Pusat, Prof. Dr. dr. Ramzi Amin, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat lebih aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, khususnya dalam penanggulangan kebutaan baik akibat katarak maupun non-katarak.

Ia juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara Perdami, pemerintah daerah, serta media untuk meningkatkan edukasi kesehatan mata kepada masyarakat.

“Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kesehatan agar lebih mudah dipahami masyarakat. Kolaborasi ini harus diperkuat,” ujarnya.
Ramzi menambahkan, kegiatan seperti bakti sosial operasi katarak, penyuluhan kesehatan, serta pendataan angka kebutaan perlu terus ditingkatkan guna menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran Perdami Lampung dalam meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan layanan melalui kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Jumat, 24 April 2026

Tokopedia dan TikTok Shop Perkuat Dukungan UMKM Lampung Lewat “Kumpul Keluarga"


Bandar Lampung
— Komitmen mendorong pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah kembali ditegaskan melalui kolaborasi lintas platform digital dalam kegiatan “Kumpul Keluarga Tokopedia & TikTok Shop” yang digelar pada Jumat (24/4/2026) di Hotel Santika Lampung.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Tokopedia bersama TikTok Shop, serta didukung oleh sejumlah mitra seperti BigSeller, J&T Express, Kalodata, dan Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung.

Acara ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, mitra penjual, dan komunitas digital di Provinsi Lampung.

Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai jalannya kegiatan. Ratusan pelaku usaha lokal hadir untuk memperdalam pemahaman mereka terkait strategi pemasaran digital, optimalisasi fitur e-commerce, serta peluang ekspansi pasar melalui kanal online.

Materi yang disampaikan mencakup tren social commerce, pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan bisnis, hingga strategi peningkatan penjualan di platform digital.

Perwakilan penyelenggara, Dion Hermansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas UMKM daerah agar mampu bersaing di era digital.

Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang.

“Melalui pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital yang terintegrasi, UMKM diharapkan tidak hanya mampu menjangkau pasar lokal, tetapi juga menembus pasar nasional hingga global,” ujarnya.

Selain sesi diskusi dan berbagi pengalaman, kegiatan ini juga menghadirkan sesi networking yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor. Interaksi tersebut membuka peluang kerja sama baru, baik dalam hal distribusi produk, kolaborasi pemasaran, maupun penguatan rantai pasok.

Sejumlah peserta mengaku mendapatkan wawasan baru yang aplikatif untuk diterapkan dalam bisnis mereka, terutama dalam memahami dinamika perdagangan digital yang terus berkembang pesat.

Kehadiran berbagai platform dan mitra pendukung dinilai memberikan gambaran menyeluruh tentang ekosistem digital yang dapat dimanfaatkan UMKM.

Melalui kegiatan ini, Tokopedia dan TikTok Shop berharap dapat terus mendorong percepatan transformasi digital UMKM di Lampung.

Sinergi antara platform teknologi, mitra logistik, dan pelaku usaha lokal diyakini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta menjadikan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian daerah.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, UMKM Lampung diharapkan semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Terima Kunjungan Komisi VII DPR RI


BANDARLAMPUNG
— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI yang dipimpin Ketua Tim Saleh Partaonan Daulay, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/4/2026). 

Kunjungan tersebut untuk melihat kemajuan yang dicapai Lampung di bidang Perindustrian, Pariwisata, UMKM, dan Ekonomi Kreatif serta Sarana Publikasi sesuai dengan tema kunjungan yaitu “Kebijakan Peningkatan Bidang Perindustrian, Pariwisata, UMKM, dan Ekonomi Kreatif serta Sarana Publikasi di Provinsi Lampung.”

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza menyampaikan gambaran umum kondisi ekonomi Lampung yang masih bertumpu pada sektor pertanian. Ia menjelaskan bahwa dari total luas wilayah sekitar 3 juta hektare, sebanyak 1,8 juta hektare merupakan lahan pertanian dengan komoditas utama padi, jagung, dan singkong.

“Sebagian besar penduduk Lampung menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Hampir dua juta keluarga bekerja di sektor ini,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur. Dengan APBD sekitar Rp6,7 triliun, pemerintah provinsi harus mengelola wilayah luas dengan kebutuhan infrastruktur yang tinggi, terutama untuk mendukung distribusi hasil pertanian.

Gubernur Mirza juga menyoroti pentingnya kebijakan harga komoditas, khususnya gabah dan jagung, yang terbukti berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pada tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,28 persen, melampaui rata-rata nasional setelah adanya intervensi harga komoditas.

Selain itu, sejumlah indikator sosial ekonomi menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan turun dari 10,7 persen pada 2024 menjadi 9,6 persen, sementara inflasi tercatat sebagai yang terendah secara nasional, yakni 1,25 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat hingga sekitar 130.

“Perbaikan ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung,” ujarnya.

Di sektor industri, Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa kontribusi industri terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) baru mencapai 18 persen dan masih didominasi oleh industri berbasis komoditas. Dari potensi nilai komoditas sebesar Rp150 triliun, baru sekitar Rp30 triliun yang telah diolah melalui industri hilirisasi.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung berencana mendorong pengembangan lima kawasan industri, didukung keunggulan infrastruktur pelabuhan yang dinilai strategis untuk ekspor kawasan Sumatera bagian selatan.

Di sektor pariwisata, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan nusantara mengalami peningkatan signifikan, dari 17 juta pada 2024 menjadi 27 juta pada 2025. Meski demikian, lama tinggal wisatawan masih relatif singkat, yakni rata-rata 1,3 hari, dengan tingkat belanja yang masih rendah.

“Potensi wisata Lampung sangat besar, tetapi perlu pengembangan ekosistem yang lebih terintegrasi agar meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan,” ujarnya.

Sementara itu, sektor UMKM juga menjadi perhatian. Dari sekitar 398 ribu UMKM di Lampung, sebanyak 70 persen dikelola oleh perempuan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kesamaan produk dan keterbatasan kapasitas produksi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi capaian pembangunan yang telah dipaparkan Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menilai adanya kemajuan dan dinamika positif dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir.

“Dari seluruh paparan yang disampaikan, ini merupakan bagian dari prestasi. Dalam satu setengah tahun kepemimpinan Presiden, terlihat bahwa di Lampung sudah muncul gairah pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi Lampung tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia yang dinilai memiliki kapasitas besar untuk mendorong kemajuan daerah.

“Gairah ini harus terus ditingkatkan. Lampung memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Ini menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan daerah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga menyampaikan sejumlah usulan kepada Komisi VII DPR RI, antara lain percepatan pembangunan kawasan industri, peningkatan infrastruktur pendukung, penguatan kebijakan hilirisasi, pengembangan sektor pariwisata, dukungan di sektor ekonomi kreatif, dan UMKM.

Kepada awak media, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menyampaikan sejumlah kesimpulan hasil kunjungan kerja tersebut. Ia mengungkapkan bahwa terdapat berbagai aspirasi strategis yang menjadi perhatian bersama, khususnya di sektor industri, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Di sektor industri, salah satu poin utama adalah dorongan penambahan kawasan industri di Lampung. Dari lima kawasan yang direncanakan, salah satunya disepakati berada di wilayah Way Kanan, sementara empat lainnya akan ditindaklanjuti.

Pada sektor pariwisata, pembahasan mencakup pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pesawaran dan Lampung Selatan. Selain itu, pemerintah pusat melalui kementerian terkait disebut memberikan respons positif terhadap usulan daerah, termasuk kemungkinan pemberian insentif seperti tax holiday, meski tetap memerlukan harmonisasi regulasi lebih lanjut.

Di bidang UMKM dan ekonomi kreatif, Chusnunia menekankan pentingnya pembentukan sistem holding atau agregator untuk menghimpun produk UMKM agar memiliki skala ekonomi yang lebih besar dan mampu menembus pasar ekspor.

“UMKM perlu didorong agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya agregator, produk bisa dikumpulkan sehingga memiliki kapasitas untuk memenuhi permintaan pasar, termasuk ekspor,” ujarnya.

Selain itu, hilirisasi komoditas singkong juga menjadi perhatian, termasuk pengembangan produk turunan seperti Modified Cassava Flour (Mocaf). Komisi VII DPR RI mendorong Kementerian Perindustrian untuk membuka peluang investasi dan pengembangan industri turunan singkong di Lampung.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. (*)

Kamis, 23 April 2026

Hendry Kurniawan Dikukuhkan sebagai Ketua PDBI Lampung Selatan, Siap Cetak Atlet Berprestasi Nasional


Bandar Lampung
- Hendry Kurniawan, SH, MM, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Lampung Selatan oleh Ketua Umum PDBI Provinsi Lampung, Thomas Amirico.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/4/2026), bersamaan dengan rangkaian pelantikan pengurus PDBI di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Sebelumnya, Thomas Amirico terlebih dahulu dikukuhkan sebagai Ketua PDBI Provinsi Lampung masa bakti 2025-2029 oleh Ketua KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus PDBI kabupaten/kota, termasuk pengukuhan pengurus Pengkab PDBI Lampung Selatan masa bakti 2026-2030.

Dalam sambutannya, Thomas Amirico menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan olahraga drum band di seluruh wilayah Lampung. Ia menilai potensi daerah, termasuk Lampung Selatan, sangat besar untuk dikembangkan hingga level nasional.

Usai dikukuhkan, Hendry Kurniawan menyampaikan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan pengurus provinsi dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, Lampung Selatan memiliki potensi besar menjadi lumbung atlet drum band melalui program pembinaan yang terstruktur, termasuk menggelar kejuaraan kabupaten secara rutin serta mengaktifkan kembali unit drum band di sekolah-sekolah.

“Kami berharap PDBI Lampung Selatan semakin berkembang, tetap eksis, dan mampu meraih prestasi hingga tingkat nasional,” kata Hendry.


Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet drum band di Lampung Selatan, sehingga mampu melahirkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.

“Kami berkomitmen meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga drum band di Lampung agar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Thomas.

Hadapi Tantangan Global, Danrem 043/Gatam Tekankan Profesionalisme Prajurit Kodim 0424/Tanggamus


TANGGAMUS
– Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Kodim 0424/Tanggamus, Rabu (22/04/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi Ketua Persit KCK Koorcab 043 PD XXI/Radin Inten, Ny. Bebi Sumarlin.

Kehadiran Danrem disambut langsung oleh Dandim 0424/Tanggamus, Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, beserta jajaran perwira staf dan pengurus Persit.

Dalam arahannya kepada prajurit, PNS, dan anggota Persit, Danrem menekankan pentingnya kesiapan TNI dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks dan tidak menentu. Ia mencontohkan konflik internasional seperti Rusia–Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.

“Dinamika global memicu kenaikan harga BBM hingga pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi ini menuntut kita untuk tetap sigap dan fokus pada tugas pokok,” ujarnya.

Danrem juga mengingatkan seluruh personel untuk bijak dalam menggunakan media sosial di tengah era keterbukaan informasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga nama baik satuan serta menghindari segala bentuk pelanggaran.

“Di era digital, tindakan sekecil apa pun dapat dengan mudah terpantau publik. Jaga kehormatan satuan, bijak bersikap, serta terus tingkatkan kemampuan intelektual dan penguasaan Permildas agar tetap profesional,” tegasnya.

Selain penguatan internal, Danrem meminta Kodim 0424/Tanggamus aktif mendukung program strategis pemerintah dan komando atas, di antaranya:

- Ketahanan pangan, melalui Kompi Produksi dan program Manunggal Air (pompanisasi)

- Kesejahteraan masyarakat, meliputi monitoring distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

- Infrastruktur dan lingkungan, seperti pembangunan Jembatan Perintis Garuda dan kegiatan Bersatu dengan Alam

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Danrem bersama Ketua Persit memberikan tali asih kepada warakawuri, prajurit, serta keluarga yang membutuhkan, termasuk penderita sakit berat, anak berkebutuhan khusus, dan anak-anak berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian pimpinan kepada keluarga besar TNI AD, sekaligus bentuk dukungan moril dan apresiasi atas semangat, ketabahan, serta prestasi yang telah ditunjukkan.

Turut hadir dalam rombongan Kasiren Korem 043/Gatam, para Kasi Kasrem, serta jajaran pengurus Persit KCK Koorcab 043. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, dan tetap menjunjung tinggi profesionalisme militer.

Rabu, 22 April 2026

Buka TMMD ke-128 di Tanggamus, Danrem 043/Gatam Harapkan Kesejahteraan Warga Kalimiring Meningkat


TANGGAMUS 
– Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menghadiri upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di wilayah Kodim 0424/Tanggamus. Kegiatan dipusatkan di Pekon Kalimiring, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu (22/04/2026).

Kehadiran Danrem yang didampingi Ketua Persit KCK Koorcab 043 PD XXI/Radin Inten, Ny. Bebi Sumarlin, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah perdesaan melalui sinergi lintas sektor.

Pembukaan TMMD ke-128 secara resmi dipimpin oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, yang membacakan amanat Bupati Tanggamus. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.

“Dengan dibukanya akses jalan, mobilitas serta distribusi ekonomi warga akan semakin lancar. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan pekon yang maju dan mandiri,” ujar Agus.

Adapun sasaran fisik utama TMMD ke-128 meliputi:

- Peningkatan akses jalan yang menghubungkan Pekon Kalimiring, Pekon Banjarmasin, dan Pekon Kandang Besi.

- Program unggulan Kasad berupa rehabilitasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

- Pembangunan 5 unit sumur bor serta 5 unit fasilitas MCK untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Pelaksanaan TMMD ke-128 melibatkan sekitar 150 personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas). Unsur yang terlibat antara lain Kodim 0424/Tanggamus, Yonif TP 945/PPC, Lanal Lampung, Lanud Pangeran M. Bunyamin, serta Polres Tanggamus.

Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa.

“TMMD hadir untuk memperkuat ketahanan wilayah sekaligus mempercepat pembangunan di daerah terpencil. Kami berharap program ini mampu menyediakan sarana yang dibutuhkan masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian desa,” tegasnya.

Upacara pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI-Polri, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, Kasiren Korem 043/Gatam, Para Kasi Kasrem 043/Gatam, Dandim 0424/Tanggamus, Danyonif TP 945/PPC, jajaran Forkopimda Tanggamus dan Pringsewu, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tanggamus.

Melalui sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah, TMMD ke-128 diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi dalam meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat Pekon Kalimiring di masa mendatang.

Bupati Egi Beri Hadiah Umrah untuk Dua Jemaah


Tanjung Sari
- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menghadiri kegiatan Sholawat Bareng Bupati (Shobat) yang digelar di Lapangan Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Selasa malam (21/4/2026).

Acara tersebut dihadiri ribuan jemaah yang memadati lapangan sejak sore hari. Lantunan sholawat yang menggema di bawah langit Tanjung Sari menciptakan suasana religius yang khidmat, diperkuat dengan tausiyah yang disampaikan oleh Gus Ihsan Lathief.

Momentum paling menyentuh terjadi ketika Bupati Egi memberikan hadiah umrah kepada dua jemaah, yakni Hanitus Saniyah (25) dan Dani (13), warga Desa Kertosari.

Keduanya terpilih setelah mampu melantunkan hafalan ayat suci Al-Qur’an dengan fasih di hadapan ribuan hadirin.


Pemberian hadiah tersebut, menurut Egi, merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap masyarakat yang mencintai dan menjaga nilai-nilai Al-Qur’an.

“Ini adalah bukti nyata kehadiran kami. Selain mempererat silaturahmi melalui sholawat, kami juga ingin memberikan penghargaan kepada masyarakat yang terus menjaga syiar agama,” ujar Egi.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Shobat yang dinilai menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

“Suasana malam ini sungguh terasa istimewa. Mari kita jadikan momentum Shobat ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu penerima hadiah, Hanitus Saniyah, mengaku tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Ia menyebut kehadirannya semata-mata untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan tersebut.

“Niat saya hanya hadir dan membantu membacakan Al-Qur’an. Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati dan jajaran atas hadiah yang tidak pernah saya bayangkan,” ungkapnya dengan haru.


Kegiatan Shobat ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat nilai-nilai religius sekaligus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat melalui pendekatan spiritual. 

BSI Hadirkan “Ngopi Emas” di Bandar Lampung, Dorong Literasi Investasi Syariah yang Mudah dan Aman


Bandar Lampung
— Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai kegiatan “Ngopi Emas” yang digelar oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Rabu (22/4/2026) di Emersia Hotel Bandar Lampung.

 Mengusung tema Ngobrol Perihal Investasi Emas, kegiatan ini menjadi wadah edukatif bagi masyarakat untuk memahami pentingnya investasi emas sebagai instrumen keuangan yang aman, stabil, dan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Area Manager BSI, Luthvy Indaka, yang menekankan bahwa literasi keuangan merupakan kunci utama dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa emas memiliki karakteristik sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang relatif tahan terhadap inflasi dan gejolak ekonomi.

“Melalui Ngopi Emas, kami ingin menghadirkan edukasi yang ringan namun bermakna, agar masyarakat semakin sadar pentingnya berinvestasi sejak dini, khususnya melalui emas yang aman dan sesuai prinsip syariah,” ujarnya.

Sesi utama kemudian diisi oleh Team Leader BSI, Fajar Prasetia, yang memaparkan materi secara interaktif. Ia menjelaskan berbagai keunggulan investasi emas, mulai dari kemudahan akses melalui layanan digital BSI, fleksibilitas transaksi, hingga potensi keuntungan jangka panjang yang menjanjikan.

Menurutnya, investasi emas kini semakin inklusif karena dapat dimulai dengan nominal terjangkau dan dilakukan secara bertahap. “Investasi emas itu sederhana dan bisa dimulai oleh siapa saja. Kuncinya adalah konsistensi dan pemahaman. Dengan langkah kecil yang rutin, hasilnya akan terasa di masa depan,” jelasnya di hadapan peserta.

Sementara itu, Juan Kurnia, AMPM Area Bandar Lampung BSI, turut menegaskan komitmen perusahaan dalam memperluas literasi investasi di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa program seperti “Ngopi Emas” menjadi bagian dari strategi BSI untuk mendekatkan layanan perbankan syariah secara lebih humanis dan mudah dipahami.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal BSI sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Investasi emas adalah salah satu solusi yang relevan dan mudah dijangkau oleh semua kalangan,” ungkapnya.

Dengan konsep santai sambil menikmati kopi, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana diskusi yang cair namun sarat wawasan. Para peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai strategi investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansial masing-masing.

Program “Ngopi Emas” menjadi bukti nyata komitmen BSI dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong budaya investasi yang sehat di masyarakat. Melalui pendekatan edukatif, komunikatif, dan inklusif, BSI berharap semakin banyak masyarakat yang mampu merencanakan masa depan finansialnya secara bijak, terarah, dan berkelanjutan sesuai prinsip syariah.

Pemprov Lampung Perkuat Pemulihan Ekosistem Mangrove Lewat Workshop EMR Program M4CR


Bandar Lampung
— Pemerintah Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui upaya pemulihan ekosistem mangrove.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui workshop bertajuk Ecological Mangrove Rehabilitation (EMR) dalam program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) yang digelar pada Rabu (22/4/2026) di Hotel Emersia, Bandar Lampung.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 65 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, hingga pegiat konservasi pesisir. Workshop ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas serta menyamakan pemahaman dalam pengelolaan dan rehabilitasi mangrove berbasis ekologi.

Mewakili Gubernur Lampung, Bani Ispriyanto secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemulihan ekosistem mangrove merupakan langkah penting dan strategis dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, seperti perubahan iklim, abrasi pantai, serta degradasi kawasan pesisir.

“Pendekatan Ecological Mangrove Rehabilitation atau EMR tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove semata, tetapi juga memperhatikan kondisi ekologi, hidrologi, serta keterlibatan masyarakat lokal. Hal ini menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi mangrove yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung keberhasilan program M4CR. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam memastikan keberlanjutan program serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

Workshop ini menghadirkan berbagai materi dan diskusi interaktif terkait teknik rehabilitasi mangrove berbasis ekologi, identifikasi kondisi lahan, hingga strategi implementasi di lapangan. Selain itu, peserta juga diajak untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan kawasan mangrove di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rumusan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan untuk mempercepat pemulihan ekosistem mangrove di Provinsi Lampung. Upaya ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pesisir serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada ekosistem tersebut.

Dengan semakin kuatnya komitmen dan kolaborasi berbagai pihak, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis pemulihan ekosistem mangrove dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang.