Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 10 Agustus 2026

Danrem 043/Gatam Hadiri Penutupan Lomba Binsat HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten Tahun 2026


Lampung Selatan
– Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menghadiri upacara penutupan Lomba Pembinaan Satuan (Binsat) dalam rangka HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten Tahun 2026 di Lapangan Mayonif 143/TWEJ, Candimas, Natar, Lampung Selatan, Minggu (9/8/2026).

Upacara penutupan dipimpin Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten sekaligus momentum untuk mengevaluasi hasil pembinaan satuan, profesionalisme prajurit, serta kesiapan operasional satuan jajaran Kodam XXI/Radin Inten.

Dalam amanatnya, Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan bahwa Lomba Binsat tidak semata-mata bertujuan menentukan satuan terbaik, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan satuan yang dilakukan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat tingkat profesionalisme, disiplin, kesiapsiagaan, kekompakan, serta kemampuan setiap satuan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki,” ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Pangdam juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas. Satuan yang berhasil meraih prestasi diharapkan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Sementara itu, satuan yang belum memperoleh hasil terbaik diharapkan menjadikan hasil perlombaan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.

Usai upacara, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada personel Balak Korem 043/Gatam dan Yonif 143/TWEJ yang berhasil meraih prestasi dalam sejumlah materi perlombaan.

“Selamat atas prestasi yang telah diraih. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme, disiplin, dan semangat juang dalam melaksanakan setiap tugas,” ujar Danrem.

Kehadiran dan prestasi personel Balak Korem 043/Gatam serta Yonif 143/TWEJ dalam Lomba Binsat menjadi bagian dari komitmen satuan dalam meningkatkan kualitas pembinaan, kemampuan prajurit, dan kesiapan operasional guna mendukung pelaksanaan tugas secara optimal.

Turut hadir Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Irdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., Danrem 041/Gamas, para pejabat utama Kodam XXI/Radin Inten, Dan/Kabalakdam XXI/Radin Inten, serta para Dandim dan Dansat jajaran Kodam XXI/Radin Inten.

Minggu, 09 Agustus 2026

Selisih Paham, Pria di Bandar Lampung Tewas Ditusuk Teman Sendiri Saat Nongkrong


Bandar Lampung
— Perkelahian berdarah terjadi di Jalan Ir. Sutami KM 7, Kampung Cikondang, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Minggu (9/8/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB itu menyebabkan MS (50) meninggal dunia. Sementara pria yang diduga terlibat dalam perkelahian tersebut, D, mengalami luka-luka setelah sempat menjadi sasaran amukan warga dan keluarga korban.

Kapolsek Sukarame Kompol HD Pandiangan mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai perkelahian tersebut.

"Usai kita dapat informasi perkelahian tersebut, saya bersama anggota langsung menuju lokasi. Kemudian kita cek korban di rumah sakit," kata Pandiangan, Minggu (9/8/2026). 

Menurut Pandiangan, korban dan terduga pelaku diketahui saling mengenal. D juga disebut kerap nongkrong dan berbincang di rumah korban.

"Korban dan pelaku saling mengenal. Terduga pelaku juga kerap nongkrong dan ngobrol di rumah korban," ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, peristiwa tersebut diduga bermula dari perselisihan paham antara korban dan terduga pelaku.

Sebelum kejadian, MS diketahui sedang duduk dan berbincang bersama D serta beberapa orang lainnya di meja yang berada di depan rumah korban.

Situasi saat itu disebut masih berlangsung biasa. Tidak terdengar adanya cekcok mulut maupun suara keras.

Tak lama kemudian, MS masuk ke dalam rumah dan meminta minum kepada istrinya.

Saat istrinya mendekati korban, ia justru mendapati MS telah mengalami luka. Korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri dan luka robek pada bagian tangan.

Mengetahui kondisi tersebut, keluarga kemudian membawa MS untuk mendapatkan pertolongan medis ke rumah sakit.

Namun, nyawa MS tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sementara itu, D saat kejadian masih berada di rumah korban. Keluarga yang berada di rumah kemudian mengamankan D untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Situasi berubah setelah keluarga mengetahui MS meninggal dunia.

D kemudian berupaya melarikan diri dari lokasi. Warga sekitar yang mengetahui hal tersebut langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya D berhasil ditangkap.

D sempat menjadi sasaran amukan massa dan keluarga korban sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian.

"Dari informasi yang kami terima, terduga pelaku sempat diamankan keluarga. Setelah mengetahui korban meninggal dunia, yang bersangkutan kemudian mencoba melarikan diri dan akhirnya berhasil diamankan warga," ujar Pandiangan.

D mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut dan kini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara.

Untuk mengantisipasi terjadinya aksi lanjutan, sejumlah personel kepolisian masih melakukan penjagaan di rumah sakit tempat D menjalani perawatan.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya satu buah pisau, pakaian korban, satu unit sepeda motor, jaket, serta teko dan gelas yang digunakan untuk mengonsumsi minuman keras jenis tuak.

Pandiangan mengatakan, dugaan sementara peristiwa tersebut terjadi setelah korban dan terduga pelaku mengonsumsi minuman keras jenis tuak.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan motif pasti dalam peristiwa tersebut.

"Untuk motifnya masih terus didalami, Sementara ini diduga terjadi karena adanya perselisihan paham antara korban dan pelaku," kata Pandiangan.

Polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa hingga menyebabkan MS meninggal dunia.

Penyidik juga masih mendalami bagaimana perkelahian tersebut terjadi, termasuk memastikan peran masing-masing pihak serta motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Kapolsek Sukarame menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga korban maupun keluarga terduga pelaku untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Kamis, 06 Agustus 2026

Dugaan Ancaman terhadap Keluarga Pengurus PWI Lampung Dikawal Legislator dan Jurnalis


BANDAR LAMPUNG
– Rasa takut masih menyelimuti keluarga Septiani, pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, usai diduga mengalami pengancaman dari tetangganya berinisial Wito di Jalan Putri Balau, Gang Walet, Kelurahan Tanjung Agung Raya, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Kamis (6/8/2026) dini hari.

Tak hanya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandar Lampung, keluarga Septiani juga mendapat dukungan dari kalangan jurnalis hingga anggota DPRD Provinsi Lampung.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/1434/VIII/2026/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung, laporan diterima pada Kamis (6/8/2026) pukul 13.20 WIB terkait dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448 UU Nomor 1 Tahun 2023.

Dalam laporan itu disebutkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Septiani menerangkan, keributan bermula saat sepupunya yang akrab disapa Eneng menegur Wito karena suara bising yang dinilai mengganggu warga yang sedang beristirahat.

"Eneng hanya mengatakan, 'Pak tolong dong, saya mau tidur, berisik'," ujar Septiani.

Namun, menurut Septiani, teguran tersebut justru memicu emosi Wito.

Ia mengaku terlapor menggedor pagar rumah, berteriak mengancam dengan ucapan "gua bunuh lo", serta melempar botol minuman ke arah pintu dapur rumah keluarganya.

Karena merasa keselamatannya terancam, Septiani bersama keluarganya memilih meninggalkan rumah untuk sementara waktu.

"Atas kejadian itu kami sekeluarga mengungsi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Septiani juga mengungkapkan, saat kejadian Ketua RT Edy dan seorang anggota Linmas bernama Kemat berada di rumah Wito.

Menurutnya, Wito sempat mengaku tersinggung karena ditegur Eneng di hadapan aparat lingkungan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Wito maupun kepolisian terkait dugaan pengancaman tersebut.

*Legislator Gerindra Turun Langsung*

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Gerindra, Dewi Mayang Suri Djausal, turut mengawal langsung proses pelaporan keluarga Septiani di Polresta Bandar Lampung.

Dewi Mayang menyayangkan dugaan pengancaman yang terjadi di lingkungan permukiman warga.

Terlebih, menurut informasi yang diterimanya, pelaku diduga merupakan anggota Linmas.

"Peristiwa seperti ini sangat kami sesalkan. Seharusnya aparat lingkungan menjadi pelindung masyarakat, bukan justru diduga membuat warga merasa takut," ujarnya.

Ia menegaskan akan mendorong persoalan tersebut dibahas di DPRD Kota Bandar Lampung melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Kami akan mendorong agar dilakukan RDP dengan camat dan lurah untuk mengevaluasi aparat kelurahan yang masih bersikap arogan terhadap masyarakat. Aparat harus menjadi pengayom warga," tegasnya.

*Solidaritas Jurnalis*

Pengawalan terhadap keluarga Septiani juga menunjukkan kuatnya solidaritas insan pers di Lampung.

Sejumlah rekan jurnalis hadir mendampingi sejak proses pelaporan di Polresta Bandar Lampung.

Hadir pula Ketua, Sekretaris, serta anggota Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung bersama sejumlah pengurus dan anggota PWI Lampung untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.

Kehadiran para jurnalis tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus harapan agar proses hukum berjalan profesional, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi korban maupun seluruh masyarakat.

Selasa, 04 Agustus 2026

Pedangpora Sambut Kombes Herbin Sianipar, Babak Baru Kepemimpinan di Polresta Bandar Lampung


Bandar Lampung
- Tongkat komando Polresta Bandar Lampung resmi berpindah tangan. Kombes Pol Herbin Sianipar memulai hari pertamanya sebagai Kapolresta Bandar Lampung dengan disambut Tradisi Pedangpora, Selasa (4/8/2026).

Penyambutan berlangsung khidmat sekaligus sarat nuansa budaya Lampung. Didampingi sang istri, Kombes Herbin tiba di gerbang utama Mapolresta Bandar Lampung dan disambut langsung Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Yonirizal Khova.

Prosesi diawali dengan pengalungan kain tapis oleh dua Polisi Cilik sebagai simbol penghormatan kepada tamu kehormatan. Selanjutnya, Ny. Widi Herbin menerima buket bunga sebelum rombongan disambut tarian Bedana, tarian tradisional yang menjadi identitas masyarakat Lampung.

Suasana semakin semarak saat Kombes Herbin melangkah memasuki barisan Pedangpora yang dibentuk personel Polresta Bandar Lampung. Satu per satu pedang terangkat membentuk lorong kehormatan, mengiringi langkah perdana Kapolresta baru menuju markas yang kini menjadi tempatnya mengemban amanah.

Usai prosesi tersebut, Wakapolresta AKBP Yonirizal Khova memperkenalkan seluruh pejabat utama, para Kapolsek jajaran, hingga perwira Polresta Bandar Lampung kepada Kombes Herbin. Perkenalan itu menjadi awal koordinasi dan sinergi internal di bawah kepemimpinan yang baru.

Di koridor Mapolresta Bandar Lampung, Kombes Herbin kemudian disambut pejabat lama Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Momen berjabat tangan antara keduanya menjadi simbol estafet kepemimpinan yang berlangsung hangat dan penuh penghormatan.

Kasi Humas Polresta Bandar Lampung AKP Agustina Nilawati mengatakan, Tradisi Pedang Pora bukan sekadar seremoni penyambutan, tetapi menjadi simbol penghormatan sekaligus komitmen seluruh personel dalam menyambut pemimpin baru.

"Tradisi Pedangpora merupakan budaya organisasi Polri yang memiliki makna penghormatan kepada pejabat yang datang untuk mengemban amanah baru. Melalui prosesi ini, seluruh personel Polresta Bandar Lampung menyatakan kesiapan untuk mendukung kepemimpinan Kombes Pol Herbin Sianipar dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung," ujar AKP Agustina Nilawati, Selasa (4/8/2026).

Pergantian kepemimpinan ini menjadi awal babak baru bagi Polresta Bandar Lampung. Di tengah dinamika Kota Bandar Lampung yang terus berkembang, kepemimpinan Kombes Herbin diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang Presisi, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Senin, 03 Agustus 2026

Sekdaprov Marindo Tegaskan Hibah untuk Kejati Sesuai Aturan Dan Bukan Berbentuk Dana Tunai


Bandarlampung
 - Sekdaprov Lampung Dr.Ir. H. Marindo Kurniawan, S.T,M.T, menegaskan bahwa alokasi hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sekitar Rp35 miliar untuk mendukung pembangunan fasilitas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan sejumlah Kejaksaan Negeri (Kejari) di kabupaten/kota, telah sesuai aturan.

Menurut Marindo Kurniawan bahwa dalam penganggaran APBD, hibah kepada instansi vertikal masih dimungkinkan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan, hibah tersebut bukan berupa hibah dalam bentuk uang.

"Kalau hibah dalam bentuk uang tidak ada. Dalam ketentuan APBD, Kemendagri masih memperbolehkan pemberian hibah kepada instansi vertikal selama ada usulan dan permohonan," ujar Marindo, Senin (3/8/2026) dikutif dari laman Radar Lampung.

Ia menjelaskan, penganggaran hibah kepada instansi vertikal masih diperbolehkan sesuai ketentuan yang berlaku.                                           

Menurutnya, sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, gubernur memiliki kewajiban mendukung kebutuhan instansi vertikal yang menjadi bagian dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).Oleh karena itu, sesuai ketentuan, usulan hibah kepada instansi vertikal masih dianggarkan dalam APBD Provinsi Lampung.

 Gubernur selaku wakil pemerintah pusat berkewajiban menjaga agar instansi vertikal tetap dapat menjalankan tugasnya sesuai kebutuhan Forkopimda di Provinsi Lampung," katanya.Saat ditanya mengenai besaran hibah sekitar Rp35 miliar yang direalisasikan dalam bentuk paket pekerjaan, Marindo mengaku tidak menghafal rincian proyek tersebut dan meminta agar data teknis dikonfirmasi kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) maupun Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Berdasarkan penelusuran pada laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Pemerintah Provinsi Lampung, alokasi hibah tersebut direalisasikan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) dalam bentuk berbagai paket pekerjaan pada APBD Tahun Anggaran 2026.

Paket dengan nilai terbesar adalah renovasi Gedung Serba Guna Kejati Lampung senilai sekitar Rp13,5 miliar. Pembangunan/rehabilitasi gerbang dan pagar Kejati Lampung sekitar 1,7 miliar.

Pembangunan/rehabilitasi gedung kantor cabang Kejaksaan Negeri Bandar Lampung (Panjang) sekitar Rp 4,4 miliar. Rehabilitasi Rumah Negara Tipe A Kejati Lampung Jalan Sultan Hasanudin Kota Bandar Lampung sekitar Rp 557 juta. Serta paket lainnya tersebar. (**)

Sabtu, 01 Agustus 2026

DPD ORI Lampung Resmi Dilantik, Dorong Peran Ormas Jadi Mitra Pemerintah dan Wadah Aspirasi Masyarakat


LBANDAR LAMPUNG
– Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Rakyat Indonesia (DPD ORI) Lampung resmi dilantik dalam rangkaian kegiatan yang digelar pada Sabtu, (1/8 2026) di jln.Nusantara No.80,kec,Labuhan ratu,Kel,Kota sepang, Bandar Lampung.

Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.

Sekretaris Jenderal Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), Ferri Nuzarli, S.E., S.H., mengatakan kegiatan donor darah diikuti sebanyak 31 orang pendonor. Ia berharap darah yang disumbangkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, hari ini ada 31 orang yang ikut menjadi pendonor. Terima kasih kepada para pendonor. Mudah-mudahan darah yang disumbangkan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Ferri.

Selain kegiatan sosial, pelantikan pengurus DPD ORI Lampung diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi sebagai wadah aspirasi masyarakat. ORI juga didorong untuk hadir di tengah masyarakat dan menjadi ruang bagi penyampaian berbagai gagasan serta persoalan yang dihadapi rakyat.

Ferri menegaskan, ORI ingin membangun kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, media massa, partai politik, petani, nelayan, perguruan tinggi, tenaga pendidik hingga kelompok masyarakat lainnya.

Menurutnya, kondisi ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan kolaborasi berbagai elemen. Persoalan seperti melemahnya daya beli, pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran, persoalan infrastruktur jalan, hingga perlindungan jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja menjadi perhatian yang perlu dicarikan solusi bersama.

"ORI harus menjadi salah satu mitra pemerintah dalam menampung aspirasi masyarakat dan menyampaikan aspirasi tersebut menjadi ide serta gagasan yang dapat menjadi solusi bagi pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di Lampung," katanya.

Ia juga meminta jajaran ORI Lampung untuk memperluas jaringan organisasi hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk pekerja yang terkena PHK, pengangguran, pelaku UMKM, petani, nelayan, penyandang disabilitas, seniman dan kelompok masyarakat lainnya dapat ditampung dan diperjuangkan.

Sementara itu, Ketua DPD ORI Lampung, Poltak Siahaan, S.Psi., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi terhadap kegiatan pelantikan dan pembentukan kepengurusan ORI Lampung.

Ia menegaskan, jajaran pengurus akan melakukan pembenahan administrasi organisasi sekaligus memperkuat kerja-kerja sosial dan advokasi masyarakat.

"Sejalan dengan itu, kami tetap akan menerima laporan dan keluhan masyarakat untuk kemudian kami bawa kepada pemerintah. Kami harus berani bukan hanya mengkritisi, tetapi juga mencari solusi bersama untuk masyarakat," ujar Poltak.

Menurutnya, ORI merupakan organisasi yang memiliki jaringan hingga lapisan masyarakat bawah dan terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

"Mulai dari penyandang disabilitas, nelayan, petani, seniman dan semuanya ada. Kita harus bekerja bukan untuk kepentingan diri sendiri atau kelompok, tetapi membuktikan kepada rakyat bahwa kehadiran ORI benar-benar membantu masyarakat," tegasnya.

Dengan dilantiknya kepengurusan DPD ORI Lampung, organisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi dan pembangunan di Provinsi Lampung.

Rayakan Kemerdekaan Indonesia ke-81 dengan Penawaran Spesial “Freedom to Relax” di Holiday Inn Lampung Bukit Randu


BANDAR LAMPUNG
– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Holiday Inn Lampung Bukit Randu menghadirkan promo spesial bertajuk “Freedom to Relax”. Penawaran ini dirancang untuk memberikan pengalaman staycation yang nyaman, menyenangkan, dan bernilai bagi keluarga, pasangan, maupun wisatawan yang ingin menikmati momen liburan di Kota Bandar Lampung.

Dengan harga mulai dari IDR 881.000 nett per kamar per malam, yang terinspirasi dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para tamu dapat menikmati berbagai fasilitas dan keuntungan eksklusif dalam satu paket.

Adapun paket “Freedom to Relax” meliputi:

- Menginap satu malam di kamar King Bed atau Twin Bed.
- Sarapan gratis untuk 2 orang dewasa dan 2 anak berusia di bawah 12 tahun.
- Akses gratis ke Swimming Pool, Fitness Center, dan Kids Club.
- Diskon 20 persen untuk IHG Dining Rewards.
- Parkir gratis selama masa menginap.

Berlokasi strategis di kawasan Bukit Randu, Bandar Lampung, hotel ini menawarkan kenyamanan menginap dengan panorama kota yang memukau. Didukung fasilitas yang lengkap serta pelayanan khas Holiday Inn yang hangat dan ramah, Holiday Inn Lampung Bukit Randu menjadi pilihan ideal untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga, pasangan, maupun sahabat.

Melalui promo ini, masyarakat diajak merayakan semangat kemerdekaan dengan cara yang lebih santai dan bermakna—meluangkan waktu untuk beristirahat, berkumpul bersama orang-orang terkasih, sekaligus menikmati pengalaman menginap yang nyaman.

«“Melalui promo Freedom to Relax, kami ingin mengajak masyarakat untuk merayakan Hari Kemerdekaan dengan cara yang berbeda—meluangkan waktu untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati pengalaman menginap yang nyaman di Holiday Inn Lampung Bukit Randu. Kami berharap promo ini dapat menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan singkat dengan nilai lebih,” ujar Andi Tri Santoso, Assistant Marcomm & E-Commerce Manager Holiday Inn Lampung Bukit Randu.»

Promo “Freedom to Relax” tersedia dalam waktu terbatas dan berlaku sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut maupun melakukan reservasi dapat menghubungi:

Informasi dan Reservasi
📞 Telepon: (0811) 7960 093
📱 WhatsApp: 0811-7960-093
🌐 Holiday Inn Lampung Bukit Randu
📍 Jl. Kamboja No. 1–2, Bukit Randu, Bandar Lampung

Tentang Holiday Inn Lampung Bukit Randu

Holiday Inn Lampung Bukit Randu merupakan hotel modern yang berlokasi strategis di Kota Bandar Lampung, Indonesia. Menghadirkan akomodasi yang nyaman, fasilitas kontemporer, serta pelayanan yang hangat dan profesional, hotel ini menawarkan pengalaman menginap yang menyenangkan bagi berbagai kalangan, baik wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis.

Dengan perpaduan antara kenyamanan, fasilitas lengkap, dan lokasi yang strategis, Holiday Inn Lampung Bukit Randu berkomitmen menjadi pilihan akomodasi yang tepat bagi para tamu yang berkunjung ke Bandar Lampung, sekaligus menjadi tempat ideal untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga, kolega, maupun orang-orang terkasih.

Jumat, 31 Juli 2026

Bupati Radityo Egi Dorong Kebijakan yang Memajukan Kabupaten


Bandung
- Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan di kabupaten.

Berangkat dari semangat itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menghadiri Rapat Dewan Pengurus III APKASI Tahun 2026 di Hotel Grand Sunshine Resort & Convention, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026).

Forum yang diikuti jajaran Dewan Pengurus APKASI bersama para bupati dari berbagai daerah di Indonesia itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi, menyamakan langkah, serta membangun kolaborasi antarpemerintah kabupaten dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Bupati Egi mengatakan, kehadirannya dalam rapat tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah kabupaten lainnya demi mendorong pembangunan yang lebih berkualitas.

"Hari ini saya mengikuti Rapat Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2026 di Kabupaten Bandung bersama jajaran pengurus dan para bupati dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Bupati Egi.

Menurutnya, APKASI memiliki peran penting sebagai wadah para kepala daerah dalam bertukar gagasan, pengalaman, dan pandangan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam rapat itu, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama, di antaranya penguatan otonomi daerah, evaluasi program kerja APKASI, hingga kebijakan fiskal daerah yang dinilai berperan penting dalam mendukung percepatan pembangunan di tingkat kabupaten.

"Kami membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan otonomi daerah, evaluasi program kerja APKASI, hingga kebijakan fiskal daerah agar pembangunan di kabupaten dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Egi.

Bupati Egi berharap, hasil pembahasan yang lahir dalam forum APKASI dapat semakin memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang solid akan menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap kebutuhan daerah sekaligus mampu mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.


"Semoga hasil pertemuan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta melahirkan kebijakan yang semakin mendukung kemajuan kabupaten di seluruh Indonesia," kata Bupati Egi.

Bupati Radityo Egi Hadir Menguatkan Tradisi Sedekah Bumi yang Mengakar 206 Tahun


Kalianda
- Guyuran hujan yang sempat membasahi Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, Jumat pagi (31/7/2026), tak mampu mengurangi semangat masyarakat untuk mengikuti tradisi Sedekah Bumi atau Paperahan.

Bahkan, kehadiran Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang membersamai warga sejak pagi hingga seluruh rangkaian acara selesai, semakin menambah semarak perayaan tradisi adat yang telah bertahan selama 206 tahun sejak 1820.

Meski cuaca sempat mendung disertai hujan, warga dari berbagai kalangan tetap memadati lokasi kegiatan. Setelah hujan reda dan matahari kembali bersinar, antusiasme masyarakat justru semakin terasa. Mereka mengikuti setiap prosesi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil bumi sekaligus bentuk kecintaan terhadap tradisi warisan leluhur yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Suasana semakin hangat ketika Bupati Radityo Egi Pratama tiba di lokasi. Orang nomor satu di Kabupaten Lampung Selatan itu disambut penuh keakraban oleh masyarakat yang sejak pagi bergotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.

Kehadiran Bupati Egi dinilai menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terhadap pelestarian budaya lokal.

Bagi masyarakat Desa Sumur Kumbang, momentum tersebut memiliki makna tersendiri. Selain menjadi tradisi tahunan yang sarat nilai religius dan kebersamaan, kehadiran kepala daerah memberikan semangat baru untuk terus menjaga budaya yang telah diwariskan selama lebih dari dua abad.

Kepala Desa Sumur Kumbang, Armad, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Lampung Selatan beserta jajaran dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan tradisi yang menjadi identitas desa.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan beserta seluruh jajaran. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan tradisi turun-temurun yang harus terus dijaga. Bagi kami, Sedekah Bumi adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki, hasil panen, dan kesehatan yang telah diberikan," ujar Armad.

Rasa syukur dan kebahagiaan juga dirasakan warga. Salah seorang masyarakat, Nur Astuti, mengaku terharu karena untuk pertama kalinya tradisi Sedekah Bumi di Desa Sumur Kumbang dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan.

"Alhamdulillah tahun ini Pak Bupati hadir. Kami sangat berterima kasih karena Pak Bupati telah memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat untuk terus melestarikan tradisi Sedekah Bumi ini," kata Nur Astuti.

Menurut Nur Astuti, tradisi Sedekah Bumi yang rutin dilaksanakan setiap bulan Muharam bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan wujud rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas hasil panen, kesehatan, dan rezeki yang diterima. Karena itu, tradisi tersebut telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan warga Desa Sumur Kumbang.

Hal senada disampaikan salah seorang pemuda desa, Agus. Ia menilai kehadiran Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menjadi dorongan moral bagi generasi muda untuk terus menjaga tradisi yang diwariskan para leluhur.

"Kami senang dan bangga karena Pak Bupati bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami sebagai generasi muda untuk terus menjaga tradisi ini agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh anak cucu nanti," ujar Agus.


Masyarakat berharap perhatian dan dukungan Pemkab Lampung Selatan terhadap pelestarian budaya lokal dapat terus berlanjut. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, tradisi Sedekah Bumi di Desa Sumur Kumbang diharapkan tetap lestari serta menjadi kebanggaan daerah yang terus diwariskan kepada generasi mendatang. 

75.992 Benih Sawit Palsu Digagalkan Beredar, Potensi Kerugian Petani Capai Rp42 Miliar per Tahun


LAMPUNG
– Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Lampung menggagalkan peredaran sebanyak 75.992 butir benih kelapa sawit palsu yang rencananya dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia.

Benih ilegal tersebut diamankan dalam 170 paket selama periode pengawasan 11 Februari hingga 10 April 2026 di Terminal Kargo Bandara Raden Inten II, Lampung.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan benih yang diamankan tidak memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan perkarantinaan. Berdasarkan hasil verifikasi bersama sejumlah pihak terkait, benih beserta dokumen dan label yang menyertainya dipastikan palsu.

“Benih yang ada di depan kita ini dari sisi surat administrasi dan lain sebagainya tidak memenuhi syarat atau palsu karena memang tidak dilengkapi,” kata Karding saat kegiatan pemusnahan benih sawit palsu di Kantor BKHIT Lampung, Jumat (31/7).

Puluhan ribu benih tersebut diketahui menggunakan sedikitnya tiga merek yang dipalsukan dan rencananya akan diedarkan ke 11 daerah di Indonesia.

Menurut Karding, peredaran benih palsu dilakukan melalui sejumlah platform perdagangan daring, seperti TikTok Shop, Shopee, Tokopedia, hingga Lazada. Setelah terjadi transaksi, benih dikirim menggunakan jasa ekspedisi, di antaranya J&T Express dan Lion Parcel.

Petugas juga menemukan dugaan penyamaran identitas pengirim untuk mempersulit proses pelacakan. Nama dan alamat yang tercantum dalam paket diketahui tidak sesuai dengan identitas sebenarnya.

“Alamatnya itu, nama yang tertera di pengiriman dengan aslinya tidak ditemukan. Biasanya mereka juga berpindah. Hari ini dikirim atas nama A, besok B. Modusnya seperti itu,” ujarnya.

Selain menyamarkan identitas, pelaku diduga menggunakan sejumlah modus lain, seperti menyamarkan isi paket dengan mencantumkan jenis barang berbeda, memindahkan lokasi pengiriman, hingga mengantar paket secara langsung ke loket perusahaan ekspedisi.

Karding mengungkapkan, sepanjang 2026 hingga saat ini, pihaknya telah mengamankan sekitar 95 ribu benih atau kecambah kelapa sawit ilegal.

Ia menegaskan, pengawasan terhadap peredaran benih sawit ilegal penting dilakukan karena asal-usul dan kualitas benih tidak dapat dipastikan. Kerugian yang ditimbulkan bahkan baru dapat diketahui setelah tanaman dirawat selama tiga hingga empat tahun dan memasuki masa produksi.

“Kita tidak tahu benih ini bisa menghasilkan setelah tumbuh empat tahun, bisa ada buahnya atau tidak. Kadang-kadang ditemukan justru tidak ada buah, jadi produktivitasnya tidak ada. Yang dirugikan petani kita dan produksi sawit kita,” jelasnya.

Benih palsu tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp1.300 per butir. Harga itu jauh lebih murah dibandingkan benih resmi yang berada di kisaran Rp8.300 per butir.

Perbedaan harga yang cukup besar dinilai berpotensi membuat petani tergiur membeli benih murah tanpa mengetahui kualitas maupun asal-usulnya.

“Orang akan beli yang murah, tapi setelah ditanam ternyata tiga sampai empat tahun setelah tumbuh tidak bisa berbuah,” kata Karding.

Berdasarkan perhitungan Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, apabila seluruh benih tersebut ditanam, luas lahan yang berpotensi terdampak diperkirakan mencapai sekitar 500 hektare. Potensi kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar per bulan atau sekitar Rp42 miliar dalam satu tahun.

Tidak hanya berpotensi menurunkan produktivitas, benih yang tidak melalui pemeriksaan karantina juga berisiko membawa organisme pengganggu tumbuhan, seperti hama, jamur, maupun penyakit yang dapat menyebar ke perkebunan.

“Kalau ada jamur atau penyakit yang ikut dalam benih ini, kemudian setelah ditanam menyebar di kebun, itu bisa merusak ekosistem,” jelas Karding.

Untuk memastikan keaslian benih, Karantina Lampung melakukan verifikasi bersama PT Bina Sawit Makmur, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), PT Dami Mas Sejahtera, serta Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) Provinsi Lampung.

Hasil verifikasi memastikan 75.992 butir benih yang diamankan merupakan benih palsu, termasuk dokumen dan label yang menyertainya.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Desti Arisandi, mengatakan pihaknya memiliki Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih yang bertugas melakukan pengawasan terhadap peredaran benih perkebunan di wilayah Lampung.

Setiap benih yang berasal dari luar Lampung dan beredar di daerah tersebut, kata Desti, akan diperiksa dan dikonfirmasi kepada daerah asal untuk memastikan keaslian label serta sertifikasinya.

“Kalau memang benih dari provinsi lain, kita pastikan, kita cek ke provinsi apakah benih atau label yang dikeluarkan ini asli atau tidak,” ujarnya.

Selain melakukan pengawasan, Dinas Perkebunan Provinsi Lampung juga melaksanakan sertifikasi terhadap benih yang bersumber dari produsen benih di Lampung, baik dalam bentuk biji maupun benih yang siap diedarkan.

“Kita memang sudah melakukan sertifikasi. Memang punya kewenangan dan tugas kita melakukan pengawasan dan pembinaan peredaran benih,” kata Desti.

Sementara itu, penyelidikan terhadap jaringan peredaran benih sawit palsu masih terus dilakukan. Karantina Lampung telah berkoordinasi dengan Polda Lampung dan aparat penegak hukum untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan adanya keterkaitan sejumlah akun penjual di marketplace yang diduga mengarah pada satu jaringan.

“Sekarang teman-teman dari kepolisian, kejaksaan dan PPNS yang ada di kami sedang memproses itu. Kalau memang dua alat bukti terpenuhi, ya harus ditindak pidana,” tegas Karding.

Barantin juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memperketat pengawasan perdagangan komoditas tumbuhan, hewan, dan ikan melalui platform e-commerce.

Menurut Karding, komoditas tersebut tidak seharusnya dapat diperdagangkan secara bebas tanpa dilengkapi dokumen dan sertifikasi yang dipersyaratkan.

“Saya akan mengunjungi Ibu Menteri Komdigi untuk memastikan perdagangan seperti ini harus kita tutup, tidak boleh dibuka aksesnya,” ujarnya.

Selain memperkuat pengawasan pada platform digital, Barantin akan meningkatkan koordinasi dengan perusahaan ekspedisi, asosiasi logistik, hingga kantor pos guna mencegah pengiriman komoditas ilegal.

Pengawasan juga akan diperketat di sejumlah pintu keluar-masuk Lampung, termasuk Pelabuhan Bakauheni, Bandara Raden Inten II, serta jalur tol.

Karding menyebut, sejak 10 April 2026 tidak lagi ditemukan pengiriman benih sawit ilegal dengan pola serupa di wilayah Lampung. Meski demikian, proses penyelidikan terhadap jaringan yang diduga terlibat masih terus berjalan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan peredaran benih kelapa sawit di Indonesia memenuhi standar mutu dan ketentuan karantina, sekaligus melindungi petani dari kerugian akibat penggunaan benih palsu serta mencegah ancaman terhadap produktivitas dan kesehatan tanaman perkebunan nasional.