Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 11 Mei 2026

OJK Lampung Hadiri FORBISDA 2026 HIPMI Lampung, Dorong Penguatan Literasi dan Ekosistem Bisnis Daerah


Bandar Lampung
– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menghadiri kegiatan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026 yang diselenggarakan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Lampung periode 2025–2028 di Emersia Hotel, Bandar Lampung, Senin (11/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, OJK Lampung diwakili oleh Manajer Senior Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Dwi Krisna Yudi. Kehadiran OJK menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan ekosistem usaha dan peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha muda di Provinsi Lampung.

FORBISDA 2026 dihadiri berbagai unsur pemerintah, perbankan, aparat penegak hukum, serta pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI. Forum ini menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan iklim usaha yang sehat serta berkelanjutan.

Perwakilan OJK Lampung menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap layanan jasa keuangan yang aman, legal, dan produktif, terutama bagi pelaku usaha muda dan UMKM yang tengah berkembang. Edukasi keuangan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas usaha serta menjaga keberlangsungan bisnis di tengah dinamika ekonomi.

Selain itu, OJK juga terus mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku UMKM, termasuk pemanfaatan layanan perbankan dan lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi secara resmi.

Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, mengapresiasi kehadiran OJK Lampung dalam FORBISDA 2026. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan regulator jasa keuangan sangat penting untuk membangun kepercayaan serta memperkuat daya saing pengusaha muda di Lampung.

Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh semangat kolaborasi dan diikuti jajaran pengurus HIPMI Lampung, HIPMI PT, BPC HIPMI se-Lampung, serta sejumlah mitra strategis lainnya.

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital


JAKARTA
- Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Firdaus, didampingi Sekretaris Jenderal Makali Kumar, menyatakan dukungannya terhadap perkembangan media digital independen atau yang disebut sebagai “media homeless” atau New Media di Indonesia.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan media sosial telah melahirkan pola baru dalam penyebaran informasi yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada model media konvensional dengan kantor fisik dan struktur organisasi besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Firdaus di sela-sela Fun Walk Dewan Pers bersama awak media dan masyarakat dalam rangka memperingati World Press Freedom Day (WPFD) 2026 yang secara internasional diperingati setiap tanggal 3 Mei, Dewan Pers pada hari ini, 10 Mei 2026.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus menilai fenomena media homeless merupakan realitas baru dalam dunia pers dan komunikasi publik yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan era digitalisasi. Ia berharap keberadaan media jenis tersebut dapat diterima oleh masyarakat pers nasional, termasuk oleh Dewan Pers, sebagai bagian dari ekosistem media massa modern.

“Perkembangan media digital saat ini sudah sangat terbuka. Banyak kreator informasi yang bekerja secara mandiri, tanpa kantor fisik, tetapi mampu menghadirkan informasi secara cepat dan menjangkau audiens luas. Fenomena ini tidak bisa diabaikan,” ujar Firdaus.

*Fenomena Media “Homeless”*

Istilah “media homeless” atau Media Baru merujuk pada saluran informasi atau kreator konten digital yang menyajikan berita maupun informasi layaknya media massa, namun tidak memiliki struktur redaksi konvensional, kantor tetap, maupun sistem administrasi sebagaimana perusahaan pers pada umumnya.

Model ini berkembang pesat melalui platform digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, podcast, maupun media sosial lainnya. Sebagian besar dijalankan secara mandiri dari rumah atau secara remote dengan dukungan perangkat digital sederhana.

Selain menyampaikan informasi aktual, sebagian kreator juga mengembangkan konten berbasis gaya hidup, home living, dekorasi rumah, hingga aktivitas keseharian yang dikemas secara informatif dan menarik.

Dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi, konten tersebut mampu membangun audiens yang besar meskipun diproduksi tanpa fasilitas perusahaan media besar.

Menurut Firdaus, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kini memiliki alternatif baru dalam memperoleh informasi. Karena itu, regulasi pers dinilai perlu lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

Evaluasi terhadap Sistem Verifikasi Media

Dalam kesempatan itu, Firdaus juga menyinggung sistem verifikasi administrasi media yang diterapkan Dewan Pers. Ia menyebut masih banyak perusahaan pers, khususnya media siber daerah dan media kecil, yang mengalami kesulitan memenuhi persyaratan verifikasi.

Firdaus menggambarkan kondisi tersebut sebagai bentuk “hambatan administrasi” karena persyaratan yang dianggap cukup berat bagi sebagian pelaku media di tengah tekanan ekonomi industri pers saat ini, sehingga dapat menjadi penghambat kemerdekaan pers.

Sehingga syarat verifikasi media, antara lain, harus dievaluasi dan disesuaikan dengan ruh UU Pers. Secara administratif, cukup berbadan hukum dan operasionalnya fokus pada penegakan Kode Etik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Dewan Pers tidak perlu masuk ke ranah konstituen seperti urusan newsroom, kompetensi wartawan, apalagi cawe-cawe ikut mengurusi masalah Departemen Tenaga Kerja dan Departemen Kesehatan.

Verifikasi wajib, dalam rangka pendataan, syarat cukup perusahaan harus berbadan hukum dan Dewan Pers sebagai fasilitator fokus saja pada penegakan etika jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Syarat dan ketentuan verifikasi saat ini, menurut Firdaus, banyak kendala. 

“Banyak media yang tetap menjalankan fungsi jurnalistik dan memberikan informasi kepada masyarakat, tetapi terkendala syarat administratif yang cukup berat. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” kata Firdaus.

*Dorong Revisi Regulasi Pers*

Firdaus berharap Dewan Pers dapat melakukan penyesuaian regulasi agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan pola kerja media digital modern.
Menurutnya, verifikasi media sebaiknya tetap menjaga kualitas dan profesionalisme pers, namun tidak menjadi hambatan yang memberatkan bagi perusahaan pers kecil maupun media digital independen. Ia menegaskan bahwa perusahaan pers tetap harus berbadan hukum dan terdata di Dewan Pers sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, namun mekanisme verifikasi perlu disederhanakan agar lebih inklusif.
“Yang terpenting adalah media tetap menjalankan fungsi pers secara bertanggung jawab, menjunjung etika jurnalistik, dan memiliki legalitas sesuai undang-undang. Regulasi harus mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Perdebatan mengenai keberadaan media independen dan standar verifikasi pers diperkirakan akan terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital di Indonesia. Di satu sisi, verifikasi dinilai penting untuk menjaga kredibilitas dan profesionalisme pers, namun di sisi lain muncul tuntutan agar regulasi lebih fleksibel terhadap model media baru yang lahir dari perkembangan teknologi digital.

Firdaus juga menyampaikan, ketika syarat dan ketentuan verifikasi media telah disesuaikan dengan ruh UU Pers, diharapkan media baru dapat menjadi bagian dari organisasi konstituen Dewan Pers. Sehingga dengan adanya evaluasi tersebut, tangan Dewan Pers dapat menjangkau media baru, sehingga pendataan yang diamanatkan UU Pers dapat membangun iklim pers Indonesia yang sehat dan merdeka.(*)

Gubernur Mirza Apresiasi LaSEF 2026, Dorong Transformasi Ekonomi Syariah Lampung


Bandar Lampung
— Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 yang digelar pada 8–10 Mei 2026 di Lampung City Mall sukses menarik antusiasme masyarakat. Hingga penutupan kegiatan, festival ekonomi syariah tersebut berhasil mendatangkan sekitar 7 ribu pengunjung serta mencatatkan penjualan mencapai ratusan juta rupiah.

Tak hanya itu, LaSEF 2026 juga berhasil menjembatani kebutuhan pembiayaan pelaku usaha melalui komitmen business matching senilai Rp230 miliar untuk tahun 2026 bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung dan perbankan syariah.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Provinsi Lampung tersebut menghadirkan berbagai program strategis yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari pemberdayaan UMKM, penguatan halal lifestyle, literasi ekonomi syariah, talkshow edukatif, hingga kompetisi kreatif berbasis ekonomi syariah.

Lebih dari 40 pelaku usaha turut ambil bagian dalam festival ini dengan menghadirkan beragam produk unggulan, seperti kuliner halal, olahan pangan dan minuman, kopi khas Lampung, hingga produk wastra daerah. Berbagai perlombaan juga digelar untuk mendukung pengembangan talenta generasi muda, di antaranya Lampung Brewpreneur Challenge 2026, Harmony in Syariah: Nasyid Competition, serta Kompetisi Dakwah Ekonomi Syariah.

Selain itu, LaSEF 2026 turut menghadirkan booth Ketahanan Pangan melalui pembagian bibit cabai gratis kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan halal value chain dan kemandirian pangan daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menyampaikan bahwa LaSEF 2026 merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan syariah, akademisi, pondok pesantren, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi penyelenggaraan LaSEF 2026 yang dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan terhadap pembangunan daerah.

Menurut Gubernur, berbagai program yang dihadirkan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Lampung, khususnya pada penguatan industri halal, pengembangan UMKM, dan kemandirian pesantren.

Ia juga mengapresiasi program Wakaf Sumur Produktif yang dinilai menjadi solusi konkret dalam mendukung produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan El Nino.

“Satu sumur, membawa seribu keberkahan,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, LaSEF 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia sepakat bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Momentum LaSEF 2026 diharapkan menjadi pijakan awal dalam memperkuat transformasi ekonomi daerah yang berlandaskan nilai keberlanjutan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya menjadi ajang promosi dan edukasi, LaSEF 2026 juga menjadi bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatra 2026. Para pemenang kompetisi dalam rangkaian kegiatan tersebut nantinya akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang FESyar Sumatra 2026.

Melalui penguatan literasi ekonomi syariah, pengembangan talenta kreatif, dan keterlibatan generasi muda, Bank Indonesia optimistis Provinsi Lampung mampu meningkatkan daya saing ekonomi syariah di tingkat regional maupun nasional.

Minggu, 10 Mei 2026

SMSI Lampung Tekankan Komitmen Organisasi dan Kesiapan Hadapi Verifikasi Dewan Pers

BANDAR LAMPUNG
– Dinamika transformasi media siber di daerah menuntut adanya penguatan kelembagaan dan peningkatan standar profesionalisme perusahaan pers. Hal ini menjadi salah satu fokus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bandar Lampung dalam momentum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) SMSI se-Lampung.

Rakerda yang mengusung tema *“Sinergi dan Kolaborasi SMSI Perkuat Digitalisasi dan Dorong Profesionalisme Media Siber di Daerah”* tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan arah kebijakan organisasi, terutama dalam membangun ekosistem media yang lebih tertata dan sesuai standar Dewan Pers.

Ketua Jefri Arifin menegaskan bahwa SMSI Bandar Lampung selama ini tidak hanya berperan sebagai wadah organisasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun sistem kerja media yang lebih profesional dan terstruktur.

Ia menyebutkan bahwa sepanjang kepemimpinannya, SMSI Bandar Lampung telah aktif mendukung penyebaran informasi publik, baik pada level daerah maupun nasional.

“SMSI Bandar Lampung selama masa kepemimpinan telah menjalankan tugas sebagaimana mestinya sesuai arahan provinsi, termasuk dalam mendukung rilis berita pusat maupun daerah,” ujar Jefri.

Namun demikian, ia menilai bahwa tantangan ke depan tidak hanya terletak pada produksi dan distribusi informasi, melainkan juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik. Salah satu aspek yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Menurut Jefri, penguatan kapasitas jurnalis menjadi faktor penting dalam memastikan media siber mampu bersaing secara sehat di tengah ketatnya arus informasi digital.

“Kami berharap adanya dukungan, dorongan, dan bantuan dari SMSI Provinsi Lampung, khususnya dalam pelaksanaan UKW,” ujarnya.

Dari sisi kelembagaan, Jefri juga mengungkapkan bahwa hingga periode 2025–2026, terdapat sekitar 45 perusahaan media yang tergabung dalam SMSI Bandar Lampung di luar kepengurusan tingkat provinsi. Jumlah tersebut menunjukkan perkembangan organisasi yang cukup signifikan di tingkat kota.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pertumbuhan kuantitas harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Ke depan, SMSI Bandar Lampung akan memperkuat sosialisasi kepada seluruh anggotanya terkait pentingnya pemenuhan standar administrasi dan verifikasi perusahaan pers sebagaimana yang ditetapkan oleh Dewan Pers.

Langkah ini mencakup kelengkapan data perusahaan, struktur organisasi yang jelas, serta pemenuhan standar profesionalisme lainnya yang menjadi syarat dalam ekosistem pers yang sehat.

“Kami akan terus menyosialisasikan kepada anggota agar melengkapi data perusahaan dan mematuhi standar yang ditetapkan Dewan Pers,” tegas Jefri.

Upaya tersebut dipandang sebagai bagian dari proses transformasi kelembagaan SMSI Bandar Lampung, yang tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi, tetapi juga pada peningkatan kualitas industri media siber di tingkat daerah secara berkelanjutan.

Lepaskan Tembakan Saat Beraksi, Satu Dari Dua Pelaku Curanmor Bersenpi di Bandar Lampung Ditangkap


Bandar Lampung
- Satu dari dua pelaku pencurian sepeda motor bersenjata api yang sempat viral usai melepaskan tembakan saat beraksi di Kota Bandar Lampung akhirnya berhasil diringkus polisi.

Pelaku berinisial AY (32), warga Sekampung Udik, Lampung Timur, ditangkap petugas pada Kamis (7/5/2026) dini hari di kediamannya. Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena pelaku mencoba melawan saat hendak diamankan.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mengatakan, pihaknya masih memburu satu pelaku lainnya berinisial AG yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Rekan pelaku sudah kita identifikasi dan masih terus kami lakukan pengejaran,” kata Kombes Pol Alfret, Jumat (8/5/2026).

Dalam menjalankan aksinya, AY berperan sebagai eksekutor atau pemetik, sementara AG bertindak sebagai joki.

“Kawanan ini selalu membekali diri dengan senjata api rakitan, dan ini masih terus kami dalami,” ujarnya.

AY diketahui merupakan residivis kasus curanmor yang baru bebas dari penjara pada Februari 2024 lalu. Polisi menduga komplotan ini telah beraksi di lebih dari satu tempat kejadian perkara (TKP).

“Dugaan kami, kawanan ini melakukan aksi curanmor lebih dari satu TKP dan masih terus kami kembangkan,” jelasnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 3 April 2026, di parkiran Toko Fantastic Tailor, kawasan Palapa, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung.

Saat itu, AY berusaha membawa kabur sepeda motor milik salah satu karyawan toko. Namun aksinya dipergoki korban yang langsung melakukan pengejaran.

Dalam pelariannya, AY sempat tertabrak kendaraan hingga terjatuh. Saat warga hendak menangkapnya, AG datang sambil melepaskan tembakan menggunakan senjata api rakitan ke arah warga.

“Tembakan itu membuat situasi mencekam dan dimanfaatkan kedua pelaku untuk melarikan diri dari kepungan massa sambil membawa motor curian,” ungkap Kombes Pol Alfret.

Polisi juga mengungkap fakta bahwa senjata api rakitan yang digunakan pelaku ternyata diperoleh dengan cara menyewa. Saat ini, senjata tersebut masih dibawa kabur oleh AG.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Sabtu, 09 Mei 2026

Respons Cepat Babinsa Selamatkan Warga dari Kebakaran Gudang Sparepart


Bandar Lampung
— Aksi cepat Babinsa Koramil 410-02/Teluk Betung Selatan (TBS), Sertu Abidin, berhasil membantu menyelamatkan warga dan meminimalisir dampak kebakaran gudang sparepart mobil bekas yang terjadi di Jalan Ikan Kembung RT 46/LK 3, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Sabtu pagi (9/5/2026).

Kebakaran melanda gudang milik Sa’id (55), yang berisi ribuan sparepart seken mobil seperti bemper, karet ban, dan berbagai komponen otomotif lainnya.

Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 08.00 WIB sebelum akhirnya laporan diteruskan kepada aparat setempat.

Sertu Abidin yang saat itu sedang melaksanakan patroli wilayah langsung bergerak menuju lokasi usai menerima informasi dari Ketua RT 46, Iwan, sekitar pukul 08.20 WIB.

“Saya langsung menuju lokasi untuk membantu evakuasi warga dan mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Kami juga mengatur jalur agar proses pemadaman berjalan lancar,” ujar Sertu Abidin.

Di lokasi kejadian, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas, Linmas, aparat kelurahan, dan warga setempat bahu membahu mengendalikan situasi sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Sekitar 30 menit kemudian, empat unit mobil pemadam kebakaran milik Damkar Kota Bandar Lampung dengan 20 personel tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Berkat koordinasi yang cepat dan terarah, api berhasil dilokalisir sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Api akhirnya berhasil dipadamkan total sekitar pukul 09.30 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, sekitar 75 persen isi gudang dilaporkan hangus terbakar dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta.

Pemilik gudang, Sa’id, mengaku bersyukur karena tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesigapan aparat dan warga yang membantu proses penanganan kebakaran.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Saya sangat berterima kasih kepada Pak Babinsa dan semua warga yang cepat membantu saat kebakaran terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Aksi sigap Sertu Abidin pun mendapat apresiasi dari jajaran Kodim 0410/KBL. Komandan Kodim 0410/KBL dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat.

“Sertu Abidin telah menunjukkan profesionalisme, kepedulian, dan jiwa kemanusiaan yang tinggi dalam membantu masyarakat menghadapi musibah,” demikian pernyataan Dandim 0410/KBL.

Polisi Ditintelkam Polda Lampung Gugur Ditembak Komplotan Curanmor di Bandar Lampung


Lampung
- Kepolisian Daerah Lampung berduka atas gugurnya salah satu personelnya, Brigadir Arya Supena, anggota Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Lampung, yang meninggal dunia usai ditembak komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor), Sabtu pagi (9/5/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi di halaman Toko Yuzi Akmal, Jalan ZA Pagaralam, Kelurahan Labuhan Ratu, Bandar Lampung sekitar pukul 05.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Brigadir Arya yang tengah melintas melihat dua pria diduga pelaku curanmor sedang berupaya membobol kunci stang sepeda motor Honda Beat milik warga.

Sebagai anggota kepolisian, korban langsung memberikan teguran dan berusaha menggagalkan aksi pencurian tersebut. Namun, para pelaku justru bertindak nekat dan brutal.

Salah satu pelaku diketahui mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan dari jarak dekat yang mengenai bagian kepala korban.

Meski Brigadir Arya mengenakan helm pelindung, peluru dilaporkan menembus dari sisi kanan hingga kiri kepala sehingga menyebabkan luka sangat serius.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Usai melakukan penembakan, kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Bahkan, sebelum kabur, pelaku sempat menodongkan senjata api ke arah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Pihak kepolisian kini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku. Tim gabungan dari Polda Lampung disebut telah dikerahkan guna mengungkap identitas serta menangkap komplotan bersenjata tersebut.

“Kami tidak akan tinggal diam. Tim gabungan telah dikerahkan untuk mengejar pelaku yang sangat berbahaya ini,” ujar pihak kepolisian.

Gugurnya Brigadir Arya Supena menjadi duka mendalam bagi institusi kepolisian sekaligus masyarakat.

Tindakan korban yang berupaya menggagalkan aksi kejahatan meski sedang tidak dalam tugas resmi mencerminkan dedikasi dan pengabdian tinggi sebagai aparat penegak hukum.

Gubernur Lampung Hadiri Pelantikan ISPI Lampung 2026–2031, Dorong Penguatan Sektor Peternakan


Bandar Lampung
— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Provinsi Lampung periode 2026–2031 yang berlangsung di ASTON Lampung City Hotel, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum ISPI, Audy Joinaldy menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap sektor peternakan.

Menurutnya, Gubernur Lampung merupakan sosok yang memahami dunia peternakan dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

“Pak Gubernur Mirza cukup menguasai dunia peternakan. Kontribusi sektor peternakan di Lampung mencapai sekitar 10 persen terhadap PDRB Provinsi Lampung.

 Karena itu kami menitipkan pesan kepada ISPI Lampung agar terus mendukung kebijakan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Audy.

Ia menjelaskan, ISPI Lampung menjadi salah satu kepengurusan yang aktif dengan jumlah anggota cukup besar di Indonesia. Anggota ISPI berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, profesional, perbankan, pengusaha hingga politisi yang bersama-sama mendukung kemajuan peternakan di Lampung.

Audy juga menyoroti dampak positif program pemerintah pusat terhadap sektor peternakan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai ikut membantu peningkatan ekonomi peternak di daerah.

“Alhamdulillah dengan adanya MBG ikut membantu dunia peternakan, bukan hanya di Lampung tetapi juga secara nasional. Harga telur di Lampung saat ini cukup bagus, harga ayam juga stabil. Ini tentu berdampak baik bagi peternak dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sektor peternakan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama melalui produksi telur, ayam, sapi dan kambing yang menjadi komoditas unggulan Lampung.

Ia menambahkan, Lampung merupakan salah satu provinsi dengan kekuatan peternakan yang besar secara nasional, baik pada sektor unggas maupun peternakan sapi dan kambing dari sisi populasi serta produksinya.

Audy berharap kepengurusan ISPI Lampung yang baru dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung berbagai kebijakan pembangunan peternakan.

“Harapan saya satu, terus bersinergi dengan pemerintah provinsi.

Ternyata banyak kebijakan Pak Gubernur yang pro terhadap dunia peternakan karena beliau memahami bahwa sektor ini menjadi salah satu penyumbang penting ekonomi Lampung,” pungkasnya.

Ketum ISPI Sebut Lampung Strategis Penopang Ketahanan Pangan Nasional


Bandar Lampung
 — Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) menegaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor peternakan dan pertanian untuk wilayah Pulau Jawa.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan yang dihadiri kalangan akademisi, pelaku usaha, birokrat, hingga tokoh legislatif. Ia menjelaskan bahwa ISPI saat ini terus berkembang dengan kepengurusan wilayah yang telah tersebar hampir di seluruh Indonesia, termasuk Papua.

Menurutnya, keberagaman latar belakang anggota ISPI menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan sektor peternakan nasional. “ISPI dihuni oleh berbagai profesi yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan peternakan dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menilai kontribusi subsektor peternakan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung yang mendekati 10 persen menunjukkan bahwa sektor tersebut menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Selain itu, perkembangan industri peternakan di Lampung dinilai semakin menggeliat. Produksi ayam, telur, hingga sapi terus menunjukkan peningkatan dan menjadi potensi besar dalam menopang kebutuhan pangan nasional.

Ketua Umum ISPI juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan para pelaku usaha peternakan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan penguatan sektor peternakan.

Di sisi lain, ia menyoroti tantangan nasional yang masih dihadapi sektor peternakan, terutama tingginya ketergantungan impor untuk kebutuhan susu dan bibit unggul. Karena itu, ia berharap Lampung dapat terus memperkuat kapasitas produksi dan pengembangan peternakan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah sekaligus mendukung kemandirian pangan nasional.

Menutup sambutannya, Ketua Umum ISPI mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi mendukung program pemerintah demi kemajuan sektor peternakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Lampung.

Wapres Gibran Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 Bandar Lampung, Tekankan Semangat dan Kenyamanan Belajar Siswa


Bandar Lampung
— Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 Bandar Lampung, Jumat (8/5/2026), sebagai bagian dari kunjungan kerja di Provinsi Lampung.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif dan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa.

Dalam peninjauan itu, Wapres berkeliling melihat sejumlah ruang kelas, menyapa siswa, serta berdialog dengan tenaga pengajar.

Wapres juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kualitas pembelajaran dan kondisi emosional siswa agar tetap termotivasi selama menempuh pendidikan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, Wapres memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan siswa, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga psikologis.

“Pesan Pak Wapres tadi bagaimana anak-anak tetap diperhatikan, diawasi, dan dipantau. Bukan hanya kualitas pelajarannya, tetapi emosionalnya juga agar semangat dan motivasi belajar mereka tetap terjaga,” ujar Rahmat usai mendampingi peninjauan.

Menurut Rahmat, program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintah saat ini menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa.

“Program sekolah rakyat semakin berkembang dan kualitasnya mulai menunjukkan hasil yang baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres turut meninjau kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Inggris yang diikuti siswa dengan antusias. 

Suasana hangat terlihat saat Wapres menyimak proses pembelajaran dan berdialog singkat dengan siswa maupun pengajar.

Guru Bahasa Inggris, Ratna Wulandari, mengungkapkan bahwa Wapres memberikan apresiasi terhadap kegiatan pembelajaran tersebut sekaligus mendorong peningkatan kualitas ke depan.

“Tadi Bapak bilang ini sudah bagus, tinggal ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Wapres juga berpesan kepada para siswa agar terus semangat belajar demi meraih cita-cita di masa depan.

Melalui kunjungan ini, pemerintah berharap pelaksanaan pendidikan di Sekolah Rakyat dapat semakin optimal dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi generasi muda Indonesia.