Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 Juli 2026

Program TMMD KE-129 KODIM 0410/KBL Bedah Rumah Warga


BANDAR LAMPUNG
– Harapan baru terpancar dari wajah Bapak Syahrul, warga Jalan Nangka 1, RT 03 LK II, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak huni, kini mulai berbenah dan menunjukkan perubahan signifikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0410/KBL.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, meninjau langsung proses pembangunan rumah tersebut pada Rabu (29/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target sekaligus melihat secara langsung progres pengerjaan yang melibatkan prajurit TNI bersama masyarakat setempat.

Sejak pengerjaan dimulai, personel TNI bersama warga terus bergotong royong mempercepat proses renovasi rumah milik Bapak Syahrul. Sinergi tersebut menjadi gambaran nyata semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Memasuki hari pelaksanaan, proses pembangunan telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sejumlah pekerjaan fisik terus dikebut, di antaranya pemasangan rangka atap sebagai bagian dari penguatan struktur bangunan, pemlesteran dinding bagian dalam untuk meningkatkan kenyamanan hunian, serta pemlesteran dinding bagian luar guna memperkuat konstruksi sekaligus memperindah tampilan rumah.

Kolonel Arm Roni Hermawan mengatakan, program RTLH tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat.

"Program RTLH ini bukan sekadar membangun tembok dan memasang atap, melainkan menghadirkan kembali martabat dan rasa aman bagi warga kami. Kami menargetkan pengerjaan presisi dan selesai tepat waktu agar keluarga Bapak Syahrul segera menempatinya dengan nyaman," tegas Kolonel Arm Roni Hermawan saat meninjau lokasi.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi salah satu kekuatan utama pelaksanaan TMMD. Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga diharapkan dapat mempererat hubungan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Bagi Bapak Syahrul dan keluarganya, program bedah rumah tersebut menjadi secercah harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung, kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih kokoh dan memberikan asa baru bagi keluarganya.

Melalui program TMMD ke-129, Kodim 0410/KBL terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan mendorong semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di wilayah Kota Bandar Lampung.

Gotong Royong, Prajurit Yonif 7 Marinir Bersama Warga Bongkar dan Rapikan Masjid An Nikmah


PESAWARAN
– Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditunjukkan oleh prajurit Batalyon Infanteri 7 Marinir. Bersama masyarakat setempat, prajurit Yonif 7 Marinir melaksanakan kegiatan gotong royong berupa pembongkaran dan perapian Masjid An Nikmah di Desa Sanggi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian prajurit Yonif 7 Marinir kepada masyarakat. Pembongkaran dan penataan area masjid dilakukan sebagai bagian dari persiapan renovasi total Masjid An Nikmah, sehingga nantinya dapat kembali dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat ibadah yang lebih nyaman, aman, dan layak.

Dalam kegiatan tersebut, prajurit Marinir bersama warga saling bahu-membahu membersihkan dan merapikan puing-puing sisa pembongkaran. Kebersamaan yang terjalin menunjukkan kuatnya semangat gotong royong sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Kehadiran prajurit Yonif 7 Marinir di tengah masyarakat pun mendapat sambutan positif dari warga. Dengan penuh semangat, masyarakat turut berpartisipasi dalam proses pembongkaran dan pembersihan lingkungan masjid.

Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir menyampaikan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, untuk senantiasa hadir dan memberikan solusi di tengah kesulitan masyarakat.

“Keterlibatan Prajurit Batalyon Infanteri 7 Marinir dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, untuk selalu hadir dan memberikan solusi di tengah kesulitan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan gotong royong seperti ini tidak hanya membantu mempercepat proses persiapan renovasi masjid, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Melalui kegiatan tersebut, Yonif 7 Marinir menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan terus terpelihara sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih baik serta mempererat hubungan harmonis antara prajurit TNI dan masyarakat.

Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat, OJK Lampung Kukuhkan Bunda Literasi Keuangan se-Provinsi


BANDAR LAMPUNG
– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung memperkuat gerakan edukasi dan literasi keuangan masyarakat melalui pengukuhan Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung dan Bunda Literasi Keuangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Puncak Festival Literasi yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).

Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas gerakan literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Lampung. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta penguatan perlindungan konsumen dari berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Bunda Literasi Keuangan diharapkan dapat menjadi figur inspiratif sekaligus motor penggerak edukasi keuangan di tengah keluarga dan masyarakat. Peran tersebut dinilai penting dalam mendorong masyarakat agar semakin cakap mengelola keuangan, membangun budaya menabung dan berinvestasi secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga berbagai modus penipuan keuangan digital.

Dalam sambutan Kepala OJK Provinsi Lampung yang dibacakan Deputi Direktur Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kemitraan dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, disampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Keuangan merupakan sebuah amanah mulia dalam wadah Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

"Ibu-ibu adalah agent of change, sosok penggerak yang akan merangkul para perempuan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM kita agar semakin cerdas dan cermat berurusan dengan keuangan," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan tangguh secara ekonomi. Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga membentuk perilaku masyarakat agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

"Literasi keuangan bukan hanya tentang memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang bijak. Kehadiran Bunda Literasi Keuangan di setiap kabupaten dan kota diharapkan menjadi penggerak edukasi yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga dan komunitas," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi sinergi yang terbangun antara OJK, pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan peningkatan literasi keuangan di Provinsi Lampung.

Jihan mendorong seluruh Bunda Literasi Keuangan agar terus hadir sebagai penggerak di tengah masyarakat dengan menjangkau lingkungan keluarga, sekolah, desa, taman bacaan, hingga berbagai komunitas.

"Sebab sesungguhnya budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya, dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar," ucapnya.

Adapun Bunda Literasi Keuangan yang dikukuhkan yakni Purnama Wulan Sari Mirza sebagai Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung. Sementara Bunda Literasi Keuangan kabupaten/kota masing-masing adalah Hj. Eva Dwiana untuk Kota Bandar Lampung; Hj. Elfianah, S.E. untuk Kabupaten Mesuji; Herlinawati Qudrotul, S.H. untuk Kabupaten Tulang Bawang; Partinia, S.Pd., M.M. untuk Kabupaten Lampung Barat; Zita Anjani, S.Sos., M.Sc. untuk Kabupaten Lampung Selatan; Ayu Asalasiyah, S.Ked. untuk Kabupaten Way Kanan; Drg. Meri Farida Hamartoni untuk Kabupaten Lampung Utara; Dian Hardiyanti, S.ST., M.M. untuk Kabupaten Pesisir Barat; Rahayu Sri Astutik untuk Kabupaten Pringsewu; Ni Ketut Dewi Nadi, S.T. untuk Kabupaten Lampung Tengah; Eni Sumiati Bambang, S.I.P. untuk Kota Metro; Dra. Hj. Siti Mahmudah, M.Pd. untuk Kabupaten Tanggamus; Aria Sandi, S.E., M.M. untuk Kabupaten Pesawaran; Hj. Huzaimah Azwar Hadi, S.E. untuk Kabupaten Lampung Timur; serta Novianti Novriawan untuk Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Dalam kesempatan yang sama, OJK Provinsi Lampung juga memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para Bunda Literasi Keuangan. Selain itu, digelar Talkshow Edukasi Keuangan bagi pelajar dan mahasiswa, layanan konsumen dan masyarakat, layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta pembukaan Pojok Literasi Keuangan.

Berbagai layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dan pemahaman yang lebih baik terkait literasi keuangan, sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin terlindungi dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

Melalui pengukuhan ini, Bunda Literasi Keuangan Provinsi dan Kabupaten/Kota diharapkan mampu menginisiasi berbagai program edukasi yang menyasar kelompok masyarakat secara lebih luas, mulai dari perempuan, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, pekerja, petani, nelayan, penyandang disabilitas, lansia, hingga kelompok masyarakat prioritas lainnya.

OJK bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Lampung yang semakin cerdas, tangguh, dan terlindungi dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Putus Mata Rantai Kemiskinan, Satu Siswa Asal Kelumbayan Diberangkatkan ke Kota Baru


TANGGAMUS
– Program Sekolah Rakyat (SR) menjadi salah satu bentuk afirmasi pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Program ini merupakan implementasi Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Sekolah Rakyat merupakan sekolah gratis berasrama yang diperuntukkan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya yang berada pada desil terendah dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Seluruh kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan ditanggung oleh pemerintah pusat, mulai dari seragam, perlengkapan sekolah, uang saku hingga kebutuhan transportasi.

Di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat dilakukan oleh Kementerian Sosial melalui Pendamping Sosial Non Kebencanaan (PSNK) wilayah kerja Kecamatan Kelumbayan. Penjangkauan dilakukan berdasarkan data DTSEN dan dilanjutkan dengan survei langsung ke lapangan.

Dari hasil penjangkauan tersebut, satu orang calon siswa dinyatakan lolos secara administrasi dan memenuhi kriteria sebagai siswa Sekolah Rakyat. Siswa tersebut adalah Ahmad Sulton, putra pasangan Jayadi dan Sri Wahyanti, warga Pekon Penyandingan, Dusun Pematang Nebak, Kecamatan Kelumbayan.

Ahmad Sulton dijadwalkan berangkat ke Bandar Lampung pada Kamis, 30 Juli 2026. Selanjutnya, pada Jumat, 31 Juli 2026, ia akan diterima dan mulai menempati asrama Sekolah Rakyat di Kota Baru, Jati Agung, Provinsi Lampung.

Pelepasan dan pemberangkatan Ahmad Sulton secara seremonial dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Kelumbayan, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Kelumbayan Ali Imron, SH, MM, dan dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Tanggamus Romzi Edy, Kepala Pekon Penyandingan Syarif Zulkarnain, pendamping sosial Kecamatan Kelumbayan, aparat pekon, staf kecamatan, serta keluarga siswa.

Dalam sambutannya, Camat Kelumbayan Ali Imron berpesan agar Ahmad Sulton dapat mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat dengan sungguh-sungguh. Ia juga meminta Sulton menjaga kesehatan, disiplin, serta senantiasa menaati seluruh peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan asrama.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan, dan ikuti seluruh peraturan serta tata tertib yang ada di asrama Sekolah Rakyat," pesan Ali Imron.

Sementara itu, Kepala Pekon Penyandingan Syarif Zulkarnain meminta Ahmad Sulton mempersiapkan mental dan fisik sebelum menjalani kehidupan sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Ia berharap Sulton dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dan pembinaan selama berada di asrama. Menurutnya, investasi pendidikan merupakan salah satu cara paling strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan dan membuka jalan menuju kesejahteraan keluarga.

"Kami berharap melalui program Sekolah Rakyat ini, kelak dapat terwujud kesejahteraan bagi keluarga dan menjadi jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Tanggamus Romzi Edy, S.Pd.I., memberikan motivasi kepada Ahmad Sulton agar bersungguh-sungguh mengikuti seluruh proses pendidikan dan pembinaan selama berada di asrama Sekolah Rakyat.

Romzi berharap Sulton dapat menjadi kebanggaan orang tua sekaligus membawa nama baik Kecamatan Kelumbayan. Ia juga berharap ke depan kuota penjangkauan dan penerimaan siswa Sekolah Rakyat dari Kecamatan Kelumbayan dapat terus ditambah.

"Kalau tahun kemarin satu siswa, tahun ini juga satu siswa. Harapan kita, tahun-tahun berikutnya penjangkauan dan kuotanya bisa lebih banyak lagi, sehingga semakin banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Kelumbayan yang mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan melalui Sekolah Rakyat," kata Romzi.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan secara layak dan berkualitas.

Ia meyakini, program tersebut ke depan akan melahirkan generasi unggul yang mampu meningkatkan taraf hidup keluarga sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.

Romzi juga berharap Ahmad Sulton dapat menjadi teladan dan motivator bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera lainnya di Kecamatan Kelumbayan.

"Ananda Sulton harus sungguh-sungguh mengikuti proses penggemblengan selama di asrama. Patuhi aturan yang ada, disiplin, dan jadilah petarung yang datang dari pelosok Kelumbayan," tegasnya.

Ia juga berpesan agar Sulton tidak merasa rendah diri karena berasal dari daerah pelosok atau dari keluarga yang kurang mampu. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dijadikan sebagai motivasi untuk terus berjuang dan meraih prestasi.

"Jangan minder karena kita anak pelosok. Jangan berkecil hati karena kita anak orang tidak punya. Justru kondisi itu harus kita jadikan motivasi untuk memacu diri agar tampil unggul di medan juang ilmu," pungkas Romzi.

Keberangkatan Ahmad Sulton menjadi momentum penting bagi Kecamatan Kelumbayan. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang mandiri, unggul, dan mampu membawa perubahan bagi keluarga serta masyarakat di masa mendatang.

Evaluasi Progjagar Semester 1, Pangdam XXI/RI Tekankan Beberapa Point Penting


Lampung Tengah
– Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), memimpin Rapat Evaluasi Program Kerja dan Anggaran (Progjagar) Semester 1 Kodam XXI/Radin Inten di PT Great Giant Foods (GGF), Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (27/7/2026). 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi kinerja organisasi, tetapi juga memperkuat sinergi strategis antara TNI AD dan dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan serta pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Pangdam XXI/RI menegaskan bahwa evaluasi program harus berorientasi pada hasil, sehingga setiap kegiatan tidak hanya memenuhi target administrasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah penguatan program ketahanan pangan. Pangdam menginstruksikan para Dandim untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong milik pemerintah daerah maupun PTP. Pengembangan komoditas pisang Cavendish dan peternakan ayam petelur juga didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sektor pangan di wilayah.

Selain itu, Pangdam menekankan pentingnya kehadiran para komandan di lapangan. Dandim dan Danramil diminta lebih aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mendukung stabilitas wilayah dan keberhasilan pembinaan teritorial.

Di bidang teritorial, Pangdam juga mengarahkan inventarisasi kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan sumur bor di wilayah yang mengalami kesulitan air, sebagai dasar penyusunan program ke depan. Sementara itu, pengelolaan anggaran, termasuk rehabilitasi fasilitas satuan melalui swakelola, harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Usai rapat, rombongan meninjau fasilitas produksi PT Great Giant Foods dan peternakan sapi perah. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai penerapan agribisnis modern sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih erat antara Kodam XXI/Radin Inten dan dunia usaha dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Melalui evaluasi Program Kerja dan Anggaran ini, Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Sinergi dengan dunia usaha diharapkan semakin memperkuat kontribusi bersama dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan daerah, serta terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Provinsi Lampung dan Bengkulu.

Rapat dihadiri Kasdam XXI/RI Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol, Irdam XXI/RI Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han, Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, para pejabat utama Kodam, Komandan Satuan, Kepala Badan Pelaksana, serta jajaran manajemen PT Great Giant Foods yang dipimpin Corporate Affairs Director PT Great Giant Pineapple Welly Soegiono.

Senin, 27 Juli 2026

Danyonif 7 Marinir Dampingi Danbrigif 4 Marinir/BS Bangun Sinergi Lintas Instansi


BANDAR LAMPUNG
– Dalam rangka memperkuat sinergitas dan soliditas lintas instansi, Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir (Danyonif 7 Marinir) turut mendampingi rangkaian kunjungan kerja Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Danbrigif 4 Marinir/BS) kepada Kapolda Lampung dan Wali Kota Bandar Lampung, Senin (27/7/2026).

Kunjungan silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus meningkatkan koordinasi dan komunikasi strategis antara Korps Marinir TNI Angkatan Laut dengan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Lampung serta Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Rangkaian kunjungan diawali dengan mendatangi Mapolda Lampung. Danbrigif 4 Marinir/BS bersama Danyonif 7 Marinir dan jajaran Dansatlak wilayah Lampung disambut oleh Kapolda Lampung beserta jajaran di ruang kerja Kapolda.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Wali Kota Bandar Lampung dan disambut hangat oleh Wali Kota Bandar Lampung beserta jajaran pejabat Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai bentuk kolaborasi dan sinergi strategis antara TNI Angkatan Laut, khususnya Brigif 4 Marinir/BS dan Yonif 7 Marinir, dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Polda Lampung.

Pembahasan mencakup upaya memperkuat koordinasi dalam mendukung program pembangunan daerah, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta kesiapsiagaan dan penanganan potensi bencana alam di wilayah Kota Bandar Lampung dan sekitarnya.

Danbrigif 4 Marinir/BS menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Kapolda Lampung dan Wali Kota Bandar Lampung beserta jajaran.

Ia juga menegaskan komitmen Korps Marinir TNI AL untuk terus membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta senantiasa siap mendukung dan membantu pemerintah daerah maupun kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan situasi yang kondusif, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Sinergitas lintas instansi tersebut diharapkan dapat terus terpelihara dan semakin kuat, sehingga mampu memperkuat koordinasi serta meningkatkan efektivitas dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang berkembang di wilayah Lampung, khususnya Kota Bandar Lampung.

Sabtu, 25 Juli 2026

Terekam CCTV, Dua Pria Pencuri Handle Pintu Kuningan di Bandar Lampung Dibekuk


Bandar Lampung
– Berpura-pura mencari barang bekas, dua pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang rongsok justru memanfaatkan kesempatan untuk mengincar rumah-rumah warga. Berbekal rekaman kamera pengawas (CCTV) dan penyelidikan intensif, jajaran Polsek Labuhan Ratu akhirnya membekuk keduanya.

Kedua pelaku berinisial S.P. (42) dan F.A. (44) ditangkap pada Rabu (22/7/2026) malam di kawasan Jalan Untung Suropati, Gang Raja Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.

Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono, mengatakan, dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku diketahui sehari-hari bekerja sebagai tukang rongsok. Modus mereka adalah berkeliling di permukiman warga untuk mengamati situasi sekaligus mencari sasaran.

"Pelaku ini kesehariannya bekerja sebagai tukang rongsok. Saat berkeliling mereka memanfaatkan situasi di sekitar lokasi. Jika kondisi dinilai sepi dan aman, barulah mereka menjalankan aksinya," kata AKP Ono Karyono, Kamis (23/7/2026).

Aksi pencurian yang berhasil diungkap terjadi pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Kayu Manis Cendana Raya, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu. Kedua pelaku diduga melompati pagar rumah korban sebelum mencongkel handle pintu berbahan kuningan menggunakan obeng.

Korban berinisial F.O. (35) mengalami kerugian sekitar Rp2,5 juta akibat pencurian tersebut.

Berbekal laporan korban, keterangan saksi, serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, polisi berhasil mengidentifikasi kedua pelaku. Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Labuhan Ratu dan Polsek Kemiling kemudian bergerak dan menangkap keduanya tanpa perlawanan.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang digunakan pelaku, sebuah obeng sebagai alat untuk mencongkel handle pintu, dua topi, serta pakaian yang dikenakan kedua pelaku saat beraksi dan terekam CCTV.

AKP Ono mengungkapkan, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku mengaku telah dua kali melakukan aksi pencurian dengan modus serupa, yakni di wilayah Labuhan Ratu dan Kemiling.

"Pengakuan sementara, mereka sudah dua kali melakukan pencurian dengan modus yang sama di wilayah Labuhan Ratu dan Kemiling. Namun, pengakuan ini masih kami dalami untuk memastikan apakah ada lokasi kejadian lain maupun kemungkinan keterlibatan dalam tindak pidana serupa," jelas AKP Ono.

Saat ini kedua tersangka telah ditahan di Mapolsek Labuhan Ratu dan dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Polisi juga terus mengembangkan penyidikan guna mengungkap kemungkinan adanya korban maupun lokasi kejahatan lainnya.

Jumat, 24 Juli 2026

Empat Jabatan Strategis Brigif 4 Mar/BS Diserahterimakan, Danbrigif Tekankan Kesinambungan Kepemimpinan


LAMPUNG
– Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Danbrigif 4 Mar/BS), Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla., CHRMP., memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) empat jabatan strategis di lingkungan Brigif 4 Mar/BS. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Prajurit (Bapra) Brigif 4 Mar/BS, Piabung, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (23/7/2026).

Empat jabatan yang diserahterimakan meliputi Perwira Staf Operasi (Pasops) Brigif 4 Mar/BS, Perwira Staf Personalia (Paspers) Brigif 4 Mar/BS, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 9 Marinir, serta Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 10 Marinir/SBY.

Dalam prosesi tersebut, jabatan Pasops Brigif 4 Mar/BS diserahterimakan kepada Letkol Mar Agus Mustaqim. Sementara itu, jabatan Paspers Brigif 4 Mar/BS diserahterimakan dari Letkol Mar Sugiarto.

Selanjutnya, jabatan Danyonif 9 Marinir diserahterimakan dari Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M.Tr. Opsla., kepada Letkol Marinir Ricky Sandro, M.Tr. Opsla. Sedangkan jabatan Danyonif 10 Marinir/SBY diserahterimakan dari Letkol Mar Aris Widyatmoko kepada Letkol Mar Hariono Aritonang, M.Tr. Opsla.

Dalam amanatnya, Danbrigif 4 Mar/BS menyampaikan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI sekaligus menjadi proses penyegaran organisasi dan pembinaan karier bagi para prajurit.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi, pengabdian, loyalitas, serta kerja keras yang telah diberikan selama menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan Brigif 4 Mar/BS.

Kepada para pejabat baru, Danbrigif 4 Mar/BS menyampaikan ucapan selamat datang, selamat bergabung, dan selamat melaksanakan tugas serta tanggung jawab baru di lingkungan Brigif 4 Mar/BS.

Danbrigif menekankan pentingnya kesinambungan dalam kepemimpinan dan pembinaan satuan. Setiap pejabat baru diharapkan mampu melanjutkan berbagai program dan hal positif yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya, sekaligus menghadirkan inovasi serta terobosan yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi.

Dalam arahannya, Danbrigif 4 Mar/BS juga berpesan kepada para pejabat baru agar senantiasa menjaga, membina, dan meningkatkan kualitas satuan dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, tugas seorang pemimpin bukan sekadar mengawasi kesiapan senjata, kendaraan, maupun material, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana seorang pemimpin mampu memimpin, membina, dan membangun kualitas sumber daya manusia yang berada di bawah tanggung jawabnya.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita memimpin manusia. Karena itu, bina dan jaga satuan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Danbrigif 4 Mar/BS turut menyampaikan apresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh satuan jajaran Brigif 4 Mar/BS, baik dalam pelaksanaan penugasan maupun dalam berbagai perlombaan.

Mengakhiri amanatnya, Danbrigif 4 Mar/BS kembali menyampaikan terima kasih kepada para pejabat lama beserta ibu atas seluruh pengabdian, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas.

“Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan, dan kesuksesan dalam melaksanakan tugas serta pengabdian. Meskipun kita tidak lagi berada dalam hubungan kedinasan secara langsung, saya berharap silaturahmi dan komunikasi tetap terjaga,” pungkasnya.

Kamis, 23 Juli 2026

Pemprov Lampung Dorong Implementasi Reformasi Tata Kelola Pertanahan Bersama ATR/BPN dan KPK


Bandar Lampung
--- Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung menggelar Rapat Teknis Paket Program Kerja Sama Pemerintah Daerah dalam Rangka Mendorong Penguatan Fiskal, Pelayanan Publik, dan Pengamanan Aset Daerah di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/07/2026).

Rapat teknis tersebut merupakan lanjutan dari Rapat Koordinasi Sinergi dan Kolaborasi Pemberantasan Korupsi Sektor Pertanahan dalam rangka Optimalisasi Pendapatan, Layanan Publik, dan Pengamanan Aset Daerah Wilayah Lampung yang sebelumnya digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung.

Pada kesempatan sebelumnya, disampaikan bahwa transformasi layanan pertanahan menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang dikawal bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai upaya pencegahan korupsi melalui perbaikan sistem pelayanan publik.

KPK juga mengungkapkan bahwa sektor pertanahan masih menjadi salah satu area yang rentan terhadap praktik korupsi, mulai dari pengelolaan aset daerah, pelayanan perizinan, hingga optimalisasi penerimaan pajak daerah. Karena itu, penguatan tata kelola dilakukan melalui delapan area intervensi Monitoring Center for Prevention (MCP), di antaranya pengelolaan barang milik daerah, pelayanan publik, optimalisasi pendapatan daerah, dan penguatan pengawasan internal pemerintah.

Sebagai implementasi transformasi tersebut, Kementerian ATR/BPN menawarkan sembilan paket program kerja sama kepada pemerintah daerah, meliputi integrasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP), percepatan pendaftaran tanah, Pengembangan dan Pemanfaatan Zona Nilai Tanah (ZNT), KKN Tematik Pertanahan, Integrasi KP2B/LP2B dalam RTRW, Percepatan Penyusunan RDTR Ke dalam Sistem OSS, Integrasi Layanan Pertanahan di Mal Pelayanan Publik, Konsolidasi Tanah untuk Pembangunan Daerah, Optimalisasi Peran 
GTRA dalam Isu Pertanahan dan Tata.

Dalam rapat teknis tersebut, Tenaga Ahli Menteri Bidang Ekonomi Pertanahan, Dedi Noor Cahyanto, menjelaskan mengenai sembilan Klaster Paket Program Kerjasama yang dapat dilakukan melalui Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP), percepatan pendaftaran tanah, percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS), KKN Tematik Pertanahan, Integrasi KP2B/ LP2B dalam RTRW, Optimalisasi Peran GTRA dalam Penyelesaian Isu Pertanahan dan 
Tata Ruang Daerah, Pengembangan dan Pemanfaatan ZNT hingga Konsolidasi Tanah untuk pembangunan daerah.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Ekonomi Pertanahan, Dedi Noor Cahyanto, juga menjelaskan bahwa kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan komitmen, tetapi akan diwujudkan melalui langkah-langkah teknis yang terukur dan berkelanjutan.

Ia menerangkan bahwa pemerintah daerah akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi layanan pertanahan, kualitas pelayanan, serta berbagai isu strategis pertanahan yang perlu menjadi perhatian kepala daerah.

Selain itu, Kementerian ATR/BPN akan menyiapkan dashboard pertanahan dan tata ruang bagi setiap bupati dan wali kota yang memuat peta kondisi pertanahan, tata ruang, serta kinerja pelayanan kantor pertanahan di masing-masing wilayah. Dashboard tersebut diharapkan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan berbasis data.

Tidak hanya itu, ATR/BPN juga akan menyampaikan analisis isu pertanahan dan tata ruang secara berkala setiap enam bulan, yang diawali dengan kunjungan Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN bersama jajaran kantor pertanahan ke pemerintah kabupaten/kota guna memperkuat komitmen pelaksanaan program.

Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, Dedi meminta setiap daerah menunjuk person in charge (PIC), baik dari unsur humas maupun teknis. PIC humas akan bertugas mengedukasi masyarakat melalui publikasi dan media sosial, sedangkan PIC teknis bertanggung jawab terhadap pelaporan berkala setiap tiga bulan.

"Hari ini memang seremonial. Sekarang kita membentuk tim teknis dan mengonkretkan langkah kerja. Dalam dua minggu ke depan sudah ada agenda yang harus langsung dijalankan. Setiap kegiatan juga akan menghadirkan champions dari pemerintah daerah maupun kantor pertanahan yang telah berhasil mengimplementasikan program agar dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain," ujar Dedi.

Sementara itu, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK RI, Edi Suryanto, berharap rapat teknis tersebut menjadi momentum untuk segera mengeksekusi program yang telah disepakati.

Ia menegaskan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada hari yang sama sengaja dirancang agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menghasilkan langkah nyata yang dapat langsung dijalankan oleh pemerintah daerah bersama Kementerian ATR/BPN.

Edi juga mengingatkan pentingnya sinergi antara sekretaris daerah dan jajaran kantor pertanahan sebagai pihak yang memiliki posisi strategis dalam pengambilan keputusan di daerah. Selain itu, ia menekankan perlunya pembaruan data secara berkala melalui inventarisasi aset dan kondisi pertanahan.

"Pelayanan publik harus menjadi prioritas utama. Kepentingan masyarakat harus selalu didahulukan dalam setiap pelaksanaan program," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengajak seluruh sekretaris daerah kabupaten/kota untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal implementasi sembilan paket program kerja sama tersebut.

Menurutnya, komitmen yang telah ditandatangani oleh Gubernur, Wakil Gubernur, serta para bupati dan wali kota harus diwujudkan melalui kerja nyata seluruh jajaran pemerintah daerah.

"Saya mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota bersama Pemerintah Provinsi Lampung untuk benar-benar serius mengawal sembilan program kerja sama ini. Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, kita berharap pada akhir tahun nanti seluruh target yang telah disepakati dapat diwujudkan bersama demi peningkatan pelayanan publik, penguatan fiskal daerah, dan pengamanan aset daerah," ujar Marindo.(*)

Sinergi KPK, ATR/BPN, dan Pemprov Lampung Dorong Penyelesaian Persoalan Pertanahan


Bandar Lampung
– Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam mendorong reformasi tata kelola sektor pertanahan sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), memperbaiki kualitas layanan publik, serta mengamankan aset milik pemerintah daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Rapat Koordinasi Sinergi dan Kolaborasi Pemberantasan Korupsi Sektor Pertanahan dalam rangka Optimalisasi Pendapatan, Layanan Publik, dan Pengamanan Aset Daerah Wilayah Lampung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/7/2026).

Rapat koordinasi dihadiri Inspektur Wilayah II Kementerian ATR/BPN, Tri Wibisono beserta jajaran, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK, Edi Suryanto dan jajaran, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, para bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung, sekretaris daerah, kepala organisasi perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan di bidang pertanahan.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kementerian ATR/BPN dan KPK yang dinilai menjadi energi baru dalam memperkuat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam memperbaiki tata kelola sektor pertanahan. Sinergi yang kuat akan menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat," ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, pembenahan sektor pertanahan bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi merupakan fondasi penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Ia menjelaskan, dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung yang mencapai sekitar Rp528 triliun, kontribusi belanja pemerintah hanya sekitar tujuh persen, sedangkan lebih dari 90 persen aktivitas ekonomi digerakkan oleh masyarakat dan dunia usaha.

Sekitar 70 persen masyarakat Lampung menggantungkan hidup pada sektor pertanian dengan komoditas utama padi, jagung, dan singkong. Karena itu, peningkatan kesejahteraan petani menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat yang memperbaiki harga gabah, jagung, dan komoditas pertanian lainnya telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan petani serta menggerakkan perekonomian desa.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat persoalan mendasar berupa terbatasnya akses permodalan akibat banyak lahan pertanian yang belum bersertifikat.

"Kepemilikan sertifikat tanah bukan sekadar memberikan kepastian hukum, tetapi juga membuka akses terhadap pembiayaan usaha. Dengan demikian, petani dapat memperoleh modal untuk meningkatkan produktivitas maupun mengembangkan usaha pertaniannya," jelas Gubernur.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, siap mendukung percepatan program sertifikasi tanah yang dijalankan Kementerian ATR/BPN karena diyakini mampu memperluas akses pembiayaan, memperkuat ekonomi desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya integrasi data pertanahan dengan berbagai sistem informasi pemerintah agar mampu mendukung optimalisasi PAD, khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), memperkuat pengamanan aset daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Kita harus membangun sistem yang semakin transparan, akuntabel, dan terintegrasi sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat sekaligus mampu meminimalkan potensi penyimpangan," tegasnya.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh kepala daerah menjadikan sembilan program prioritas ATR/BPN sebagai agenda bersama serta memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, ATR/BPN, KPK, dan seluruh pemangku kepentingan untuk Mengawal bersama seluruh program pertanahan ini secara optimal, transparan, dan akuntabel. 

"Dengan semangat integritas, profesionalisme, dan kolaborasi, saya yakin kita mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih serta mendorong Lampung menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan semakin sejahtera," pungkas Gubernur.

Dalam rapat koordinasi tersebut dipaparkan bahwa transformasi layanan pertanahan menjadi salah satu program prioritas Kementerian ATR/BPN yang dikawal bersama KPK sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi melalui perbaikan sistem pelayanan publik.

KPK menjelaskan bahwa sektor pertanahan masih memiliki sejumlah titik rawan korupsi, mulai dari pengelolaan aset daerah, pelayanan perizinan, hingga optimalisasi penerimaan pajak daerah. 

Oleh sebab itu, penguatan tata kelola dilakukan melalui delapan area intervensi Monitoring Center for Prevention (MCP), di antaranya pengelolaan barang milik daerah, pelayanan publik, optimalisasi pendapatan daerah, dan penguatan pengawasan internal pemerintah.

Sebagai implementasi transformasi tersebut, Kementerian ATR/BPN menawarkan sembilan paket program kerja sama kepada pemerintah daerah. 

Program tersebut meliputi integrasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP), percepatan pendaftaran tanah, percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS), integrasi layanan pertanahan di Mal Pelayanan Publik, pengembangan Zona Nilai Tanah (ZNT), penguatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), integrasi kawasan pertanian berkelanjutan dalam RTRW, hingga konsolidasi tanah untuk pembangunan daerah.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Pencegahan Korupsi dan Penguatan Ekonomi Daerah melalui Transformasi Pelayanan Publik Bidang Pertanahan dan Tata Ruang antara Kementerian ATR/BPN, KPK, Pemerintah Provinsi Lampung, dan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Lampung.

Lampung juga menjadi provinsi pertama di Pulau Sumatera yang menerima paket program penguatan ekonomi daerah melalui transformasi pelayanan pertanahan dan tata ruang. Sebelumnya, program serupa telah diterapkan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Usai rapat koordinasi, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam konferensi pers menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi langkah awal percepatan penyelesaian berbagai persoalan pertanahan di Provinsi Lampung melalui sembilan program prioritas yang ditawarkan Kementerian ATR/BPN.

"Hari ini dilakukan rapat koordinasi antara KPK Wilayah IV dan Kementerian ATR/BPN dalam rangka percepatan penyelesaian persoalan pertanahan di Provinsi Lampung. ATR/BPN menawarkan sembilan program yang bertujuan menghadirkan pelayanan yang lebih mudah bagi pemerintah daerah maupun masyarakat," ujar Gubernur.

Menurutnya, program tersebut akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan sekaligus memberikan kemudahan layanan sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Kementerian ATR/BPN menjelaskan bahwa sembilan program tersebut akan dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dengan pendampingan KPK agar selaras dengan program pembangunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Kerja sama tersebut mencakup percepatan layanan pertanahan, khususnya proses peralihan hak atas tanah sehingga masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat. Selain itu, dilakukan pengembangan dan sinkronisasi basis data pertanahan untuk memetakan potensi ekonomi dan pendapatan daerah secara lebih akurat.

ATR/BPN juga menegaskan bahwa percepatan sertifikasi aset pemerintah daerah menjadi salah satu prioritas utama. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap aset daerah sekaligus mendukung pemetaan lahan pertanian yang menjadi sektor unggulan Provinsi Lampung.

Selain mempercepat sertifikasi, program tersebut juga mendorong integrasi data perpajakan, pemetaan lahan untuk investasi, serta peningkatan literasi masyarakat mengenai pemanfaatan sertifikat tanah sebagai akses memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan guna mendukung pembangunan ekonomi.

Di sisi lain, KPK menegaskan keterlibatannya dalam program tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan tindak pidana korupsi, khususnya pada pengelolaan aset pemerintah daerah.

Menurut KPK, pengamanan aset harus dilakukan baik secara fisik maupun administrasi melalui percepatan sertifikasi tanah agar aset pemerintah memiliki kepastian hukum dan terhindar dari potensi penyalahgunaan.

Selain pengamanan aset, KPK juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan agar masyarakat memperoleh layanan yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar maupun korupsi. 

Upaya tersebut diharapkan bermuara pada meningkatnya pendapatan daerah melalui tata kelola pertanahan yang semakin baik.
KPK mengungkapkan bahwa di seluruh Provinsi Lampung terdapat sekitar 8.000 bidang aset milik pemerintah daerah yang terdiri atas aset Pemerintah Provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota yang perlu terus dipercepat proses pengamanannya melalui sertifikasi.

Langkah pencegahan ini dinilai penting agar aset negara tidak berpotensi hilang atau dikuasai pihak lain. KPK juga membuka ruang partisipasi masyarakat melalui kanal pengaduan resmi apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam pelayanan pertanahan maupun pengelolaan aset daerah sebagai bagian dari penguatan pengawasan publik. (*)