Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri internasional. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri internasional. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 November 2022

Lestarikan Budaya Lokal, Polda Banten Gelar Seminar Internasional Golok Banten


GK, Serang - Polda Banten gelar Seminar Golok Internasional di Mata Dunia guna mendukung penetapan Golok Banten menjadi salah satu warisan Indonesia yang mendunia bertempat di Aula Serbaguna Polda Banten pada Sabtu (12/11).

Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolda Banten Irjen Pol Prof. Dr. Rudy Heriyanto didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Ery Nursatari dan PJU Polda Banten, serta dihadiri oleh Kanrem 064/MY Kolonel Inf Tatang Subarna, Dangroup 1 Kopassus Kolonel Inf Romeo Jangga Wardhana, Wakil Gubernur Banten H. Andika Hazrumy, PJ Gubernur Banten Al-Muktabar, Dirtahti Polda Banten AKBP Dr. H. Agus Rasyid sebagai konseptor pelestari Golok Banten, Ki Kumbang sebagai pendiri Museum Golok Indonesia, serta dihadiri perwakilan Komunitas Pelestari Golok di Belanda Mr. Paul van der Loo dan perwakilan negara lainnya melalui zoom meeting, tokoh agama dan tokoh masyarakat Banten.

Dalam sambutannya Kapolda Banten mengatakan selamat datang kepada para peserta seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia, “Selamat datang kepada para peserta seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia, semoga kebersamaan pada hari ini dapat menjalin sejarah bagi terwujudnya jalinan Sinergitas antara Polri dengan para pelestari Golok Banten sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia yang Adiluhung baik tingkat Regional, nasional maupun internasional,” ucap Rudy.

Rudy menambahkan Banten merupakan suatu wilayah yang penuh dengan nilai sejarah, “Seperti yang kita ketahui bersama tanah Jawa barat khusunya Banten merupakan sebuah wilayah yang penuh dengan sejarah perjuangan dalam mendukung upaya kemerdekaan Negara Republik Indonesia, ini suatu satu bukti perjuangan para leluhur tanah Banten melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan dengan peninggalan senjata tradisional yang salah satunya dikenal khususnya di daerah Banten dengan sejuta pusaka berupa Golok, dan Golok merupakan sebuah senjata yang puny nilai histori tinggi sejak era kerajaan Sunda atau Padjadjaran, era Kesultanan Banten, sampai dengan Era Kemerdekaan hingga saat ini,” kata Rudy.

Peradaban seni tempa Golok Banten telah diuji pada laboratorium Metallurgy yang mencakup unsur kimia atau material, “Peradaban seni tempa Golok Banten telah diuji pada laboratorium Metallurgy yang mencakup unsur kimia atau material, tingkat kekerasan besi maupun Photo mickro, yang menurut pendapat kami betapa luar biasa Adhiluhungnya para empu atau pandai besi di wilayah Banten pada zaman dahulu sehingga golok Banten mampu bertahan lestari hingga ratusan tahun atau mungkin ribuan tahun yang sampai saat ini masih bisa kita lihat wujud keelokan seni baik bentuk, dapur, pamor, model, atau jenis hal lainnya yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata,” ujar Rudy.

Rudy pribadi mengatakan menilai pusaka Golok Banten dari dua aspek yaitu Eksoteri dan Isoteri, “Saya pribadi menilai pusaka golok dari dua aspek yaitu Eksoteri dan Isoteri, dari aspek Eksoteri berupa pemahaman yang lebih terkait dengan tekhnik pembuatan Golok melalui proses penempaan, pukulan dan lipatan dari bahan logam campuran pilihan sehingga menjadi wujud bilah Golok dengan pamor yang indah, sedangkan dari aspek Isoteri maka pemahaman kita tentang golok lebih kepada pengalaman individual yang lebih bersifat misteri yang cukup dinikmati sendiri dan menjadi pengayaan sendiri, aspek Isoteri lebih dalam melihat dari hal yang tidak kasat mata yang biasanya hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu atau mempunyai kelebihan tertentu,” jelas Rudy.

Rudy berpesan kepada generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan Golok Banten, “Marilah kita sebagai anak Bangsa, putra-putri ibu pertiwi wajib ikut serta menjaga dan melestarikan Golon Banten agar anak cucu kita dapat mengetahui sejarah dari perjuangan para leluhur Bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” tambah Rudy.

Terakhir Rudy mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta Seminar Golok Internasional di Mata Dunia, “Tak lupa saya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta Seminar Golok Internasional di Mata Dunia yang telah menyempatkan waktu untuk menghadiri seminar ini, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua, selamat mengikuti Seminar Golok Internasional di Mata Dunia, mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara seminar Internasional masih banyak kekurangan mengingat keterbatasan yang ada pada kami,” ucap Rudy.

Dalam hal ini PJ Gubernur Al-Muktabar mengatakan Golok Banten mempunyai sejarah yang panjang, “Golok Banten mempunyai sejarah yang cukup panjang dan juga menjadi entiti Banten dan Indonesia, dan ini perlu terus kita lestarikan,” ucap Muktabar.

Muktabar berharap dengan adanya kegiatan ini dapat terus dilestarikan, “Kita berharap dengan terus dilestarikan maka sampai kapanpun ini akan tetap ada di Provinsi Banten, Indonesia bahkan Internasional. Karena ini adalah sebuah peradaban yang tidak mengenal wilayah dan mengenali batas maka manusia terikat dalam satu kesatuan,” kata Muktabar.

Muktabar mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Banten yang telah dikukuhkan menjadi Ketua Dewan Pembina Federasi Internasional Golok Pusaka Indonesia, “Saya sebagai PJ Gubernur Banten mengapresiasi setinggi-tingginya terutama kepada Kapolda Banten yang telah dikukuhkan menjadi Ketua Dewan Pembina Federasi Internasional Golok Pusaka Indonesia, dengan begitu kita akan terus memandu budaya ini untuk menjadi inspirasi kita karena budaya penuh makna yang bisa mengembangkan tata kehidupan yang lebih baik, dengan segala aspek tersebut berguna untuk membangun Banten, Indonesia maupun peradaban Dunia,” tambah Muktabar.

Terakhir Shinto mengatakan Polda Banten menyelenggarakan seminar internasional Golok Banten di Mata Dunia sesuai niat Kapolda Banten, “Terdapat dua aspek terhadap golok sebagai pusaka lokal budaya Banten dan menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa melestarikan, sesuai niat Kapolda Banten untuk melestarikan budaya lokal Banten, hari ini Polda Banten menyelenggarakan seminar internasional Golok Banten di Mata Dunia dan ini adalah tujuan untuk mengangkat Golok Banten sebagai Heritage Indonesia yang juga terdaftar di Unesco, dan akan bekerja sama dengan Instansi lain untuk mengangkat Golok Banten sebagai Haritage dunia, dan akan mengikuti seminar pada 16-17 Desember dari Nederlance Pencaksilat Federacti, dan semoga niat baik Kapolda Banten untuk melestarikan Golok Banten bisa menjadi pengakuan Dunia terhadap Banten dan Indonesia,” tutup Shinto.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Piagam kepada Kapolda Banten sebagai Ketua Dewan Pembina Federasi Internasional Golok Pusaka Indonesia serta penobatan Tokoh pelestari Golok Banten oleh Kapolda Banten kepada H. Wawan RF Rachmatullah, H. Dasep, Dr. Nana Supian. [Icha]

Rabu, 09 Februari 2022

Tutup Misi Satgas Perdamaian Dunia, Kapolri: Jadilah Inspirasi untuk Wujudkan Polri Dicintai Masyarakat


GK, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara penutupan Satgas Polri pada misi pemeliharaan perdamaian PBB di UNAMID dan penganugerahan Satyalancana Bhakti Buana kepada Satgas Garbha II FPU 12 UNAMID di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (8/2).

Dalam pengarahannya, Sigit mengungkapkan, personel Satgas UNAMID yang telah selesai melaksanakan tugas agar selalu mengembangkan profesionalitas, membagikan ilmu pengetahuan, dan mengimplementasikan pengalaman yang diperoleh, dalam rangka menghadapi tugas kepolisian kedepan yang semakin kompleks.

"Jadilah inspirasi dan teladan bagi para personel lainnya dalam mewujudkan Polri yang modern, Polri yang berwawasan luas, dan Polri yang semakin diharapkan dan dicintai masyarakat," kata Sigit.

Selaku Kapolri, Sigit menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada jajaran Satgas FPU dan IPO UNAMID yang telah berkontribusi dalam pemeliharaan kedamaian dan ketertiban dunia sejak tahun 2008 hingga berakhirnya masa tugas pada saat ini.

Dalam berkiprah menjadi pasukan perdamaian dunia, kata Sigit, berbagai macam penghargaan dan prestasi telah diraih. Diantaranya, dari UNHCR, Kepala Pemerintahan Sudan, Kepala Kepolisian Sudan, Kepala Operasi Uni-Afrika, dan Police Commissioner UNAMID.


Semua itu diperoleh, menurut mantan Kapolda Banten tersebut, atas kerja keras, dedikasi, dan loyalitas seluruh personel Satgas UNAMID dalam menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah Darfur, Sudan. Sehingga, telah menorehkan tinta emas dalam sejarah perjalanan Polri dan Indonesia di kancah internasional.

"Tentunya saya berharap duta-duta Indonesia di seluruh penjuru dunia yang saat ini tengah menjalankan tugas, dapat senantiasa terus menorehkan kebanggaan dan kehormatan bangsa Indonesia di mata dunia," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Tak hanya itu, Sigit menekankan, torehan prestasi personel Polri di kancah Internasional, sesuai dengan semangat transformasi menuju Polri yang Presisi.

"Tepatnya pada kebijakan transformasi operasional Program kelima dan kegiatan ke-22 yaitu pengembangan kerja sama Internasional melalui peran Polri dalam misi perdamaian, misi kemanusian internasional, dan misi internasional lainnya," ucap Sigit.

Menurut Sigit, misi pemeliharaan perdamaian PBB, merupakan salah satu bagian dari pelaksanakan diplomasi dan kerja sama Internasional Polri yang memiliki nilai strategis sebagai wujud kontribusi Bangsa Indonesia dalam melaksanakan ketertiban dunia, sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat.

Komitmen itu, dikatakan Sigit, terwujud dalam 32 tahun Polri berkiprah dalam misi perdamaian dalam 18 misi PBB setidaknya sudah dikerahkan 2.975 personel untuk dijadikan Peacekeeper atau pasukan penjaga perdamaian.

"Jumlah personel Polri ini menempatkan posisi Indonesia diposisi ke-10 sebagai negara terbanyak yang mengirimkan personel dalam Troops/Police Contributing Countries (TPCCS)," tutur Sigit.

Adapun, beberapa negara yang menjadi wilayah misi PBB yaitu, Yaman, Afghanistan, Kamboja, Sudan, Sudan Selatan, Mozambique, Namibia, Rep. Afrika Tengah, Bosnia, Congo, Haiti, Slavonia, Mali, dan Somalia.

Dalam hal ini, Sigit menyatakan, personel FPU dan IPO telah membawa harum nama bangsa Indonesia di kancah internasional dan mendapatkan apresiasi positif atas peran aktifnya dalam menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Dalam menjalankan sebuah misi pemeliharaan perdamaian PBB, Sigit menekankan bahwa, membutuhkan tanggung jawab yang begitu besar. Mulai dari melindungi masyarakat sipil, memberikan bantuan kemanusiaan, memonitor perjanjian perdamaian antara pihak yang bertikai, mendukung mediasi penyelesaian konflik antar kelompok, serta membantu pemerintah Sudan untuk mengembalikan para pengungsi ke tempat tinggal asalnya secara sukarela.

"Selain itu, di masa berakhirnya misi UNAMID ini, Indonesia juga dipercaya menjadi Guard Unit

terakhir yang meninggalkan daerah misi atas profesionalisme dan disiplin tinggi yang diakui oleh PBB sejak awal penugasan UNAMID," tutup Sigit. [Red]

Rabu, 05 November 2025

Diakui Dunia! Nusadaya Academy Raih Penghargaan Internasional dalam Pengembangan Sistem Pendidikan


Kuala Lumpur, Malaysia
— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh anak bangsa. Radep Riyantoro, pemuda asal Lampung yang kini memimpin pengembangan pendidikan melalui Nusadaya Academy, meraih penghargaan internasional atas kontribusinya dalam inovasi dan pengembangan sistem pendidikan di Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara resmi yang dipimpin oleh YBHG Prof. Dato’ Dr. Ahmad Izanee Bin Awang, President/Vice Chancellor, dan Encik Bani Bin Zainal Azmian, CEO METEOR Learning Sdn. Bhd.

Momen ini menandai pengakuan dunia terhadap peran Nusadaya Academy dalam menghadirkan model pendidikan unggul yang mempersiapkan talenta Indonesia masuk ekosistem global. Nusadaya Academy bahkan mendapat apresiasi bersanding dengan universitas ternama dunia, termasuk institusi pendidikan besar Asia.

Pada kesempatan tersebut, Radep Riyantoro juga mendapat kehormatan luar biasa sebagai anggota senat dalam sidang wisuda Open University Malaysia (OUM). Ia tampil di panggung resmi bersama jajaran akademik dan pimpinan universitas Malaysia, mewakili Nusadaya Academy.

Tak hanya itu, Radep turut berperan langsung dalam mewisuda mahasiswa/i Nusadaya Academy yang menjalankan program pendidikan internasional di Malaysia—sebuah langkah monumental bagi institusi pendidikan asal Indonesia untuk mengukuhkan posisi di panggung akademik global.

“Penghargaan ini adalah bentuk kepercayaan dunia kepada kualitas pendidikan Indonesia. Kami akan terus membuka akses dan kesempatan global bagi generasi muda Indonesia untuk bersaing dan berprestasi di dunia internasional,” ujar Radep Riyantoro.

Pengakuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia mampu diposisikan sebagai pemimpin pendidikan di tingkat internasional, sekaligus menjadi insipirasi bagi pemuda Lampung dan seluruh Indonesia untuk mencetak jejak global.

Dengan pencapaian ini, Nusadaya Academy semakin memantapkan langkahnya dalam mendorong kolaborasi pendidikan, mobilitas internasional, dan peningkatan kapasitas tenaga profesional Indonesia menuju negara-negara maju.

Selasa, 06 September 2022

Lepas Pasukan Perdamaian PBB, Kapolri: Selalu Pedomani Tribrata dan Catur Prasetya



GK, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara pelepasan pasukan perdamaian Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 4 Minusca di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (6/9).

Dalam amanatnya, Sigit menekankan kepada 140 personel dengan rincian 115 Polisi laki-laki (Polki) dan 25 orang Polisi Wanita (Polwan) untuk selalu berpegang pada Tribrata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya dalam pedoman kerja. 

"Kepada personel Garuda Bhayangkara FPU 4 Minusca, saya berpesan agar terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah dengan memedomani Tribrata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja," kata Sigit. 

Dalam hal ini, Sigit mengingatkan kepada seluruh personel pasukan perdamaian tersebut untuk menjaga dan mengharumkan nama baik Bangsa Indonesia setiap menjalankan tugas ataupun misi pemeliharaan perdamaian PBB di Bangui, Afrika Tengah.

"Bendera Merah Putih yang telah diberikan kepada rekan-rekan sekalian merupakan lambang kepercayaan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, jadilah pasukan kebanggaan Polri yang melaksanakan misi dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab, sehingga nama baik dan kepercayaan internasional terhadap institusi Polri maupun Indonesia dapat terjaga," ujar Sigit. 

Pada kesempatan ini, Sigit menyatakan bahwa, Negara Indonesia saat ini telah mendapatkan kepercayaan yang tinggi di mata dunia. Hal itu, kata Sigit tergambar dalam dipercayakannya Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Presidensi G-20 serta pada tahun depan akan menjadi Ketua ASEAN. 

"Ingatlah bahwa kepercayaan dunia Internasional terhadap bangsa kita sangat tinggi. Bukan hanya itu, beberapa waktu yang lalu Bapak Presiden RI diterima oleh Presiden Rusia dan Presiden Ukraina sebagai jembatan perdamaian meskipun situasi geopolitik sedang memanas serta juga dipercaya oleh PBB sebagai Champions dari Global Response Group untuk penanganan krisis global, sebagaimana penyampaian Bapak Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022," ucap Sigit. 

Disisi lain, mantan Kabareskrim Polri ini juga meminta kepada seluruh Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 4 Minusca untuk segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah ketika sampai di medan tugas.

Menurut Sigit, seluruh Kontingen harus mampu beradaptasi dengan kebudayaan setempat sehingga ketika menjalankan tugas perdamaian dunia tetap mengedepankan rasa penghargaan terhadap kebudayaan lokal setempat. 

Tak hanya itu, kata Sigit, sesama personel juga harus tetap menjaga kekompakan dan soliditas, serta menjalin hubungan yang baik dengan seluruh elemen kepolisian negara lain, maupun organisasi internasional. Dengan begitu, dapat mendukung setiap pelaksanaan misi di lapangan.

"Sehingga rekan-rekan dapat diterima dengan baik di lingkungan tersebut sebagaimana sebuah pepatah When in Rome, do as Romans do (sebagaimana pepatah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung)," tutur eks Kapolda Banten tersebut. 

Lebih dalam, Sigit menyinggung soal keikutsertaan Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia ini merupakan wujud dari pelaksanaan amanat yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV yaitu 'ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial'.

Sigit mengatakan, amanat UUD tersebut juga sejalan dengan penyampaian Presiden Joko Widodo terkait isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Konstitusi Indonesia mengamanatkan agar Indonesia selalu berusaha berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia. 

"Partisipasi dan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia tersebut telah menempatkan Indonesia pada peringkat ke-delapan sebagai negara kontributor pasukan terbanyak di dunia dengan jumlah pasukan yang masih aktif hingga saat ini sebanyak 2.674 personel TNI-Polri," ucap Sigit. 

Sigit menyampaikan, seiring perkembangannya, misi perdamaian dunia tidak terbatas pada pemeliharaan gencatan senjata dan stabilisasi situasi di wilayah konflik, namun juga membutuhkan kehadiran komponen Kepolisian untuk ikut mengemban tugas-tugas yang lebih multidimensional. Sehingga mendorong Polri untuk berpartisipasi aktif dengan mengirimkan pasukan Formed Police Unit (FPU) maupun Individual Police Officer (IPO).

"Hal tersebut sejalan dengan konsep Transformasi menuju Polri yang Presisi pada Transformasi Operasional program ke-5 terkait Pengembangan Kerja Sama Internasional yang tertuang dalam aksi ke-84 yaitu meningkatkan peran Polri dalam misi perdamaian, misi kemanusiaan internasional, dan misi internasional lainnya," jelas Sigit. 

Diketahui, keikutsertaan Polri dalam misi PBB diawali tahun 1989 pada misi United Nations Transition Assistance Group (UNTAG) di Namibia. Dalam perjalanannya sampai dengan saat ini, Polri telah mengirimkan 3.003 personel Polri yang terdiri dari 2.828 Polki dan 175 Polwan pada 27 misi di 16 negara, salah satunya adalah misi Minusca di Bangui yang merupakan sebuah misi kemanusiaan PBB akibat adanya konflik berkepanjangan di Afrika Tengah.

Lebih jauh, Sigit menegaskan, dalam pengiriman pasukan perdamaian ini, Polri juga mengikutsertakan Polwan. Pasalnya, hal itu wujud komitmen Korps Bhayangkara dalam mendukung pengarusutamaan gender sebagaimana Perkap Nomor 1 Tahun 2022 dan mandat PBB dalam UN Security Council resolution 1325. 

"Kehadiran Polwan tersebut diharapkan mampu memberikan warna tersendiri dalam menciptakan perdamaian di daerah misi dengan pendekatan humanis, khususnya guna memberikan perlindungan bagi wanita dan anak-anak yang sangat penting dalam upaya winning the hearts and minds masyarakat setempat," tutup Sigit. [Icha]

Jumat, 24 Desember 2021

Tinjau Bandara Soetta H-1 Natal, Kapolri Minta Pengawasan Ketat Masa Karantina PPI



BANTEN - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono, meninjau langsung proses penegakan protokol kesehatan (prokes) terhadap Pelaku Perjalanan Internasional (PPI) yang masuk melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Jumat (24/12/2021).

Dalam tinjauannya di H-1 perayaan Natal, Sigit menyatakan ada 14 tahapan yang akan dilewati oleh para pelaku perjalanan internasional ketika masuk ke Negara Indonesia melalui Bandara Soetta. Proses itu dimulai dari pemeriksaan hingga melakukan masa karantina wajib selama 10 hari. 

"Baru saja kami melaksanakan pengecekan secara langsung untuk mengetahui proses pemeriksaan terkait dengan kedatangan saudara-saudara kita pelaku perjalanan internasional. Secara umum kita lihat ada 14 tahapan yang harus dilalui. Mulai saat masuk kemudian dilaksanakan pemeriksaan awal sampai dengan tahap terakhir diarahkan menuju hotel atau wisma untuk melaksanakan karantina," kata Sigit usai mengecek langsung di Bandara Soetta.

Mantan Kapolda Banten ini menekankan, kepada seluruh petugas atau pihak terkait, untuk benar-benar memastikan bahwa masyarakat yang menjadi pelaku perjalanan internasional harus diwajibkan menjalani karantina selama 10 hari. 

Demi memastikan PPI tak meninggalkan tempat karantina, Menurut Sigit, selain pengawasan secara manual, harus ada pemanfaatan aplikasi teknologi informasi terkait dengan hal tersebut.

"Kemudian memastikan selama 10 hari masa karantina. Maka masyarakat atau pelaku perjalanan harus betul-betul berada di tempat. Oleh karena itu penggunaan aplikasi dan teknologi informasi ditambah pengecekan manual akan diberlakukan. Sehingga kita yakin masyarakat atau pelaku perjalanan internasional tetap berada di tempat," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Sigit menegaskan, penegakan secara kuat soal proses karantina terhadap PPI sangat penting, lantaran sebagai upaya atau antisipasi mencegah laju pertumbuhan Covid-19 serta masuknya varian baru Covid-19, yakni Omicron di Indonesia. Hal ini juga mencegah terjadinya lonjakan kasus aktif virus corona di dalam negeri pasca-perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Ini penting. Karena saat ini sedang berkembang varian baru Omicron dan dari info Kemenkes sudah ada delapan kasus yang rata-rata datang dari luar negeri. Dari kondisi ini kita pertahankan agar tertangani dengan baik di masa karantina," ucap Sigit.

Oleh karena itu, Sigit meminta kepada personel TNI-Polri, Satgas Covid-19, petugas bandara dan pihak lainnya yang terlibat, untuk bekerja secara maksimal dan profesional dalam melakukan pemantauan dan pengawasan proses karantina terhadap PPI berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sigit memastikan, siapapun pihak yang melakukan pelanggaran terkait dengan aturan masa karantina ini, akan diberikan sanksi tegas. Menurut Sigit, semua hal itu dilakukan demi kepentingan keselamatan masyarakat Indonesia dari virus Covid-19.

"Terhadap pelanggaran yang ada silahkan diproses. Sehingga kita yakin seluruh proses berjalan tanpa ada yang dilanggar. Karena ini untuk kepentingan kesehatan yang lain. Varian baru Omicron berkembang dengan kecepatan lima kali dan bisa bertransmisi pada orang yang pernah divaksin. Ini tentunya menjadi langkah-langkah yang harus kita lakukan dengan baik. Ini membuat masyarakat tak nyaman tapi harus kita lakukan karena keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi," papar Sigit.

Dalam kesempatan itu, Sigit beserta rombongan juga menyempatkan memantau penegakan prokes di bandara dan pelabuhan lainnya secara virtual. 

Selain Bandara Soetta, adapula Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Nunukan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, dam PLBN Entikong.

Dalam pengarahannya, Sigit meminta kepada pihak bandara maupun pelabuhan untuk menyiapkan strategi dan solusi untuk menghindari terjadinya kontak erat antar sesama pelaku perjalanan internasional ketika melewati proses sebelum memasuki karantina.

"Ini mohon dicarikan solusi utama, terkait dengan masalah waktu tadi sudah bagus ada kemajuan. Namun disisi lain memisahkan antara risiko agar tak terjadi kontak erat. Tolong dipikirkan. Ada beberapa masukan langsung dibawa ke wisma. Di wisma sambil menunggu ada ruang khusus kemudian dipisahkan terkonfirmasi atau tidak," tutur Sigit.

Sigit berharap, dalam hal tersebut harus ada tahapan evaluasi yang rutin dilakukan. Sehingga, tidak ada kontak erat antar masyarakat yang setelah dilakukan pengecekan ternyata ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ada kecenderungan untuk kontak erat dengan yang lain. Termasuk keluhan adanya antrean yang agak panjang dan kemudian waktunya agak lama yang memang harus dipikirkan. Bisa dipersingkat namun penegakan aturan terkait dengan SOP prokes tetap terlaksana dengan optimal," tutup Sigit. [Red]

Selasa, 18 Februari 2025

FKIP Unila Jalin Kerja Sama Internasional dengan Robert Gordon University


Bandar Lampung
– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menerima kunjungan delegasi dari Robert Gordon University (RGU), Skotlandia, dalam rangka penjajakan kerja sama akademik. Kegiatan ini berlangsung di Aula K dan Ruang Dekan FKIP Unila pada Senin (17/02/2025).

Kunjungan ini dihadiri oleh Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr. Riswandi, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Hermi Yanzi, S.Pd., M.Pd., serta Yanuar Dwi Prastyo, Ph.D. Sementara itu, delegasi dari Robert Gordon University terdiri dari Paul McBean, Iain Duff, dan Miranda Hough. Selain itu kegiatan ini diikuti 200 mahasiswa FKIP Unila

Tujuan utama kunjungan ini adalah penjajakan kerja sama antara FKIP Unila dan Robert Gordon University dalam berbagai bidang, di antaranya:
• Pertukaran mahasiswa guna meningkatkan pengalaman akademik dan wawasan global.
• Pertukaran dosen dan staf akademik untuk memperkaya metode pembelajaran dan penelitian.
• Kolaborasi penelitian bersama yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
• Penyelenggaraan seminar dan webinar internasional untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa dan dosen.

Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., menyambut baik kerja sama ini dan berharap agar dapat segera diimplementasikan dalam berbagai bentuk kolaborasi konkret.

"Kami menyambut baik kerja sama dengan Robert Gordon University. Kolaborasi ini harus segera diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik seperti sharing session dan seminar bersama. Selain itu, kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 1, yaitu mendorong lebih banyak lulusan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi," ujar Dr. Albet.

Lebih lanjut, Dr. Albet juga mengundang Robert Gordon University untuk ikut berpartisipasi dalam Summer Camp FKIP Unila 2025, yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2025.

Selain pertemuan dengan pimpinan FKIP Unila, delegasi Robert Gordon University juga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa FKIP Unila dengan tema “Study and Career Opportunities at Robert Gordon University”.

Dalam sesi ini, Paul McBean, Iain Duff, dan Miranda Nandana menjelaskan berbagai peluang studi di Robert Gordon University, mulai dari program beasiswa, kesempatan magang internasional, hingga prospek karier bagi lulusan.

Para mahasiswa FKIP Unila menyambut sesi ini dengan antusias dan aktif bertanya mengenai peluang studi di luar negeri serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan untuk melanjutkan studi di universitas internasional.

Sebagai tanda penghormatan dan simbol kerja sama, FKIP Unila menyerahkan cinderamata berupa selendang tapis dan plakat kepada delegasi Robert Gordon University. Cinderamata ini diberikan langsung oleh Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., kepada perwakilan delegasi.

Melalui kunjungan ini, FKIP Unila berharap dapat semakin memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas akademik, serta membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan diri di tingkat global.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan FKIP Unila sebagai fakultas yang unggul dan berdaya saing di kancah internasional.(*)

Kamis, 10 Maret 2022

Rektor Apresiasi Mahasiswa Unila Miss dan Mister Tourism 2022



GK, Bandar Lampung - Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Karomani memberi apresiasi Miss Grand Tourism Indonesia 2022 Dita Fatimatuzzahra dan Mr Tourism Indonesia 2020 Muhammad Daffa Andira.

Pemberian apresiasi dua mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Unila ini sekaligus pelepasan Dita Fatimatuzzahra yang akan mewakili Indonesia pada ajang Miss Intercontinental 2022 di Jerman pada November mendatang.

Sementara, Muhammad Daffa Andira terpilih mewakili Indonesia pada ajang Mr. Tourism World 2022 yang akan digelar di Thailand pada Oktober nanti. Pemberian apresiasi dua mahasiswa berprestasi ini dilakukan di ruang sidang senat lantai dua Unila, Kamis, 10 Maret 2022.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan TIK Unila Prof. Suharso, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Yulianto, dekan FISIP, beserta jajaran pimpinan di lingkungan kampus setempat.

Rektor Unila Prof. Karomani mengucapkan selamat kepada Dita dan Daffa yang mewakili Indonesia sekaligus mewakili Unila dan Provinsi Lampung di kancah internasional.

“Pesan saya, Dita dan Daffa mulai mempersiapkan diri supaya sesuai harapan kita semua goalnya menjadi winner, kita sangat mengharapkan itu,” ujar Karomani.


Rektor menekankan, pihaknya memiliki komitmen untuk mendorong mahasiswa Unila betul-betul menjadikan prestasi itu sebagai capaian yang membanggakan dan menguatkan kampus Unila.

“Unila juga sudah memberikan insentif untuk mahasiswa beprestasi, baru kali ini dalam sejarah, Unila memberi insentif mahasiswa berprestasi. Kita memberikan insentif kepada mahasiswa berprestasi pada tahun 2021 dengan total nilai Rp750 juta rupiah. Ke depan kita tingkatkan terus sepanjang kemampuan kita memungkinkan,” tuturnya.

Karomani berharap, apresiasi dan pelepasan mahasiswa berprestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain. “Jadi mahasiswa berprestasi itu keren daripada mahasiswa yang kerjanya demo, demo, demo saja,” katanya.

Karomani juga meminta Dita dan Daffa untuk memperkenalkan prestasi kampus Unila kepada peserta dan mahasiswa internasional. Di antaranya Unila masuk 10 besar Webometrics Rank, 10 besar Scimago Rank, dan 14 besar THE Rank.

“Tolong nanti disampaikan di internasional dengan teman-teman di internasional bahwa Unila itu keren, Unila itu hebat. Webometrics sudah Top Ten, Scimago Top Ten juga, mudah-mudahan di Liga IKU nanti masuk top ten juga,” kata Karomani.

Dia berharap, melalui sosialisasi dua mahasiswa Unila ke mancanegara nanti, maka akan semakin banyak mahasiswa asing yang kuliah ke Unila secara mandiri.

Sementara Dita sangat berkesan terhadap apresiasi luar biasa dari Unila, “Ini apresiasi yang sangat besar bagi Dita, perjuangan Dita cukup lama meniti karier sejak masih di SMA YP Unila, pernah menjadi Duta Wisata Bandarlampung. Setelah masuk Unila juga pernah ikut internasional conference, kompetisi business plan,” tutur Dita.

Dia menyampaikan di ajang Miss Intercontinental nanti, dia akan mengangkat tentang petani kopi dan petani lada wanita di Lampung.

“Pada Miss Intercontinental ini fokusnya pada empower woman di mana kita akan memberikan edukasi kepada 1.000 petani wanita Lampung untuk dikenalkan dengan digitalisasi,” ujar Dita.

Sementara, Daffa menjelaskan, di ajang Mr Tourism World di Thailand nanti dia akan mengangkat tentang potensi wisata Lampung, di antaranya wisata gajah di Lampung Timur serta destinasi pantai-pantai yang dimiliki Lampung.

“Saya akan memperkenalkan laut dan pantai yang ada di Lampung yang digabungkan dengan budaya nusantara,” kata Daffa. [Red]

Selasa, 01 Juli 2025

FKIP Unila dan NPDL Australia Kolaborasi Riset Internasional Bahas Kompetensi Global Guru Indonesia


Bandar Lampung
— Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan jejaring akademik global. Tahun ini, FKIP Unila resmi menjalin kerja sama riset internasional dengan organisasi pendidikan global asal Australia, New Pedagogies for Deep Learning (NPDL), dalam proyek bertajuk “Investigating the Indonesian Teachers' Global Competencies Profiles.”Selasa(1/7/2025).

Riset kolaboratif ini merupakan bagian dari program hibah riset internasional FKIP Unila 2025 dan berfokus pada pemetaan kompetensi global guru-guru di Indonesia berdasarkan enam kompetensi inti NPDL: karakter, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, pemikiran kritis, dan kewarganegaraan global.

Penelitian ini dipimpin oleh Yanuar Dwi Prastyo, Ph.D., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unila, dengan anggota tim Dr. Chika Rahayu. Dari pihak internasional, riset ini turut melibatkan Max Drummy, perwakilan NPDL Australia yang dikenal sebagai fasilitator pembelajaran mendalam dan praktisi pendidikan global.

Perkuat Posisi Internasional FKIP Unila

Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis menuju internasionalisasi kampus, khususnya dalam bidang riset dan pengembangan pendidikan.

 “Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menginternasionalisasi penelitian di FKIP, serta memperluas kontribusi terhadap pengembangan pendidikan abad ke-21 di Indonesia,” ujar Albet.



Sementara itu, Yanuar Dwi Prastyo, Ph.D. menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam menghadirkan pendekatan riset yang lebih holistik dan relevan secara global.

 “Keterlibatan NPDL Australia memperkaya perspektif dan metodologi riset kami. Kolaborasi ini membuka peluang luas dalam pertukaran ide, sumber daya, dan praktik terbaik pendidikan global,” ungkapnya.



Gunakan Pendekatan Kuantitatif-Kualitatif

Riset ini akan berlangsung sepanjang tahun 2025 dengan pendekatan metode campuran (mixed-method) yang mencakup survei asesmen mandiri, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terhadap guru-guru di berbagai wilayah Indonesia. Diharapkan, hasil dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pelatihan guru yang lebih kontekstual dan responsif terhadap tantangan global.

Dengan kolaborasi strategis ini, FKIP Unila semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam transformasi pendidikan nasional dan global.


Sabtu, 23 Oktober 2021

Pimpin Apel Pasukan Sambut Wisman di Bali, Kapolri: Sebagai Gerbang Terakhir Tolong Disiplin


Bali -
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan penerimaan Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (23/10).

Sebelum memimpin Apel pasukan, Panglima TNI dan Kapolri mengecek langsung lokasi hotel yang akan dijadikan tempat karantina Wisman dan melihat alur atau proses penerimaan turis asing ketika hendak berlibur ke Pulau Dewata.

"Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan pengamanan dan penegakan protokol kesehatan dalam rangka penerimaan wisatawan mancanegara di Bali, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana," kata Sigit dalam amanatnya.

Pembukaan pintu Internasional telah diatur dalam Keputusan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021. Diantaranya proses karantina untuk Wisman dilakukan selama 5X24 jam atau 5 hari sejak kedatangan.

Terkait hal itu, Sigit menekankan, kepada seluruh personel TNI-Polri untuk memastikan seluruh persyaratan dan protokol kesehatan (prokes) terhadap kedatangan Wisman dijalankan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. 

Menurut Sigit, dalam penerimaan turis asing, personel TNI dan Polri harus bekerjasama dan bersinergi agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Apabila prosedur penerimaan Wisman kecolongan atau tidak sesuai SOP, kata Sigit, hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan lonjakan laju pertumbuhan virus corona dan adanya ancaman transmisi varian Covid-19 dari luar negeri. Sehingga, tak hanya warga Bali yang terdampak, melainkan seluruh masyarakat Indonesia akan dirugikan.

"Integritas dan kerjasama antar Satgas yang ada di dalamnya betul-betul solid. Rekan-rekan adalah gerbang terakhir penanganan Covid-19 kalau kecolongan angka akan naik. Sebagai gerbang terakhir tolong disiplin, integritas, kerjasama baik dipertahankan agar kita bisa menjaga sesuai SOP yang ada dan benar," ujar Sigit menegaskan kepada seluruh pasukan Apel.

Mantan Kapolda Banten ini menekankan, dibukanya pintu Wisman ke Bali, merupakan wujud dari salah satu kerja keras dari Pemerintah bersama masyarakat, dalam melakukan penanganan dan pengendalian Covid-19.

Dengan penurunan kasus harian hal itu akan dibarengi dengan diturunkannya level PPKM. Sehingga, aktivitas masyarakat secara perlahan akan dibuka atau kembali normal, dengan tetap menerapkan prokes yang kuat.

Dibukanya penerimaan Wisman ini, menurut Sigit juga upaya dari Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya Bali, wilayah tersebut sangat terdampak karena sektor pariwisatanya terhenti akibat Pandemi Covid-19. 

"Ini merupakan tindaklanjut dari upaya kerja keras dari seluruh tim yang tergabung dalam upaya menekan laju pertumbuhan Covid-19, sehingga saat ini laju Covid-19 di Indonesia bisa dikendalikan. Pemerintah melakukan evaluasi termasuk persiapan kita dalam memberikan kesempatan membuka lagi Bandara Internasional untuk menerima kedatangan turis," ucap eks Kabareskrim Polri ini.

Setelah mengecek alur penerimaan, Sigit mengungkapkan, TNI-Polri harus memastikan Wisman itu dilakukan pengecekan soal vaksinasi, kemudian surat test RT-PCR dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan turis itu negatif dari Covid-19, hingga menuju lokasi karantina yang disiapkan.

"Secara umum persiapan cukup baik. Namun demikian ada perbaikan maupun koreksi serta evaluasi untuk memastikan semua yang dilaporkan dan kita kunjungi berjalan dengan baik. Khususnya beberapa tempat yang menjadi perhatian bersama di area yang digunakan untuk menunggu. Proses PCR satu jam tolong seluruh satgas yang tergabung tolong pak Gubernur di cek ulang. Kita memastikan tes PCR sesuai apa yang diharapkan," papar Sigit. 

Kemudian, Sigit juga menyatakan soal kesiapan di hotel lokasi karantina. Ia sangat menekankan agar lima hari proses karantina dilakukan sesuai aturan. Bahkan, Sigit juga memberikan solusi untuk menyiapkan kegiatan yang membuat Wisman tidak mengalami rasa bosan selama menjalani isolasi. 

"Kemudiam terkait dengan wilayah digunakan untuk karantina, pastikan bahwa masyarakat ataupun wisatawan yang berkunjung melaksanakan aturan yang ada terkait dengan ketentuan 5 hari. Dan ini menimbulkan kejenuhan dan harus dipikirkan bagaimana di area yang dipakai karantina ada beberapa kegiatan yang tentunya bisa diberikan untuk hilangkan kejenuhan," papar Sigit.

Sigit berharap, kesiapan penerimaan Wisman di Bali ini bisa berjalan dengan baik. Mengingat, Pulau Dewata juga akan menyelenggarakan beberapa event Internasional kedepannya. Sehingga, harus dibuktikan bahwa Indonesia mampu menjalankan agenda nasional atau internasional dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan.

Menurut Sigit, Indonesia telah membuktikan ke mata dunia bahwa kedua hal itu mampu dilaksanakan. Hal tersebut tercermin dalam penyelenggaraan PON ke-XX di Papua, yang berjalan aman dan tidak adanya lonjakan kasus aktif virus corona.

"Oleh karena itu pentingnya dievaluasi terkait perkembangan dari negara dimana turis tersebut akan datang. Sehingga kemudian kita akan menjadi lebih siap dan di dalam pengecekan akan lebih hati-hati. Ada risiko yang kita hadapi apabila kita kendor dan lalai," tutup Sigit. [Sur]

Kamis, 24 Juli 2025

Himatemia FT Gelar Seminar Internasional EXCESS 2025


LAMPUNG
– Universitas Lampung (Unila) melalui Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatemia) Fakultas Teknik (FT) kembali menyelenggarakan Explosion of Chemical Engineering Study Activities (EXCESS), yang pada tahun 2025 menghadirkan seminar internasional bertajuk “Challenges and Solutions for Achieving Net Zero Emissions in Global Industry.” Kegiatan akan digelar Sabtu, 24 Agustus 2025, di Gedung Serba Guna (GSG) Unila mulai pukul 09.00 wib.


EXCESS 2025 menghadirkan dua narasumber utama dengan latar belakang dan kepakaran yang saling melengkapi. Pembicara pertama adalah Prof. Dato’ Ts. Dr. Kamaruzzaman Sopian, profesor Teknik Mesin dari Universiti Teknologi PETRONAS, Malaysia, yang dikenal sebagai pakar terkemuka dalam bidang energi terbarukan, khususnya teknologi energi surya.

Ia telah menerbitkan lebih dari 1.000 makalah ilmiah dan masuk dalam daftar Highly Cited Researchers oleh Clarivate (2019–2023) serta World’s Top 2% Scientists versi Stanford–Elsevier. Kehadiran Prof. Kamaruzzaman sangat relevan dengan tema besar EXCESS 2025 yang mengusung isu net zero emissions di sektor industri global.


Sementara itu, pembicara kedua adalah Sadam Permana, S.H., seorang content creator dan alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang dikenal aktif menyuarakan isu-isu sosial, kepemudaan, dan branding profesional di media digital.


Dengan pengalaman magang di sejumlah perusahaan besar serta partisipasi dalam program kepemimpinan Young Leaders for Indonesia (YLI) dari McKinsey & Company, Sadam akan mengisi sesi bertema “Personal Branding Strategy to Increase Professional Competitiveness.” Kehadirannya bertujuan untuk mengajak generasi muda memahami pentingnya membangun identitas profesional di era persaingan global yang kompetitif.

Tema besar “Challenges and Solutions for Achieving Net Zero Emissions in Global Industry” diangkat sebagai respons atas tantangan nyata yang dihadapi industri global dalam menurunkan emisi karbon. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan tingginya tingkat polusi industri menjadi hambatan utama.


Seminar ini akan membahas berbagai pendekatan strategis seperti transisi menuju energi bersih, pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan, hingga pengembangan teknologi yang efisien dan berkelanjutan untuk mendorong terciptanya industri yang ramah lingkungan.


Tema ini juga memiliki keterkaitan erat dengan dunia akademik. Isu net zero emissions kini menjadi fokus utama dalam berbagai bidang riset dan inovasi di perguruan tinggi. Seminar EXCESS 2025 diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara mahasiswa, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk menciptakan solusi konkret.


Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang dapat menyumbangkan gagasan dan penelitian dalam pengembangan energi terbarukan, pengurangan emisi karbon, serta pembangunan berkelanjutan yang berdampak luas.


Ketua Pelaksana EXCESS 2025, Ragah Darma Bangsawan, menyampaikan seminar ini merupakan bagian dari kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan global.


“Kami ingin EXCESS 2025 menjadi tempat bertemunya mahasiswa, profesional, dan ahli dari berbagai negara untuk bertukar ide dan solusi tentang bagaimana dunia bisa bergerak menuju emisi nol. Harapannya, dari sini akan lahir aksi nyata untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.

EXCESS merupakan agenda tahunan Himatemia Unila yang rutin digelar guna memperkuat eksistensi mahasiswa teknik kimia di tingkat nasional dan internasional. Tahun ini, panitia menargetkan lebih dari 300 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan profesional, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.


Pendaftaran masih dibuka secara daring melalui tautan: bit.ly/EXCESSInternationalSeminar, dengan kategori peserta dari mahasiswa Unila, mahasiswa luar kampus, peserta umum, hingga peserta internasional. Peserta akan mendapatkan sertifikat hardcopy, seminar kit, konsumsi, serta akses penuh ke sesi diskusi dan tanya jawab.


Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai sponsor, antara lain PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII), Wardah, Yunbie Production, PT. Fermentech Indonesia, dan lainnya. Media partner nasional dan internasional juga berkolaborasi dalam publikasi acara untuk memperluas jangkauan eksposur.


Seminar EXCESS 2025 dijadwalkan dibuka secara resmi Rektor Unila, serta dihadiri Gubernur Provinsi Lampung sebagai tamu undangan kehormatan, jajaran dekanat Fakultas Teknik, Ketua Jurusan Teknik Kimia, dan tokoh-tokoh akademik lainnya.

Sabtu, 21 Juni 2025

Lampung Selatan Gandeng China dan Jepang Lewat Skema Hibah untuk Percepatan Pembangunan


Kalianda
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan membuat gebrakan baru dalam mendorong pembangunan daerah. Melalui skema hibah internasional, Pemkab resmi menggandeng China dan Jepang untuk mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang mengikuti pertemuan lintas negara secara daring (Zoom Meeting) bersama Organisasi Rakyat Advokasi Mandiri (RAMA) dari ruang audiensi rumah dinas bupati pada Jumat (20/6/2025). Pertemuan tersebut menjadi penanda awal dimulainya kolaborasi global yang menjanjikan.

Ketua Umum RAMA, Iqnal Salat, menjelaskan bahwa organisasinya menjadi penghubung dalam skema Penanaman Modal Asing (PMA), yang berperan mengakses dana hibah dari pemerintah China dan Jepang. Dana ini akan difokuskan pada pengembangan sektor vital seperti pertanian berkelanjutan, pengelolaan lingkungan dan sampah, serta energi terbarukan.

“Kami ingin Lampung Selatan menjadi prioritas. Jika sektor-sektor ini sukses dikembangkan, maka hibah dapat diperluas untuk kebutuhan lainnya,” ujar Iqnal.

Skema G to G dan MoU Internasional Sedang Disiapkan

Rencana kerja sama ini akan dituangkan dalam bentuk Nota Kesepahaman antar pemerintah (G to G). Prosesnya saat ini tengah berlangsung, dimulai dari tahap identifikasi kebutuhan teknis daerah, penyusunan proposal resmi, hingga rencana kunjungan langsung dari pihak donor internasional.

Bupati Radityo Egi Pratama menyambut positif inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan siap menyediakan seluruh data teknis yang diperlukan sebagai bentuk komitmen dan kesiapan daerah untuk menjadi model kerja sama internasional di tingkat kabupaten.

“Ini bukan hanya tentang dana hibah, tetapi tentang membawa Lampung Selatan naik kelas dengan standar global. Kami siap menjadi contoh sukses kolaborasi lintas negara,” tegas Radityo.

Dengan dukungan penuh dari Pemkab, kerja sama strategis ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Lampung Selatan menuju pembangunan berkelanjutan berbasis kolaborasi internasional.


Senin, 05 Februari 2024

Mengenal Latter Of Credit ( LC ) dalam dunia konstruksi


GK, Lampung
– Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Provinsi Lampung, Slamet Riadi menjelaskan Latter of credit (LC) biasa di gunakan pada tender internasional atau tender yang menggunakan dana hibah maupun hutang luar negeri.  

Sementara persyaratan yang mesti dipenuhi dalam prosesnya, harus sesuai dengan dokumen tender masing-masing proyek. Slamet riadi menambahkan, Persyaratan tender mengacu pada dokumen tender, apa yang dibunyikan dalam dokumen tender maka itu yang dievaluasi oleh Kelompok kerja. 

“Kalau di dalam dokumen tendernya bicara tentang latter of credit maka yang berlaku adalah latter of credit. Kalau didalam dokumen tendernya berbicara yang lain, ya itu yang di evaluasi. Dan yang disebutkan didalam dokumen tender yang harus di ikuti,” ujarnya, minggu 4 februari 2024.
 
Ditambahkannya, Penggunaan  latter of credit dalam proses tender Umumnya  dipakai pada tender-tender internasional atau tender yang sumber pendanaanya  menggunakan dana hibah atau dana hutang dari luar negeri. 

“Jadi jika tender dengan dana-dana donor misalkan ADB atau dana asing lainnya, pihak donor ini punya guidline sendiri, Latter of credit bisa dikatakan sebagai dokumen jaminan yang sah tergantung dari dokumen tendernya” pungkasnya. 

Sementara itu, Manager Kredit Regional Sumatra Bank Bukopin, nur ananta Krisna saat di konfirmasi mengatakan,  Didalam negeri letter of credit lebih dikenal dengan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) atau sering disebut LC local.  

“Ada beberapa istilah mengenai letter of credit dari berbagai bahasa, yaitu crediet brief (belanda), letter de credit (perancis), accreditief (jerman), dan letter of credit (inggris). Dan didalam negeri letter of credit dikenal dengan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN)” kata nur ananta Krisna Manager Kredit Regional Sumatra Bank Bukopin.
 

Ditambahkannya, Transaksi LC digunakan untuk perdagangan Internasional (mengacu kepada peraturan International Chamber of Commerce – Uniform Customs and Practice for Documentary Credit (UCP) sedangkan transaksi SKBDN digunakan untuk perdagangan dalam negeri (mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia).

“LC atau dalam istilah Indonesia SKBDN merupakan surat jaminan pembayaran yang didukung oleh lembaga hukum seperti bank atau lembaga keuangan publik lainnya. untuk memastikan pembayaran tepat waktu & penuh saat melaksanakan perjanjian perdagangan internasional maupun domestic,” Tambah nur ananta Krisna. 

Letter of Credit juga sebagai instrumen pembiayaan perdagangan yang paling sering digunakan dalam perjanjian penjualan luar negeri, sementara LC dalam dunia konstruksi berupa fasilitas kredit berbentuk standbyloan untuk memberikan jaminan pembayaran dan fasilitas kredit dalam konteks proyek konstruksi jangka panjang. 

Selain itu, LC atau SKBDN juga diterbitkan sebagai fasilitas kredit sebagai bentuk komitmen dalam menunjukan kemampuan keuangan suatu perusahaan yang didukung oleh perbankan dalam bentuk LC fasilitas kredit Stanfbyloan.(red

Jumat, 17 Mei 2024

Siagakan Tourist Police hingga Tim Security Officcer, Polda Lampung Jamin Rasa Aman Ajang WSL Krui Pro 2024


GK, BANDAR LAMPUNG
- Polda Lampung siap menjamin rasa aman dan nyaman pelaksanaan ajang surfing internasional World Surfing League (WSL) Krui Pro 2024 mulai 28 Mei - 4 Juni 2024. 

Kepolisian daerah dan jajaran telah menyiapkan pengamanan dan penjagaan dalam event skala internasional tersebut. 

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika mengatakan, pihaknya bakal menggelar operasi mandiri kewilayahan Polda Lampung bersama Polres Pesisir Barat dan Polres Lampung Selatan dengan sandi "Tuhuk Krakatau 2024" selama 9 hari mulai 27 Mei - 4 Juni 2024.

"Polda Lampung akan melaksanakan operasi pengamanan selama event WSL Krui Pro tahun ini, dengan menyiagakan 325 personel, lengkap dengan sarana prasarananya," ujar Kapolda, Jumat (17/5/2024). 

Secara khusus sebagai pembentukan pengamanan optimal, Helmy turut menyiapkan dan menempatkan personel tourist police dan tim security officcer.

Para personel khususnya ini akan melayani masyarakat atau wisatawan dan tamu undangan, hingga memberikan pengamanan bersifat melekat kepada panitia penyelenggara dan peserta serta official event. 

"Pengamanan bersifat terbuka dengan mengedepankan fungsi kepolisian, guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan secara nyata," ucap Helmy. 

"Kami juga bersinergi dengan unsur TNI di Lampung untuk mensukseskan event internasional tersebut, mereka pun akan berpakaian layaknya polisi turis dan bukan berseragam seperti biasa digunakan," tambahnya.

Kata Helmy, pelaksanaan event internasional tahunan di wilayah Pesisir Barat ini disebut berbeda dari sebelumnya, karena bakal diikuti sebanyak 259 peserta dari 14 negara. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun-tahun lalu. 

Oleh karenanya, ajang ini penting dan diproyeksikan bakal menjadi titik balik kebangkitan pariwisata hingga investasi di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. 

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama mendukung kesuksesan ajang surfing WSL Krui Pro di tahun ini, mari kita jaga nama naik Indonesia, khususnya Lampung," tandas Kapolda,[Feby]

Kamis, 07 November 2024

FKIP Universitas Lampung Sambut Mahasiswa Program SEA Teacher 2024 dari Philipina


GK, Bandar Lampung 
– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) resmi menerima tujuh mahasiswa peserta Program SEA Teacher 2024 yang berasal dari tiga universitas terkemuka: University of Santo Tomas (Philipina), Saint Mary’s University (Philipina), dan Bicol University (Philipina). Acara penyambutan berlangsung di Ruang Sidang FKIP Unila dengan dihadiri oleh Dekan FKIP Prof. Dr. Sunyono, M.Si., beserta para wakil dekan, ketua bagian Tata Usaha, ketua Unit Kerjasama, ketua dan sekretaris jurusan, serta kepala sekolah SMA YP Unila dan SLB Insan Madani Metro.Selasa,5November 2024

Tujuh mahasiswa dari program ini yang hadir di ruang sidang dekanat FKIP Unila adalah Mhea Lei S. Laza;  Roanne Joy S. Taysa;  dan Shirlene O. Buahon, ketiganya dari Saint Mery’s University. Selanjutnya Ela Pearl S. De Castro dan Joana C. Valdez dari Santo Thomas University dan hadir secara daring dari Bicol University, yaitu  Allysa Gayle G. Thomas dan  Jessica Mae N. Nato, keduanya akan datang ke FKIP Unila pada tanggal 11 November 2024. Mereka dsambut dengan hangat oleh Dekan FKIP Unila dan jajarannya. Program SEA Teacher 2024 sendiri bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengalaman akademik mahasiswa, serta memperkaya pemahaman mereka tentang pendidikan lintas budaya. Kolaborasi dengan University of Santo Tomas, Saint Mary’s University, dan Bicol University ini menegaskan komitmen FKIP Unila untuk memperkuat jejaring internasional dalam bidang pendidikan.


Dalam sambutannya, Dekan FKIP Unila Prof. Dr. Sunyono, M.Si., menyampaikan harapan agar para mahasiswa SEA Teacher dapat memperkenalkan budaya dari negara asal mereka—Philipina—kepada masyarakat Lampung, khsusnya siswa di sekolah-sekolah tempat mereka praktik mengajar. “Kami berharap juga para mahasiswa asing tersebut dapat mengenal dan mempelajari bahasa Indonesia,  budaya, dan tradisi masyarakat Lampung, serta mengenal Lampung lebih dekat. Dalam mengenalkan budaya dan wisata di Propinsi Lampung, akan dilaksanakan pada saat weekend sebagai agenda mereka selama di Propinsi lampung. 


Para mahasiswa SEA Teacher ini akan melaksanakan program praktik mengajar selama satu bulan di SMA YP Unila (untuk mahasiswa dari Saint Mary’s University dan Bicol University) dan di SLB Insan Madani  Kota Metro (untuk mahasiswa dari Santo Thomas University). Untuk mendukung proses adaptasi, FKIP Unila telah menyiapkan “SEA Teacher Buddy” yang akan mendampingi para mahasiswa selama di Indonesia. Buddy ini berperan dalam membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan baru, mengenalkan kebudayaan lokal, dan memberikan dukungan selama program berlangsung.


“Kami berharap kehadiran SEA Teacher Buddy dapat membantu para mahasiswa mengatasi tantangan yang mungkin muncul, baik di lingkungan akademik maupun sosial. Buddy ini juga akan mengenalkan mahasiswa SEA Teacher pada budaya dan kebiasaan masyarakat Lampung sehingga pengalaman mereka di sini menjadi lebih berkesan,” lanjut Prof. Sunyono.  Pada kesempatan ini, Prof. Sunyono sebagai Dekan FKIP Unila juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng. yang telah memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Dimana mahasiswa tersebut (khususnya mahasiswa dari Saint Mery’s University dan Bicol University) akan disiapkan tempat pemondokan di Rusunawa (kamar yang bersatandar internasional) selama mereka berada di Bandar Lampung. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., Ketua Program Studi S1 PGSD yang telah menyiapkan pemondokan di Kota Metro bagai mahasiswa yang berasal dari Santo Thomas University. Selanjutnya kepada Kepala SMA YP Unila, ibu Dra. Mey Sriyani, M.M., yang telah menerima mahasiswa dari Saint Mery’s University dan Bicol University untuk melaksanakan praktik mengajar, demikian pula kepada Kepala SLB Insan Madani yang diwakili oleh bapak Mujiyanto yang juga telah menerima mahasiswa dari Santo Thomas University untuk melaksanakan praktik mengajar di sana.


Shirlene O. Buahon, salah satu mahasiswa yang mewakili Saint Mary’s University, mengungkapkan kegembiraannya dapat berpartisipasi dalam program SEA Teacher di Indonesia, khususnya di Lampung. “Saya sangat senang dapat kesempatan belajar di Universitas Lampung yang kampusnya sangat besar dan ramah. Saya berharap bisa mengeksplorasi budaya dan norma masyarakat Indonesia, serta mempelajari kekhasan budaya Lampung,” ujarnya.


Dengan adanya Program SEA Teacher ini, FKIP Unila berharap dapat memperkuat kolaborasi internasional dan membangun wawasan global bagi mahasiswa di bidang pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman akademik dan budaya tetapi juga upaya memperkenalkan keunikan budaya Lampung kepada dunia internasional.

Program SEA Teacher 2024 ini diharapkan dapat terus menjadi jembatan antara mahasiswa lintas negara, khususnya ASEAN untuk saling belajar, berbagi, dan menjalin persahabatan di ranah pendidikan, serta memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan dan kerjasama budaya di masa yang akan mendatang.(*)

Sabtu, 20 Desember 2025

Semarak Perayaan HUT ke-5 dan Rakernas FOIIN 2025 di Bandar Lampung, Momentum Kebangkitan Pariwisata


Bandar Lampung
– Komunitas otomotif Fortuner International Indonesia (FOIIN) menggelar Anniversary ke-5 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FOIIN Tahun 2025,Pada Sabtu malam(20/12/2025) berlangsung di Santika hotel.


Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, S.E., M.Si, Ketua RAPI Provinsi Lampung, Ketua Umum RAPI Pusat,H. Riza Fachrial, S.E., Ketua Umum FOIIN, Bima Aloegoro,serta Ketua FOIIN Provinsi Lampung,Rian Fauzan, beserta anggota FOIIN dari berbagai daerah di Indonesia.


Dalam sambutannya, Bobby Irawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FOIIN yang telah memilih Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah Rakernas 2025. Ia berharap komunitas otomotif seperti FOIIN tidak hanya menjadi wadah penyalur hobi, tetapi juga berperan aktif sebagai duta pariwisata yang memperkenalkan potensi wisata Lampung ke tingkat nasional maupun internasional.


“Komunitas otomotif memiliki peran strategis dalam mempromosikan destinasi wisata. Kehadiran FOIIN di Lampung diharapkan mampu mengangkat potensi wisata unggulan daerah,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum FOIIN, Bima Aloegoro, menjelaskan bahwa FOIIN bukan sekadar komunitas otomotif nasional, melainkan komunitas yang membawa nama Indonesia ke kancah internasional.


“FOIIN bukan hanya ada di Indonesia, tetapi juga go internasional. Melalui touring dan kegiatan lintas daerah bahkan lintas negara, kami menjalin silaturahmi antar pulau dan antar bangsa dengan ikon kendaraan Fortuner,” jelas Bima.


Ia menambahkan, selain hobi otomotif, FOIIN juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana nasional.


“FOIIN selalu berada di garda terdepan dalam aksi sosial. Kami mengajak seluruh member untuk menyisihkan sebagian rezekinya dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.


Ketua FOIIN Provinsi Lampung, Rian Fauzan, menjelaskan bahwa jumlah peserta Rakernas tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi ekonomi nasional dan cuaca ekstrem.

“Cuaca dan gelombang laut yang cukup tinggi membuat beberapa member terpaksa membatalkan kehadiran, meskipun sudah melunasi biaya hotel dan kegiatan,” ujarnya.


Dalam Rakernas tersebut, FOIIN membahas berbagai agenda penting, mulai dari program kerja rutin setiap chapter, musyawarah antar chapter, hingga rencana kegiatan nasional ke depan.seperti penanganan bencana banjir bandang dan kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi perhatian utama.


Rian Fauzan juga menyampaikan aspirasi komunitas kepada pemerintah terkait kebijakan energi dan otomotif, khususnya mengenai ketersediaan bahan bakar di Lampung.

“Kami berharap ke depan ada perhatian lebih terkait keseimbangan antara kendaraan listrik dan kendaraan konvensional, serta kemudahan akses bahan bakar, karena beberapa member mengalami kesulitan, terutama yang belum memiliki barcode,” ujarnya.

Sebagai rangkaian kegiatan, para peserta Rakernas FOIIN 2025 juga mengikuti wisata bahari di Lampung, mengunjungi Pulau Wayang dan Pulau Pahawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FOIIN dalam mendukung promosi pariwisata daerah.

Ke depan, FOIIN berencana menggelar touring nasional yang dikemas dengan kegiatan wisata dan bakti sosial.

Perayaan HUT ke-5 dan Rakernas FOIIN 2025 ini menjadi momentum penting bagi FOIIN untuk memperkuat solidaritas, memperluas jaringan internasional, serta berkontribusi nyata bagi pariwisata dan masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.

Kamis, 23 Januari 2025

FEB Unila Gelar Asesmen Lapangan Reakreditasi Prodi Magister Manajemen


Lampung
– Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan asesmen lapangan reakreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) untuk program studi Magister Manajemen (MM). Kegiatan ini berlangsung di ruang sidang lantai satu Gedung B FEB Unila pada Kamis, 23 Januari 2025.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., yang menekankan pentingnya proses reakreditasi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di Unila. “Reakreditasi ini merupakan momen strategis bagi program studi magister manajemen untuk terus berinovasi dan mencapai standar pendidikan tinggi yang unggul,” ujar Prof. Suripto.

Prodi Magister Manajemen FEB Unila telah mengukuhkan posisinya di tingkat global dengan memperoleh akreditasi internasional dari ABEST21 International dan FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation). FEB Unila juga merupakan anggota internasional dari AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business) dan AUN-BE (ASEAN University Networks for Business and Economics), yang semakin memperkuat reputasinya.

Sebagai bagian dari upaya menjadi salah satu program studi terbaik di Indonesia, prodi Magister Manajemen FEB Unila terus mengembangkan kurikulum dengan benchmarking internasional ke Istanbul Ticaret University, Turki, dan Universiti Malaya, Malaysia. Selain itu, penguatan sumber daya manusia, pengembangan jejaring akademik global, serta penerapan teknologi dalam pembelajaran terus dioptimalkan.

“Kami berharap asesmen ini memberikan masukan yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas prodi Magister Manajemen ke depannya. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan agar lulusan kami mampu berkontribusi secara signifikan, baik di tingkat nasional maupun global,” ungkap perwakilan FEB Unila.

Proses asesmen lapangan ini dilakukan oleh dua asesor, yaitu Prof. Dr. Tengku Ezni Balqiah, S.T., M.E., dan Dr. Sulaeman Rahman Nidar, S.E., M.B.A.. Asesmen mencakup penilaian terhadap mutu akademik, kualitas penelitian, sumber daya manusia, fasilitas pendukung, serta kontribusi prodi terhadap masyarakat.

Selama asesmen, para asesor melakukan wawancara dengan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. Mereka juga mengevaluasi dokumen pendukung dan meninjau fasilitas kampus, seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan.

Dekan FEB Unila, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., menyampaikan harapannya agar proses reakreditasi ini menghasilkan capaian maksimal. “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas akademik dan pelayanan, sehingga lulusan kami tidak hanya kompeten tetapi juga mampu bersaing di dunia global,” ujarnya.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, prodi Magister Manajemen FEB Unila diharapkan dapat terus berkembang sebagai institusi pendidikan unggulan yang berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan bisnis, baik di tingkat nasional maupun internasional.(*)

Jumat, 28 Juli 2023

Bikin Bangga, 3 Anggota Polri Diwisuda Langsung Presiden Erdogan Usai Ikuti Pendidikan 2 Tahun di Turki


GK, Jawa Barat - Tiga anggota Polri mengikuti pendidikan Turkish National Police Academy (TNPA). Usai mengikuti pendidikan selama 2 tahun, ketiga anggota Polri ini pun menjadi bagian dari 87 peserta didik internasional lainnya diwisuda pada Rabu, 26 Juli 2023.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan, ketiga anggota Polri tersebut bernama Ipda Regina Setiawan dari Polda Kepri, Bripka Hilman Lasmana dari Polda Jawa Barat, Briptu Tiara Nissa Zulbida dari Polda Jawa Timur.

"Mereka bersama puluhan peserta didik internasional lainnya mengikuti kegiatan Capacity Building “The First Level Police Chief Training and The Non Thesis Master Degree” selama 2 tahun di Turki," kata Nurul dalam keterangan tertulisnya, Jumat, (28/7/2023)

Nurul menuturkan, pada penutupan pendidikan, tiga anggota Polri dan puluhan peserta didik internasional lainnya diwisuda langsung oleh Presiden Turki Erdogan.

"Pada Rabu, 26 Juli 2023 Kedutaan Besar RI Ankara didampingi oleh Atase Polri menghadiri kegiatan Turkish National Police Academy (TNPA) Graduation Ceremony yang ditutup resmi oleh Presiden Erdogan," katanya.

Yang lebih membanggakan, kata Nurul, salah satu anggota Polri yang mengikuti pendidikan yakni Briptu Tiara berhasil meraih peringkat 5 besar terbaik.

"Bahkan Briptu Tiara menjadi salah satu perwakilan peserta didik Internasional yang diberikan kesempatan menyampaikan speech dalam bahasa Turki di hadapan Presiden Erdogan dan seluruh tamu undangan yang hadir," katanya.

Lebih lanjut, Nurul menuturkan, seluruh rangkaian kegiatan pendidikan Turkish National Police Academy (TNPA) selama 2 tahun telah berhasil dilakukan secara baik dan lancar.

"Selanjutnya ketiga personel Polri akan kembali ke Indonesia pada Sabtu, 29 Agustus 2023," katanya.[Feby]

Jumat, 27 Oktober 2023

Danrem 043/Gatam Dampingi Pangdam II/Sriwijaya Sambut Presiden Jokowi Di Bandara Radin Inten


GK, Lampung
– Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin SE mendampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil, sambut kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. Joko Widodo di Bandara Internasional Raden Inten II Lampung Selatan Provinsi Lampung, Kamis (26/10/2023).

Turut menyambut kujungan kerja Presiden RI tersebut diantaranya Gubernur Lampung  Ir. H. Arinal Djunaidi, Kapolda Lampung Irjen. Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si, Danlanal Lampung Kolonel Laut ( P ) Muhammad Nizarudin, SE., MH., CHRMP, Danlanud M Bunyamin (Letkol Pnb Yosi Hadi Wiyanto, Kasat Pol PP Provinsi Lampung Bapak M. Zulkarnain dan Biro Adpim Provinsi Lampung Bapak Muhammad Yuliardi.

Presiden Joko Widodo beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Radin Inten II sekitar pukul 14.45 WIB, yang bertolak melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, menuju Provinsi Lampung dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia.

Setibanya di Bandara Internasional Radin Inten II Lampung Selatan, Presiden Joko Widodo akan melangsungkan menuju Gudang Bulog Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung dalam rangka menyerahkan 1.000 kantong beras kepada masyarakat Bandar Lampung[red]

Rabu, 17 September 2025

Ekspor Perdana El’s Coffee Lampung Tembus Pasar Hongkong


Bandar Lampung
– Gubernur Lampung melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, secara resmi melepas ekspor perdana produk kopi Lampung dengan merek El’s Coffee menuju Hongkong. Acara pelepasan ekspor tersebut digelar di halaman El’s Coffee By-Pass, Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung, Pada Rabu (17/9/2025) dan menjadi tonggak penting dalam memperluas pasar internasional bagi kopi Lampung yang telah lama dikenal dengan cita rasa khasnya.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung yang dibacakan Marindo, pemerintah provinsi memberikan apresiasi kepada pelaku usaha daerah yang mampu menembus pasar global.

 “Kopi Lampung memiliki cita rasa khas yang sudah diakui dunia. Dengan adanya ekspor ini, kita berharap produk kopi daerah semakin dikenal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, serta membuka peluang bagi UMKM lainnya untuk ikut go international,” ujar Marindo.

Pelepasan ekspor ditandai dengan prosesi pemotongan pita di depan kontainer pengiriman sebagai simbol resminya kopi Lampung memasuki pasar internasional.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kesempatan itu, di antaranya Wali Kota Bandar Lampung, Kepala Dinas UMKM Provinsi Lampung, perwakilan Bappeda, Balai Karantina Pertanian Lampung, Kepala OJK Lampung, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung, perwakilan Bank Indonesia, Bank BCA, serta perwakilan dari pengusaha Lampung Yusuf Kohar. Kehadiran lintas pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan daya saing kopi Lampung di kancah global.

Direktur El’s Coffee, Elkana Ariel Riswan, menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas terlaksananya ekspor perdana ini.

“Ekspor perdana ini menjadi awal untuk memperkuat brand kopi Lampung di pasar internasional. Perjalanan yang baik ini kami harapkan bisa berlanjut secara berkesinambungan. Kami optimis bisa menjangkau lebih banyak negara ke depan, sekaligus mendorong pelaku UMKM Lampung lainnya untuk berinovasi agar produk kopi bubuk lokal juga bisa menembus pasar global,” ungkap Elkana.

Elkana menambahkan, ekspor perdana ini merupakan hasil perjalanan panjang selama tujuh tahun dalam membangun brand El’s Coffee hingga akhirnya mampu tembus ke Hongkong. Ia berharap langkah ini sejalan dengan program Presiden RI yang mendorong produk dalam negeri naik kelas dengan menghadirkan barang jadi yang siap bersaing di pasar dunia.

Dengan terlaksananya ekspor perdana ini, kopi Lampung diharapkan semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu menjadi kebanggaan Indonesia di kancah internasional.(Yli)


Sabtu, 01 Februari 2025

FKIP Unila Resmi Luncurkan Program Summer Camp 2025 Pertama Kalinya


Lampung
– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) secara resmi meluncurkan Program Summer Camp 2025 sebagai inisiatif perdana. Program ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik dan budaya bagi mahasiswa serta peserta dari berbagai institusi pendidikan baik di dalam maupun luar negeri.

Acara peluncuran Summer Camp 2025 berlangsung di Aula K FKIP Unila pada Kamis, 30 Januari 2025, dan dihadiri oleh berbagai pejabat dari universitas dan fakultas. Di antaranya adalah Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum; Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni; serta Dr. Riswandi, M.Pd., Plt. Dekan FKIP Unila, bersama jajaran pimpinan fakultas lainnya.

Dalam sambutannya, Plt. Dekan FKIP Unila, Dr. Riswandi, menjelaskan bahwa tujuan utama dari Summer Camp 2025 adalah untuk memperkenalkan kekayaan budaya, seni, kuliner, serta wisata di Provinsi Lampung ke dunia internasional. Harapannya, program ini dapat menarik lebih banyak mahasiswa internasional untuk melanjutkan studi di FKIP Unila dan Unila secara keseluruhan.

“Program Summer Camp ini akan memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mempelajari dan mengeksplorasi keberagaman bahasa, budaya, dan kesenian Lampung dengan pendekatan ethno-pedagogy dan ethno-science, yang melibatkan kegiatan akademik di kampus maupun eksplorasi budaya di luar kampus,” ujar Dr. Riswandi.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., secara simbolis meluncurkan program ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya konsep ethno-pedagogy dan ethno-science dalam meningkatkan pembelajaran melalui integrasi nilai budaya lokal dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Melalui Summer Camp ini, peserta akan diberikan wawasan tentang bagaimana kearifan lokal Lampung dapat diterapkan dalam pendidikan dan penelitian, serta bagaimana keberagaman budaya dapat memperkaya pengalaman pembelajaran di dunia pendidikan global,” ujar Dr. Habibullah.

Program Summer Camp 2025 akan mencakup berbagai kegiatan seperti:

1. Eksplorasi Bahasa dan Budaya Lokal: Peserta akan belajar langsung dari masyarakat Lampung mengenai bahasa daerah, tradisi lisan, serta nilai-nilai budaya yang sudah ada sejak lama.


2. Workshop Seni dan Kerajinan: Para peserta dapat mempelajari seni tradisional seperti tenun, ukiran, dan kerajinan tangan khas Lampung.


3. Pengenalan Kuliner Tradisional: Peserta akan diberi kesempatan untuk mencicipi dan mempelajari cara membuat makanan khas Lampung yang kaya rasa.


4. Musik dan Tari Tradisional: Sebagai bagian dari pengalaman budaya, peserta akan berlatih dan mempersembahkan musik dan tari tradisional Lampung.


5. Eksplorasi Alam dan Pendakian: Peserta akan diajak untuk mengeksplorasi keindahan alam Lampung melalui pendakian gunung dan aktivitas alam lainnya.



Peluncuran program ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, yang menandakan dimulainya kegiatan. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video promosi Summer Camp 2025 untuk memperkenalkan program ini kepada khalayak lebih luas.

FKIP Unila berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa, serta memperkuat jejaring internasional. Dengan adanya Summer Camp 2025, FKIP Unila berharap dapat semakin memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia serta menjadikannya sebagai agenda tahunan yang berkembang pesat, menarik lebih banyak peserta, dan memperkokoh posisi Unila di kancah pendidikan internasional.(*)