Bandar Lampung – Transformasi infrastruktur menjadi prioritas utama tahun 2026. Pemerintah Kota Bandar Lampung menargetkan lebih dari 200 ruas jalan diperbaiki secara bertahap.
Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari strategi mempercepat mobilitas barang dan jasa di pusat ekonomi kota.
Rigid Beton untuk Ketahanan Jangka Panjang
Sebanyak delapan ruas jalan akan dibangun menggunakan konstruksi rigid beton, teknologi yang dikenal lebih tahan terhadap tekanan kendaraan berat.
Langkah ini diyakini mampu:
Mengurangi biaya perawatan tahunan
Meminimalkan kerusakan dini
Menekan risiko kemacetan akibat tambal sulam
Jalan Protokol Jadi Prioritas
Penataan jalan protokol juga menjadi fokus, guna memperkuat citra Bandar Lampung sebagai kota perdagangan dan jasa di Sumatera bagian selatan.
Pemerintah optimistis konektivitas yang semakin baik akan mendorong pertumbuhan UMKM dan sektor logistik.







0 #type=(blogger):
Posting Komentar