Hot Posts

4/footer/recent

Minggu, 14 Juni 2026

Panen Sawi di Lapas Kalianda, Bukti Nyata Pembinaan Kemandirian dan Dukungan Ketahanan Pangan


Kalianda
– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan yang produktif melalui kegiatan panen sawi yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Jumat (13/6/2026).

Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kalianda bersama jajaran petugas dan warga binaan di area pertanian yang selama ini dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

Program ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga membentuk karakter warga binaan agar memiliki etos kerja, disiplin, dan rasa tanggung jawab.

Melalui kegiatan pertanian yang berkelanjutan, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Hasil panen yang diperoleh menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan karya yang bermanfaat dan bernilai produktif.

Menariknya, hasil panen sawi tersebut langsung dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas. Sayuran yang dipanen didistribusikan ke dapur Lapas Kalianda sebagai bahan baku penyediaan makanan bagi warga binaan.

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus mewujudkan kemandirian lembaga pemasyarakatan melalui pemanfaatan lahan produktif yang tersedia.

Kalapas Kalianda menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi warga binaan tetapi juga bagi institusi pemasyarakatan secara keseluruhan.

> “Pembinaan tidak boleh berhenti pada kegiatan semata. Harus ada hasil yang bisa dirasakan, baik oleh warga binaan maupun institusi. Melalui kegiatan pertanian ini, kami ingin membuktikan bahwa warga binaan mampu berkarya, produktif, dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan. Dari dibina menjadi berguna, itulah tujuan pembinaan yang sesungguhnya,” tegas Kalapas.



Program pertanian yang dijalankan Lapas Kalianda menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan berbasis keterampilan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.

Selain menghasilkan produk yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter positif sebagai bekal reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.

Dengan keberhasilan panen sawi tersebut, Lapas Kalianda terus menunjukkan bahwa pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dapat menghasilkan manfaat nyata, sekaligus mendukung program ketahanan pangan dari dalam lingkungan pemasyarakatan.

0 komentar: