Hot Posts

4/footer/recent

Rabu, 10 Juni 2026

Rajabasa Bakery Kantongi Sertifikat Merek, Bukti Karya Warga Binaan Mampu Bersaing di Pasar


Bandar Lampung
– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung. Pada Rabu (10/6/2026) bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung, Taufiqkurrakhman, secara langsung menyerahkan sertifikat hak merek Rajabasa Bakery kepada Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati.

Penyerahan sertifikat merek tersebut menjadi bukti nyata pengakuan negara terhadap kualitas dan keberlanjutan produk hasil karya warga binaan. Dengan terbitnya sertifikat hak merek, Rajabasa Bakery kini memiliki perlindungan hukum atas identitas usahanya sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, turut memperkenalkan berbagai produk unggulan Rajabasa Bakery yang diproduksi langsung oleh warga binaan. Produk roti yang ditampilkan mendapat perhatian dan apresiasi dari para tamu yang hadir.

Kualitas roti hasil olahan warga binaan tersebut bahkan menuai pujian dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung. Taufiqkurrakhman menilai produk Rajabasa Bakery memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi bersaing dengan produk komersial yang telah dikenal luas masyarakat.

"Ini sudah bisa bersaing dengan Dunkin' Donuts. Luar biasa, semoga semakin banyak peminatnya dan semakin banyak pembelinya," ujarnya.

Apresiasi tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi warga binaan untuk terus meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan produktivitas dalam menghasilkan produk berkualitas. Keberhasilan memperoleh sertifikat merek juga menjadi langkah penting dalam memperkuat eksistensi Rajabasa Bakery sebagai salah satu produk unggulan hasil program pembinaan di Lapas.

Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan keterampilan warga binaan. Melalui program ini, diharapkan para warga binaan memiliki bekal kemampuan wirausaha yang memadai sehingga dapat kembali ke masyarakat dengan lebih siap, produktif, dan mandiri.

Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga mampu melahirkan produk-produk berkualitas yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing di pasar.

0 komentar: