BANDAR LAMPUNG – Memasuki usia 19 tahun, sumur bor fasilitas air bersih (Paslum) bantuan Pemerintah melalui Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) di RT 001 Lingkungan III, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, hingga kini masih berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sumur bor tersebut dibangun pada Agustus 2007 dengan kedalaman sekitar 32 meter. Pembangunannya dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bersama para relawan. Saat itu, KSM CITRA diketuai Ani Astuti, dengan Rati Sumarni sebagai sekretaris sekaligus penghibah tanah untuk lokasi sumur bor. Sementara sejumlah relawan yang turut terlibat di antaranya Herman Riwayatno dan Hariyanto.
Pada awal pemanfaatannya, fasilitas air bersih tersebut melayani sekitar 21 kepala keluarga (KK). Selain memenuhi kebutuhan warga, air dari sumur bor juga disalurkan ke Mushola Nurul Falah untuk kebutuhan air wudu.
Ketua KSM CITRA, Ani Astuti, mengaku bersyukur karena fasilitas yang dibangun melalui bantuan pemerintah tersebut tetap dijaga dan dipelihara masyarakat hingga sekarang.
«“Saya bersyukur sekali warga RT 001 Lingkungan III mendapat bantuan pemerintah melalui Program P2KP berupa sumur bor. Warga tetap memelihara dan menjaganya sehingga sampai sekarang masih bisa dimanfaatkan,” ujar Ani.»
Seiring berjalannya waktu, jumlah penerima manfaat sumur bor tersebut mengalami penurunan. Terlebih sejak 2017, Pemerintah Kota Bandar Lampung menjalankan program penyediaan sambungan air bersih gratis bagi masyarakat. Meski demikian, keberadaan sumur bor KSM CITRA tetap dipertahankan dan hingga kini masih berfungsi.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas air bersih, pada Sabtu (15/8/2026), Tim Independen Komunitas Peduli Lingkungan memberikan apresiasi secara simbolis kepada KSM CITRA yang selama 19 tahun konsisten menjaga dan mempertahankan keberadaan sumur bor tersebut.
Kegiatan itu disaksikan sejumlah warga, Ketua RT 001 Lingkungan III, anggota Linmas, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Transformatif Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.
Ketua Lingkungan III, M. Kautsar Valiant, menjelaskan mahasiswa KKN yang berjumlah 18 orang, terdiri dari tujuh laki-laki dan 11 perempuan, turut berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan lingkungan.
Menurutnya, kegiatan KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kondisi nyata di tengah masyarakat.
“Studi ini merupakan penerapan teori ke situasi nyata di lapangan. Para mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk melihat perkembangan dan kebiasaan masyarakat sekaligus memberikan penerapan ilmu yang berkembang saat ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, mahasiswa KKN juga turut memberikan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Alhamdulillah, sedikit demi sedikit perkembangan teknologi sudah kami sampaikan, termasuk contoh penggunaan digital untuk usaha UMKM. Mengingat sekarang sudah zamannya digitalisasi, masyarakat harus mulai memahami dan memanfaatkannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, empat mahasiswa KKN yang mewakili kelompok berkesempatan hadir dan mengikuti kegiatan di lokasi sumur bor KSM CITRA. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat sekaligus pelaksanaan program pemerintah di tingkat kelurahan.
Ketua RT 001 Lingkungan III, Rahmat, menyampaikan apresiasi kepada warga yang selama ini konsisten menjaga dan merawat fasilitas air bersih tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada warga sebagai penggiat lingkungan yang senantiasa menjaga dan memelihara sumur bor yang saat ini sudah berusia 19 tahun. Ini luar biasa,” ungkap Rahmat.
Keberlangsungan sumur bor selama hampir dua dekade tersebut menjadi contoh bahwa fasilitas bantuan pemerintah dapat terus memberikan manfaat apabila dirawat dan dikelola secara bersama-sama oleh masyarakat.
Selain menjadi sumber air bersih, keberadaan sumur bor KSM CITRA juga menjadi bukti pentingnya kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas umum agar tetap dapat dimanfaatkan, bahkan setelah program bantuan pemerintah selesai dilaksanakan.







0 komentar:
Posting Komentar