Hot Posts

4/footer/recent

Jumat, 28 Agustus 2026

Pelindo Regional 2 Panjang Perkuat Kesiapsiagaan K3 melalui Awareness dan Drill Tanggap Darurat


BANDAR LAMPUNG
— PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang terus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui kegiatan Awareness dan Drill Tanggap Darurat K3, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan kerja Pelindo Regional 2 Panjang tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus pemahaman pekerja dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, khususnya potensi kebakaran.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung. Kegiatan tersebut turut dihadiri tim Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang.

General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan sekaligus memastikan seluruh pekerja memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat.

“Kegiatan ini bukan sekadar simulasi, tetapi menjadi sarana untuk menguji kesiapan kita dalam menghadapi kondisi darurat. Ketika terjadi kebakaran, keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Setiap pekerja harus memahami jalur evakuasi, mengetahui area aman, dan mengikuti arahan tim evakuasi,” ujar Hardianto.

Dalam simulasi tersebut, BPBD dan Damkarmat Kota Bandar Lampung memberikan dukungan sesuai skenario penanganan keadaan darurat yang telah disiapkan. Skenario yang digunakan adalah penanggulangan kebakaran di lingkungan kerja.

Para pekerja mengikuti tahapan penanganan keadaan darurat, mulai dari respons awal, proses evakuasi hingga penanganan kondisi sesuai prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

Usai pelaksanaan drill, kegiatan dilanjutkan dengan sesi peningkatan awareness mengenai penanganan kebakaran. Dalam sesi tersebut, BPBD dan Damkarmat memberikan pemahaman praktis kepada para pekerja terkait potensi bahaya kebakaran serta tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Materi yang diberikan meliputi prosedur evakuasi, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pengenalan area aman, hingga pentingnya menjaga ketenangan dan mengikuti instruksi petugas ketika terjadi keadaan darurat.

Hardianto menegaskan, kesiapsiagaan tidak boleh hanya dilakukan ketika terjadi insiden, tetapi harus dibangun melalui edukasi dan latihan secara berkala.

“Kita tidak pernah mengharapkan kejadian kebakaran terjadi, tetapi kita harus selalu siap apabila kondisi tersebut terjadi. Karena itu, awareness dan latihan seperti ini harus terus dilakukan. Harapannya, setiap pekerja memiliki pengetahuan, keberanian, dan ketenangan untuk mengambil tindakan yang tepat dalam kondisi darurat,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD dan Damkarmat Kota Bandar Lampung yang telah memberikan pemahaman secara konkret kepada para pekerja mengenai penanganan kebakaran, mulai dari respons awal, proses evakuasi hingga penanganan kondisi darurat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada keselamatan pekerja, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

Pelaksanaan Awareness dan Drill Tanggap Darurat K3 tersebut merupakan bagian dari implementasi Business Continuity Management (BCM) di Pelindo Regional 2 Panjang.

Melalui penerapan BCM, perusahaan berupaya memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi gangguan yang dapat memengaruhi kegiatan operasional, sekaligus menjaga keberlangsungan proses bisnis dan mempercepat pemulihan apabila terjadi gangguan.

Dengan pelaksanaan latihan secara berkala, Pelindo Regional 2 Panjang berharap seluruh pekerja semakin memahami prosedur tanggap darurat dan mampu memberikan respons yang cepat, tepat, serta terukur apabila menghadapi kondisi yang tidak diharapkan di lingkungan kerja.

0 komentar: