Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label BKKBN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BKKBN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2026

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Apresiasi PJPK Dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI


BANDARLAMPUNG
----- Pemerintah Provinsi Lampung menerima Apresiasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN atas keberhasilan menyusun dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPIK) berkualitas tahun 2025.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Mirza, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 di Ballroom Hotel Radisson, Bandarlampung, Selasa (28/4/2026).

Selain itu, Pemprov Lampung juga menerima apresiasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung atas atas partisipasi dan dukungan aktif dalam pelaksanaan program Bangga Kencana, khususnya melalui momentum gerakan ayah mengambil rapor sebagai upaya penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Sekdaprov Marindo menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti komitmen daerah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan ketahanan keluarga sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menegaskan bahwa arah pembangunan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional, yakni Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045 dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.

“Bagi Provinsi Lampung, pembangunan SDM merupakan kunci dalam mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing wilayah,” ujarnya.

Ia menjelaskan Lampung saat ini berada pada fase penting dalam dinamika demografi, dengan puncak bonus demografi diproyeksikan terjadi pada 2035. 

Kondisi ini menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, namun juga harus diantisipasi dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan keterampilan masyarakat.

“Tanpa peningkatan kualitas tersebut, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban pembangunan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marindo menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia.

Ia menegaskan bahwa kualitas keluarga sangat menentukan kualitas generasi masa depan.

Untuk itu, Pemprov Lampung memberikan sejumlah arahan strategis, di antaranya memperkuat integrasi program pembangunan keluarga dalam perencanaan daerah, meningkatkan sinergi lintas sektor hingga tingkat kecamatan dan desa, serta memperkuat pengelolaan data keluarga berbasis monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

“Dengan sekitar 2,7 juta keluarga di Provinsi Lampung, ketersediaan data yang akurat menjadi kunci keberhasilan program agar tepat sasaran,” jelasnya.

Sejumlah capaian strategis menjadi dasar penghargaan yang diterima Provinsi Lampung. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,66 persen pada 2025 dari sebelumnya 10,62 persen pada 2024, sehingga untuk pertama kalinya berada pada satu digit.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 73,98 pada tahun 2025 dari sebelumnya 73,13 persen pada tahun 2024 dan masuk kategori tinggi.

Sementara itu, Plt. Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Wahyuniati turut menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Lampung dalam mendukung agenda pembangunan kependudukan nasional.

Ia menilai berbagai progres yang ditunjukkan Lampung, mulai dari penguatan pendataan keluarga hingga pelaksanaan program di tingkat desa, merupakan modal penting dalam memastikan intervensi pembangunan berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata.

“Capaian yang ditunjukkan Provinsi Lampung ini tentu perlu terus diperkuat, terutama dalam memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi keluarga,” ujarnya.

Wahyuniati juga menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah berada dalam momentum bonus demografi sejak 2020 hingga diperkirakan berakhir pada 2040, dengan potensi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen apabila dikelola dengan baik melalui peningkatan kualitas SDM.

Dalam mendukung hal tersebut, ia menegaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN terus melakukan transformasi melalui tiga peran utama, yakni sebagai penggerak kebijakan, pengintegrasi program lintas sektor, serta penyedia data berbasis keluarga. Pendekatan pembangunan berbasis keluarga dinilai menjadi kunci dalam memastikan setiap intervensi tepat sasaran.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih menambahkan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, mitra kerja, hingga masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa PJPK menjadi instrumen penting dalam memastikan seluruh intervensi pembangunan kependudukan berjalan efektif, terarah, dan berkelanjutan.

“Melalui Rakorda ini, kami berharap terbangun komitmen bersama untuk terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi kemajuan Lampung,” ujarnya.(*)

Sabtu, 10 Februari 2024

Upaya Penurunan Stunting Terus Dilakukan untuk Menuju Indonesia Emas 2045



GK, Brebes - Upaya pencegahan dan penurunan Stunting oleh Pemerintah terus menerus dilakukan untuk menuju Indonesia emas 2045. Salah satunya melalui program sosialisasi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting melalui BKKBN bersama mitra kerja. Sosialisasi kali ini dilaksanakan bersama warga kecamatan Bumiayu di Gedung NU Ranting Negaradaha, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).

Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Hukum, Organisasi, Dan Tatalaksana BKKBN Pusat, Ulil Abshar, S.IP menjelaskan, perlu disadari masyarakat bahwa Stunting dapat mengancam sumberdaya manusia yang berkualitas, karena Stunting menjadi pintu masuk seluruh penyakit yang tidak menular seperti diabetes, jantung koroner, dan osteoporosis.

"Penyebabnya semua itu adalah kurangnya gizi pada 1000 hari pertama kelahiran, pola asuh dan pola makan yang salah. Oleh karena itu saya mengajak bapak dan ibu untuk mencegah Stunting sejak dini supaya anak-anak kita sehat dan berkualitas," ujar Ulil.

Pranata Humas Ahli Madya Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Tatas Aji Dharma meminta kepada masyarakat untuk memeriksakan kehamilan istrinya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memantau dan mengawasi kasus Stunting. "Kita wajib mendorong ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya," kata Tatas.

Sementara itu, Kepala DP3KB Kabupdaten Brebes, Akhmad Ma'mun, M.Si menyandang jumlah Stunting terbesar merupakan kesedihan bersama yang harus diatasi dengan serius. Ia mengajak masyarakat mencegahnya agar Brebes terbebas dari kasus Stunting.

"Brebes merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak kasus Stunting. Satu dari tiga anak yang lahir mengalami Stunting. Untuk itu, mari kita bersama-sama mencegahnya," pungkasnya. (**)

Selasa, 03 Oktober 2023

BKKBN bekerjasama dengan Anggota Komisi IX DPR RI melaksanakan sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana

GK, Jakarta – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Dian Istiqomah, S.Kep secara konsisten melaksanakan sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana.

Sosialisasi kali ini menyasar warga Desa Merbau Mataram, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (28/9/2023), di Lapangan Josh Futsal.

Ketua Tim Kerja Administrasi dan Pengawasan Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Karnadinata, S.Sos.I, MM menjelaskan, dalam kegiatan sosialisasi ini ditekankan adanya proses komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana  (Bangga Kencana).

"Dalam program Bangga Kencana, pemerintah juga terus berupaya melakukan penurunan angka Stunting. Saya berharap bapak dan ibu memahami program ini dengan sederhana," ujar Karnadinata.
Anggota Komisi IX DPR RI, Dian Istiqomah, S.Kep mengatakan, untuk mengatasi Stunting salah satunya adalah mengkonsumsi makanan yang sehat. Kehadiran BKKBN sangat memperhatikan persoalan gizi ini. 

"Untuk memenuhi kebutuhan gizi, masyarakat dapat melakukannya misalnya dengan membiasakan diri menanam sayuran dan buah-buahan," ucap Dian.

Upaya lain, kata Dian, adalah mengubah pola pikir. Ia mencontohkan ketika menerima bantuan dari pemerintah, maka bantuan tersebut harus digunakan sesuai tujuannya. (red)

Senin, 25 September 2023

BKKBN dan Anggota Komisi IX DPR Sosialisasi Cegah Stunting di Lampung Selatan


GK, Lampung - 25 September 2023, Anggota Komisi IX DPR RI, Dian Istiqomah, S.Kep Mengutarakan bahwa tugas yang dibebankan kepada BKKBN cukup berat dalam persoalan Stunting yaitu kekurangan gizi yang kronis. Menurutnya, mempersiapkan diri sebelum menikah diharapkan dapat menghasilkan generasi yang bagus. 

"Untuk mencapai bebas Stunting, dibutuhkan kepedulian kita bersama untuk melepaskan diri dari Stunting," ujar Dian dalam acarasosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama mitra kerja di Provinsi Lampung, Kamis (24/9/2023) di Ruko SJS, Desa Canggung, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Kerja Penguatan Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Ir. Erismon, M.Kom mengatakan, BKKBN mempunyai tim pendamping keluarga untuk memantau keluarga yang anak-anaknya dicurigai Stunting yang terdiri dari Bidan, Kader PKK, dan  Kader KB. 

"Yang perlu didampingi terutama yang akan menikah untuk mengantisipasi adanya resiko Stunting," ujarnya.

Ia mengingatkan kepada calon pengantin sebelum menikah untuk memeriksa kesehatan terlebih dahulu ke Puskesmas. Alasannya, agar resiko Stunting tidak terjadi. "BKKBN komitmen memberikan perhatian kepada Stunting," tambahnya.

Untuk mencegah Stunting, BKKBN meminta kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi, memberikan ASI eksklusif, memantau pertumbuhan anak, dan menjaga kebersihan. [Red]