BANDAR LAMPUNG – Kecelakaan kerja menimpa salah satu pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Aulia Ahmad Akbar, saat menjalankan tugas evakuasi banjir di wilayah Gang Onta, Kecamatan Kedaton,Jumat(14/4/2026)
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 15 April 2026
Pegawai BPBD Bandar Lampung Kehilangan 3 Jari Saat Evakuasi Banjir
BANDAR LAMPUNG – Kecelakaan kerja menimpa salah satu pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Aulia Ahmad Akbar, saat menjalankan tugas evakuasi banjir di wilayah Gang Onta, Kecamatan Kedaton,Jumat(14/4/2026)
Sabtu, 04 November 2023
1 Jam Diguyur Hujan Deras, Longsor Mengancam Rumah Ibadah
Nampak di lokasi genangan air, Amrah Bangsawan yang juga merupakan Sekdes Pekon Buay Nyerupa beserta masyarakat melihat langsung saat hujan hampir mereda.
Sekdes Buay Nyerupa itu juga mengatakan jika pihak Dinas PURP dan BPBD Lampung Barat pernah turun meninjau lokasi tersebut namun hanya sebatas tinjauan dan tidak ada tindak-lanjutannya.
Minggu, 30 April 2023
TNI-POLRI dan Tim SAR BPBD Kab. Lampung Barat evakuasi korban pendaki gunung seminung yang tersambar petir
GK, Lampung - Indonesia seharusnya Lampung Com Lampung Barat--Polres Lampung Barat Polda Lampung bersama TNI dan Tim SAR BPBD Pemkab Lambar berhasil mengevakuasi pendaki gunung yang menjadi korban tersambar petir di Gunung Seminung Pekon Teba Pring Kec. Sukau Kab. Lampung Barat, Minggu (30/04/2023).
Adapun hasil Inventarisasi Pendaki berjumlah keseluruhan yang semula sebanyak 58 orang menjadi 90 orang dengan melalui 2 Pos Jalur pendakian.
Diantaranya 73 Orang naik dan mendaki melalui jalur Pos Pekon Teba Pring raya Kec. Sukau Kab Lambar. Sedangkan 17 orang pendaki naik melalui Jalur Pos air panas Desa Kota Batu Kec. Warkuk Ranau selatan Kab. Oku selatan Prov Sumatra Selatan.
Pendaki yang mengalami korban jiwa yaitu satu orang meninggal dunia bernama Abdal reka anggara (18), warga Desa Terean Kec. Mekakau ilir Kab. Oku selatan.
Dua orang pendaki mengalami luka berat bernama Adi yusuf saputra (23) , warga mekakau ilir Oku selatan dan Andika (18), warga Kec. Punggur Kab. Lampung tengah
Kemudian tiga orang pendaki mengalami luka sedang diantaranya Heru (23), Wawan (23) dan Erlanda (21) yang ketiganya merupakan warga
Ogan Komering Ulu Selatan.
Kapolres Lampung Barat Akbp Heri Sugeng priyantho,S.IK.,MH yang terjun langsung ke tempat kejadian mengatakan bahwa sebanyak 90 orang mengikuti kegiatan Pendakian gunung seminung Jalur Pendakian dari Kota batu Kec. Warkuk Kab. Oku Selatan Sumsel dan Pekon Teba Pering Raya Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat.
Akibat adanya Intensitas Curah Hujan yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Sukau dan sekitarnya disertai petir mengakibatkan pendaki tersambar petir dan mengalami luka bakar. Sehingga pada pukul 06.00 Wib korban baru bisa di Evakuasi untuk dibawa ke Puskesmas Buay Nyerupa Sukau menggunakan Ambulans Puskesmas Buay Nyerupa kecamatan Sukau untuk dilakukan tindakan medis," ungkap Kapolres.
Kapolres yang juga didampingi dari Tim SAR BPBD Kab Lambar, Kapolsek Balik bukit Iptu Arnis daely, Kasat lantas Iptu David pulner, Kasat Reskrim Iptu Juherdi sumandi, Tim Inafis Polres Lambar beserta Tim dari Kabupaten Oku Selatan melakukan pengecekan terhadap pendaki yang menjadi korban tersambar petir.
Akbp Heri, selaku Kapolres Lampung Barat juga mengatakan bahwa " untuk sementara waktu pendakian di gunung Seminung di tutup. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya korban jiwa, karena perlu diketahui saat ini intensitas hujan cukup tinggi sehingga dapat membahayakan para pendaki.(Feby)
Minggu, 12 Maret 2023
Hari Ketiga Pencarian, Korban Tanah Longsor di Way Kanan 1 Berhasil Ditemukan 2 Dalam Proses Pencarian
GK, Way Kanan - Upaya Polres Way Kanan Polda Lampung bersama TNI, Basarnas Pemprov Lampung, BPDB Kabupaten Way Kanan dan masyarakat yang responsif dan sinergi berhasil menemukan korban bernama Siran (62) warga Kampung Sumber Sari Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Minggu(12/03/2023)
Jumat, 18 November 2022
Jalan Amblas Pasca Banjir di Sukau, Makan Korban
- Audiensi BP2MI, Kapolri Tekankan Pentingnya Perlindungan dan Pencegahan Penyelundupan PMI
- Polsek Balaraja Ciduk 10 Pelaku Pengeroyokan, 6 Diantaranya Dibawah Umur
- Polri Tangkap Pelaku Utama Kerusuhan di Yahukimo Papua
Korban yang mengendarai sepeda motor Merk Honda Supra X 125 mengalami luka benturan, kini dilarikan ke Puskesmas Buay Nyerupa Kecamatan Sukau oleh warga.
- Polda Jatim Tangkap Perampok Emas 4,3 Kg di Banyuwangi
- Polsek Balaraja Ciduk 10 Pelaku Pengeroyokan, 6 Diantaranya Dibawah Umur
- Akibat Ditabrak dari Depan, Pemuda 21 Tahun Tewas Ditempat
Senin, 10 Oktober 2022
Polres Way Kanan Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2022
GK, Lampung - Polres Way Kanan bersama Kodim 0427/WK dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar Apel Siaga dalam rangka kesiapan mengantisipasi bencana alam bertempat di Mako Polres Way Kanan. Senin (10/10/2022).
Kegiatan dihadiri Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna, Dandim 0427/WK Letkol Inf. Charluly Rudi Jatmiko, Kepala BPBD Way Kanan, Pejabat Utama, para Kapolsek dan personel gabungan TNI, Pori, Damkar, Pol PP dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Way Kanan.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Way Kanan, AKBP Teddy Rachesna, dalam sambutannya menyampaikan Apel Gelar ini dilaksanakan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan Bencana Alam yang ada di Wilayah Kabupaten Way Kanan.
Kapolres mengucapkan terima kasih kepada segenap stake holders dan tamu undangan atas kehadirannya pada apel kesiapsiagaan penanganan bencana tahun 2022 hari ini dan berharap sinergitas yang telah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan.
Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sebagai langkah antisipasi, perlu kesiapan dari seluruh unsur, mulai dari pemerintah, Jajaran TNI /Polri, BPBD serta Stakeholder.
Mendasari peringatan yang disampaikan oleh BMKG, bahwa curah hujan tinggi terjadi di beberapa wilayah yang ada di indonesia pada awal oktober 2022 ini, dan untuk wilayah Sumatra diprediksi curah hujan dengan kategori menengah.
Walaupun demikian sebelum terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Way Kanan dan tidak mengurangi kesiapsiagaan dalam penanganan bencana, utamanya banjir, angin puting beliung dan tanah longsor yang dapat menimbulkan bahaya.
Kita semua harus benar-benar memastikan kesiapsiagaan satuan tugas (satgas), kesiapan peralatan, ketersediaan bahan pangan serta kebutuhan yang diperlukan dalam mengantisipasi terjadinya bencana
Sementara apel siaga ini diselenggarakan dengan tujuan agar ada sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan resiko terjadinya bencana alam.
Meski demikian, kita tentunya berharap agar tidak ada bencana yang terjadi di Kabupaten Way Kanan. apel siaga bencana ini juga digelar dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi musim penghujan serta untuk memberikan pemahaman penanganan bencana kepada para pemangku kepentingan dan relawan.
Apel gelar pasukan ditutup Kapolres Way Kanan dan diakhiri dengan pemeriksaan peralatan dalam pemeriksaan peralatan, Unit Satsamapta Polres Way Kanan menjelaskan fungsi - fungsi peralatan tanggap bencana kepada Kapolres, Dandim berserta tamu undangan.[Melati]
Sabtu, 25 Desember 2021
Way Pertiwi Meluap, Cukuh Balak Tergenang
TANGGAMUS - Akibat Curah hujan yang tinggi, Desa Sukapadang, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus di terjang banjir bandang, Sabtu (25/12/2021) Sore.
Menurut Informasi yang diterima dari salah satu warga masyarakat Cukuh Balak Inisial MW, ketinggian air mencapai 1 meter lebih bahkan semakin bertambah tinggi.
Adapun banjir yang melanda Desa Suka Padang tersebut akibat luapan air Way Pertiwi karena tidak adanya tanggul penahan air.
"Banjir ini akibat luapan air Way Pertiwi karena tidak adanya tanggul penahan air, sedangkan tanggul yang dibuat oleh Pemda Tanggamus Asal-asalan, tidak memakai Bronjong,sehingga jebol dan tidak kuat menahan terjangan air akibat curah hujan yang tinggi," jelas MW melalui pesan singkat WhatsAppnya.
Masih menurut warga tersebut, akibat banjir tersebut salah satu rumah penduduk roboh diterjang banjir, dan lahan pertanian milik warga rusak.
"Ada salah satu rumah warga yang roboh diterjang banjir, serta tanaman pertanian warga seperti kebun Cabai, jagung dan jahe juga hancur," imbuhnya.
Warga masyarakat Desa Suka Padang, Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus, sangat berharap Bupati Tanggamus beserta instansi terkait untuk dapat terjun langsung meninjau musibah banjir tersebut.
"Melalui Media ini Warga Pekon Sukapadang Meminta Bupati Tanggamus untuk Turun Lansung Meninjau Lokasi," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak instansi pemerintah yang bisa di mintai keterangan, baik BPBD Kabupaten Tanggamus, Bupati, Pihak Kepolisian maupun yang lainnya. [Sur/khr]
Jumat, 24 Desember 2021
Tinjau Bandara Soetta H-1 Natal, Kapolri Minta Pengawasan Ketat Masa Karantina PPI
Sabtu, 04 Desember 2021
Aktifitas Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru Berdampak pada Masyarakat di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang
Rabu, 10 November 2021
Kenang Jasa Pahlawan, Dandim 0410/KBL Ikuti Upacara dan Tabur Bunga di Laut
Bandar Lampung — Untuk memperingati hari Pahlawan ke-76. Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes SE.,M.Si.,MM, bersama Forkopimda Kota Bandar Lampung, mengikuti upacara tabur bunga di laut, pada Rabu (10/11/2021).
Kamis, 28 Oktober 2021
Terkuak! Surat AMPK Munculkan Transparansi Proyek Bronjong Di Pulau Pasaran
Proyek bronjong milik BPBD itu secara fungsi merupakan proyek untuk penanggulangan bencana, yang manfaatnya bersinggungan langsung terhadap masyarakat luas.
Pada pemberitaan sebelumnya, diketahui bahwa pihak ketiga proyek tersebut adalah PT. Raja Mandala, namun setelah LSM AMPK mengirimkan surat atas temuannya dilapangan pada proyek bronjong itu ternyata munculah pihak ketiga yang mengerjakan proyek bronjong itu adalah PT. Dwi Baskoro. Dan ternyata PT. RAJA Mandala hanya sebagai subkon material dan tenaga kerja.
Hal itu diketahui setelah adanya pemasangan plang proyek pasca surat pertama LSM AMPK ke BPBD Provinsi Lampung pada (16/10/2021).
Hingga kini proyek bronjong di Pulau Pasaran itu sudah berjalan sesuai standar pengerjaan proyek, atas edukasi yang disampaikan oleh LSM AMPK pada BPBD Provinsi Lampung.
Namun menilik pada tenggat waktu proyek tersebut, menurut Indra Bangsawan selaku Koordinator LSM AMPK, waktu memulai pengerjaannya tidak sesuai dengan plang proyek yang tertera.
"Dalam plang proyek itu tertera nilai kontrak sebesar Rp. 2.332.787.168 dan jangka waktu selama 110 hari," kata Indra Bangsawan.
"Dalam plang itu juga, jangka waktu pengerjaan proyek disebutkan dimulai pada tanggal 13 September, namun fakta dilapangan pengerjaan proyek bronjong di Pulau Pasaran itu dimulainya pada pertengahan bulan Oktober ini," ungkap Indra.
Masih menurut Indra, "Kami dari AMPK, disini hanya menjalankan peranan kami sebagai lembaga yakni kontrol sosial. Yang kami khawatirkan pengerjaan proyek tersebut tidak maksimal mengingat waktu pengerjaannya saja sudah mundur hampir satu bulan," pungkas Indra.
"Sehingga pada hari ini (28/10/2021), kami dari AMPK kembali mengirimkan surat kepada BPBD Provinsi Lampung, untuk bisa memperhatikan proyek bronjong tersebut sehingga hasilnya juga akan sesuai dengan harapan masyarakat," kata Indra.
Diwaktu bersamaan, surat dari AMPK itu diterima oleh Yulius bagian Kepegawaian BPBD Provinsi Lampung.
Dalam keterangannya Yulius menyampaikan, "Surat dari LSM AMPK sudah kami terima, dan nanti akan kita sampaikan pada yang berwenang menanganinya. Saya adalah Staf Bagian Kepegawaian, dan masalah proyek bronjong itu yang berhak menjawabnya adalah bagian Kesekretariatan. Namun saat ini Sekretaris dan Pejabat yang lainnya sedang dinas luar (Bandung), diperkirakan pulang jumat," kata Yulius.
"Jika mau bertemu langsung sama Sekretaris silahkan datang aja hari Seninnya," ucap Yulius. [Sur]
Senin, 18 Oktober 2021
AMPK Surati BPBD Provinsi Lampung Terkait Proyek Bronjong
Bandar Lampung - Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Pemberantas Korupsi (LSM AMPK) Lampung, menyurati BPBD Provinsi Lampung pada Senin (18/10/2021).



















