Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Gunung Marapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Marapi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Desember 2023

2 Anggota Polda Sumbar Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi, 1 Masih Hilang

2 Anggota Polda Sumbar Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi, 1 Masih Hilang

GK, Sumbar
- Erupsi Gunung Marapi (2.982 mdpl) di Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi pada Minggu (3/12), menyebabkan banyak korban yang merupakan para pendaki.

Sebanyak dua orang anggota Polda Sumbar turut menjadi korban erupsi Gunung Marapi.

"Saya nyatakan ada, memang ada dan polisi kan manusia juga, mungkin ingin liburan juga," kata Kepala Polda Sumbar Inspektur Jenderal Polisi Suharyono di Bukittinggi, Selasa (5/12).

Hal tersebut disampaikan Kapolda di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi yang ditetapkan sebagai lokasi identifikasi para korban erupsi Gunung Marapi.

Kapolda mengatakan, dua anggota polisi yang menjadi korban erupsi Gunung Marapi itu bertugas di Direktorat Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polda Sumbar. Mereka berangkat mendaki Gunung Marapi tanpa izin langsung dari pimpinan.

"Saya tidak tahu berangkatnya kapan, tapi yang pasti itu Sabtu (2/12) malam Minggu. Jadi, ini mungkin mengambil waktu libur," kata Kapolda, seperti dikutip Antara.

Jenderal polisi bintang dua itu menduga kedua personel polisi tersebut naik Gunung Marapi dalam kondisi lepas dinas sebab erupsi terjadi pada Minggu (3/12). Kedua anggota polisi itu diperkirakan menaiki gunung pada Sabtu (2/12).

Mengenai kondisi kedua korban, Irjen Suharyono mengatakan satu anggota polisi berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan sempat mendapatkan perawatan intensif hingga diizinkan kembali ke rumah. Sedangkan satu anggota polisi lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

"Yang jelas, orang tua dari anggota tersebut saat ini masih menunggu di rumah sakit," katanya.

Kapolda meminta masyarakat turut mendoakan para korban yang belum ditemukan, termasuk satu personel dari Polda Sumbar, agar bisa segera ditemukan dan dievakuasi.

Sebelumnya, Polda Sumatera Barat telah mendirikan posko Disaster Victim Identification (DVI) di Kantor Wali Nagari Batu Palamo Kabupaten Agam untuk membantu para korban yang terdampak erupsi Gunung Marapi.

Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi korban meninggal dunia sebanyak lima orang. Sementara 18 orang lainnya masih dalam pencarian dan pertolongan. **

Senin, 04 Desember 2023

Ini Daftar Nama 26 Pendaki yang Belum Turun dari Gunung Marapi

Ini Daftar Nama 26 Pendaki yang Belum Turun dari Gunung Marapi

GK, Sumatera Barat
 - Sebanyak 26 pendaki belum turun dari Gunung Marapi, yang mengalami erupsi pada Minggu (3/12) siang. Informasi tersebut dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam.

"Masih ada 26 pendaki yang belum turun," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam Bambang Warsito di Lubuk Basung, Senin (4/12).

Menurut data BPBD Kabupaten Agam, pendaki Gunung Marapi yang belum turun, antara lain:

Wahlul Ade Putra

Novita Intan Sari

Rizki Rahmad Hidayat

Lenggo Baren

Reihani Zahra Fadli

Filhan Alfiqh Faizin

Aditya Prasetyo

Yasirli Amri

Divo Suhandra

Nurva Afitri

Ahmad Firman

Afranda Junaidi

Muhammad Alpikri

Irfandi Putra

Zikri Habibi

Muhammad Teguh Amanda

Muhammad Iqbal

Siska Afrina

Liarni

Frengki Candra Kusuma

Nazatra Azin Mufadhal

M. Wilky Saputra

M. Rido kurniawan

Ilham Nanda Bintang

M. Adan

M. Arbi Muharman

Bambang mengatakan bahwa tim gabungan yang meliputi petugas BPBD, TNI, Polri, Kantor Pencarian dan Pertolongan, Palang Merah Indonesia, pemerintah nagari, dan pemerintah kecamatan dengan bantuan dari relawan dan warga masih mencari para pendaki yang belum turun dari Marapi.

"Kami berupaya mencari keberadaan korban secara maksimal hingga seluruhnya bisa ditemukan," katanya.

Bambang menyampaikan bahwa total ada 54 orang pendaki yang berada di Marapi saat gunung api itu mengalami erupsi dan 28 orang di antaranya sudah turun dari gunung.

Menurut dia, di antara pendaki yang sudah turun dari Marapi ada sembilan orang yang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Tiga orang dirawat di RSAM Bukittinggi dan enam orang di RSUD Padang Panjang," katanya,

Ia menambahkan, sebanyak 19 pendaki lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing.

Diketahui, Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatra Barat erupsi pada Minggu (3/12) pukul 14.53 WIB. **