Bandar Lampung — Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Lampung resmi melantik ketua dan jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2025–2028 pada Sabtu (25/4/2026) di Emersia Hotel Lampung.
Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai kalangan, mulai dari tenaga kesehatan, akademisi, hingga perwakilan instansi seperti BPJS Kesehatan. Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi dan penguatan sinergi lintas sektor di bidang kesehatan mata.
Ketua Perdami Lampung, Dr. Iskandar.S.P.M, menegaskan bahwa salah satu fokus utama kepengurusan ke depan adalah penanganan kebutaan akibat katarak yang masih menjadi persoalan besar, baik di Lampung maupun secara nasional.
Ia menjelaskan, angka kasus katarak terus meningkat setiap tahun dan belum sebanding dengan jumlah tindakan operasi yang dapat dilakukan.
“Kasus katarak bertambah lebih cepat dibandingkan kemampuan kita menangani. Ini yang menjadi tantangan besar,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Perdami Lampung merencanakan kegiatan bakti sosial operasi katarak massal pada Juni 2026 sebanyak dua kali, dengan target minimal 200 pasien setiap kegiatan. Program ini akan melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, sponsor, serta dinas sosial.
Namun demikian, Iskandar menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk alokasi anggaran rutin untuk penanganan katarak. Menurutnya, jika setiap kabupaten/kota dapat menganggarkan penanganan minimal 50 kasus per tahun, maka dampaknya akan signifikan dalam menekan angka kebutaan di Lampung.
“Kami memiliki sumber daya manusia, tetapi keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Dukungan pemda sangat kami harapkan,” katanya.
Selain penanganan katarak, Perdami Lampung juga akan memperkuat program deteksi dini gangguan penglihatan, edukasi kesehatan mata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi dokter spesialis mata muda.
Ketua juga menekankan pentingnya soliditas internal organisasi sebagai kunci keberhasilan program kerja.
“Dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, kami optimistis mampu meningkatkan layanan kesehatan mata di Lampung,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Perdami Pusat, Prof. Dr. dr. Ramzi Amin, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat lebih aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, khususnya dalam penanggulangan kebutaan baik akibat katarak maupun non-katarak.
Ia juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara Perdami, pemerintah daerah, serta media untuk meningkatkan edukasi kesehatan mata kepada masyarakat.
“Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kesehatan agar lebih mudah dipahami masyarakat. Kolaborasi ini harus diperkuat,” ujarnya.
Ramzi menambahkan, kegiatan seperti bakti sosial operasi katarak, penyuluhan kesehatan, serta pendataan angka kebutaan perlu terus ditingkatkan guna menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran Perdami Lampung dalam meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan layanan melalui kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.











