Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pulau Pugung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Pugung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Oktober 2023

Polri/TNI dan Warga Gotong Royong Padamkan Titik Api



GK, Lampung Selatan - Lahan Perkebunan seluas 70 hektare terbakar di Pulau Pugung Kabupaten Tanggamus, Kamis (19/10/23)

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan kebakaran lahan itu terjadi di Perkebunan Tiga pekon yaitu di Pekon Gunung Kasih, Pekon Banjar Agung Ilir dan Pekon Gunung Tiga Kecamatan Pugung.

Umi, mengatakan aparat gabungan yang terdiri dari Polri/TNI, BPBD, Damkar melakukan gotong royong serta pemantauan dan pemadaman sejumlah titik api yang masih ada. Akses menuju lokasi kebakaran tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Kendaraan stand by di dusun terdekat, sementara personel bergerak menggunakan motor dan berjalan kaki.

Umi, juga menjelaskan dari titik api terakhir dilakukan jarak pembatasan dengan wilayah lain sebagai antisipasi terjadinya penyebaran kebakaran.

Dari data lapangan, kebakaran ini menghanguskan sejumlah pohon warga dan perusahaan PT Surya Lampung seperti sengon, cokelat, jambon, minyak kayu putih, kakao, dan karet.

Salah satu warga mengatakan penyebab kebakaran lahan perkebunan itu lantaran cuaca panas yang ekstrim. (Red/rls)