Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III dengan tema “Meningkatkan Daya Saing dan Profesionalisme Jasa Boga melalui Standarisasi dan Inovasi Menuju Indonesia Emas” untuk periode kepengurusan 2026–2031,Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Pattimura Resto, Bandar Lampung, Rabu (21/1/2026)
Acra dihadiri oleh Ketua Umum DPP APJI, Tashya Magenata Yukki, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, D.E., M.M, perwakilan Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ir. Bani Isprianto, M.M, serta para pelaku usaha jasa boga dari berbagai kabupaten/kota di Lampung.
Dalam Musda tersebut, Yunnatan Wijaya terpilih sebagai Ketua DPD APJI Provinsi Lampung periode 2026–2031.
Yunnatan menyampaikan bahwa visi kepemimpinannya sangat sederhana, yakni menjadikan APJI sebagai jembatan bagi para pengusaha jasa boga untuk berkembang, berdaya saing, dan profesional.
“Visi saya sederhana, bagaimana APJI bisa menjadi jembatan bagi para pengusaha jasa boga Indonesia, khususnya di Lampung, agar bisa naik kelas dan lebih profesional,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa APJI selama ini telah aktif mendukung program pemerintah, termasuk kerja sama dengan Universitas Pertahanan (Unhan) sebagai trainer bagi sekitar 30 ribu hingga 32 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya dalam bidang manajerial catering.
“Trainer manajerial catering itu berasal dari APJI. Di Lampung sendiri ada enam trainer yang terlibat langsung. Kami juga melakukan pendampingan dan pelatihan manajemen catering serta pembinaan dapur-dapur yang ada di daerah,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Ynantan, di Provinsi Lampung telah terbentuk sekitar 12 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APJI dan masih akan bertambah. Setiap DPC rata-rata membawahi sekitar 30 anggota pelaku usaha jasa boga.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah terhadap APJI sangat baik, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas layanan jasa boga. Namun, untuk penguatan organisasi di daerah, APJI tetap harus aktif turun langsung melakukan pembinaan dan konsolidasi.
“Kalau asosiasi, support dari pemerintah sangat baik. Tapi untuk pemilihan dan pembentukan DPD maupun DPC, kami harus terjun langsung ke daerah agar komunikasi dengan anggota bisa berjalan efektif,” pungkasnya.
Melalui Musda III ini, DPD APJI Lampung menegaskan komitmennya untuk terus mendorong standarisasi, inovasi, serta peningkatan kualitas SDM pelaku usaha jasa boga guna mendukung visi besar Indonesia Emas melalui sektor kuliner dan ekonomi kreatif.
