Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label TPID Provinsi Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TPID Provinsi Lampung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2024

Pj Bupati Nukman Hadiri Rapat HLM dan Capacity Building TPID Provinsi Lampung



GK, Lampung - Penjabat (Pj) Bupati Lampung Barat Drs. Nukman M.M didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Wasisno Sembiring SE,. MP menghadiri rapat High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung, Rabu (21/02/2024).

Pj. Bupati Lampung Barat menjelaskan rapat koordinasi tersebut berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung. Dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi. 

Kemudian, ia menuturkan tujuan digelarnya rapat koodinasi tersebut guna membahas uapaya dalam pengendalian Inflasi serta persiapan dalam menghadapi bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah.

"Pertemuan ini untuk meningkatkan sinergitas  sekaligus berkoordinasi guna merumuskan berbagai kebijakan dan respon dalam upaya pengendalian inflasi di Provinsi Lampung sebagai antisipasi jelang ramadhan dan Idul Fitri mendatang," terang Nukman.

Menurutnya, pengendalian inflasi adalah usaha bersama dari semua stakeholder. Untuk itu, pihaknya, terus mendorong respons aktif TPID agar berperan lebih intensif dalam rangka mempersiapkan langkah-langkah antisipatif pengendalian inflasi di Provinsi Lampung, khususnya Lampung Barat sebagai bentuk kesiapan jelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam hal ini, Nukman berharap perwakilan Bank Indonesi Lampung bisa memberikan dukungan, saran dan masukan dalam setiap upaya nyata yang dilakukan untuk mengendalikan inflasi khususnya di Kabupaten Lampung Barat.

"Tentunya melalui program-program bantuan pemberdayaan maupun sarana prasarana dalam meningkatkan ketersediaan pangan dan pengendalian harga di Kabupaten Lampung Barat," harapnya.

Ia menuturkan tantangan pengendalian inflasi di Kabupaten Lampung Barat pada umumnya masih dipengaruhi akibat dampak kenaikan harga komoditas kebutuhan bahan pokok masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus melakukan berbagai kebijakan dan langkah nyata, dengan tetap mengacu pada upaya konkrit Pemerintah Daerah dalam penanganan inflasi daerah.

Dintaranya melakukan operasi pasar murah di lima Kecamatan yang berada di Lampung Barat bekerja sama dengan Perum Bulog.

"Sebelumnya kita sudah melakukan monitoring pasar pada beberapa waktu lalu, berdasarkan hasil monitoring kita terdapat beberapa komoditas kebutuhan masyarakat harganya mengalami kenaikan khususnya beras," kata dia.

"Maka kita lakukan operasi pasar murah di lima Kecamatan yang berada di wilayah Lampung Barat dengan harapan masyarakat bisa terbantu dengan mwndapatkan kebutuhan pokok yang terjangkau," pungkasnya. (Red/rls)

TPID Provinsi Lampung Siapkan Langkah Konkrit Pengendalian Inflasi Hadapi Ramadhan dan Idul Fitri


GK, Lampung
— Jelang momen Bulan Suci Ramadhan dan Idulfitri 1445 H, Gubernur Lampung pimpin pelaksanaan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Bulding TPID yang diikuti oleh Bupati/Walikota, jajaran TPID, akademisi, dan asosiasi pelaku usaha di Provinsi Lampung.

“Kenaikan permintaan barang dan jasa selalu terjadi pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri, kita harus bersinergi dalam pelaksanaan Strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi,
dan Komunikasi Efektif),” ucap Ir. H. Arinal Djunaidi, Gubernur Lampung, pada kegiatan HLM TPID yang
diselenggarakan pada Rabu, 21 Februari 2024 di KPw BI Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung mendorong penguatan sinergi TPID se-Provinsi Lampung dalam kegiatan stabilitasi harga melalui sinergi menjaga kelancaran distribusi, serta optimalisasi infrastruktur dan instrumen daerah yang mendukung ketahanan pangan.


Ketersediaan bahan pangan pokok menjadi fokus utama substansi koordinasi yang disampaikan Gubernur Lampung, terutama komoditas beras yang tengah mengalami kenaikan harga.


“Pasokan beras kita aman, bahkan tercatat surplus. Prioritaskan sinergi menjaga keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi di level kabupaten/kota, setidaknya sampai dengan panen raya,” ujarnya berdasarkan hasil temuan peninjauan langsung Gubernur Lampung bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan jajaran TPID Provinsi Lampung atas pasokan beras pada Jum’at, 16 Februari 2024.


Torehan surplus sebagian besar komoditas bahan pangan di Provinsi Lampung juga disampaikan oleh Kepala DKPTPH Provinsi Lampung dan Kepala Bulog Divre Provinsi Lampung.


Langkah konkrit atasi isu kelangakaan dan kenaikan harga beras, Gubernur Lampung menghimbau agar Bupati/Walikota, jajaran OPD dan instansi vertikal, serta aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti Pergub no. 71 Tahun 2017 dan Surat Edaran tentang Pengawasan dan Pengendalian Distribusi Gabah. “Saya mohon tindakan segera dari Bupati/Walikota serta pihak terkait untuk mengawasi distribusi dan tata niaga, tindak tegas jika ada pelanggaran.

Selain itu, optimalkan pendampingan kepada petani di tengah kondisi ketidakpastian iklim saat ini, serta perluas gerakan menanam komoditas pangan strategis” lanjutnya.


Menindaklanjuti substansi koordinasi yang disampaikan oleh Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung memimpin kegiatan pemaparan analisis dan diskusi dalam pelaksanaan HLM TPID Provinsi Lampung.

“Kepala Bank Indonesia Provinsi Lampung dan Kepala BPS Provinsi Lampung telah mengupas data dan risiko-risiko inflasi menjelang periode HBKN Idulfitri 1445 H.


Langkah strategis yang diusulkan juga sangat baik, kami optimis inflasi di Provinsi Lampung pada tahun 2024 tetap terjaga pada sasaran 2,5±1%” ucap Ir. Fahrizal Darminto, MA., Sekda Provinsi Lampung.


“Optimalisasi layanan seluruh moda transportasi dan kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik juga mendukung kelancaran distribusi bahan pangan dan mobilisasi masyarakat, terima kasih atas upayaNo. 26/ /Bdl/Srt/B upaya yang dilakukan oleh seluruh jajaran Polda Lampung dan OPD di Provinsi Lampung, juga kabupaten/kota” lanjutnya.


Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia Provinsi Lampung juga melaksanakan diseminasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Lampung tahun 2024 pada sesi Capacity Building.

“Setelah disampaikan perkembangan dan risiko inflasi dari sisi global hingga regional, pelaksanaan GNPIP Provinsi Lampung tahun 2024 diharapkan dapat memperkuat efektivitas kegiatan pengendalian inflasi di Provinsi Lampung” ucap Junanto Herdiawan, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung.

GNPIP Provinsi Lampung tahun 2024 mengusung tema “Pengendalian Inflasi yang Forward Looking dan Berbasis Risiko”, dengan 3 (tiga) sinergi program a.l. (i) pengendalian inflasi yang disertai Penguatan Rantai Pasok Domestik; (ii) hilirisasi pangan di sisi hulu dan hilir berbasis best agricultural practices; dan (iii) penguatan awareness dan kapabilitas TPID.(red