Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri peristiwa. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri peristiwa. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2026

Babinsa Turun Tangan Bantu Korban Longsor, Sertu Toto Susilo: TNI Selalu Ada untuk Rakyat


Bandar Lampung
,  – Di tengah cuaca hujan dan suasana duka yang menyelimuti warga, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Sertu Toto Susilo terpantau turun langsung ke lokasi bencana tanah longsor untuk memonitor kondisi sekaligus membantu warga yang terdampak.

Peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Kamis dini hari itu merusak sejumlah rumah warga dan memaksa beberapa keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kejadian tersebut menimbulkan kesedihan mendalam bagi para korban yang harus kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka.

Begitu menerima laporan dari warga, Sertu Toto Susilo segera menuju lokasi kejadian tanpa menunggu instruksi lebih lanjut. Kehadirannya tidak hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan duka para korban.

“Babinsa adalah saya, dan warga adalah keluarga saya sendiri. Ketika keluarga tertimpa musibah, sudah menjadi kewajiban saya untuk hadir,” ujar Sertu Toto Susilo saat ditemui di lokasi pengungsian, Kamis (12/3/2026).

Di lokasi bencana, Sertu Toto langsung berkoordinasi dengan perangkat desa serta tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu proses evakuasi warga dan pendataan kerusakan rumah.

Tak hanya memantau situasi, ia juga terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan material longsor yang menimbun rumah warga. Bersama masyarakat dan relawan, Sertu Toto ikut mengangkat lumpur serta puing-puing bangunan yang menutup akses jalan dan permukiman.

Salah seorang warga mengaku terharu atas kepedulian Babinsa tersebut. Menurutnya, Sertu Toto tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada para korban.

“Beliau ikut membantu membersihkan lumpur bahkan sampai tangannya lecet. Yang paling menyentuh, beliau juga memimpin doa saat pemakaman salah satu warga kami. Kehadirannya benar-benar memberikan kekuatan bagi kami,” ujar salah seorang perangkat desa.

Dalam kesempatan itu, Sertu Toto juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan logistik kepada warga terdampak. Bantuan tersebut merupakan hasil donasi pribadi serta dukungan dari rekan-rekan sesama prajurit.

“Ini hanya sedikit bantuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” katanya.
Selain membantu penanganan darurat, Sertu Toto juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar tetap waspada, terutama saat curah hujan meningkat. Ia memastikan akan terus mendampingi warga dalam proses pemulihan pascabencana.

“Jangan patah semangat. Musibah ini adalah ujian. Mari kita bangkit bersama dengan semangat gotong royong. TNI akan selalu ada untuk rakyat,” tegasnya.

Kisah kepedulian Sertu Toto Susilo menjadi gambaran nyata kedekatan antara TNI dan masyarakat. Di tengah bencana dan kesulitan yang dialami warga, kehadiran Babinsa menjadi bukti bahwa negara tetap hadir untuk melindungi dan membantu rakyatnya.

Selasa, 10 Maret 2026

Babinsa Sigap Padamkan Kebakaran Tower Air di PPI Lempasing


Bandar Lampung
– Kewaspadaan dan respons cepat menjadi kunci dalam mencegah musibah yang lebih besar. Hal ini ditunjukkan Babinsa Kelurahan Way Tataan, Serka M. Fikri dari Koramil 410-03/TBU, yang bergerak cepat bersama tim gabungan memadamkan kebakaran tower air di Gedung Pelelangan Ikan (PPI) Lempasing, Senin (9/3) malam.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 19.45 WIB. Saat itu, Serka M. Fikri menerima laporan dari warga terkait kepulan asap yang terlihat berasal dari tower air di atas gedung pelelangan. Setelah dilakukan pengecekan awal, sumber api diketahui berasal dari mesin pompa air otomatis (sanyo) yang terbakar.

Tanpa menunggu lama, Serka M. Fikri segera menuju lokasi kejadian di Jalan RE Martadinata, RT 01 LK 2, kawasan PPI Lempasing, Kelurahan Way Tataan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung. Setibanya di lokasi, ia langsung berkoordinasi dengan unsur terkait serta membantu proses evakuasi dan pemadaman api.

Berkat laporan cepat warga serta kesigapan Babinsa dalam menggerakkan potensi wilayah, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Teluk Betung Timur segera tiba di lokasi. Kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat sehingga tidak sempat merambat ke bagian gedung lainnya yang merupakan pusat aktivitas nelayan dan pedagang ikan.

“Alhamdulillah, api dapat dipadamkan dengan cepat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian material hanya berupa satu unit mesin pompa air yang terbakar,” ujar Serka M. Fikri saat melakukan pemantauan pascakejadian.

Ia juga tetap berada di lokasi hingga situasi benar-benar aman untuk memastikan kondisi tetap kondusif serta memberikan rasa tenang kepada para nelayan dan pedagang yang sempat panik akibat kejadian tersebut.

Penanganan kebakaran ini turut melibatkan unsur Forkopimcam setempat. Hadir di lokasi Camat Teluk Betung Timur Bambang, Lurah Way Tataan, personel Pos Polairud Provinsi, anggota Polsek Teluk Betung Timur, serta warga sekitar yang bersama-sama membantu proses pemadaman.

Kejadian ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

 Selain itu, peran aktif Babinsa juga menunjukkan komitmen TNI untuk selalu hadir dan tanggap dalam membantu masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat.

Senin, 02 Maret 2026

Residivis Pembunuhan di Bandar Lampung Ditangkap, Usai Bongkar Rumah Curi 4 Ponsel


Bandar Lampung
- Polsek Panjang menangkap pria berinisial FH (34), warga Way Lunik lantaran terlibat kasus pencurian barang berharga berupa 4 unit ponsel.

Peristiwa pencurian terjadi pada Rabu (11/2/2026), sekitar pukul 03.00 WIB, di Kampung Margo Mulyo, Pidada, Panjang, Bandar Lampung.

Wakapolresta Bandar Lamppung, AKBP Yonirizal Khova mengatakan bahwa pelaku masuk kedalam rumah korban dengan cara mendongkel jendela rumah dengan menggunakan pisau.

"Pelaku mendongkel jendela dengan menggunakan pisau, yang memang sering dibawa oleh pelaku jika bepergian," Kata AKBP Yonirizal, Jumat (27/2/2026).

Resedivis kasus pembunuhan pada tahun 2009 ini mengaku sudah dua kali melakukan aksi serupa.

"4 buah ponsel dijual secara COD seharga 1,7 juta rupiah," Kata Wakapolresta.

Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku uang hasil penjualan ponsel curian dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pelaku FH ditangkap petugas pada Senin (16/2/2026), di Jalan Soekarno Hatta, Pidada, Panjang, Bandar Lampung.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 477 KUHPidana UU RI No. 1 Tahun 2023, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara.(*)

Sabtu, 21 Februari 2026

Sigap! Babinsa dan Warga Padamkan Kebakaran Rumah di Pramuka Garden Residen


Bandar Lampung
 – Musibah kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Perumahan Pramuka Garden Residen, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, pada Sabtu siang (21/2/2026). Kebakaran diduga dipicu permainan korek api oleh seorang balita yang menyebabkan api dengan cepat membesar dan melalap salah satu ruangan rumah.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu bermula saat anak pemilik rumah, Bapak Tedi T, yang masih berusia 5 tahun, bermain korek api di dekat lemari dalam kondisi terbuka. Lemari tersebut berisi pakaian serta sejumlah surat berharga yang mudah terbakar. Tanpa disadari, api dengan cepat menyambar isi lemari dan membesar.
Bapak Tedi yang saat itu tengah tertidur terbangun ketika merasakan panas dan melihat kobaran api mulai membesar di kamar depan. Dengan sigap, ia segera menyelamatkan anaknya keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Di tengah kepanikan warga, Babinsa Kelurahan Rajabasa Nunyai, Peltu Joko Pandoyo dari Koramil 410-06/KDT, langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari Ketua RT dan warga sekitar pukul 10.30 WIB. Kehadirannya menjadi penggerak semangat gotong royong warga untuk melakukan pemadaman darurat menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu bantuan pemadam kebakaran.
“Kami langsung bergerak setelah menerima informasi dari warga. Prioritas utama adalah memastikan tidak ada korban jiwa serta membantu mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” ujar Peltu Joko Pandoyo di lokasi kejadian.

Tak lama berselang, empat unit mobil pemadam kebakaran Kota Bandar Lampung tiba di lokasi dan segera melakukan upaya pemadaman. Setelah berjibaku melawan kobaran api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sepenuhnya.

Akibat kejadian tersebut, bagian kamar depan rumah hangus terbakar dengan estimasi kerugian materi mencapai sekitar Rp100 juta. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya pengawasan ketat terhadap anak-anak, terutama terkait benda-benda berbahaya seperti korek api dan bahan mudah terbakar di dalam rumah. 

Respons cepat warga bersama aparat kewilayahan menunjukkan kuatnya sinergi dan semangat kebersamaan dalam menghadapi situasi darurat, sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sabtu, 07 Februari 2026

Aniaya dan Rampas Ponsel Milik Pengunjung Konter HP, Pria 24 Tahun di Bandar Lampung Ditangkap


Bandar Lampung
– Satreskim Polresta Bandar Lampung meringkus MDP, (24), warga Negeri Olok Gading, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung, usai menganiaya dan merampas ponsel milik salah satu pengunjung konter handphone di wilayah Telukbetung Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Sebuah konter handphone , Jalan KH. Hasyim Ashari, Kelurahan Gedong Pakuan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengatakan bahwa pelaku ditangkap dirumahnya, pada Senin (2/2/2026) malam, hasil penyelidikan dan pendalaman rekaman video cctv di lokasi kejadian.

"Pelaku berhasil kita tangkap di rumahnya, pada Senin (2/2/2026) malam," Kata Kompol Gigih, Jumat (6/2/2026).

Hasil pemeriksaan, pelaku tega menganiaya dan merampas ponsel korban lantaran tidak terima korban menyentuh (menyenggol) tubuh istri pelaku, namun hal itu dibantah oleh korban dengan dikuatkan hasil rekaman cctv dilokasi kejadian.

Pelaku yang emosi, saat itu langsung memukul bagian belakang tubuh korban dan menuduh korban telah mengganggu istrinya. Tidak berhenti di situ, pelaku kembali memukul wajah korban, menarik lengannya, merobek bajunya, serta mencekik leher korban.

"Pelaku kemudian memukul kepala korban secara berulang kali sambil mengambil handphone korban yang berada di atas etalase konter," jelas Gigih.

Pelaku juga mengancam korban agar ikut dengannya jika ingin ponselnya dikembalikan. Namun, korban menolak mengikuti pelaku.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet di bagian leher dan kehilangan satu unit handphone merek Vivo Y100 5G warna hitam.

Selain pelaku, Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone Vivo Y100 dan satu buah topi warna hitam.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Ketua DK PWI Pusat Nyatakan, PWI Kabupaten Lamtim Tidak Berhak Memecat Anggota


JAKARTA
: Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat Atal S Depari menyatakan, Muklis sebagai Ketua PWI Lampung Timur (Lamtim) tidak berhak memecat anggota PWI, jumat (06/02/26).

Pemecatan 9 orang anggota PWI Lamtim oleh Muklis sebagai Ketua PWI Lamtim di kritik keras oleh PWI Pusat dan DK PWI Pusat. Atal S Depari sebagai Ketua DK PWI Pusat di dampingi Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Otto akan memerintahkan DK Provinsi Lampung serta PWI Provinsi Lampung menyelesaikan masalah tersebut.

"Saya sudah baca itu (Laporan pemecatan 9 anggota PWI Lamtim oleh Muklis Ketua PWI Lamtim), di japri teman-teman juga (Arlian Athar Fadli dan 8 orang Anggota Biasa PWI Lamtim yang dipecat muklis), saya dengar ada 9 orang itu sudah dipecat ya. Jadi sebenarnya pengurus PWI Kabupaten/Kota itu gak berhak memecat anggota, yang berhak (memecat anggota biasa PWI adalah PWI Pusat) apalagi anggota biasa. Ini adalah sebuah masalah case, saya mohon nanti ketua DK Provinsi Lampung harus turun tangan apa yang sebenarnya terjadi," jelas Atal S Depari.

Menurutnya, pemecatan sepihak terhadap 9 anggota PWI Kabupaten Lampung Timur sebagai pelanggaran serius terhadap Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI. Atal menyatakan, hingga saat ini tidak ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh sembilan anggota tersebut yang dapat dijadikan dasar pemecatan. Ia menilai alasan yang dikaitkan dengan dinamika pencalonan kepengurusan sebagai sesuatu yang keliru dan tidak berdasar.

“Kalau persoalannya soal pencalonan atau mengambil berkas pencalonan, itu hal yang normal dalam demokrasi organisasi. Itu sah dan dilindungi aturan. Tidak bisa dijadikan dalih untuk pemecatan,” tegasnya

"Ada dua hal menurut saya, kesalahan anda (9 orang anghota PWI Lamtim) apa sehingga anda dipecat. Ketua ini juga (Muklis Ketua PWI Lamtim) kok begitu berani memecat, ngerti gak tugas sebagai ketua itu apa? Pecat memecat. Saya minta PWI Lampung menyelesaikan masalah ini, disebelah saya ada ketua bidang organisasi PWI Pusat," tambah Bang Atal sapaan akrabnya.

Ia meminta Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Provinsi Lampung untuk memproses kasus ini secara serius, profesional, dan transparan agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.

“Saya minta DKP Lampung menangani ini dengan sungguh-sungguh. Jangan dibiarkan. Ini menyangkut marwah organisasi,” papar Atal S Depari.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Otto, menyebut peristiwa ini sebagai kejadian yang sangat tidak lazim dan belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan PWI.

"Ini unik, baru pertama saya menjadi pengurus PWI Pusat baru terjadi ketua PWI Kabupaten memecat anggota biasa, itu gak masuk di akal itu melanggar PD/PRT PWI. Jadi hal ini kami sudah menerima laporan tertulis ya kita akan proses. Jangankan anggota biasa, anggota muda saja tidak ada haknya PWI Kabupaten/kota, anggota muda itu yang bisa memecatnya PWI Provinsi karena PWI Provinsi yang terbitkan, kalau KTA anggota biasa kan yang terbitkan PWI Pusat itupun kalau ada masalah dan masalahnya di godok di dewan kehormatan milai dari provinsi sampai dengan pusat," ungkap bang Zul sapaan akrabnya.

Ia mengungkapkan bahwa PWI Pusat telah menerima laporan tertulis terkait kasus tersebut dan memastikan proses akan berjalan sesuai mekanisme organisasi.

“Kita sudah terima laporan. Ini akan kita proses melalui Dewan Kehormatan. Namun, penyelesaiannya akan dilakukan setelah seluruh rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 selesai,” pungkas Zulkifli.

Diketahui laporan tertulis ke 9 anggota PWI Lamtim yang di pecat Muklis sebagai Ketua PWI Lamtim di terima langsung oleh Ketua PWI Pusat Akhmad Munir dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S Depari.