Bandar Lampung – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, melakukan silaturahmi sekaligus audiensi strategis dengan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, terkait penguatan program pembinaan kemandirian warga binaan.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Bandar Lampung pada Kamis (26/02/2026) tersebut menghasilkan komitmen dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.
Dalam audiensi tersebut, Ike Rahmawati memaparkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan dan menunjukkan hasil positif. Program tersebut meliputi budidaya hidroponik, produksi roti, kerajinan tapis, menjahit, serta pembuatan berbagai produk seperti sabun, keripik, dan tempe. Kegiatan-kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.
Kalapas juga menyoroti bahwa sekitar 80 persen warga binaan yang aktif mengikuti program pembinaan merupakan warga yang berdomisili di Bandar Lampung. Hal ini menjadi dasar pentingnya sinergi antara pihak lapas dan pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan program pembinaan tersebut.
“Sebanyak 80 persen warga binaan yang mengikuti kegiatan pembinaan berasal dari Bandar Lampung. Oleh karena itu, dukungan dan keterlibatan Pemerintah Kota sangat kami harapkan agar program ini dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan,” ujar Ike Rahmawati.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva, menyampaikan apresiasi atas upaya pembinaan yang telah dilakukan oleh pihak lapas. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk mendukung penuh program kemandirian warga binaan, baik secara moril maupun materiel.
Pemkot Bandar Lampung, lanjutnya, juga siap memberikan fasilitas dukungan berupa akses pinjaman modal usaha tanpa bunga bagi warga binaan yang telah bebas, sebagai bentuk nyata pemberdayaan dan upaya mendorong kemandirian ekonomi mereka.
“Saya memastikan Pemerintah Kota Bandar Lampung akan hadir dan memberikan dukungan penuh.
Kami juga siap memberikan kesempatan berupa fasilitas pinjaman tanpa bunga sebagai modal usaha. Saya sendiri berencana turun langsung untuk melihat hasil karya warga binaan dan memberikan motivasi kepada mereka,” tegas Eva Dwiana.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan antara Lapas Kelas I Bandar Lampung dan Pemerintah Kota Bandar Lampung, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Dengan dukungan tersebut, warga binaan diharapkan dapat memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan peluang usaha yang lebih baik, sehingga mampu berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.







0 #type=(blogger):
Posting Komentar