Hot Posts

4/footer/recent

Senin, 11 Mei 2026

Gubernur Mirza Apresiasi LaSEF 2026, Dorong Transformasi Ekonomi Syariah Lampung


Bandar Lampung
— Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 yang digelar pada 8–10 Mei 2026 di Lampung City Mall sukses menarik antusiasme masyarakat. Hingga penutupan kegiatan, festival ekonomi syariah tersebut berhasil mendatangkan sekitar 7 ribu pengunjung serta mencatatkan penjualan mencapai ratusan juta rupiah.

Tak hanya itu, LaSEF 2026 juga berhasil menjembatani kebutuhan pembiayaan pelaku usaha melalui komitmen business matching senilai Rp230 miliar untuk tahun 2026 bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung dan perbankan syariah.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Provinsi Lampung tersebut menghadirkan berbagai program strategis yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari pemberdayaan UMKM, penguatan halal lifestyle, literasi ekonomi syariah, talkshow edukatif, hingga kompetisi kreatif berbasis ekonomi syariah.

Lebih dari 40 pelaku usaha turut ambil bagian dalam festival ini dengan menghadirkan beragam produk unggulan, seperti kuliner halal, olahan pangan dan minuman, kopi khas Lampung, hingga produk wastra daerah. Berbagai perlombaan juga digelar untuk mendukung pengembangan talenta generasi muda, di antaranya Lampung Brewpreneur Challenge 2026, Harmony in Syariah: Nasyid Competition, serta Kompetisi Dakwah Ekonomi Syariah.

Selain itu, LaSEF 2026 turut menghadirkan booth Ketahanan Pangan melalui pembagian bibit cabai gratis kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan halal value chain dan kemandirian pangan daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menyampaikan bahwa LaSEF 2026 merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan syariah, akademisi, pondok pesantren, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi penyelenggaraan LaSEF 2026 yang dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan terhadap pembangunan daerah.

Menurut Gubernur, berbagai program yang dihadirkan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Lampung, khususnya pada penguatan industri halal, pengembangan UMKM, dan kemandirian pesantren.

Ia juga mengapresiasi program Wakaf Sumur Produktif yang dinilai menjadi solusi konkret dalam mendukung produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan El Nino.

“Satu sumur, membawa seribu keberkahan,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, LaSEF 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia sepakat bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Momentum LaSEF 2026 diharapkan menjadi pijakan awal dalam memperkuat transformasi ekonomi daerah yang berlandaskan nilai keberlanjutan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya menjadi ajang promosi dan edukasi, LaSEF 2026 juga menjadi bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatra 2026. Para pemenang kompetisi dalam rangkaian kegiatan tersebut nantinya akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang FESyar Sumatra 2026.

Melalui penguatan literasi ekonomi syariah, pengembangan talenta kreatif, dan keterlibatan generasi muda, Bank Indonesia optimistis Provinsi Lampung mampu meningkatkan daya saing ekonomi syariah di tingkat regional maupun nasional.

0 #type=(blogger):