Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Provinsi Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Provinsi Lampung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2026

Sekdaprov Marindo Kurniawan Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H


Bandar Lampung
– Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Provinsi Lampung.

Dalam momentum hari kemenangan tersebut, Marindo Kurniawan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi yang telah terbangun selama bulan suci Ramadan. Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut harus terus dipelihara sebagai modal dalam membangun daerah yang harmonis dan sejahtera.

Selain itu, Marindo Kurniawan berharap Idul Fitri menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh masyarakat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, serta meningkatkan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Semoga di hari yang fitri ini, kita semua kembali kepada kesucian, memperkuat iman dan takwa, serta terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan Lampung,” tambahnya.

Di akhir pesannya, ia juga mengimbau masyarakat yang merayakan Idul Fitri untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta keselamatan, khususnya bagi para pemudik yang melakukan perjalanan.

Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah diharapkan menjadi momen penuh kebahagiaan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Provinsi Lampung yang lebih maju.

Selasa, 17 Maret 2026

Masjid di Jalinsum Diimbau Buka 24 Jam, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Minta Warga Lampung Layani Pemudik


BANDARLAMPUNG
— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengimbau pengurus masjid yang berada di sepanjang Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Lampung untuk membuka masjid selama 24 jam guna memberikan tempat singgah bagi para pemudik yang melintasi provinsi tersebut.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menunaikan zakat fitrah dan zakat mal di Mahan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung, pada Senin (16/3/2026).

Menurut Mirza, Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama Pulau Sumatra bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari Pulau Jawa. Oleh karena itu, Lampung memiliki peran penting sebagai daerah persinggahan bagi para pemudik yang melintasi jalur tersebut.

Ia menilai keberadaan masjid di sepanjang Jalur Lintas Sumatera dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi para pemudik untuk melepas lelah, beribadah, hingga memulihkan tenaga setelah menempuh perjalanan panjang.

“Kita masyarakat Lampung sebagai daerah yang menjadi jalur lintasan para pemudik dari Jawa ke Sumatera harus menjadi tuan rumah yang baik. Mari kita layani para pemudik dan musafir ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Mirza.

Mirza menjelaskan, program membuka masjid sebagai tempat singgah bagi pemudik bukanlah hal baru. Program tersebut telah dijalankan sejak tahun lalu dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Tahun lalu juga sudah dilakukan. Banyak masjid yang dibuka, bahkan ada yang menyiapkan makanan dan minuman bagi para pemudik,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi pengurus masjid dan masyarakat yang secara sukarela menyiapkan makanan dan minuman bagi para pemudik. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Lampung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para musafir yang melintas.

Selain mengimbau masyarakat untuk melayani para pemudik, Mirza juga mengingatkan umat Muslim agar menunaikan kewajiban zakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia berharap masyarakat yang memiliki kewajiban zakat, khususnya zakat mal, dapat menyalurkannya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola pengumpulan dan penyaluran zakat.

“Zakat dapat disalurkan kepada yang berhak menerima, yaitu delapan asnaf, dan bisa membantu terutama saudara-saudara kita ketika mau Lebaran ini,” kata Mirza.
Lebih lanjut, Mirza juga mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat masyarakat Lampung dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan, khususnya kegiatan iktikaf di masjid-masjid.

Ia menyebutkan antusiasme masyarakat, terutama generasi muda, sangat tinggi dalam mengikuti iktikaf pada malam-malam ganjil Ramadan. Bahkan di Masjid Al-Bakrie pada malam ke-25 Ramadan tercatat sekitar 1.500 jamaah mengikuti kegiatan tersebut.
“Di beberapa tempat ada yang 300 orang, ada yang 700 hingga 800 orang. Luar biasa semangat masyarakat Lampung, terutama anak-anak muda,” ujarnya.

Mirza menilai tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa umat Muslim di Lampung menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan, termasuk dalam menghidupkan malam-malam Ramadan melalui iktikaf di masjid.

“Sangat gembira melihat umat muslim khusyuk dan khidmat dalam pelaksanaan ibadah puasa, termasuk dalam iktikaf,” pungkasnya.

Senin, 16 Maret 2026

Gubernur Mirza Bersama Pangdam dan Kapolda Pantau Pengamanan Arus Mudik di Bakauheni


LAMPUNG SELATAN
— Rahmat Mirzani Djausal bersama Kristomei Sianturi dan Helfy Assegaf meninjau langsung kesiapan pengamanan arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di kawasan Pelabuhan Bakauheni serta ruas Jalan Tol Trans-Sumatera, Senin (16/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama unsur Forkopimda sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran arus mudik di wilayah Lampung yang menjadi pintu gerbang utama Pulau Sumatera bagi pemudik dari dan menuju Pulau Jawa.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan juga memantau pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dengan melakukan pengecekan langsung kesiapan sejumlah pos pelayanan dan pengamanan, di antaranya Pos Pelayanan Rest Area 49B, Pos Pelayanan Rest Area 20B, serta Pos Pelayanan Bakauheni.

Selain itu, rombongan juga meninjau fasilitas kesehatan, sarana pelayanan pemudik, serta kesiapan personel yang bertugas selama masa arus mudik Lebaran.
Kapolda Lampung Helfy Assegaf menyampaikan bahwa secara umum kesiapan pengamanan arus mudik di wilayah Lampung telah berjalan dengan baik.

Sebagai bagian dari pengamanan arus mudik Lebaran, Polda Lampung menyiapkan sebanyak 92 pos yang tersebar di berbagai titik strategis. Pos tersebut terdiri dari 57 Pos Pengamanan (Pos Pam), 17 Pos Pelayanan (Pos Yan), 16 Posko Bencana, serta 2 Pos Terpadu.

Pengamanan itu didukung oleh 4.232 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait yang diterjunkan dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni dalam beberapa hari terakhir.

“Alhamdulillah kesiapan kita semuanya sudah on seat dan tidak ada kendala berarti. Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan kendaraan yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni, dari sekitar 5.000 kendaraan pada hari pertama, kemudian meningkat menjadi 11.000 kendaraan, lalu 19.000 kendaraan, dan hari ini mencapai sekitar 20.000 kendaraan,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan, pihak operator pelabuhan juga menambah jumlah kapal yang beroperasi. Pada satu dermaga yang sebelumnya melayani empat kapal, kini ditambah satu kapal sehingga menjadi lima kapal yang melayani penyeberangan Merak–Bakauheni dengan waktu pelayanan sekitar 45 menit untuk proses bongkar muat hingga kembali berangkat.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, serta seluruh stakeholder guna memastikan arus mudik di wilayah Lampung berjalan aman dan lancar.

“Kami berkoordinasi dengan kepolisian dan seluruh stakeholder untuk menyiapkan posko-posko bersama. Pemerintah Provinsi Lampung juga mendukung pelayanan kesehatan dengan mengaktifkan 74 posko kesehatan di seluruh wilayah Lampung, serta menyiapkan mini ICU di kawasan Bakauheni,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga mengimbau masjid-masjid di sepanjang jalur mudik agar tetap dibuka sebagai tempat singgah bagi para pemudik.

“Kami juga mengimbau pengurus masjid di sepanjang jalur mudik untuk membuka masjid selama 24 jam agar bisa menjadi tempat istirahat bagi para pemudik. Jika lelah, silakan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.

Gubernur Mirza juga mengingatkan para pemudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah dan petugas di lapangan.

Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, dan seluruh stakeholder, diharapkan pelaksanaan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

Minggu, 15 Maret 2026

Perbaikan Jalan Dipercepat, Pemprov Lampung Pastikan Jalur Mudik Lebaran Lebih Aman


Bandar Lampung
— Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) terus bergerak mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi guna memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan melalui penutupan lubang jalan (patching), perbaikan struktur jalan, hingga pembenahan sistem drainase di berbagai titik strategis, Sabtu (14/3/2026).

Gubernur Lampung menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat saat musim mudik. Oleh karena itu, berbagai pekerjaan perbaikan dipercepat agar jalan provinsi berada dalam kondisi aman dan nyaman dilalui pemudik.

Salah satu penanganan penting dilakukan pada ruas jalan provinsi Ulusemong – Trimulyo di Dusun Pusaka Jaya, Pekon Sirna Galih, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus. Di lokasi tersebut, jembatan yang ambrol akibat terjangan banjir karena hujan lebat kini tengah ditangani dengan pembangunan jembatan darurat sementara menggunakan pemasangan gorong-gorong armco. 

Penanganan darurat ini dilakukan agar konektivitas tetap terjaga dan arus transportasi tidak terputus. Selain itu, Dinas BMBK juga melakukan pekerjaan penutupan lubang jalan pada ruas provinsi Lempasing – Padang Cermin di Kabupaten Pesawaran. Ruas jalan sepanjang sekitar 23 kilometer tersebut menjadi jalur vital penghubung kawasan pesisir dengan Kota Bandar Lampung dan kerap dilalui wisatawan serta masyarakat lokal.

Perbaikan serupa juga dilakukan di ruas Gedong Tataan – Kedondong, Kabupaten Pesawaran, dengan total panjang ruas sekitar 20 kilometer. Pada ruas ini, selain penambalan jalan berlubang, juga dilakukan pembenahan drainase guna mengantisipasi genangan air yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Sementara itu di Kabupaten Pringsewu, perbaikan jalan dilakukan pada ruas Pringsewu – Pardasuka sepanjang sekitar 18 kilometer, serta ruas Kalirejo – Pringsewu sepanjang kurang lebih 21 kilometer. Kedua ruas ini merupakan jalur penting penghubung antarwilayah yang menopang mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian.

Melalui langkah percepatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kondisi jalan provinsi semakin mantap sehingga mampu mendukung kelancaran arus mudik Lebaran sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung. (*)

Gubernur Mirza Apresiasi Baznas Lampung Gelar Pesantren Kilat bagi Pelajar SMA/SMK


BANDARLAMPUNG
----- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kualitas generasi muda yang berakhlak dan berilmu akan menjadi faktor penentu kemajuan daerah di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza dalam kegiatan iktikaf bersama dan pesantren kilat bagi siswa SMA/SMK se-Kota Bandar Lampung yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung di Islamic Center Bandar Lampung, Sabtu (14/3/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengapresiasi inisiatif Baznas Provinsi Lampung yang tidak hanya menghadirkan program bantuan sosial dan ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga aktif memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Baznas Provinsi Lampung yang terus menghadirkan program-program yang tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga memperkuat pembangunan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa masa depan suatu daerah sangat ditentukan oleh kondisi pemudanya. Jika generasi muda memiliki akhlak yang baik, rajin belajar, dan memiliki adab yang kuat, maka masa depan daerah akan cerah. 

Sebaliknya, jika generasi mudanya jauh dari nilai-nilai agama dan pendidikan, maka kemajuan daerah akan terhambat.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya bertumpu pada kekuatan ekonomi, pertanian, maupun pertahanan, tetapi juga pada kekuatan moral dan spiritual masyarakatnya.

“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ketika agama masyarakatnya baik, maka aspek kehidupan lainnya juga akan ikut baik, baik ekonomi, sosial, maupun kehidupan berbangsa,” jelasnya.

Gubernur Mirza juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjadikan agama sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.

Ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda sehingga diperlukan penguatan nilai agama sebagai benteng moral.

“Pemuda perlu belajar sains, IT, sosial, kedokteran, dan berbagai bidang lainnya. Namun jika tidak memiliki pondasi agama yang kuat, belum tentu ilmu itu membawa kebaikan. Sebaliknya, jika agamanya baik, apa pun profesinya kelak akan menjadi kebaikan bagi dirinya dan masyarakat,” tegasnya.

Gubernur Mirza juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat ratusan ribu pelajar tingkat SMA di Provinsi Lampung yang dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki usia produktif.

Oleh karena itu, Ia mengtakan bahwa pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat perlu menyiapkan generasi tersebut agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Melalui kegiatan pesantren kilat ini, Gubernur Mirza berharap para siswa dapat memperkuat iman, memperdalam pemahaman agama, serta membangun karakter yang baik.

“Pesantren kilat bukan sekadar kegiatan Ramadan, tetapi menjadi ruang bagi adik-adik untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan membangun karakter yang kuat,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga berpesan kepada para siswa untuk terus belajar, menggunakan teknologi secara bijak, serta menjadi generasi yang peduli terhadap sesama dan membanggakan orang tua, guru, serta daerah Lampung.

“Saya berharap dari ruangan ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan Lampung, gubernur, akademisi, pengusaha, ulama, dan tokoh-tokoh hebat yang akan membangun Provinsi Lampung ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain mengatakan kegiatan iktikaf dan pesantren kilat ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya Baznas dalam membina generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai agama.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para siswa tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga mempelajari adab dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari adab di masjid hingga adab dalam kehidupan sosial.

Pada kesempatan tersebut, Baznas Provinsi Lampung juga menyalurkan santunan kepada sekitar 100 siswa sebagai bentuk kepedulian terhadap pelajar yang membutuhkan.

Selain itu, Baznas juga mendorong penguatan Gerakan Infak Pendidikan yang melibatkan pelajar melalui organisasi Rohani Islam (Rohis) di sekolah-sekolah. 

Dana yang dihimpun melalui gerakan ini nantinya akan digunakan kembali untuk membantu siswa kurang mampu di lingkungan sekolah masing-masing.(*)

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dorong Pengusaha Muda Ambil Peran Strategis dalam Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan


BANDARLAMPUNG
----- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk mengambil peran strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas unggulan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri pertemuan bersama BPD Hipmi Provinsi Lampung di Bandarlampung, Sabtu (14/3/2026).

Gubernur Mirza menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Lampung memiliki prospek yang baik, sehingga momentum tersebut perlu dimanfaatkan oleh para pengusaha muda untuk menciptakan berbagai peluang baru.

Menurutnya, salah satu kekuatan utama Hipmi adalah kemampuan para anggotanya untuk melihat potensi komoditas di daerah masing-masing dan mengembangkannya menjadi produk bernilai tambah.

“Sebagai gubernur saya bisa melihat secara helicopter view. Tetapi Hipmi adalah organisasi yang anggotanya tersebar di seluruh daerah, sehingga bisa melihat potensi komoditas di wilayahnya masing-masing dan menjadikannya peluang usaha,” ujarnya.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa di Provinsi Lampung masih terdapat potensi komoditas bernilai lebih dari Rp. 100 triliun yang belum diolah secara optimal melalui proses hilirisasi.

Ia mencontohkan komoditas pisang yang dibeli dari petani dengan harga sekitar Rp. 7.000 per kilogram dapat meningkat nilainya hingga berkali-kali lipat setelah diolah menjadi produk turunan seperti keripik pisang.

“Kalau sudah diolah, nilainya bisa jauh meningkat. Artinya ada nilai tambah yang besar dari proses hilirisasi ini,” jelasnya.

Gubernur Mirza berpendapat hilirisasi komoditas menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung hingga di atas delapan persen. 

Upaya tersebut tidak hanya membutuhkan ketersediaan komoditas, tetapi juga kreativitas dan inovasi dari para pelaku usaha.

Ia menilai Lampung memiliki keunggulan geografis karena dekat dengan pasar besar di Pulau Jawa yang menyumbang lebih dari 60 persen konsumsi nasional.

Namun demikian, ia menyoroti masih banyak komoditas Lampung yang justru diolah di daerah lain sebelum kembali dipasarkan di Lampung, seperti kopi dan cokelat.

“Yang membedakan sebenarnya bukan teknologinya, karena teknologinya sering kali sederhana. Yang paling penting adalah kreativitas dan inovasi para pengusaha,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BPD Hipmi Provinsi Lampung Gilang Ramadhan menegaskan bahwa Hipmi terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menyebutkan bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan menjadi fondasi utama dalam perjalanan organisasi.

Menurutnya, berbagai peluang usaha yang ada, saat ini tengah dirumuskan oleh Hipmi untuk dikembangkan oleh para anggotanya.

Selain itu, Hipmi Lampung juga terlibat dalam berbagai peluang kerja sama strategis, termasuk dukungan terhadap rencana pengembangan penerbangan internasional dari Lampung yang diharapkan dapat membuka akses perjalanan umrah langsung dari daerah tersebut.

Gilang menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan pengusaha muda menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang kuat di Lampung.

“Kami berkomitmen membawa berbagai peluang dan insight yang diberikan pemerintah untuk dikembangkan bersama anggota Hipmi, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.(*)

Jumat, 13 Maret 2026

DPRD Lampung Apresiasi Polda Bongkar Tambang Emas Ilegal di Way Kanan


LAMPUNG
– Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, mengapresiasi langkah tegas Polda Lampung dalam mengungkap praktik tambang emas ilegal di wilayah Kabupaten Way Kanan.

Menurut Giri, penindakan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin merupakan langkah penting untuk menertibkan kegiatan yang selama ini merugikan negara, merusak lingkungan, serta berdampak pada infrastruktur daerah.

Giri menjelaskan bahwa maraknya aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah di Lampung tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mempercepat kerusakan jalan dan fasilitas publik.

Hal tersebut terjadi akibat lalu lintas kendaraan pengangkut material tambang yang sering kali melebihi kapasitas dan tidak terkontrol.

“Kita apresiasi kinerja aparat kepolisian dalam hal ini Polda Lampung yang berhasil mengungkap praktik tambang emas ilegal. Selama ini banyak aktivitas tambang ilegal yang tidak memperhatikan aturan. Selain merusak lingkungan, aktivitas tersebut juga berdampak pada kerusakan jalan karena kendaraan angkutan yang melebihi kapasitas,” ujar Ahmad Giri Akbar, Kamis (13/3/2026).

Ia menilai penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian dapat menjadi pintu masuk untuk menertibkan aktivitas pertambangan tanpa izin yang selama ini masih ditemukan di sejumlah daerah di Provinsi Lampung.

Menurutnya, langkah tegas tersebut sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus melindungi aset dan infrastruktur daerah.

Di sisi lain, Giri menegaskan bahwa penertiban tambang ilegal juga harus dibarengi dengan penyusunan regulasi yang jelas. Saat ini, DPRD Provinsi Lampung tengah mendorong pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertambangan Rakyat.

Regulasi tersebut dinilai penting agar masyarakat yang menggantungkan hidup dari pertambangan skala kecil dapat memiliki kepastian hukum serta menjalankan kegiatan secara tertib dan ramah lingkungan.

“Penegakan hukum harus berjalan, tetapi pemerintah juga harus memberikan solusi melalui regulasi. Raperda tambang rakyat ini penting agar aktivitas pertambangan rakyat bisa diatur dengan baik dan tidak lagi berjalan secara ilegal,” kata Giri.

Selain itu, Giri juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat di sektor pertambangan. Dengan adanya kepastian hukum serta penertiban aktivitas ilegal, investor yang ingin berinvestasi secara resmi di Lampung akan memperoleh perlindungan hukum yang jelas.

“Kalau tambang ilegal ditertibkan dan regulasinya jelas, tentu akan berdampak positif terhadap kemudahan investasi di daerah. Kita ingin sektor pertambangan berjalan tertib, memberikan manfaat ekonomi, tetapi tetap menjaga lingkungan dan infrastruktur daerah,” ujarnya.

Ia berharap pengungkapan kasus tambang emas ilegal di Way Kanan dapat menjadi momentum untuk menata kembali tata kelola pertambangan di Lampung secara lebih tertib, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah.

“Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar untuk Way Kambas, Gubernur Mirza: Solusi Konflik Manusia dan Gajah”


BANDAR LAMPUNG
- Presiden Prabowo Subianto menyiapkan dana Bantuan Presiden (Banpres) senilai sekitar Rp 839 miliar untuk membangun pagar, kanal, serta mendukung restorasi ekosistem di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung. Hal ini diketahui dalam keterangan pers Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di komplek istana kepresidenan Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menilai langkah Presiden sebagai solusi strategis atas konflik berkepanjangan antara manusia dan gajah.

Gubernur Mirza menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Way Kambas. Menurutnya, konflik manusia dan gajah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada keselamatan warga serta keberlanjutan pertanian masyarakat.

“Perhatian Bapak Presiden kepada warga sekitar Way Kambas sangat luar biasa. Beliau memahami bahwa konflik antara manusia dan gajah sudah berlangsung puluhan tahun dan harus segera diselesaikan secara menyeluruh,” ujar Gubernur Mirza melalui keterangan resminya pada Jumat (14/3/2026).

Ia menegaskan, kebijakan pembangunan pagar dan kanal bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa liar di habitat alaminya.

“Langkah ini menunjukkan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat, namun tetap berorientasi pada konservasi. Warga terlindungi, gajah tetap terjaga, dan lingkungan tidak rusak,” lanjutnya.

Pemerintah Provinsi Lampung, kata Mirza, siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi lintas sektor agar pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, pembangunan pagar dan kanal di kawasan Way Kambas dilakukan sebagai upaya meredam konflik antara manusia dan gajah yang selama ini kerap terjadi. Gajah liar sering keluar dari kawasan taman nasional dan memasuki permukiman serta lahan pertanian warga, bahkan menyebabkan korban jiwa.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp 839 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan pagar atau tanggul serta restorasi ekosistem di kawasan Way Kambas. Proyek ini akan dilaksanakan dengan melibatkan satuan zeni TNI Angkatan Darat guna memastikan kualitas dan ketahanan infrastruktur.

Selain pembangunan pagar dan kanal, pemerintah juga merencanakan pengembangan pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat di luar kawasan pemisah. Program tersebut mencakup pengembangan ternak madu dan penyediaan pakan ternak yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Pemerintah pusat berharap pembangunan ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan konflik manusia dan gajah, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar Taman Nasional Way Kambas tanpa mengorbankan kelestarian alam. 

Selasa, 10 Maret 2026

Pemprov Lampung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran


BANDAR LAMPUNG
— Pemerintah Provinsi Lampung melakukan monitoring bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi di sejumlah lokasi di Bandar Lampung dan Lampung Selatan, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Monitoring dilakukan oleh tim yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Lampung, Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung. Peninjauan dilakukan mulai dari pangkalan LPG, agen gas, hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Sejumlah lokasi yang ditinjau di antaranya Pangkalan Gas 3 kg Yusfadil di Jalan Drs Warsito, Kupang Kota, dan Pangkalan Gas 3 kg Cahaya Gas di Jalan Pulau Tegal, Way Dadi, Sukarame. Tim juga mengunjungi Agen LPG Non Subsidi PT Sony Prayudha di Jalan Endro Suratmin serta Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Arsade Inti Gasindo di Campang Raya.

Selain itu, monitoring juga dilakukan di SPBU Pertamina Jatiagung, Lampung Selatan, serta SPBU Coco Pertamina Way Dadi, Bandar Lampung. Peninjauan ini bertujuan memastikan distribusi energi berjalan lancar hingga ke tingkat masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Agust Riko Suryhana, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi tetap aman menjelang Lebaran. Ia menyebut hasil peninjauan menunjukkan stok BBM dan LPG di wilayah Lampung masih dalam kondisi terkendali.

"Tim monitoring dari Provinsi Lampung bersama Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas turun langsung memastikan ketersediaan BBM dan LPG menjelang Lebaran. Alhamdulillah stok aman dan harga di masyarakat masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET)," ucap Agust Riko.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, pemerintah bersama Pertamina telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga pasokan tetap tersedia.

"Di tengah dinamika global, masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah dan Pertamina sudah menyiapkan langkah mitigasi agar stok tetap tersedia," ujarnya.

Agust Riko menambahkan, Pertamina akan menambah pasokan LPG hingga 50 persen di daerah yang diperkirakan mengalami peningkatan kebutuhan. Penambahan ini dilakukan untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar, termasuk saat hari libur dan hari raya.

Perwakilan SBM IV Gas Lampung, M Suhanda, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kondisi stok LPG, baik subsidi maupun non-subsidi, masih aman khususnya di Kota Bandar Lampung. Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi peningkatan permintaan menjelang Lebaran.

"Kami memastikan ketersediaan LPG 3 kg maupun non-subsidi dalam kondisi aman. Menjelang Lebaran biasanya ada kenaikan permintaan sekitar 3 sampai 5 persen, dan itu sudah kami mitigasi dengan menambah suplai hingga 50 persen dari alokasi harian," ucap Suhanda.

Ia juga memastikan penyaluran LPG tetap berjalan normal meski memasuki masa libur Lebaran. Distribusi dari SPPBE hingga ke pangkalan akan terus dilakukan tanpa penghentian.

Ketua YLKI Lampung, Subadra Yani Moersalin, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah pangkalan menunjukkan ketersediaan LPG masih mencukupi hingga Lebaran. Selain itu, harga di tingkat pangkalan juga masih sesuai dengan ketentuan HET.

"Stok seperti yang disampaikan tadi memang aman sampai Lebaran, dan HET di tingkat pangkalan masih stabil. Yang penting adalah konsistensi harga hingga ke pangkalan agar tidak terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga," ujar Subadra.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG langsung di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga distribusi tetap tepat sasaran.

Melalui monitoring ini, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan distribusi BBM dan LPG tetap terjaga hingga Idulfitri. Ketersediaan energi yang stabil diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran serta mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga di pasaran. (*).

Selasa, 03 Maret 2026

Inflasi Lampung Februari 2026 Terkendali di 0,36 Persen, BI dan TPID Perkuat Strategi 4K


Bandar Lampung
– Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Februari 2026 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen (year on year/yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,07 persen (yoy). Meski demikian, capaian tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,68 persen (yoy).

Secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat 2,95 persen (yoy), juga lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 4,76 persen (yoy). Namun, angka Februari 2026 ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Februari dalam tiga tahun terakhir yang mengalami deflasi 0,04 persen (yoy).

Dari sisi sumber tekanan harga, inflasi Februari terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas penyumbang inflasi terbesar secara bulanan (mtm) yakni emas perhiasan dengan andil 0,09 persen, diikuti daging ayam ras (0,05 persen), bawang merah (0,04 persen), cabai rawit (0,04 persen), dan tomat (0,04 persen).

Kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan tren peningkatan harga emas dunia di tengah tingginya ketidakpastian global. Sementara itu, lonjakan harga daging ayam ras dan komoditas hortikultura dipicu meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, di tengah keterbatasan pasokan akibat panen lokal yang tertunda.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga kelompok transportasi, khususnya bensin dengan andil -0,05 persen (mtm), seiring penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina. Beberapa komoditas lain yang turut menahan inflasi antara lain susu cair kemasan, kangkung, hand body lotion, dan wortel yang masing-masing mencatat andil -0,01 persen (mtm).
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung memprakirakan inflasi hingga akhir 2026 tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1 persen (yoy). Meski demikian, sejumlah risiko perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko bersumber dari peningkatan permintaan agregat akibat penyesuaian UMP yang direalisasikan bertahap sepanjang tahun, serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H. Selain itu, eskalasi konflik terbuka antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran berpotensi mendorong kenaikan harga emas dunia dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Pada kelompok volatile food, risiko berasal dari potensi peningkatan curah hujan dan banjir lokal yang dapat menghambat panen padi dan distribusi pangan, seiring prakiraan berlanjutnya La Nina lemah hingga awal 2026. Risiko lain yakni lonjakan harga pangan strategis saat periode high season Ramadan dan Idulfitri, serta potensi gangguan distribusi akibat meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera.

Sementara itu, dari sisi administered prices, risiko meningkat akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global, termasuk kemungkinan disrupsi jalur strategis perdagangan minyak dunia seperti Selat Hormuz. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga minyak mentah global dan berdampak pada harga BBM non-subsidi, tarif transportasi, serta biaya logistik domestik.

Menanggapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K.

Pada aspek keterjangkauan harga, langkah yang ditempuh antara lain pelaksanaan operasi pasar beras/SPHP secara terarah, serta penguatan monitoring harga dan pasokan komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang, daging sapi, serta daging dan telur ayam ras.

Dalam menjaga ketersediaan pasokan, dilakukan perluasan implementasi Toko Pengendalian Inflasi, penguatan kerja sama antar daerah (KAD), percepatan program swasembada pangan melalui optimalisasi lahan dan penggunaan varietas unggul, serta peningkatan kualitas data pasokan.

Dari sisi kelancaran distribusi, upaya difokuskan pada memastikan kecukupan moda transportasi menjelang HBKN, memperkuat kapasitas transportasi melalui penambahan volume penerbangan Lampung–Jakarta dan reaktivasi rute Lampung–Bali serta Lampung–Jogja, hingga melanjutkan perbaikan infrastruktur jalur distribusi pangan serta implementasi Mobil TOP dan Subsidi Ongkos Angkut.

Adapun pada aspek komunikasi efektif, TPID secara rutin menggelar rapat koordinasi guna menjaga awareness terhadap dinamika harga dan pasokan, memperkuat komunikasi publik untuk menjaga ekspektasi inflasi, serta mengintegrasikan sistem informasi neraca pangan berbasis data terkini dan berkualitas.

Dengan sinergi kebijakan tersebut, inflasi di Provinsi Lampung diharapkan tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika global dan domestik yang masih penuh tantangan.

Senin, 02 Maret 2026

Training of Referee Pengprov ORADO Lampung Sukses, Vicky & Suarlis Juara Mini Turnamen


Bandar Lampung
– Pelaksanaan Training of Referee yang digelar Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Lampung berlangsung sukses selama dua hari, Sabtu–Minggu (28 Februari – 1 Maret 2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan perangkat pertandingan jelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ORADO yang akan digelar April 2026 di Jakarta.

Training berjalan lancar dengan diikuti perwakilan Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Dikejar Target Kejurnas April 2026

Pengprov ORADO Lampung yang dinakhodai oleh:

Ketua Umum: Ir. Budhi Darmawan, ST, MT

Sekretaris Umum: Dr. Rizki Yuliandra, M.Pd

Bendahara Umum: Iqbal Ardiansyah, S.Si, MM

bergerak cepat menggelar pelatihan wasit guna mengejar rangkaian agenda Kejurnas ORADO tingkat nasional yang akan diikuti seluruh Pengprov se-Indonesia.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan teknis dan kualitas perangkat pertandingan agar mampu bersaing di level nasional.

Materi Lengkap: Dari Regulasi Hingga Mini Turnamen

Materi training meliputi:

Pedoman Umum Pertandingan

The Low of Domino 101

Kode Etik Wasit

Petunjuk Teknis Kejuaraan

Simulasi & Praktik Lapangan

Uji Coba / Mini Turnamen

Materi disampaikan langsung oleh Dr. Fahrizal, S.Pd., M.Pd, dari PB ORADO Indonesia. Ia merupakan tim penyusun Pedoman Umum Pertandingan dan The Low of Domino 101, serta aktif memberikan pelatihan di berbagai Pengprov se-Indonesia.

Dalam penyampaiannya, Dr. Fahrizal dikenal lugas dan komunikatif, sehingga peserta mudah memahami teknis serta regulasi pertandingan secara komprehensif.

Vicky & Suarlis Juara Mini Turnamen

Sebagai bagian dari praktik langsung, kegiatan ditutup dengan Mini Turnamen antar perwakilan Pengcab kabupaten/kota.

Hasil pertandingan:

Juara 1 – Pengcab Bandar Lampung: Vicky & Suarlis
Juara 2 – Pengcab Bandar Lampung: Zulkarnain & Fauzi
Juara 3 – Pengcab Lampung Selatan: Supei & Khairul
Juara 4 – Pengprov Lampung: Aswin & Hara

Para pemenang mendapatkan dana pembinaan langsung dari Ketua Umum ORADO Lampung sebagai bentuk apresiasi dan motivasi peningkatan prestasi.

Apresiasi Pengcab Bandar Lampung

Pengurus ORADO Kota Bandar Lampung yang dipimpin oleh:

Ketua Umum: AKBP Vicky Dzulkarnain, MM

Sekretaris Umum: Daniel Tri Hardianto, SE

Bendahara Umum: Aswin Pratama Tirta, SE

menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengprov ORADO Lampung atas terselenggaranya Training of Referee.

Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada PB ORADO Indonesia, khususnya kepada Dr. Fahrizal selaku pemateri yang dinilai profesional, lugas, dan rendah hati dalam menyampaikan materi.

Komitmen Meningkatkan Kualitas Olahraga Domino

Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan ORADO Lampung dalam meningkatkan kualitas wasit dan atlet guna menghadapi kompetisi nasional.

Pengprov ORADO Lampung optimistis mampu mencetak wasit dan atlet yang kompeten serta berintegritas di tingkat nasional.

Dengan semangat:

Siapa Kita? ORADO!
ORADO: Memintarkan Indonesia
ORADO Lampung: Mak Ko Lawan, Mak Ko Tanding

Selasa, 17 Februari 2026

Ketua DPRD Provinsi Lampung dan Gubernur Lampung Ikuti Rapat Kesiapan Angkutan Lebaran 2026


Bandar Lampung
— Ketua DPRD Provinsi Lampung A. Giri Akbar, S.E., M.B.A., bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.T., mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriyah yang diselenggarakan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa (17/2/2026).

Pemprov Lampung Matangkan Persiapan  Pemerintah Provinsi Lampung menilai momentum Lebaran 2026 sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh persiapan angkutan mudik berjalan optimal.

Melalui rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan, berbagai langkah antisipatif disiapkan guna menyatukan gerak, memperkuat sinergi, serta membangun kolaborasi lintas sektor demi menjamin kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.

Rapat yang digelar di Bandar Lampung tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi perhubungan, BUMN, hingga pihak swasta. Fokus utama pembahasan mencakup kesiapan sarana dan prasarana transportasi, perbaikan infrastruktur jalan, pengamanan jalur mudik, serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Dari sisi infrastruktur, pemerintah menargetkan seluruh perbaikan jalan, khususnya penanganan jalan berlubang di jalur strategis dan jalur mudik utama, dapat diselesaikan sebelum puncak arus mudik. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir potensi kecelakaan dan kemacetan yang dapat menghambat mobilitas masyarakat.

Sementara itu, aspek keamanan diperkuat melalui pelaksanaan Operasi Ketupat yang melibatkan kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya. Operasi ini bertujuan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap stabil dan kondusif selama periode Lebaran.

Selain pengamanan dan infrastruktur, pemerintah juga menjamin ketersediaan bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), serta pasokan listrik dalam kondisi aman dan mencukupi. Koordinasi intensif dilakukan dengan distributor dan penyedia layanan energi guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama libur panjang.

Pemprov Lampung berharap, melalui rapat koordinasi ini, terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang aman, tertib, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, masyarakat di Provinsi Lampung diharapkan dapat melaksanakan perjalanan mudik dan merayakan Idulfitri dengan tenang, aman, serta penuh kebahagiaan bersama keluarga tercinta.

Minggu, 15 Februari 2026

Semangat Juang di Atas Ring, Ketua DPRD Lampung Tutup Kejuaraan Tinju Amatir 2026



Bandar Lampung
 — Ketua DPRD Provinsi Lampung yang juga Ketua PERBATI Provinsi Lampung, A. Giri Akbar, S.E., M.B.A., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara penutupan Kejuaraan Tinju Amatir Polresta Bandar Lampung Boxing Championship Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Mapolresta Bandar Lampung, Minggu (15/2/2026).

Dalam sambutannya, A. Giri Akbar menyampaikan apresiasi kepada Polresta Bandar Lampung selaku penyelenggara yang telah sukses melaksanakan kejuaraan sebagai wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet tinju berprestasi di Provinsi Lampung. 

Ia menilai kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda melalui kegiatan positif serta upaya meningkatkan prestasi olahraga tinju di daerah.

Selama beberapa hari pelaksanaan kejuaraan, masyarakat telah disuguhkan pertandingan-pertandingan sengit yang penuh teknik, strategi, dan semangat juang tinggi. Setiap atlet yang naik ke atas ring menunjukkan keberanian luar biasa, tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama sasana, daerah, bahkan harapan keluarga dan masyarakat.

Kepada para atlet yang berhasil meraih juara, ia menyampaikan selamat serta berpesan agar mempertahankan prestasi, tidak cepat puas, dan terus berlatih dengan rendah hati. Kemenangan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, baik di level provinsi, nasional, maupun internasional. Sementara kepada atlet yang belum meraih kemenangan, ia berpesan agar tidak pernah menyerah karena kekalahan merupakan bagian dari proses menuju kematangan dan kesuksesan.

Lebih lanjut, A. Giri Akbar berharap setelah kejuaraan ini selesai, semangat pembinaan tidak ikut berakhir. Latihan harus terus berjalan, pembinaan semakin diperkuat, serta evaluasi dilakukan guna menyelenggarakan kejuaraan yang lebih besar, lebih baik, dan lebih berkualitas di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para atlet Lampung yang sebelumnya berlaga pada Kejuaraan Nasional PERBATI di Jakarta dan berhasil membawa pulang enam medali, terdiri dari tiga medali emas yang diraih Nabila, Dira, dan Rico, dua medali perak oleh Nadine dan Rasya, serta satu medali perunggu oleh Erfandi.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus mengharumkan nama Lampung di kancah nasional maupun internasional.

Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Wakil Kepala Polda Lampung Brigadir Jenderal Polisi Drs. Sumanto, M.Si., beserta Pejabat Utama Polda Lampung; perwakilan Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, S.E., M.M.; Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Polisi Alfret Jacob Tilukay, S.I.K., M.Si.; unsur Forkopimda Kota Bandar Lampung; Ketua KONI Provinsi Lampung atau yang mewakili; Ketua PERTINA atau yang mewakili; serta para pengurus PERBATI Provinsi Lampung.

Acara penutupan ditandai dengan penyerahan piala, medali, dan penghargaan kepada para pemenang di setiap kelas pertandingan serta sesi foto bersama panitia, atlet, dan tamu undangan.

Kejuaraan tinju amatir ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi olahraga dalam meningkatkan prestasi olahraga sekaligus pembinaan generasi muda di Provinsi Lampung.

Sinergi Tanpa Sekat: DPRD, Pemprov, dan Jurnalis Bertanding dalam Turnamen IJP Lampung


BANDAR LAMPUNG
— Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, M. Rahmat Visa Ridi Arifin, hadir dalam Turnamen Mini Soccer Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung sekaligus peluncuran Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung Football Club, di Subanus Soccer Field. Sabtu (14/2/2026),

Kegiatan ini semakin meriah karena turut hadir dan ikut bermain di lapangan: Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, ST., MT., Sekretaris DPRD Provinsi Lampung bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik, Ketua PWI Provinsi Lampung, Ketua IJP Lampung, sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung turut hadir mendukung jalannya turnamen.

Hadirnya DPRD secara aktif di lapangan menegaskan dukungan legislatif terhadap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, ST., MT., menyampaikan bahwa turnamen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan jurnalis.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekdaprov, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik inisiatif IJP menggelar turnamen dan membentuk klub sepak bola internal sebagai langkah positif untuk mempererat komunikasi dan kemitraan.

M. Rahmat Visa Ridi Arifin menekankan pentingnya kemitraan legislatif dengan pemerintah dan media dalam pembangunan daerah.

“Pertandingan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana memperkuat kolaborasi antara DPRD, Pemprov, dan jurnalis. Menang atau kalah di lapangan, persahabatan dan sinergi adalah yang utama,” ujarnya.

Sekda Dr. Marindo Kurniawan, ST., MT., menambahkan bahwa suasana pertandingan berbeda dari pertemuan formal di kantor.

“Biasanya kita bertemu dalam rapat atau konferensi pers. Hari ini kita bertemu dalam suasana santai, seragamnya sama, di lapangan yang sama, dengan semangat kebersamaan,” katanya.

Ketua IJP Lampung, Abung Mamasa, menyampaikan bahwa turnamen ini digagas Divisi Olahraga IJP untuk mempererat soliditas internal sekaligus membangun keakraban dengan Pemprov dan DPRD.

Ia juga membuka peluang pembinaan atlet mini soccer dari kalangan jurnalis, khususnya anggota PWI.

“Mainnya jangan terlalu keras, santai saja. Ini pemain lama semua,” selorohnya.Dalam pertandingan, Tim IJP A keluar sebagai juara dan menerima piala langsung dari Sekda Dr. Marindo Kurniawan, ST., MT. 

Sedangkan Tim Gubernur Lampung, meraih juara kedua dan menerima piala dari Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah.

Tim Gubernur Lampung dipimpin oleh kapten Sekda Marindo Kurniawan dan diperkuat antara lain: Sekretaris DPRD Provinsi Lampung Descatama Paksi Moeda, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Budi Darmawan, Kepala Bappeda, Anang Risgiyanto

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik, Ganjar Jationo, Kepala Biro Hukum, Yudhi Al Fadri, Pelaksana Tugas Kepala BPKAD, Nurul Fajri.

Turnamen ini diharapkan menjadi agenda rutin, menjaga kebugaran sekaligus memperkuat kolaborasi DPRD, Pemprov, dan insan pers dalam pembangunan Provinsi Lampung.

Ketua DPRD Lampung Hadiri Rakor Penguatan Program Makan Bergizi Grat


Bandar Lampung
— Ketua DPRD Provinsi Lampung, A. Giri Akbar, menghadiri Rapat Konsolidasi (Rakor) penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel), mitra, dan yayasan di Hotel Novotel Bandar Lampung, Sabtu (14/2/2026).

Rakor yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi program strategis nasional di Provinsi Lampung, khususnya dalam meningkatkan pemenuhan gizi bagi balita, ibu hamil, serta anak usia sekolah.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat dan bergizi, tetapi juga diarahkan untuk menekan angka stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.

“Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Anak-anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan tumbuh menjadi generasi yang produktif dan berdaya saing,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini juga dirancang untuk menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok utama bahan pangan. Dengan pola kemitraan tersebut, manfaat program diharapkan tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga oleh pelaku usaha lokal.

Pelaksanaan MBG di Lampung didukung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Seluruh SPPG diwajibkan menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat, terutama dalam aspek kebersihan, kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan, guna mencegah potensi kasus keracunan dan memastikan keamanan konsumsi.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Lampung A. Giri Akbar menyatakan komitmen lembaganya untuk mendukung sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

“DPRD siap mengawal program ini agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ini,” tegasnya.

Melalui rakor ini, diharapkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor semakin solid sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, merata, serta berkelanjutan di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Sabtu, 14 Februari 2026

Perkuat Sinergi Jaga Inflasi Dalam Sasaran Jelang Ramadan Dan Idulfitri 1447 H


BANDARLAMPUNG
– Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting (HLM) dalam rangka penguatan sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447H, Jumat (13/2).Jasa Reporter

Walikota Bandar Lampung dalam arahannya menyampaikan harapan agar inflasi Kota Bandar Lampung tetap berada dalam rentang sasaran 2,5±1%. Beliau menegaskan bahwa kerja sama seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mengawal stabilitas harga di Kota Bandar Lampung. Arahan tersebut sejalan dengan penegasan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang mendorong pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah secara lebih intensif, strategis, dan tepat sasaran dalam mengawal HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447H.

“Kerja sama seluruh stakeholders sangat penting dalam mengawal inflasi. InsyaaAllah, apabila kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, inflasi Kota Bandar Lampung dapat kita jaga tetap terkendali,” ujar Walikota, seraya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TPID atas kolaborasi yang telah terjalin selama ini.

Berdasarkan paparan BPS Kota Bandar Lampung, inflasi Januari 2026 tercatat sebesar 0,18% (mtm) dan 1,43% (yoy) . Angka ini dinilai sebagai awal tahun yang baik untuk menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran. Secara m-to-m, beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, kangkung, bayam, dan nasi dengan lauk, sementara cabai merah dan bawang merah mengalami deflasi. BPS juga mencatat bahwa Kota Bandar Lampung merupakan kota konsumsi, sehingga dinamika harga makanan jadi dan komoditas konsumsi langsung masyarakat memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi.

Bank Indonesia menyampaikan bahwa harga komoditas global seperti jagung dan kedelai perlu menjadi perhatian, serta komoditas hortikultura yang relatif minim dukungan APBN pada tahun ini sehingga bertumpu pada anggaran pemerintah daerah. Penguatan strategi pengendalian inflasi dalam kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) perlu disesuaikan dengan karakteristik Kota Bandar Lampung sebagai kota konsumsi. Kerja Sama Antar Daerah (KAD) baik intra maupun antar provinsi juga perlu diperkuat untuk menjaga kondisi pasokan di Kota Bandar Lampung. Selain itu, pelaksanaan pasar murah tentunya perlu memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat lokasi (terutama pasar tradisional sampel IHK), tepat waktu, dan tepat komoditas. Dari sisi komunikasi efektif, masyarakat juga dihimbau untuk berbelanja secara bijak dan mendorong penerapan pola konsumsi zero waste guna menghindari pemborosan dan mubazir sisa makanan.

Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung turut menyampaikan bahwa Pemkot akan melaksanakan pasar murah di 20 kecamatan pada 60 titik pada 20 Februari, 3 Maret, dan 13 Maret 2026 dengan komoditas beras premium, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ras, serta mengoptimalkan pemanfaatan videotron di Bundaran Gajah untuk edukasi pengendalian inflasi.

Dari sisi pasokan, Bulog memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah dalam kondisi aman dan siap mendukung stabilitas selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Dinas Pangan melaporkan ketersediaan pangan relatif stabil dengan cadangan beras 15 ton untuk intervensi ketika diperlukan. Selain itu, disampaikan pula bahwa Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Harga, Keamanan,dan Mutu Pangan yang saat ini telah berjalan di tingkat Provinsi Lampung dan akan segera ditindaklanjuti di tingkat kota.

Satgas ini bertugas memastikan harga komoditas di pasaran tidak melampaui harga acuan serta menjamin tidak adanya peredaran bahan pangan berbahaya, sehingga stabilitas harga dan perlindungan konsumen tetap terjaga. Pertamina juga mengaskan bahwa pihaknya akan menjamin ketersediaan BBM dan LPG 3kg, sementara Polres dan TNI siap mendukung pengamanan distribusi dan menjaga kondusivitas wilayah selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Menutup kegiatan, Wakil Walikota Bandar Lampung menegaskan bahwa meskipun kondisi inflasi relatif terkendali, upaya seperti operasi pasar dan pasar murah tetap harus dioptimalkan. Dukungan Bulog, Pertamina, serta aparat keamanan sangat diperlukan untuk memastikan distribusi lancar dan stabilitas harga tetap terjaga.

Dengan penguatan koordinasi, komunikasi yang efektif, serta kolaborasi lintas sektor, TPID Kota Bandar Lampung optimis mampu menjaga inflasi tetap dalam sasaran dan memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

Ketua DPRD Lampung Hadiri “Doa untuk Negeri” di Masjid Raya Al-Bakrie Lampung


Bandar Lampung
— Ketua DPRD Provinsi Lampung A. Giri Akbar, SE., MBA menghadiri kegiatan “Doa untuk Negeri” dalam rangka HUT ke-18 tvOne di Masjid Raya Al-Bakrie Lampung, Sabtu (14/2/2026). Ia didampingi Ketua IKAD DPRD Provinsi Lampung Irene Fransisca Giri serta dihadiri Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Dr. Yanuar Irawan, SE., MM

Kegiatan bertema “Doa untuk Negeri” dengan semangat lokal “Lampung Tanoh Pusako, Gham Pulang” berlangsung khidmat. Masyarakat dari kabupaten/kota se-Provinsi Lampung hadir dengan antusias, mencerminkan kuatnya nilai religius dan kebersamaan.

Rangkaian acara diawali tausiyah akbar oleh Abdul Somad yang menjadi magnet utama jamaah. Momentum ini menjadi ajang syiar keagamaan sekaligus doa bersama bagi kedamaian dan persatuan bangsa.

Turut hadir Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, ST., MT., didampingi Ketua PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, serta Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, S.T., M.T. beserta istri.

Ketua DPRD Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Lampung sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, acara keagamaan ini memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

“Pembangunan tidak hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual. ‘Doa untuk Negeri’ menjadi ruang kebersamaan untuk memperkuat keimanan, persatuan, dan optimisme membangun daerah,” ujarnya.

DPRD Provinsi Lampung berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai sarana penguatan nilai keagamaan dan kebersamaan. Momentum HUT ke-18 tvOne diharapkan memperkokoh persatuan dalam mewujudkan Indonesia yang damai dan sejahtera.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengangkat tema syukur, istiqamah, kesabaran, dan persatuan. Ia mengajak masyarakat mengisi umur dengan amal ibadah serta memperkuat dzikir sebagai penenang jiwa.

UAS juga menekankan pentingnya istiqamah dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa keberagaman Indonesia dipersatukan oleh nilai Pancasila dan semangat persaudaraan. 

WHDI Lampung Peringati HUT ke-XXXVIII, Tegaskan Peran Perempuan Wujudkan Keluarga Sehat dan Sejahtera


Bandar Lampung
– Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Pengurus Provinsi Lampung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-XXXVIII dengan mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Keratun Lantai III Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (14/2/2026).

Peringatan ini menjadi momentum penting bagi WHDI dalam mempertegas komitmennya memperkuat peran perempuan Hindu sebagai pilar keluarga dan agen pembangunan bangsa. Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri berbagai tokoh dan pejabat daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI drh. I Ketut Suwendra, MM, Anggota DPRD Provinsi Lampung Budi Tjondrowatisi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA) Provinsi Lampung, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung, Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung, jajaran organisasi wanita, serta insan media.

Ketua WHDI Provinsi Lampung, Nyoman Ratna Dewi, SE, dalam sambutannya menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun fondasi keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menjadi penentu kualitas generasi bangsa di masa depan.
“Perempuan adalah tiang keluarga. Ketika perempuan berdaya, maka keluarga akan kuat. Dari keluarga yang kuat inilah akan lahir generasi unggul menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemberdayaan perempuan tidak hanya sebatas peningkatan kapasitas ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan nilai-nilai spiritual, pendidikan karakter anak, serta ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan sosial di era modern.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-38 kepada WHDI dan mengapresiasi kiprah organisasi tersebut dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Kami berharap WHDI terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. Perempuan yang berdaya akan melahirkan generasi yang tangguh dan berkarakter,” katanya.

Kepala Dinas PP & PA Provinsi Lampung juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi WHDI dalam edukasi kesehatan keluarga, peningkatan ekonomi rumah tangga, serta perlindungan perempuan dan anak. Ia berharap sinergi antara organisasi perempuan dan pemerintah daerah semakin diperkuat guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Peringatan HUT ke-XXXVIII ini menjadi refleksi perjalanan panjang WHDI dalam memperjuangkan peran perempuan Hindu di berbagai bidang, baik sosial, budaya, maupun keagamaan. Selain sambutan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan rangkaian acara yang mempererat solidaritas antaranggota.

Melalui tema yang diusung, WHDI Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendorong perempuan agar lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Dengan penguatan peran perempuan di lingkup keluarga dan masyarakat, diharapkan terwujud keluarga sehat dan sejahtera sebagai fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.

A. Giri Akbar Hadiri Pembukaan Polresta Bandar Lampung Boxing Championship 2026, Dorong Lahirnya Petinju Berprestasi


Bandar Lampung
— Ketua DPRD Provinsi Lampung yang juga Ketua PERBATI Provinsi Lampung, A. Giri Akbar, S.E., M.B.A., menghadiri pembukaan Kejuaraan Tinju Amatir Polresta Bandar Lampung Boxing Championship Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Mapolresta Bandar Lampung, Jumat (13/2/2026).

Kejuaraan bertajuk Polresta Bandar Lampung Boxing Championship 2026 “Rise Of The Champions” ini berlangsung pada 12–15 Februari 2026 sebagai ajang pembinaan sekaligus kompetisi bagi atlet tinju amatir di Provinsi Lampung.

Kehadiran A. Giri Akbar menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan olahraga, khususnya cabang tinju, serta komitmen dalam mendorong peningkatan prestasi atlet daerah.

Rangkaian pembukaan diawali dengan registrasi dan kedatangan tamu undangan, pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan doa, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Patriot Olahraga. Selanjutnya, Ketua Panitia Pelaksana AKP Joni Maputra, S.H., menyampaikan laporan kegiatan.

Dalam laporannya, AKP Joni Maputra menjelaskan bahwa kejuaraan ini diselenggarakan sebagai upaya pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet tinju berprestasi di Provinsi Lampung. Para atlet dari berbagai sasana dan daerah bertanding dalam sejumlah kelas sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat berprestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” ujarnya.

Selain sebagai wadah kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antar atlet serta meningkatkan kualitas olahraga tinju. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polresta Bandar Lampung dalam mendukung aktivitas positif generasi muda guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kota Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, A. Giri Akbar menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar pertandingan, melainkan bagian dari strategi pembinaan olahraga tinju di Provinsi Lampung melalui pencarian bakat, pengembangan potensi, serta pemberian ruang bagi generasi muda untuk berprestasi.
Ia menekankan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses latihan disiplin, pembinaan terarah, kompetisi berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak.

Ia juga mencontohkan capaian atlet Lampung yang berhasil meraih medali pada ajang internasional di Thailand sebagai bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing di tingkat dunia.

Kepada para atlet, ia berpesan agar menunjukkan semangat juang tinggi dengan tetap menjunjung sportivitas, menghormati lawan dan wasit, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam memajukan tinju di Provinsi Lampung.

Dengan pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang rutin serta berkualitas, diharapkan lahir petinju-petinju berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Acara pembukaan turut dihadiri Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si., yang secara resmi membuka kejuaraan dengan pemukulan lonceng sebagai simbol dimulainya pertandingan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Kejuaraan tinju amatir ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi olahraga dalam meningkatkan prestasi olahraga sekaligus pembinaan generasi muda di Provinsi Lampung.

Jumat, 13 Februari 2026

DPRD Lampung Matangkan Pokir 2027, Pastikan Selaras dengan Prioritas Pembangunan Daerah


Bandar Lampung
— DPRD Provinsi Lampung melalui Sekretariat DPRD menggelar Sosialisasi Kamus Usulan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan yang diinisiasi Bagian Aspirasi, Humas, dan Protokol tersebut berlangsung di Ruang Rapat Komisi, Jumat (13/2/2026).

Sosialisasi menghadirkan perwakilan Bappeda Provinsi Lampung, yakni Kepala Bidang Perencanaan Makro, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan (PMPEP), Meydiandra Eka Putra, S.P., M.IP.
Kepala Bagian Aspirasi, Humas, dan Protokol Sekretariat DPRD Provinsi Lampung, Hendri Atmajaya, S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada tenaga ahli, staf pendamping, dan koordinator anggota DPRD agar dapat mengawal serta menyampaikan Pokir anggota DPRD secara tepat dalam proses penyusunan RKPD Tahun 2027.

Menurutnya, pokok-pokok pikiran DPRD merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses dan kunjungan kerja yang kemudian diolah menjadi rekomendasi kebijakan dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Dalam konteks Provinsi Lampung, Pokir diarahkan untuk mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat daya saing daerah. Dengan demikian, Pokir tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Hendri.

Ia menegaskan, sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi kunci agar Pokir dapat terakomodasi dalam dokumen perencanaan. Dengan kolaborasi yang baik, fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Dalam pemaparannya, Meydiandra Eka Putra menjelaskan sejumlah kriteria usulan Pokir DPRD agar dapat diakomodasi dalam RKPD Tahun 2027. Usulan kegiatan harus sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi dan tugas serta fungsi perangkat daerah, responsif terhadap isu strategis dan permasalahan mendesak, serta selaras dengan prioritas pembangunan tanpa terkonsentrasi pada satu sektor tertentu.

Ia juga memaparkan mekanisme validasi Pokir sesuai Pasal 78 Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. DPRD menyampaikan Pokir melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kementerian Dalam Negeri. Selanjutnya, Bappeda menginventarisasi kamus usulan Pokir perangkat daerah guna memastikan kesesuaian dengan kewenangan dan prioritas pembangunan.

Tahapan berikutnya, Pokir divalidasi oleh perangkat daerah terkait dan mendapatkan persetujuan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum dimasukkan ke dalam dokumen RKPD.

Melalui mekanisme yang sistematis dan terintegrasi ini, diharapkan penyusunan Pokir DPRD Provinsi Lampung dapat lebih terarah, tepat sasaran, serta selaras dengan visi pembangunan daerah. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat diwujudkan secara nyata dalam program dan kegiatan pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.Bandar Lampung — DPRD Provinsi Lampung melalui Sekretariat DPRD menggelar Sosialisasi Kamus Usulan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan yang diinisiasi Bagian Aspirasi, Humas, dan Protokol tersebut berlangsung di Ruang Rapat Komisi, Jumat (13/2/2026).

Sosialisasi menghadirkan perwakilan Bappeda Provinsi Lampung, yakni Kepala Bidang Perencanaan Makro, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan (PMPEP), Meydiandra Eka Putra, S.P., M.IP.
Kepala Bagian Aspirasi, Humas, dan Protokol Sekretariat DPRD Provinsi Lampung, Hendri Atmajaya, S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada tenaga ahli, staf pendamping, dan koordinator anggota DPRD agar dapat mengawal serta menyampaikan Pokir anggota DPRD secara tepat dalam proses penyusunan RKPD Tahun 2027.

Menurutnya, pokok-pokok pikiran DPRD merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses dan kunjungan kerja yang kemudian diolah menjadi rekomendasi kebijakan dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Dalam konteks Provinsi Lampung, Pokir diarahkan untuk mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat daya saing daerah. Dengan demikian, Pokir tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Hendri.

Ia menegaskan, sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi kunci agar Pokir dapat terakomodasi dalam dokumen perencanaan. Dengan kolaborasi yang baik, fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Dalam pemaparannya, Meydiandra Eka Putra menjelaskan sejumlah kriteria usulan Pokir DPRD agar dapat diakomodasi dalam RKPD Tahun 2027. Usulan kegiatan harus sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi dan tugas serta fungsi perangkat daerah, responsif terhadap isu strategis dan permasalahan mendesak, serta selaras dengan prioritas pembangunan tanpa terkonsentrasi pada satu sektor tertentu.

Ia juga memaparkan mekanisme validasi Pokir sesuai Pasal 78 Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. DPRD menyampaikan Pokir melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kementerian Dalam Negeri. Selanjutnya, Bappeda menginventarisasi kamus usulan Pokir perangkat daerah guna memastikan kesesuaian dengan kewenangan dan prioritas pembangunan.

Tahapan berikutnya, Pokir divalidasi oleh perangkat daerah terkait dan mendapatkan persetujuan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum dimasukkan ke dalam dokumen RKPD.

Melalui mekanisme yang sistematis dan terintegrasi ini, diharapkan penyusunan Pokir DPRD Provinsi Lampung dapat lebih terarah, tepat sasaran, serta selaras dengan visi pembangunan daerah. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat diwujudkan secara nyata dalam program dan kegiatan pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.