Bandar Lampung — Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) menegaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor peternakan dan pertanian untuk wilayah Pulau Jawa.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan yang dihadiri kalangan akademisi, pelaku usaha, birokrat, hingga tokoh legislatif. Ia menjelaskan bahwa ISPI saat ini terus berkembang dengan kepengurusan wilayah yang telah tersebar hampir di seluruh Indonesia, termasuk Papua.
Menurutnya, keberagaman latar belakang anggota ISPI menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan sektor peternakan nasional. “ISPI dihuni oleh berbagai profesi yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan peternakan dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia menilai kontribusi subsektor peternakan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung yang mendekati 10 persen menunjukkan bahwa sektor tersebut menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Selain itu, perkembangan industri peternakan di Lampung dinilai semakin menggeliat. Produksi ayam, telur, hingga sapi terus menunjukkan peningkatan dan menjadi potensi besar dalam menopang kebutuhan pangan nasional.
Ketua Umum ISPI juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan para pelaku usaha peternakan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan penguatan sektor peternakan.
Di sisi lain, ia menyoroti tantangan nasional yang masih dihadapi sektor peternakan, terutama tingginya ketergantungan impor untuk kebutuhan susu dan bibit unggul. Karena itu, ia berharap Lampung dapat terus memperkuat kapasitas produksi dan pengembangan peternakan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah sekaligus mendukung kemandirian pangan nasional.
Menutup sambutannya, Ketua Umum ISPI mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi mendukung program pemerintah demi kemajuan sektor peternakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Lampung.







0 #type=(blogger):
Posting Komentar