Hot Posts

4/footer/recent

Selasa, 02 Juni 2026

Ekonomi Lampung Tetap Solid, Surplus Perdagangan Tembus US$332,19 Juta dan NTP Petani Meningkat


Bandar Lampung
– Kinerja ekonomi Provinsi Lampung pada April hingga Mei 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, sejumlah indikator strategis seperti neraca perdagangan luar negeri, Nilai Tukar Petani (NTP), sektor pariwisata, hingga transportasi mengalami perkembangan yang menggembirakan.

Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada April 2026 mencatat surplus sebesar US$332,19 juta. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$238,41 juta.

Nilai ekspor Lampung pada April 2026 tercatat sebesar US$504,59 juta atau tumbuh 43,29 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai impor mencapai US$172,40 juta. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan internasional Lampung tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Sepanjang Januari hingga April 2026, tiga negara tujuan utama ekspor Lampung adalah Amerika Serikat dengan nilai US$290,01 juta, Tiongkok sebesar US$234,92 juta, dan Pakistan senilai US$175,84 juta. Komoditas unggulan yang mendominasi ekspor masih berasal dari kelompok lemak dan minyak hewan/nabati.

Selain perdagangan, perkembangan harga konsumen di Lampung pada Mei 2026 menunjukkan inflasi bulanan sebesar 0,82 persen. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil 0,53 persen.

Komoditas yang paling mendorong kenaikan harga pada Mei antara lain cabai merah, bawang merah, cabai rawit, tomat, dan minyak goreng. Sementara komoditas yang menahan laju inflasi di antaranya telur ayam ras, bawang putih, kangkung, serta emas perhiasan.

Secara tahunan, inflasi Lampung pada Mei 2026 tercatat sebesar 1,94 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji sebesar 2,82 persen, disusul Kota Metro sebesar 2,81 persen. Sedangkan inflasi terendah tercatat di Bandar Lampung sebesar 1,79 persen.

Kabar baik juga datang dari sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada Mei 2026 meningkat menjadi 128,01 atau naik 3,29 persen dibandingkan April 2026 yang berada pada level 123,93.

Peningkatan tersebut didorong naiknya harga komoditas hortikultura seperti tomat, cabai merah, dan sawi hijau. Subsektor hortikultura bahkan mencatat lonjakan NTP tertinggi sebesar 17,58 persen, disusul subsektor perkebunan rakyat yang tumbuh 3,95 persen.

Perkembangan ini menunjukkan daya beli dan kesejahteraan petani Lampung semakin membaik, terutama pada subsektor hortikultura dan perkebunan yang menjadi andalan daerah.

Di sektor pariwisata, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada April 2026 mencapai 42,46 persen atau meningkat 5,51 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara hotel nonbintang mencatat TPK sebesar 25,45 persen atau naik 2,03 poin.

Peningkatan tersebut mengindikasikan mulai pulihnya aktivitas wisata dan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Provinsi Lampung pada awal kuartal kedua tahun ini.

Sementara itu, sektor transportasi menunjukkan tren yang beragam. Angkutan kereta api melalui Stasiun Tanjung Karang menjadi moda transportasi dengan performa terbaik. Pada April 2026 jumlah penumpang mencapai 85.795 orang atau tumbuh 5,74 persen dibandingkan April tahun lalu.

Sebaliknya, jumlah penumpang angkutan laut melalui Pelabuhan Bakauheni mengalami penurunan setelah tingginya mobilitas masyarakat pada periode sebelumnya. Sedangkan jumlah penumpang angkutan udara melalui Bandara Radin Inten II tercatat sebanyak 51.870 orang.

Secara keseluruhan, berbagai indikator ekonomi yang dirilis BPS menunjukkan kondisi ekonomi Lampung tetap kuat dan resilien. Surplus perdagangan yang meningkat, membaiknya kesejahteraan petani, naiknya okupansi hotel, serta pertumbuhan pengguna kereta api menjadi sinyal positif bagi perekonomian Lampung sepanjang 2026.

0 komentar: