Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label BPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BPS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2026

Membangun Literasi Data Sejak Dini, BPS Lampung Gelar “Statistics Meets Students” untuk Pelajar SMP


Bandar Lampung
— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan literasi data sejak usia dini melalui kegiatan edukatif bertajuk “Statistics Meets Students”.

Puluhan pelajar SMP Pelita Bangsa, Bandar Lampung, mengikuti kegiatan tersebut di Aula BPS Provinsi Lampung, Selasa (3/2), untuk mengenal lebih dekat dunia statistik.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran interaktif guna mengubah persepsi siswa terhadap statistik yang selama ini dianggap sebagai deretan angka rumit, menjadi informasi yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kepala BPS Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Bagian Umum, Ajid Hajiji, dalam sambutannya menjelaskan bahwa BPS merupakan instansi vertikal yang memiliki tugas mengumpulkan dan menyajikan data sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.

“Data yang dikumpulkan BPS, seperti jumlah penduduk atau rumah tangga, digunakan pemerintah untuk merancang program strategis, mulai dari sekolah rakyat hingga program 3 juta rumah,” ujar Ajid.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 pada Mei hingga Juli mendatang.

“Kami mohon bantuan adik-adik untuk menyampaikan kepada keluarga di rumah bahwa petugas BPS akan melakukan pendataan Sensus Ekonomi secara serentak. Kami mengajak para pelajar ikut menyosialisasikan pentingnya sensus ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Sensus Ekonomi akan mencakup seluruh aktivitas usaha nonpertanian guna menghasilkan data akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi nasional.

Mewakili pihak sekolah, Ibu Liem menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena menjadi aplikasi nyata dari materi pelajaran. “Ini selaras dengan materi Geografi tentang populasi dan Matematika mengenai statistik yang sedang dipelajari siswa kelas 8,” ujarnya.

Materi utama disampaikan Hermawan Prasetyo dengan tema “Lebih Dekat dengan BPS”. Ia menekankan bahwa data tidak hanya berbentuk angka dalam tabel, tetapi juga informasi karakteristik populasi dalam bentuk teks, gambar, audio, hingga peta.

Hermawan juga mengenalkan berbagai produk BPS, mulai dari indikator strategis seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi, hingga akses data melalui laman resmi lampung.bps.go.id, aplikasi Allstat BPS, serta layanan konsultasi “Talita”. Ia turut memperkenalkan Politeknik Statistika STIS sebagai sekolah kedinasan di bawah BPS bagi siswa yang berminat mendalami statistik.

Sesi berikutnya dipandu Irvan Simamora melalui materi “Yuk Kenalan Sama Penduduk Indonesia”. Para siswa diajak memahami faktor pertumbuhan penduduk, cara membaca piramida penduduk, hingga dampak angka kematian bayi terhadap laju pertumbuhan penduduk.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Gabriel, siswa kelas 8, menanyakan wilayah dengan populasi terbesar di Lampung. Narasumber menjelaskan bahwa Lampung Tengah memiliki persentase penduduk tertinggi sebesar 16,19 persen, disusul Bandar Lampung 12,88 persen.

 Sementara itu, menanggapi pertanyaan Gisel tentang kendala di lapangan, BPS menyebut tantangan utama adalah meyakinkan masyarakat bahwa data yang dikumpulkan penting dan dijamin kerahasiaannya.
Kegiatan ditutup dengan office tour untuk mengenalkan lingkungan kerja BPS kepada para siswa. Melalui kegiatan ini,

BPS Provinsi Lampung berharap pelajar SMP Pelita Bangsa dapat menjadi “duta data” yang mendukung agenda statistik nasional, termasuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi pembangunan Indonesia yang lebih terukur dan sejahtera.

Senin, 02 Februari 2026

78,59 Persen Ekspor Lampung 2025 Lewat Pelabuhan Lokal, Nilai Tembus 5,22 Miliar Dolar AS


Lampung
– Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebagian besar aktivitas ekspor Lampung kini sudah memanfaatkan pelabuhan yang berada di wilayah sendiri.

Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, M. Sabiel, mengungkapkan bahwa optimalisasi pelabuhan lokal berdampak signifikan terhadap arus keluar komoditas dari Bumi Ruwa Jurai.

“Dari total ekspor Lampung selama tahun 2025, sebanyak 78,59 persen atau senilai 5,22 miliar dolar AS dilakukan melalui pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung,” ujar Sabiel dalam pemaparan perkembangan ekspor-impor melalui kanal YouTube BPS Lampung, Senin (2/2/2026).

Angka tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran infrastruktur pelabuhan daerah dalam mendukung distribusi komoditas unggulan Lampung ke pasar internasional.

Selain meningkatkan efisiensi logistik, kondisi ini juga memperkuat posisi Lampung sebagai daerah penopang perdagangan luar negeri di wilayah Sumatera bagian selatan.

Pelabuhan Lokal Andalan Ekspor
Sejumlah pelabuhan di Lampung tercatat menjadi pintu utama ekspor, antara lain:

- KSOP Panjang

- KSOP Pelindo

- Labuhan Maringgai (Lampung Timur)
Kota Agung (Tanggamus)

- Kuala Teladas (Tulang Bawang)

- KSOP Bakauheni beserta sejumlah titik sandar lainnya

Pelabuhan-pelabuhan tersebut melayani pengiriman berbagai komoditas unggulan Lampung, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, hingga produk turunan industri.

Masih Ada Ekspor Lewat Luar Provinsi
Meski dominasi pelabuhan lokal semakin besar, sebagian ekspor Lampung masih dilakukan melalui pelabuhan di luar provinsi. Salah satu yang paling sering digunakan adalah Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, serta beberapa pelabuhan besar lainnya.

Namun, dengan tren saat ini, pemanfaatan pelabuhan dalam provinsi dinilai terus meningkat seiring perbaikan konektivitas, fasilitas pelabuhan, dan dukungan kebijakan logistik.

BPS menilai kondisi ini sebagai sinyal positif bagi perekonomian daerah karena aktivitas ekspor yang terkonsentrasi di dalam wilayah akan memberikan efek berganda (multiplier effect), mulai dari sektor transportasi, jasa kepelabuhanan, hingga tenaga kerja lokal.

Senin, 05 Januari 2026

Kinerja Ekonomi Lampung Tetap Solid: Neraca Perdagangan Surplus, Inflasi Terkendali, dan Sektor Transportasi Tumbuh




Bandar Lampung
– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan kinerja ekonomi daerah yang tetap solid hingga akhir 2025.

Sejumlah indikator utama seperti neraca perdagangan, inflasi, nilai tukar petani, pariwisata, dan transportasi menunjukkan perkembangan yang positif.

Neraca Perdagangan Kembali Surplus
Pada November 2025, Provinsi Lampung kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$386,70 juta. Nilai ekspor mencapai US$532,61 juta, tumbuh 7,49 persen (year-on-year) dibandingkan November 2024. Sementara itu, nilai impor tercatat US$145,91 juta.

Secara kumulatif Januari–November 2025, ekspor Lampung mencapai US$5,98 miliar, meningkat 19,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Amerika Serikat, Pakistan, dan Tiongkok menjadi tiga negara tujuan ekspor utama, dengan komoditas dominan berupa lemak dan minyak hewan/nabati.

Di sisi impor, nilai kumulatif Januari–November 2025 tercatat US$1,91 miliar, turun 1,07 persen dibandingkan tahun 2024. Nigeria, Amerika Serikat, dan Australia menjadi negara asal impor terbesar, dengan komoditas utama berupa bahan bakar mineral, sarana perkeretaapian, dan binatang hidup.

Inflasi Desember 2025 Masih Terkendali
BPS Provinsi Lampung juga mencatat inflasi sebesar 0,59 persen (month-to-month) pada Desember 2025, lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 0,47 persen. Pendorong utama inflasi berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi 1,42 persen.

Secara tahunan (year-on-year), inflasi Lampung tercatat 1,25 persen. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat inflasi tertinggi, sementara Kelompok Pendidikan mengalami deflasi terdalam sebesar 17,98 persen. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji (2,69 persen), sedangkan terendah di Kota Bandar Lampung (0,44 persen).

Nilai Tukar Petani Menguat
Pada Desember 2025, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung tercatat 130,15, naik 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh subsektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan tangkap, yang mencerminkan peningkatan daya beli petani di sejumlah subsektor.

Okupansi Hotel dan Transportasi Menunjukkan Tren Positif
Dari sektor pariwisata, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada November 2025 mencapai 48,93 persen, naik 1,67 poin dibandingkan Oktober 2025. Hotel non-bintang juga mencatat kenaikan TPK menjadi 25,60 persen secara bulanan.

Sementara itu, sektor transportasi menunjukkan kinerja yang beragam namun positif secara tahunan. Jumlah penumpang angkutan udara tercatat 52.102 orang, meningkat 4,52 persen (y-on-y) meskipun turun secara bulanan. Angkutan laut mencatat pertumbuhan signifikan dengan 44.436 penumpang, naik 20,83 persen (y-on-y).

Optimisme Menyongsong Tahun Berikutnya
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa perekonomian Provinsi Lampung hingga akhir 2025 berada dalam kondisi yang stabil dan resilien.

Surplus perdagangan yang konsisten, inflasi yang terkendali, peningkatan kesejahteraan petani, serta pertumbuhan sektor transportasi dan pariwisata menjadi modal penting bagi Lampung dalam menghadapi tantangan ekonomi di tahun berikutnya.

Jumat, 12 Desember 2025

BPS Provinsi Lampung Perkuat Tata Kelola PPID: Transformasi Data Statistik Menuju Layanan Publik yang Adaptif dan Transparan


BANDAR LAMPUNG
– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Koordinasi dan Penguatan Kapasitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) se-Provinsi Lampung pada Kamis, 11 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis BPS dalam menjawab tantangan keterbukaan informasi publik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui penyajian data yang kredibel dan mudah diakses.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Dr. Ahmadriswan Nasution, S.Si., M.T., dalam sambutannya menekankan bahwa penguatan kapasitas PPID bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan cerminan tata kelola instansi yang baik. Menurutnya, BPS harus bersikap adaptif dalam menghadapi tantangan teknologi dan perilaku masyarakat yang kompleks.


"Kunci utama untuk mencapai tujuan pembangunan adalah melalui keterbukaan informasi yang mampu menunjukkan kinerja nyata, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan publik secara langsung," ujar Ahmadriswan. Ia juga mendorong jajarannya untuk berkolaborasi dengan pihak eksternal, seperti media dan ombudsman, guna memperluas jangkauan diseminasi informasi.



Dalam sesi pendalaman materi, Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung, Erizal, S.Ag., M.H., C.MED, menegaskan bahwa memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan kebutuhan pokok setiap orang. Oleh karena itu, BPS sebagai badan publik wajib memiliki standar layanan yang jelas, termasuk maklumat pelayanan, SOP, serta klasifikasi Daftar Informasi Publik (DIP) yang teruji.

Senada dengan hal tersebut, Komisioner Komisi Informasi, Syamsurrizal, S.H., M.M., menyoroti peran strategis BPS bukan hanya sebagai pengelola informasi, tetapi sebagai garda terdepan transparansi data statistik resmi. Ia mengingatkan pentingnya peran PPID dalam menjamin transparansi dan akuntabilitas publik sesuai UU No. 14 Tahun 2008.

Sementara itu, Dery Hendryan, S.H., S.Ip., M.H., selaku Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi, memaparkan pentingnya monitoring dan evaluasi (Monev) untuk mengukur tingkat kepatuhan badan publik. Ia menekankan bahwa transparansi adalah fondasi tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan akuntabel.


Menyadari bahwa data statistik sering kali dianggap kompleks oleh masyarakat awam, kegiatan ini juga menghadirkan Yogi Purnomo Putra, S.Kom dari Diskominfotik Provinsi Lampung. Ia memaparkan pentingnya penyajian data melalui infografis, mengingat manusia adalah makhluk visual yang mampu memproses informasi gambar jauh lebih cepat dibandingkan teks.

"Masyarakat tidak kekurangan data, namun sering kali kesulitan memahaminya. Infografis hadir untuk menyederhanakan data yang kompleks menjadi informasi yang komunikatif dan menarik perhatian publik di kanal digital," jelas Yogi. Visualisasi data dinilai menjadi jembatan krusial antara transparansi data dan pemahaman publik.


Sebagai tindak lanjut teknis, Humas BPS Provinsi Lampung turut memberikan pembekalan mengenai optimalisasi website PPID dan manajemen konten. Pengelolaan website yang cepat, informatif, dan SEO-friendly menjadi syarat mutlak dalam standar pelayanan informasi modern. Hal ini mencakup pemutakhiran Daftar Informasi Publik secara berkala serta memastikan kemudahan akses bagi pemohon informasi.

Melalui koordinasi ini, BPS se-Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan prima, memastikan bahwa data yang dihasilkan tidak hanya tersedia, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Rabu, 10 Desember 2025

Kepala BPS Lampung Tekankan Pentingnya Literasi Statistik bagi Jurnalis



Bandar Lampung
– Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menegaskan pentingnya peningkatan literasi statistik bagi para jurnalis di era banjir informasi.

Ia menekankan bahwa kecepatan penyampaian berita harus selalu dibarengi dengan ketepatan dalam membaca serta menginterpretasikan data, karena kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak luas, mulai dari menggeser opini publik hingga mempengaruhi arah kebijakan daerah.

Hal tersebut disampaikan Ahmadriswan saat membuka Workshop Wartawan bertema “Strategi Liputan Berbasis Data untuk Mengawal Pembangunan Daerah” yang berlangsung di Aula BPS Lampung, Rabu (10/12/2025).

Workshop tersebut turut dihadiri Ketua PWI Provinsi Lampung Wira Adi Kusuma, jurnalis senior Ardian Saputra, serta puluhan wartawan dari berbagai media.

Dalam sambutannya, Ahmadriswan menyampaikan apresiasi atas komitmen para jurnalis dalam menyediakan informasi yang valid dan akurat bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa media bukan hanya mitra penyebaran informasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun pemahaman publik terhadap data statistik.

“Satu angka yang disalahpahami dapat mengubah opini publik, memengaruhi keputusan, bahkan menggeser arah kebijakan. Karena itu, literasi statistik bagi jurnalis menjadi agenda strategis BPS,” ujar Ahmadriswan.


Dalam kesempatan tersebut, Ahmadriswan juga mengajak insan pers untuk berperan aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026, sebuah proyek statistik nasional yang dilakukan setiap 10 tahun sekali. Sensus ini akan memotret seluruh aktivitas ekonomi, termasuk usaha besar hingga pelaku UMKM di seluruh wilayah, tanpa pengecualian.

Ia menekankan bahwa keberhasilan SE 2026 sangat bergantung pada kejujuran dan keterbukaan masyarakat dalam memberikan data. Karena itu, dukungan media dalam memberikan edukasi publik dinilai sangat penting.

“BPS akan kesulitan tanpa dukungan masyarakat. Media berperan strategis dalam membangun kesadaran bahwa data yang diberikan tidak digunakan untuk penegakan hukum, tetapi murni untuk perencanaan pembangunan,” katanya.


Ahmadriswan menyebutkan bahwa data statistik menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah, memetakan potensi wilayah, serta memperkuat usaha di Provinsi Lampung.

Ia berharap media dapat memberikan pemberitaan yang proporsional dan berbasis data, sehingga narasi pembangunan dapat bergerak sejalan dengan perencanaan yang telah disusun pemerintah.

“Kami ingin jurnalis semakin percaya diri membaca tabel, grafik, dan tren indikator. Setiap berita yang berbasis data akan memperkuat pengetahuan masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan di Lampung.

“Mari kita bersinergi membangun negeri melalui data dan informasi yang berkualitas. Dengan literasi statistik yang baik, kita bisa menciptakan ruang publik yang lebih sehat dan informatif,” tutupnya.


Rabu, 06 Agustus 2025

BPS Rilis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 2, Kadis Kominfotik : Lampung Optimis dibarengi Kewaspadaan, BI : Sebut Lampung The King Of Sumatra


BANDARLAMPUNG
---Perekonomian Lampung menunjukkan performa impresif sepanjang semester pertama 2025. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan II-2025 mencapai 5,09 persen (year-on-year), melanjutkan capaian triwulan I-2025 yang sebesar 5,47 persen. Ini menjadi pertama kalinya sejak pandemi COVID-19, pertumbuhan dua triwulan berturut-turut berada di atas lima persen.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Lampung, Dr. Ahmadriswan Nasution, dalam Berita Resmi Statistik yang digelar di Kantor BPS Lampung, Selasa (05/08/2025). 

"Hal ini menunjukkan kekuatan struktur ekonomi Lampung yang mulai kembali ke tren positif, terutama dalam merespons permintaan domestik dan ekspor," ujarnya.

Pertumbuhan ini disokong oleh lapangan usaha utama seperti industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan transportasi. Keempat sektor ini menguat seiring meningkatnya aktivitas produksi serta mobilitas masyarakat selama periode April–Juni 2025.

Dari sisi pengeluaran, lonjakan ekspor barang dan jasa menjadi pendorong utama. Komoditas unggulan Lampung seperti lemak dan minyak hewan seperti sawit dan kopi mencatatkan kenaikan volume dan nilai ekspor yang signifikan. Hal ini menandakan komoditas ini masih bisa diterima pasar internasioanl ditengah dinamika ekonomi global. Selain itu, konsumsi rumah tangga juha meningkat tajam, terutama dipicu oleh beberapa momen libur panjang nasional.

Yang menjadi sorotan utama adalah angka pertumbuhan ekonomi triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q) Lampung. Perekonomian daerah ini tumbuh 9,33 persen dari triwulan I ke triwulan II 2025. Angka ini menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan q-to-q tertinggi kedua di Indonesia, setelah Papua Tengah yang mencatat 14,15 persen.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menyatakan bahwa bila melihat pertumbuhan ekonomi semester 1 tahun 2024 dari januari sampai juni, mencapi 4,08 persen, sedangkan selama januari sampai juni tahun 2025 lampung sudah mencapai 5,27 persen, angka ini menunjukan angka pertumbuhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, capaian ini adalah alasan kuat untuk tetap optimistis, meski kewaspadaan tetap diperlukan.

"Perlu dicatat bahwa biasanya di triwulan III ada kecenderungan penurunan, namun kami optimistis karena masih ada program-program mandatori dari pusat yang akan dijalankan pada triwulan 3 dan triwulan 4 akan menopang pertumbuhan," ujarnya.

Respons serupa datang dari Bank Indonesia perwakilan. Ekonom senior Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Fiskara, menyebut pihaknya sempat mencemaskan gejala pelemahan ekonomi di triwulan II akibat tekanan global dan domestik.

"Kami melihat indikasi pelemahan dari konsumsi rumah tangga, yang menyumbang hampir 60 persen dari ekonomi. Tapi ternyata Lampung justru menunjukkan kekuatan," ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa istilah "King of Sumatra" masih layak disematkan kepada Lampung. "Quarter II ini adalah moment of truth. Jika tumbuh di bawah 5 persen, tekanan akan sangat besar. Tapi nyatanya Lampung mencatat 5,09 persen. Bahkan hampir menyentuh 5,1 persen," ujar Fiskara.

Bank Indonesia juga menyatakan akan menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah dalam laporan resmi ekonomi regionalnya. Menurut Fiskara, Lampung saat ini layak menjadi role model karena mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan ekonomi nasional dan global.

Dengan pencapaian ini, Lampung tidak hanya mempertahankan tren pertumbuhan di atas 5 persen, tapi juga menegaskan posisinya sebagai lokomotif ekonomi Sumatra. Sementara sebagian besar provinsi masih berjuang menghadapi dinamika harga komoditas dan penurunan daya beli, Lampung menunjukkan bahwa strategi berbasis komoditas unggulan dan konsumsi domestik tetap relevan dan efektif.

Tantangan ke depan masih membayangi, khususnya memasuki triwulan ketiga yang secara siklikal cenderung melambat dan menurun. Namun pemerintah daerah menyatakan siap menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat, terutama melalui intervensi program prioritas yang sedang masif dijalankan berjalan, seperti program Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat dan lain sebagainya.

Momentum ini menjadi penting tidak hanya bagi Lampung, tapi juga bagi kontribusi ekonomi daerah terhadap capaian nasional. Jika lebih banyak provinsi bisa menjaga pertumbuhan di atas lima persen, maka target Indonesia Emas dapat terwujud. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).