Bandar Lampung – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menegaskan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memiliki target politik yang besar pada Pemilu 2029.
Untuk mewujudkan target tersebut, seluruh kader diminta memastikan mesin partai benar-benar hidup dan bekerja hingga ke tingkat akar rumput.
Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Bandar Lampung yang digelar di Pondok Rimbawan, Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PSI mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, ranting, hingga para relawan partai.
Dalam arahannya, Jokowi memberikan apresiasi kepada DPC PSI Kota Bandar Lampung yang dinilai berhasil membentuk struktur kepengurusan hingga tingkat kelurahan dan ranting hampir secara menyeluruh.
"Saya sangat mengapresiasi DPC PSI Bandar Lampung karena sudah sekitar 92 persen menyusun struktur sampai tingkat kelurahan dan ranting.
Itu juga yang menjadi alasan saya datang ke Lampung, karena pembentukan struktur PSI di tingkat kelurahan, desa, dan ranting di Lampung sudah mencapai lebih dari 90 persen," ujar Jokowi.
Menurutnya, struktur organisasi yang kuat merupakan modal penting bagi PSI untuk berkembang menjadi partai besar. Namun, ia mengingatkan bahwa keberadaan struktur saja tidak cukup apabila tidak diiringi kerja nyata di tengah masyarakat.
"Ini akan menjadi mesin yang besar dan mesin yang kuat. Tetapi struktur itu harus menjadi mesin yang hidup dan bekerja. Saya selalu mengulang-ulang, mesin partai harus hidup dan bekerja," tegasnya.
Jokowi menekankan bahwa menghidupkan mesin partai tidak hanya melalui aktivitas politik, tetapi juga dengan membangun kepedulian sosial.
Ia meminta seluruh kader aktif hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti melayat warga yang berduka, menghadiri hajatan, maupun terlibat dalam kegiatan sosial lainnya.
"Kader PSI harus dekat dengan rakyat. Misalnya ada warga yang berduka, datang bertakziah. Ada hajatan, datang. Kita ingin memiliki jiwa sosial yang baik sehingga kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.
Selain itu, Jokowi juga menginstruksikan kader untuk terus memperkenalkan PSI kepada masyarakat luas, termasuk kepada tokoh agama, tokoh adat, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
"Kenalkan PSI kepada masyarakat, kepada tokoh adat dan tokoh agama. Kenalkan bahwa di Lampung ada partai dengan mesin yang kuat, yaitu PSI," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan tingkat pengenalan masyarakat terhadap PSI masih perlu ditingkatkan.
Berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 78 persen masyarakat Indonesia telah mengenal PSI, sedangkan pengenalan terhadap logo gajah PSI baru mencapai sekitar 48 persen.
"Target kita 98 persen masyarakat mengenal PSI. Yang mengenal logo gajah PSI juga baru sekitar 48 persen. Ini harus terus dikenalkan," ungkapnya.
Ia menambahkan, Lampung memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas partai karena daerah tersebut dikenal identik dengan gajah, yang juga menjadi simbol PSI.
Menutup arahannya, Jokowi menegaskan bahwa PSI tidak sekadar menargetkan lolos ke parlemen pada Pemilu 2029, melainkan memiliki target yang lebih besar.
Namun, menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh mesin partai bekerja secara maksimal hingga ke tingkat bawah.
"Target kita bukan target kecil. Bukan hanya masuk Senayan, kalau masuk Senayan saya kira pasti. Tetapi target yang kita pasang jauh lebih besar. Namun itu urusan internal partai," ujar Jokowi.
Ia optimistis, apabila seluruh struktur partai benar-benar hidup dan bekerja secara konsisten di tengah masyarakat, PSI akan mampu berkembang menjadi salah satu partai besar pada Pemilu 2029.







0 komentar:
Posting Komentar