BANDAR LAMPUNG — Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kampung Sukamandi, RT 001 Lingkungan III, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Mushola Nurul Falah tersebut mengusung tema “Akhlak Rasulullah SAW sebagai Pegangan dan Motivasi untuk Menjalankan Perintah Agama dengan Rasa Syukur dan Hati yang Lapang.”
Peringatan Maulid Nabi berlangsung khidmat, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sekitar 200 jamaah hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Sejumlah tokoh agama dan undangan turut hadir, di antaranya penceramah KH Asrori An Nagregiy, Qori Nasional Ustadz Syahril Sidik, Ustadz Rohim, S.Pd.I., Ustadz Mansur, Ustadz Abi Darda, Ustadz Masjuki, Ustadz Andi Hidayat, Ustadz Marsudi, serta dipandu oleh Ustadz Asep Iyay sebagai pembawa acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan Qori Ustadz Syahril Sidik. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan panitia PHBI yang disampaikan Ustadz Dayat.
Dalam sambutannya, panitia menyampaikan rasa syukur karena seluruh jamaah masih diberikan nikmat iman dan Islam serta kesempatan untuk bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Panitia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada KH Asrori An Nagregiy yang telah meluangkan waktu untuk memberikan tausiyah. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Ustadz Syahril Sidik, Ustadz Rohim, S.Pd.I., Ustadz Abi Darda, para ustadz, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah yang hadir.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika acara dipandu Ustadz Asep Iyay. Kehadiran masyarakat yang cukup banyak menunjukkan tingginya antusiasme warga Kampung Sukamandi dalam mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan KH Asrori An Nagregiy. Dalam ceramahnya, KH Asrori mengajak masyarakat menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai inspirasi dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
“Maulid berarti lahir. Dari peringatan ini kita dapat mengambil hikmah untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Kalau biasanya kita malas, maka kita berusaha menjadi rajin. Kita harus terus berusaha memperbaiki diri untuk kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujar KH Asrori.
Ia juga menekankan pentingnya rasa syukur, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dengan meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Mushola Nurul Falah diharapkan tidak hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, tetapi juga memperkuat persaudaraan serta kepedulian sosial antarwarga.
Panitia berharap silaturahmi yang telah terjalin melalui kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Semoga dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini kita semua mendapatkan hikmah, keberkahan, serta syafaat Nabi Muhammad SAW,” demikian harapan panitia.(Ratih)

0 Komentar