Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2024

Tanah Longsor Mengancam Pemukiman Warga Bandar Baru, Sudah Ada Korban Jiwa



GK, Lampung Barat - Bencana alam tanah longsor mengancam pemukiman warga Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat, kondisi itu semakin parah sewaktu hujan turun karena debit air yang begitu besar berkumpul dititik tersebut.

Karena tekstur tanah ini memiliki komposisi sebagian besar lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur, maka tidak heran jika saat musim hujan dengan curah hujan berkualitas tinggi rawan terjadi bencana longsor.

Sangat menakutkan bagi penduduk di Pekon (Desa.red) tersebut terutama yang rumahnya tidak jauh dari lokasi longsor, informasi yang berhasil dihimpun oleh media Gariskomando.com, kurang lebih seluas 2 hektar tanah perkebunan warga yang sudah hilang tergerus longsor.


Hal itu diperkuat keterangan Rizki, warga setempat yang menjelaskam bahwa kini tanah perkebunan milik mereka tinggal menyisakan surat tanahnya saja.

"Tanah kami bang tinggal cerita lagi, sudah tidak ada, terseret oleh longsor. Itu surat tanahnya tinggal menjadi kenang-kenangan," keluh Rizki. Sabtu (1/6/2024).


Adi yang rumahnya kini hanya berjarak 150 meter dari bibir longsor menceritakan betapa menakutkannya suara dilokasi longsor jika hujan turun.

"Ngeri bang jika waktu hujan turun, malam hari kami tidak bisa tidur mendengar suara gemuruh seperti suara lautan dan getarannya seperti gempa saat ada tanah yang tergerus longsor," terangnya menceritakan suasana di lokasi longsor yang kedalamannya mencapai 300 meter lebih itu.


Dengan kondisi demikian Adi mengatakan, ini dapat menjadi ancaman serius terhadap pemukiman warga di Pekon Bandar Baru. Hal itu meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya tragedi yang lebih besar mengingat di lokasi longsor tersebut pada tahun 2023 kamarin sudah menelan korban jiwa.

Masyarakat Pekon Bandar Baru sangat mengharapkan perhatian dan tindakan cepat dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan instansi terkait untuk meninjau lokasi yang mengancam pemukiman warga guna mencari solusi penanggulangannya. (Surya)

Selasa, 24 Januari 2023

Ini Penyebab Warga Pringsewu Geger


GK, Pringsewu - Warga Pringsewu, Lampung digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah gubuk di areal perkebunan Pekon Srikaton, Adiluwih, Pringsewu pada Selasa (24/1/23) pagi.

Dari informasi, korban diketahui bernama Ahmad Sakroni (31) warga Desa Kampung Agung RT 09 RW 05 Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah.

Jasad korban pertama kali ditemukan pengelola kebun, Khudori (48) warga Pekon Tunggul Pawenang, Adiluwih, saat datang berkunjung di kebunnya pada Selasa pagi sekira pukul 08.00 Wib.

Saat ditemukan jasad korban dalam posisi tergantung dengan leher terjerat tali yang terbuat dari potongan karung yang diikatkan di tiang dibagian depan gubuk.

Penemuan jasad yang awalnya tidak dikenal saksi tersebut itu sontak membuat Khudori terkejut lalu memberitahukan kepada warga sekitar dan meneruskan kepada aparat kepolisian terdekat.

Kapolsek Sukoharjo Polres Pringsewu Polda Lampung Iptu Poltak Pakpahan mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, Usai mendapat laporan warga, polisi langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenasah korban untuk dilakukan pemeriksaan medis.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Adiluwih pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik hanya ditemukan luka bekas jeratan dileher dan ditemukan ciri khas bunuh diri," ujarnya Kapolsek Sukoharjo pada Selasa (24/1/23) siang.

Atas temuan tersebut, Kapolsek menyatakan bahwa penyebab meninggalnya korban murni karena bunuh diri. Kemudian terkait motif korban untuk mengakhiri hidupnya Kapolsek menyebut masih dalam penyelidikan.

"Sebab pastinya masih terus kita selidiki namun dugaan awal karena adanya permasalahan keluarga," jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Iptu Pakpahan, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman. 

"Sebab pihak keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut serta tidak bersedia untuk dilakukan otopsi." Tandasnya. [HBR]

Kamis, 04 Agustus 2022

Pengendara Roda 2 Terjepit, Truk Boks Pengangkut Makanan Ringan Mundur Ditanjakan Pangeran M. Nur


GK, Lampung - Kecelakaan tragis terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di jalan Pangeran M. Nur, Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung hingga menimbulkan 1 korban jiwa akibat dari truk boks pengangkut makanan dan minuman yang diduga bermuatan berlebihan tidak kuat saat menanjak dijalan yang dulu dikenal dengan tanjangan Mandala.

Seorang saksi mata yang tidak menyebutkan namanya menceritakan kepada awak media kronologi terjadinya kecelakaan tersebut.

"Semula truk boks mendaki biasa saja, tampak tidak ada masalah, tapi di tengah pendakian, truk tersebut terhenti lalu mundur,” jelasnya.

Secara bersamaan dibelakang truk ada kendaraan roda dua yang di kendarai seorang pria paruh baya yang diketahui bernama Anwar (45) warga Kebun Kelapa, Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, pada kondisi seperti itu korban tidak mampu menghindar dari belakang mobil truk tersebut lalu terseret hingga terperosok ke drainase yang dalamnya lebih kurang 2 meter, tambahnya.

Ipda Gunawan, SH., Kanit Laka Lantas, Polresta Bandar Lampung.

Kanit Laka Lantas, Polresta Bandar Lampung, Ipda Gunawan, SH., yang berada dilokasi menerangkan, "Saat ini korban sudah di evakuasi dan di bawa ke rumah sakit  abdul moeloek untuk dilakukan perawatan, walaupun korban dimungkinkan meninggal dunia di tempat kejadian,” jelasnya.

Saat ini pihaknya sedang melakukan evakuasi mobil truk menggunakan mobil derek. [Melati]

Jumat, 22 Juli 2022

Tiga Unit Rumah di Pekon Kenali Ludes dilalap Si Jago Merah



Gk, Lampung Barat - Kebakaran yang menghanguskan 3 rumah di pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lambar, pada Jumat 22/7/22, sekitar pukul 09:35 WIB, diduga akibat kebocoran tabung gas elpiji

Atas peristiwa ini menurut penjelasan Peratin Kenali, Rustam, kejadian itu bermula saat para ibu-ibu sedang berkumpul memasak didapur rumah Iwan Saputra untuk menyambutnya pulang dari tanah suci yang telah menunaikan ibadah haji 

"Diduga Api berasal dari kebocoran gas elpiji saat ibu-ibu sedang memasak dan tak dibisa dikendalikan, sehingga api melahap seluruh dapur dari rumah bapak Iwan Saputra tersebut," ujarnya.

Keadaan cuaca yang begitu panas dan angin bertiup kencang membuat api begitu cepat membesar sehingga api  menjalar ke rumah milik Supardi yang pada saat itu sedang kosong, setelah itu api pun menjalar menghanguskan rumah Joni Irawan.

"Jadi total ada 3 rumah yang dilalap si jago merah, 2 diantaranya ludes dan yang lainnya hangus rusak berat dan kemungkinan tidak bisa ditempati," jelasnya.

Dalam upaya pemadaman ada 3 armada damkar, yaitu dari UPT Kecamatan Sukau Balik Bukit dan Belalau itu sendiri, serta dibantu oleh warga setempat yang bergotong royong memadamkan api, agar tidak menjalar ke yang lainnya.
 
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian mencapai 2 Miliar Rupiah. [Sur]

Minggu, 26 Juni 2022

4 Tahun Berlalu Kematian Hj. Siti Halimah, Sobur: Terduga pelaku terdiri dari ayah, anak, menantu, besan dan keponakan


GK, Majalengka - Hari itu 05 Oktober 2018 sekitar Pukul 10.00 WIB, Seorang Ibu warga Desa Mekarmulya, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Alhiti binti Yusa berteriak minta tolong saat ada api akan mendekati rumahnya, dengan sigap seluruh warga datang bantu memadamkan api. Namun seluruh warga yang berada ditempat kebakaran terkejut ketika melihat seseorang berada di atas rumpun bambu dengan kondisi terlentang tubuhnya ikut terbakar 100 persen, hanya dedaunan dibawah punggung dan telapak kaki yang tidak ikut terbakar.

Setelah diketahui, bahwa jasad tersebut adalah seorang wanita dengan identitas Hj. Siti Halimah binti Akim warga setempat.

Warga sempat menduga ada indikasi pembunuhan dan kesengajaan pembakaran, sebab terlihat disamping jasad korban ditemukan sebilah parang dan menurut keluarga itu bukan milik korban.

Tak berapa lama pihak Penyidik dari Polsek Lemahsugih berserta dokter Puskesmas Lemahsugih mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) atas informasi yang didapat melalui telpon Aparat Desa Mekarmulya untuk menyelidiki peristiwa kebakaran dan kematian Siti Halimah.

Berkisah dari peristiwa yang terjadi, Sobur Sahmudin bin H. Syukur salah satu anak almarhumah mengatakan, “Pada saat peristiwa itu, letak jasad ibu saya sangat sulit dijangkau, karna berada diantara rumpun bambu, semua heran mengapa almarhuma berada ditempat itu,” ungkapnya kepada media. Jumat (24/6/22).

Disamping itu juga menurut Sobur, mereka semua (warga) merasa heran, mengapa pihak Polsek Lemahsugih tidak merasakan hal yang sama dengan mereka, sehingga penyelidikan tidak dikembangkan. Juga dokter Puskesmas yaitu dr. Rini Widyawati mengatakan almarhumah meninggal karna terlalu banyak menghirup asap, yang kemudian disusul surat pernyataan bermaterai dari perangkat desa Mekarmulya, Wiharta kepada keluarga yang isinya menyatakan, pihak keluarga menolak autopsi karena dianggap musibah biasa.

“Padahal kami tidak pernah menolak autopsi, dan ketika kami menanyakan siapa yang menyuruh membuat surat penolakan autopsi itu, Wiharta mengatakan atas suruhan Polsek Lemahsugih,” bebernya.

“Pada saat peristiwa terjadi pada 5 Oktober 2018 lalu, pukul 15.000 WIB saya menyempatkan diri ke SPKT Polres Majalengka untuk permohonan autopsi jasad ibu saya, dan saya disitu baru mengetahui, bahwa Penyidik Polsek Lemahsugih tidak melapor ke Polres atas peristiwa terbakarnya ibu saya dan tidak meminta bantuan Tim Inafis Polres Majalengka untuk mengidentifikasi TKP,” tambah Sobur.

Atas laporan Sobur, Tim Inafis Polres Majalengka langsung terjun ke TKP dan membawa jasad Siti Halimah ke RS Bhayangkara Indramayu untuk dilakukan proses autopsi.

Pada 6 Oktober 2018 setelah Siti Halimah dikebumikan, pihak keluarga Sobur kembali mendatangi penyidik Polsek Lemahsugih utnuk menceritakan kronologi kejadian. Pihak keluarga menduga ada kaitannya dengan pembagian harta warisan 32 tahun lalu, yaitu pada tahun 1986 berupa tanah seluas2.032 m2.

Sekian lama tak ada kabar hasil autopsi, Sobur Sahmudin merasa penasaran, pada tanggal 27 Agustus 2020 mendatangi RS. Bhayangkara Indramayu untuk menanyakan waktu kematian ibunya versi Autopsi. Dan mendapatkan hasil jawaban, bahwa waktu kematian dengan ditemukan jasad korban adalah berbeda, diduga sebelum terbakar, almarhumah telah dulu meninggal baru terbakar oleh api.

Namun pihak keluarga merasa heran atas penanganan kematian Siti Halimah yang dilakukan oleh penyidik Polsek Lemahsugih, karna tidak memanggil para terduga pelaku yang menurut laporan Sobur terdiri dari ayah, anak, menantu, besan dan keponakannya.

Diungkapkan juga oleh Sobri, “Pada tanggal 19 Agustus 2020 jam 8 malam, pernah menantu dari Adhima (terduga) datang kerumah keluarga Almarhumah Hj. Siti Halimah dan mengatakan, ‘Saya perwakilan dari keluarga Adhima meminta maaf kepada keluarga Ibu Hj. Siti Halimah, kami selalu dihantui oleh perasaan bersalah jika mengingat peristiwa kematian Mak Haji (Hj. Siti Halimah)’, kebetulan pada hari itu keluarga kami sedang berkumpul.” Katanya.

Pada tanggal 3 September 2020, Sobur mendatangi Ditreskrimum Polda Jabar untuk melaporkan permintaan maaf dari salah seorang terduga pembunuhan Siti Halimah untuk didalami. Namun hingga saat ini, Sobur belum menerima tanggpan atas laporan dan permintaan tersebut. [**]

















Kamis, 23 Desember 2021

Buay Nyerupa Berduka, 3 Rumah Habis Dilalap Si Jago Merah



LAMPUNG BARAT - Warga di Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat dikagetkan oleh kobaran api yang dengan cepat membubung pada tengah malam, 3 rumah pun ludes dilalap si jago merah.

Kamis dini hari (23/12/2021) sekitar pukul 00.45 WIB, warga Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau bahu-membahu membantu memadamkan api. Warga juga menghubungi pemadam kebakaran dan tim piket pemadam kebakaran pun langsung turun kelokasi. 

Diketahui 3 rumah habis terbakar, untuk korban atasnama Mat Isa dengan kerugian ditaksir kurang lebih 150 juta, Muhtadin kerugian ditaksir kurang lebih 200 juta, dan Pahrudin dengan kerugian ditaksir kurang lebih 100 juta.

Saat dikonfirmasi, Kabid Pemadam Kebakaran Ricardo Putrayasa menjelaskan, "Setelah mendapat informasi dari warga regu piket langsung bergerak ke tempat kejadian untuk melakukan pemadaman, sumber api di ketahui berasal dari konsleting arus listik dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tuturnya.

"Dua armada diterjunkan guna melakukan pemadaman, yakni mobil pemadam UPT. Sukau dan mobil pemadam kebakaran UPT. Balik Bukit guna memadamkan api dan meminimalisir kerugian," kata Ricardo.

Kabid Pemadam Kebakaran juga membagikan nomor darurat serta nomor telepon unit pelayanan terpadu (UPT), agar masyarakat bisa dengan mudah memberikan informasi pada petugas pemadam kebakaran,

"Untuk masyarakat atau aparatur pekon bisa menyimpan nomor pemadam kebakaran untuk memudahkan informasi, ini nomor pemadam kebakaran yang bisa di hubungi (112)((0728)21902 - 082387306535)
(UPT. Belalau 085267347538)
(UPT. Sukau 085267346287)
(UPT. Way Tenong 085267346246)
(UPT. Kebun Tebu 082181657750)
(UPT. Sumber Jaya 082175439054)," tutup Ricardo. (Gun)

Rabu, 15 Desember 2021

Bermaksud Lerai Keributan, Anggota Polda Lampung Menjadi Korban Pengeroyokan



BANDAR LAMPUNG -- Seorang anggota polisi dan satu temannya menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di Jalan Way Sekampung, Enggal, Bandar Lampung pada Minggu, 12 Desember 2021, pukul 01.00 WIB.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad melalui Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Bid Humas Polda Lampung AKBP Rahmad Hidayat membenarkan korban pengeroyokan tersebut merupakan anggota Intel Polda Lampung atas nama Bripda IR. Sedang korban lainnya merupakan warga sipil berinisial NV.

"Iya benar, pengeroyokan tersebut dilakukan oleh empat orang, dan satu di antaranya diduga merupakan oknum ASN Pemkot Bandar Lampung. Peristiwa itu berawal saat Bripda IR mencoba melerai perkelahian antara rekannya dengan rekan pelaku. Namun Ia justru turut menjadi korban pengeroyokan," kata Rahmad diruang kerjanya, Rabu (15/12) siang.

Akibat kejadian itu, korban menggalami luka robek pada kening, memar di bagian mata dan pipi, serta sejumlah luka lainnya. Korban juga sempat dilarikan ke rumah sakit lantaran tidak sadarkan diri.

Dia menjelaskan, untuk saat ini kondisi korban sudah berangsur membaik dan setelah kejadian itu, korban telah membuat laporan dan saat ini kasus tersebut dalam penanganan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung.

“Peristiwa itu juga sudah ditangani, korban berjumlah dua orang. Salah satunya merupakan anggota Polri," imbuhnya.

Setelah mendapatkan laporan, personel Satreskrim Polresta Bandar Lampung juga langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung juga telah menetapkan empat orang tersangka yang berkaitan dengan pengeroyokan tersebut. Korban juga telah memberikan hasil visum guna menguatkan penyidikan.

“Sudah kita naikan ketingkat penyidikan dan sudah penetapan tersangka, korban juga sudah menyerahkan hasil visum untuk menguatkan laporan,” tutup Rahmad. [Nnd]

Rabu, 08 Desember 2021

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pantau Aksi Unras di DPRD Provinsi Lampung



BANDAR LAMPUNG — Babinsa Koramil 410-02/TBS Kodim 0410/KBL Serda Muhadiono bersama Bhabinkamtibmas monitoring dan pengamanan aksi unjuk rasa (Unras) yang di lakukan oleh Konsulat Cabang FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) di Jln Wolter Mongonsidi, Kota Bandar Lampung, Rabu (8/12).

Adapun tuntutan massa aksi antara lain meminta Provinsi Lampung melalui Gubernur Lampung untuk menjalankan putusan MK terkait uji formil UU No. 11 Tahun 2020 serta mencabut dan merevisi kenaikan UMP/UMK se-Lampung Tahun 2022 sebesar 5% - 10%.

Serda Muhadiono mengatakan monitoring dan pengamanan yang dilakukan sebagai wujud kepedulian Babinsa terhadap wilayah binaan guna mengetahui perkembangan situasi wilayah. 

"Alhamdulillah, sekitar pukul 13.45 WIB aksi Unras dilakukan dengan aman dan kemudian massa aksin meningalkan lokasi dengan tertib," pungkasnya. [Nnd]

Rabu, 01 Desember 2021

Emosi Kalah Pilkades, Kandidat Blokade Jalan 



GARIS KOMANDO - Tak terima kalah pilihan kepala desa (Pilkades), warga berinisial S, memblokade dua bidang tanah yang menjadi jalan di Dusun Masjid Utama dan Dusun Ragang, Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin, 29 November 2021. 

Blokade dilakukan dengan menggunakan pagar pohon pisang dan sengon.

“Karena kalah dalam pilkades dan ada indikasi yang menempati tanah (yang diblokade) itu tidak memilih dia, dia meluapkan emosi dengan memagar (bidang tanah) tadi,” kata Kapolsek Sumberjambe AKP Istono, Selasa, 30 November 2021.

Menurut Istono, kebetulan status tanah yang diblokade itu memang tengah bermasalah secara hukum.

Gara-gara pemblokadean tadi ada empat rumah termasuk pondok pesantren di Dusun Ragang yang kesulitan akses.

Sementara di Dusun Masjid, ada satu rumah terdampak. Korban pemblokiran jalan bernama Mahfud lantas melapor ke polisi.

“Akhirnya saya dan Muspika berembuk mencari jalan keluar. Status tanah belum jelas dan otomatis yang saat ini menempati adalah yang berhak. Kalau ada orang lain menanami berarti mengeklaim,” kata Istono.

Polisi dan muspika lantas mengumpulkan semua pihak yang berkonflik.

“Komunikasi secara kekeluargaan tidak mengurangi proses hukum masalah tanah. Persoalan status tanah silakan dibuktikan di pengadilan. Namun orang yang melaporkan (perbuatan S ke polisi) sudah mau mencabut laporan tersebut,” imbuhnya.

Sabtu, 27 November 2021

Gempar! Orang Gila Tikam 5 Warga hingga Tewas

Pelaku Otori Efendi alias Eef yang menikam lima warga hingga tewas diinterogasi petugas dari Polres OKU.Foto/Widori


GARIS KOMANDO - Orang dengan gangguan jiwa mengamuk dan menikam siapa saja yang ada di dekatnya di Desa Bunglai, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Ogan Komering Ulu. Akibatnya, lima orang tewas dengan luka tikam di tubuhnya. 

Pelaku bernama Otori Efendi aliasn Eef, warga setempat menghabisi korban-korbannya menggunakan pisau yang disembunyikan di kantong celananya. Dari lima korban, empat di antaranya tewas seketika dan satu warga menghembuskan nafas di rumah sakit.

Setelah melancar aksinya, pelaku pulang ke rumahnya. Polisi dari polsek Peninjauan yang mendapat laporan langsung menangkap pelaku di rumahnya. Polisi dibantu anggota Koramul dan warga setempat.

Kasat Reskrim Polres OKU AKP Hillal Adi Imawan menjelaskan, pelaku telah ditangkap dan diperiks intensif. Hasil interogasi sementara, pelaku mengaku jika dendam pada seorang korban. "Korban lainnya diduga hendak melerai dan berada di lokasi," ujarnya.

Senin, 22 November 2021

Ribuan Ekor Burung Tak Berdokumen Diamankan KSKP Pelabuhan Bakauheni



LAMPUNG - Jejak kasus.Info Jajaran KSKP Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, mengamankan sebanyak 2.159 Ekor burung tanpa dilengkapi Dokumen, Sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 01.00 wib Di Area pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Ribuan ekor burung dari berbagai jenis tersebut dikemas dalam 92 buah paket keranjang plastik warna putih dan 15 (sebelas) buah kardus kecil warna coklat yang dimasukan kedalam kendaraan Toyota Kijang Innova warna hitam dengan nomor polisi B 2259 OP yang dikemudikan oleh Syaiful Anwar (43) warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi, bersama Selamet Riadi (56) warga Lampung Tengah.

”Burung-burung tanpa Dokumen tersebut kami amankan saat melakukan pemeriksaan rutin kepada para penumpang dan kendaraan yang akan melintas menuju pulau jawan melalui pelabuhan Bakauheni,” kata KA KSKP Pelabuhan Bakauheni AKP Ridho Rafika, S.H., M.M mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, SIK, SH, MSi, Minggu (21/11/2021).

"Burung burung berbagai jenis tersebut dikemas menggunakan 92 Keranjang plastik dan 15 kardus warna coklat menggunakan kendaraan Toyota Kijang Innova Warna Hitam dengan Nomor Polisi B 2259 OP yang dikemudikan oleh Saiful Anwar (43) warga Jambi dan Selamet Riadi (56) warga Lampung Tengah,” tuturnya.

Kepada petugas keduanya mengaku bahwa burung-burung tersebut adalah milik S. Riadi yang berada Pekan Baru Riau dan akan dikirim ke wilayah Cibubur Jakarta Timur.

“Ada sekitar 2.159 Ekor Burung berbagai jenis yang kami amankan, yang rencananya akan dibawan menuju Cibubur Jak-tim. Namun naas, burung liar terlindungi tersebut akhirnya dapat diamankan oleh Tim KSKP Bakauheni saat melakukan pemeriksaan kepada semua penumpang dan kendaraan dari Lampung menuju Pelabuhan Merak Banten,” imbuhnya.

Guna penyidikan kedua sopir bersama barang buktinya berupa; 460 ekor Burung jenis Jalak Kebo. 975 ekor burung jenis Ciblek, 400 ekor Burung jenis Gelatik Batu, 100 ekor Burung jenis Pleci, 40 ekor Burung jenis Poksai Mandarin.

40 ekor Burung jenis Srigunting Kelabu.40 ekor Burung jenis Tepus Lurik. 12 ekor burung jenis Poksai Mantel, 2 ekor Burung jenis Poksai Hitam / Rambo, 11 ekor burung jenis cucak jenggot, 13 ekor Burung jenis Kepodang, 32 ekor Burung jenis Tledekan Gunung, 20 ekor Burung jenis Rambatan Loreng Doraemon, 14 ekor Burung jenis Pelatuk Bawang sudah diamankan KSKP Bakauheni guna penyidikan lebih lanjut, dan selanjutnya melakukan koordinasi bersama Balai Karantina Wilker Bakauheni serta Koordinasi dengan BKSDA Lampung.

Pasal yang dilanggar dalam perkara ini yakni Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan,” pungkasnya. [Red]

Bunyi Ledakan Gegerkan Warga Ketapang Kalbar, Polisi Turun Tangan

Ilustrasi garis polisi di tempat kejadian perkara.


GARIS KOMANDO – Pihak Kepolisian Resor Ketapang, Kalimantan Barat akan melakukan olah lokasi tempat kejadian perkara lanjutan pada Senin terkait adanya bunyi ledakan yang terjadi di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Delta Pawan, pada Minggu, 21 November sekitar pukul 19.20 WIB. 

"Kami akan melakukan olah TKP lanjutan besok (hari ini). Intinya kita sudah melakukan olah TKP dan sementara tidak ada informasi bom rakitan. Untuk masyarakat beraktivitas seperti biasa saja," kata Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana SIK MH saat dihubungi di Ketapang, Senin dinihari.

Ia menegaskan bahwa untuk sementara pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan apapun. "Saya dari pihak kepolisian tidak mengeluarkan statemen apa pun ya. Karena kami juga baru olah TKP (tempat kejadian perkara-red) dan tidak ditemukan apa pun di TKP untuk sementara," ujar Kapolres.

Sementara itu, warga sekitar inisial YA (38) mengaku mendengar langsung suara ledakan tersebut. "Kejadian sekira pukul 19.20 WIB, saat itu saya sedang berada di rumah," ungkapnya kepada wartawan di Ketapang usai kejadian.

Ia menjelaskan ledakan terjadi sangat keras bahkan terasa bergetar sedikit. Kemudian dirinya dan beberapa warga komplek ke luar rumah untuk melihat tempat kejadian. Mereka melihat gumpalan asap begitu tebal dan bau belerang yang menyengat.

"Saat kami ke tempat kejadian warga dari beberapa komplek dan ada yang dari LP (Lapas Ketapang-red) berdatangan. Lantaran menurut saya suara ledakan itu lebih kurang radius satu kilometer mungkin masih kedengaran, saking kerasnya," ungkap dia.

"Karena kami tidak menemukan berkas serpihan semacam kertas mercon atau apa. Jadi kami curiga ini ledakan yang tidak wajar. Maka kami melapor ke pihak kepolisian," lanjutnya.

Senin, 15 November 2021

Borok Mie Gacoan Dibongkar: Sungguh Suara Ojol, Suara Tuhan


GARIS KOMANDO --
Kalau Anda bertanya serikat buruh mana yang bisa menggugat korporat dalam satu malam, mungkin akan susah menemukan jawaban. Kalau Anda bertanya gerakan aktivis mana yang punya solidaritas kuat dan cepat tanggap, Anda tetap kesulitan menjawab.

Tapi kalau Anda bertanya kelompok masyarakat mana yang mampu melakukan hal di atas, driver ojek online (ojol) jawabannya.

Peristiwa pada 13 November 2021 di Jogja adalah buktinya. Bagaimana gerakan organik ojol mampu melakukan kerja serikat dan aktivis dalam satu malam. Dan menurut saya, inilah kekuatan ojol yang sebenarnya! Dan sudah selayaknya serikat pekerja dan aktivis belajar dari mereka.

Untuk yang belum paham konteks, ini kronologinya: pada pukul 9 pagi terjadi keributan di resto Mie Gacoan cabang Kotabaru Jogja. Alasannya adalah kekesalan salah satu driver ojol yang menunggu orderan terlalu lama di Mie Gacoan. Karena lebih dari setengah jam, orderan driver tadi di-cancel pelanggan.

Kekesalan driver ojol ini berbuah perkelahian dengan kru Mie Gacoan. Meskipun sudah dipisah, tapi api ini belum padam. Puncaknya, ba'da Isya ratusan driver ojol mendatangi Mie Gacoan. Bukan karena orderan, tapi karena tuntutan dan solidaritas.

Para driver menuntut agar kru Mie Gacoan yang menyerang driver ojol dipecat dan diperkarakan hukum. Kemudian mereka juga menuntut agar Mie Gacoan cabang Kotabaru berhenti operasi. Pihak Gacoan pun menyetujui setelah pengepungan sepanjang malam.

Sebenarnya, sudah lama Mie Gacoan bermasalah dengan ojol. Banyak yang mengungkapkan borok manajemen Mie Gacoan yang merugikan ojol. Dari kasir yang sedikit, prosedur panjang lebar, dan tentunya pelayanan kurang menyenangkan pada driver. Perkara sistem kerja karyawan yang penuh tekanan dan upah murah juga jadi pergunjingan. Namun, ungkapan miring ini baru menjadi aksi langsung dan geger gedhen pada 13 November kemarin.

Apalagi, para driver ojol baru saja melakukan mogok massal akibat penurunan tarif oleh pihak Gojek. Kemarahan ini ikut membakar para ojol yang ikut dalam pendudukan resto Mie Gacoan Kotabaru. Sudah pendapatan turun, Mie Gacoan malah menambah beban dengan pelayanan yang tidak maksimal. Lamanya penyiapan pesanan berarti membuat ojol harus menunggu. Pada akhirnya, para driver yang menanggung beban. Karena waktu terbuang yang seharusnya bisa mendapat pesanan lagi, serta potensi dibatalkan yang berpotensi menurunkan rating.

Kejadian ini sangat menarik bagi saya. Sampai saya ikut menduduki Mie Gacoan bersama para driver ojol. Bisa melihat langsung bagaimana perlawanan ojol yang lossdoll menghantam Mie Gacoan. Dan dengan melihat langsung aksi ini, saya melihat banyak hal yang bisa dipelajari serikat buruh dan aktivis.

Pertama, tentang solidaritas akar rumput. Berbeda dengan model serikat yang sarat birokrasi, para driver ojol bersolidaritas dalam kesadaran penuh. Solidaritas ini makin tertempa dengan lahirnya pos-pos ojol di mana mereka berbagi cerita dan masalah.

Para driver ojol ini membentuk sel kecil, dan dari sel ini para ojol terkoneksi. Jadi ketika info geger gedhen Kotabaru ini disebar, para ojol bisa menerima dengan cepat dari sel kecil masing-masing.

Kedua, adalah perkara aksi langsung yang serba cepat dan tanggap. Tidak ada waktu untuk tetek bengek membuat spanduk atau poster. Ketika mereka ingin menuntut, semua dikoordinir dan dilakukan bersama-sama. Tanpa harus menanti titah atasan atau menyiapkan aksi teatrikal. Yang mereka siapkan hanya tuntutan dan solusi.

Tidak perlu menyibukkan diri dengan mempersiapkan hal selain tuntutan dan mental baja. Tujuan para ojol sudah jelas, dan mereka menyuarakan tuntutan dengan aksi langsung ke jantung sumber masalah. Ini jelas harus dicontoh oleh para aktivis. Jadikan gerakan kalian satset seperti ojol ini.

Ketiga, semua dilakukan secara bersama sampai sulit dibredel. Berbeda dengan bentuk solidaritas lain, ojol membangun komunal atau sindikatnya dari akar rumput yang terkoneksi satu sama lain. Tidak ada tokoh populis yang berpotensi disetir, dan tidak ada ketua yang bertindak bagai diktator. Maka ketika ada upaya mengendalikan massa ojol, pasti mentah!

Terbentuknya solidaritasnya ojol ini organik, tanpa ada dogma ide besar, tanpa ada pemujaan pada sosok. Yang ada hanyalah kesamaan situasi yang terhimpit. Dan semua ini membuat nilai tawar ojol lebih kuat.

Mereka bisa menciptakan mogok massal. Mereka bisa melawan debt collector. Mereka bisa melawan rumah makan yang zalim. Semua terjadi bukan karena ideologi super hebat. Bukan pula karena pidato sosok yang penuh kharisma. Tapi karena mereka punya satu persatuan sebagai garda depan distribusi dan transportasi era digital. Inilah yang seharusnya membuat serikat dan aktivis iri dan pelajari.

Bahkan borok manajemen Mie Gacoan yang selama ini tertutupi dan jadi gosip dibongkar para ojol. Restoran yang mengeruk keuntungan besar, tapi merugikan ojol ini bisa disabotase. Bahkan pihak Mie Gacoan harus mengalah dan menghentikan operasional. Sungguh, ojol telah membongkar sistem yang keji. Dan sungguh, Vox Ojol Vox Dei! Suara Ojol adalah Suara Tuhan.


Sumber

Jumat, 05 November 2021

ACT Se-Sumbangsel Ajak Bantu Warga Penyintas Banjir Malang


Jawa Timur -
Banjir bandang yang menerjang beberapa titik di Kota Batu dan Malang, Jawa Timur, pada Kamis (4/11/2021) kemarin mulai surut. Namun, dari laporan yang diterima ACTNews dari tim Masyarakat Relawan Indonesia-ACT Malang, lumpur dan sisa-sisa material banjir masih memenuhi ruas-ruas jalan di daerah terdampak. 

Dimana saat ini kondisi sisa material banjir menyebabkan pengungsi belum mampu kembali ke rumahnya. Mereka memilih untuk menetap di sejumlah posko pengungsian.

Melihat kondisi tersebut, 10 Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berada diwilayah Sumatera Bagian Selatan tak henti mengajak masyarakat untuk membantu warga penyintas banjir Malang. Tak hanya ajakan melalui sosial media, beberapa daerah sudah bersiap menggerakan relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Komunitas untuk turun kejalan menggalang dana. 

Selain itu, beberapa influencer, akun publik, Komunitas, Sekolah, UMKM, Masjid hingga Corporate siap untuk menginfokan update kejadian Banjir di Malang dan juga mengajak masyarakat mengumpulkan bantuan terbaik.

Menurut Kepala Cabang ACT Bandar Lampung Fajar Yusuf Dirgantara saat ini berdasarkan laporan terkini tim relawan yang berada di lapangan, banyak sekali rumah yang masih terendam lumpur tebal dan sulit diakses. Banyak fasilitas milik warga seperti kandang hewan, itu banyak yang hancur. Beberapa rumah juga ada yang jebol usai diterjang banjir. Untuk korban, tim relawan ACT Malang mencatat ada dua korban jiwa. Lalu juga masih ada belasan yang hilang. 

Bantuan kemanusiaan darurat pun segera didistribusikan ACT Malang untuk para pengungsi. Ratusan porsi makanan siap saji dan sejumlah pakaian hangat diberikan untuk pengungsi di Klojen dan Polehan pada Jumat (5/11/2021) pagi. Kedua lokasi ini menjadi salah satu yang terdampak cukup parah.

Di Klojen, ada sekitar 194 warga yang mengungsi karena rumahnya belum aman akibat dampak banjir bandang kemarin. Bantuan pangan menjadi sangat darurat karena mereka tidak bisa mempersiapkan makanan sama sekali ketika pagi hari. Selain itu juga belum didirikan dapur di tempat pengungsian, sehingga mereka belum bisa menyiapkan makanan.

Fajar menambahkan, saat ini tim ACT dan relawan MRI tengah meninjau lokasi bencana untuk distribusi bantuan berikutnya.

"Insyaallah, akan ada bantuan medis dan obat-obatan untuk pengungsi. Selain itu, jika memungkinkan, akan diaktivasi dapur umum untuk memudahkan pengungsi mendapatkan makanan, Pah Jejama Kham Bantu Warga Terdampak" jelasnya. [Nnd]

Senin, 01 November 2021

Anak Gadis Tewas Akibat Luka Bakar Serius, Handphone Meledak Saat Belajar Online di Rumah

Anak perempuan ini tewas akibat handphone yang meledak di tangannya. [ist/ChinaTimes]

Garis Komando - Seorang anak perempuan tewas dengan luka bakar serius akibat handphone yang meledak pada tangannya saat sedang belajar online di rumah.

Mengutip Bogordaily dari VN Express, peristiwa tragedi dimana seorang anak berusia 11 tahun di Provinsi Nghe An, Vietnam meninggal dunia saat belajar online di rumah menggunakan handphone. 

Seorang anak berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia saat belajar online di rumah menggunakan handphone.

Si anak menggunakan ponsel sambil belajar dan dalam posisi sedang mengisi baterai lalu tiba-tiba meledak dan membuat si anak mengalami luka bakar serius.

Pihak keluarga dan tetangga sempat membawa anak tersebut ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan, tetapi nyawa anak tersebut tidak bisa tertolong lagi.

Memang di daerah tempat tinggal anak tersebut baru saja menerapkan pembelajaran tatap muka. Tapi karena terbatas, masih ada beberapa sesi pembelajaran yang harus dilakukan secara online. 

Departemen Pendidikan Distrik Nam Dan menjelaskan lebih detail insiden tersebut, dimana ternyata anak itu sedang menggunakan earphone saat handphonenya dicas. Kemungkinan aliran listrik menjalar ke tubuh anak itu melalui earphone.

Sementara itu saat ini belum diketahui alasan pasti kenapa handphone tersebut bisa meledak. Namun melihat kasus yang pernah terjadi, penggunaan charger bajakan atau suhu handphone yang terlalu panas dan masih tetap digunakan.


Sumber

Selasa, 26 Oktober 2021

Sengketa Lahan PTPN 7 dan LSM PELITA Kian Memanas


Lampung Selatan - Sengketa lahan antara PTPN 7 Unit Repa dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Pelindung Tanah Air (LSM PELITA) atas lahan sawit seluas 75 Ha, kian memanas dilokasi lahan sawit tersebut.

Lahan seluas 75 Ha yang diatasnya terdapat tanaman sawit, dan selama ini dikelola oleh PTPN 7 diklaim kepemilikannya oleh ahli waris Dullah Ahmad/Suprayitno (alm), yang dikuasakan kepada LSM PELITA untuk mengurus dan pengelolaannya. 

Pihak PTPN 7 Unit Repa yang dihadiri oleh Ferdi selaku Sindum PTPN 7 Unit Repa, Ferry selaku Askep PTPN 7 Unit Repa dan Tugiono sebagai Kepala Keamanan PTPN 7 Unit Repa, menutup akses jalan masuk ke lahan tersebut dengan pagar, pada hari Selasa (26/10/2021) pagi.

Dengan penutupan akses jalan tersebut sontak saja memicu suasana yang kurang kondusif dilokasi lahan.

Pihak LSM PELITA pun datang bersama warga sekitar, menyatakan keberatan atas adanya pemagaran di pintu masuk lahan dan membongkar kembali pagar tersebut.

Misran SR selaku ketua LSM PELITA saat dikonfirmasi awak media dilokasi lahan menyampaikan

"Ini akses jalan bukan cuma kami dari LSM PELITA yang melintasinya, tapi juga warga sekitar sini memakai jalan ini untuk ke kebun mereka yang berada disekitar lahan sawit ini juga ada warga yang akan menggembala sapi mereka pun lewat jalan ini," ujar Misran.

"Jika jalan ini ditutup, warga mau lewat jalan mana lagi," kata Misran.

Masih menurut Misran SR, "jika memang PTPN 7 merasa ini lahan mereka, tuntut kami baik secara pidana atau pun secara perdata. Kami tunggu," katanya.

"Bukan dengan menutup akses jalan warga begini, ini bukan solusi," tutup Misran.

Tukul selaku warga setempat yang profesinya sebagai petani, dan kebunnya berada disamping areal kebun sawit tersebut menyampaikan keberatannya jika jalan itu ditutup oleh pihak PTPN 7.

"Ya jangan lah klo jalan ini mau ditutup, kami warga sini klo mau ke kebun dan ngangon sapi ya lewat jalan ini. Gak ada jalan lain selain jalan ini," ucap Tukul.

"Badan jalan ini, kami warga sekitar iuran bikinnya, kok disini pas lahan sawit ini malah ditutup. Kan sia-sia jalan kami," ucap Tukul.

Pihak PTPN 7 yang ada dilokasi sendiri saat awak media mencoba mengkonfirmasi hanya menjawab, "kami tidak bisa beri keterangan karena kami satu pintu pada Andi bagian komunikasi," kata Ferdi.

Lalu awak media Garis Komando menghubungi Andi bagian Manajemen Komunikasi PTPN 7 melalui pesan whatsApp dan Andi menjelaskan 

"Status jalan tersebut adalah jalan produksi milik PTPN VII masuk dalam kategori kawasan terbatas (restricted area). Tetapi selama ini banyak masyarakat yang memanfaatkan jalan ini sebagai jalur pintas menuju beberapa wilayah dibagian dalam," ujarnya.

"Dalam kondisi normal PTPN VII tidak mempermasalahkan pemanfaatan jalur tersebut oleh masyarakat, namun berkaitan dengan adanya oknum LSM yang mengklaim lahan milik PTPN VII, maka kami melalukan beberapa antisipasi. Salah satunya menutup akses kendaraan roda empat atau lebih memasuki area tersebut. Langkah ini juga telah berdasarkan musyawarah dengan aparat setempat. Sedangkan untuk akses kendaraan roda dua atau pejalan kaki masih bisa dilakukan. Bahwa, benar jalur ini sering dimanfaatkan oleh warga, tetapi bukan berarti tidak ada akses alternatif lain untuk menuju ke desa-desa di bagian dalam. Oleh karena itu, kami atas nama Manajemen PTPN VII mohon maaf atas ketidaknyamanan sementara ini. Penutupan jalur ini juga dilengkapi dengan tulisan yang sangat jelas dasar hukumnya. Lebih dari itu, penutupan hanya dilakukan untuk sementara waktu sampai masalah klaim lahan PTPN VII oleh oknum LSM dapat diselesaikan," tulis Andi pada pesan whatsApp nya. [Sur]

Minggu, 24 Oktober 2021

Sertu Sepri Mulyadi bersama Bhabinkamtibmas Monitoring Peristiwa Kebakaran di Panjang


Bandar Lampung — Babinsa Koramil 410-01/Panjang Kodim 0410/KBL Sertu Sepri Mulyadi bersama Bhabinkamtibmas monitoring peristiwa kebakaran 1 unit rumah di Jln. Yos Sudarso Gg. Cendrawasih, Pidada, Panjang, Kota Bandar Lampung, Minggu (24/10)

Saat di konfirmasi, Sertu Sepri Mulyadi menjelaskan bahwa, Peristiwa kebakaran itu terjadi di saat rumah tersebut dalam keadaan kosong.

"Tidak tau persis apa penyebabnya. Namun, Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.15 WIB, dimana pada saat itu, Ibu SN (40) pemilik rumah sedang berada di Karang Anyar dalam rangka mengunjungi keluarga," kata Babinsa Sepri Mulyadi.

Lanjutnya, Api kebakaran berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar dengan dibantu warga sekitar.

"Sekitar pukul 13.45 WIB, api berhasil di padamkam oleh petugas Damkar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, hanya saja pemilik rumah mengalami kerugian dengan tafsiran 10 juta rupiah," terangnya. [Sur]

Selasa, 19 Oktober 2021

Ponsel Meledak saat Belajar Online, Siswa SD Tewas Mengenaskan

Seorang siswa SD tewas mengenaskan akibat terkena ledakan ponsel yang sedang digunakan untuk belajar online. (FOTO: ILUSTRASI)



Garis Komando - Seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial NVQ, tewas terkena ledakan telepon seluler (ponsel) saat sedang belajar online di rumah, Senin (18/10/2021).

Ponsel meledak lantaran digunakan sambil diisi daya. Peristiwa tragis ini terjadi di Provinsi Nghe An, Vietnam. Pejabat senior dinas pendidikan setempat Le Trung Son mengatakan, ledakan dari ponsel itu membuat pakaian korban, terbakar.  

Wilayah tempat korban tinggal menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena kekhawatiran Covid-19. Dilaporkan Tuoi Tre News, korban duduk di kelas 5 SD Nam Anh dan. Ledakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Para tetangga segera membawa korban ke rumah, namun nyawanya tak terselamatkan. Penyebab ponsel meledak belum bisa dipastikan. Petugas mendalami jenis ponsel serta kabel charger yang digunakan saat ledakan terjadi. Keluarga tidak ingin insiden tersebut diselidiki.

Kasus kematian akibat ledakan ponsel sebelumnya juga terjadi di India pada Sabtu (16/10/2021). Seorang mahasiswa berusia 18 tahun tewas akibat ponsel yang sedang diisi daya meledak lalu membakar tempat tidurnya.

Laporan Times of India menyebutkan korban meninggal akibat luka bakar serius. Menurut PCMag.com, kemungkinan ponsel meledak saat diisi daya sangat kecil. Sekalipun terjadi penyebab utamanya adalah panas berlebihan, biasanya disebabkan baterai atau prosesor ponsel yang bekerja terlalu keras.

Diringkus Saat Lagi Karaoke di Slawi, Pria Penghina Suku Betawi yang Viral Terancam 5 Tahun Penjara

Pelaku penghina suku betawi ditangkap Polres Metro Bekasi Kota


JAKARTA - VLL (50), warga Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi diringkus aparat kepolisian saat sedang karaoke di daerah Slawi, Jawa Tengah. 

Pelarian pria penghina suku Betawi yang viral di media sosial itu berakhir.

VLL harus siap mempertanggungjawabkan aksinya, dengan ancaman 5 tahun penjara. 

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi, mengatakan, pelaku merupakan warga Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

"Yang bersangkutan dilakukan pengejaran, polisi mencari informasi, akhirnya sampai ke Slawi, yang bersangkutan diamankan ketika sedang berkaraoke," kata Aloysius, Senin (18/10/2021). 

Aloysius mengungkapkan pelaku berusaha melarikan diri ke luar daerah saat video kata-kata umpatannya yang menghina suku Betawi viral di media sosial.

"Kita melakukan pengejaran mengamankan tersangka kemarin hari Minggu tanggal 17 (Oktober 2021) di daerah Slawi, Jawa Tengah," jelasnya.

Kronologis

Kasus pria penghina suku Betawi bermula saat VLL memergoki seorang pemuda mencuri besi di proyek gorong-gorong kawasan Lagoon, Bekasi Selatan, Selasa (12/10/2021) malam. 

VLL yang diketahui merupakan anggota organisasi masyarakat (ormas) tertentu, bertugas menjaga kegiatan proyek.

Pemuda yang ketahuan mengambil besi di proyek tersebut lalu diadili oleh VLL.

xxx

Pelaku sempat menayakan beberapa pertanyaan hingga terlontar kalimat umpatan.

"Kemudian pelaku marah, kemudian melakukan kegiatan tadi, dia mengumpat dengan kata-kata yang bersifat sara, kejadian tersebut direkam dalam video yang kemudian viral," jelasnya. 

Ancaman Hukuman

VLL (50) terancam hukuman lima tahun penjara. 

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Suprijadi, mengatakan, tersangka melalui proses penyelidikan dikenakan pasal berlapis.

"Kasus pelaku dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau mengeluarkan perbuatan yang bersifat bermusuhan dan perbuatan yang disertai ancam kekerasan," kata Aloysius di Bekasi, Senin (18/10/2021).


Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Suprijadi. Aparat Polres Bekasi Kota berhasil meringkus seorang pria terduga penghina suku betawi yang viral di media sosial.

Pertama, dia dijerat Pasal 16 junco Pasal 4 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. 

Selain itu, tersangka juga dijerat Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

"Pasal 335 KUHP kemudian pasal 16 juncto pasal 4 UU RI nomor 40 tahun 2008, ancaman hukumannya 5 tahun (penjara)," paparnya.

Aloysius menambahkan, perbuatan tersangka VLL diduga menghina etnis atau Suku Betawi saat dia sedang marah lalu direkam dan viral di media sosial.

"Dia mengumpat dengan kata-kata yang bersifat SARA (Suku, Ras, Agama), kejadian tersebut direkam dalam video yang kemudian viral," terangnya.

Reaksi Tokoh Betawi

Tokoh Betawi asal Bekasi, Damin Sada turut berkomentar atas penangkapan pria pelaku penghinaan Suku Betawi oleh Polres Metro Bekasi Kota.


Jawara Bekasi, Damin Sada, di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (13/2/2017). 


Pria yang kerap dijuluki Jawara Bekasi ini mengatakan, Polres Metro Bekasi Kota telah cepat merespon laporan tindakan berbau Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA)

"Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Kapolres yang sigap. Sehingga belum sampai satu minggu kita lapor sudah ditangkap, tentu kita apresiasi," kata Damin di Mapolres Bekasi Kota, Senin (18/10/2021).

Saat ini yang perlu dilakukan lanjut dia, mengawal kasus dugaan penghinaan berbau SARA ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Saya berharap karena memang ini sudah ditangani polisi, penegak hukum, kita serahkan penanganan hukum yang berlaku," jelas dia.

Dia juga berharap, pelaku mendapat hukuman setimpal agar timbul efek jera bagi siapa saja yang menghina, merendahkan atau melecehkan suku, etnis atau agama apapun.

"Kalau saya yang jelas apa yang diperbuat menjadi tanggung jawab dia (pelaku), kita berharap agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal," tegas dia. 

Sebelumnya diberitakan, video seorang pria di Kota Bekasi diduga menghina masyarakat betawi viral di media sosial, aliansi organisasi masyarakat (ormas) dipimpin Damin Sada lapor ke Polres Bekasi Kota. 

Video yang beredar di media sosial, seorang pria mengucapkan kata-kata berbau SARA saat tengah memarahi orang lain.

Video yang beredar itu kemudian mendapat reaksi dari sejumlah tokoh dan masyarakat betawi, salah satunya Damin Sada selaku Ketua Ormas Jawa Jaga Kampung (Jajaka) Nusantara.

Dia bersama sejumlah ormas lain yang beraliran budaya betawi mendatangi Polres Metro Bekas Kota pada Kamis (14/10/2021) kemarin.

"Ada oknum yang menurun kami masyarakat betawi tidak mengenakan, jadi kami tidak ingin berlarut-larut dan timbul masalah yang lebih besar lagi," kata Damin Sada saat dikonfirmasi, Jumat (15/10/2021).

Damin menjelaskan, perkataan oknum pria di dalam video yang viral tersebut telah melukai masyarakat betawi.

Bekasi merupakan daerah yang heterogen, jangan sampai kerukunan antar suku ras dan agama terpecah karena ulah oknum yang tidak memiliki rasa toleransi.

"Karena ini negara hukum, jadi kita serahkan ke penegak hukum supaya diproses, kami melaporkan atas penghinaan dan pencemaran nama baik," jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum masyarakat Betawi Syamsudin mengatakan, laporan dilayangkan berdasarkan undang-undang nomor 40 B tentang diskriminasi ras dan etnis.

Kemudian pihaknya juga melaporkan tentang pasal 156 KUHP, undang undang ITE pasal 28 ayat 2 tentang ujaran kebencian.

"Setelah laporan ini, kami akan mengawal proses hukum, polres nanti akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi itu akan kita ikuti," jelasnya.

Sabtu, 02 Oktober 2021

Banjir Bandang Terjang Pemukiman Penduduk Di Kabupaten Sintan


KALIMANTAN -
Jam 11.25 siang kami menerima telpon dari warga masyarakat Kecamatan Ambalau sedang terjadi banjir bandang.

Musibah banjir bandang yang melanda masyarakat kecamatan Ambalau, masih berada di Daerah Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut informasi yang kami terima, dari Arjali selaku Ketua Dewan Adat Dayak kecamatan Ambalau. Saat ini sedang terjadi bencana banjir bandang Akibat hujan deras semalaman mengakibatkan banjir sehingga debit air secara drastis naik.

Desa keremoe Kecamatan Ambalau mengalami musibah dengan putusnya jembatan gantung termegah yang menghubungkan antara kedua dusun keremoe dan Dusun tujun permai,” ujar Arjali via telpon pada reporter dari Kalimantan Barat Sabtu (02/10/2021).

"Jembatan gantung ini satu-satunya sarana lalulintas penyeberangan dan penghubung bagi anak sekolah SDN no.20 dan siswa -siswi SMP N Keremoe, jembatan tersebut salah satu sarana lalulintas warga masyarakat di Desa tersebut, tentunya hal ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat,” imbuhnya.

“Dampak banjir kerap sekali terjadi karena habisnya hutan yang digarap oleh investor perkebunan kelapa sawit, perusahaan Pertambangan PETI, besar – besaran dan perusahaan kayu loq. Sehingga pada saat hujan musiman dengan mudah banjir datang tiba-tiba, karena daya serap tampungan air sudah tidak memadai. Hal ini sangatlah diharapkan kepada pemerintah terkait agar bisa memperhatikan ekosistem hutan yang ada Demi kehidupan manusia,” ungkap Arjali.

Menurutnya dana pembangunan jembatan Gantung yang panjang kurang lebih 75 meter tersebut biaya sekitar Rp.1,2 M - dibangun tahun 2000an.

“Kami Dewan Adat Dayak kecamatan Ambalau memohon kepada pemerintah terkait agar memberi perhatian khusus pada Desa Keremoe dan masyarakat di kecamatan Ambalau yang terkena dampak bencana banjir, memohon agar diberi bantuan untuk masyarakat yang terkena musibah,” kata Arjali.

Tidak ketinggalan pula seorang aparat kepolisian yang menjabat sebagai Kapolsek di kecamatan Ambalau Bapak Bongsu pane. Beliau salah satu pimpinan di Kecamatan Ambalau yang sangat peduli terhadap lingkungan dan masyarakat ramah dan penuh kasih pada semua orang.

Ketika di konfirmasi oleh awak media, kord-wil Kalbar tentang situasi air yang melanda wilayah kecamatan Ambalau di jelaskannya, “debit air pada saat ini masih terus naik bahkan sudah sampai di bahu jalan pasar Melati Nanga kemangai ,”ucapnya,

Pasar sebagian sudah terendam saat di konfirmasi beliau masih siaga menjaga dan memberikan himbauan bagi warga yang tinggal di pinggiran sungai Melawi agar segera mengemas barang- barang serta mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Barang–barang milik warga disarankan agar disimpan di tempat yang lebih aman agar tidak hilang. Untuk saat ini masyarakat yang terdampak banjir masih mengangkut dan memindahkan barang- barang mereka, sementara kondisi air masih naik drastis diperkirakan lebih tinggi dari yang pernah terjadi dan masyarakat diharapkan tetap waspada.Jika kondisi air sudah redah pihak Polsek Ambalau akan memberikan laporan kepada pimpinan.

Kemudian sistem penanganan banjir akan dilaporkan secara resmi ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Sintang untuk melakukan langkah- langkah antisipasi. Mengenai bencana banjir baik di kecamatan Ambalau maupun secara umum. menyebabkan kerugian materi dan hal lain yang belum terkonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana banjir ini. [Sur]