BANDAR LAMPUNG – Babinsa Kelurahan Sukadanaham, Koramil 410-05/Tanjung Karang Pusat (TKP), Peltu Giarto, bergerak cepat membantu warga yang terdampak kebakaran gudang mebel di Jalan Raden Imba Kesuma, Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) dini hari.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB tersebut menghanguskan gudang mebel milik Giavany Tasi (33), warga Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling. Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil mencapai Rp200 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kebakaran diketahui saat sejumlah karyawan yang sedang beristirahat di kamar dalam gudang terbangun setelah mendengar suara dari arah belakang bangunan.
Saat memeriksa sumber suara, mereka mendapati api telah membesar di bagian belakang gudang. Para karyawan sempat berusaha memadamkan api menggunakan air. Namun, kobaran api dengan cepat merambat ke berbagai material mebel yang mudah terbakar, seperti kayu, busa, kursi, sofa, dan meja.
Karena api semakin membesar dan sulit dikendalikan, para karyawan akhirnya menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga sekitar.
Lima unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kota Bandar Lampung kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas berhasil mengendalikan api sekitar pukul 06.40 WIB.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik di bagian belakang gudang. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Babinsa Hadir Bantu Warga
Di tengah situasi darurat tersebut, Peltu Giarto hadir membantu penanganan kejadian. Selain turut mendukung proses evakuasi dan pengamanan di sekitar lokasi, ia juga memberikan dukungan moral kepada korban serta membantu mengoordinasikan kebutuhan yang diperlukan pascakebakaran.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu meringankan beban warga yang sedang mengalami musibah.
"Kami dari Babinsa selalu siap membantu warga yang mengalami musibah. Prioritas kami adalah keselamatan warga dan memastikan korban mendapatkan pendampingan yang diperlukan," ujar Peltu Giarto di lokasi kejadian.
Penanganan kebakaran tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel TNI, aparat terkait, masyarakat, hingga petugas pemadam kebakaran. Tercatat satu personel TNI, enam personel aparat terkait, 15 warga, serta lima unit mobil Damkar terlibat dalam penanganan di lokasi.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan meliputi menerima laporan masyarakat, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket), melaporkan kejadian kepada pimpinan, serta menyusun laporan sebagai bagian dari dokumentasi penanganan peristiwa.
Seluruh rangkaian penanganan berlangsung aman dan lancar. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI, aparat terkait, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui respons cepat dan kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, Babinsa diharapkan terus menjadi bagian penting dalam upaya membantu masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah binaannya.

0 Komentar