Babinsa Kodim 0410/KBL Gotong Royong Bangun Jembatan Perintis Garuda di Teluk Betung Barat


BANDAR LAMPUNG
– Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0410/Kota Bandar Lampung bersama teknisi dan masyarakat terus bergotong royong membangun Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Pembangunan jembatan gantung tersebut diharapkan dapat mempermudah akses transportasi warga sekaligus meningkatkan konektivitas antarkampung.

Pada Minggu (11/10/2026), pembangunan Jembatan Perintis Garuda telah memasuki tahap VII dan berlangsung di dua lokasi, yakni Kampung Kihung dan Kampung Lubu Upi, Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Teluk Betung Barat.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi TNI bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Dalam proses pengerjaan, personel Babinsa turut membantu berbagai pekerjaan di lapangan, mulai dari persiapan dan pembersihan lokasi, penggalian tanah untuk pondasi, pembongkaran jembatan lama, hingga pengecoran pondasi tiang sesuai tahapan pembangunan.

Progres Pembangunan di Kampung Kihung Capai 17 Persen

Di lokasi pertama, Kampung Kihung, Kelurahan Sukarame II, jembatan gantung yang dibangun direncanakan memiliki panjang 70 meter dan lebar 1,5 meter.

Jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Kampung Kihung, Kelurahan Sukarame II, dengan Kampung Impres, Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat.

Hingga Minggu (11/10/2026), progres pembangunan di lokasi tersebut telah mencapai 17 persen. Pekerjaan meliputi persiapan dan pembersihan lokasi, penggalian pondasi, pembongkaran jembatan lama, serta pengecoran lubang tiang.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan tiga personel TNI, satu teknisi, dan enam warga masyarakat yang bekerja bersama menyelesaikan tahapan pembangunan.

Jembatan tersebut diperkirakan akan memberikan manfaat bagi sekitar 70 kepala keluarga atau kurang lebih 230 jiwa.

Dengan adanya jembatan ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses yang lebih mudah dan aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan sosial dan perekonomian.

Pembangunan Jembatan Lubu Upi Capai 16 Persen

Sementara itu, pembangunan di lokasi kedua, Kampung Lubu Upi, Kelurahan Sukarame II, direncanakan memiliki panjang 30 meter dan lebar 2 meter.

Jembatan ini akan menghubungkan Kampung Lubu Upi dengan Kampung Kakari, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung.

Pada hari yang sama, progres pembangunan di lokasi kedua telah mencapai 16 persen. Pekerjaan difokuskan pada persiapan dan pembersihan lokasi serta penggalian tanah untuk pondasi.

Sebanyak empat personel TNI, satu teknisi, dan enam warga masyarakat terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pembangunan jembatan ini diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 30 kepala keluarga atau kurang lebih 120 jiwa.

Keberadaan jembatan gantung tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar akses antarkampung, serta mendukung aktivitas masyarakat yang selama ini membutuhkan sarana penghubung.

Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Keterlibatan personel Babinsa dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Selain menjalankan tugas pembinaan teritorial, Babinsa juga berperan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan lingkungan dan membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga.

Semangat gotong royong yang terjalin antara personel TNI, teknisi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja dan kualitas konstruksi.

Berdasarkan laporan perkembangan kegiatan pada Minggu (11/10/2026), situasi di kedua lokasi pembangunan terpantau aman dan terkendali. Kondisi cuaca juga dilaporkan cerah sejak pagi hingga sore hari.

Melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Kodim 0410/Kota Bandar Lampung terus menunjukkan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Jembatan tersebut tidak hanya diharapkan menjadi sarana penghubung antarkampung, tetapi juga mampu memperkuat hubungan sosial, meningkatkan kelancaran mobilitas warga, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sekitarnya.

Posting Komentar

0 Komentar