BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Tanpa data yang tepat, pemerintah berisiko mengambil keputusan berdasarkan persepsi, bukan kondisi nyata masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Mirza saat menjadi pembicara kunci dalam kegiatan *Leaders Talk: BPS di Mata Publik* yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung di Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Sabtu (3/10/2026).
“Tanpa data yang tepat, kita akan tertipu dengan rasa,” kata Mirza.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak mungkin hadir di setiap tempat dan mengetahui secara langsung seluruh persoalan masyarakat. Karena itu, data statistik menjadi instrumen penting untuk memahami kondisi daerah secara menyeluruh sebelum menetapkan kebijakan.
Mirza menilai, kemampuan membaca dan menerjemahkan data merupakan bagian penting dalam kepemimpinan. Data tidak cukup hanya ditampilkan sebagai angka dan indikator, tetapi harus dianalisis untuk mengidentifikasi persoalan masyarakat serta menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
Ia mencontohkan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian Lampung. Besarnya produksi dan potensi komoditas belum tentu mencerminkan tingkat kesejahteraan petani.
Pemerintah, kata dia, perlu melihat siapa yang menghasilkan komoditas, bagaimana rantai ekonominya berjalan, serta seberapa besar nilai tambah yang benar-benar dinikmati petani dan masyarakat desa.
“Data yang solid dari BPS diberikan kebijakan, maka menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
Pendekatan tersebut juga menjadi landasan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong hilirisasi. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menekan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada masyarakat.
Mirza menambahkan, setiap program pemerintah harus terus diukur dan dievaluasi. Data diperlukan bukan hanya saat menyusun kebijakan, melainkan juga untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai sasaran dan menjadi dasar perbaikan apabila hasilnya belum sesuai harapan.
BPS Lampung Kembangkan Platform Siger Lampung
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menegaskan bahwa tantangan BPS saat ini bukan sekadar menghasilkan angka statistik yang benar dan berkualitas, tetapi juga memastikan data tersebut dipahami, dipercaya, mudah diakses, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Ahmadriswan saat membuka kegiatan *Leaders Talk: BPS di Mata Publik*.
“Pada akhirnya keberhasilan BPS bukan hanya diukur dari berapa banyak statistik yang kami hasilkan, tetapi juga dari seberapa besar statistik dipercaya, digunakan, dan memberikan manfaat pada masyarakat,” kata Ahmadriswan.
Menurutnya, BPS harus terus meningkatkan peran dan kualitas pelayanan statistik agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.
“BPS mempunyai tugas menghasilkan statistik. Namun, tantangan kita hari ini tidak berhenti pada bagaimana menghasilkan angka yang benar. Jadi, angka yang benar, statistik yang berkualitas itu sudah selesai. Sekarang kita ingin naik kelas,” ujarnya.
Untuk memperluas pemanfaatan data, BPS Provinsi Lampung mengembangkan platform digital Siger Lampung. Platform tersebut dirancang untuk memudahkan berbagai pihak mengakses dan memahami kondisi masyarakat hingga tingkat keluarga.
“Kami sudah membuat sebuah platform digital namanya Siger Lampung. Jadi, Siger Lampung ini memudahkan semua pihak untuk mengakses, untuk memahami kondisi sampai level keluarga,” ungkapnya.
Ahmadriswan menjelaskan, pengembangan platform digital tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan data statistik lebih mudah dimanfaatkan dalam mengidentifikasi persoalan dan mendukung perencanaan pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, media, akademisi, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap statistik harus dibangun melalui proses yang konsisten, transparan, profesional, serta kemampuan menghadirkan data yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kepercayaan dibangun melalui proses konsisten, transparan, profesional, dan mampu menunjukkan bahwa statistik yang dihasilkan memang menjawab kebutuhan,” katanya.
BPS Bukan Sekadar Penghasil Angka
Dalam kegiatan tersebut, Ahmadriswan turut memperkenalkan semangat transformasi BPS melalui tiga konsep utama, yakni data, cerita, dan dampak.
Data berkualitas harus diterjemahkan menjadi informasi yang mudah dipahami. Selanjutnya, informasi tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia mengibaratkan data sebagai darah pembangunan. Sebagaimana tubuh membutuhkan darah berkualitas, pembangunan juga memerlukan data yang berkualitas agar kebijakan pemerintah tidak keliru dalam membaca kondisi masyarakat.
Melalui kegiatan *Leaders Talk: BPS di Mata Publik*, BPS Provinsi Lampung membuka ruang dialog dengan berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, akademisi, media, dunia usaha hingga pemangku kepentingan lainnya.
Forum tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan perspektif, masukan, dan kritik konstruktif dalam meningkatkan kualitas statistik serta pelayanan publik.
Dalam kesempatan itu, BPS Provinsi Lampung juga memberikan penghargaan kepada tiga satuan kerja atas pelayanan statistik terpadu, yakni BPS Kota Metro, BPS Kabupaten Pringsewu, dan BPS Kabupaten Lampung Selatan.
Selain itu, BPS memberikan tali asih masing-masing sebesar Rp42 juta kepada dua perwakilan keluarga mitra BPS yang mengalami musibah saat menjalankan tugas pendataan Sensus Ekonomi 2026.
Melalui penguatan kualitas data, transformasi pelayanan, dan kolaborasi lintas sektor, BPS Lampung berharap statistik tidak hanya menjadi publikasi angka, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif.

0 Komentar