Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pemprov Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemprov Lampung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2026

Kerusakan Jalan Metro–Kota Gajah Dipicu Curah Hujan Tinggi dan Lonjakan Kendaraan Berat


Lampung Tengah
– Pemerintah Provinsi Lampung terus mempersiapkan langkah penanganan kerusakan jalan provinsi yang terjadi di sejumlah ruas, khususnya pada jalur Metro–Kota Gajah.

Kerusakan jalan tersebut dinilai semakin parah akibat curah hujan yang tinggi serta peningkatan volume kendaraan berat seiring membaiknya konektivitas jalan utama di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Tafiqullah, menjelaskan bahwa rampungnya pembangunan jalan dari Kota Gajah menuju arah Semarang dengan lebar enam meter berdampak pada meningkatnya arus lalu lintas secara signifikan. Kondisi ini turut memberi tekanan pada jalan-jalan penghubung di sekitarnya.

“Dampaknya terasa hingga ke ruas penghubung, termasuk Jalan Pattimura di Kota Metro, yang saat ini menerima beban kendaraan di luar kapasitas awal,” ujar Tafiqullah Saat ditemui dikantornya pada Rabu 7/1/2026.

Ia mengibaratkan penanganan kerusakan jalan seperti proses diagnosis dalam dunia medis. Menurutnya, diperlukan analisis menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama kerusakan sebelum dilakukan perbaikan.

“Kalau dianalogikan seperti dokter, kita harus mendiagnosis dulu. Di lapangan terlihat jelas ada lonjakan kendaraan berat, dan musuh utama jalan aspal itu adalah air,” jelasnya.

Curah hujan tinggi menyebabkan air meresap ke dalam struktur perkerasan jalan, terutama pada ruas yang belum dilengkapi sistem drainase memadai. Kondisi ini mempercepat kerusakan, terlebih pada jalan yang sejak awal belum pernah dilapisi aspal, meski badan jalannya telah tersedia.

Saat ini, dari total 98 ruas jalan provinsi, sebanyak 62 ruas telah dilakukan perbaikan. Namun demikian, masih terdapat sejumlah titik yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar karena belum pernah diaspal sama sekali. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi serta kemampuan anggaran daerah.

Tafiqullah mengakui, tantangan penanganan kerusakan jalan cukup kompleks. Selain keterbatasan anggaran, diperlukan koordinasi lintas sektor, baik pekerjaan yang dilakukan secara swakelola oleh tim internal, proyek yang dikontrakkan kepada pihak ketiga, maupun koordinasi dengan pemerintah pusat di Jakarta.

“Tidak semua pekerjaan bisa dilaksanakan secara bersamaan. Ada jembatan, ada ruas jalan, dan ada proyek lain. Kalau dipaksakan paralel, justru bisa menghambat mobilitas masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kondisi jalan rusak, yang berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi, termasuk akses ke pasar dan fasilitas umum.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. PR kita memang masih banyak, namun kami berkomitmen menyelesaikannya secara bertahap dan secepat mungkin,” pungkasnya.

Sabtu, 20 Desember 2025

Semarak Perayaan HUT ke-5 dan Rakernas FOIIN 2025 di Bandar Lampung, Momentum Kebangkitan Pariwisata


Bandar Lampung
– Komunitas otomotif Fortuner International Indonesia (FOIIN) menggelar Anniversary ke-5 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FOIIN Tahun 2025,Pada Sabtu malam(20/12/2025) berlangsung di Santika hotel.


Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, S.E., M.Si, Ketua RAPI Provinsi Lampung, Ketua Umum RAPI Pusat,H. Riza Fachrial, S.E., Ketua Umum FOIIN, Bima Aloegoro,serta Ketua FOIIN Provinsi Lampung,Rian Fauzan, beserta anggota FOIIN dari berbagai daerah di Indonesia.


Dalam sambutannya, Bobby Irawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FOIIN yang telah memilih Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah Rakernas 2025. Ia berharap komunitas otomotif seperti FOIIN tidak hanya menjadi wadah penyalur hobi, tetapi juga berperan aktif sebagai duta pariwisata yang memperkenalkan potensi wisata Lampung ke tingkat nasional maupun internasional.


“Komunitas otomotif memiliki peran strategis dalam mempromosikan destinasi wisata. Kehadiran FOIIN di Lampung diharapkan mampu mengangkat potensi wisata unggulan daerah,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum FOIIN, Bima Aloegoro, menjelaskan bahwa FOIIN bukan sekadar komunitas otomotif nasional, melainkan komunitas yang membawa nama Indonesia ke kancah internasional.


“FOIIN bukan hanya ada di Indonesia, tetapi juga go internasional. Melalui touring dan kegiatan lintas daerah bahkan lintas negara, kami menjalin silaturahmi antar pulau dan antar bangsa dengan ikon kendaraan Fortuner,” jelas Bima.


Ia menambahkan, selain hobi otomotif, FOIIN juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana nasional.


“FOIIN selalu berada di garda terdepan dalam aksi sosial. Kami mengajak seluruh member untuk menyisihkan sebagian rezekinya dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.


Ketua FOIIN Provinsi Lampung, Rian Fauzan, menjelaskan bahwa jumlah peserta Rakernas tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi ekonomi nasional dan cuaca ekstrem.

“Cuaca dan gelombang laut yang cukup tinggi membuat beberapa member terpaksa membatalkan kehadiran, meskipun sudah melunasi biaya hotel dan kegiatan,” ujarnya.


Dalam Rakernas tersebut, FOIIN membahas berbagai agenda penting, mulai dari program kerja rutin setiap chapter, musyawarah antar chapter, hingga rencana kegiatan nasional ke depan.seperti penanganan bencana banjir bandang dan kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi perhatian utama.


Rian Fauzan juga menyampaikan aspirasi komunitas kepada pemerintah terkait kebijakan energi dan otomotif, khususnya mengenai ketersediaan bahan bakar di Lampung.

“Kami berharap ke depan ada perhatian lebih terkait keseimbangan antara kendaraan listrik dan kendaraan konvensional, serta kemudahan akses bahan bakar, karena beberapa member mengalami kesulitan, terutama yang belum memiliki barcode,” ujarnya.

Sebagai rangkaian kegiatan, para peserta Rakernas FOIIN 2025 juga mengikuti wisata bahari di Lampung, mengunjungi Pulau Wayang dan Pulau Pahawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FOIIN dalam mendukung promosi pariwisata daerah.

Ke depan, FOIIN berencana menggelar touring nasional yang dikemas dengan kegiatan wisata dan bakti sosial.

Perayaan HUT ke-5 dan Rakernas FOIIN 2025 ini menjadi momentum penting bagi FOIIN untuk memperkuat solidaritas, memperluas jaringan internasional, serta berkontribusi nyata bagi pariwisata dan masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.

Jumat, 19 Desember 2025

Hari Jalan 2025, Dinas Bina Marga Lampung Tunjukkan Kepedulian Sosial Korban Bencana


Lampung
– Dalam rangka memperingati Hari Jalan yang diperingati setiap 20 Desember, Forum Dinas Bina Marga se-Provinsi Lampung menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp25 juta untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bantuan tersebut disalurkan melalui Bumbung Kemanusiaan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung sebagai bentuk kepedulian sosial insan infrastruktur.


Penyerahan donasi berlangsung di Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Jumat (19/12/2025). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah bersama Kepala Balai Jalan kepada Ketua Harian Kwarda Lampung, Riski Sofyan, yang mewakili Ketua Kwarda Lampung Jihan Nurlela.


Ketua Harian Kwarda Lampung, Riski Sofyan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Forum Dinas Bina Marga Lampung terhadap masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.


“Donasi ini merupakan wujud nyata solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bantuan ini akan segera kami salurkan melalui mekanisme Bumbung Kemanusiaan Pramuka,” ujar Riski.


Ia menambahkan, peringatan Hari Jalan 2025 menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa peran insan infrastruktur tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial melalui aksi-aksi kemanusiaan.


“Kami memastikan bantuan ini disalurkan secara tepat sasaran melalui jaringan Pramuka Peduli di wilayah terdampak bencana,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, ,M. Taufiqullah menegaskan bahwa peringatan Hari Jalan tahun ini mengusung semangat konektivitas untuk mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.


“Hari Jalan menjadi pengingat pentingnya konektivitas. Alhamdulillah, kondisi jalan provinsi Lampung saat ini telah mencapai 79,79 persen jalan mantap, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran,” ujarnya.


Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung bersama gubernur terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Pada tahun 2026, anggaran perbaikan jalan direncanakan akan ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


“Jalan adalah pondasi awal perbaikan ekonomi. Target kami, di akhir masa jabatan gubernur, tingkat kemantapan jalan bisa mencapai di atas 90 persen,” jelasnya.


Taufiqullah juga menegaskan kesiapsiagaan Dinas BMBK dalam menghadapi potensi bencana dengan menyiagakan alat berat serta memperkuat koordinasi lintas kabupaten dan kota agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif.


Senada dengan itu, Riski Sofyan menyatakan bahwa jalan nasional maupun provinsi memiliki peran strategis dalam mendukung investasi, pengendalian inflasi, dan ketahanan pangan.


“Komitmen gubernur menjadikan jalan sebagai prioritas utama pembangunan daerah sangat tepat. Infrastruktur jalan yang baik akan memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Ia juga mendorong kolaborasi pembiayaan pembangunan infrastruktur agar tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga melalui APBN, CSR industri, serta partisipasi masyarakat, guna mempercepat pemantapan jalan di Provinsi Lampung. 

Kamis, 18 Desember 2025

Tinjau Sentra Sayur di Sukau, Gubernur Mirza Instruksikan Proteksi Harga Panen Petani dan Siapkan Hilirisasi di Lampung Barat


Lampung Barat
---- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melakukan kunjungan kerja ke Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (18/12/25).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau langsung sentra sayur-mayur dan menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk melindungi stabilitas harga jual petani serta mempercepat program hilirisasi pertanian.

Di hadapan para petani dan jajaran pemerintah daerah setempat, Gubernur Mirza menyoroti ironi yang kerap dialami petani hortikultura.

Meskipun tanah Lampung Barat sangat subur dengan produksi ribuan ton, kesejahteraan petani sering tergerus akibat anjloknya harga saat panen raya. Hal ini diperparah dengan masuknya komoditas serupa dari luar daerah yang membanjiri pasar lokal.

"Ke depan, pasar harus dikendalikan. Selama petani Lampung Barat sedang panen raya, pasar di seluruh Lampung harus menyerap hasil dari sini terlebih dahulu. Dinas Perdagangan harus menjaga pasar kita, jangan sampai barang luar masuk saat petani kita sedang panen yang mengakibatkan harga hancur," tegas Gubernur.

Gubernur mencontohkan fluktuasi harga pada komoditas cabai dan kol yang kerap merugikan petani hingga ke level harga yang tidak masuk akal. Oleh karena itu, proteksi pasar lokal menjadi prioritas utama dalam strategi tata niaga pertanian provinsi ke depan.

Selain tata niaga, Gubernur Mirza juga menyampaikan solusi konkret untuk menekan biaya produksi petani melalui program "Desaku Maju". Pemerintah Provinsi menargetkan tahun depan seluruh desa di Lampung akan mendapatkan fasilitas dan suplai pupuk organik cair secara gratis.

"Dengan pupuk organik cair ini, kita targetkan produksi meningkat 15-20 persen, sekaligus memangkas ketergantungan petani pada pupuk kimia," jelasnya.

Terkait hilirisasi, Gubernur menekankan pentingnya pengolahan pasca-panen dilakukan di dalam daerah untuk menjaga nilai tambah ekonomi. Ia menyoroti fenomena gabah Lampung yang seringkali dibawa keluar daerah untuk digiling, sehingga Lampung kehilangan potensi ekonomi dari produk turunan beras.

"Kita akan bangun Rice Milling Unit (RMU) di Lampung Barat agar gabah petani diolah di sini. Nilai tambahnya harus berputar di Lampung Barat. Selain itu, kita juga siapkan infrastruktur Cold Storage untuk sayuran serta mesin pengering (dryer) untuk komoditas kopi dan jagung," tambah Gubernur.

Kunjungan ini juga menjadi momentum penguatan digitalisasi desa melalui sistem dashboard monitoring yang memungkinkan Pemerintah Provinsi Lampung memantau potensi dan kendala di 2.400 desa secara real-time, memastikan setiap kebijakan pembangunan tepat sasaran dan berbasis data.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dalam kesempatannya menyoroti kendala pada sektor hortikultura seluas 10.000 hektar. Tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya residu pestisida pada sayuran lokal yang menghambat masuknya produk tersebut ke dalam suplai program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ia berharap adanya intervensi dan edukasi dari pemerintah provinsi agar kualitas hasil panen petani meningkat, residu berkurang, dan harga jual menjadi lebih kompetitif.

Parosil juga berterima kasih atas alokasi anggaran Pemerintah Provinsi Lampung di akhir tahun 2025 sebesar Rp40 Miliar dan tambahan Rp4,6 Miliar untuk penanganan ruas jalan Pekon Balak menuju Suoh, serta rencana penanganan jalan ke arah Ulu Belu.

Sementara itu, Sugio, Petani asal Pekon Hanakau Kecamatan Sukau, melihat program "Desaku Maju" sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga denyut nadi ekonomi pedesaan. Ia menaruh harapan besar agar sinergi ini terus berlanjut, tidak hanya berhenti pada bantuan alat, tetapi juga pada stabilitas harga yang menjadi nyawa bagi kesejahteraan petani.

"Hadirnya pemerintah provinsi kepada kami petani, pertama mungkin hadirnya terkait dengan kontrol harga, baik itu di hortikultura maupun di hasil panen padi. Mudah-mudahan program ini berkesinambungan dan berpijak pada kekuatan petani di pekon-pekon," pungkas Sugio penuh harap. 

Sabtu, 13 Desember 2025

Dukung Pemenuhan Hak Literasi Warga Binaan, Pemprov Lampung Teken Kerja Sama dengan Lapas Narkotika dan PKBM Nusa Indah


Bandar Lampung
---- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus berkomitmen memperluas jangkauan layanan literasi dan pendidikan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nusa Indah Bandar Lampung.

Kegiatan penandatanganan yang berlangsung di Aula Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung pada Kamis (11/12/2025) ini, dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung beserta jajaran, serta pimpinan PKBM Nusa Indah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri menyatakan bahwa kolaborasi tiga pihak ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung program pembinaan dan rehabilitasi. Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan literasi, pendidikan nonformal, dan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dalam kesepakatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung akan berperan aktif menyediakan dukungan berupa layanan pojok baca, rotasi bantuan bahan pustaka yang relevan, serta pendampingan kegiatan literasi. Sementara itu, PKBM Nusa Indah akan berfokus pada penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dan pelatihan berbasis kompetensi guna meningkatkan skill para WBP.

Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih produktif dan humanis, khususnya bagi WBP kasus narkotika. Dukungan literasi dan pendidikan diharapkan dapat menjadi sarana pemulihan mental, membuka wawasan positif, serta meningkatkan kualitas diri para warga binaan.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak berjalan sendiri, melainkan didukung penuh oleh pemerintah daerah dan lembaga pendidikan masyarakat.

Senin, 24 November 2025

Dankodaeral III Laksanakan Kunjungan Kerja ke Lanal Lampung


Lampung
– Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III Laksda TNI Uki Prasetia, S.T., M.M. beserta Ketua Daerah Kodaeral III Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Hening Uki Prasetia, melaksanakan kunjungan kerja ke Lanal Lampung, Senin (24/11)

Kedatangan Dankodaeral III bersama rombongan disambut hangat oleh Komandan Lanal Lampung Kolonel Laut (P) Krido Satriyo U., S.E., M.Tr.Hanla bersama Ketua Cabang 3 Daerah Kodaeral III Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Nuke Krido Satriyo, bertempat di Kantor Satker Lanal Lampung.

Penyambutan diawali dengan Valreep, Penampilan Tari Penyambutan, pengalungan kain tapis khas Lampung, serta yel-yel semangat dari prajurit Lanal Lampung. Usai prosesi penyambutan, Dankodaeral III menerima Laporan Komando dari Danlanal Lampung.

Dalam rangkaian kegiatan, Dankodaeral III beserta Ketua Daerah Kodaeral III meninjau pelaksanaan bakti kesehatan yang digelar di Lanal Lampung, meliputi donor darah, pengobatan umum gratis, pengobatan gigi gratis, serta layanan Posyandu. Selain itu, selain Dankodaeral beserta Ibu Ketua Daerah kodaeral III itu juga menyerahkan paket sembako kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Kunjungan kerja ini juga dilaksanakan kegiatan tatap muka bersama seluruh prajurit, PNS, dan Jalasenastri Lanal Lampung. Dalam kesempatan tersebut, Dankodaeral III memberikan arahan, motivasi, serta penekanan mengenai pentingnya profesionalisme, soliditas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas.

Agenda dilanjutkan dengan audiensi ke Kantor Gubernur Lampung dan diterima oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. beserta staff. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat kerjasama antara TNI AL dengan Pemerintah Provinsi Lampung.

Kunjungan Dankodaeral III ke Lanal Lampung, diharapkan semakin mempererat hubungan kedinasan sekaligus meningkatkan semangat pengabdian keluarga besar Lanal Lampung dalam mendukung tugas-tugas TNI AL di wilayah Provinsi Lampung.

Wamendagri Apresiasi Daerah Kendalikan Inflasi, Pemprov Lampung Siap Optimal*


Bandar Lampung
--- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual bertempat di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (24/11/2025).

Wamendagri Akhmad Wiyagus dalam arahannya menekankan bahwa rakor ini merupakan agenda rutin yang menjadi instruksi langsung Presiden terkait pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta mendorong capaian agenda prioritas nasional.

"Rapat ini merupakan agenda rutin yang menjadi arahan langsung dari Bapak Presiden, yang menekankan pentingnya sinergi konsisten antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi di daerah serta beberapa agenda prioritas nasional yang perlu dibahas bersama," ucapnya.

Wamendagri juga menjelaskan bahwa Presiden secara khusus menegaskan bahwa pemerintah memiliki perangkat pengendali inflasi yang lengkap, sehingga kolaborasi seluruh elemen sangat dibutuhkan. Wamendagri kemudian memaparkan perkembangan inflasi terbaru.

Secara nasional, Wamendagri menjelaskan bahwa inflasi pada Oktober 2025 tercatat 2,86% (year-on-year), berada dalam rentang target inflasi nasional yaitu 1,5%–3,5%. Komoditas penyumbang utama inflasi meliputi emas perhiasan, cabai, dan beras.

Adapun secara month-to-month, komoditas yang memberi andil terbesar juga relatif sama, yaitu emas perhiasan, cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Wamendagri menyoroti tingginya harga emas internasional yang memicu lonjakan harga emas dalam negeri hingga mencapai Rp2.237.000,00 per gram.

"Harga emas yang melonjak cukup tinggi secara internasional akibat tingginya permintaan berdampak pada kenaikan harga dalam negeri. Laporan terbaru World Gold Council menunjukkan dua dari tiga orang Indonesia berinvestasi emas, dan tren ini diperkirakan berlanjut dalam 12 bulan ke depan," jelasnya.

Menurut Wamendagri, emas kini menjadi instrumen pilihan masyarakat Indonesia untuk menjaga ketahanan finansial dan menyediakan dana darurat.

Lebih lanjut, Wamendagri juga mengapresiasi pemerintah daerah yang mampu menjaga inflasi dalam rentang target nasional. Meski demikian, ia memberikan atensi khusus kepada daerah yang masih mencatatkan inflasi relatif tinggi.

Berdasarkan data perkembangan harga pada minggu ketiga November 2025, tiga komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan harga di berbagai daerah adalah bawang merah, telur ayam ras, dan cabai merah.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, turut memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) berdasarkan pencatatan SP2KP hingga 21 November 2025.

Amalia menyampaikan bahwa pada minggu ketiga (M3) November 2025, terdapat 6 provinsi mengalami kenaikan IPH, 31 provinsi mengalami penurunan, dan 1 provinsi tercatat stabil.

Adapun komoditas penyumbang utama kenaikan IPH di enam provinsi tersebut adalah cabai merah, yang sejak beberapa minggu terakhir terus mengalami tekanan harga. (*)

Selasa, 21 Oktober 2025

Akad Massal KUR bagi 800 Ribu Pelaku UMKM Digelar Serentak di 38 Provinsi, Lampung Terima Alokasi Rp919 Miliar


BANDARLAMPUNG
— Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengikuti pelaksanaan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 800.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar serentak di 38 provinsi seluruh Indonesia melalui virtual meeting bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di Aula Mahan Agung, Bandarlampung, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan nasional ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM di seluruh daerah. Program KUR massal dirancang untuk mempercepat penyaluran permodalan, memperkuat struktur usaha kecil, serta meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat melalui dukungan pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau.

Presiden Prabowo Subianto, yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, memimpin langsung prosesi akad massal secara hybrid dari pusat acara di Surabaya, Jawa Timur, terhubung secara virtual dengan seluruh pemerintah provinsi di Indonesia. Setiap daerah menjadi lokasi pelaksanaan simultan, melibatkan perwakilan UMKM penerima KUR, perbankan penyalur, serta unsur pemerintah daerah terkait.

Di Provinsi Lampung, pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Aula Mahan Agung dan diikuti oleh jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Kepala Bappeda, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, serta jajaran kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. 

Kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan lembaga keuangan penyalur KUR. Acara berlangsung tertib dan interaktif, menandai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa kegiatan akad massal KUR berlangsung serentak di seluruh Indonesia, dihadiri oleh para gubernur dari 38 provinsi, kepala dinas, serta pelaku UMKM. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam mendukung akses pembiayaan bagi UMKM.

Ia menjelaskan, peningkatan penyaluran KUR ini penting karena menunjukkan pergeseran dari pembiayaan konsumtif ke produktif yang dapat menggerakkan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat basis ekonomi nasional. Dari total 3,7 juta debitur KUR, program ini diperkirakan telah menciptakan 6–9 juta lapangan kerja baru di seluruh Indonesia.

Menteri Maman menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyaluran KUR dan menargetkan 62% alokasi ke sektor produksi pada tahun 2026. Ia juga menyoroti pentingnya menggeser tenaga kerja UMKM dari sektor informal ke formal melalui berbagai program perlindungan sosial, kesehatan, dan asuransi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pelaku UMKM adalah pahlawan ekonomi bangsa, dan program KUR merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif di seluruh daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga mengumumkan kebijakan penghapusan utang macet UMKM, agar pelaku usaha terdampak dapat kembali memperoleh akses kredit. Pemerintah menargetkan penyaluran KUR tahun ini mencapai Rp300 triliun, dengan alokasi sektor produksi ditingkatkan menjadi 65%, naik dari capaian 60% sebelumnya.

Ia menyoroti bahwa kualitas penyaluran KUR terus membaik, dengan tingkat kredit macet (NPL) hanya 2,28%, jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman non-KUR yang mencapai 4,55%. Pemerintah juga mendorong perluasan penyaluran KUR ke luar Pulau Jawa serta memperkuat sektor padat karya seperti industri tekstil, sepatu, kulit, dan pertanian rakyat, termasuk komoditas tebu.

Selain itu, Airlangga meluncurkan program Kredit Perumahan Rakyat dengan tambahan anggaran Rp130 triliun di luar KUR utama, yang ditujukan untuk membangun 320 ribu unit rumah serta mendukung kontraktor lokal UMKM agar berperan dalam pembangunan perumahan rakyat.

Menutup sambutannya, Airlangga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan program ini, serta menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung memantau pelaksanaan KUR sebagai salah satu instrumen utama dalam pembangunan ekonomi rakyat yang mandiri dan berkeadilan.

Dalam kesempatan ini, Provinsi Lampung menerima alokasi dana sebesar Rp919 miliar yang didistribusikan bagi 15.381 debitur di seluruh kabupaten/kota.

Penyerahan KUR secara simbolis diberikan kepada empat debitur, yaitu Thian Saputra (usaha bengkel dan sparepart motor, senilai Rp20 juta), Dian Ratnasari (usaha furniture, senilai Rp50 juta), Rahmat Hidayat (usaha bengkel las, senilai Rp50 juta), dan Muhammad Suharto (usaha warung sembako, senilai Rp70 juta). Prosesi penandatanganan dilakukan secara langsung dan disaksikan oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Direktur Utama Bank Lampung Mahdi Yusuf. (Adpim)

Senin, 20 Oktober 2025

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Resmikan Pabrik Penyulingan Minyak Sawit Cargill di Lampung


Lampung
– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meresmikan pabrik penyulingan minyak kelapa sawit (Lampung Refinery) milik PT Parcim Nusantara Lestari Foods, bagian dari Cargill Group, di Panjang, Bandar Lampung, Senin (20/10/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa kehadiran investasi strategis ini menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah.

“Kami sangat bangga dan bersyukur karena Lampung telah menjadi pilihan strategis bagi investasi global. Kehadiran perusahaan besar seperti Cargill menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam, tenaga kerja, maupun infrastruktur,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat meresmikan pabrik penyulingan minyak kelapa sawit (Lampung Refinery) milik PT. Parcim Nusantara Lestari Foods, bagian dari Cargill Group | Foto : Dok. Adpim

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat meresmikan pabrik penyulingan minyak kelapa sawit (Lampung Refinery) milik PT. Parcim Nusantara Lestari Foods, bagian dari Cargill Group. Foto: Dok. Adpim

Ia menjelaskan, sekitar 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung masih ditopang sektor pertanian dan perkebunan, sementara industri pengolahan baru menyumbang sekitar 19 persen. Karena itu, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan di sektor industri hilir untuk memperkuat nilai tambah ekonomi daerah.

“Kami menargetkan agar kontribusi industri pengolahan di Lampung meningkat dua kali lipat. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden agar Lampung menjadi provinsi tujuan hilirisasi komoditas pangan nasional,” tambahnya.Kelontong

Menurut Gubernur Mirza, kehadiran Lampung Refinery juga akan memberikan dampak positif bagi petani sawit. Dari sekitar 190 ribu hektare lahan sawit di Lampung, sebagian besar dikelola oleh petani kecil.

“Dengan adanya fasilitas refinery seperti ini, harga sawit di tingkat petani akan lebih stabil, dan masyarakat semakin termotivasi untuk melakukan replanting,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus menjaga iklim investasi dengan meningkatkan infrastruktur, mendorong digitalisasi layanan publik, menyederhanakan perizinan, serta menjamin persaingan usaha yang sehat.

“Semua pelaku industri harus merasa nyaman dan berdaya saing di Lampung,” tegasnya.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat meresmikan pabrik penyulingan minyak kelapa sawit (Lampung Refinery) milik PT. Parcim Nusantara Lestari Foods, bagian dari Cargill Group | Foto : Dok. Adpim

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat meresmikan pabrik penyulingan minyak kelapa sawit (Lampung Refinery) milik PT. Parcim Nusantara Lestari Foods, bagian dari Cargill Group. Foto: Dok. Adpim

BACA JUGA: DPD SPRI Lampung Menggelar Diklat Jurnalis

Sementara itu, Group President Cargill Agriculture and Trading Business in Asia Pacific, Penne Kehl, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan penuh sejak tahap perencanaan hingga peresmian.

“Ini bukan sekadar pembukaan fasilitas baru, tetapi juga mencerminkan pentingnya Indonesia bagi Cargill. Kami berkomitmen menghadirkan minyak sawit yang berkelanjutan dan dapat ditelusuri, dari perkebunan hingga ke pelanggan di seluruh dunia,” kata Penne.

Ia menambahkan, Indonesia merupakan pusat rantai pasok global Cargill yang menghubungkan produksi agribisnis nasional dengan pasar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik.

“Lebih dari sekadar bisnis, kami bangga mendukung berbagai program yang meningkatkan gizi, pendidikan, kesehatan, dan kesadaran lingkungan di Lampung,” ujarnya.Beli vitamin dan suplemen

Di tempat yang sama, Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Investasi Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, yang hadir mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebut bahwa pembangunan Lampung Refinery menjadi tonggak penting bagi penguatan industri hilirisasi sawit nasional.

“Kami mengapresiasi kontribusi Cargill yang telah berinvestasi selama 50 tahun di Indonesia. Investasi terbaru senilai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun adalah bukti nyata komitmen terhadap kemajuan industri hilir,” jelas Doddy.

Ia menambahkan, industri hilirisasi kelapa sawit saat ini menyerap lebih dari 4,1 juta tenaga kerja dan menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 16 juta jiwa di Indonesia.

“Hilirisasi sawit tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa, termasuk di Lampung,” ujarnya.Kelontong

Doddy menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah guna menjaga keberlanjutan investasi industri dan memperluas kapasitas produksi berdaya saing tinggi.

“Kami berharap kemudahan investasi dan perlindungan tenaga kerja dalam negeri dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertumbuhan industri nasional,” pungkasnya.

Sabtu, 04 Oktober 2025

KONI Lampung Gelar Rakerprov 2025, Dorong Sinergi untuk Membangun Prestasi Olahraga


BANDAR LAMPUNG
– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2025 di Hotel Emersia Resort, Bandar Lampung, Sabtu (4/10/2025).

Rakerprov kali ini mengusung tema “Dari Sinergi untuk Membangun Prestasi Guna Membangun Masa Depan Olahraga di Provinsi Lampung.”

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda, Ketua PPK Provinsi Lampung Purnama Wulansari Mirza, Kepala Dispora Provinsi Lampung Mairy Harika Sari, Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriyani, Rektor ITERA I Nyoman Pugeg Ariyantha, 15 pengurus KONI kabupaten/kota, serta perwakilan dari 62 cabang olahraga.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) yang diwakili oleh Kadispora Provinsi Lampung, Mairy Harika Sari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan olahraga tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Hal ini harus bersinergi dengan cabang olahraga, dunia pendidikan, hingga perguruan tinggi. Kita sudah menyaksikan bersama adanya kerja sama yang memiliki kapasitas besar dalam hal sumber daya alam dan manusia,” ujarnya.

Mairy menegaskan pentingnya forum Rakerprov sebagai ruang diskusi bersama untuk merumuskan target ke depan.
“Dengan semangat kebersamaan, forum ini akan melahirkan program-program strategis pemerintah provinsi Lampung,” katanya.

Ia juga mengapresiasi pencapaian Lampung pada PON XXI Aceh–Sumut 2024 yang berhasil meraih 22 medali emas dan menduduki peringkat 10 nasional. “Prestasi ini patut kita syukuri, namun juga menjadi bahan refleksi agar ke depan kita bisa bekerja lebih maksimal,” imbuhnya.

Rakerprov secara resmi dibuka dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim oleh perwakilan Gubernur Lampung.

Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Lampung Ir. Taufik Hidayat, M.M., M.E.P., dalam sambutannya menekankan pentingnya kreativitas pengurus dalam merancang program, termasuk menggali potensi sport tourism dan sport industry.

“Dua sektor ini bisa menjadi program unggulan karena berorientasi pada prestasi sekaligus mampu menciptakan sistem pengelolaan olahraga yang lebih baik di seluruh kabupaten/kota,” jelasnya.

Taufik juga menyinggung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Ia menyampaikan bahwa tiga kabupaten yang semula ditetapkan sebagai tuan rumah, yakni Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji, menyatakan belum siap untuk menjadi lokasi pelaksanaan ajang tersebut.

“Karena itu, kita akan mencari solusi terbaik agar Porprov 2026 tetap terlaksana dengan sukses,” tambahnya.

Ia berharap Rakerprov 2025 dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat untuk kemajuan olahraga di Provinsi Lampung.


Selasa, 23 September 2025

Unila Jadi Tuan Rumah Rakernas BEM SI 2025, Gubernur Lampung Tekankan Peran Mahasiswa dalam Pembangunan


BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (
Unila) menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang resmi dibuka pada Selasa (23/9/2025) di Gedung Serba Guna (GSG) Unila.

Rakernas yang mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi dan Merumuskan Arah Gerak Perjuangan Bersama” dibuka langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, S.E., MBA., Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., serta perwakilan BEM SI, mahasiswa, dan sivitas akademika Unila.

Dalam sambutannya, Rektor Unila berharap forum rakernas dapat menjadi wadah lahirnya ide-ide segar yang solutif.
“Melalui forum Rakernas ini, saya berharap kita semua dapat melahirkan gagasan konstruktif yang mampu menjawab tantangan zaman. Jadikan ruang ini sebagai tempat bertukar ide, merumuskan solusi, dan menyusun langkah nyata demi Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Gubernur Lampung juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah.
“Mahasiswa adalah garda terdepan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan, baik di daerah maupun nasional. Kehadiran BEM SI di Lampung adalah momentum penting untuk memperkuat kolaborasi,” katanya.

Rakernas BEM SI 2025 akan berlangsung selama lima hari, hingga 27 September. Agenda yang dijalankan meliputi sidang dan diskusi internal untuk merumuskan program kerja bersama, sinkronisasi kerja sama antar-BEM, serta pembahasan isu-isu strategis yang dihadapi bangsa. Selain itu, kegiatan juga diwarnai dengan talk show interaktif serta field trip.

Melalui forum ini, mahasiswa Indonesia diharapkan dapat semakin solid dalam merumuskan langkah-langkah strategis menjawab tantangan bangsa sekaligus memperkuat peran BEM SI sebagai representasi gerakan mahasiswa di tingkat nasional.


HIPMI Lampung Diminta Jadi Motor Hilirisasi Komoditas Menuju Indonesia Emas 2045


BANDAR LAMPUNG
– Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung untuk menggali dan mengoptimalkan potensi hilirisasi komoditas lokal. Menurutnya, langkah strategis ini penting guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah di tingkat nasional maupun global.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIV Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Lampung Periode 2025–2028 di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (23/9/2025). Rakerda tahun ini mengusung tema “Transformasi Ekonomi Lampung: Hilirisasi Komoditas dan Peran HIPMI Menuju Daya Saing Global.”

Dalam sambutannya, Mirza menekankan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Lampung dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Karena itu, pembangunan ke depan harus berfokus pada pengembangan industri hilirisasi dan pengolahan hasil pertanian untuk menghasilkan nilai tambah yang signifikan.

“Selama ini komoditas kita keluar dalam bentuk bahan mentah, ini harus diubah. Kita harus memastikan semua komoditas diolah terlebih dahulu sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar di Lampung,” tegasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah komoditas unggulan Lampung yang memiliki potensi hilirisasi tinggi. Padi, yang kini berkontribusi 4,2 persen terhadap PDRB, berpotensi meningkat hingga 6,2 persen. Jagung dengan kontribusi 3,4 persen bisa terdongkrak menjadi 15 persen, sementara kopi yang saat ini menyumbang 2 persen berpeluang naik hingga 12,6 persen melalui hilirisasi.

“Ini adalah kekayaan Lampung yang belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama oleh pengusaha lokal. Jika pengusaha tidak mengolah komoditas ini sendiri, maka perusahaan dari luar daerah yang akan mengambil peluang tersebut. Uang yang mestinya berputar di Lampung justru keluar,” jelas Mirza.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya peran pengusaha lokal dalam menguasai sektor hilirisasi komoditas agar kesejahteraan masyarakat meningkat. HIPMI, lanjutnya, harus menjadi instrumen pemerintah dalam memastikan perputaran ekonomi tetap di daerah.

“Pengusaha lokal harus menjadi pelaku utama. Jika ada investasi dari luar, harus ada kerja sama yang melibatkan pengusaha lokal yang profesional,” ujarnya.

Lebih jauh, Gubernur Mirza juga mengajak pengusaha muda HIPMI untuk berperan aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Lampung sebagai provinsi penyangga utama memiliki peluang besar untuk ikut menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia.

“Masa depan Indonesia dan Lampung sangat bergantung pada generasi muda pengusaha seperti kalian. Dalam 20 tahun ke depan, ini adalah waktu bagi anak-anak HIPMI untuk memperkuat Indonesia,” pungkasnya.

Jumat, 19 September 2025

Lampung Jadi Target Program Hilirisasi dan Investasi Besar Sektor Pangan


BANDARLAMPUNG
--- Provinsi Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi besar yang akan dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Desember 2025 ini, akan dilakukan peremajaan tanaman di sektor hulu dengan kucuran dana Rp180 miliar. Dan Tahun depan akan dilakukan pembangunan pabrik pengolahan di sektor hilir. 

Hal itu terungkap dalam pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan Dirjenbun Kementan RI Abdul Roni Angkat beserta jajaran dan perwakilan perusahaan di Ruang kerja Gubernur, Bandarlampung, Kamis (18/9/25).

Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa saat ini Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi. 

“Sesuai instruksi pak Menteri, insya Allah kita akan usung program hilirisasi dan investasi yang besar untuk Lampung. Hilirisasi produk pangan di bagian hulu yaitu proses peremajaan, kita sediakan benih, jasa penanaman hingga pengolahan tanah. 

Kemudian, nilai investasinya yaitu dari bahan baku yang sudah kita berikan itu akan menjadi sebuah ekosistem dan menjadi sebuah bahan baku yang benar benar bisa diperhitungkan untuk dibuat sebuah produk hilirisasi perkebunan seperti pabrik tapioka, pabrik kopi, pabrik coklat, pabrik gula dan lain sebagainya,” jelas Roni. 

Roni menyebutkan pada tahap awal ini, Kementan RI akan langsung mengeksekusi proses hilirisasi di bagian hulu (proses peremajaan), “September ini akan langsung kita eksekusi dengan dana Rp180 miliar dan itu ditargetkan selesai di bulan Desember, kemudian untuk pembangunan pabrik pengolahan kemungkinan di tahun depan,” ujar Roni

Gubernur Mirza menyampaikan bahwa mayoritas hasil produk perkebunan dan pertanian di Lampung ini sudah diekspor ke berbagai negara dalam bentuk mentah. Hal tersebut yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Lampung sangat lamban dikarenakan rasio keuntungan yang didapatkan dari petani sangat kecil.

“Kurang lebih dari 60 persen ekspor kopi Indonesia ke negara luar ini sumber kopinya dari Lampung, coklat juga kurang lebih demikian. Jadi, Lampung ini berdasarkan analisis saya, 70 persen uangnya keluar dari Lampung. Artinya apabila 70 persen uang itu dikelola dan hanya berputar di Lampung, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita sangat cepat dan signifikan,” ujar Mirza. 

Mirza juga meyakini akan terwujudnya Lampung sebagai daerah sentra hilirisasi produk pangan itu dengan dalih bahwa saat ini setiap perusahaan yang berencana akan membangun pabrik pengolahan produk pangan semuanya melirik Provinsi Lampung. 

“Hasil perkebunan kita melimpah, lahan kita luas, lokasi kita strategis tidak terlalu jauh dengan Jakarta, jadi banyak perusahaan-perusahaan yang ingin membangun pabrik itu melirik daerah kita,” ujarnya..(Adpim)

Jumat, 29 Agustus 2025

Masjid Raya Al-Bakrie Masuki Tahap Akhir Pembangunan, Siap Diresmikan 12 September 2025


BANDARLAMPUNG
—– Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan meninjau progres pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie sekaligus melaksanakan Shalat Jumat di masjid tersebut, Jumat (29/8/2025).

Masjid yang diagendakan diresmikan pada 12 September 2025 tersebut telah memasuki tahap akhir pembangunan.

“Syukur alhamdulillah, siang hari ini kita bisa melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Raya Al-Bakrie. Tentunya ini sebuah kebanggaan bagi kami masyarakat Lampung,” ujar Marindo.

Ia mengapresiasi kontribusi keluarga besar Aburizal Bakrie yang telah membangun masjid tersebut di kampung halamannya.

“Keluarga besar Pak Aburizal Bakrie telah berinvestasi, bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat, dengan membangun rumah ibadah ini di tanah kelahirannya,” tambahnya.

Menurut Marindo, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sangat menyambut positif kehadiran Masjid Raya Al-Bakrie.

Dalam pertemuannya bersama Yayasan Bakrie Amanah, Gubernur menyampaikan rasa bangganya terhadap pembangunan masjid yang dinilai akan menjadi landmark baru di Lampung.

“Masjid ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga akan menjadi landmark kebanggaan bagi masyarakat Lampung. Harapannya, masjid ini dapat dimakmurkan dan diisi berbagai aktivitas di lingkungan Masjid,” kata Marindo.

Rabu, 27 Agustus 2025

Gubernur Lampung Resmi Lantik Nanda-Anton Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Periode 2025–2030


Bandar Lampung
– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi melantik Nanda Indira Bastian, S.E., M.M. dan Antonius Muhammad Ali, S.H. sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran periode 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (27/8/2025).

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-2876 Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Provinsi Lampung Masa Jabatan 2025–2030.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan kepala daerah baru tersebut. Ia menekankan pentingnya menghadirkan energi dan inovasi baru untuk membawa Pesawaran lebih maju.

 “Saya percaya, kepemimpinan baru ini akan membawa semangat baru, inovasi baru, dan energi baru untuk membangun Pesawaran lebih maju,” ujar Rahmat.

Rahmat juga berpesan agar pasangan Nanda–Anton segera menyusun RPJMD dan RPJPD Kabupaten Pesawaran dengan mengacu pada arah pembangunan Provinsi Lampung, RPJMN, serta visi besar Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, visi pembangunan ke depan menekankan tiga hal utama:

1. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

2. Penguatan sumber daya manusia yang unggul.

3. Kehidupan masyarakat yang berkeadilan dan harmonis.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan agar Pesawaran segera bersinergi dengan program nasional, di antaranya Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, pembangunan 3 juta rumah, layanan kesehatan gratis, serta program strategis lainnya.

Pada kesempatan tersebut, turut dilakukan penyerahan SK Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran. Gubernur berharap ketiga lembaga tersebut semakin berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian menegaskan komitmennya untuk segera merealisasikan program-program prioritas daerah yang sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi.

 “Kabupaten Pesawaran harus bergerak cepat. Fokus kita bukan hanya pada visi misi, tetapi juga pada perbaikan infrastruktur jalan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Kita akan menggali potensi daerah meski dengan keterbatasan anggaran,” ungkap Nanda.

Ia juga menambahkan bahwa kepemimpinannya bersama Anton akan berusaha menghadirkan pemerintahan yang responsif, transparan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.(Yuli)

Kamis, 21 Agustus 2025

AI Masuk ke Sekolah: Pemprov Lampung Dorong Guru Kuasai Artificial Intelligence, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di Era Digital


BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Provinsi Lampung 
mendorong  para tenaga pendidik untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat membuka acara "AI Goes to School", yang berlangsung di SMA Negeri 14 Bandar Lampung, Kamis (21/8/2025).

Wagub Jihan mengapresiasi sinergi antara Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyelenggarakan pelatihan bagi perwakilan guru di Kota Bandar Lampung. Ia menekankan bahwa penguasaan AI bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bagi para guru.

"Hari ini, bapak dan ibu guru sekalian mempunyai tantangan yang luar biasa banyak. Bukan hanya mengajar, tetapi juga harus terus belajar mengikuti perkembangan teknologi," ujarnya.

Wagub Jihan menuturkan bahwa para guru harus mampu memanfaatkan AI sebagai penunjang, bukan penghalang dalam proses belajar mengajar. Sebagai contoh, penggunaan AI bisa membuat pembelajaran bahasa Inggris, termasuk latihan percakapan, menjadi lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, teknologi AI dapat mempermudah siswa dalam menerima materi pelajaran yang semakin banyak. Wagub Jihan menegaskan bahwa pengajaran konvensional akan sangat berat jika terus diterapkan tanpa dukungan teknologi.

"Kalau kita menggunakan teknologi AI, maka itu akan sangat mempermudah siswa-siswa kita dalam menerima pelajaran," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Koordinator Mafindo Lampung Yoga Pratama berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menyatakan bahwa kegiatan serupa akan terus dilanjutkan dengan mengundang lebih banyak peserta, termasuk mahasiswa dan orang tua.

"Mari kita bersama-sama belajar dan manfaatkan teknologi AI ini dengan baik," ajak Yoga.

Acara yang diikuti oleh para guru di Bandar Lampung ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mencetak sumber daya manusia Lampung yang berdaya saing di bidang teknologi. (Adpim)

Pemprov Lampung Luncurkan Program Bank Sampah Sekolah SMA/SMK Kota Bandar Lampung, Para Siswa Diharapkan Jadi Agen Perubahan Lingkungan Sekolah


Bandar Lampung -
--- Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan Program Bank Sampah Sekolah SMA/SMK Kota Bandar Lampung, di GSG SMA Negeri 2 Bandar Lampung, Kamis (21/8/2025). 

Acara peluncuran dilakukan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan turut dihadiri Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Americo, Perwakilan Pimpinan Perbankan, Ketua Yayasan Rumah Kita, Ketua Forum CSR Provinsi Lampung, Kepala SMA/SMK Negeri di Kota Bandar Lampung, serta ratusan siswa-siswi SMA/SMK Negeri di Kota Bandar Lampung. 

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh lintas sektor terhadap keberhasilan program bank sampah sekolah.

Dalam sambutannya, Wagub Jihan, menekankan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar program pemerintah. Ia memaparkan bahwa di Provinsi Lampung volume sampah mencapai 720 ribu ton per tahun, sementara di Kota Bandar Lampung sendiri menghasilkan sekitar 800 ton sampah per hari. Jika dihitung dari seluruh sekolah SMA/SMK di Bandar Lampung, sampah yang dihasilkan per hari bisa mencapai 31 ton.

“Bisa dibayangkan, kalau sampah di sekolah saja bisa selesai dikelola, betapa banyak sampah yang tidak lagi menumpuk di TPA. Ini pekerjaan besar yang menjadi kewajiban kita semua, bukan hanya pemerintah,” ujarnya.

Wagub Jihan juga mengingatkan bahwa persoalan sampah plastik memiliki dampak panjang, mulai dari mencemari laut, merusak ekosistem, hingga menjadi mikroplastik yang masuk ke rantai makanan manusia.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy menekankan bahwa Bank Sampah memiliki tiga manfaat besar, yaitu manfaat ekonomi, pembentukan karakter, dan kesadaran lingkungan.

“Mengelola sampah memberikan manfaat ekonomi, melatih disiplin dan tanggung jawab, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan melalui konsep 3R: reduce, reuse, dan recycle,” ungkapnya.

Otto berharap nilai-nilai tersebut bisa tertanam kuat pada siswa, sehingga ketika lulus dan terjun ke dunia usaha maupun masyarakat, mereka tetap membawa kepedulian terhadap lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, acara diisi dengan penyerahan simbolis kerja sama dan tabungan simple dari perbankan kepada siswa, diantaranya PT BRI kepada SMA Negeri 2 Bandar Lampung, PT BNI KC Tanjung Karang kepada SMKN 1 Bandar Lampung, PT Bank Mandiri Area Lampung kepada SMA Negeri 9 Bandar Lampung, PT BSI Area Lampung kepada SMA Negeri 1 Bandar Lampung, serta PT BPD Lampung kepada SMK Negeri 4 Bandar Lampung.

Program bank sampah ini memungkinkan siswa menabung sampah yang sudah dipilah, seperti kertas, plastik, logam, dan kaca. Sampah yang disetorkan akan ditimbang, dicatat, lalu nilainya dikonversi menjadi saldo tabungan yang bisa diuangkan atau diakses secara cashless melalui QRIS.

Dengan hadirnya program Bank Sampah Sekolah, Pemerintah Provinsi Lampung berharap terbentuknya ekosistem pendidikan berbasis lingkungan hidup yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberi nilai tambah secara ekonomi bagi siswa dan sekolah. 

Minggu, 17 Agustus 2025

Upacara HUT ke-80 RI di Provinsi Lampung Berlangsung Khidmat, Gubernur Ajak Masyarakat Lampung Jadi Pelaku Utama Pembangunan


LAMPUNG
— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Minggu (17/08/2025).

Upacara berlangsung khidmat dengan Letnan Kolonel Infantri Setiawan Margo Utomo S.E, lulusan Akademi Militer tahun 2006 yang kini menjabat Komandan Batalyon Infantri 143 Triwira Eka Jaya, bertindak sebagai komandan upacara.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Lampung yang bertugas pada pengibaran bendera terdiri dari pembawa baki, Tasya Zakila asal SMA Kebangsaan, bersama pengibar bendera Yehezkiel Gracetyas Paskah asal SMA Negeri 1 Tanjung Raya, Jovi Seraf Yanuar Siburian asal SMA Yos Sudarso Metro, dan Ananda Fadlan Muhammad Arsan asal SMA Kemala Bhayangkari Kotabumi.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan juga momentum untuk memperkuat persatuan dan menghadirkan kesejahteraan.

“Delapan dekade yang lalu, para pendiri bangsa dengan gagah berani memproklamasikan kemerdekaan. Hari ini tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu dengan kerja nyata,” ucap Gubernur.

Tema peringatan tahun ini adalah Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Gubernur menjelaskan, makna persatuan tercermin dalam semangat gotong royong, sementara kesejahteraan rakyat menjadi fokus program nasional Presiden Prabowo Subianto melalui delapan Asta Cita, 17 program prioritas, dan delapan Program Hasil Terbaik Cepat.

“Anak-anak kita kini mendapatkan jaminan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis. Akses pendidikan diperluas lewat Sekolah Rakyat. Ini modal penting menuju Indonesia yang lebih sejahtera,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, cita-cita Indonesia maju juga terus diwujudkan lewat peningkatan daya saing global, pembangunan infrastruktur, serta pemerataan pendidikan.

“Kita ingin masyarakat merasakan langsung kemajuan itu, baik lewat peluang kerja, akses pendidikan yang merata, maupun rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia,” katanya.

Gubernur menambahkan, Provinsi Lampung sendiri menunjukkan capaian yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Lampung bergerak positif, investasi di sektor pertanian, perikanan, dan energi terus meningkat, sementara pembangunan infrastruktur diperkuat. Ia menegaskan UMKM dan pariwisata yang bangkit ikut menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, Gubernur mengungkapkan, pendapatan petani, nelayan, buruh, dan peternak meningkat, disertai dengan pemerataan pembangunan desa dan akses pendidikan yang inklusif, termasuk bagi kelompok disabilitas.

“Kita tidak tinggal diam, kita bergerak maju. Kita buktikan Lampung mampu menjadi pelaku utama pembangunan daerah dan bangsa,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada sejumlah pegawai negeri sipil. Mereka adalah Dra. Evi Fatmawati M.Si (30 tahun), Maryanto S.Sos (30 tahun), Andi Arafat S.T., M.E. (20 tahun), Sinta Fitriana S.St (20 tahun), Angga Damiri Wiranata S.STP., M.Si. (10 tahun), dan Frida Arsyad S.Sos., M.M. (10 tahun).



Gubernur juga menyerahkan remisi umum dan remisi khusus dalam rangka Hari Kemerdekaan ke-80. Remisi Umum 1 diberikan kepada 5.419 orang, Remisi Umum 2 langsung bebas kepada 216 orang, Remisi Dasawarsa 1 kepada 6.137 orang, dan Remisi Dasawarsa 2 langsung bebas kepada 133 orang.

Penghargaan Indeks Inovasi Daerah Provinsi Lampung Tahun 2025 turut diserahkan. Untuk kategori inovasi daerah dengan kematangan tertinggi, juara pertama diraih Dinas Sosial, juara kedua Badan Kepegawaian Daerah, dan juara ketiga Dinas Kesehatan. Pada kategori pelaporan inovasi terbanyak, juara pertama diraih Dinas Kesehatan, diikuti Badan Penghubung, dan Dinas Sosial. Sedangkan kategori nilai total kematangan inovasi terbesar, juara pertama diberikan kepada Badan Penghubung, juara kedua Dinas Kesehatan, dan juara ketiga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.Beli vitamin dan suplemen

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” seru Gubernur menutup pidatonya. (Red)

Gubernur Lampung Ikuti Detik-Detik Proklamasi Secara Virtual


BANDAR LAMPUNG
– Setelah memimpin upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Minggu (17/8/2025), Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela melanjutkan agenda dengan menyaksikan siaran langsung Detik-Detik Proklamasi dari Istana Negara secara virtual di Balai Keratun Lantai 3.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, serta para pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Peringatan HUT ke-80 RI tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, yang menjadi pengingat penting akan semangat persatuan dan cita-cita bangsa menuju kemajuan.

Dari Istana Negara, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan naskah proklamasi. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Kolonel Inf. Amril Hairuman Tehupelasury, Wakil Komandan Grup 1 Kopassus.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tampil penuh khidmat. Bianca Alessia Christabella Lantang (SMA Lentera Harapan Tomohon, Sulawesi Utara) bertugas sebagai pembawa baki bendera Merah Putih, didampingi cadangan Nindya Eltsani Fawwaz (SMAN 2 Kota Sungai Penuh, Jambi).

Pengibaran bendera dipimpin oleh Arka Bintang Is’adkauthar (SMA Al Hikmah Surabaya, Jawa Timur), bersama pengerek bendera Farrel Argantha Irawan (SMA Highscope Indonesia, Jakarta) serta pembentang bendera El Rayyi Mujahid Faqih (SMK Kehutanan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur).

Adapun Komandan Kelompok 17 dijabat Habib Burhan (SMAN 1 Pancung Soal, Sumatera Barat), sedangkan Komandan Kompi Paskibraka dipercayakan kepada AKP Raden Bimo Dwi Lambang (Kapolsek Batuaji, Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau).

Momen sakral ini disaksikan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dengan penuh khidmat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus tekad untuk melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa menuju Indonesia yang semakin maju.


Sabtu, 16 Agustus 2025

Gubernur Lampung Catat Rekor Dunia, Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Atas Laut Pantai Mutun



PESAWARAN
– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mencatat sejarah dengan menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di atas permukaan laut, tepatnya di Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (16/8/2025).

Upacara unik ini diikuti ratusan peserta dari Komunitas Perenang Antar Pulau-Lampung yang membentuk formasi angka “80” di tengah laut sebagai simbol usia kemerdekaan. Hadir pula Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Sekdaprov Marindo Kurniawan, serta Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana.

Atas pelaksanaan upacara tersebut, Gubernur Mirza menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Gubernur Pertama di Dunia yang menjadi Inspektur Upacara di atas permukaan laut. MURI juga mencatat peristiwa ini sebagai Upacara Bendera Merah Putih di Laut dengan Peserta Perenang Terbanyak.

Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan bahwa upacara ini merupakan wujud cinta tanah air yang kreatif sekaligus simbol keberanian, kebersamaan, dan inovasi bangsa.
“Bila umumnya upacara bendera dilakukan di darat, kali ini kita adakan di tengah laut. Ini adalah simbol keberanian, kebersamaan, sekaligus inovasi terhadap nilai luhur kemerdekaan itu sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemerdekaan bukanlah akhir, melainkan awal perjuangan bangsa. Mengutip Bung Karno, Gubernur menyampaikan bahwa bangsa yang tidak percaya pada kekuatan dirinya tidak akan mampu berdiri sebagai bangsa merdeka.
“Hari ini kita menunjukkan kepercayaan diri sebagai bangsa pemberani, sekaligus bangsa yang kuat dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Mirza menyinggung potensi Lampung sebagai daerah maritim dengan kekayaan wisata bahari. Pemerintah Provinsi Lampung, katanya, berkomitmen mengembangkan sektor tersebut secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah pusat.
“Lampung akan menjadi model pembangunan maritim yang kuat, mandiri, dan membanggakan. Harapan kami, Lampung tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari nasional, tetapi juga menjadi contoh pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan, inklusif, dan partisipatif,” jelasnya.

Di akhir amanatnya, Gubernur mengapresiasi Komunitas Perenang Antar Pulau yang kembali sukses mencatatkan rekor MURI. Tahun sebelumnya, komunitas ini berhasil memecahkan rekor berenang sejauh 8 km di perairan terbuka sambil membawa Bendera Merah Putih.
“Teruslah berkreasi dan menjadi inspirasi, karena kemerdekaan dihidupkan melalui karya dan pengabdian nyata. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk berkolaborasi mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Marketing MURI, Awan Raharjo, menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan antusiasme peserta. Ia mengungkapkan, awalnya peserta yang terdaftar sebanyak 511 orang, namun karena animo masyarakat yang tinggi, jumlahnya bertambah menjadi 565 peserta.