H. Wiyadi Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila, Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Kewaspadaan Sosial


BANDAR LAMPUNG – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, H. Wiyadi, S.P., M.M., menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di kawasan wisata Lengkung Langit 2, Kelurahan Sumberjo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan lingkungan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pembinaan dari Suhaeli dan Melinda, S.Sos., M.M. Materi yang disampaikan mencakup pengamalan nilai-nilai Pancasila, penguatan wawasan kebangsaan, kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, serta pentingnya bersikap bijak dalam menghadapi tantangan ekonomi keluarga.

Pancasila Harus Diamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan merupakan salah satu upaya untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa pengamalan Pancasila tidak cukup hanya sebatas pengetahuan atau teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial perlu tercermin dalam sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.

Wawasan kebangsaan juga menjadi landasan penting untuk menjaga keharmonisan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial masyarakat.

Dengan memperkuat nilai-nilai tersebut, masyarakat diharapkan mampu menjaga persatuan, menghindari konflik, serta mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Kejahatan

Selain penguatan ideologi Pancasila, materi pembinaan turut menyoroti pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kejahatan di lingkungan masyarakat.

Suhaeli dan Melinda mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam menjaga barang pribadi, terutama kendaraan bermotor. Masyarakat diimbau memarkir kendaraan di tempat yang aman, tidak meninggalkan kendaraan tanpa pengawasan, serta menggunakan kunci pengaman tambahan untuk mengurangi risiko pencurian.

Warga juga diminta mewaspadai berbagai modus penipuan, termasuk pelaku yang menggunakan pendekatan sok akrab atau berpura-pura mengenal korban untuk mendapatkan kepercayaan.

Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, terutama apabila terdapat perilaku atau situasi yang mencurigakan.

Kewaspadaan tersebut perlu diimbangi dengan kepedulian antarsesama warga. Komunikasi dan kerja sama yang baik di lingkungan tempat tinggal menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman.

Bijak Mengelola Ekonomi dan Menjaga Keharmonisan Keluarga

Dalam pembinaan tersebut, masyarakat juga diingatkan mengenai pentingnya mengelola keuangan rumah tangga secara bijak, khususnya di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Warga didorong untuk memprioritaskan kebutuhan pokok, menyusun pengeluaran sesuai kemampuan, serta menghindari belanja yang tidak mendesak.

Selain pengelolaan keuangan, kesabaran dan komunikasi dalam keluarga juga menjadi faktor penting untuk menjaga keharmonisan ketika menghadapi tekanan ekonomi.

Keluarga yang mampu membangun komunikasi yang baik, saling mendukung, dan mengutamakan penyelesaian masalah secara bijaksana akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Perkuat Gotong Royong dan Persatuan Masyarakat

Melalui kegiatan PIP-WK ini, H. Wiyadi mendorong penguatan pemahaman kebangsaan agar masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semangat gotong royong, toleransi, saling menghormati, dan kepedulian terhadap lingkungan perlu terus dipelihara sebagai modal sosial dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran bersama bahwa menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Dengan pemahaman ideologi Pancasila yang kuat, masyarakat diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial secara bijaksana, menjaga hubungan baik antarsesama, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Lengkung Langit 2 tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter kebangsaan masyarakat sekaligus mendorong penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Persatuan yang terjaga, lingkungan yang aman, dan masyarakat yang saling peduli menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan sosial yang damai, harmonis, dan berkeadilan.

Posting Komentar

0 Komentar