Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Anjau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anjau. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 September 2023

Jalin Silaturahmi, Ike Edwin Anjau Silau ke Marga Buay Nyerupa di Negara Batin Tanggamus


GK, TANGGAMUS | Irjen Pol (Purn) DR Hi Ike Edwin S.H.,M.H., M.M., lakukan kegiatan Anjau Silau (Silaturahmi) ke warga masyarakat  Buay Nyerupa Marga Liwa, Negara Batin, Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (16/09/2023).

Rombongan Dang Ike sapaan akrab mantan Kapolda Lampung itu diterima langsung oleh Suttan Batin Putra Irawansyah gelar pemuka Raja-raja Buay Nyerupa Seliwa di Semaka beserta tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh Agama marga Buay Nyerupa, di Lamban Gedung Negara Batin, Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Dalam acara Anjau Silau di Buay Nyerupa Marga Liwa Negara Batin Tanggamus, turut serta mendampingi Dang Ike Saibatin Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Sekala Brak, M Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti ke-27,  Ir Nerozelli Koenang Agung Putra, Supardi S.H.

Dalam Sambutannya Dang Ike mengatakan adanya  kegiatan Anjau Silau seperti ini diharapkan dapat meningkatkan persatuan antar Saibatin dengan Marga Buay Nyerupa dan tetap menjaga kearifan lokal serta kelestarian budaya adat Lampung, khususnya masyarakat adat Saibatin Kabupaten Tanggamus apalagi bicara sejarah yang masih satu asal dan satu rumpun dari Sekala Brak.

“Berkumpulnya para raja suku dan suttan ini semoga dapat menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat. Apalagi bicara masa lampau. Disamping itu, Moment ini juga merupakan ajang silaturahmi mempererat persaudaraan yang sejak zaman dahulu kala terjalin yang memang masih berasal dari Sekala Brak yang kemudian hijrah mendirikan negeri baru" ujar Dang Ike.

Acara Anjau Silau merupakan kegiatan saling berkunjung antar keluarga muakhi dan Penyimbang adat Saibatin.

Sebelumnya ditempat yang sama, Suttan Batin Putra Irawansyah gelar Pemuka Raja-raja Buay Nyerupa Seliwa di Semaka mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike beserta rombongan atas kehadirannya di Lamban Gedung Negara Batin Tanggamus.

"Saya haturkan terimakasih yang tak terhingga kepada Dang Ike dan Pun Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti ke-27 beserta rombongan di Lamban Gedung Negara Batin," ujar Batin Putra Irawansyah.

Kunjungan Dang Ike beserta rombongan di Marga Buay Nyerupa negara Batin Tanggamus merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Buay Nyerupa di Negara Batin.

"Merupakan kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami Marga Buay Nyerupa yang ada di Negara Batin Tanggamus ini, atas kunjungan silaturahmi Dang Ike beserta rombongan malam ini di Lamban Gedung Buay Nyerupa Negara Batin Tanggamus ini," ucapnya.

Masih menurut Batin Putra Irawansyah, mudah-mudahan dengan Anjau Silau ini akan semakin mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan.

"Mudah-mudahan dengan Anjau Silau ini, akan semakin mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan diantara kita, apalagi kita masih satu keluarga besar dari keturunan Skala Brak Lampung Barat," ungkapnya.

Acara Anjau Silau tersebut berjalan dengan lancar, aman dan kondusif dengan penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan.[Feby]

Rabu, 13 September 2023

Anjau Silau Ike Edwin dan Saibatin Kepaksian Belunguh Di Kebandakhan Marga Way Lima


GK, PESAWARAN | Indonesia dibangun dari semangat hidup dalam kemajemukan, setidaknya sejak dari masa Majapahit abad ke 13 M silam. Hal itu dapat kita lihat dari kerukunan yang terimplementasi dalam tali silaturahmi (Anjau Silau) sebagai sarana dialog dalam kehidupan bermasyarakat suku Lampung saat itu.

Semangat dan nilai luhur persaudaraan dan kerukunan tersebut diatas adalah rahim dari semangat toleransi kehidupan dalam pluralitas yang mewujud menjadi entitas besar keindonesiaan sampai sekarang, yang semakin majemuk. Akhirnya mengaktualisasikan kerukunan hidup berbudaya dalam praksis kehidupan moderasi bermasyarakat tak bisa dilepaskan dari budaya para leluhur kita yang terbingkai dalam masa gemilang kenusantaraan tersebut.

Hal itu yang dilakukan Irjen Pol (Purn) DR Hi Ike Edwin S.H., M.H., M.M. bersama Saibatin Kepaksian Belunguh M.Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti ke-27 beserta rombongan melaksanakan kegiatan Anjau Silau (Silaturahmi-Red) di Kebandakhan Marga Way Lima, Desa Banjar Negeri,  Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Selasa (12/09/2023) malam.

Dang Ike sapaan akrab mantan Kapolda Lampung itu bersama Pun Yanwar sapaan akrab Suttan Junjungan Sakti ke-27 Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Sekala Brak beserta rombongan tiba di Desa Banjar Negeri, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, sekitar pukul 20.00 WIB.

Anjau silau tersebut disambut langsung oleh Maha Indra Gelar Dalom Penata Negeri beserta penyimbang adat lainnya di Lamban Adat Mandawasa, Kebandakhan Marga Way Lima.

Anjau Silau merupakan kegiatan rutin Adat Saibatin yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi demi mempererat hubungan kekeluargaan dimana kegiatan tersebut merupakan tradisi turun temurun dari zaman nenek moyang suku Lampung.

Kedatangan rombongan mendapat sambutan hangat  dari keluarga besar lamban adat Mandawasa Kebandakhan Marga Way Lima.

”Tradisi anjau silau degan salah satu  Kebandakhan Marga Way Lima yang kita lakukan hari ini, merupakan kebiasaan dan tradisi yang sudah dijalankan turun temurun tetap dapat kita jaga kelestariannya," ujar Dang Ike.

Dengan silaturahmi tersebut harap Dang Ike, diharapkan kekerabatan dan persaudaraan akan semakin erat, sebagai sesama saudara, harus mempertahankan adat istiadat yang sudah yang sejak dahulu di bangun, dan untuk mempertahankannya maka salah satu yang harus tetap dilakukan adalah anjau silau.

”Sebagai masyarakat adat kita harus menjaga tradisi yang telah terjalin lama, maka sebagai penerus kita harus menjaga kelestariannya, dengan tetap menjaga silaturahmi, karena dengan demikian adat istiadat yang merupakan identitas kita harus tetap kita rawat dan dengan adat kita tingkatkan persaudaraan dan kekeluargaan," ucap Dang Ike.

Ditempat yang sama, penyimbang adat Marga Kebandakhan Marga Way Lima Maha Indra Gelar Dalom Penata Negeri menyampaikan rasa hanggum dan terimakasih atas kunjungan silaturahmi Dang Ike dan Pun Yanwar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti ke-27 beserta rombongan.

"Saya merasa hanggum dan terimakasih atas kedatangan Dang Ike dan Pun Yanwar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti ke-27 beserta rombongan di Lamban Adat Mandawasa, dalam rangka Anjau Silau guna meningkatkan silaturahmi untuk memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan," ujar Dalom Penata Negeri.

Adapun harapan Dalom Penata Negeri, agar tradisi, budaya dan adat istiadat selalu di lestarikan.

"Saya berharap tradisi, budaya dan adat istiadat yang kita miliki sudah turun temurun ini senantiasa di jaga dan di lestarikan, terutama tradisi Anjau Silau ini guna menjaga tali silaturahmi dan memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan kita," harap Dalom Penata Negeri.

Dalam acara Anjau Silau tersebut juga dilakukan diskusi tentang pelestarian budaya Lampung agar tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.

Acara Anjau Silau tersebut berlangsung dengan penuh keakraban dan penuh rasa kekeluargaan. | Feby.