Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label LGK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LGK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 September 2025

Tokoh Dunia Melayu Dunia Islam, Pangeran Huzaifah, Kunjungi Lampung dan Teguhkan Warisan Budaya Nusantara


Lampung
- Tokoh Dunia Melayu Dunia Islam, Pangeran Nata Hadiningrat Dr. R.A. Huzaifah Bin Dato,R.H. Hashim  Kunjungi Lampung, Silaturahmi ke Lamban gedung kuning pada Rabu(17/9/2025).

Tokoh Dunia Melayu Dunia Islam, Pangeran Nata Adiningrat Dr. R.A. Huzaifah, melakukan kunjungan ke Lampung sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen menjaga warisan budaya Nusantara.

Dalam kesempatan itu, Pangeran Huzaifah menegaskan bahwa dirinya merupakan keturunan raja dari berbagai kerajaan di Indonesia, antara lain Palembang, Jambi, Komering, dan Riau. Namun ia meluruskan bahwa dirinya bukanlah raja, melainkan bagian dari trah bangsawan yang kini mengabdi di pemerintahan Negeri Malaka serta aktif di organisasi internasional Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).

“Benar kami keturunan raja, tapi bukan raja. Kini saya bertugas di pemerintahan Negeri Malaka dan juga sebagai Kepala Bidang Penyelidikan DMDI, organisasi yang hadir di 23 negara dengan pusat sekretariat di Malaka,” jelasnya.

Huzaifah juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa hadir di Lampung yang menurutnya memiliki cagar budaya tak ternilai. Ia menilai masyarakat Lampung patut berbangga karena memiliki warisan kerajaan Islam yang masih terjaga.

“Masyarakat Lampung seharusnya bukan hanya berbangga, tetapi juga ikut melestarikan budaya kerajaan Lampung. Tidak semua daerah mampu menjaga warisan seperti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menceritakan garis keturunan ibunya berasal dari Kesultanan Palembang melalui jalur Raden Muhammad bin Raden Omar hingga Sultan Mahmud Badaruddin. Sementara dari ayahnya, memiliki trah bangsawan Jambi, Riau, dan juga Raja Haji Fisabilillah.

Sementara itu, Komisaris Besar (Purn) Ike Edwin, tokoh adat Lampung, menyambut hangat kedatangan Pangeran Huzaifah. Menurutnya, kunjungan ini memperlihatkan eratnya hubungan serumpun antara Melayu Malaysia dan Indonesia, khususnya Lampung.

“Kita ini satu rumpun, satu bahasa, dan satu keyakinan. Dulu para leluhur kita berlayar, singgah di Malaka, Palembang, Lampung, hingga ke Mekah. Semua dipersatukan oleh adat dan budaya. Itu yang harus kita jaga sampai sekarang,” ujar Ike Edwin.

Ia menambahkan, adat dan budaya menjadi pemersatu bangsa, sebagaimana Pancasila dan NKRI yang menyatukan Indonesia dengan beragam suku, bahasa, dan pulau.

Kunjungan Pangeran Huzaifah sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ikatan sejarah dan budaya antara Lampung dan negeri serumpun Melayu. Semangat melestarikan warisan leluhur diyakini akan mempererat hubungan antarbangsa di kawasan Asia Tenggara, sebagaimana yang telah terjalin sejak ratusan tahun lalu.(Yli)

Jumat, 31 Januari 2025

Silaturahmi Penuh Makna, Forum Komunikasi Ibu-Ibu Sumatera Bagian Selatan (FKIISBS) Berkunjung ke Lamban Gedung Kuning


Lampung
- Forum Komunikasi Ibu-Ibu Sumatera Bagian Selatan (FKIISBS) menggelar kunjungan silaturahmi ke Lamban Gedung Kuning, sebuah tempat bersejarah yang menjadi simbol kebudayaan Lampung. Kunjungan ini diselenggarakan sebagai ajang untuk mempererat hubungan antar komunitas sekaligus menghargai warisan budaya lokal yang ada di provinsi Lampung. Jumat, (31/1/25).

Dalam acara yang berlangsung meriah tersebut, para anggota FKIISBS disambut dengan penuh kehangatan oleh Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., mantan Kapolda Lampung yang juga merupakan tokoh adat Lampung. Suasana silaturahmi semakin kental dengan penyambutan berupa tarian tradisional dari Gham Bebai Lampung, yang menggambarkan kekayaan dan keindahan budaya setempat.

Tak hanya itu, para tamu juga disuguhkan dengan jamuan makan durian, buah khas Lampung yang sangat disukai oleh masyarakat setempat. Tradisi Sekubal yang dilakukan dalam kesempatan ini turut menambah keakraban dan memperdalam makna dari silaturahmi yang terjalin.

Dalam kesempatan tersebut, Dang Ike (sapaan akrab H. Ike Edwin) memberikan pesan penting mengenai kebersamaan dan pentingnya menjaga budaya lokal. Beliau juga menekankan pentingnya mempererat hubungan antar komunitas, khususnya dalam menjaga kelestarian budaya Lampung yang telah ada sejak zaman dahulu.

"Kunjungan ini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap warisan budaya Lampung yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kita. Sebagai generasi penerus, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan budaya ini agar tetap hidup dan berkembang," ujar Ike Edwin dalam sambutannya.

Acara ini diakhiri dengan pembicaraan yang penuh kekeluargaan antara FKIISBS dan para tokoh adat Lampung, yang memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan dan melestarikan kebudayaan Lampung demi generasi yang akan datang.

Kunjungan ini juga menjadi momentum bagi FKIISBS untuk terus mempererat hubungan sosial antar ibu-ibu di Sumatera Bagian Selatan, serta memperkenalkan dan melestarikan budaya Lampung melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.(Yuli)

Minggu, 17 September 2023

Makin Merakyat, Caleg Demokrat Ike Edwin Hadiri Undangan Pernikahan Warga


GK, TANGGAMUS - Kedekatan terhadap rakyat terus diperlihatkan bakal calon anggota legislatif (caleg) DPR-RI dari Partai Demokrat, Ike Edwin. Ini dibuktikan dengan intensitas politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Dang Ike itu yang rajin memenuhi undangan warga, termasuk undangan resepsi pernikahan.

Seperti yang dilakukan hari ini, Dang Ike mendatangi pesta pernikahan warga masyarakat Buay Nyerupa di Betung, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus. Selain memanjatkan doa kebahagiaan bagi kedua mempelai, Dang Ike juga diajak warga dan keluarga pengantin untuk mengabadikan momen dengan foto bersama.

“Sebuah penghargaan dari warga karena diundang menghadiri resepsi pernikahan. Insya Allah kebersamaan dan kedekatan dengan rakyat ini akan senantiasa terjaga hingga kelak menjadi wakil rakyat," ujar Dang Ike.

Selain undangan resepsi pernikahan, Dang Ike juga sering menerima undangan silaturahmi maupun kedatangan tamu dari warga di Lamban Gedung Kuning (LGK). Tidak hanya di Bandar Lampung, tetapi juga dari beberapa wilayah lain di Provinsi Lampung.

Intensitas Dang Ike yang rajin menemui warga ini senada dengan pandangan Ketua Umum (Ketum) Laskar Lampung Indonesia (LLI) Ir Nerozelli Agung Putra. Nero mengatakan agar terpilih di parlemen, calon legislatif mesti rajin turun lapangan menemui calon pemilihnya.

Dang Ike merupakan salah satu caleg DPR RI dari partai Demokrat yang bertarung di pemilu 2024 mendatang. Pria kelahiran 10 Desember 1961 ini mengincar kursi DPR RI  di daerah pemilihan Lampung 1 yang meliputi Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Kota Metro. Beberapa lembaga survei menempatkan Dang Ike sebagai salah satu caleg potensial yang berpeluang lolos ke DPR RI.

Dalam kegiatan tersebut Caleg DPR RI Dang Ike dari partai Demokrat dengan nomor urut 4  tersebut mengucapkan terimaksihnya kepada tuan rumah yang telah bersedia mengundang dirinya untuk menghadiri acara tersebut.

"Terimakasih atas undangannya untuk menghadiri acara ini yang tujuannya  untuk menyambung tali silaturahmi dan menambah keakraban antara Calon Wakil Rakyat dengan masyarakat. Karena kemungkinan di Kampung ini sebagian belum ada yang mengenali dengan calon wakilnya," kata Dang Ike.

Sementara itu dalam kegiatan tersebut,  orang tua  dari Aseptia Wardana S.Pd., yaitu Ahmad Juswar gelar Pangeran Mangku Marga dan Armawati adok Ratu Ayu Cahya Marga menghaturkan terimakasih kepada Dang Ike yang telah berkenan hadir di acara Resepsi pernikahan anaknya.

"Saya beserta keluarga besar menghaturkan terima kasih atas berkenannya Dang Ike memenuhi undangan kami dalam acara resepsi pernikahan anak kami ini," ujarnya.

Selanjutnya menurut Sohibul hajat, merupakan suatu kebanggaan dan kehangguman bagi keluarga besar Ahmad Juswar gelar Pangeran Mangku Marga atas kehadiran Dang Ike beserta rombongan.

"Merupakan kehormatan, kebanggaan dan kehangguman bagi keluarga besar kami atas kehadiran Dang Ike beserta rombongan dalam acara resepsi pernikahan anak kami ini." Pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri beberapa penyimbang adat yang ada di kota agung, Kabupaten Tanggamus.
1. Dari pekon Way Nipah, Barlian gelar Pangeran Mangku Marga.
2. Dari pekon Guring, Mursani gelar Dalom Penyimbang Marga.
3. Dari pekon Way Kerap Bandar Agung, Amrah Bangsawan gelar Pangeran Langguk Batin.
4. Dari pekon Gunung Doh, Rozi Zaini gelar Dalom Perwira.
5. Dari pekon Sanggi Unggak, Syahlan gelar Pangeran Ratu Semaka.
6. Dari pekon Padang Ratu, Suttan Paksi Semaka.
7. Dari Pekon Negeri Ratu Paksi Benawang, Alhuda gelar Pangeran Wira Utama Suttan Khaja di Lampung.
8. Dari Pekon Kagungan, Picis gelar Batin Bangsawan.

Selain resepsi pernikahan, acara tersebut sekaligus pemberian gelar (adok) kepada kedua mempelai yang baru saja menikah yang merupakan generasi penerus dari Ahmad Juswar gelar Pangeran Mangku Marga dan Armawati gelar Ratu Ayu Cahya Marga.

Adapun gelar (adok) yang diberikan kepada  Aseptia Wardana S.Pd., diberi gelar Pangeran Penyimbang Bangsa Ratu. Sementara untuk sang istrinya Revi Silvia S.Pd., diberikan gelar Ratu Ayu Cahya Marga.

Untuk diketahui, Aseptia Wardana S.Pd. merupakan anak tunggal dari pasangan Ahmad Juswar gelar Pangeran Mangku Marga dan Armawati gelar Ratu Ayu Cahya Marga.

Menurut pantauan media, acara resepsi pernikahan sekaligus pemberian gelar (adok) berjalan dengan lancar, aman, kondusif. [Feby]

Sabtu, 16 September 2023

Jalin Silaturahmi, Ike Edwin Anjau Silau ke Marga Buay Nyerupa di Negara Batin Tanggamus


GK, TANGGAMUS | Irjen Pol (Purn) DR Hi Ike Edwin S.H.,M.H., M.M., lakukan kegiatan Anjau Silau (Silaturahmi) ke warga masyarakat  Buay Nyerupa Marga Liwa, Negara Batin, Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (16/09/2023).

Rombongan Dang Ike sapaan akrab mantan Kapolda Lampung itu diterima langsung oleh Suttan Batin Putra Irawansyah gelar pemuka Raja-raja Buay Nyerupa Seliwa di Semaka beserta tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh Agama marga Buay Nyerupa, di Lamban Gedung Negara Batin, Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Dalam acara Anjau Silau di Buay Nyerupa Marga Liwa Negara Batin Tanggamus, turut serta mendampingi Dang Ike Saibatin Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Sekala Brak, M Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti ke-27,  Ir Nerozelli Koenang Agung Putra, Supardi S.H.

Dalam Sambutannya Dang Ike mengatakan adanya  kegiatan Anjau Silau seperti ini diharapkan dapat meningkatkan persatuan antar Saibatin dengan Marga Buay Nyerupa dan tetap menjaga kearifan lokal serta kelestarian budaya adat Lampung, khususnya masyarakat adat Saibatin Kabupaten Tanggamus apalagi bicara sejarah yang masih satu asal dan satu rumpun dari Sekala Brak.

“Berkumpulnya para raja suku dan suttan ini semoga dapat menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat. Apalagi bicara masa lampau. Disamping itu, Moment ini juga merupakan ajang silaturahmi mempererat persaudaraan yang sejak zaman dahulu kala terjalin yang memang masih berasal dari Sekala Brak yang kemudian hijrah mendirikan negeri baru" ujar Dang Ike.

Acara Anjau Silau merupakan kegiatan saling berkunjung antar keluarga muakhi dan Penyimbang adat Saibatin.

Sebelumnya ditempat yang sama, Suttan Batin Putra Irawansyah gelar Pemuka Raja-raja Buay Nyerupa Seliwa di Semaka mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike beserta rombongan atas kehadirannya di Lamban Gedung Negara Batin Tanggamus.

"Saya haturkan terimakasih yang tak terhingga kepada Dang Ike dan Pun Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti ke-27 beserta rombongan di Lamban Gedung Negara Batin," ujar Batin Putra Irawansyah.

Kunjungan Dang Ike beserta rombongan di Marga Buay Nyerupa negara Batin Tanggamus merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Buay Nyerupa di Negara Batin.

"Merupakan kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami Marga Buay Nyerupa yang ada di Negara Batin Tanggamus ini, atas kunjungan silaturahmi Dang Ike beserta rombongan malam ini di Lamban Gedung Buay Nyerupa Negara Batin Tanggamus ini," ucapnya.

Masih menurut Batin Putra Irawansyah, mudah-mudahan dengan Anjau Silau ini akan semakin mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan.

"Mudah-mudahan dengan Anjau Silau ini, akan semakin mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan diantara kita, apalagi kita masih satu keluarga besar dari keturunan Skala Brak Lampung Barat," ungkapnya.

Acara Anjau Silau tersebut berjalan dengan lancar, aman dan kondusif dengan penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan.[Feby]

Kamis, 07 September 2023

Anniversary Pernikahan ke-20 Ike Edwin dan Aida Sofina, Adakan Syukuran Secara Sederhana di LGK


GK, Bandar Lampung | Hari pernikahan merupakan momen yang spesial bagi setiap pasangan. Pada hari itu mereka mengikat janji suci dan memulai kehidupan baru bersama pasangannya.

Tentu saja hari pernikahan menjadi momen yang tak akan terlupakan sepanjang hidupnya. Bahkan, hari pernikahan kerap dikenang dan diperingati setiap tahunnya.

Anniversary pernikahan merupakan peringatan tahunan untuk merayakan hari jadi pernikahan. Umumnya perayaan ulang tahun pernikahan dirayakan untuk mendekatkan hubungan, mengucap syukur kepada Allah SWT dan menyampaikan rasa terima kasih.

Seperti pernikahan Ike Edwin dan Aida Sofina, yang sudah berjalan selama 20 tahun dan mereka baru saja merayakan anniversary bersama keluarga dan kerabat. Acara itu digelar secara sederhana di Lamban Gedung Kuning (LGK) jalan Pangeran Suhaimi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Kamis (7/9/2023) malam.

Acara tersebut  diisi dengan Doa bersama dan saling mengucapkan selamat dari kedua pasangan maupun dari keluarga dan kerabat yang hadir.

"Setiap hari bersamamu adalah sebuah anugerah, namun ada satu hari yang lebih indah yakni hari ulangtahun pernikahan kita. Happy Anniversary. Semoga kita selalu bersama hingga jannah," ucap Dang Ike sapaan akrab mantan Kapolda Lampung itu kepada istri tercintanya dr Hj Aida Sofina.

Masih menurut Dang Ike kepada Istrinya, "Tanpa kamu, mungkin kini aku rapuh dalam menjalani indahnya mengenal agama Allah. Betapa aku bersyukur karena Allah mencintaiku dan mencintaimu sehingga kita dipertemukan dalam naungan cinta-Nya." Kata Dang Ike kepada Istrinya.

Ucapan itu dibalas oleh dr Hj Aida Sofina, istri yang telah mendampingi Dang Ike selama 20 tahun sejak pertama kali mereka menikah dan mengucap janji suci dihadapan Allah SWT.

"Selamat hari ulang tahun pernikahan sayang. Sungguh Allah telah menyayangiku dengan mempertemukan seorang imam dan guru terbaik dalam mengajarkan kesabaran. Engkau adalah mujahid yang paling indah dan tak pernah ku lepas. Akan aku ikat erat dirimu dengan ketakwaan dan cinta yang tulus dari hati ini selamanya," Ucap Aida Sofina yang akrab disapa Gusti Aida.

Gusti Aida melanjutkan, "Telah genap dua puluh tahun kita menjalani bahtera rumah tangga. Semoga Allah selalu menjaga keluarga ini dalam balutan rasa cinta dan bahagia, " ujar Gusti Aida.

Tak lupa Gusti Aida berdoa pada hari ulang tahun pernikahan kali ini agar semua apa yang diusahakan dan dicita-citakan mendapatkan Ridho dari Allah SWT.

"Di ulang tahun pernikahan yang ke-20 ini, Ridhoi  semua usaha dan cita-cita kami, penuhi kami dengan amal saleh, jauhkan kami dari kejelekan yang tampak, dan teguhkan kami dengan pasangan kami." Tutup Gusti Aida.

Selain kedua buah hati Dang Ike dan Gusti Aida Sofina, Muhammad Gusti Saibatin dan Gusti Ayu Puan Azizia, tampak hadir dalam acara tersebut untuk memberikan Doa dan ucapan selamat adalah keluarga, kerabat LGK dan pengurus serta anggota Gham Bebay Lampung (Baylam).

Acara diawali dengan Doa bersama yang dipimpin oleh ustadz Yudha, setelah itu sambutan dari Dang Ike dan Gusti Aida Sofina, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Gusti Aida yang didampingi oleh Dang Ike dan kedua putra-putrinya beserta adik-adik dari Dang Ike Edwin.

Dalam sambutannya Dang Ike mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semuanya atas kehadiran dan Doa serta ucapannya pada anniversary ke 20 tahun ini.[Feby]

Rabu, 09 Agustus 2023

Harimau Sumatera (Batua) Harus Dilepas Liarkan Ke Habitatnya


GK,BANDAR LAMPUNG | Upaya konservasi harimau memberi peluang luar biasa dalam penyelamatan keanekaragaman hayati global. Sebagai spesies payung, melindungi harimau sama dengan melindungi hutan yang merupakan habitatnya.

Yayasan Masyarakat Hayati Indonesia (YMHI) mengadakan kegiatan Dialog Khusus tentang Konservasi Satwa Liar yang dilindungi bertempat di Lamban Gedung Kuning (LGK) jalan Pangeran Suhaimi, Sukarame Bandar Lampung, Rabu (09/08/2023).

YMHI mengatakan kegiatan itu, didasarkan atas pertimbangan berbagai macam persoalan konservasi satwa liar yang dilindungi di Provinsi Lampung yang perlu untuk dilakukan kajian khusus.

Kegiatan tersebut dihadiri Dr.Ir Wiratno tenaga ahli konservasi dan kemitraan Konservasi Kementerian LHK-RI, selaku narasumber utama dalam dialog khusus tersebut.

Selain daripada itu, peserta diskusi juga dihadiri oleh perwakilan dari Watala, dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Yayasan Badak Indonesia (Yabi) TNBBS, Dinas lingkungan hidup (DLH) Provinsi Lampung, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dan perwakilan ormas dari Laskar Lampung Indonesia (LLI) DPC Lampung Timur, serta beberapa orang pemerhati dan pencinta lingkungan hidup.

Adapun fokus yang didiskusikan dalam kegiatan tersebut adalah keberlangsungan hidup Harimau Sumatera (Batua) yang beberapa waktu lalu kaki kanan bagian depan terkena jerat yang dipasang oleh masyarakat di daerah Suoh Lampung Barat, sehingga menyebabkan jarinya sampai di amputasi.

Dan Harimau Sumatera (Batua) itu sendiri saat ini masih berada di Taman Hiburan Rakyat (THR) Lembah Hijau dan belum dilepas liarkan kembali ke habitatnya di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang merupakan tempat tinggal Satwa Liar yang dilindungi.

Menurut Direktur YMHI Ir Almuhery Ali Paksi, apapun alasannya Harimau Sumatera (Batua) harus dikembalikan kehabitatnya di TNBBS.

"Apapun alasan yg disampaikan para pihak, prinsipnya batua harus segera dikembalikan ke kampung halamannya di TNBBS, prinsip konservasi lebih baik dia mati di kampung halamannya /habitat aslinya, ketimbang hidup di kandang kucing THR lebah hijau," Tegas Almuhery.

Dilain Pihak, Wiratno yang juga mantan Dirjen KSDAE Kementerian LHK-RI mengatakan bahwa, untuk masalah Harimau Sumatera (Batua) yang saat ini ada di THR Lembah Hijau perlu adanya peningkatan komunikasi untuk melepaskan liarkannya kembali ke habitatnya di TNBBS.

"Saya kira komunikasi yang harus ditingkatkan, persiapan-persiapan dan ada tata waktu yang pas untuk melepas liarkan kembali Batua ke habitatnya di TNBBS," ujar Wiratno.

Dia pun setuju bahwa satwa liar itu yang terbaik adalah dilepaskan dihabitatnya.

"Saya setuju bahwa satwa liar itu yang terbaik adalah dilepaskan dihabitatnya,  ini habitat kita memang tidak aman jadi harus disiapkan seperti bersih jerat, makanan yang cukup, tapi itu semua dalam rencana tata waktu yang pasti," ucap Wiratno.

Wiratno juga mengatakan bahwa dia akan mengusulkan kepada Dirjen KSDAE Kementerian LHK-RI untuk meninjau langsung Harimau Sumatera (Batua) di Lembah Hijau saat Kunker nya ke Lampung pada tanggal 11 Agustus nanti.

Lain halnya dengan Irjen Pol (Purn) DR Hi Ike Edwin SH, MH, MM yang akrab disapa Dang Ike dan mantan Kapolda Lampung serta tokoh adat Lampung itu, dia mengatakan bahwa, Berdasarkan data 20 tahun terakhir, ada sekitar 3.000-an harimau yang disita dalam kasus perdagangan secara global.  Indonesia ada di urutan ketiga. Artinya, minat terhadap kepemilikan satwa liar atau harimau secara global sangat besar.

“Jika ada banyak kasus kepemilikan satwa liar [harimau], dikhawatirkan akan memicu banyak pihak untuk meniru, sehingga angka perburuan dan perdagangannya bisa naik. Apalagi jika pemelihara ini punya pengaruh yang sangat luas terhadap publik,” ujarnya.

Selain itu, motif edukasi dalam kasus kepemilikan satwa tidak bisa dilegitimasi, karena edukasi ada pada ranah konservasi.

“Edukasi terkait satwa liar harus menyeluruh dan menggambarkan kondisi alami satwa di alam liar, bukannya show atau pertunjukan semata. Banyak alternatif yang bisa digunakan untuk edukasi, tidak harus melibatkan kontak langsung dengan harimau,” lanjutnya.

Para penangkar harimau juga seringkali menggunakan jastifikasi khawatir dengan keadaan populasi harimau di alam. Namun sebaliknya, dalam penangkaran, fungsi ekosistem satwa liar tidak akan berfungsi. Hal lain yang juga penting diperhatikan adalah pemenuhan kesejahteraan satwa liar itu sendiri, mulai dari nutrisi, kepuasan saat makan, interaksi, insting liar dan sebagainya.

“Karenanya, penting untuk tetap mejaga satwa liar tetap di alam liar. Sehingga, fungsi positif mereka dalam ekosistem bisa dirasakan oleh semua makhluk hidup di bumi,” tegasnya. [Feby]

Rabu, 02 Agustus 2023

Semarakan Hari Jadi ke-75, Polwan Polda Lampung Gelar Anjangsana Ke Ibu Asuh Polwan Pada Masanya


GK, BANDAR LAMPUNG | Menyambut hari jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-75 yang jatuh pada tanggal 1 September mendatang, Polwan Polda Lampung yang dipimpin Perwira Koordinator (Pakor) AKBP Fadzrya Ambar, melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah  Ibu asuh Polwan pada masanya dr Hj Aida Sofina bertempat di kediamannya Lamban Gedung Kuning (LGK) dijalan Pangeran Suhaimi, Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (2/8/2023).

Kegiatan anjangsana ini merupakan rangkaian dalam rangka memperingati hari jadi Polwan ke-75 tahun 2023. Selain itu juga untuk menjaga tali silaturahmi dengan ibu asuh pada masanya. Sehingga rasa kekeluargaan tetap terjalin dengan baik.

Turut hadir dalam kegiatan Anjangsana oleh Polwan Polda Lampung yang mewakili dan memdampingi AKBP Fadzrya Ambar,  AKBP Ellita S.E., Iptu Devi Puspasari S.H., Bripka Fina Afrisyari, Briptu Paranita Herdian, Briptu Sherly Permata Sari.

Pakor Polwan Polda Lampung itu menjelaskan, kegiatan anjangsana dilakukan sebagai bentuk perhatian, kecintaan dan kebersamaan kepada senior Polri yang purnawirawan (pensiun) apalagi mantan Pimpinan Tertinggi di Polda Lampung dan ibu asuh Polwan Polda Lampung.

“Kegiatan anjangsana dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian memperingati HUT Polwan ke-75, dan sebagai upaya untuk menjaga tali silaturahmi antara Polwan dan ibu asuh Polwan pada masanya,” ucap AKBP Ambar.

Karena menurut Pakor Polwan Polda Lampung itu, silaturahmi kepada ibu asuh pada masanya akan terus dijalin, seperti anak dengan orang tua.

"Silaturahmi ini akan terus dijalin seperti anak dengan orang tua, apalagi ibu Aida ini sewaktu menjadi ibu asuh Polwan Polda Lampung banyak memberikan tauladan, bimbingan serta pelajaran yang baik kepada para Polwan Polda Lampung," ucap AKBP Ambar.

Disamping itu AKBP Fadzrya Ambar  juga mengatakan, anjangsana tersebut sebagai bentuk silaturahmi antara Polwan yang masih aktif kepada ibu asuh Polwan pada masanya.

“Melalui silaturahmi ini, kami sebagai Polwan meminta petuah dan saran dari ibu asuh pada masanya. Tentang kiat-kiat apa yang harus kita perbuat dalam menyikapi tantangan tugas kami kedepan, serta dalam mengurus keluarga," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Polwan dengan melati dua dipundaknya itu, "Kami juga saling mendoakan kepada ibu asuh  serta keluarganya. Dan begitu sebaliknya, kita juga mohon untuk di doakan agar selalu sehat sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik,” imbuhnya.

Pakor Polwan Polda Lampung itu berharap, dengan adanya kegiatan ini, Polwan Polda Lampung dapat memaknai Hari Jadi Polwan ke-75. Yaitu untuk menumbuhkan rasa solidaritas dan kekeluargaan antara Polwan dan ibu asuh maupun kepada seluruh masyarakat.

“Semoga dengan semangat Hari Jadi yang ke-75, Polwan semakin maju dan dapat membawa Institusi Polri menjadi semakin profesional, sesuai harapan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ibu Asuh Polwan Pada Masanya dr Hj Aida Sofina Ike Edwin, atau yang akrab disapa Gusti Aida itu mengaku bangga dan berterima kasih kepada para Polwan Polda Lampung atas kunjungan anjangsananya. Dan dia berharap tradisi anjangsana seperti ini tetap berjalan. Agar lebih mempererat tali silaturahmi yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

"Saya merasa bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan silaturahmi Polwan Polda Lampung ke LGK ini, dan saya berharap tradisi anjangsana dalam rangka silaturahmi ini terus dijalankan, apalagi silaturahmi selama ini sudah berjalan baik," ujar Gusti Aida.

Gusti Aida juga berpesan kepada para Polwan Polda Lampung khususnya, dalam rangka memperingati hari jadi Polwan ke-75 Tahun 2023 agar menjadi Polwan yang sabar.

"Jadilah Polwan yang sabar, karena sabar itu kunci sukses dan bahagia dalam menjalankan pekerjaan dan kehidupan," pesan Gusti Aida.

Gusti Aida, juga mengucapkan selamat hari jadi ke-75 untuk Polwan Republik Indonesia.

“Selamat ulang tahun ke75 untuk Polwan, semoga kedepan semakin sukses dan lebih profesional,” pungkasnya. 

Dalam menyambut rombongan Polwan Polda Lampung itu, Gusti Aida Sofina didampingi oleh Suami tercinta yang juga mantan Kapolda Lampung tahun 2016 Irjen Pol (Purn) DR Hi Ike Edwin S.IK., S.H., M.H., M.M., beserta Gham Bebay Lampung (Baylam).

Dan kegiatan berjalan dengan lancar, aman dan penuh dengan rasa kekeluargaan dan diakhiri dengan sesi fhoto bersama. [Feby]

Selasa, 25 Juli 2023

BKS FH PTN Wilayah Barat Kunjungi Lamban Gedung Kuning


GK, BANDAR LAMPUNG - Rumah edukasi budaya Lamban Gedung Kuning (LGK) yang terletak di jalan Pangeran Suhaimi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, menerima kunjungan silaturahmi para Dekan dan Dosen Fakultas Hukum (FH) dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Sumatera, Jawa dan Bali.

Rombongan disambut langsung oleh pemilik rumah edukasi budaya LGK Irjen Pol (Purn) Dr H Ike Edwin SH, MH, MM, yang didampingi istrinya dr Hj Aida Sofina, keluarga besar LGK, Gham Bebay Lampung (Baylam), Senin (24/7/2023) malam.

Sebelum memasuki ruang utama LGK, rombongan para sivitas akademika tersebut di sambut dengan kesenian khas Lampung yaitu tari siger pangunten dan tari Bedana yang dibawa oleh penari-penari LGK, setelah itu pengalungan selempang tapis kepada ketua BKS FH PTN Wilayah Barat Dr M.Gaussyah S.H., M.H., yang juga Dekan FH Universitas Syah Kuala NAD, serta Dekan FH Unila Dr. M Fakih S.H., M.S., sebagai ucapan selamat datang di LGK.

Dalam sambutannya Dang Ike mengucapkan terima kasih dan rasa bangga atas kunjungan rombongan BKS FH PTN se-Indonesia di LGK.

"Saya malam ini benar-benar merasa bangga dan bahagia serta terima kasih yang tak terhingga atas kunjungan para pendekar-pendekar hukum dari berbagai PTN se-Indonesia di LGK ini," ujar Dang Ike.

Selanjutnya kata Dang Ike, dirinya tidak menyangka akan di datangi dan di kunjungi oleh para ahli hukum dari berbagai PTN.

"Tadinya saya tidak menyangka kalau LGK ini akan kedatangan tamu-tamu istimewa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia yaitu para Dekan dan Dosen FH," kata Dang Ike.

Usai Acara silaturahmi dan ramah tamah mengenal Lampung dengan tema "Aspek Budaya Lampung", Lampung7.com berkesempatan mewawancarai ketua BKS FH PTN Wilayah Barat Dr M Gaussyah S.H., M.H.

"Selaku orang yang berasal dari luar Lampung, saya sangat mengapresiasi dan sangat takjub juga, dengan keberadaan sasana budayanya orang Lampung ada disini," ujar Dekan FH Universitas Syah Kuala tersebut.

Masih menurut Ketua BKS FH PTN Wilayah Barat itu, ini adalah wujud dan tanggung jawab masyarakat Lampung.

"Dan ini adalah wujud dan tanggung jawab masyarakat Lampung untuk menjaga budaya dan kearifan lokal, yang memang budaya dan kearifan lokal itu masih hidup hingga saat ini di Lampung," katanya.

Kemudian lanjutnya, ini adalah pusat edukasi budaya Lampung.

"Kemudian yang kedua, ini adalah pusat edukasi budaya Lampung bukan hanya bagi masyarakat Lampung tetapi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saya berasal dari Aceh, saya takjub dengan hal ini, bagaimana seorang putra daerah bisa membangun pusat edukasi budaya yang bukan hanya diperuntukkan untuk keluarganya, akan tetapi untuk generasi muda dan untuk masyarakat luas yang kemudian diedukasi tentang budaya dan kearifan lokal di Lampung," ucapnya.

Lebih lanjut Dekan FH Universitas Syah Kuala itu juga menjelaskan tentang kaitannya hukum dengan Adat dan Budaya.

"Hukum adat itu sendiri  sebenarnya adalah dasar dari hukum yang ada di Indonesia, walaupun kadang-kadang kita salah kaprah seolah-olah jika tidak pakai hukum positif, hukum adat itu ketinggalan zaman tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan masyarakat," jelasnya.

Pemikiran seperti itu menurut Doktor Hukum yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam itu adalah salah.

"Justru hukum adat ini, hukum yang berasal dari kebiasaan masyarakat yang kemudian bisa beradaptasi sesuai dengan perkembangan masyarakat," imbuhnya.

Lebih lanjut dia menyarankan agar orang-orang seperti Dr  Ike Edwin ini untuk  dapat diberikan apresiasi oleh negara.

"Saya menyarankan agar orang-orang seperti Dr Ike Edwin ini diberikan Apresiasi oleh Negara, saya membandingkan dengan kami di Aceh punya Paduka Yang Mulia Wali Nangroe yaitu orang yang menjaga Adat Aceh, nah kepada beliau (Dr Ike Edwin) bisa diberikan jabatan yang setara apapun itu namanya sebagai seorang sesepuh Adat yang bisa menjadi rujukan semua orang dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya." Pungkasnya.

Ditempat yang sama,  Dekan FH Unila M.Fakih S.H., M.S., berharap dalam kunjungan ini akan menambah Khasanah Keilmuan.

"Kami dari BKS FH PTN Wilayah Barat, dengan berkunjung ke LGK ini bisa menambah Khasanah Keilmuan, dari segi akademik harus dilengkapi dengan hal-hal yang sifatnya praktis seperti yang telah dilakukan oleh Dang Ike. Kita tidak boleh luput bahwa kearifan lokal atau nilai-nilai tradisional kita angkat sepanjang itu relevan dengan sekarang, oleh karena itu kami dari akademisi selalu menselaraskan kondisi ini supaya perkembangan ilmu hukum itu mencapai apa yang kita inginkan terutama kesetaraan dan keadilan." Tandas Fakih.

Diakhir acara dilanjutkan dengan fhoto bersama, dan acara berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan. (Feby)

Senin, 10 Juli 2023

Ike Edwin Prihatin Dengan Kondisi Kebersihan dan Pengelolaan Lingkungan Di Bandar Lampung



GK, Bandar Lampung - Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)  dari Partai Demokrat Daerah Pemilihan Lampung 1, DR Hi Ike Edwin S.H., M.H., M.M., ikut bersih-bersih sampah di pantai di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Senin (10/7/2023).

Mantan Kapolda Lampung 2016 itu melakukan aksi bersih-bersih bersama Gham Bebay Lampung (Baylam) dan keluarga besar Lamban Gedung Kuning (LGK).

Aksi bersih-bersih pantai tersebut di inisiasi oleh sekelompok pemuda yang peduli terhadap isu lingkungan di Indonesia yang menamakan diri Pandawara Grup.

Pantai yang menurut Pandawara Grup tersebut adalah pantai Terburuk dan Terkotor nomor dua di Indonesia, berada di jalan ikan selar tepatnya di belakang Puskesmas Rawat Inap Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Menurut Dang Ike, sapaan akrab mantan Kapolda Lampung 2016 tersebut,  dirinya sangat menyayangkan dan prihatin dengan kondisi kebersihan lingkungan di Bandar Lampung.

"Sangat disayangkan dan kita ikut prihatin atas kondisi kebersihan lingkungan khususnya di kota Bandar Lampung, dimana pantai di Bandar Lampung mendapatkan predikat pantai Terburuk dan Terkotor nomor dua di Indonesia, menurut versi Pandawara Grup," ujar Dang Ike.

Yang lebih disayangkan lagi menurut Dang Ike, apa-apa yang menjadi masalah di Lampung baru ada eksen atau tindakan setelah diviralkan.

"Dan yang paling disayangkan apa-apa yang menjadi permasalahan di Lampung, baik infrastruktur, keberhasilan lingkungan dan lainnya baru ada eksen atau tindakan setelah di viralkan di media sosial maupun media massa," ucap Dang Ike.

Lebih lanjut Dang Ike mengatakan, Kota Bandar Lampung sejak tahun 2009 tidak pernah lagi tercatat meraih penghargaan Adipura.

"Coba kita ingat-ingat, sejak tahun 2009 Kota Bandar Lampung tidak pernah lagi tercatat meraih penghargaan Adipura, dimana penghargaan Adipura itu adalah merupakan penghargaan atas keberhasilan suatu daerah dalam kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan," kata Dang Ike.

Namun demikian kata Dang Ike, untuk masalah kebersihan dan pengelolaan lingkungan hidup bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah.

"Tapi juga yang perlu diingat, untuk masalah kebersihan dan pengelolaan lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun harus ada peran serta aktif dari masyarakat dan para stakeholder yang lainnya. Eksekutif dan legislatif dalam hal ini membuat regulasi, menyusun program dan menganggarkan biaya untuk pengelolaan kebersihan dan lingkungan hidup," imbuh Dang Ike.

Lebih jauh Dang Ike mengungkapkan, peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta ormas dan LSM sangat dibutuhkan dalam hal kebersihan lingkungan.

"Peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, ormas, LSM dan pihak-pihak lain sangat dibutuhkan dalam hal kebersihan lingkungan. Semua itu dimulai dari diri kita sendiri karena ingat Kebersihan adalah Sebagian dari Iman, dan kebersihan adalah pangkal kesehatan." Tandas Dang Ike.

Lanjut Dang Ike, jika saja setiap satu orang masyarakat kota Bandar Lampung mempunyai kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, maka kota Bandar Lampung akan menjadi kota terbersih nomor satu di Indonesia.

"Jika setiap satu orang dari 1,5 juta penduduk kota Bandarlampung mempunyai kesadaran untuk membuang sampah 1kg atau satu kantong plastik pada tempatnya, maka setiap hari 1,5 ton sampah di Bandarlampung akan terbuang pada tempatnya. Dan itu akan membuat Bandarlampung menjadi kota terbersih nomor satu di Indonesia, "walaupun saat ini pantai di Bandarlampung masih menjadi pantai terburuk dan terkotor nomor dua di Indonesia menurut versi Pandawara grup." Pungkas Dang Ike. [ Feby]

Kamis, 06 Juli 2023

Dekan Fakultas Hukum Unila Silaturahmi ke Lamban Gedung Kuning


GK, BANDAR LAMPUNG - Dekan Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) DR M Fakih S.H., M.H., berkunjung dan bersilaturahmi ke rumah edukasi budaya Lamban Gedung Kuning (LGK) di jalan Pangeran Suhaimi, Sukarame Bandar Lampung, Kamis (6/7/2023).

Kunjungan tersebut, selain bersilaturahmi sekaligus mengadakan diskusi ringan membahas situasi dan kondisi Bangsa Indonesia saat ini terutama di tahun politik menjelang pemilu 2024.

Rombongan disambut langsung oleh Irjen Pol (Purn) DR Hi Ike Edwin S.H., M.H., M.M., bersama sang istri dr Hj Aida Sofina dan Gham Bebay Lampung (Baylam) di ruang kulintang.

Turut mendampingi Dekan Fakultas Hukum Unila dalam kunjungan tersebut diantaranya DR Rudi Natamihardja S.H., DEA sebagai Wadek 1 FH, Yulia Neta S.H., M.H., sebagai Wadek 2 FH, Depri Liber Sonata S.H., M.H., sebagai Wadek 3 FH, Melly Aida S.H., M.H., sebagai Bag HI FH, Sri Sulastuty S.H., M.H., Ria Wierna Putri S.H., M.Hum, Ph.D.

Dalam sambutannya Dang Ike sapaan akrab caleg DPR RI dari partai Demokrat tersebut mengucapkan terima kasih kepada Dekan FH Unila bersama rombongan atas kunjungan silaturahminya di rumah edukasi budaya LGK dalam rangka silaturrahmi sekaligus diskusi ringan.

"Pertama saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Dekan FH Unila bersama rombongan atas kunjungan silaturahminya di kediaman kami ini," ujar Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike juga mengungkapkan bahwa, walaupun sudah purna tugas dari Kepolisian sebagai abdi negara tapi dia ingin tetap berguna dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

"Saya 40 tahun berdinas di Kepolisian dalam mengabdikan diri pada masyarakat bangsa dan negara, dan saat ini saya sudah purna tugas dari Kepolisian tapi saya berusaha untuk tetap berguna dan bermanfaat bagi masyarakat banyak," ucap Dang Ike.

Di tempat yang sama, Dekan FH Unila mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dang Ike beserta istri dr Hj Aida Sofina yang telah menerima dan menyambut kunjungan silaturahmi tersebut.

"Saya merasa bahagia dan terharu bisa silaturahmi ke LGK ini, dan saya ucapkan terimakasih banyak atas penerimaan dan penyambutan yang penuh dengan kehangatan dan kekeluargaan dari Dang Ike beserta ibu dan keluarga besar LGK," ujarnya.

Menurut Dekan FH Unila tersebut, silaturahmi ini kedepannya harus tetap dijaga dan dipelihara apalagi Dang Ike adalah bagian dari Unila karena dang alumni FH Unila.

"Kunjungan ini dalam rangka silaturrahmi, apa lagi Dang Ike adalah keluarga besar Unila juga karena beliau adalah alumni FH Unila," jelasnya.

Masih menurut Fakih, kedepan silaturahmi dan komunikasi serta kerjasama akan tetap dilakukan untuk membesarkan FH Unila.

"Kedepannya silaturahmi dan komunikasi serta kerjasama akan lebih ditingkatkan agar kita bisa sama-sama membesarkan FH Unila ini," katanya.

Selain itu kata Dekan FH itu, Unila masih butuh masukan, kontribusi dari tokoh-tokoh seperti Dang Ike.

"FH Unila ini masih membutuhkan kontribusi, masukan dari para tokoh seperti Dang Ike ini, karena untuk membesarkan FH Unila tidak cukup hanya teori, tapi juga butuh pengalaman-pengalaman dari para tokoh seperti Dang Ike ini." Pungkasnya.

Silaturahmi tersebut diakhiri dengan makan siang bersama dilanjutkan dengan sesi foto bersama. | [Feby]

Kamis, 29 Juni 2023

Tak Ingin Lewatkan Hari Raya Qurban, LGK Sembelih 2 Ekor Sapi


GK, Bandar Lampung - Idul Adha jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan sering juga disebut sebagai Lebaran Haji. Pada tanggal 10 Dzulhijjah ini umat muslim yang sedang menunaikan haji akan melakukan wukuf di Arafah.

Selain melaksanakan wukuf, ibadah yang dilakukan pada Idul Adha juga adalah qurban.

Sebagai wujud rasa syukur dan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Irjen Pol (Purn) DR Hi Ike Edwin SH, MH, MM, atau yang akrab disapa Dang Ike melaksanakan penyembelihan hewan qurban di hari raya idul Adha 1444 H/2023 M, yang di gelar di Rumah Edukasi budaya Lamban Gedung Kuning (LGK) di jalan Pangeran Suhaimi Sukarame Bandar Lampung, Kamis (29/6/2023).

Dang Ike yang merupakan Calon Legislatif DPR RI dari Partai Demokrat itu mengatakan, dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di hari raya idul Adha tahun ini LGK menyembelih 2 ekor sapi yang dilaksanakan usai sholat Idul Adha.

"Semoga pelaksanaan Qurban ini mendapat keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta,ala serta menjadi nilai ibadah untuk keluarga besar LGK," ujar Dang Ike.

Selain itu, Dang Ike menyampaikan bahwa dari momentum ibadah qurban ini hendaknya dapat menjadikan makna bagi kita serta rela berkorban dengan tulus dan ikhlas dalam menjalankan setiap tugas dan kewajiban sebagai manusia ciptaan Allah SWT.

“Mudah-mudahan apa yang  sudah kita laksanakan bersama- sama dapat bermanfaat khususnya bagi kaum dhuafa yang membutuhkan karena Qurban merupakan wujud ketaatan dan kasih sayang terhadap sesama,” harap Dang Ike.

Menurutnya, penyembelihan hewan qurban  dapat memberikan contoh kepada kita semua, guna saling berbagi dan berkurban apabila memiliki rezeki untuk mengikuti perintah agama.

“Terakhir, atas nama keluarga besar LGK kami menyampaikan selamat hari raya Idul Adha, mohon maaf lahir dan batin semoga kita semua diberikan keberkahan Rizki dan bisa berbagi di tahun tahun mendatang." Tutup Dang Ike.

Daging Qurban yang dibagikan pada hari raya idul Adha kali ini berjumlah 400 bungkus yang di bagikan kepada masyarakat. | [Feby]

Jumat, 16 Juni 2023

Mantan Rektor Unila dan Sejumlah Alumni HMI Adakan Silaturahmi Dan Diskusi Di LGK


GK, BANDAR LAMPUNG | Puluhan  Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) yang terhimpun di simpul relawan  Anies Rasyid Baswedan yang bernama Rumah KITA (Keluarga Insan Cita) mengadakan anjang sana ke tokoh adat dan tokoh masyarakat di Lamban Gedung Kuning (LGK), Rabu (14/6/2023) malam.


Rombongan yang dikomandani oleh mantan Rektor Unila Prof DR Muhajir Utomo M.Sc. tersebut disambut langsung oleh Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) DR Hi Ike Edwin SH, MH, MM beserta istri dr Aida Sofina di LGK.


Adapun maksud dan tujuan para Alumni HMI itu datang ke LGK adalah disamping bersilaturahmi juga melakukan diskusi membahas tentang situasi negara dalam perpolitikan nasional akhir-akhir ini.


Menurut Profesor Muhajir Utomo, kita harus menyumbangkan pikiran dan gagasan untuk melakukan perubahan di segala aspek di negara Indonesia.


"Walaupun kita sudah sepuh dan purna tugas dari berbagai profesi, namun pemikiran serta gagasan berdasarkan ilmu dan pengalaman kita masing-masing, kita harus tetap tampil untuk memberikan pikiran dan gagasan kita untuk melakukan perubahan di NKRI ini," ujar Muhajir.


Hal itu menurut Mantan Rektor Unila tersebut, didasarkan atas situasi dan kondisi masyarakat Indonesia yang hingga saat ini jauh dari kata adil dan makmur.


"Jika kita melihat kondisi masyarakat Indonesia hingga saat ini, jauh dari kata adil dan makmur sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia, untuk itu kita harus tetap berjuang untuk mewujudkan harapan dan cita-cita masyarakat, bangsa dan negara Indonesia ini," kata Muhajir Utomo.


Ditempat yang sama Dang Ike juga mengatakan,  bahwa semua kalangan tak terkecuali para akademisi harus bersatu padu untuk mengatasi problematika kehidupan bangsa Indonesia.


"Kita harus bersatu padu untuk mengatasi problematika kehidupan bangsa ini yang hari ini tidak dalam keadaan baik-baik saja, termasuk masalah perpolitikan Indonesia yang menjadi pijakan untuk menuju perubahan yang lebih baik lagi kedepannya," ujar Dang Ike.


Untuk itu Dang Ike mengucapkan terima kasih atas kunjungan para Profesor, Doktor yang telah bersilaturahmi ke LGK dalam rangka diskusi.


"Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi saya, atas kunjungan para akademisi para Profesor, Doktor yang telah datang ke LGK ini untuk mengadakan Diskusi tentang kondisi dan situasi bangsa ini," ucap Dang Ike.


Selain itu menurut Dang Ike, Diskusi semacam ini harus terus dilakukan sampai menemukan jalan keluar yang brilian demi kepentingan dan kemajuan serta perubahan bangsa serta masyarakat Indonesia.


"Diskusi semacam ini harus terus dilakukan, hingga kita bisa menyumbang pikiran dan gagasan untuk melakukan perubahan yang signifikan terhadap bangsa dan negara serta masyarakat Indonesia," ungkapnya.


Masih menurut Dang Ike, LGK selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin bersilaturahmi dan berdiskusi tentang hal apapun.


"LGK ini saya jadikan sebagai rumah edukasi budaya sekaligus untuk sarana diskusi, untuk itu silahkan siapa saja dan dari kalangan apa saja yang ingin berdiskusi untuk datang ke LGK ini." Pungkasnya. [Feby]

Senin, 15 Mei 2023

Ike Edwin: Maju Di Pileg 2024 Merupakan Panggilan Untuk Berkiprah di Panggung Politik Nasional


GK, BANDAR LAMPUNG | Salah seorang Tokoh masyarakat dan tokoh Adat Lampung, DR Ike Edwin S.H., M.H., M.M., mengungkapkan visi misi dan hal yang melatarbelakangi dirinya akan maju menjadi calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024-2029.


Sebagai seorang tokoh masyarakat dan tokoh Adat yang lahir dari keluarga bangsawan serta anak dan cucu dari para pejuang kemerdekaan Indonesia, Ike Edwin sangat memperhatikan hal apa saja yang menjadi permasalahan ditengah-tengah masyarakat. Perihal itulah, ia ingin memperjuangkan suara rakyat dengan cara maju menjadi calon Anggota DPR RI pada pemilu legislatif 2024 mendatang.


Saat ditemui di rumah kediamannya Lamban Gedung Kuning (LGK) jalan Pangeran Suhaimi Sukarame Bandar Lampung, Ike Edwin menyatakan dirinya akan maju sebagai calon legislatif (Caleg) pada pemilu tahun 2024, Minggu (14/5/2023).


"Insyaallah pada tahun 2024 nanti, saya akan mengikuti kontestasi politik dengan maju menjadi calon anggota legislatif DPR RI dari partai Demokrat untuk daerah pemilihan (Dapil) 1 Lampung yang terdiri dari 8 kabupaten/kota," ujar Dang Ike sapaan akrab mantan Kapolda Lampung 2016 tersebut.


Ia menyampaikan bahwa dirinya maju dilatarbelakangi oleh perhatian dan kepeduliannya yang besar terhadap kemajuan dan keadaan masyarakat  diberbagai hal.


Menurutnya, apalagi segala permasalahan yang ada di tengah masyarakat diselesaikan dengan sebaik mungkin, seperti masalah kesehatan masyarakat baik, pendidikan masyarakat baik, ekonomi masyarakat baik, infrastruktur baik, penegakan hukum baik, otomatis semua lini pemerintahan didepannya akan berjalan normal.


"Adapun visi dan misi saya tentu mungkin tidak sama seperti caleg-caleg yang lainnya, yang jelas visi saya adalah "Memberikan Bukti bukan Janji" tentunya kita berjuang sesuai dengan kemampuan kita sebagai wakil rakyat, sudah pasti yang pertama kita prioritaskan untuk kepentingan masyarakat," kata Dang Ike.


Lebih lanjut kata Dang Ike, Dia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI merupakan panggilan untuk berkiprah di panggung politik Nasional sebagai bentuk pengabdian diri kepada bangsa dan negara serta ibadah.


"Saya meyakini bahwa jalur Parlementer ini merupakan salah satu media yang strategis untuk mewujudkan Baldatun Thoyyibatun Warohbun Ghofur, untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat." Tutup mantan Dirtipikor Mabes Polri tersebut. | (Feby)

Selasa, 04 April 2023

Ike Edwin Sambut Hangat Kunjungan Danlanud Pangeran M Bunyamin Di Lamban Gedung Kuning


GK, Bandar Lampung
- Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Pangeran M Bunyamin Letkol Pnb Yosi Hadi Wiyanto beserta Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D1 Ira Yosi, berkunjung dan bersilaturahmi ke Lamban Gedung Kuning (LGK) di jalan Pangeran Suhaimi Sukarame Bandar Lampung, Selasa (4/4/2023).

Turut mendampingi Danlanud Pangeran M Bunyamin dalam kunjungannya ke LGK adalah Kadisops  Mayor Pom Agus Muhammad. S., Kadispers Mayor Adm Mashuri, Kadislog Mayor Kal Sukendro, Dansatpom Kapten Pom Chandra, Kaintel Kapten Sus Feri Hermawanto.

Letkol Pnb Yosi Hadi Wiyanto resmi menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara Pangeran M Bunyamin sejak tanggal 6 Februari 2023 setelah diserahkan terimakan dari pejabat lama  Letkol Pas Yoseph M Purba.

Acara silaturahmi dengan keluarga besar Pangeran M Bunyamin diisi dengan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah, setelah itu dilanjutkan dengan ramah tamah dengan Danlanud beserta jajarannya.

Dalam sambutannya Letkol Pnb Yosi Hadi Wiyanto mengucapkan terima kasih atas penyambutan Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) DR. H. Ike Edwin S.Ik., SH.MH. MM., beserta keluarga besar Lamban Gedung Kuning.

"Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Dang Ike beserta keluarga besar Alm Pangeran M Bunyamin yang telah menyambut kedatangan kami dengan begitu hangat dan penuh kekeluargaan ini," ujar Yosi.

Selain itu Yosi juga mengucapkan rasa haru dan bangga bisa berkunjung dan bersilaturahmi ke rumah kediaman salah satu Putra dari keluarga besar TNI AU.

"Saya terharu dan bangga bisa berkunjung dan bersilaturahmi ke LGK ini, yang merupakan rumah kediaman salah satu putra dari keluarga besar TNI AU yang namanya diabadikan menjadi nama Pangkalan TNI AU di Lampung," ucap Yosi.

Selanjutnya Perwira menengah TNI AU tersebut mohon Doanya dari Keluarga besar Pangeran M Bunyamin dan keluarga besar LGK untuk dapat merawat pangkalan TNI AU dengan baik.

"Saya juga mohon doanya dari keluarga besar Pangeran M Bunyamin dan keluarga besar LGK, untuk dapat merawat dan menjaga Pangkalan TNI AU Pangeran M Bunyamin dengan baik dan benar," Pungkas Letkol Pnb Yosi Hadi Wiyanto.

Ditempat yang sama, Dang Ike juga menyampaikan selamat datang di LGK yang merupakan rumah edukasi budaya.

"Saya atas nama keluarga besar dari papa saya yaitu Pangeran M Bunyamin mengucapkan selamat datang kepada Danlanud beserta rombongan yang telah sudi berkunjung dan bersilaturahmi ke LGK ini," ungkap Dang Ike.

Selain itu Dang Ike juga menyampaikan permohonan maaf, jika dalam penyambutan dari keluarga Pangeran M Bunyamin terdapat kekurangan disana sini.

"Saya juga atas nama keluarga besar mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, apabila dalam penyambutan keluarga besar kami terdapat kekurangan disana sini," Tutur Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike juga sedikit menjelaskan tentang LGK yang dijadikan sebagai rumah edukasi budaya dan rumah aspirasi masyarakat.

"Jadi setelah saya purna tugas dari Kepolisian Republik Indonesia, saya pulang ke Lampung dan saya jadikan rumah pribadi saya ini sebagai rumah edukasi budaya untuk melestarikan budaya, dan rumah aspirasi masyarakat, agar pengabdian kepada masyarakat itu tidak terhenti. Tugas boleh berakhir namun pengabdian kepada masyarakat tidak boleh terhenti." Pungkas Dang Ike. [Yuli]

Kamis, 16 Maret 2023

Forkom Simpul Relawan ARB Provinsi Lampung, Adakan Musda dan Dialog Publik


GK, BANDAR LAMPUNG - Musyawarah Daerah (Musda) dan dialog publik Simpul Relawan Anies Rasyid Baswedan Forum Komunikasi Lampung di posko relawan Anies Rasyid Baswedan di Lamban Gedung Kuning (LGK), Kamis (16/03/2023).

Musda dan dialog publik itu dihadiri langsung oleh Dendy dan Tata ketua Forkom pemenangan Anies Pusat, Ketum simpul Garnis Marlina, Sekjen BMKAB pusat Tasirun, dan Pembina Forkom Lampung Irjen Pol (Purn) DR. Ike Edwin SH.,MH.,MM., serta seluruh simpul relawan Anies se-provinsi Lampung.

Ditengah-tengah berjalannya acara Musda yang berlangsung di posko Forkom di LGK, Ketua Umum Partai Demokrat AHY menyempatkan untuk menyapa Penasehat Forkom Relawan Anies Lampung beserta seluruh peserta musda melalui Video Call, guna memberikan semangat, saran dan masukan untuk para relawan Anies.

Dalam keterangannya dengan awak media seusai acara musda, Penasehat Forkom Relawan Anies Rasyid Baswedan Lampung Irjen Pol (Purn) DR H Ike Edwin S.H., M.H., M.M., atau yang akrab disapa Dang Ike mengatakan bahwa, usai musda seluruh simpul relawan Anies yang tergabung dalam Forkom akan menyusun strategi untuk pemenangan Anies pada pemilu 2024.

"Mudah-mudahan setelah selesai musda ini kita dapat menyusun strategi untuk pemenangan Anies Baswedan dalam kontestasi Pilpres tahun 2024 nanti," ujar Dang Ike.

Adapun agenda Musda pertama ini adalah untuk menyatukan seluruh simpul relawan Anies Baswedan yang ada di Lampung.

"Agenda Musda kali ini adalah, disamping menyusun strategi pemenangan, juga untuk memperat silaturahmi dan meningkatkan kekompakan antar sesama relawan agar apa yang kita kerjakan untuk memenangkan Anies Baswedan sebagai Presiden RI 2024-2029 dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses," jelas Dang Ike.

Saat disinggung mengenai target pemenangan Anies Baswedan di Lampung, Dang Ike mengatakan bahwa relawan akan berkolaborasi dengan partai pengusung maupun partai pendukung untuk mencapai 80 persen perolehan suara untuk Anies Baswedan.

"Ya kita akan berusaha semaksimal mungkin dan akan berkolaborasi dengan partai pengusung maupun partai pendukung untuk mencapai 80 persen suara untuk kemenangan Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029." Tandas Dang Ike.

Ditempat yang sama Inisiator Forkom pusat Tata mengatakan bahwa simpul relawan Anies Baswedan di seluruh provinsi di Indonesia melakukan musda dengan dua tujuan.

" Antar Simpul relawan Anies Baswedan saat ini mempunyai program untuk melakukan musda diberbagai daerah di Indonesia, tujuannya adalah pertama memperkuat silaturahmi, persaudaraan, kerjasama antara simpul relawan Anies Baswedan. Yang kedua memperkuat kolaborasi kerjasama dengan partai politik pengusung maupun partai pendukung, agar di tahun 2024 nanti calon Presiden kita menang dan partai pengusung maupun partai pendukung juga menang, karena simpul relawan Anies Baswedan dibawah Forkom saat ini ada lebih kurang 200 relawan." Ucap Tata.

Lain halnya dengan Ketum  relawan simpul Garnis , yang juga merupakan bacaleg DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Partai Demokrat Marlina mengajak seluruh relawan untuk satu suara demi kemenangan Anies Baswedan sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Tentunya karena partai Demokrat sudah mendeklarasikan secara lisan untuk mengusung Anies Rasyid Baswedan sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029, maka saya mengajak seluruh relawan Anies Baswedan untuk satu suara, untuk sama-sama mendukung supaya dukungan itu semakin kuat, dan tentunya harus di maksimalkan jangan sampai ketinggalan kereta, kita satukan semuanya jangan bercerai berai, ujar Marlina.

Masih menurut Marlina, "Dilampung Alhamdulillah gerbongnya adalah Dang Ike sebagai lokomotifnya. Dan saya jauh-jauh hari sudah mengusulkan agar melakukan musda ditempatnya Dang Ike yaitu di Lamban Gedung Kuning ini karena beberapa alasan dan pertimbangan, satu karena beliau ini adalah seorang tokoh, yang kedua karena beliau adalah seorang yang berpengalaman, kemudian beliau punya pasilitas LGK ini, dan yang paling penting adalah beliau berhasil menyatukan teman-teman simpul, berhasil merapatkan, beliau berhasil merangkul semuanya." Tandas Marlina.

Musda dan dialog publik itu juga dihadiri oleh perwakilan dari DPW maupun DPD partai pengusung maupun partai pendukung yang ada di provinsi Lampung.  | Pnr.

Sabtu, 25 Februari 2023

Balon Presiden RI Anies Baswedan Kunjungi Posko Bakomstra Relawan Di LGK


GK, BANDARLAMPUNG - Dalam sapari politiknya ke Provinsi Lampung, Bakal Calon Presiden RI Anies Rasyid Baswedan menyempatkan diri mampir ke posko Bakomstra relawan Anies Baswedan di Lamban Gedung Kuning (LGK) di jalan Pangeran Suhaimi Sukarame Bandar Lampung, Sabtu (25/2/2023).

Anies Baswedan di sambut langsung oleh Penasehat Bakomstra relawan Anies Baswedan sekaligus sebagai pembina rumah budaya Lamban Gedung Kuning Irjen Pol (Purn) DR. H. Ike Edwin S.IK., S.H., M.H., M.M. yang didampingi Istrinya dr Hj Aida Sofina SKM, bersama Gham Bebay Lampung (Baylam) dan seluruh pengurus Relawan Anies Baswedan yang ada di Provinsi Lampung.

Dalam keterangannya kepada awak media, Dang Ike sapaan akrab mantan Kapolda Lampung 2016 tersebut mengatakan sangat senang dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkenannya Anies Baswedan mampir ke posko Bakomstra di LGK.

"Saya bersyukur dan senang pak Anies Baswedan bisa mampir ke posko Bakomstra relawan Anies di LGK hari ini di sela-sela kunjungannya ke provinsi Lampung ini," ujar Dang Ike.

Selain itu menurut Dang Ike, dengan berkunjungnya Anies Baswedan ke LGK dapat memicu semangat para relawan untuk bekerja keras guna menjadikan Anies Baswedan presiden RI lima tahun kedepan.

"Dengan kehadiran Anies Baswedan di LGK ini bisa memicu semangat para relawan untuk bekerja keras guna memenangkan Anies Baswedan dalam pilpres yang akan datang agar beliau (Anies Baswedan) dapat menjadi presiden RI lima tahun kedepan," kata Dang Ike.

Ditempat yang sama, sambil berkeliling di dalam Lamban Gedung Kuning, Anies Baswedan mengatakan sangat berterima kasih kepada Dang Ike dan seluruh simpul relawan Anies Baswedan di Provinsi Lampung yang telah antusias menyambut kedatangannya di LGK.

"Sungguh luar biasa, saya tidak menyangka kalau saya akan disambut dengan seantusias seperti ini, dan saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada pak Ike Edwin beserta seluruh Relawan Anies Baswedan di Provinsi Lampung yang telah menyambut kedatangan saya ke bumi Lampung ini," ujar Anies.

Mengingat jadwal Anies Baswedan pada kunjungannya ke Lampung cukup padat, sehingga dia tidak sempat berbincang-bincang bersama para relawan dalam waktu lama.

"Saya mohon maaf karena jadwal kunjungan saya hari ini cukup padat, jadi saya tidak bisa berbincang-bincang dengan bapak/ibu sekalian dengan lama-lama, karena saya harus mengikuti kegiatan yang lain lagi," ucap Anies.

Namun Anies berpesan agar seluruh Relawan tetap kompak, solid dan bekerja keras serta selalu berdoa agar apa yang menjadi cita-cita bersama bisa terwujud.

"Saya ingatkan bahwa kita harus solid, harus kompak dan bekerja keras serta jangan lupa selalu berdoa agar apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita bersama bisa terwujud." Pungkasnya.

Sebelum pengalungan selempang tapis oleh Dang Ike kepada Anies Baswedan, terlebih dahulu Anies Baswedan di sambut dengan tarian khas Lampung yaitu tari Siger pangunten. [Feby]

Sabtu, 11 Februari 2023

Ike Edwin Menghadiri Acara Sujud Balak Buay Unyai Gunung Sugih Baru Tegineneng Pesawaran


GK, PESAWARAN - Mantan Kapolda Lampung 2016 Irjen Pol (Purn) DR Ike Edwin S.IK., S.H., M.H., M.M., menghadiri acara Adat masyarakat Adat Buay Unyai Gunung Sugih Baru, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, dalam acara "Sujud Balak Netakh Dau Bekhadu Dau Sapi Titikel" Sabtu (11/2/2023).

Pada acara tersebut, Dang Ike sapaan akrab mantan staf ahli Kapolri bidang Sospol tersebut tidak sendirian, namun juga turut serta Yanuar Firmansyah gelar Suttan Junjungan Sakti ke 27 dari Kepaksian Buay Belunguh, Paksi Pak Skala Bekhak Lampung Barat, Ahmad Saidar gelar Suttan Ulangan dari Negara Batin Way Kanan, Bastian gelar Suttan Bandar Marga dari Way Lima Kedondong dan Gham Bebay Lampung (Gham Baylam) Lamban Gedung Kuning (LGK).

Rombongan Dang Ike disambut dengan prosesi adat pepadun oleh Suttan Pesirah Alam, Suttan Paksi Pangeran, Suttan Buay Adat dan para penyimbang Adat lainnya dan diarak dari rumah kediaman kepala Desa ke tempat begawi (acara).

Dalam sambutannya Dang Ike mengucapkan terima kasih atas undangan dari para penyimbang Adat dalam acara Sujud Balak Netakh Dau Bekhadu Dau Sapi Titikel.

"Saya ucapkan terimakasih atas undangan dari para penyimbang Adat Buay Unyai dalam acara Adat Sujud Balak Netakh Dau Bekhadu Dau Sapi Titikel ini," ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike juga merasa bangga dan kagum dengan para penyimbang Adat Buay Unyai yang terus menjaga dan melestarikan adat dan budaya Lampung.

"Saya bangga dan kagum dengan para Tokoh Adat, penyimbang Adat Buay Unyai yang terus menjaga dan melestarikan adat dan budaya Lampung, karena ini adalah salah satu kekayaan Indonesia khususnya di Lampung," ujarnya.

Masih menurut Dang Ike, "Kita Harus bangga menjadi orang Lampung, karena Lampung satu-satunya Provinsi di Indonesia yang memiliki satu nama, Bahasa Lampung, Adat Lampung, Provinsi Lampung, Tulisan Lampung," kata Dang Ike.

Ditempat yang sama Suttan Pesirah Alam mengucapkan terima kasih atas kehadiran Dang Ike beserta para Suttan dari beberapa Kebuayan dan Marga.

"Saya mewakili para Suttan dari Buay Unyai Gunung Sugih Baru dan para penyimbang Adat Buay Unyai mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kedatangan Dang Ike Edwin beserta Suttan Junjungan Sakti ke 27 dari Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Skala Bekhak, Suttan Bandar Marga dari Way Lima Kedondong, dan Suttan Ulangan dari Negara Batin Way Kanan," ucapnya.

Suttan Pesirah Alam juga mengatakan, "Ini suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami masyarakat Adat Buay Unyai Gunung Sugih Baru yang telah dikunjungi oleh beberapa tokoh Adat dari berbagai Buay dan marga dalam acara adat Sujud Balak Netakh Dau Bekhadu Dau Sapi Titikel hari ini," katanya.

Setelah serangkaian prosesi acara adat dilaksanakan, dilanjutkan dengan makan siang bersama sambil beramah-tamah antara para Tokoh Adat dan penyimbang Adat yang hadir. [Feby]

LGK Terima Kunjungan Ketum Beserta Pengurus dan Anggota PERWALA Dari Jakarta


GK, BANDARLAMPUNG - Ketua Umum Persatuan Wanita Lampung (PERWALA) di Jakarta Hj. Roslina Daan bersama para pengurus dan anggota yang berjumlah 40 orang,  berkunjung ke Lamban Gedung Kuning (LGK) di jalan Pangeran Suhaimi, Sukarame Bandar Lampung, Jum'at (10/2/2023).

Rombongan PERMALA disambut langsung oleh tuan rumah LGK Irjen Pol (Purn) DR Ike Edwin S.IK., S.H., M.H., M.M., didampingi istri dr. Aida Sofina SKM, bersama pengurus dan anggota Gham Bebay Lampung (Gham Baylam).

Dalam sambutannya, mantan Kapolda Lampung tahun 2016 itu yang akrab disapa Dang Ike mengucapkan terima kasih dan bangga atas kedatangan ibu-ibu ketua serta anggota PERWALA di LGK.

"Saya beserta istri dan keluarga Gham Baylam mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Ketua dan anggota PERWALA Jakarta yang telah berkunjung ke LGK," ujar Dang Ike.

Selain itu menurut Jenderal Polisi Bintang dua yang telah bertugas di 15 Provinsi di Indonesia ini merasa bangga dan bahagia didatangi oleh Ibu-ibu PERWALA dari Jakarta.

"Saya sangat bangga dan bahagia dengan kedatangan ibu-ibu Ketua dan anggota PERWALA dari Jakarta, ini merupakan suatu kehormatan bagi keluarga besar LGK yang telah dikunjungi oleh PERWALA dari Jakarta," kata Dang Ike.

Didepan ketua dan anggota PERWALA dari Jakarta yang hadir di LGK, Dang Ike sedikit banyak menjelaskan tentang LGK, serta Adat dan Budaya Lampung.

"Setelah saya purna tugas dari Kepolisian tahun 2021 yang lalu dan telah  bertugas selama 40 tahun di korps Bhayangkara saya pulang ke Lampung untuk melanjutkan pengabdian dan beribadah di tanah leluhur saya ini," jelasnya.

Selanjutnya mantan Dirtipikor Mabes Polri terbaik tersebut mengatakan bahwa, dia sangat senang dan bangga terhadap PERWALA.

"Saya bangga dan senang terhadap PERWALA yang ada di Jakarta, bisa dibilang PERWALA itu adalah dutanya masyarakat Lampung yang ada di Jakarta, sebenarnya beban mereka lebih berat dari saya karena mereka tinggal di daerah orang, tapi misi dan tanggung jawab mereka adalah membawa segala sesuatunya tentang Lampung," kata Dang Ike.

Jadi menurut Dang Ike, PERMALA lebih mulia tugas dan tanggung jawab nya dibandingkan dengan yang tinggal di provinsi Lampung.

"Sebenarnya PERWALA itu lebih mulia dari kita yang tinggal di Lampung, karena mereka harus menjaga Marwah dan martabat Lampung di perantauan, jadi kita bersyukur bahwa PERWALA itu adalah organisasi wanita yang cukup kuat di luar provinsi Lampung walaupun tugas dan tanggung jawab mereka cukup berat demi terjaganya dan harumnya Marwah Lampung khususnya di Jakarta." Tutup Dang Ike.

Ditempat yang sama Ketum PERWALA dari Jakarta Hj. Roslina Daan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Dang Ike beserta istri dr. Aida Sofina dan keluarga besar LGK yang telah menyambut dan menerima kunjungan PERWALA di LGK.

"Kami semua pengurus dan anggota PERWALA dari Jakarta mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Dang Ike dan ibu dr. Aida Sofina atas berkenannya menerima kunjungan PERWALA di LGK ini," ujar Roslina.

Masih menurut Ketum PERWALA dari Jakarta tersebut, PERWALA sudah lama punya niat dan keinginan untuk berkunjung ke LGK.

"Kami PERWALA dari Jakarta sudah sejak beberapa tahun yang lalu berkeinginan untuk berkunjung dan bersilaturahmi ke LGK ini, Syukur Alhamdulillah malam ini niat dan keinginan kami tersebut terwujud dan kami semua merasa senang dan gembira setelah berkunjung ke LGK ini," ucap Hj Roslina Daan.

Ketika ditanya awak media tentang tanggapan dan perasaannya setelah berkunjung ke Rumah Edukasi Budaya LGK, Hj Roslina Daan mengatakan sangat kagum dan tak menyangka.

"Saya sudah lama sekali ingin berkunjung ke LGK ini, Alhamdulillah malam ini keinginan tersebut terwujud dan setelah melihat dengan mata kepala sendiri ini sangat luar biasa, saya sangat kagum kepada Dang Ike dan keluarga yang masih mau dan peduli terhadap kelestarian Adat dan Budaya Lampung. Banyak orang kaya banyak orang pintar tapi sedikit yang peduli dengan budaya," ungkap Roslina.

Menurut Roslina Daan, adat dan budaya Lampung harus tetap dijaga dan dilestarikan.

"Ini budaya yang mesti dijaga dan dilestarikan, saat ini saya rasa belum ada orang yang seperti Dang Ike ini yang mau dan peduli terhadap kelestarian Adat dan Budaya Lampung, dan kami mendoakan semoga beliau selalu sehat terus sehingga bisa terus melestarikan adat dan budaya. Ini luar biasa, tidak banyak orang yang seperti Dang Ike ini," ungkap Ketum PERWALA.

Selanjutnya Hj. Roslina Daan berpesan sekaligus mengajak seluruh masyarakat Lampung baik yang tinggal di provinsi Lampung maupun yang tinggal di luar Provinsi Lampung untuk terus menjaga, memelihara dan melestarikan adat dan budaya Lampung.

"Lampung ini adalah budaya yang paling tinggi, ayo sama-sama kita lestarikan, kita jaga, kami yang di Jakarta juga berusaha semaksimal mungkin walaupun tentunya tidak seperti Dang Ike yang berusaha sekuat tenaga untuk memberikan edukasi dan memberikan pelajaran-pelajaran tentang Adat dan Budaya Lampung," imbuhnya.

Ketika ditanya tentang apa saja kegiatan yang dilakukan oleh PERWALA di Jakarta dan sejak kapan organisasi PERWALA itu dibentuk, Hj Roslina Daan menjelaskan.

"PERWALA ini didirikan sejak tahun 1968, dan hingga kini masih aktif dan eksis. Mengenai kegiatan dan misi kami adalah melakukan kegiatan silaturahmi dan memperkenalkan Adat dan Budaya Lampung disetiap momen, baik tentang pakaian adat Lampung, makanan khas Lampung, budaya Lampung dan hal-hal lain yang berasal dari Lampung." Pungkasnya. [HBR]

Jumat, 10 Februari 2023

Ike Edwin Terima Kunjungan Relawan Anies Sumatera (RAS) Di LGK


GK, BANDARLAMPUNG - Ketua Forum Komunikasi (FORKOM) Relawan Anies Lampung Irjen Pol (Purn) DR Ike Edwin S.IK., S.H., M.H., M.M., menerima kunjungan Tim Relawan Anies Sumatera (RAS) di Lamban Gedung Kuning (LGK), Kamis (9/2/2023).

Menurut Ketua Umum (RAS) A Nurkholis kedatangan pengurus Relawan ke LGK, disamping untuk bersilaturahmi dengan Dang Ike sapaan akrab dari mantan Kapolda Lampung tahun 2016, yang juga salah satu tokoh adat Lampung tersebut adalah untuk mendaulat Dang Ike sebagai Penasehat (RAS).

"Kami sengaja datang ke LGK ini disamping untuk bersilaturahmi dengan Dang Ike selaku tokoh adat dan juga mantan Kapolda Lampung, juga meminta Dang Ike untuk menjadi pembina dalam Relawan Anies Sumatera," ucap Nurkholis.

Nurkholis mengatakan bahwa sosok Dang Ike cukup ideal dan cukup mumpuni dengan pengalaman dan pengetahuannya guna memberikan pembinaan dan nasehat kepada seluruh simpul-simpul Relawan Anies Baswedan yang ada di Lampung pada khususnya dan Sumatera pada umumnya.

"Menurut pandangan kami sosok Dang Ike cukup ideal dan cukup mumpuni untuk menjadi penasehat dan pembina bagi simpul-simpul Relawan Anies yang ada di Lampung maupun Sumatera," jelasnya.

Masih menurut Nurkholis, "Kami yakin dan percaya dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh Dang Ike, maka Relawan Anies di Lampung dan Sumatera bisa bekerja dengan baik dan bisa meraih kemenangan untuk menjadikan Anies Baswedan sebagai Presiden RI pada pemilu 2024 yang akan datang," ucapnya.

Ditempat yang sama Dang Ike Edwin mengucapkan terima kasih kepada pengurus RAS telah berkunjung ke Lamban Gedung Kuning.

"Terima Kasih saya ucapkan kepada pengurus RAS yang telah hadir ke LGK dalam rangka bersilaturahmi dan Diskusi tentang perubahan," ujar Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan RAS yang mempercayakan kepada dirinya untuk menjadi pembina.

"Saya juga tak lupa mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjadi pembina RAS," ucap Dang Ike.

Selain itu menurut Dang Ike, "Yang namanya Relawan itu kita harus bekerja dengan 3 As, bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas, tanfa itu semua perjuangan kita tidak akan mungkin berhasil." Pungkasnya. [HBR]

Sabtu, 07 Mei 2022

Salah Satu Raja Paksi Pak Skala Brak Halal Bil Halal ke Rumah Budaya LGK


GK, Adat dan Budaya - Momentum Hari Raya Idul Fitri adalah saat yang selalu dimanfaatkan oleh kaum muslimin untuk berkumpul bersama keluarga, untuk saling mengunjungi kepada kerabat, sahabat, teman dan juga tetangga, guna saling memaafkan.

Dalam merayakan hari kemenangan bagi ummat muslim tersebut, setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, biasanya dimanfaatkan untuk ajang silaturahmi untuk saling maaf memaafkan dan saling melepas rindu, apalagi sudah dua tahun yang lalu momentum merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga dibatasi dengan adanya kebijakan Pemerintah melarang masyarakat untuk mudik, akibat adanya Pandemi covid-19.

Hal itu juga dilakukan oleh salah satu Tokoh Adat Kerajaan Paksi Pak Skala Brak dari Paksi Buay Nyerupa, Drs. H. Salman Paksi SE., MM., Gelar Suntan Pikoelun Jayadiningrat, yang bersilaturahmi ke rumah kediaman salah satu tokoh adat Lampung yang juga mantan Kapolda Lampung tahun 2016, Irjen Pol (Purn) Dr., H. Ike Edwin S.H., M.H., M.M., di Lamban Gedung Kuning (LGK), Jalan Pangeran Suhaimi, Sukarame, Bandar Lampung, Jumat (6/4/2022).

Dalam kunjungan halal bil halal tersebut Pun Salman panggilan yang biasa digunakan pada Suntan Pikoelun Jayadiningrat bersama keluarga di LGK, disambut langsung oleh Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr., H. Ike Edwin S.H., M.H., M.M., yang didampingi oleh istrinya dr. Hj. Aida Sofina.

Ucapkan terima kasih Dang Ike

Dalam keterangannya kepada media, Dang Ike mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pun Salman atas kunjungannya di LGK dalam rangka halal bil halal dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1443 H, tahun 2022.

"Saya atas nama keluarga besar Lamban Gedung Kuning mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pun Salman yang telah datang ke LGK untuk bersilaturahmi dalam rangka halal bil halal dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1443. H, ini." Ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike mengungkapkan bahwa dalam rangka halal bil halal tersebut, disamping untuk mempererat tali persaudaraan, silaturahmi dan saling maaf memaafkan, juga diisi dengan diskusi santai tentang berbagai hal termasuk tentang adat dan budaya Lampung.

"Jadi momentum halal bil halal ini, disamping untuk mempererat tali persaudaraan, memupuk silaturahmi, dan saling maaf memaafkan, juga diisi dengan diskusi tentang adat dan budaya Lampung sambil ngobrol santai" ungkap Dang Ike.

Ditempat yang sama Suntan Pikoelun Jayadiningrat juga mengatakan silaturahmi ini adalah merupakan ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan dengan menjaga silaturahmi yang baik.

"Kunjungan ini adalah merupakan ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan, serta kekompakan, dengan cara senantiasa menjaga silaturahmi yang baik dan menjalin komunikasi yang baik juga" ujarnya.

Dalam kunjungan silaturahmi dan halal bil halal tersebut Suntan Pikoelun Jayadiningrat didampingi putra mahkota kerajaan adat Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Buay Nyerupa. | red