Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label BI Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BI Lampung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Maret 2025

TPID dan TPAKD Lampung Timur Perkuat Sinergi untuk Stabilitas Harga dan Percepatan Akses Keuangan

Lampung Timur
, 19 Maret 2025 – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung Timur menegaskan komitmennya untuk terus melakukan sinergi dan memperkuat pengendalian inflasi. Hal ini disampaikan oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dalam acara High Level Meeting (HLM) yang melibatkan TPID dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah Lampung Timur, Bank Indonesia, OJK, FORKOPIMDA, serta perwakilan perbankan di Kantor Bupati Lampung Timur.

Bupati Ela menekankan pentingnya stabilisasi pasokan dan harga pangan sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi. Salah satu inisiatif yang dilaksanakan adalah operasi pasar, terutama pada bulan Ramadan dan Idulfitri, termasuk Gerakan Pangan Murah yang digelar hari ini.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan, menyampaikan bahwa pada Februari 2025, Provinsi Lampung tercatat mengalami deflasi sebesar 0,02% (yoy). Di antara empat kabupaten/kota yang menjadi sampel perhitungan inflasi, Lampung Timur menjadi satu-satunya kabupaten yang mencatatkan deflasi sebesar 0,38% (yoy). Penurunan harga disebabkan oleh faktor-faktor seperti diskon tarif listrik, penurunan harga beras, dan turunnya harga aneka cabai. Meskipun demikian, komponen inti menunjukkan pertumbuhan yang stabil, menandakan daya beli masyarakat yang tetap baik.

Junanto juga mengingatkan TPID Lampung Timur untuk mewaspadai kenaikan harga beberapa komoditas menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, seperti bawang merah, bawang putih, gula pasir, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Di sisi lain, Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, merekomendasikan beberapa program TPAKD di Lampung Timur pada 2025, termasuk kegiatan literasi dan inklusi keuangan, Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS), dan Desa PERKASA (Perekonomian Kuat Masyarakat Sejahtera). Program-program ini bertujuan untuk mempercepat akses keuangan bagi masyarakat di daerah.

Junanto menambahkan, untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok secara berkelanjutan, peran serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pembentukan Toko Inflasi dan peningkatan akses keuangan sangat diperlukan. Selain itu, upaya pengendalian inflasi selama momentum Ramadan dan Idulfitri dapat dilakukan melalui strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).

Dengan sinergi yang terus diperkuat antara TPID dan TPAKD, diharapkan Lampung Timur dapat menjaga stabilitas harga dan mempercepat akses keuangan bagi masyarakat, demi kesejahteraan yang lebih baik.(*)

Selasa, 07 November 2023

BI Lampung Bersama FOILA Gelar Lampung INVESTMENT SUMMIT 2023 Mendorong Investasi Hijau dan Terbarukan


GK,Bandar Lampung
– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama dengan Pemerintah Provinsi
Lampung yang tergabung dalam Forum Investasi Lampung (FOILA) melaksanakan event “Lampung
Investment Summit” di Kota Denpasar, Provinsi Bali pada hari Senin, 6 November 2023. Dengan
mengusung tema “Expanding Investment Opportunity Through Sustainable Tourism and Renewable
Energy”, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempromosikan proyek-proyek unggulan provinsi
Lampung khsususnya di sektor pariwisata berkelanjutan (Bakauheni Harbour City), energi
terbarukan (Waste to Energy Bakung & Solar Panel), serta infrastruktur dan industri berbasis sumber
daya (Labuhan Maringgai). 
Kegiatan tersebut dibuka dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)
Kerjasama Antar Daerah (KAD) Government to Government (G2G) antara Pemerintah Provinsi
dan,Perangkat Daerah serta Business to Business (B2B) antara pelaku usaha Lampung dengan
Bali. Total kesepakatan komitmen transaksi pelaku usaha antar kedua provinsi adalah senilai Rp8,71
Miliar untuk komoditi kopi, melon, dan semangka. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Lampung
Arinal Djunaidi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung Budiyono, serta Pj Gubernur Bali Sang
Made Mahendra Jaya. Turut hadir dalam kegiatan dimaksud Konsulat Hungaria, Konsulat
Kehormatan Ukraina, Bupati Lampung Timur, serta Investor Potensial dari Sunflower LTD dan PT
China State Construction Overseas Development Shanghai.
Dalam sambutannya Gubernur Lampung menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki
lokasi strategis, sumber daya alam berlimpah, serta sumber daya manusia potensial yang menjadi
modal penting dalam mendorong perekonomian regional. Lebih lanjut, beliau mengundang investor
baik domestik maupun global untuk berinvestasi pada proyek strategis di Lampung. Menanggapi hal
tersebut, Pj Gubernur Bali Bpk. I Sang Made Mahendra Jaya turut menyambut baik inisiatif tersebut
dan menyatakan bahwa keberlanjutan investasi, ketahanan pangan, serta kerjasama antar daerah
berperan penting di tengah konflik geopolitik global. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan
Bank Indonesia Provinsi Lampung menyampaikan bahwa forum ini dilaksanakan dalam rangka
mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan yang berorientasi kepada lingkungan serta
memberikan multiplier effect bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Rangkaian kegiatan Lampung Investment Summit dilanjutkan dengan presentasi proyek dari
Bakauheni Harbour City, Labuhan Maringgai Domestic Pier, Way Tebabeng, dan Renewable Energy
TPA Bakung. Agenda one on one meeting antara project owner dengan investor dari Jepang,
Tiongkok, dan Investor domestik serta business matching antara pelaku usaha kedua provinsi
menjadi penutup rangkaian kegiatan. Diharapkan dengan terselenggarakannya Lampung
Investment Summit 2023, dapat turut mempererat hubungan antar wilayah, mengembangkan energi
terbarukan, serta memacu akselerasi investasi di Provinsi Lampung.[red/yuli]