Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Bank BI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bank BI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Oktober 2024

Selenggarakan SIGER Fest, Masyarakat Diharapkan Terus Cintai Rupiah


GK, Lampung -
“Kedaulatan negara atau bangsa ditunjukkan salah satunya dengan memiliki mata uang sendiri. Indonesia memiliki Rupiah melalui perjuangan dan pengorbanan para pendiri bangsa. Oleh karena itu, masyarakat harus terus mencintai Rupiah.”, demikian disampaikan oleh Junanto Herdiawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung pada pembukaan “Festival Semarak Inspirasi dan Gebyar Edukasi Rupiah (SIGER Fest)“, Kamis (10/10/2024).


Festival yang bertempat di Rumah Asisten Wedana, Kota Metro, 4 – 13 Oktober 2024 bertujuan untuk mengampanyekan Cinta Bangga Paham Rupiah dan QRIS kepada masyarakat.


Sebagai bentuk menjaga kedaulatan negara, Bank Indonesia mendistribusikan uang Rupiah ke seluruh Indonesia termasuk ke daerah terluar. Museum Bank Indonesia dihadirkan untuk mengenalkan sejarah Uang dan Bank Indonesia kepada masyarakat. Selaras dengan Junanto, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ibu Nita Ariastuti Muelgini mengajak masyarakat untuk belajar mengenai sejarah Bangsa Indonesia dan juga belajar ke Museum Bank Indonesia.


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah kota Metro, Yeri Ehwan, mengapresiasi Bank Indonesia atas terlaksananya SIGER Fest di kota Metro.


“Pelaksanaan SIGER Fest tidak hanya memberikan insiprasi terkait edukasi, namun juga terkait literasi keuangan. Diharapkan festival ini memberikan pengetahuan dan edukasi yang sangat berharga kepada tenaga pengajar, siswa dan masyarakat kota Metro.”


Turut hadir pada pembukaan SIGER Fest, Ketua Yayasan Mohammad Hatta, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Direktur Utama PT. Bank Lampung, tenaga pengajar dan siswa di kota Metro. Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan Dedikasi Untuk Negeri berupa sarana pendukung aktivitas belajar dan mengajar kepada Kelompok Kerja Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama kota Metro.


Mengangkat sejarah penerbitan Uang Republik Indonesia dan kiprah Mohammad Hatta, pembukaan dirangkaikan dengan talkshow “Peran Bung Hatta di Tanah Siger” yang menghadirkan narasumber putri Proklamator Republik Indonesia Ibu Halida Hatta dan peneliti Sejarah museum Bank Indonesia Bapak Syefri Luwis. Ibu Halida Hatta mengingatkan generasi muda untuk selalu membaca, mempelajari sejarah bangsa Indonesia sehingga dapat meneruskan perjuangan Bung Hatta dan mengisi kemerdakaan dengan hal-hal yang positif.


SIGER Fest memiliki rangkaian kegiatan Pameran Museum Bank Indonesia, talkshow kebangsaan dan pemberdayaan, praktik kecakapan dan keterampilan dan lomba-lomba edukatif yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Lampung, khususnya kota Metro. (*) 

Rabu, 04 September 2024

Lampung Utara Semakin Digital Dengan E-RETRIBUSI Pasa


GK
Lampung – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama Bank Indonesia Provinsi Lampung dan Bank Lampung menerapkan pembayaran E-Retribusi Pasar di Pasar Sentral, Kabupaten Lampung Utara (04/09).

“Dengan penerapan E-Retribusi di Pasar Sentral, pembayaran retribusi pedagang menjadi lebih transparan, lebih cepat, serta memberikan rasa aman kepada setiap pihak” disampaikan Pj. Bupati Lampung Utara, Bapak Drs. H. Aswarodi, M.Si, saat meresmikan E-Retribusi di Pasar Sentral. Kegiatan ini merupakan perwujudan kolaborasi dan sinergi program kerja pembangunan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan E-Retribusi Pasar ini, sebanyak 278 pedagang di Pasar Induk Pasar Sentral Kab. Lampung Utara telah memiliki kartu E-Retribusi.

Bank Indonesia Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi sistem pembayaran di Provinsi Lampung. “Kami sampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, perbankan, dan seluruh pihak yang terus memperkuat sinergi dalam perluasan dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Berbagai program champion ini tentunya sangat mendukung perekonomian Lampung dari berbagai aspek, baik PAD maupun efisiensi transaksi” disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan, dalam sambutannya. Penerapan digitalisasi e-retribusi pasar yang sangat berperan dalam Pembangunan, baik penguatan struktur anggaran dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun tata kelola.


Peresmian E-Retribusi Pasar Sentral ini dilaksanakan sebagai bagian dari High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Kabupaten Lampung Utara. Pj. Bupati Lampung Utara memimpin langsung kegiatan ini, yang juga dihadiri oleh Direktur Bisnis PT Bank Lampung, Bapak Ahmad Jahri, Direktur PT FTF Globalindo Bangun Jocelyn Tobing, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Lampung Utara, Pejabat Tinggi Pratama Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, serta perwakilan pedagang dan petugas pemungut retribusi.(*)

Senin, 02 September 2024

Pada Triwulan I - II 2024, Inflasi di Provinsi Lampung Konsisten Terjaga


GK, Lampung -
Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada Agustus 2024 tercatat

mengalami inflasi sebesar 0,07% (mtm), lebih tinggi dibandingkan Juli 2024 yang tercatat

mengalami deflasi sebesar 0,16% (mtm). Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan ratarata tingkat perkembangan IHK di Provinsi Lampung pada bulan Agustus dalam 3 (tiga) tahun

terakhir yang tercatat deflasi sebesar 0,01% (mtm), namun lebih tinggi dibandingkan capaian

nasional yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,03% (mtm). Secara tahunan, IHK di

Provinsi Lampung pada Agustus 2024 mengalami inflasi 2,33% (yoy), lebih rendah

dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,55% (yoy), namun masih lebih tinggi

dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,12% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, inflasi disebabkan oleh beberapa komoditas yang mengalami

peningkatan harga seperti beras, kopi bubuk, biaya pendidikan sekolah menengah atas,

sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT) dengan andil masing-masing

sebesar 0,15%; 0,07%; 0,06%; 0,04%; dan 0,02%. Peningkatan harga beras dan kopi bubuk

sejalan dengan berakhir puncak panen raya padi dan kopi robusta pada teriwulan

sebelumnya. Lebih lanjut, harga acuan kopi robusta dunia tetap tinggi sejalan dengan kuatnya

permintaan ekspor di tengah belum optimalnya panen kopi robusta di Vietnam. Peningkatan

harga sekolah menengah atas sejalan dengan penyesuaian tarif SPP memasuki tahun ajaran

baru. Adapun peningkatan harga SKM dan SKT terjadi seiring dengan berlanjutnya

penyesuaian harga pasca kenaikan tarif cukai rokok pada awal tahun 2024.

Di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi pada Agustus 2024 tertahan oleh sejumlah komoditas

yang mengalami deflasi, terutama jeruk, bawang merah, tomat, telur ayam ras dan daging

ayam ras dengan andil masing-masing sebesar -0,13%; -0,12%; -0,05%; -0,04% dan -

0,04%. Penurunan harga jeruk sejalan masuknya panen raya jeruk di sentra produksi

Lampung Timur dan Lampung Tengah pada awal triwulan III 2024. Penurunan harga bawang

merah terjadi seiring masuknya periode panen raya di sentra produksi Brebes yang

merupakan daerah pemasok bawang merah untuk Provinsi Lampung. Adapun penurunan

harga telur dan daging ayam ras disebabkan oleh penurunan harga pakan ternak di tengah

periode low season pasca HBKN.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi IHK di Provinsi

Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) sampai dengan

akhir tahun 2024. Namun, diperlukan upaya mitigasi risiko-risiko sebagai berikut, antara lain

dari Inflasi Inti berupa berlanjutnya kenaikan harga emas Provinsi Lampung seiring

meningkatnya harga emas dunia. Sementara itu dari sisi Inflasi Volatile Food (VF), adalah (i)

kenaikan harga beras seiring dengan berakhirnya periode panen raya; (ii) kenaikan harga

minyak goreng sejalan dengan relaksasi HET MinyaKita. Selanjutnya risiko dari Inflasi

Administered Price (AP) yang perlu mendapat perhatian di antaranya yaitu (i) Kenaikan harga

aneka rokok sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok tahun 2024 sebesar 10% dan rokok

elektrik sebesar 15%; (iii) Kenaikan harga BBM sejalan dengan meningkatnya harga acuan.

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke

depan, Bank Indonesia dan TPID akan terus berupaya menjaga stabilitas harga. Adapun

strategi 4K yang ditempuh adalah sebagai berikut :

1. Keterjangkauan Harga

a. Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara kontinyu hingga harga kembali turun

sampai dengan HET. 

b. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas beras dan

daging ayam ras.

2. Ketersediaan Pasokan

a. Implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK/Non-IHK. Program

tersebut dibuka dengan toko MAPAN “Metro Antisipatif Pengendalian Harga Pangan“

di Kota Metro dan toko TAPIS “Toko Pengendalian Inflasi di Provinsi Lampung“ di Kota

Bandar Lampung.

3. Kelancaran Distribusi

a. Penguatan kapasitas transportasi dengan penambahan volume penerbangan

Lampung – Jakarta, perluasan rute penerbangan Lampung – Bali dan Lampung -

Batam, serta operasionalisasi Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni.

b. Penguatan program Mobil TOP “Transportasi Operasi Pasar“ yang berperan sebagai

transportasi komoditas yang dijual dalam operasi pasar.

4. Komunikasi efektif

a. Melakukan rapat koordinasi rutin mingguan di setiap Kabupaten/Kota dalam rangka

menjaga awareness instansi terkait dinamika harga dan pasokan terkini.

b. Memperkuat sinergi komunikasi dengan media dan masyarakat dalam rangka

menghindari perilaku panic buying.(red)