Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Maluku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maluku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Maret 2025

Napak Tilas Kapolres SBB AKBP Dennie Andreas Dharmawan SIK


Maluku - S
urat telegram Kapolri tertanggal 12 Maret 2025 menandai tiga tahun satu  bulan dan 16 hari AKBP Dennie Andreas Dharmawan SIK menjabat sebagai Kapolres Seram Bagian Barat. Dalam telegram tersebut disebutkan bahwa AKBP Dennie Andreas Dharmawan SIK diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadansatbrimob Polda Maluku. Menariknya seiring dengan beredarnya kabar mutasi kapolres, warga SBB pun ramai ramai menyampaikan ucapan dan juga  kesedihan karena akan  ditinggalkan ke tempat tugas yang baru.


Salah satu warga binaan langsung menghubungi Kapolres Dennie Andreas melalui pesan whatsapp. "Akan selalu dikenang oleh masyarakat SBB pak. Kapan sertijab pak? Jujur saya juga merasa kehilangan sosok saudara yang selama ini ada. Jangan pernah lupakan kami pak. Masyarakat SBB umum dan khusus diri saya pribadi akan selalu merindukanmu pak" ujarnya.


Sementara itu salah satu warga Piru  yang terkenal cukup vokal menyuarakan pendapatnya juga menyampaikan kesedihannya melalui pesan whatsapp ke nomer Kapolres SBB. "Beta seng bisa bilang apa apa lai bapa. Beta abis kata, lebih baik seng usah ketemu. Sakit untuk berpisah. Bapa, beta paleng sedih eee, bapa ee sudah talalu dekat eeee. Bapa eee beta seng berani ketemu, bapa eee pasti sedih" ratapnya dalam bahasa setempat. " Tidak ada yang mampu seperti bapa. Kapan beta bisa foto  dengan Pendeta Yandi Manobe kalau bukan bapa. Kapan beta bisa ketemu uatad terkenal Das' Ad Latif kalau tanpa bapa. Kapan beta bisa ketemu Kak Seto kalau tanpa bapa. Ini semua artis nasional" tambahnya.


Kapolres SBB AKBP Dennie Andreas Dharmawan memang terkenal dekat dengan masyarakat dan tidak sungkan mengekpresikan perasaannya. Warga SBB tersuguhkan wajah kapolres yang menahan haru atas dukungan dan animo masyarakat yang hadir  saat  diselenggarakan White Christmas 9 Desember 2022. Dalam kata sambutannya Kapolres Dennie menyampaikan inilah saatnya masyarakat luas mengenal  tanah saka mese nusa dan berjanji mengangkat potensi yang ada.


Janji tersebut tertepati dengan diselenggarakannya cerdas cermat tingkat SMP, SMA dan SMK se Kabupaten Seram Bagian Barat yang dilaksanakan mulai tanggal 17 Mei 2023. Lomba yang berlangsung selama tiga hari di Aula Polres  Seram Bagian Barat tersebut diikuti oleh 76 sekolah dan 228 siswa. Dengan mengusung tema Polisi sahabat pelajar, bergerak bersama semarakan merdeka belar, lomba ini bertujuan meningkatkan semangat belajar bagi para pelajar di SBB.


Tahun 2024 terkenal sebagai tahun politik dengan diselenggarakannya pemilihan presiden, legislatif dan kepala daerah.  Ada beberapa kegiatan cooling system  inovatif untuk menciptakan pemilu damai yang diselenggarakan oleh Kapolres Dennie Andreas. Kegiatan ini  tidak hanya viral di sosial media namun juga dipadati ribuan warga. Tanggal 11 November 2023 Pendeta Yandi Manobe dihadirkan di acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di halaman Polres Seram Bagian Barat. Pendeta asal NTT ini memang terkenal viral di sosial media dan masyarakat SBB pun berbondong bondong menghadiri KKR hingga meluap ke Jalan Trans Seram, Piru.  Kapolres Dennie Andreas juga berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten Seram Bagian Barat dalam upayanya menghadirkan suasana sejuk ditengah meningkatnya suhu politik. Kamis 13 Juni 2024 Polres SBB berkolaborasi bersama dengan pemkab menyelenggarakan doa bersama lintas agama dengan tema “Merajut Harmoni Dalam Perbedaan”.  


Kiprah Kapolres Dennie Andreas yang paling diingat warga adalah keberhasilannya menghadirkan ustad kondang Das’ Ad Latif dan pendeta Ridwan Hutabarat satu panggung di halaman polres Seram Bagian Barat pada tanggal 20 Agustus 2024. Hujan yang mengguyur SBB sejak siang hari tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk hadir di acara “Harmoni Dalam Perbedaan, Seram Bagian Barat Untuk Indonesia”. Bahkan dalam sambutan sebelum kotbahnya Ustad Das’ ad Latif menyampaikan” Biasanya Jendral yang telpon saya, ini saya yang telpon pak kapolres”


Jelang hari hari terakhir menuju pilkada serentak 27 November 2024, Kapolres SBB AKBP Dennie Andreas Dharmawan SIK, masih terus menyelenggarakan cooling system pemilu damai. Minggu 10 November 2024, Kiai Haji Hendra Umar Faried dihadirkan untuk acara SBB Bershalawat. Sementara delapan artis nasional dan lokal dihadirkan untuk mengisi acara Malam Pujian dan Kesaksian pada hari Senin 11 November 2024. Mereka adalah Putri Siagian, Glen Imanuel, Jason Irawan,Grezia Epiphania, Cleny Nikijuluw, Beto Habibu, Hyori Dermawan, dan Chef Robert Band


Sepak terjang Kapolres Dennie Andreas nampaknya juga mendapat apresiasi dan atensi. Pada Malam Syukuran HUT ke-79 Proklamasi Kemerdekaan RI di Gedung Nunusaku Center 17 Agustus 2024, kapolres menerima Kak Seto Award 2024. Penghargaan tersebut diberikan lewat inovasi polisi sahabat anak dimana polisi bergerak menyentuh seluruh anak di pedalaman Pulau Seram khususnya wilayah hukum Polres SBB. Penghargaan yang kedua diterima Kapolres Dennie Andreas Dharmawan SIK pada hari Sabtu 4 Januari 2025.  Penghargaan tersebut diberikan oleh Kantor Kementerian Agama Seram Bagian Barat sebagai “Tokoh Kerukunan Antar Umat Beragama” di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu.


Napak Tilas AKBP Dennie Andreas Dharmawan sebagai Kapolres SBB akan segera berganti sebagai Wadansatbrimob Polda Maluku. Namun kiprahnya di bumi Saka Mese Nusa tidak hanya akan tercatat di dalam jejak digital namun juga dalam ruang ruang ingatan warga Seram Bagian Barat. (Red) 

Sabtu, 04 Januari 2025

Dapat Penghargaan Dari Kemenag, Kapolres Akui Semua Untuk SBB


Maluku
- Berbagai upaya untuk menjaga situasi dan kondisi keamanan serta kerukunan antar umat beragama, terus dilakukan oleh Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK dan jajarannya.

Upaya tersebut membuat perwira dengan dua melati dipundaknya ini menerima penghargaan sebagai Tokoh Kerukunan Antar Umat Beragama di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dari kantor Kementerian Agama SBB, saat puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Tahun, Kementerian Agama RI, yang dipusatkan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu.

Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK mengatakan, jika pihaknya tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan tersebut. Sebab menurut Kapolres, apa yang telah dilakukan selama ini merupakan sebuah pengabdian dan tanggungjawab pihaknya dalam mewujudkan Kabupaten SBB, yang aman, damai dan penuh persaudaraan.
"Kami tidak pernah berpikir sedikitpun untuk mendapatkan penghargaan apalagi dijuluki sebagai tokoh kerukunan antar umat beragama. Kenapa ? karena apa yang kami lakukan selama ini hanya untuk masyarakat SBB, sebab itulah wujud pengabdian dan tanggungjawab kami dalam memelihara harkamtibmas dan kedamaian di bumi Saka Mese Nusa ini,"kata Kapolres kepada media, Sabtu (4/1/2025).

Orang nomor satu di Polres SBB ini mengucapkan terima kasih atas, penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Agama Kabupaten SBB itu.
"Walau demikian kami mengucapakan terima kasih kepada Kementerian Agama SBB, atas penghargaan yang diberikan kepada kami,"ujar Kapolres.

Ditambahkan, penghargaan yang di berikan dari Kementerian Agama SBB ini merupakan sebuah bonus, namun memiliki tanggungjawab yang amat besar. "Terutama moral untuk selalu mewujudkan SBB sebagai rumah bersama bagi semuanya,"tandas Kapolres. (*)

Jumat, 04 Februari 2022

Tradisi Penggal Kepala Manusia untuk Mas Kawin, Bukti Tanda Kedewasaan Pria Suku Naulu


GARIS KOMANDO - Tradisi suku primitif di Indonesia ini begitu mengerikan.

Suku Naulu yang ada di Maluku dikenal memiliki tradisi penggal kepala manusia.

Tradisi penggal kepala manusia merupakan tanda kedewasaan pria suku Naulu.

Bahkan kepala manusia juga biasa dijadikan mas kawin bagi anggota suku yang akan menikah.

Suku ini tinggal di pedalaman yang lokasinya jauh dari pusat kota.

Mereka masih hidup secara tradisional.

Tidak seperti masyarakat Indonesia pada umumnya, kebanyakan penduduk suku ini tidak memeluk agama apapun.

Mereka memiliki kepercayaan yang telah diwariskan secara turun temurun.

Untuk bertahan hidup, penduduk suku Naulu akan berladang dan berburu.

Masyarakat yang mendiami Pulau Seram, Maluku ini memiliki tradisi yang mengerikan bagi sebagian besar orang.

Bagi mereka, berburu kepala manusia merupakan persembahan kepada nenek moyang.

Tradisi inilah yang membuat suku Naulu dianggap sebagai suku primitif.

Mereka percaya bahwa tradisi ini wajib untuk dilakukan agar terhindar dari bahaya atau musibah.

Selain itu, tradisi ini dianggap sebagai sebuah kebanggaan dan simbol kekuasaan.

Kepala manusia memiliki arti penting bagi suku ini.

Maka, tidak heran bila kepala manusia juga dijadikan sebagai mas kawin ketika seseorang dalam suku Naulu akan menikah.

Pada zaman dahulu, raja suku Naulu menggunakan cara ini untuk memilih seorang menantu laki-laki.

Sebagai bukti kejantanan, sang pria harus membawa kepala manusia sebagai mas kawin.

Persembahan kepala juga dilakukan saat penduduk mengadakan sebuah ritual Pataheri, ritual yang dilakukan sebagai perayaan atas dewasanya seorang anak laki-laki.

ilustrasi suku primitif

Bagi remaja yang berhasil memenggal kepala seseorang, mereka akan mengenakan ikat kepala merah sebagai simbol kedewasaan.

Tradisi ini sempat dinyatakan hilang pada awal tahun 1900-an.

Namun, beberapa sumber mengatakan bahwa tradisi ini masih dilakukan hingga tahun 1940-an.

Setelah bertahun-tahun, tradisi ini tidak lagi terdengar.

Hingga akhirnya, pada tahun 2005, ditemukan dua mayat tanpa kepala di kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah.

Kedua mayat tersebut diidentifikasi bernama Bonefer Nuniary dan Brusly Lakrane, yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan karena bagian tubuhnya telah dipotong-potong.

Tengkorak kepala yang dipenggal.

Seperti dikutip dari Tribun Jambi pada Rabu (17/10/2018), hasil penyelidikan menunjukkan bahwa keduanya dibunuh oleh Suku Naulu sebagai persembahan kepada leluhur.

Pelakunya merupakan warga dengan marga Sounawe, yang melakukan ritual ini untuk memperbaiki rumah adat mereka.

Kejadian ini membuat para pelaku mendapat hukuman yang cukup berat.

Ketiga pelaku, Patti Sounawe, Nusy Sounawe, dan Sekeranane Soumorry dijatuhi hukuman mati.

Sedangkan tiga pelaku lainnya, Saniayu Sounawe, Tohonu Somory, dan Sumon Sounawe dipenjara seumur hidup.

Sejak kejadian ini, lembaga hukum berusaha untuk melakukan sosialisasi kepada semua pihak tentang adanya hukuman tegas bagi tindakan pembunuhan.

Kini, tradisi penggal kepala telah dihapus dan tidak terdengar lagi adanya korban yang menjadi persembahan.


Sumber