Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label UPTD BMBK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UPTD BMBK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2024

Warga Keluhkan Proyek Penanganan Jalan Provinsi Oleh Dinas BMBK yang Terkesan Asal-asalan



GK, Lampung Barat - Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah V (Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus) melakukan pemeliharaan di ruas jalan Provinsi Lampung mulai dari Pekon Tanjung Raya sampai Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat.

Adapun pemeliharaan yang dilakukan yaitu patching atau tambal sulam dan penanganan bahu jalan di Gunung Pasir Pekon Bandar Baru.

Proyek perbaikan Jalan Provinsi itu menuai banyak kritik dari masyarakat pengguna jalan yang hulu-hilir melintasi jalan rute tersebut.


Mulai dari kualitas pekerjaan yang diragukan, hingga minimnya rambu sehingga membahayakan pengguna jalan serta tidak adanya plang proyek yang terpasang dilokasi menjadi perhatian masyarakat dalam kegiatan proyek itu.

Dari sisi kegiatan patching atau tambal sulam jalan, pengendara menilai bahwa pihak pelaksana tidak mengedepankan kualitas sehingga dianggap mengabaikan azas manfaat untuk jangka panjang dan dikhawatirkan kondisinya tidak akan bertahan lama.

"Kualitas proyek tambal sulam ini patut diragukan, terutama pada kegiatan tambal sulam. Pekerja hanya menggali sedikit permukaan bagian atas yang ukurannya hanya beberapa centimeter saja. Kami yakin setelah ditambal tidak lama akan kembali mengelupas, karena tidak ada daya rekat," ucap Supri, salah satu pengguna jalan.


Selain menyoal terkait tambal sulam, minimnya pemasangan rambu ditengah aktivitas proyek tersebut juga ikut dikritik pengguna jalan karena dianggap membahayakan pengendara.

"Di beberapa titik penanganan bahu jalan minim rambu-rambu peringatan untuk pengendara. Jadi kondisi itu membahayakan, kemudian sisa dari aktivitas alat berat yang bekerja mengeruk tanah di bahu jalan tidak dibersihkan, sehingga berserakan di badan jalan. Kondisi itu juga membuat jalan sangat licin terutama saat hujan," sambungnya.


Dari beragam persoalan proyek tersebut, pihak berwenang diharapkan agar menjalankan fungsi pengawasan dengan turun melakukan kroscek kelapangan sebagai bentuk kontrol dalam menjaga kualitas pembangunan sehingga anggaran digulirkan tidak sia-sia.

"Untuk pihak-pihak yang punya fungsi pengawasan harus turun, minimal kroscek lah. Supaya anggaran yang digelontorkan tidak sia-sia, kami yakin anggarannya besar, tapi untuk jumlah nilai tidak tahu karena dilokasi tidak ditemukan dimana plang proyeknya," tutup dia.

Menanggapi itu, kepala UPTD PJJ Wilayah V (Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus) enggan mengomentari lebih jauh mengenai kondisi tersebut. Hanya pihaknya berterimakasih atas kritik yang disampaikan yang selanjutnya akan menjadi perhatian untuk kedepan.

"Iya, terimakasih infonya bang, untuk jadi perhatian kami kedepannya. Saat ini pekerjaan masih berjalan," ujarnya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp.

Kemudian dikonfirmasi lebih lanjut mengenai spesifikasi kegiatan mengingat tidak adanya plang proyek yang terpasang dilokasi, lagi-lagi sang Kepala UPTD hanya menanggapi dengan ucapan terimakasih atas masukan yang disampaikan.

"Oh iya bang terimakasih masukannya," tutup Kepala UPTD Wilayah V. (Surya)

Selasa, 23 Januari 2024

Menteri Perdagangan RI Akan Melintas, UPTD BMBK Bagai Kebakaran Jenggot Kerja Keras Timbun Jalan Berlubang



GK, Lampung Barat - Kedatangan Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan dalam rangka akan melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Wisata Tematik di Resort Lumbok Seminung, pada tanggal 25 Januari 2024 mendatang memberikan suatu keberuntungan bagi masyarakat Kecamatan Sukau.

Bagaimana tidak? Mendapati kabar Menteri Perdagangan RI akan berkunjung ke Kecamatan Lumbok Seminung dengan rute perjalanan melewati sepanjang Kecamatan Sukau. Mendadak Unit Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (UPTD BMBK) bekerja keras untuk menimbun jalan rusak dan jalan berlubang dengan batu sepelit dan tanah. Selasa (23/1/2014)

Sebelumnya, kondisi ruas Jalan Provinsi dari Pekon Tanjung Raya sampai perbatasan Oku Selatan, di Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat rusak parah, penuh dengan lubang dan bahu jalannya ditumbuhi rumput belukar.

Bagai kebakaran jenggot, pihak dari UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah V Dinas BMBK, seakan-akan ingin menyulap jalanan yang tadinya hancur dan rusak hingga telihat mulus untuk di lewati.

Ditengah pengerjaannya penimbunan jalan berlubang, pekerja yang ada dilapangan ketika ditanya apakah kegiatan dilakukan karena Menteri mau lewat?

Pekerja itu menjawab dengan ketus, "Mungkin," ucap pekerja dari UPTD BMBK itu.

Masyarakat yang mendapati pekerjaan dari pihak UPTD BMBK itu, tidak sedikit yang menertawakan dan mencibir sistem kerja mereka.

"Karena Menteri mau lewat saja, baru sibuk membenahi jalan yang berlubang, selama ini masyarakat disuguhi dengan fasilitas jalan yang rusak tidak cepat ambil tindakan segera perbaiki jika ada yang mulai berlubang," kata warga yang lewat menyaksikan penimbunan jalan.

Warga lain pun berkomentar, "Jika cuma ditimbun dengan sepelit dan tanah yang bersifat sementara, itu cuma menutupi supaya Menteri lewat tahunya jalanan mulus dan enak dilalui, dan sudahnya akan dibiarkan berlubang kembali," kata pengguna jalan yang kebetulan lewat. (Spj)