Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label BMBK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BMBK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2026

Perbaikan Infrastruktur Jalan Lampung Dikebut, BMBK Targetkan Lelang Februari 2026


Bandar Lampung
– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) terus mematangkan persiapan perbaikan infrastruktur jalan di tahun 2026. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Provinsi Lampung yang digelar di Ruang Komisi IV DPRD Lampung, Senin (19/1/2026).

RDP tersebut membahas perencanaan pekerjaan 17 ruas jalan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Seluruh ruas jalan tersebut akan dikerjakan melalui mekanisme lelang terbuka.

Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan bahwa perencanaan yang matang menjadi hal penting agar pelaksanaan pembangunan berjalan optimal dan tepat sasaran, mengingat anggaran yang dialokasikan cukup besar.

“Anggota DPRD juga perlu mengetahui secara detail apa saja yang telah direncanakan dan akan dilaksanakan oleh BMBK, karena pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan ini nilainya cukup besar,” ujar Taufiqullah.

Ia menjelaskan, usulan perbaikan ruas jalan dari masing-masing daerah pemilihan (dapil) sebenarnya telah dibahas sejak tahun 2025. Tahun 2026 merupakan tahap pelaksanaan, sehingga seluruh tahapan harus dipersiapkan dengan maksimal.
“Tadi kami bersama-sama membahas sejauh mana kesiapan lelang, mulai dari persiapan administrasi hingga kesiapan dimulainya pengerjaan di lapangan,” jelasnya.

Taufiqullah menegaskan bahwa proses perencanaan dan persiapan lelang terus dikawal bersama DPRD Provinsi Lampung agar setiap program BMBK dapat berjalan transparan dan akuntabel.

“Ini selalu menjadi bahan diskusi bersama DPRD supaya seluruh program BMBK dapat terawasi dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Taufiqullah mengungkapkan bahwa Surat Keputusan (SK) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah rampung. Bahkan, tim PPK bersama konsultan perencana juga telah melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kesiapan paket pekerjaan yang akan dilelang.

“SK PPK sudah selesai, tim juga sudah turun ke lapangan bersama konsultan perencana. Insyaallah pertengahan Februari 2026, proses lelang paket pekerjaan jalan akan mulai dibuka untuk umum,” pungkasnya.

Dinas BMBK Provinsi Lampung menargetkan pengerjaan infrastruktur jalan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 8 hingga 12 bulan, tergantung pada besaran dan kompleksitas masing-masing paket pekerjaan. Adapun prioritas pelaksanaan di awal tahun difokuskan pada paket-paket yang bersumber dari pinjaman pemerintah.(*)

Rabu, 07 Januari 2026

Kerusakan Jalan Metro–Kota Gajah Dipicu Curah Hujan Tinggi dan Lonjakan Kendaraan Berat


Lampung Tengah
– Pemerintah Provinsi Lampung terus mempersiapkan langkah penanganan kerusakan jalan provinsi yang terjadi di sejumlah ruas, khususnya pada jalur Metro–Kota Gajah.

Kerusakan jalan tersebut dinilai semakin parah akibat curah hujan yang tinggi serta peningkatan volume kendaraan berat seiring membaiknya konektivitas jalan utama di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Tafiqullah, menjelaskan bahwa rampungnya pembangunan jalan dari Kota Gajah menuju arah Semarang dengan lebar enam meter berdampak pada meningkatnya arus lalu lintas secara signifikan. Kondisi ini turut memberi tekanan pada jalan-jalan penghubung di sekitarnya.

“Dampaknya terasa hingga ke ruas penghubung, termasuk Jalan Pattimura di Kota Metro, yang saat ini menerima beban kendaraan di luar kapasitas awal,” ujar Tafiqullah Saat ditemui dikantornya pada Rabu 7/1/2026.

Ia mengibaratkan penanganan kerusakan jalan seperti proses diagnosis dalam dunia medis. Menurutnya, diperlukan analisis menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama kerusakan sebelum dilakukan perbaikan.

“Kalau dianalogikan seperti dokter, kita harus mendiagnosis dulu. Di lapangan terlihat jelas ada lonjakan kendaraan berat, dan musuh utama jalan aspal itu adalah air,” jelasnya.

Curah hujan tinggi menyebabkan air meresap ke dalam struktur perkerasan jalan, terutama pada ruas yang belum dilengkapi sistem drainase memadai. Kondisi ini mempercepat kerusakan, terlebih pada jalan yang sejak awal belum pernah dilapisi aspal, meski badan jalannya telah tersedia.

Saat ini, dari total 98 ruas jalan provinsi, sebanyak 62 ruas telah dilakukan perbaikan. Namun demikian, masih terdapat sejumlah titik yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar karena belum pernah diaspal sama sekali. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi serta kemampuan anggaran daerah.

Tafiqullah mengakui, tantangan penanganan kerusakan jalan cukup kompleks. Selain keterbatasan anggaran, diperlukan koordinasi lintas sektor, baik pekerjaan yang dilakukan secara swakelola oleh tim internal, proyek yang dikontrakkan kepada pihak ketiga, maupun koordinasi dengan pemerintah pusat di Jakarta.

“Tidak semua pekerjaan bisa dilaksanakan secara bersamaan. Ada jembatan, ada ruas jalan, dan ada proyek lain. Kalau dipaksakan paralel, justru bisa menghambat mobilitas masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kondisi jalan rusak, yang berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi, termasuk akses ke pasar dan fasilitas umum.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. PR kita memang masih banyak, namun kami berkomitmen menyelesaikannya secara bertahap dan secepat mungkin,” pungkasnya.

Jumat, 19 Desember 2025

Hari Jalan 2025, Dinas Bina Marga Lampung Tunjukkan Kepedulian Sosial Korban Bencana


Lampung
– Dalam rangka memperingati Hari Jalan yang diperingati setiap 20 Desember, Forum Dinas Bina Marga se-Provinsi Lampung menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp25 juta untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bantuan tersebut disalurkan melalui Bumbung Kemanusiaan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung sebagai bentuk kepedulian sosial insan infrastruktur.


Penyerahan donasi berlangsung di Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Jumat (19/12/2025). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah bersama Kepala Balai Jalan kepada Ketua Harian Kwarda Lampung, Riski Sofyan, yang mewakili Ketua Kwarda Lampung Jihan Nurlela.


Ketua Harian Kwarda Lampung, Riski Sofyan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Forum Dinas Bina Marga Lampung terhadap masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.


“Donasi ini merupakan wujud nyata solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bantuan ini akan segera kami salurkan melalui mekanisme Bumbung Kemanusiaan Pramuka,” ujar Riski.


Ia menambahkan, peringatan Hari Jalan 2025 menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa peran insan infrastruktur tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial melalui aksi-aksi kemanusiaan.


“Kami memastikan bantuan ini disalurkan secara tepat sasaran melalui jaringan Pramuka Peduli di wilayah terdampak bencana,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, ,M. Taufiqullah menegaskan bahwa peringatan Hari Jalan tahun ini mengusung semangat konektivitas untuk mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.


“Hari Jalan menjadi pengingat pentingnya konektivitas. Alhamdulillah, kondisi jalan provinsi Lampung saat ini telah mencapai 79,79 persen jalan mantap, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran,” ujarnya.


Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung bersama gubernur terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Pada tahun 2026, anggaran perbaikan jalan direncanakan akan ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


“Jalan adalah pondasi awal perbaikan ekonomi. Target kami, di akhir masa jabatan gubernur, tingkat kemantapan jalan bisa mencapai di atas 90 persen,” jelasnya.


Taufiqullah juga menegaskan kesiapsiagaan Dinas BMBK dalam menghadapi potensi bencana dengan menyiagakan alat berat serta memperkuat koordinasi lintas kabupaten dan kota agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif.


Senada dengan itu, Riski Sofyan menyatakan bahwa jalan nasional maupun provinsi memiliki peran strategis dalam mendukung investasi, pengendalian inflasi, dan ketahanan pangan.


“Komitmen gubernur menjadikan jalan sebagai prioritas utama pembangunan daerah sangat tepat. Infrastruktur jalan yang baik akan memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Ia juga mendorong kolaborasi pembiayaan pembangunan infrastruktur agar tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga melalui APBN, CSR industri, serta partisipasi masyarakat, guna mempercepat pemantapan jalan di Provinsi Lampung. 

Selasa, 02 Juli 2024

Pj. Gubernur Lampung Samsudin Melakukan Kunjungan Ke BMBK Provinsi Lampung


GK,Bandar Lampung
– Pj. Gubernur Lampung, Samsudin melakukan kunjungan kerja ke Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Senin (1/7/2024).

Kunjungan bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi kemajuan serta permasalahan terkait penanganan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung, Pj. Gubernur Samsudin menekankan pentingnya menjaga sektor infrastruktur, khususnya dalam penanganan jalan, secara maksimal. Ia menyebutkan bahwa sejak dilantik sebagai Penjabat Gubernur Lampung, ia juga diberi tugas untuk membenahi sektor infrastruktur di provinsi ini, selain menjaga inflasi, stunting, dan ketahanan pangan.

“Penanganan infrastruktur harus diawali dengan perencanaan dan pengawasan yang baik dan matang. Kita harus melakukan antisipasi sebelum ada keluhan dari masyarakat. Jangan menunggu hingga masyarakat mempublikasikan masalah melalui media sosial dan kemudian kita baru menjelaskan atau mengklarifikasi. Kita ada untuk melayani masyarakat,” tegas Pj. Gubernur.

Samsudin juga mengapresiasi upaya sharing pembiayaan penanganan jalan yang dilakukan bekerjasama dengan perusahaan sebagai solusi mengatasi keterbatasan anggaran. “Ini perlu dilakukan lebih luas lagi. Saya siap diajak dan bicara dengan perusahaan-perusahaan agar infrastruktur di Provinsi Lampung semakin baik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam membenahi infrastruktur, Pj. Gubernur Samsudin mengutarakan niatnya untuk mengunjungi kabupaten-kabupaten di Provinsi Lampung guna bersilaturahmi dengan para Bupati dan mendorong perbaikan infrastruktur di daerah. “Saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan dan berdiskusi dengan Bupati serta pihak terkait untuk memastikan penanganan infrastruktur berjalan maksimal,” tutupnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Lampung, demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menyampaikan bahwa kemantapan 98 ruas jalan provinsi dengan panjang total 1.695,479 Km hingga tahun 2023 telah mencapai 78,67%.Meskipun demikian, beberapa kendala masih dihadapi dalam upaya penanganan infrastruktur di Provinsi Lampung, antara lain keterbatasan anggaran dan masih beroperasinya kendaraan over dimension over load.

M. Taufiqullah menjelaskan bahwa salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan anggaran adalah dengan melakukan pola kerjasama (sharing anggaran) dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Provinsi Lampung. “Kami berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk membantu pendanaan dalam penanganan jalan,” ungkapnya.(Yuli)

Senin, 20 Mei 2024

Tingkatkan Kualitas Kehumasan, BMBK Lampung Gelar Pelatihan Bersama Awak Mediai


GK, Bandar Lampung
— Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung menggandeng Awak Media  dalam kegiatan bimbingan teknis pengelolaan informasi dan publikasi media. Kegiatan bimbingan teknis ini untuk meningkatkan kualitas kehumasan.

Plh. Sekretaris Dinas BMBK Lampung, Sukmawan Hendriyanto berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan insan BMBK dalam mempublikasikan informasi.

Ketiadaan informasi yang benar dan akurat mengenai proyek-proyek infrastruktur kita selama ini dapat menimbulkan berbagai masalah sosial.

 Masyarakat menerima rumor yang salah sebagai kebenaran, dan kadang menyebabkan dampak negatif bagi pembentukan opini publik,” ujarnya saat memberi sambutan dalam kegiatan pelatihan tersebut, Senin, 20 Mei 2024.

Pihaknya mendorong keterlibatan aktif pegawai di lingkup BMBK dalam menyiarkan informasi aktual kepada masyarakat.

“Dinas berencana untuk lebih mengaktifkan kembali kehumasan kita. Ini akan dimulai dari masing-masing koridor, UPTD, maupun bidang-bidang,” tuturnya.

Sementara Pemimpin Perusahaan Lampung Post, Iskandar Zulkarnain mengatakan hubungan media merupakan kunci dalam menyebarluaskan informasi secara efektif kepada masyarakat.

“Tugas dinas bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi juga tentang mengelola informasi dan publikasi media, serta membangun komunikasi dan citra positif di masyarakat,” ungkapnya.

Hubungan media yang baik memungkinkan instansi pemerintah secara terbuka dan transparan menyampaikan informasi terkait program, kebijakan, kegiatan, serta pencapaian pembangunan kepada masyarakat. “Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan publik kepada instansi pemerintah,” jelasnya.(Yuli)

Kamis, 16 Mei 2024

UPTD BMBK Wilayah V Diduga Hanya Ambil Seremoni Kegiatan Rutin Tahunan dalam Pemeliharaan Jalan Provinsi



GK, Lampung Barat - Tiga pekan terakhir di Jalan Provinsi tepatnya di Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat yakni di ruas jalan Pekon Tanjung Raya sampai dengan Pekon Bandar Baru diwarnai oleh hiruk-pikuknya pekerja proyek yang melakukan pemeliharaan rutin pada Jalan Provinsi Lampung.

Diketahui bahwa pemeliharaan rutin jalan provinsi itu dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah V.

Diawal pengerjaan, dititik jalan rusak berlubang dibawah Gunung Pasir Pekon Bandar Baru yang masyarakat setempat mengenalnya dengan nama Way Tuba, telah dilakukan penimbunan dengan menggunakan seplit (pondasi).


Kini pondasi itu sudah habis tergerus oleh air hujan, menyisakan jalan yang berlubang dan rusak kembali.

Pantauan wartawan gariskomando.com dilokasi pengerjaan pemeliharaan rutin jalan provinsi, merupakan pekerjaan yang sia-sia dan membuang uang negara dengan cuma-cuma, bagaimana tidak? Pekerjaan UPTD BMBK yang sudah melakukan pondasi di jalan rusak itu, kini jika akan melakukan tindak lanjut ke tahap pengaspalan maka mereka harus melakukan pondasi ulang dengan kembali membutuhkan seplit tentunya.

Senada dengan pernyataan tersebut, juga diutarakan oleh Syah, yang merupakan tokoh masyarakat kecamatan setempat. Ia menyayangkan, seplit yang banyak terbuang karena tidak langsung mendapat tindakan lanjutan. 

"Kalau jalan rusak ini mau ditambal, kenapa tidak langsung diaspal? Kalau begini kan sayang seplitnya terbuang cuma-cuma, jalan kembali rusak, mereka ini kerja seperti sekedar seremoni jangan tidak ada yang dikerjakan aja, coba jika mereka serius menangani jalan rusak ini kan gak setiap tahun harus ngerjain ini terus," ucapnya. Kamis (16/5/2024).


Syah juga mengkhawatirkan banyaknya seplit yang bertaburan akan mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor (R2). 

"Sepelit yang bertaburan ini membahayakan pengendara sepeda motor, karena jalan ini menurun dan menikung. Saya minta Dinas terkait bertanggung jawab akan pekerjaan mereka yang serba tanggung ini," kata Syah dengan nada geram.

Hingga berita ini dibuat, Aprisol Putra Kepala UPTD Wilayah V Dinas BMBK Provinsi Lampung bungkam ketika dimintai tanggapannya. Seakan buang badan ketika dirinya dikonfirmasi melalui sambungan Telpon dan pesan WhatsApp yang dikirim tidak dijawab. (Surya)

Selasa, 23 Januari 2024

Menteri Perdagangan RI Akan Melintas, UPTD BMBK Bagai Kebakaran Jenggot Kerja Keras Timbun Jalan Berlubang



GK, Lampung Barat - Kedatangan Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan dalam rangka akan melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Wisata Tematik di Resort Lumbok Seminung, pada tanggal 25 Januari 2024 mendatang memberikan suatu keberuntungan bagi masyarakat Kecamatan Sukau.

Bagaimana tidak? Mendapati kabar Menteri Perdagangan RI akan berkunjung ke Kecamatan Lumbok Seminung dengan rute perjalanan melewati sepanjang Kecamatan Sukau. Mendadak Unit Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (UPTD BMBK) bekerja keras untuk menimbun jalan rusak dan jalan berlubang dengan batu sepelit dan tanah. Selasa (23/1/2014)

Sebelumnya, kondisi ruas Jalan Provinsi dari Pekon Tanjung Raya sampai perbatasan Oku Selatan, di Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat rusak parah, penuh dengan lubang dan bahu jalannya ditumbuhi rumput belukar.

Bagai kebakaran jenggot, pihak dari UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah V Dinas BMBK, seakan-akan ingin menyulap jalanan yang tadinya hancur dan rusak hingga telihat mulus untuk di lewati.

Ditengah pengerjaannya penimbunan jalan berlubang, pekerja yang ada dilapangan ketika ditanya apakah kegiatan dilakukan karena Menteri mau lewat?

Pekerja itu menjawab dengan ketus, "Mungkin," ucap pekerja dari UPTD BMBK itu.

Masyarakat yang mendapati pekerjaan dari pihak UPTD BMBK itu, tidak sedikit yang menertawakan dan mencibir sistem kerja mereka.

"Karena Menteri mau lewat saja, baru sibuk membenahi jalan yang berlubang, selama ini masyarakat disuguhi dengan fasilitas jalan yang rusak tidak cepat ambil tindakan segera perbaiki jika ada yang mulai berlubang," kata warga yang lewat menyaksikan penimbunan jalan.

Warga lain pun berkomentar, "Jika cuma ditimbun dengan sepelit dan tanah yang bersifat sementara, itu cuma menutupi supaya Menteri lewat tahunya jalanan mulus dan enak dilalui, dan sudahnya akan dibiarkan berlubang kembali," kata pengguna jalan yang kebetulan lewat. (Spj)

Sabtu, 20 Januari 2024

Warga Sukau Membantu Tugas Dinas BMBK Privinsi Lampung Bersihkan Bahu Jalan Provinsi



GK, Lampung Barat - Aparat Pekon dan masyarakat Sukau dikerahkan untuk bergotong-royong membersihkan bahu Jalan dan menimbun jalan berlubang di Jalan Provinsi yang akan digunakan sebagai rute kunjungan Menteri Perdagangan RI ke Lumbok Seminung, Sabtu (20/1/2024)

Kegiatan sosial tersebut merupakan peran aktif masyarakat membantu tugas Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung membersihkan bahu Jalan Provinsi di Kecamatan Sukau, karena pada rute jalan tersebut bahu jalannya sudah menjadi semak belukar dan berlubang.

Kegiatan itu berlangsung setelah Peratin se-Kecamatan Sukau mendapatkan instruksi dari Pemerintah Kecamatan Sukau yang ditanda tangani oleh Plt. Galih Joko Purnomo, SE., untuk melakukan gotong royong guna menyambut kedatangan Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, yang akan melewati daerah tersebut untuk melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Wisata Tematik di Resort Lumbok Seminung, pada tanggal 25 Januari 2024 mendatang.

"Kita bergotong-royong membersihkan bahu jalan ini karena katanya pak Zulkifli Hasan mau lewat sini ke Lumbok Seminung, dan malu jika jalan kita ini terlihat tidak bersih dan rapi," ujar warga yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Warga juga mengaku jika pada kegiatan gotong royong itu merupakan perintah dari Peratin berdasarkan intruksi dari Kecamatan

"Peratin yang menghimbau untuk gotong royong, perintah dari kecamatan," ucap warga.

Di lokasi beberapa titik turut ikut serta Babinsa Koramil 422-04/BB, Pelda Marji dalam kegiatan tersebut. (Spj)

Rabu, 24 Mei 2023

Enam Tahun Tidak Tersentuh Pembangunan, Jalan Provinsi di Sukau Rawan Laka


GK, Lampung Barat - Jalan Provinsi tepatnya di jalan lintas Liwa-Ranau Kecamatan Sukau sepanjang 12 km rusak parah. Kerusakan Jalan Provinsi sudah berlangsung lebih dari 6 tahun tidak tersentuh pembangunan.

Lubang berukuran besar di badan jalan menjadi pemandangan aspal hitam sepanjang jalan, sehingga pemakai jalan kerap tak nyaman ketika melaluinya.

Jalan Provinsi tersebut mulai dari Pekon Tanjung Raya (Seblat) sampai Pekon Pagar Dewa (Way Tanding) Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat kini rawan terjadi kecelakaan karena hampir disetiap badan jalan itu berlobang.

Seperti yang dialami oleh Anto atau akrab dipanggil Marnok, ia mengalami kecelakaan tunggal di jalan rusak yang menghubungkan antara Pekon Bandar Baru dengan Pekon Buay Nyerupa, Rabu (24/5/2021).

Sepeda motor Vario yang dikendarainya tergelincir dan mengakibatkan ia dan sepeda motornya terjatuh, beruntung dirinya tidak mengalami luka namun sepeda motor Vario miliknya rusak dibagian kap bawah.

“Roda belakang saya melintir, kena batu di jalan berlobang ini,” ujar Marnok sambil menunjuk jalan yang rusak.

"Untung gak ada yang luka, cuma motor saya kap bawahnya pecah," ucap Marnok.

Marnok berharap agar jalan tersebut mendapat perbaikan, mengingat sudah lama jalan yang kerap dilaluinya setiap hari itu rusak.

"Saya berharap jalan ini segera diperbaiki, mengingat di jalan Provinsi mulai dari Bedeng Padang Cahya sana sudah mulai dikerjakan perbaikan dan pelebaran jalannya. Semoga perbaikannya sampai juga disini, kalau pun disini tidak mendapat pelebaran jalan di tambal sulam pun gak apa-apa," keluh Marnok.

"Tapi kalau perbaikannya tidak sampai disini karena alasan keterbatasan dana, alangkah teganya pemerintah. Tidak bisa melihat titik yang harus diprioritaskan," tutup Marnok. (Surya)

Selasa, 28 Februari 2023

Bak Kolam di Tengah Jalan, Ketua DPD LSM Gasak Lambar Minta Pemerintah Provinsi Tutup Jalan Rusak Dengan Aspal



GK, Lampung Barat - Bak kolam ditengah jalan begitulah kiranya gambaran jalan Provinsi yang rusak tepatnya diruas jalan Liwa -Sukau Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat bikin geram warga dan pengguna jalan.

Para pengguna jalan menilai lantaran kerusakan terjadi hanya di satu titik hingga perbaikan terkesan ‘ogah-ogahan, padahal kerusakan jalan tersebut sudah lama dan banyak menyebabkan kecelakaan lalulintas (lakalantas) terutama bagi pengendara roda dua.

Wildan Selaku Ketua DPD LSM Gasak (Gerak Solidaritas Analisis Kebijaakan) Lambar menyampaikan keprihatinan dan keluhannya akan jalan yang rusak tersebut kepada media gariskomando.com. Selasa (28/02/2023). 


Dalam penyampaiannya, ia mengatakan sangat prihatin dengan kondisi jalan yang rusak parah tepat di Pekon Bandar Baru.

"Saat ini jalan tersebut sulit untuk dilewati pasalnya kondisi sangat parah apalagi saat musim hujan, genangan air berada di seluruh badan jalan yang menghambat jalannya lalu lintas dan memicu terjadinya kecelakaan," ujarnya.

Wildan juga meminta kepada Pemerintah Provinsi khususnya Gubernur Lampung untuk memperhatikan dan memperbaiki jalanan tersebut.

"Gubernur harus tanggap dan merespon cepat karena jika di biarkan maka kondisi jalan akan memburuk dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan yang hendak melintas, karena ini jalan utama dan jalan provinsi," tutur Ketua DPD Gasak Lampung Barat.

Wildan juga menegaskan, "Sudah selayaknya jalan ini diperbaiki, mengingat jalan ini sudah lama tidak mendapat sentuhan dari pemerintah provinsi, dan jalan ini harus di aspal tidak cuma ditimbun dengan sirtu," tutupnya. (Yie)

Rabu, 29 Desember 2021

Kerja Keras Dinas BMBK Lampung, Guna Wujudkan Janji Kerja Gubernur Lampung



BANDAR LAMPUNG - Kemantapan jalan Provinsi Lampung tahun 2021 melampaui target. Dari 74 persen yang ditargetkan, menjadi 75,38 persen.

Hal itu dipaparkan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung Febrizal Levi Sukmana S.T., M.T., terkait hasil pembangunan 2021, Rabu (29-12-2021).

Levi mengatakan, Dinas BMBK Lampung terus berupaya mewujudkan Janji Kerja Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia. Terutama janji kerja nomor 11 yakni infrastruktur Lampung berjaya. Lalu janji kerja nomor 8 yakni Lampung sebagai salah satu tujuan wisata Indonesia.

"Dari dua janji itu, Dinas BMBK melakukan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pembangunan pariwisata," jelasnya. 

Dia merinci, pada tahun 2021, Dinas BMBK Lampung melakukan penanganan sebanyak 75 ruas jalan. Terdiri dari rekonstruksi jalan sepanjang 22,92 kilometer, pembangunan tujuh unit jembatan, rehabilitasi jalan sepanjang 52,5 kilometer dan rehabilitasi delapan jembatan serta pembangunan box culvert sebanyak lima unit.

"Total anggaran untuk penanganan ruas jalan itu Rp258.853.000.000. Hasilnya tingkat kemantapan jalan Provinsi Lampung tahun 2021 mencapai 75,38 persen. Berhasil melampaui target 74 persen," terangnya.


Dia menjelaskan, ada beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas penanganan antara lain rehabilitasi jalan ruas Pugung Raharjo–Jabung Lampung Timur sepanjang 10,3 kilometer yang telah diresmikan Gubernur Arinal Djunaidi pada 27 November 2021. Kemudian, pelebaran penambahan lajur Jalan Mayjen Ryacudu Bandarlampung sepanjang 1,6 kilometer, rehabilitasi jalan ruas Lempasing - Padang Cermin sepanjang 1,5 kilometer di Kabupaten Pesawaran. 

"Lalu rekonstruksi jalan ruas Simpang Teluk Kiluan - Simpang Umbar sepanjang 0,6 kilometer di Tanggamus," terangnya.

Meski demikian, adanya efisiensi anggaran karena akibat pandemi covid-19 dan kendala budget constrain, yakni ketersediaan anggaran yang belum mampu memenuhi kebutuhan pembangunan serta rehabilitasi jalan mampu disikapi Dinas BMBK. 

"Melalui penanganan ruas-ruas jalan diprioritaskan penanganannya. Prioritas penanganan dilaksanakan pada ruas-ruas jalan kondisi tidak mantap yang memiliki potensi ekonomi kewilayahan," sebutnya.

Dia menyebutkan, untuk peningkatan jalan dilakukan di ruas-ruas jalan wilayah yang berpotensi pertanian, perkebunan, perikanan, industri dan perdagangan serta pelabuhan. 

Sehingga akan mendorong konektivitas antar pusat-pusat aktivitas yang dapat mendukung efisiensi produksi serta mendorong distribusi arus barang dan jasa di dalam atau luar Lampung. Diharapkan juga akan menjadi trigger bagi perkembangan perekonomian wilayah sekitar.

Selain itu, untuk mewujudkan janji kerja nomor 12 yakni Unit Reaksi Cepat Perbaikan Infrastruktur, maka Dinas BMBK melalui UPTD wilayah I hingga VI melaksanakan pemeliharaan rutin dengan realisasi penanganan sepanjang 717,71 kilometer. 

Dia menerangkan, pemeliharaan rutin itu dilaksanakan untuk mempertahankan kondisi kemantapan jalan provinsi. Sehingga mobilisasi arus kendaraan tidak terhambat apabila ada kerusakan pada ruas jalan kondisi baik hingga sedang.

Kemudian, pelaksanaan URC ditanggapi dengan cepat dan tepat, dengan pelibatan masyarakat setempat melalui Pekerja Pelaksana Jalan (PPJ) tetap dilaksanakan. Selain untuk mendorong partisipasi, juga untuk mendorong ekonomi masyarakat sekitar.

Terakhir, UPTD Laboratorium Dinas BMBK Lampung juga telah berhasil mendapatkan Akreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada 4 Oktober 2021.

"UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas BMBK Lampung berfungsi menguji material dan bangunan konstruksi di bidang Bina Marga dan Bina Konstruksi agar sesuai dengan persyaratan yang berlaku," tuturnya.

Dia menegaskan, penanganan-penanganan yang dilakukan sepanjang tahun 2021 merupakan arahan dari Gubernur Arinal Djunaidi.

Ia juga menyebutkan, Dinas BMBK akan terus berupaya mewujudkan janji-janji kerja gubernur dan wakil gubernur, menuju Lampung berjaya. [Sur]

Selasa, 23 November 2021

Kadis BMBK Provinsi Lampung Luruskan Soal Data Jalan Mantap Provinsi Lampung



BANDAR LAMPUNG - Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi ( BMBK) Provinsi Lampung Febrizal Levi Sukmana ST.MT, meluruskan pemberitaan dimedia, yang seolah Dinas BMBK enggan memberikan data jalan mantap di Provinsi Lampung.

Menurut Levi panggilan akrab Kadis BMBK Provinsi Lampung tersebut, Dinas BMBK tidak enggan untuk memberikan data tentang jalan mantap yang ada di Provinsi Lampung.

"Dinas BMBK tidak enggan memberikan data. Perlu diluruskan bahwa Data Kemantapan jalan disusun akhir tahun, awal tahun baru bisa dipelajari & dianalisis bersama untuk penanganan selanjutnya," jelas Levi kepada awak media melalui pesan singkat WhatsAppnya, Selasa (23/11/2021).

Masih menurut Levi, Dinas BMBK sudah memberikan data jalan mantap pada akhir tahun 2021, dan publik sudah tahu kalau data kemantapan jalan adalah 76%.

”Dinas BMBK sudah memberikan data jalan mantap pada akhir tahun 2021 dimana kemantapan jalan 76%. Sangat disayangkan kenapa disebut enggan membeberkan karena takut dianggap bocor, sedangkan publik sudah tahu kalau data kemantapan jalan adalah 76%," terangnya.

Lebih lanjut Kadis BMBK Provinsi Lampung tersebut meluruskan terkait data kemantapan jalan Provinsi Lampung tahun 2022.

"Sedangkan untuk data kemantapan jalan tahun 2022 sedang dalam proses, karena sedang berlangsung pekerjaan, nanti di akhir tahun 2021 akan di-update, untuk mendapat data kemantapan jalan terbaru pada awal tahun 2022" tutupnya. [Red]

Rabu, 10 November 2021

Dinas BMBK Laksanakan Evaluasi Tertulis Dan Tes Narkoba Pada Tenaga Kontrak Di Lingkungan BMBK Provinsi Lampung


Bandar Lampung
- Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung melaksanakan Tes Evaluasi dalam rangka Uji Kompetensi bagi PTHL yang bekerja di lingkungan Dinas BMBK, Rabu (10/11/2021).

Tes uji kompetensi tersebut dibuka oleh kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Dinas BMBK Provinsi Lampung M. Taufiqullah ST., MT., di Kantor Dinas BMBK Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya Taufik menyampaikan bahwa Tes Evaluasi ini adalah hal yang wajar dan biasa dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kinerja para PTHL, agar lebih meningkatkan kinerja kedepannya.

“Evaluasi semacam ini adalah hal yang wajar dan biasa dalam sebuah institusi untuk mengetahui kinerja dan kedisiplinan, agar dapat lebih meningkatkan kinerja para PTHL yang ada di lingkungan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK)” kata Taufiq.

Dalam Tes Evaluasi PTHL ini, di ikuti oleh 345 orang dari seluruh UPTD Dinas BMBK Provinsi Lampung, dimana tesnya sendiri dibagi dalam tiga sesi. 

Menurut keterangan Kasubag Kepegawaian Dinas BMBK Provinsi Lampung Reza Laksana kepada awak media, bahwa tes evaluasi ini diadakan tiga tahap.

“Kita dalam melaksanakan tes evaluasi ini diadakan dengan tiga tahap, dimana tahap pertama adalah tahap Administrasi yang telah dilakukan sejak seminggu yang lalu, tahap kedua adalah tahap tes tertulis yang dimulai pada hari ini, dan tes evaluasi terakhir adalah tes Narkoba” jelas Reza. 

Menurut Reza juga, “Diharapkan dengan adanya tes evaluasi ini kita akan mendapatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, yang handal dan bebas dari Narkoba” tutur Reza.

Dalam pelaksanaan Evaluasi ini, Dinas BMBK Provinsi Lampung disamping membentuk Kepanitiaan dari Dinas BMBK Provinsi Lampung yang melibatkan Kabid dan Kepala UPTD, juga mengundang pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta melibatkan Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung (BNNP), tambahnya.

Terlihat dari pihak BKD Provinsi Lampung yang hadir adalah Tik Tik Kartikawati S.Sos, Kepala Bidang Pengadaan, Mutasi dan Pemberhentian Pegawai (Kabid PMPP).

Disisi lain, salah satu peserta Tes Evaluasi Dinas BMBK Provinsi Lampung Mace Yuliana yang bekerja di bagian staf Kepegawaian Dinas BMBK Provinsi Lampung mengatakan, bahwa evaluasi ini cukup bagus untuk mengetahui kinerja selama ini. 

“Menurut saya, evaluasi ini cukup bagus untuk mengetahui pekerjaan-pekerjaan kita dan melihat kinerja kita selama ini, apakah baik atau tidaknya” kata Mace.

Selanjutnya menurut Mace Yuliana yang sudah bekerja di Dinas BMBK Provinsi Lampung selama 14 tahun ini, evaluasi tidak perlu ada kekhawatiran dan keresahan, jika semua bekerja dengan baik dan benar.

“Kalau saya pribadi sih menjalani evaluasi ini dengan enjoy-enjoy saja, tidak perlu Resah dan khawatir, selagi kita bekerja dengan baik dan masih diberi kesempatan untuk bekerja disini ya kita jalani saja” ucap Mace.

Mengingat situasi Pandemi covid-19 belum berakhir, maka pelaksanaan tes evaluasi tersebut senantiasa menerapkan protokol kesehatan (Prokes) diantaranya memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. [Sur]