Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Jalan Provinsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan Provinsi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2024

UPTD BMBK Wilayah V Diduga Hanya Ambil Seremoni Kegiatan Rutin Tahunan dalam Pemeliharaan Jalan Provinsi



GK, Lampung Barat - Tiga pekan terakhir di Jalan Provinsi tepatnya di Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat yakni di ruas jalan Pekon Tanjung Raya sampai dengan Pekon Bandar Baru diwarnai oleh hiruk-pikuknya pekerja proyek yang melakukan pemeliharaan rutin pada Jalan Provinsi Lampung.

Diketahui bahwa pemeliharaan rutin jalan provinsi itu dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah V.

Diawal pengerjaan, dititik jalan rusak berlubang dibawah Gunung Pasir Pekon Bandar Baru yang masyarakat setempat mengenalnya dengan nama Way Tuba, telah dilakukan penimbunan dengan menggunakan seplit (pondasi).


Kini pondasi itu sudah habis tergerus oleh air hujan, menyisakan jalan yang berlubang dan rusak kembali.

Pantauan wartawan gariskomando.com dilokasi pengerjaan pemeliharaan rutin jalan provinsi, merupakan pekerjaan yang sia-sia dan membuang uang negara dengan cuma-cuma, bagaimana tidak? Pekerjaan UPTD BMBK yang sudah melakukan pondasi di jalan rusak itu, kini jika akan melakukan tindak lanjut ke tahap pengaspalan maka mereka harus melakukan pondasi ulang dengan kembali membutuhkan seplit tentunya.

Senada dengan pernyataan tersebut, juga diutarakan oleh Syah, yang merupakan tokoh masyarakat kecamatan setempat. Ia menyayangkan, seplit yang banyak terbuang karena tidak langsung mendapat tindakan lanjutan. 

"Kalau jalan rusak ini mau ditambal, kenapa tidak langsung diaspal? Kalau begini kan sayang seplitnya terbuang cuma-cuma, jalan kembali rusak, mereka ini kerja seperti sekedar seremoni jangan tidak ada yang dikerjakan aja, coba jika mereka serius menangani jalan rusak ini kan gak setiap tahun harus ngerjain ini terus," ucapnya. Kamis (16/5/2024).


Syah juga mengkhawatirkan banyaknya seplit yang bertaburan akan mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor (R2). 

"Sepelit yang bertaburan ini membahayakan pengendara sepeda motor, karena jalan ini menurun dan menikung. Saya minta Dinas terkait bertanggung jawab akan pekerjaan mereka yang serba tanggung ini," kata Syah dengan nada geram.

Hingga berita ini dibuat, Aprisol Putra Kepala UPTD Wilayah V Dinas BMBK Provinsi Lampung bungkam ketika dimintai tanggapannya. Seakan buang badan ketika dirinya dikonfirmasi melalui sambungan Telpon dan pesan WhatsApp yang dikirim tidak dijawab. (Surya)

Rabu, 15 Mei 2024

Warga Keluhkan Proyek Penanganan Jalan Provinsi Oleh Dinas BMBK yang Terkesan Asal-asalan



GK, Lampung Barat - Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah V (Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus) melakukan pemeliharaan di ruas jalan Provinsi Lampung mulai dari Pekon Tanjung Raya sampai Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat.

Adapun pemeliharaan yang dilakukan yaitu patching atau tambal sulam dan penanganan bahu jalan di Gunung Pasir Pekon Bandar Baru.

Proyek perbaikan Jalan Provinsi itu menuai banyak kritik dari masyarakat pengguna jalan yang hulu-hilir melintasi jalan rute tersebut.


Mulai dari kualitas pekerjaan yang diragukan, hingga minimnya rambu sehingga membahayakan pengguna jalan serta tidak adanya plang proyek yang terpasang dilokasi menjadi perhatian masyarakat dalam kegiatan proyek itu.

Dari sisi kegiatan patching atau tambal sulam jalan, pengendara menilai bahwa pihak pelaksana tidak mengedepankan kualitas sehingga dianggap mengabaikan azas manfaat untuk jangka panjang dan dikhawatirkan kondisinya tidak akan bertahan lama.

"Kualitas proyek tambal sulam ini patut diragukan, terutama pada kegiatan tambal sulam. Pekerja hanya menggali sedikit permukaan bagian atas yang ukurannya hanya beberapa centimeter saja. Kami yakin setelah ditambal tidak lama akan kembali mengelupas, karena tidak ada daya rekat," ucap Supri, salah satu pengguna jalan.


Selain menyoal terkait tambal sulam, minimnya pemasangan rambu ditengah aktivitas proyek tersebut juga ikut dikritik pengguna jalan karena dianggap membahayakan pengendara.

"Di beberapa titik penanganan bahu jalan minim rambu-rambu peringatan untuk pengendara. Jadi kondisi itu membahayakan, kemudian sisa dari aktivitas alat berat yang bekerja mengeruk tanah di bahu jalan tidak dibersihkan, sehingga berserakan di badan jalan. Kondisi itu juga membuat jalan sangat licin terutama saat hujan," sambungnya.


Dari beragam persoalan proyek tersebut, pihak berwenang diharapkan agar menjalankan fungsi pengawasan dengan turun melakukan kroscek kelapangan sebagai bentuk kontrol dalam menjaga kualitas pembangunan sehingga anggaran digulirkan tidak sia-sia.

"Untuk pihak-pihak yang punya fungsi pengawasan harus turun, minimal kroscek lah. Supaya anggaran yang digelontorkan tidak sia-sia, kami yakin anggarannya besar, tapi untuk jumlah nilai tidak tahu karena dilokasi tidak ditemukan dimana plang proyeknya," tutup dia.

Menanggapi itu, kepala UPTD PJJ Wilayah V (Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus) enggan mengomentari lebih jauh mengenai kondisi tersebut. Hanya pihaknya berterimakasih atas kritik yang disampaikan yang selanjutnya akan menjadi perhatian untuk kedepan.

"Iya, terimakasih infonya bang, untuk jadi perhatian kami kedepannya. Saat ini pekerjaan masih berjalan," ujarnya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp.

Kemudian dikonfirmasi lebih lanjut mengenai spesifikasi kegiatan mengingat tidak adanya plang proyek yang terpasang dilokasi, lagi-lagi sang Kepala UPTD hanya menanggapi dengan ucapan terimakasih atas masukan yang disampaikan.

"Oh iya bang terimakasih masukannya," tutup Kepala UPTD Wilayah V. (Surya)

Selasa, 23 Januari 2024

Menteri Perdagangan RI Akan Melintas, UPTD BMBK Bagai Kebakaran Jenggot Kerja Keras Timbun Jalan Berlubang



GK, Lampung Barat - Kedatangan Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan dalam rangka akan melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Wisata Tematik di Resort Lumbok Seminung, pada tanggal 25 Januari 2024 mendatang memberikan suatu keberuntungan bagi masyarakat Kecamatan Sukau.

Bagaimana tidak? Mendapati kabar Menteri Perdagangan RI akan berkunjung ke Kecamatan Lumbok Seminung dengan rute perjalanan melewati sepanjang Kecamatan Sukau. Mendadak Unit Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (UPTD BMBK) bekerja keras untuk menimbun jalan rusak dan jalan berlubang dengan batu sepelit dan tanah. Selasa (23/1/2014)

Sebelumnya, kondisi ruas Jalan Provinsi dari Pekon Tanjung Raya sampai perbatasan Oku Selatan, di Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat rusak parah, penuh dengan lubang dan bahu jalannya ditumbuhi rumput belukar.

Bagai kebakaran jenggot, pihak dari UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah V Dinas BMBK, seakan-akan ingin menyulap jalanan yang tadinya hancur dan rusak hingga telihat mulus untuk di lewati.

Ditengah pengerjaannya penimbunan jalan berlubang, pekerja yang ada dilapangan ketika ditanya apakah kegiatan dilakukan karena Menteri mau lewat?

Pekerja itu menjawab dengan ketus, "Mungkin," ucap pekerja dari UPTD BMBK itu.

Masyarakat yang mendapati pekerjaan dari pihak UPTD BMBK itu, tidak sedikit yang menertawakan dan mencibir sistem kerja mereka.

"Karena Menteri mau lewat saja, baru sibuk membenahi jalan yang berlubang, selama ini masyarakat disuguhi dengan fasilitas jalan yang rusak tidak cepat ambil tindakan segera perbaiki jika ada yang mulai berlubang," kata warga yang lewat menyaksikan penimbunan jalan.

Warga lain pun berkomentar, "Jika cuma ditimbun dengan sepelit dan tanah yang bersifat sementara, itu cuma menutupi supaya Menteri lewat tahunya jalanan mulus dan enak dilalui, dan sudahnya akan dibiarkan berlubang kembali," kata pengguna jalan yang kebetulan lewat. (Spj)

Sabtu, 20 Januari 2024

Warga Sukau Membantu Tugas Dinas BMBK Privinsi Lampung Bersihkan Bahu Jalan Provinsi



GK, Lampung Barat - Aparat Pekon dan masyarakat Sukau dikerahkan untuk bergotong-royong membersihkan bahu Jalan dan menimbun jalan berlubang di Jalan Provinsi yang akan digunakan sebagai rute kunjungan Menteri Perdagangan RI ke Lumbok Seminung, Sabtu (20/1/2024)

Kegiatan sosial tersebut merupakan peran aktif masyarakat membantu tugas Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung membersihkan bahu Jalan Provinsi di Kecamatan Sukau, karena pada rute jalan tersebut bahu jalannya sudah menjadi semak belukar dan berlubang.

Kegiatan itu berlangsung setelah Peratin se-Kecamatan Sukau mendapatkan instruksi dari Pemerintah Kecamatan Sukau yang ditanda tangani oleh Plt. Galih Joko Purnomo, SE., untuk melakukan gotong royong guna menyambut kedatangan Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, yang akan melewati daerah tersebut untuk melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Wisata Tematik di Resort Lumbok Seminung, pada tanggal 25 Januari 2024 mendatang.

"Kita bergotong-royong membersihkan bahu jalan ini karena katanya pak Zulkifli Hasan mau lewat sini ke Lumbok Seminung, dan malu jika jalan kita ini terlihat tidak bersih dan rapi," ujar warga yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Warga juga mengaku jika pada kegiatan gotong royong itu merupakan perintah dari Peratin berdasarkan intruksi dari Kecamatan

"Peratin yang menghimbau untuk gotong royong, perintah dari kecamatan," ucap warga.

Di lokasi beberapa titik turut ikut serta Babinsa Koramil 422-04/BB, Pelda Marji dalam kegiatan tersebut. (Spj)

Sabtu, 10 Juni 2023

Bosan Keluhkan Jalan Rusak yang Sudah 6 Tahun Tak Juga Diperbaiki, Masyarakat Lakukan Swadaya Jalan Provinsi


GK, Lampung Barat -
Bosan selalu mengeluh karena jalan rusak dan tidak hanya ingin berpangku tangan karena sudah lebih dari 6 tahun tidak diperbaikan. Puluhan warga Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat berinisiatif melakukan perbaikan Jalan Provinsi secara swadaya.

Dengan bersumber iuran sukarela dari berbagai lapisan masyarakat terkumpul sebanyak 75 sak semen, pasir hingga batu seplit untuk menambal badan jalan yang berlubang.

Dilokasi saat gotong-royong swadaya perbaikan jalan, hadir Kapolsek Balik Bukit Iptu Arnis Daely, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang juga turut membantu pengerjaan perbaikan jalan.

Surya Al Pajri selaku ketua pelaksana mengatakan, perbaikan jalan itu meliputi kegiatan tambal sulam menggunakan coran semen pada sejumlah titik jalan berlubang, sekaligus membuat jalan air agar jalanan tidak tergenang yang bisa memicu kerusakan jalan.

Ruas jalan antara Pekon Bandar Baru dan Pekon Buay Nyerupa, yang membelah hutan kawasan penanganannya merupakan tanggung jawab daripada Pemerintah Provinsi Lampung yang dalam hal ini adalah Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK).

"Ini merupakan Jalan Provinsi yang sudah lebih dari 6 tahun tidak mendapat perbaikan dan perhatian dari Pemerintah Provinsi sendiri, sehingga kami berinisiatif untuk memperbaiki secara swadaya karena sudah banyak korban kecelakaan akibat dari jalannya rusak begini," ujarnya.

Surya juga menjelaskan, alasan pentingnya perbaikan Jalan Provinsi ini karena merupakan satu-satunya akses jalan penghubung antar Pekon, antar Kecamatan bahkan antar Provinsi yang banyak dilalui oleh masyarakat dari berbagai wilayah.

"Tidak ada jalan alternatif di rute ini, tapi Pemerintah seolah tutup mata akan kondisinya yang makin hari makin parah. Entah kapan jalan ini mau dibangun, sedangkan kami sebagai warga sekitar sini untuk ke ibukota kabupaten inilah jalan yang kami lalui," jelasnya.

Namun lanjutnya, meski sudah ada inisiatif masyarakat secara swadaya memperbaiki Jalan Provinsi. Masyarakat tetap berharap Pemprov Lampung memberikan perhatian serius untuk peningkatan jalan tersebut.

"Tentunya masyarakat masih terus berharap agar Pemprov betul-betul memperhatikan peningkatan infrastruktur jalan ini karena merupakan sarana vital untuk kelancaran mobilitas warga," harapnya. [Surya]

Rabu, 24 Mei 2023

Enam Tahun Tidak Tersentuh Pembangunan, Jalan Provinsi di Sukau Rawan Laka


GK, Lampung Barat - Jalan Provinsi tepatnya di jalan lintas Liwa-Ranau Kecamatan Sukau sepanjang 12 km rusak parah. Kerusakan Jalan Provinsi sudah berlangsung lebih dari 6 tahun tidak tersentuh pembangunan.

Lubang berukuran besar di badan jalan menjadi pemandangan aspal hitam sepanjang jalan, sehingga pemakai jalan kerap tak nyaman ketika melaluinya.

Jalan Provinsi tersebut mulai dari Pekon Tanjung Raya (Seblat) sampai Pekon Pagar Dewa (Way Tanding) Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat kini rawan terjadi kecelakaan karena hampir disetiap badan jalan itu berlobang.

Seperti yang dialami oleh Anto atau akrab dipanggil Marnok, ia mengalami kecelakaan tunggal di jalan rusak yang menghubungkan antara Pekon Bandar Baru dengan Pekon Buay Nyerupa, Rabu (24/5/2021).

Sepeda motor Vario yang dikendarainya tergelincir dan mengakibatkan ia dan sepeda motornya terjatuh, beruntung dirinya tidak mengalami luka namun sepeda motor Vario miliknya rusak dibagian kap bawah.

“Roda belakang saya melintir, kena batu di jalan berlobang ini,” ujar Marnok sambil menunjuk jalan yang rusak.

"Untung gak ada yang luka, cuma motor saya kap bawahnya pecah," ucap Marnok.

Marnok berharap agar jalan tersebut mendapat perbaikan, mengingat sudah lama jalan yang kerap dilaluinya setiap hari itu rusak.

"Saya berharap jalan ini segera diperbaiki, mengingat di jalan Provinsi mulai dari Bedeng Padang Cahya sana sudah mulai dikerjakan perbaikan dan pelebaran jalannya. Semoga perbaikannya sampai juga disini, kalau pun disini tidak mendapat pelebaran jalan di tambal sulam pun gak apa-apa," keluh Marnok.

"Tapi kalau perbaikannya tidak sampai disini karena alasan keterbatasan dana, alangkah teganya pemerintah. Tidak bisa melihat titik yang harus diprioritaskan," tutup Marnok. (Surya)

Selasa, 02 Mei 2023

Ombudsman Lampung Terima 6 Laporan Jalan Provinsi


GK, Lampung
– Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung menerima 6 laporan masyarakat terkait kerusakan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung. Laporan masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut berada di ruas jalan Simpang Randu – Seputih Surabaya. Hal itu disampaikan Nur Rakhman Yusuf, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung melalui rilis kepada awak media pada Selasa, 02 Mei 2023 di Kantor Ombudsman Lampung, Jalan Cut Mutia.

Nur Rakhman menjelaskan terkait laporan mengenai kerusakan Jalan Simpang Randu – Seputih Surabaya diterima Ombudsman melalui kegiatan Ombudsman on the spot, “Tim Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan sudah turun ke lokasi menerima laporan masyarakat secara langsung dan melihat langsung kondisi jalan. Selain itu, seluruh Pelapor meminta identitas dirahasiakan demi keamanan, sehingga sesuai Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 maka wajib kami rahasiakan, “ jelasnya.

Menurut Nur Rakhman, dari penjelasan masyarakat yang diterima, ruas jalan Simpang Randu – Seputih Surabaya memang dalam kondisi rusak dan sudah lama belum dilakukan perbaikan, sudah lebih dari 7 tahun akses jalan tersebut tidak diperbaiki, “Masyarakat adalah warga selaku pengguna jalan yang kesehariannya menggunakan jalan tersebut, bahkan menurut masyarakat karena kerusakan jalan tersebut sudah sering terjadi kecelakaan,” pungkasnya.

Terkait persyaratan, lanjut Nur Rakhman, telah memenuhi persyaratan baik formil dan materiil, “Setelah kami cek, secara persyaratan sudah lengkap, laporan dilanjutkan dalam tahap pemeriksaan. Untuk itu, kami meminta pihak-pihak terkait bisa kooperatif dalam kegiatan pemeriksaan yang akan dilakukan,” paparnya.

Nur Rakhman juga menghimbau kepada masyarakat yang mengalami permasalahan terkait kerusakan jalan di derahnya agar berani menyampaikan laporan kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, baik melalui datang langsung ke alamat Ombudsman di Jl. Cut Mutia No. 137, Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, via WA pengaduan : 08119803737 atau email pengaduan : pengaduan.lampung@ombudsman.go.id, “Silahkan masyarakat yang ingin  menyampaikan pengaduan ke kanal pengaduan Ombudsman Lampung, gratis atau tidak dipungut biaya,” tutupnya.[Red]

Selasa, 28 Februari 2023

Bak Kolam di Tengah Jalan, Ketua DPD LSM Gasak Lambar Minta Pemerintah Provinsi Tutup Jalan Rusak Dengan Aspal



GK, Lampung Barat - Bak kolam ditengah jalan begitulah kiranya gambaran jalan Provinsi yang rusak tepatnya diruas jalan Liwa -Sukau Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat bikin geram warga dan pengguna jalan.

Para pengguna jalan menilai lantaran kerusakan terjadi hanya di satu titik hingga perbaikan terkesan ‘ogah-ogahan, padahal kerusakan jalan tersebut sudah lama dan banyak menyebabkan kecelakaan lalulintas (lakalantas) terutama bagi pengendara roda dua.

Wildan Selaku Ketua DPD LSM Gasak (Gerak Solidaritas Analisis Kebijaakan) Lambar menyampaikan keprihatinan dan keluhannya akan jalan yang rusak tersebut kepada media gariskomando.com. Selasa (28/02/2023). 


Dalam penyampaiannya, ia mengatakan sangat prihatin dengan kondisi jalan yang rusak parah tepat di Pekon Bandar Baru.

"Saat ini jalan tersebut sulit untuk dilewati pasalnya kondisi sangat parah apalagi saat musim hujan, genangan air berada di seluruh badan jalan yang menghambat jalannya lalu lintas dan memicu terjadinya kecelakaan," ujarnya.

Wildan juga meminta kepada Pemerintah Provinsi khususnya Gubernur Lampung untuk memperhatikan dan memperbaiki jalanan tersebut.

"Gubernur harus tanggap dan merespon cepat karena jika di biarkan maka kondisi jalan akan memburuk dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan yang hendak melintas, karena ini jalan utama dan jalan provinsi," tutur Ketua DPD Gasak Lampung Barat.

Wildan juga menegaskan, "Sudah selayaknya jalan ini diperbaiki, mengingat jalan ini sudah lama tidak mendapat sentuhan dari pemerintah provinsi, dan jalan ini harus di aspal tidak cuma ditimbun dengan sirtu," tutupnya. (Yie)