Hot Posts

4/footer/recent

Selasa, 17 Maret 2026

Masjid di Jalinsum Diimbau Buka 24 Jam, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Minta Warga Lampung Layani Pemudik


BANDARLAMPUNG
— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengimbau pengurus masjid yang berada di sepanjang Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Lampung untuk membuka masjid selama 24 jam guna memberikan tempat singgah bagi para pemudik yang melintasi provinsi tersebut.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menunaikan zakat fitrah dan zakat mal di Mahan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung, pada Senin (16/3/2026).

Menurut Mirza, Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama Pulau Sumatra bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari Pulau Jawa. Oleh karena itu, Lampung memiliki peran penting sebagai daerah persinggahan bagi para pemudik yang melintasi jalur tersebut.

Ia menilai keberadaan masjid di sepanjang Jalur Lintas Sumatera dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi para pemudik untuk melepas lelah, beribadah, hingga memulihkan tenaga setelah menempuh perjalanan panjang.

“Kita masyarakat Lampung sebagai daerah yang menjadi jalur lintasan para pemudik dari Jawa ke Sumatera harus menjadi tuan rumah yang baik. Mari kita layani para pemudik dan musafir ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Mirza.

Mirza menjelaskan, program membuka masjid sebagai tempat singgah bagi pemudik bukanlah hal baru. Program tersebut telah dijalankan sejak tahun lalu dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Tahun lalu juga sudah dilakukan. Banyak masjid yang dibuka, bahkan ada yang menyiapkan makanan dan minuman bagi para pemudik,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi pengurus masjid dan masyarakat yang secara sukarela menyiapkan makanan dan minuman bagi para pemudik. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Lampung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para musafir yang melintas.

Selain mengimbau masyarakat untuk melayani para pemudik, Mirza juga mengingatkan umat Muslim agar menunaikan kewajiban zakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia berharap masyarakat yang memiliki kewajiban zakat, khususnya zakat mal, dapat menyalurkannya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola pengumpulan dan penyaluran zakat.

“Zakat dapat disalurkan kepada yang berhak menerima, yaitu delapan asnaf, dan bisa membantu terutama saudara-saudara kita ketika mau Lebaran ini,” kata Mirza.
Lebih lanjut, Mirza juga mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat masyarakat Lampung dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan, khususnya kegiatan iktikaf di masjid-masjid.

Ia menyebutkan antusiasme masyarakat, terutama generasi muda, sangat tinggi dalam mengikuti iktikaf pada malam-malam ganjil Ramadan. Bahkan di Masjid Al-Bakrie pada malam ke-25 Ramadan tercatat sekitar 1.500 jamaah mengikuti kegiatan tersebut.
“Di beberapa tempat ada yang 300 orang, ada yang 700 hingga 800 orang. Luar biasa semangat masyarakat Lampung, terutama anak-anak muda,” ujarnya.

Mirza menilai tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa umat Muslim di Lampung menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan, termasuk dalam menghidupkan malam-malam Ramadan melalui iktikaf di masjid.

“Sangat gembira melihat umat muslim khusyuk dan khidmat dalam pelaksanaan ibadah puasa, termasuk dalam iktikaf,” pungkasnya.

0 #type=(blogger):