Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Februari 2022

Hasil Liga Inggris: Man City Hajar Everton, Jauhi Kejaran Liverpool di Klasemen

Pemain Everton Jonjoe Kenny menembak ke gawang Manchester City di Goodison Park, Liverpool, Inggris, Sabtu (26/2/2022). Foto: Peter Powell/REUTERS

Manchester City berhadapan dengan Everton di lanjutan Liga Inggris 2021/22, Minggu (27/2) dini hari WIB. Bertanding di Goodison Park, Liverpool, Inggris, laga ini berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan City.

Satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan ini dibukukan oleh Phil Foden. Foden mencetak gol kemenangan Manchester City pada menit 82.

Kemenangan ini untuk sementara menjauhi Manchester City dari kejaran Liverpool di klasemen. City ada di pucuk dengan 66 poin, Liverpool tepat di bawahnya dengan 60 poin.

Starting XI Everton vs Manchester City

Everton: Jordan Pickford, Seamus Coleman, Mason Holgate,Michael Keane, Jonjoe Kenny, Allan, Abdoulaye Doucoure, Alex Iwobi, Donny van de Beek, Anthony Gordon, Richarlison

Manchester City: Ederson, John Stones, Ruben Dias, Aymeric Laporte, Joao Cancelo, Kevin De Bruyne, Rodri, Ilkay Gundogan, Phil Foden, Bernardo Silva, Raheem Sterling

Jalannya Laga Everton vs Manchester City

Manchester City tampil dominan kendati bermain di kandang lawan. Mereka menekan sejak menit awal untuk segera mencetak gol pembuka skor terlebih dahulu.

Phil Foden menerima crossing akurat di menit 17. Ia membawa bola masuk ke dalam kotak penalti, lalu sepakannya diblok para pemain Everton.

Everton punya peluang emas di menit 31, Allan memberi umpan terobosan ke Jonjoe Kenny, lalu tembakan kaki kiri Jonjoe Kenny melenceng ke sisi kanan gawang.

Manchester City kembali membikin peluang pada menit 33. Sepak pojok Kevin De Bruyne disambar sundulan Aymeric Laporte dan bola mendarat di jaring atas gawang.

Pemain Everton Richarlison beraksi dengan pemain Manchester City Rodri di Goodison Park, Liverpool, Inggris, Sabtu (26/2/2022). Foto: Peter Powell/REUTERS

Di babak kedua, Manchester City masih tampil menekan. Peluang emas hadir di menit 64 saat John Stones melepaskan tembakan keras on target. Bola ditepis kiper Everton.

Tiga menit berselang City kembali mendapatkan peluang emas lewat dua kali tembakan beruntun. Kedua peluang tersebut digagalkan Jordan Pickford dengan double saves.

City akhirnya memecah kebuntuan di menit 82. Phil Foden membukukan namanya di papan skor dengan mencetak gol usai mendapatkan bola di depan gawang.

Tak ada lagi gol tercipta hingga wasit meniup peluit panjang. Manchester City memastikan tiga poin di laga tandang kontra Everton.

Sumber

Sabtu, 25 Desember 2021

Tundukkan Singapura, Indonesia Melaju ke final Piala AFF



GARIS KOMANDO - Timnas Indonesia berhasil melaju ke final Piala AFF 2020 setelah menundukkan Singapura, yang diperkuat delapan pemain karena tiga nama dikartu merah, dengan skor 4-2 pada laga leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu malam. 

Gol-gol Indonesia dalam partai yang harus melewati babak tambahan tersebut dibuat oleh Ezra Walian, Pratama Arhan, bunuh diri bek Shawal Anuar dan Egy Maulana Vikri.

Sementara Singapura mempersempit jarak skor berkat gol Song Ui-young dan Shahdan Sulaiman. 

Adapun tiga pemain Singapura yang diusir wasit yaitu Safuwan Baharudin, Irfan Fandi dan kiper Hassan Sunny.

Indonesia pantas ke partai puncak karena leg pertama berakhir dengan skor 1-1. Bagi skuad "Garuda" ini menjadi final keenam kalinya sepanjang keikutsertaan di Piala AFF setelah sebelumnya mencatatkan pencapaian serupa pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010 dan 2016 dengan hasil tanpa gelar juara.

Pertandingan leg kedua itu berjalan ketat sejak menit pertama. Indonesia, yang membangkucadangkan Egy Maulana dan Elkan Baggott, bermain agresif dengan menekan lawan sejak garis depan.

Strategi tersebut membuat Singapura kesulitan mengalirkan bola dan Indonesia membuka keunggulan pada menit ke-11.

Berawal dari upaya Alfeandra Dewangga yang memotong aliran bola Singapura, bola kemudian diarahkan ke Witan Sulaeman yang meliuk di antara pemain bertahan lawan.

Setelah tinggal berhadapan dengan penjaga gawang, Witan mengirimkan bola ke tengah kotak penalti di mana Ezra Walian sudah menunggu dan melesakkan bola ke dalam gawang.

Tertinggal 0-1, Singapura antusias untuk menyamakan kedudukan. Upaya mereka mendapatkan ganjalan setelah bek Safuwan Baharudin dihadiahi kartu merah hasil kartu kuning kedua pada menit ke-45+3.

Akan tetapi, dalam kondisi kekurangan jumlah pemain, Singapura justru mampu menyamakan kedudukan.

Tepatnya menit ke-45+4, dalam situasi kemelut setelah tendangan bebas, gelandang Song Ui-young menembak bola menerobos barisan pertahanan Indonesia dan membuat skor menjadi imbang 1-1.

Usai jeda, pada menit ke-66, Singapura menerima pukulan kedua saat Irfan Fandi mendapatkan kartu merah langsung dari wasit lantaran menjadi orang terakhir sebelum kiper yang melakukan pelanggaran di wilayahnya.

Berlaga dengan sembilan orang, Singapura malah mampu unggul 2-1 pada menit ke-74 setelah Shahdan Sulaiman menjaringkan bola dengan tendangan bebasnya.

Para pemain Indonesia yang terkejut dengan gol tersebut akhirnya berhasil keluar dari tekanan berkat gol Pratama Arhan pada menit ke-87. Skor kembali setara 2-2.

Singapura bisa saja memenangkan laga itu andai tendangan penalti Fariz Ramli pada menit ke 90+1 tidak ditepis Nadeo Argawinata.

Kedudukan imbang 2-2 membuat laga harus berlanjut ke babak tambahan. Fase pertama babak tambahan, anak-anak asuh pelatih Shin Tae-yong memperbesar keunggulan pada menit ke-92 setelah bek Shawal Anuar melakukan gol bunuh diri.

Skor menjadi 4-2 dan pada menit ke-105+2 Egy Maulana yang menjadi pencetak gol dengan memanfaatkan bola liar di depan gawang Singapura.

Pada paruh kedua, Indonesia yang unggul dua pemain tidak henti melancarkan serangan ke benteng Singapura. Hal itu membuat Singapura mau tak mau membuat pelanggaran yang salah satunya berujung pada kartu merah ketiga yang diterima kiper Hassan Sunny pada menit ke-119. 

Hassan menerjang Irfan Jaya, yang berlari sendiri, di luar kotak penalti. Setelah itu, tak ada gol tambahan sampai pertandingan berakhir. 

Nantinya, di final, Indonesia akan melawan pemenang partai semifinal lainnya yang mempertemukan Thailand dan Vietnam.

Laga leg kedua semifinal tersebut digelar pada Minggu (26/12). Pada leg pertama, Thailand menang 2-0. [Red]

Jumat, 05 November 2021

Serda Nora Mirta: Saya Optimis Club Bola U-10 Pakarena Panjang Meraih Juara di GEAS Nasional


Bandar Lampung —
Di lapangan Baruna Ria, Karang Maritim Kecamatan Panjang pada, Kamis (4/11/2021). Babinsa Koramil 410-01/Panjang Kodim 0410/KBL Serda Nora Mirta berikan support kepada kontingen Club Bola U-10 Pakarena Panjang.

Hal itu diungkapkan Serda Nora Mirta, ketika pihaknya menghadiri pelepasan kontingen Club Bola tersebut dalam rangka mengikuti turnamen GEAS (Generasi Emas Anak Sepakbola) Nasional di Bogor.

Serda Nora Mirta mengatakan bahwa sebagai Babinsa di Koramil Panjang, pihaknya sangat mendukung kontingen Club Bola U-10 Pakarena Panjang dalam rangka mengikuti turnamen GEAS nasional tersebut.

"Ya, pastilah saya support. Apalagi adik-adik kita ini akan berlaga membawa nama Kota Bandar Lampung di tingkat Nasional. Sebagai Babinsa, tentunya saya merasa bangga," kata Nora Mirta.  

Meski demikian, sebagai Babinsa saya berharap adik-adik ini tetap menjaga kesehatan dan patuhi Prokes, karna saat ini masih dalam situasi pandemi Covid 19.

"Dengan kondisi mereka yang sehat, insyallah nantinya adik-adik dapat mengikuti pertandingan dengan baik. Sehingga apa yang diharapkan untuk menjadi juara bisa terwujud," pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan pelepasan antara lain, Plt Camat Panjang Muhammad Supriadi S.Sos, Pimpinan Club Pakarena Putra Baruna Panjang H Suryadi, Ketua Harian bapak Iim, Pelatih bapak Majid, Asisten Pelatih Abdul Seka, Peserta Kontingen Club Pakarena putra Baruna Panjang serta para orang tua peserta kontingen Club Pakarena putra Baruna. [Sur]

Senin, 11 Oktober 2021

Madrid & Barcelona Lagi Kacau, PSG Cuma Liga Petani, Jadi Mending Pogba Bertahan di Man Utd 


Garis Komando -
Gelandang internasional Prancis Paul Pogba saat ini sedang menjalani musim terakhir di kontraknya bersama Manchester United, tapi legenda klub Paul Scholes tak bisa melihat alasan yang bagus mengapa pemenang UEFA Nations League itu ingin pindah dari Old Trafford.

Legenda Manchester United Paul Scholes percaya Paul Pogba seharusnya tidak memiliki alasan untuk meninggalkan klub musim panas mendatang, terutama jika mempertimbangkan bagaimana kondisi duo raksasa La Liga Real Madrid dan Barcelona saat ini.

Memang masa depan pemain berusia 28 tahun itu terus dipertanyakan lantaran kontraknya akan berakhir pada musim panas 2022 mendatang. Kendati kabarnya dia sudah mendapatkan tawaran kontrak baru dengan gaji fantastis, sejauh ini belum ada perpanjangan kontrak yang telah ditandatangani.

Real Madrid disebut-sebut sebagai destinasi favorit, sementara Barcelona juga tujuan yang diperdebatkan di masa lalu. Di sisi lain, Paris Saint-Germain dilaporkan siap menggoda gelandang Prancis dengan gaji Rp 197 Milyar per tahun agar bersedia hengkang ke Parc des Princes secara bebas transfer.

Berbicara di acaraWebby & O'Neill, Paul Scholes mengakui bahwa dia ingin melihat Paul Pogba bertahan di Manchester United saat dia berpikir bahwa Real Madrid dan Barcelona saat ini sedang kacau, sementara PSG hanyalah dari liga petani Ligue 1 yang pamornya kalah jauh dari Premier League.


Dia berkata, "Saya tidak mengerti mengapa dia ingin pergi dari sini. Mengapa Anda ingin meninggalkan Inggris? Lihatlah Real Madrid, La Liga sudah nggak asyik lagi. Real Madrid dan Barcelona sekarang sedang dalam keadaan kacau. PSG mungkin menjadi pilihan lain baginya, tetapi Inggris adalah liga terbaik sekarang. Anda melihat empat tim teratas, mereka memiliki semua pemain terbaik, manajer terbaik ada di sini, jadi mengapa dia ingin pergi?"

Memang Paul Pogba berjuang untuk menunjukkan konsistensi dalam permainannya selama waktunya di Old Trafford yang membuat sebagian fans Manchester United meragukannya, tapi Paul Scholes yakin bahwa gelandang Prancis punya kualitas besar yang layak untuk dipertahankan di klub.