Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Divisi Humas Mabes Polri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Divisi Humas Mabes Polri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2022

Mutasi Polri, 7 Polwan Dapat Promosi Jabatan


GK, Jakarta -
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen). Ada sebanyak 4 surat telegram (ST) tertanggal 23 Desember 2022.

Adapun rinciannya yaitu ST/2774/XII/KEP./2022 sebanyak 21 personel, ST/2775/XII/KEP./2022 sebanyak 162 personel, ST/2776/XII/KEP./2022 sebanyak 374 personel dan ST/2777/XII/KEP./2022 sebanyak 147 personel. Jadi total sebanyak 704 personel mengalami mutasi dan rotasi jabatan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, mutasi dan rotasi di Polri merupakan hal yang biasa.

"Mutasi hal yang biasa dalam organisasi sebagai tour of area and tour of duty dan penyegaran serta promosi," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/12/2022).

Dalam 4 TR ini, ada 2 Kapolda mengalami pergantian yakni Kapolda Kepri yang awalnya dijabat Irjen Aris Budiman digantikan oleh Brigjen Tabana Bangun yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Riau.

Lalu ada Irjen Armed Wijaya yang sebelumnya menjabat sebagai Pati Bareskrim Polri dimutasi sebagai Kapolda Bengkulu menggantikan Irjen Agung Wicaksono yang dimutasi menjadi Pati Polda Bengkulu dalam rangka pensiun.

Yang menarik, dalam TR kali ini ada 7 polisi wanita (polwan) yang dimutasi dan dirotasi mendapatkan jabatan baru. Pertama Kombes Pol Desy Andriani yang mendapatkan promosi menjadi jenderal bintang satu atau brigjen, mendapatkan jabatan sebagai Psikolog Kepolisian Utama TK II SSDM Polri.

Kemudian ada AKBP Yessi Kurniati yang mendapatkan promosi jabatan sebagai Kapolresta Bukittinggi Polda Sumbar. Lalu ada AKBP Soliyah mendapatkan promosi jabatan menjadi komisaris besar (kombes) sebagai Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Sulsel.

Keempat ada AKBP Retno Prihawati mendapatkan promosi pangkat menjadi komisaris besar (kombes) sebagai Atase Pol/Slo Divhubinter Polri. Selanjutnya AKBP dr. Khodijahvpromosi jabatan komisaris besar (kombes) menjadi Kabiddokkes Polda Riau.

Keenam ada AKBP Wahyuni Sri Lestari mendapatkan promosi jabatan sebagai Kapolres Payakumbuh Polda Sumbar. Terakhir ada AKBP Herlina mendapatkan promosi jabatan sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim.

Dari ratusan personel yang dimutasi dan dirotasi, ada 77 personel dimutasi dalam rangka pensiun. [rls]

Jumat, 09 September 2022

Dirpolairud Polda Banten Hadiri Rapat Koordinasi Persiapan Ekspedisi Pesisir Tahun 2022

 
GK, Serang - Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom hadiri rapat koordinasi persiapan ekspedisi pesisir Banten 2022 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Urang Banten (PUB), Insan Pariwisata Indonesia (IPI) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Banten yang dilaksanakan di Kantor Sekertariat PUB Ruko RDM Jalan Kolonel Tb. Suwandi Lingkar Selatan Ciracas Kota Serang pada Jumat (09/09). 

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur (Wadir) Polairud AKBP Abdul Majid, Kasatrol Polairud AKBP Saidin, Pasi Rakti Korem 064/MY Mayor Gimin, Pasiter Group 1 Kopassus Letu Inf Alfet Halim dan perwakilan Satbrimob Polda Banten IPTU Suwarto serta ketua Satgas ekspedisi pesisir Banten Ahmad Yani. 

Dalam kesempatan tersebut Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom mengatakan, "Bahwa  kegiatan dilaksanakan dalam rangka persiapan menjelang pelaksanaan ekspedisi pesisir Banten 2022 yang rencanannya dimulai dari 15 September hingga 12 November 2022," kata Gultom. 

Gultom juga menjelaskan adapun tujuan dilaksanakannya ekspedisi, "Tujuan dilaksanakannya ekspedisi menegok kondisi mencari potensi dan membaca peluang untuk membangun negeri serta menjadi bahan pertimbangan kebijakan pemerintah guna pembangunan pesisir Banten di masa akan datang," ucap Gultom. 

Diakhir, Gultom mengatakan bahwa Polda Banten khususnya Ditpolairud siap mengamanakan kegiatan ekspedisi pesisir Banten. "Ditpolairud siap mengamanakan serta mensukseskan kegiatan ekspedisi pesisir Banten 2022 yang akan dilaksanakan oleh perkumpulan urang Banten," tutup Gultom. [icha]

Senin, 04 Juli 2022

Hima Persis: Polri Kini Inklusif dan Kolaboratif dengan Mahasiswa


GK, Lampung - Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Ketum PP Hima PERSIS), Ilham Nurhidayatullah, menilai Polri kini bersikap inklusif serta masif melakukan kolaborasi dengan berbagai elemen mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga mahasiswa. 

Menurut Ilham kolaborasi dan keterbukaan menjadi dua hal penting untuk mewujudkan Polri yang Presisi.

"Ini mungkin dalam perspektif yang lebih proporsional. saat ini (Polri) humanis, banyak langkah-langkah preventif yang Polri lakukan untuk stabilitas negara kita. Dan tidak hanya humanis, Polri juga kini inklusif dan kolaboratif dengan berbagai kalangan, baik itu ormas, kepemudaan, ataupun kemahasiswaan," ungkap Ilham kepada wartawan, Minggu (3/7/2022).

"Secara proporsional dalam tiga itu, menurut saya Polri cukup mengalami peningkatan (kinerja) dan signifikan. Ini poin-poin penting untuk Polri yang Presisi," imbuh dia.

Dia mengakui Polri kini terbuka dengan mahasiswa. Dia pun melihat kini Polri mengedepankan sisi kemanusiaan.

"Hubungan dengan mahasiswa saat ini cukup terbuka, kolaboratif. Cukup mengedepankan langkah preventif dan sisi kemanusiaan," ucap Ilham.

Meski dekat, sambung Ilham, mahasiswa tetap leluasa melakukan penyampaian aspirasi. 

"Mahasiswa pun dalam konteks gerakan, bisa tetap terus melanjutkan apa yang menjadi aspirasi teman-teman mahasiswa. Di satu sisi juga bisa mengedepankan musyawarah untuk kepentingan dan stabilitas nasional," lanjut Ilham.

Dia mencontohkan salah satu kolaborasi mahasiswa dengan Polri adalah terkait penanggulangan pandemi Covid-19. Dia menyebut Polri membuka ruang diskusi dengan masyarakat terkait langkah-langkah untuk penanganan pandemi.

"Kolaborasi Polri dengan mahasiswa dalam penanganan pandemi Covid-19 saya kira itu sudah menjadi rahasia umum, khalayak sudah bisa menilai bahwa itu kolaborasi yang baik. Tidak hanya dalam konteks Covid, dalam konteks kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyaralat) pun Polri banyak membuka ruang diskusi, kolaborasi, kegiatan bersama, baksos," paparnya.

"Bagaimana elemen mahasiswa dengan Polri memberikan bantuan ke masyarakat di saat krisis pandemi terjadi. Merasa dilibatkan, diikutsertakan menjadi subjek kolabirasi dalam penanganan Covid ataupun dalam kerja-kerja sosial kemasyarakatan. Sebelumnya pernah (kolaborasi dengan polri), namun secara masif baru saat ini," sambung Ilham.

Di momen Hari Bhayangkara ke-76, Ilham mencatat Polri masih perlu memperbaiki kinerja dalam hal pengaduan masyarakat. Menurut Ilham, penanganan pengaduan yang tak responsif dan terkesan tak serius yang menjadi penyebab munculnya kritik dan sentimen negatif masyarakat terhadap Polri.

"Yang perlu jadi catatan ialah bagaimana peningkatan Polri dalam penanganan pengaduan masyarakat agar lebih responsif. Yang cukup relevan bahwa Polri dalam kasus maraknya pinjol, trading yang itu digandrungi anak muda, kemudian merugikan, Polri masuk ke situ kemudian menindak platform-platform yang kurang berfaedah itu di kalangan anak muda, dan mahasiswa. Polri mampu memberantas itu, itu bagi saya nilai plus, kita tidak boleh menafikan itu, kita kasih applause," ungkap dia.

"Di samping capaian itu, catatan lainnya banyak pengaduan masyarakat yang dari periode ke periode itu masih mengalami keluhan seprti kurang direspons cepat, kurang dikasih porsi lebih kalau yang mengadukan masyarakat kecil. Kalau ada perbaikan di sana, ini menjadi luar biasa. Seperti kasus curanmor, kehilangan, ini yang kemudian masih kurang ditangani lebih responsif dan lebih serius," tuturnya.

Terakhir, Ilham menambahkan, mahasiswa akan terus memonitor kinerja Polri ke depan. Baginya, Polri kini sudah mengarah untuk menuju Presisi.

"Selebihnya tinggal bagaimana kita memonitoring kerja-kerja Polri ke depan. Presisi itu sebuah konsep, saya kira itu sudah mulai dikerjakan, bagaimana itu ditingkatkan menjadi Polri yang presisi ini kan by proccess," kata Ilham. [Melati]

Sabtu, 02 Juli 2022

Pesan Kapolri ke Taruna-Taruni Akpol: Turun, Dengar dan Serap Aspirasi Masyarakat


GK, Semarang - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup pendidikan taruna Akademi Kepolisian angkatan ke-53 'Arkana Satriadharma' di Semarang, Jawa Tengah. Mereka yang dinyatakan lulus tahun ini sebanyak 246 orang, yang terdiri dari 215 taruna dan 31 taruni. 

Dalam sambutannya, Sigit menyampaikan, bagi yang meraih penghargaan dan prestasi, kedepan harus dipertahankan serta mengasah diri untuk menjadi lebih baik lagi. Sebaliknya bagi yang belum mendapat kesempatan itu, prestasi akan bisa diukir ketika sudah bertugas sebagai prajurit Korps Bhayangkara. 

"Saya harapkan prestasi terbaik selanjutnya bisa diukir dimanapun anda bertugas, selama anda melaksanakan dinas," kata Sigit dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Mantan Kabareskrim Polri ini meminta kepada taruna dan taruni, untuk terus mengembangkan potensi diri melalui  Lifelong Learning dan Learning Under Pressure. Pasalnya, hal itu dipersiapkan untuk menghadapi dinamika yang terus berkembang dengan cepat dan tak menentu. 

"Karena dua hal tersebut, Lifelong Learning dan Learning Under Pressure harus terus diasah dan dilakukan untuk membentuk diri menjadi pimpinan Polri yang tangguh, di masa yang akan datang," ujar mantan Kapolda Banten ini. 

Lebih dalam, Sigit menekankan, para taruna-taruni, nantinya akan menjadi calon pemimpin yang harus selalu siap dalam keadaan apapun. Serta mampu mengawal visi untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045. 

"Adik-adik taruna, menjadi seorang polisi adalah tugas yang sangat mulia, namun disisi lain kalian harus terus ikuti dan senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi lingkungan strategis yang terus berubah dan akan  berdampak terhadap situasi kamtibmas," ucap Sigit.

Sigit menekankan, Indonesia dan negara lainnya sedang dihadapkan dengan dinamika global yang penuh dengan ketidakpastian. Sehingga, Sigit berharap, calon perwira muda Polri ini mampu mengasah jiwa kepemimpinannya untuk bisa menjalankan tugas pokok ataupun lainnya. 

"Jadi inilah gambaran tugas yang rekan-rekan akan hadapi, disamping anda semua melaksanakan tugas pokok kepolisian melindungi, mengayomi, melayani serta melakukan penegakan hukum," tutur Sigit. 
 
Dalam menghadapi dinamika tersebut, kata Sigit, Pemerintah memiliki Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 dalam rangka pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Didalamnya, ada tujuh program prioritas nasional yang diharapkan bisa merubah pondasi ekonomi indonesia dari negara konsumen jadi negara produsen. 

"Diharapkan dengan program yang ada, akan menjadi langkah bukan hanya out of the box tapi jump out of the box," imbuh Sigit.

Sigit mengungkapkan ada target capaian yang harus dipertahankan agar pertumbuhan ekonomi diangka 5 persen, sehingga terlepas dari middle income trap.

"Ini adalah program kebijakan pemerintah dari hulu sampai hilir. Dan saya harapkan adik-adik belajar memahami hal-hal bersifat makro dan mikro," ungkap Sigit.

Kemudian dalam rangka mendukung RKP 2022, Polri memiliki konsep transformasi menuju Polri Presisi. Ia berharap gagasan tersebut benar-benar dilaksanakan, mengingat hal itu menjadi dasar dalam mengimplementasikan predictive policing 

"Kita harus terapkan responsibilitas, bergerak sesuai tugas dan tanggung jawab serta tuntaskan itu semua. Tentu responnya juga harus dilaksanakan dengan cepat sehingga masalah tidak menjadi besar. Begitu juga transparan, berkeadilan dan akuntabel. Terutama masalah hukum yang ciderai rasa keadilan masyarakat kecil. Ini tentunya menjadi tugas kita semua untuk bisa melaksanakan dengan baik, sehingga rekan-rekan semua  dekat dan dicintai masyarakat," papar Sigit.

Sigit melanjutkan, salah satu hal yang kemudian bisa dilaksanakan adalah bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Dengan memanfaatkannya, diharapkan saluran pengaduan masyarakat bisa terlayani dengan lebih cepat. Karena teknologi memberikan ruang untuk itu. Disatu sisi dengan manfaatkan teknologi tersebut mengurangi interaksi sehingga bisa memperkecil risiko terjadinya penyimpangan.

"Para taruna atau perwira remaja terus kembangkan kompetensi diri sehingga nanti jadi polisi muda unggul profesional dan dapat diandalkan," jelas Sigit. 

Mantan Kadiv Propam itu lalu menekankan tiga kompetensi. Kompetensi teknis, etika dan leadership. Kompetensi teknis menjadi hal yang harus dimiliki karena terkait pelaksanaan tugas pokok.

Misalnya di era teknologi informasi ini muncul kejahatan baru. Seperti robot trading, pinjol ilegal, cyber terorism dan tentunya ini membutuhkan kemampuan yang terus diasah. "Jadi bagaimana kedepan kalian miliki kemampuan tersebut. Kemampuan digital, bangun talent digital Polri dalam berbagai giat," ucapnya. 

Selanjutnya kompetensi kepemimpinan, Sigit meminta untuk memahami dan melaksanakan bagaimana menjadi first line supervisor yang akan berhadapan dengan anggota dan masyarakat dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Jadilah pemimpin yang bisa melindungi dan mengayomi.

"Turun langsung ke lapangan jangan biasakan memerintah. Mendengar apa yang terjadi dilapangan, dengar aspirasi masyarakat," kata Sigit.

Sementara terkait kompetensi etika, Sigit menyebut, hal ini juga sangat penting bagi personel kepolisian untuk dijadikan personal  security system, atau melindungi serta mencegah dari perilaku menyimpang. Dengan adanya hal tersebut, taruna-taruni akan mampu membentengi diri dari segala bentuk godaan ataupun hasutan dari manapun untuk melakukan hal yang melanggar. 

"Jadi hati-hati, empat tahun kalian laksanakan pendidikan dan kemudian terpeleset hal-hal seperti ini. Tanamkan, dimana pun bumi dipijak disitu langit dijunjung. Yang kita lakukan adalah bagaimana kalian, dimanapun bertugas bisa tunjukkan kalian adalah anggota terbaik. Calon pemimpin muda terbaik, dimanapun kalian berada. Sehingga kalian betul-betul bisa diterima oleh masyarakat," pesan Sigit

Ditengah situasi yang lebih kompleks saat ini, Sigit meminta, kepada taruna-taruni untuk berusaha menjadi pendengar yang baik. Pasalnya, Sigit menegaskan, Polri dewasa ini, bukanlah institusi yang anti-kritik. Perwira muda harus mampu mendengar dan menyerap apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

Bahkan demi menyerap aspirasi masyarakat saat ini, dijelaskan Sigit, Polri melakukan pendekatan soft approach dan restorative justice khususnya untuk menangani permasalahan yang menciderai rasa keadilan masyarakat. Meski begitu, disatu sisi, Sigit menekankan, kepolisian tetap menindak tegas atau tidak kompromi terkait permasalahan yang berpotensi memecah belah bangsa. 

"Namun jangan ragu-ragu lakukan tindakan tegas terukur terhadap hal yang sifatnya menimbulkan potensi memecah belah bangsa, meresahkan masyarakat, menimbulkan korban masyarakat.  Terkait peristiwa tersebut rekan-rekan harus lakukan tindakan tegas. Kita tetap harus junjung tinggi HAM, ikuti aturan yang ada secaea terukur. Karena memang diberikan kewenangan oleh negara. Namun demikian kewenangan tersebut harus dilakukan secara terukur dan bisa dipertanggungjawabkan," papar Sigit.

Dengan melakukan hal tersebut, Sigit berharap, taruna-taruni Akpol akan menjadi pemimpin yang matang ketika visi Indonesia Emas 2045 tercapai. Sigit pun menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) 'polisi bukan sekadar profesi, melainkan jalan untuk mengabdi'.

"Artinya harapan besar dari pak Presiden tolong diterjemahkan dengan baik. Kalau anda bisa laksanakan tugas polisi dengan baik, yakinlah bahwa kalian juga tentunya akan mendapatkan posisi, akan mendapatkan kehormatan," tegas Sigit.

Disisi lain, Sigit menekankan kepada seluruh taruna-taruni agar selalu siap ditempatkan dimanapun dalam bertugas. Hal ini sejalan dengan semangat ingin mewujudkan Indonesia sentris. Dimanapun ditugaskan, Sigit berpesan, untuk tidak mengeluh melainkan terus meraih prestasi untuk negara, institusi dan diri sendiri.

"Carilah tempat paling sulit karena disitu akan mendapatkan mutiara-mutiara. Kalian dapatkan pengalaman yang mungkin tidak semua mendapatkan dan itu bisa jadi fondasi bagi kalian. Dan kalian kumpulkan sehingga kalian siap pada saat nanti menjadi seorang pemimpin," imbau Sigit. 

Tak lupa, Sigit mengingatkan kepada taruna-taruni untuk selalu menanamkan di dalam sanubari untuk selalu setia terhadap negara atau Satya Haprabu. Dalam hal ini, polisi siap mengawal seluruh kebijakan yang dilakukan demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik.

"Saya bangga kalau kalian bisa melakukan hal tersebut. Saya bangga apabila kalian bisa jawab tegas saya adalah anak negara, dan siap ditempatkan dimana saja. Jadi anda sudah siap untuk menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang," ujar Sigit.

Lebih jauh, Sigit berpesan kepada taruni Akpol, untuk terus mengukir prestasi. Mengingat, Polri saat ini memberikan kesempatan yang sama bagi Polwan dalam menjalankan tugas, sebagaimana semangat kesetaraan gender di institusi Polri. 

"Banyak Polwan yang sudah berpangkat jenderal kalian juga akan diberikan kesempatan jadi kepala satuan wilayah atau kapolsek, kapolres bahkan suatu saat kapolda. Ini tergantung bagaimana kalian bisa menemukan potensi kalian. Karena ada kelebihan dari polwan kita harapkan dapat melaksanakan tugas khusus terkait masalah kekerasan perempuan dan anak, posisi yang haruskan sentuhan humanis. Dan itu tentunya rekan-rekan taruni polwan miliki kemampuan lebih dibandingkan laki. Jadi terus kembangkan kemampuan kalian karena kalian memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir dan prestasi," tutup Sigit. [Melati]

Jumat, 01 Juli 2022

Beri Kejutan, Komandan Brigade 4 BS Kol. Marinir Indarto Datangi Mapolresta Bandar Lampung


GK, Lampung - Komandan Brigade 4 BS Kol Marinir Indarto SE,.M.M memimpin langsung para Komandan Satuan beserta pasukan mendatangi Mapolresta Bandar Lampung untuk memberikan kejutan spesial peringatan Hari Bhayangkara ke-76, Jumat (1/7/2022) pagi.

Sontak, kedatangan Dan Brigif, sangat mengejutkan bagi Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Ino Harianto S.IK maupun para Pejabat Utama serta seluruh personel Polresta.

Sesaat tiba di Mapolresta, beliau bergegas menghampiri Kapolresta di lobi sambil mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-76.

Para pejabat Polresta tersebut kemudian segera menghampiri untuk menggelar selebrasi sederhana Hari Bhayangkara ke-76 bersama.

Selebrasi dihiasi dengan sederhana dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan para pejabat utama Polri dan Marinir.

Kapolresta Salut dalam sambutannya, mengaku sangat terkejut atas kedatangan Komandan Brigif 4 beserta jajaran pagi ini.

“Terus terang saya kaget dengan adanya surprise spesial, kita bersaudara semoga kedepan kita selalu solid dalam menjaga keamanan NKRI,” ujar Kapolresta Bandar Lampung, disambut aplaus meriah seluruh Personil.

Komandan Brigif 4 pun menyambut pernyataan Kapolresta dan mendoakan semoga Polresta Bandar Lampung semakin sukses selalu di cintai masyarakat. [melati]

Selasa, 28 Juni 2022

Dapat Kuota Khusus Bintara Polri, Tokoh Masyarakat: Terima kasih Pak Kapolda


GK, Lamtim - Pemuda Kecamatan Jabung dan Labuhan maringgai Kabupaten Lampung Timur mendapat kuota khusus dalam penerimaan Bintara Polri tahun ini.

Hal itu disampaikan Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Subiyanto saat memimpin penandatanganan Pakta Integritas peserta seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2022, asal Kecamatan Jabung dan Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, di Mapolda Lampung, Selasa (28/6/22).

Acara tersebut di hadiri, Karo SDM, Kombes Pol Endang Widowati, Dirtahti AKBP Ahmad Sukiyatno, Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution, Para panitia pengawas Internal/Eksternal, Kapolsek Labuhan Maringgai dan Jabung, Camat Labuhan Maringgai dan Jabung, Tokoh adat Labuhan Maringgai dan Jabung, Tokoh masyarakat Labuhan Maringgai dan Jabung serta Para orang tua casis asal Labuhan Maringgai dan Jabung.

Brigjen Pol Subiyanto mengatakan, penandatanganan pakta integritas ini merupakan salah satu bentuk komitmen moral dan keseriusan Polri dalam mewujudkan seleksi yang objektif dan akuntabel sebagai upaya mewujudkan Polri yang Presisi.

Pada penerimaan Polri Tahun Anggaran 2022 Polda Lampung memberikan kuota khusus atau privilage kepada Casis yang berasal dari Labuhan Maringgai dan Jabung, ujar Subiyanto

"Tentu saja dengan catatan memenuhi syarat Psikologi, Kesamaptaan dan Kesehatan, lalu dengan persetujuan dari Kepala Desa setempat, Kepala Camat, dan juga Lurah, tokoh masyarakat formal dan informal lainnya," imbuhnya.

Wakapolda menjelaskan, ini tidak terlepas dari kebutuhan wilayah tersebut akan hadirnya sosok Polisi yang dapat mengayomi masyarakat, dan Putra daerah atau Pribumi tentu akan lebih bisa untuk melaksanakan tugas tersebut, dan diharapkan kepada para tokoh masyarakat, juga dapat mendukung tugas Kepolisian seluruhnya bukan hanya mereka yang berasal dari wilayah tersebut, dan dalam mendukung Tugas kepolisiam secara umum.

Kami ingin melibatkan tokoh formal dan informal, sehingga dapat mencari akar persoalannya dari hulu hingga ke hilir, tidak hanya pada saat ada kejadian, seperti maling, pembegalan dan seterusnya, kita hanya melakukan tindakan refresif seperti buru, kejar dan tembak.

sehingga dengan adanya putra-putra daerah yang diterima menjadi anggota Polri dapat menekan angka kriminalitas hingga ke akarnya, dan saya harapkan kepada orang tua atau wali, perangkat desa, camat lurah dan tokoh masyarakat lainnya dapat ikut mengawasi mereka kedepannya saat sudah bertugas, ungkap Subiyanto.

Kesempatan tersebut, Wakapolda berpesan jangan sampai terjerumus tindakan kriminalitas apalagi sampai menjadi pelaku utama, diingatkan mulai dari sekarang dan ditanamkan dalam hati dan pikiran, bahwa saat bertugas harus menjadi anggota Polri yang Profesional, Humanis, Bertanggung Jawab dan Patuh Hukum, tutupnya. [melati]