Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Kementerian Perdagangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kementerian Perdagangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2022

 Pengusaha Kecil: "Siang cari minyak goreng gak ada, sore setelah HET di cabut stoknya banyak, tak masuk akal..."

Pembeli minyak goreng di toko swalayan Ratu yang berada di Kota Malang, Jawa Timur pada Kamis (17/3/2022).


GK, Jakarta - Minyak goreng kemasan kini sudah kembali memenuhi etalase pasar swalayan atau minimarket setelah pemerintah resmi mencabut ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

Harga minyak goreng kemasan yang tersedia kini melonjak dibandingkan harga sebelum ditetapkan HET.

Pengusaha kecil pusing

Kenaikan harga minyak goreng membuat pengusaha kecil pusing mencari keuntungan.

Azizah (30), seorang pengusaha katering kecil, mengaku berat untuk membeli minyak goreng dengan harga sekitar Rp 50.000 untuk ukuran dua liter.

"Bingung, mau naikin harga takut enggak ada yang beli, enggak dinaikin untungnya tipis banget," kata Azizah dirilis dari Kompas.com, Kamis (17/3/2022).

Azizah juga mengaku heran dengan keberadaan minyak goreng. Pada Rabu (16/3/2022) siang, ia mencari minyak goreng ke pasar swalayan, tetapi stoknya kosong.

Kemudian, pada sore hari setelah pemerintah resmi mencabut HET, minyak dengan merek-merek terkenal langsung tersedia di pasar swalayan dekat kediamannya di Jatiasih, Bekasi.

"Enggak masuk akal, siang saya cari enggak ada (minyak goreng), sore pas pengumuman harga subsidi dicabut, langsung baris rapi itu minyak (di etalase)," ujar dia.

Asmarina, penjual ayam penyet di Koja, Jakarta Utara, juga mengeluhkan harga minyak goreng yang tinggi.

Di minimarket, dia mendapatkan minyak goreng seharga Rp 28.000 sedangkan di agen-agen dia menemukan harga yang lebih tinggi, yakni Rp 30.000-Rp 32.000.

"Mudah-mudahan cepat stabil saja (harga dan stoknya) karena ngaruh juga. Saya jualan ayam geprek, mau dinaikin enggak sesuai, yang belinya kabur. Enggak dinaikin, sayanya nyesek, untungnya dapat sedikit," ucap Asmarina.

Warga heran stok melimpah setelah HET dicabut

Sama seperti Azizah, Jehan (29) juga mengaku heran dengan stok minyak goreng yang langsung tersedia banyak di pasar swalayan setelah pemerintah resmi mencabut HET Rp 14.000 per liter.

Jehan pun menduga selama ini ada permainan yang dilakukan oleh pemerintah dan penyuplai minyak goreng kelapa sawit.

"Kan enggak mungkin minyak merek ternama selama harga subsidi enggak ada, terus hari terakhir siang masih kosong, sore keluar putusan, malamnya minyak banyak dengan merek ternama," ujar Jehan.

"Kan enggak mungkin dalam beberapa jam itu minyak sampai? Berarti kan sengaja merek ternama enggak ngeluarin produknya selama harga subsidi," tambah dia.

Senada dengan Jehan, Titin (32), warga Jakarta Selatan, juga mempertanyakan stok minyak goreng kembali melimpah saat harga naik.

Titin menilai, fenomena tersebut menunjukkan bahwa ada pihak yang selama ini sengaja menimbun minyak goreng hingga menimbulkan kelangkaan.

"Jadi ini kayaknya memang ditunggu-tunggu supaya harganya naik dulu, baru dikeluarin semua," kata Titin.

Titin pun menilai, kembali melimpahnya stok minyak goreng di pasaran saat ini membuktikan bahwa warga tidak menimbun minyak goreng.

Hal ini disampaikan Titin menanggapi pernyataan Kementerian Perdagangan yang sebelumnya menuding warga menimbun minyak goreng di dapur.

"Jadi ini terbukti kan bukan emak-emak yang menimbun ya," ucap Titin.

Belakangan, Menteri Perdagangan M Lutfi mengakui bahwa langka dan mahalnya minyak goreng disebabkan oleh mafia yang bermain.

Jadi, bukan karena ditimbun emak-emak seperti kecurigaan anak buahnya. Lutfi menyebutkan, para mafia itu menyelundupkan minyak goreng sampai ke luar negeri.

Lutfi pun menyampaikan permohonan maaf karena tidak mampu menormalisasi harga minyak goreng.

"Dengan permohonan maaf, Kemendag tidak dapat mengontrol karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat," ujar Lutfi.

Warga terpaksa beli

Meski harga minyak goreng melonjak, warga tidak punya pilihan selain membeli kebutuhan pokok tersebut.

Ibu rumah tangga bernama Nuri (47) akhirnya memilih untuk membeli minyak goreng dengan merek yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya karena harganya lebih murah.

"Baru, baru hari ini (tahu). Karena saya butuh, makanya saya beli," kata Nuri.

Warga lainnya, Umi (48), juga terpaksa membeli minyak goreng di salah satu minimarket di Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, meski harganya meningkat drastis.

Minyak goreng yang sebelumnya dijual seharga Rp 14.000 per liter sesuai HET, kini mencapai Rp 24.000.

Di minimarket lainnya, harga minyak goreng merek Filma dijual Rp 48.500 per dua liter, sedangkan merek Bimoli dijual seharga Rp 50.300 per dua liter.

"Mau gimana lagi, terpaksa kan kebutuhan sehari-hari buat masak," ujar Umi.

Azizah juga mengaku terpaksa tetap membeli minyak goreng kemasan meski harganya melonjak.

Namun, mengingat harga minyak goreng mahal, Azizah berupaya mengirit agar minyak yang dibeli bisa bertahan lama.

"Mau enggak mau saya beli tapi pemakaiannya saya kurangi," kata Azizah.

Penulis : Sania Mashabi Editor : Nursita Sari

Sumber

Senin, 28 Februari 2022

Bupati Sambut Kunjungan Tour IFTA di Kabupaten Tanggamus



GK, Gisting - Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani menyambut kedatangan beberapa kepala daerah dalam rombongan Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) di Rest Area Gisting, Senin (28/2/2022).

Adapun rombongan IFTA, diikuti oleh sejumlah kepala daerah, diantaranya Wakil Bupati Seruyan, Iswanti; Wakil Bupati Aceh Tengah, Hi. Firdaus dan istri; Wakil Bupati Pakpak Barat, Hi. Mutsyuhito Solin dan istri ; Wakil Bupati Barito Selatan, Satya Titiek Atyani Djoedir dan istri, dan Direktur Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa Kemendagri, Astri, serta pengurus dan anggota IFTA.

Turut mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Retno Damayanti, Kabag Protokol Riens Abdul Kadir, Camat Gisting Purwanti, Uspika Kecamatan Gisting, serta sejumlah Kelompok UMKM Kabupaten Tanggamus.


Penyambutan sendiri dilakukan Bupati, setelah rombongan melaksanakan kunjungan wisatanya ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Tanggamus, yakni Teluk Kiluan, Air Terjun Way Lalaan, Pantai Muara Indah serta sejumlah objek wisata di Kecamatan Sumberejo. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Dewi Handajani menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih serta apresiasinya kepada rombongan Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA), yang telah melaksanakan kegiatan Journey of The Real on Tanggamus, karena akan semakin mengenalkan objek wisata yang ada di Kabupaten Tanggamus.


Bupati berharap melalui kegiatan tersebut, keberadaan objek wisata, produk UMKM serta kuliner Kabupaten Tanggamus dapat mendongkrak pertumbuhan wisata makin baik dan maju. 

"Harapan saya ada manfaatnya untuk kami. Ada pertumbuhan masyarakat di sektor jasa, perdagangan, pertanian, dan lainnya. Mari kita kunjungi dan beli produk lokal, sehingga membangkitkan ekonomi nasional," kata Bupati.

Lanjut Bupati, meskipun saat ini kita tengah dilanda pandemi Covid 19, namun pariwisata di Kabupaten Tanggamus yang harus terus dikenalkan, sehingga pariwisata di Kabupaten Tanggamus semakin maju dan berkembang. 

“Dan untuk tumbuhnya pariwisata, sebaiknya juga tumbuhkan sikap lapangkan hati, bersihkan jiwa, fighter never give up! Sebab pariwisata adalah bentuk pelayanan yang didukung potensi alam, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati.
 
“Semoga semuanya akan segera berlalu, serta kehidupan kita akan kembali seperti sedia kala. Kita semua masyarakat Kabupaten Tanggamus berharap potensi wisata, produk UMKM dan kuliner dapat mendongkrak pertumbuhan wisata makin baik dan maju, dan Tanggamus makin dikenal,” pungkasnya. [Ar]