Kemudian di Pasar Pekon Tekad Kecamatan Pulau Panggung, Merk Tawon ukuran 900 ML dijual Rp23 ribu, Sinar Laut Rp22 ribu dan minyak goreng curah tersedia dengan harga Rp15 ribu.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sabtu, 16 April 2022
Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus Monitoring Minyak Goreng di Sejumlah Wilayah Binaan
Kemudian di Pasar Pekon Tekad Kecamatan Pulau Panggung, Merk Tawon ukuran 900 ML dijual Rp23 ribu, Sinar Laut Rp22 ribu dan minyak goreng curah tersedia dengan harga Rp15 ribu.
Rabu, 06 April 2022
Satreskrim Polres Lambar Cek Toko Pastikan Ketersediaan Minyak Goreng Selama Bulan Ramadhan 1443 H
Senin, 28 Maret 2022
Ketua DPRD Provinsi Lampung Ikuti Giat Virtual Demo Masak Tanpa Minyak Goreng
Senin, 21 Maret 2022
Kapolri Pastikan Jajaran Kepolisian Awasi Distribusi dan Harga Penjualan Minyak Goreng
Jumat, 18 Maret 2022
Tinjau Pabrik Minyak Goreng di Bali, Kapolri Pastikan Stok dan Harga Sesuai HET Dipasaran
Mantan Kapolda Banten itu mengapresiasi para distributor yang melepas harga minyak sampai ke pasaran Rp14.000. Hal ini kata dia, harus terus dijaga karena yang terpenting adalah harga untuk konsumen sesuai yang sudah ditentukan.
Pengusaha Kecil: "Siang cari minyak goreng gak ada, sore setelah HET di cabut stoknya banyak, tak masuk akal..."
| Pembeli minyak goreng di toko swalayan Ratu yang berada di Kota Malang, Jawa Timur pada Kamis (17/3/2022). |
GK, Jakarta - Minyak goreng kemasan kini sudah kembali memenuhi etalase pasar swalayan atau minimarket setelah pemerintah resmi mencabut ketentuan harga eceran tertinggi (HET).
Harga minyak goreng kemasan yang tersedia kini melonjak dibandingkan harga sebelum ditetapkan HET.
Pengusaha kecil pusing
Kenaikan harga minyak goreng membuat pengusaha kecil pusing mencari keuntungan.
Azizah (30), seorang pengusaha katering kecil, mengaku berat untuk membeli minyak goreng dengan harga sekitar Rp 50.000 untuk ukuran dua liter.
"Bingung, mau naikin harga takut enggak ada yang beli, enggak dinaikin untungnya tipis banget," kata Azizah dirilis dari Kompas.com, Kamis (17/3/2022).
Azizah juga mengaku heran dengan keberadaan minyak goreng. Pada Rabu (16/3/2022) siang, ia mencari minyak goreng ke pasar swalayan, tetapi stoknya kosong.
Kemudian, pada sore hari setelah pemerintah resmi mencabut HET, minyak dengan merek-merek terkenal langsung tersedia di pasar swalayan dekat kediamannya di Jatiasih, Bekasi.
"Enggak masuk akal, siang saya cari enggak ada (minyak goreng), sore pas pengumuman harga subsidi dicabut, langsung baris rapi itu minyak (di etalase)," ujar dia.
Asmarina, penjual ayam penyet di Koja, Jakarta Utara, juga mengeluhkan harga minyak goreng yang tinggi.
Di minimarket, dia mendapatkan minyak goreng seharga Rp 28.000 sedangkan di agen-agen dia menemukan harga yang lebih tinggi, yakni Rp 30.000-Rp 32.000.
"Mudah-mudahan cepat stabil saja (harga dan stoknya) karena ngaruh juga. Saya jualan ayam geprek, mau dinaikin enggak sesuai, yang belinya kabur. Enggak dinaikin, sayanya nyesek, untungnya dapat sedikit," ucap Asmarina.
Warga heran stok melimpah setelah HET dicabut
Sama seperti Azizah, Jehan (29) juga mengaku heran dengan stok minyak goreng yang langsung tersedia banyak di pasar swalayan setelah pemerintah resmi mencabut HET Rp 14.000 per liter.
Jehan pun menduga selama ini ada permainan yang dilakukan oleh pemerintah dan penyuplai minyak goreng kelapa sawit.
"Kan enggak mungkin minyak merek ternama selama harga subsidi enggak ada, terus hari terakhir siang masih kosong, sore keluar putusan, malamnya minyak banyak dengan merek ternama," ujar Jehan.
"Kan enggak mungkin dalam beberapa jam itu minyak sampai? Berarti kan sengaja merek ternama enggak ngeluarin produknya selama harga subsidi," tambah dia.
Senada dengan Jehan, Titin (32), warga Jakarta Selatan, juga mempertanyakan stok minyak goreng kembali melimpah saat harga naik.
Titin menilai, fenomena tersebut menunjukkan bahwa ada pihak yang selama ini sengaja menimbun minyak goreng hingga menimbulkan kelangkaan.
"Jadi ini kayaknya memang ditunggu-tunggu supaya harganya naik dulu, baru dikeluarin semua," kata Titin.
Titin pun menilai, kembali melimpahnya stok minyak goreng di pasaran saat ini membuktikan bahwa warga tidak menimbun minyak goreng.
Hal ini disampaikan Titin menanggapi pernyataan Kementerian Perdagangan yang sebelumnya menuding warga menimbun minyak goreng di dapur.
"Jadi ini terbukti kan bukan emak-emak yang menimbun ya," ucap Titin.
Belakangan, Menteri Perdagangan M Lutfi mengakui bahwa langka dan mahalnya minyak goreng disebabkan oleh mafia yang bermain.
Jadi, bukan karena ditimbun emak-emak seperti kecurigaan anak buahnya. Lutfi menyebutkan, para mafia itu menyelundupkan minyak goreng sampai ke luar negeri.
Lutfi pun menyampaikan permohonan maaf karena tidak mampu menormalisasi harga minyak goreng.
"Dengan permohonan maaf, Kemendag tidak dapat mengontrol karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat," ujar Lutfi.
Warga terpaksa beli
Meski harga minyak goreng melonjak, warga tidak punya pilihan selain membeli kebutuhan pokok tersebut.
Ibu rumah tangga bernama Nuri (47) akhirnya memilih untuk membeli minyak goreng dengan merek yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya karena harganya lebih murah.
"Baru, baru hari ini (tahu). Karena saya butuh, makanya saya beli," kata Nuri.
Warga lainnya, Umi (48), juga terpaksa membeli minyak goreng di salah satu minimarket di Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, meski harganya meningkat drastis.
Minyak goreng yang sebelumnya dijual seharga Rp 14.000 per liter sesuai HET, kini mencapai Rp 24.000.
Di minimarket lainnya, harga minyak goreng merek Filma dijual Rp 48.500 per dua liter, sedangkan merek Bimoli dijual seharga Rp 50.300 per dua liter.
"Mau gimana lagi, terpaksa kan kebutuhan sehari-hari buat masak," ujar Umi.
Azizah juga mengaku terpaksa tetap membeli minyak goreng kemasan meski harganya melonjak.
Namun, mengingat harga minyak goreng mahal, Azizah berupaya mengirit agar minyak yang dibeli bisa bertahan lama.
"Mau enggak mau saya beli tapi pemakaiannya saya kurangi," kata Azizah.
Penulis : Sania Mashabi Editor : Nursita Sari
Minggu, 06 Maret 2022
Sat Lantas Polres Lampung Barat Bagikan Minyak, Masker dan Handsantizer
Selasa, 22 Februari 2022
Ditreskrimsus Polda Lampung Temukan 345,6 ribu Liter Minyak Goreng di Gudang CV. Sinar Laut
GK, Bandar Lampung - Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Lampung, berhasil menemukan 345,6 ribu liter minyak goreng di sebuah gudang di kelurahan Gubak, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Adapun ratusan ribu liter minyak goreng tersebut ditemukan disebuah gudang milik CV. Sinar Laut.
Direktur Reserse Krimimal Khusus Polda Lampung, Kombes Pol. Ari Rachman Nafarin membenarkan, penemuan tersebut berdasarkan informasi dari pihak CV. Sinar Laut bahwa ada ratusan ribu liter minyak goreng tersimpan digudang.
"Setelah kami datangi, pihak CV mengatakan adanya ratusan liter minyak goreng di gudang karena telah dijual oleh pihak perusahan ke eksportir. Namun karena sekarang ada kebijakan baru, akhirnya perusahaan tarik lagi penjualan tersebut," kata Ari Rachman Nafarin, pada Selasa (22/2/2022).
Menurutnya, minyak goreng tersebut sempat dijual pihak eksportir, namun CV. Sinar Laut kembali membeli minyak goreng tersebut.
"Makanya ada rate harga, dari harga ini baru diputuskan hari Jumat lalu dan sistem administrasi berjalan lama sehingga belum didistribusikan," ujarnya.
Lebih lanjut, Ari menegaskan, bahwa tidak ada dugaan penimbunan, karena administrasi dari pusat belum beres yang menyebabkan minyak goreng belum didistribusikan.
"Administrasi belum selesai dari penjualan ke eksportir karena ada selisih harga yang mereka beli Rp18 ribu sedangkan harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu sehingga ada selisih harga," tegasnya.
Dalam hal ini, tambah Ari, pemerintah melalui Dirjen perdagangan mempertemukan antara produsen dan kekurangan harga akan diganti.
"Penggantian kekurangan harus melalui pengecekan, kita abaikan itu yang penting tersalurkan ke masyarakat nanti verifikasi menyusul dan kita awasi," imbuhnya.
Sementara itu, Sementara itu, Direktur CV. Sinar Laut, Andre Wijaya mengatakan jika memang kemarin pihaknya sudah diundang Mendag dengan eksportir yang mau membeli stok lama.
"Karena stok lama harganya tinggi, sedangkan sekarang pemerintah ada HET. Eksportir menjembatani selisih harga itu. Eksportir beli harga standar dan menjual ke kami harga HET itu kami langsung jual ke masyarakat," jelasnya
Andre Wijaya menegaskan, bahwa pihaknya tidak menimbun ratusan ribu liter minyak goreng tersebut.
"Kalau penimbunan tidak ada karena stok sudah kita laporkan dan terdaftar dari Januari, total ada 32 ribu dus atau 345,6 ribu liter," tegasnya. [Rls]
DPRD Tanggamus Berupaya Atasi Kelangkaan Migor
GK, Tanggamus - DPRD Tanggamus bersama eksekutif terus berupaya mengatasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini.
Menurut ketua komisi II DPRD Tanggamus, Fakhruddin Nugraha, DPRD telah mengundang tim satgas inflasi daerah, untuk berdiskusi membahas berbagai hal yang akan dilakukan pemerintah daerah, dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Tanggamus.
“Kami mendorong agar pemerintah Kabupaten melakukan upaya-upaya walaupun memang, kita tau dan sangat paham, ini merupakan wilayahnya pemerintah pusat,” ungkap Fakhruddin, Selasa (22/2).
“Namun kita sebagai pemerintah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, harus melakukan hal hal yang dapat mengurangi kelangkaan minyak goreng terjadi saat ini,” imbuhnya.
Dari diskusi dan pembahasan tersebut, ada beberapa hal yang akan dilakukan pemerintah kabupaten Tanggamus, dalam mengatasi kelangkaan yang terjadi.
Diantaranya, mengambil minyak goreng murah dari Bulog walaupun itu jatahnya sangat sedikit, hanya sekitar 1.000 liter/minggu.
“Dan itu juga harus disubsidi terkait dengan biaya distribusi dan pengangkutan serta biaya bongkar muat,” kata Fakhruddin.
"Itu yang kita dorong agar pemerintah daerah melakukan itu. Selanjutnya kita juga saat ini tengah mencari caranya yang sesuai dengan aturan," imbuh Fakhrudin.
Salah satunya mendorong BUMD untuk membeli ke Bulog, dan mendistribusikannya dengan harga, Rp.14 ribu / liter sesuai dengan ketetapan pemerintah.
“Inilah salah satu yang akan dilakukan pemerintah daerah dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng,” terangnya.
“Selanjutnya terus melakukan pemantauan terhadap pendistribusian minyak goreng bersubsidi agar tidak disimpangkan. Seperti keberadaan minyak goreng bersubsidi yang dijual di toko-toko retail modern,” pungkasnya. [Ar]














