Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Kendari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kendari. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Februari 2022

Berkeliling Indonesia, Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan PWI Kunjungi Makorem 143/Halu Oleo




GK, Kendari - Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan–Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) mengunjungi Markas Komando Resor Militer (Makorem) 143/Halu Oleo, di Kendari Sulteng.

Tim JKW-PWI yang beranggotakan Yanni Krishnayanni, Aji Tunang Pratama, Indrawan Ibonk, dan Sonny Wibisono didampingi Wakil Bendahara Umum PWI Pusat yang juga Ketua Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan, Dar Edi Yoga.

Saat tiba di Makorem Kendari, rombongan diterima langsung oleh Brigadir Jenderal TNI Yufti Senjaya, selaku Danrem.

Yufti Senjaya dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa dirinya sangat senang dapat berjumpa sosok-sosok pemberani yang bersedia berkeliling Indonesia untuk memotret kekayaan budaya, wisata dan keragaman Indonesia.

"Saya sangat kagum dengan keberanian teman-teman tim Jelajah Kebangsaan Wartawan ini. Khususnya Ibu Yanni yang tidak kalah tangguh, bersedia berkeliling Indonesia untuk 'memotret' keindahan Indonesia," jelas Yufti.


Berbincang selama hampir empat jam, Yutfi yang didampingi Kasilog Makorem 143/HO Kolonel Daniel C.H menyampaikan sangat menyambut baik perjalanan jelajah kebangsaan oleh PWI sebab menjadi terobosan untuk mengenalkan Indonesia bagi milenial yang tengah gandrung dengan media sosial.

"Perjalanan teman-teman berkeliling Indonesia sangat kami sambut positif sebab dapat membuat anak-anak muda lebih mengenal berbagai daerah di Indonesia, apalagi para rider sekaligus wartawan dan vidiografer," tambah Yufti yang menjabat Danrem 6 Januari 2022 lalu.

Mengetahui Tim JKW-PWI akan melanjutkan touring ke 11 provinsi lagi, Yutfi menyarankan keempat riders untuk mempersiapkan berbagai bekal seperti vitamin dan peralatan untuk menunjang kebugaran riders.

“Jangan pernah memaksakan diri jika badan sudah lelah. Sebaiknya istirahat setiap dua jam, lalu sebelum berangkat siapkan vitamin dan peralatan musim hujan,” papar Yufti sambil menyerahkan 4 botol multi vitamin untuk motoris.

Sementara itu, Yanni Krishnayanni mengaku sangat senang dapat bertemu Brigjen Yufti Senjaya sebab dapat berdiskusi perihal kebangsaan. 

"Kami merasa sangat senang dapat diterima oleh bapak Danrem yang sangat ramah dan humanis, semoga bisa berjumpa kembali," tuturnya.

Usai perayaan HPN 2022 di Kendari, Tim Jelajah Kebangsaan PWI akan melanjutkan perjalanan ke Makasar, Ambon, Papua, NTT, NTB, Bali hingga kembali ke Jakarta dalam kurun waktu sekitar 2 bulan lagi. [Red]

Senin, 04 Oktober 2021

Menjual Diri Karena Himpitan Ekonomi


Sulawesi Tenggara - Sulitnya mendapat pekerjaan membuat Mawar (bukan nama sebenarnya) nekat merantau ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Mawar baru saja tiba di Kendari 4 hari lalu, Jumat (1/10/2021). Ia diajak temannya untuk menjual diri alias menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di salah satu hotel di Kendari.

Wanita berusia 22 tahun ini nekat menjadi PSK karena alasan himpitan ekonomi, membayar kuliah dan menafkahi anaknya setelah ditinggal cerai suaminya. Mawar masih kuliah semester 5 di salah satu universitas swasta di luar Kendari.

"Uangnya pakai bayar kuliah sama untuk anakku. Saya sudah janda," katanya kepada kontributor Gariskomando.com, Senin (4/10/2021).

Wanita bertubuh mungil ini mengaku menjajakan tubuhnya melalui aplikasi online chat. 

Di aplikasi itu Mawar secara terang-terangan memasang foto profil yang menggoda. Ia memajang foto dirinya berpakaian seksi serta bergaya vulgar.

Selain itu Mawar mencantumkan beberapa kode untuk menarik perhatian pelanggannya. Kode tersebut seperti, BO alias booking order.

Tarif yang dipatok bervariasi mulai Rp 600.000 sampai Rp 1 juta kepada pelanggannya. Tarif itu untuk short time atau sekali main.

"Beda-beda kak tergantung kesepakatan saja," katanya.

Setiap hari ia bisa mendapatkan 2-3 pelanggan. Uang hasil jual diri itu disimpan untuk kebutuhannya di kampung.

Mawar mengaku hanya akan berada di Kendari selama 14 hari atau 2 minggu terhitung dari saat ia datang di Kendari ini. Jadi 14 Oktober ia akan kembali di daerah tempatnya berasal.

"Disini hanya 2 minggu. Saya mau pulang ada anakku dan saya mau kuliah," pungkasnya. [Sur]