Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label P2MI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P2MI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Juli 2025

Menteri Karding Buka Kuliah Umum di ITERA: Soroti Perlindungan Pekerja Migran di Era Globalisasi


BANDAR LAMPUNG
– Menteri Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Rabu (30/7/2025). Kuliah bertema “Peran Pemerintah dalam Tantangan dan Peluang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Era Globalisasi” ini mengundang perhatian ratusan mahasiswa, dosen, dan perwakilan lembaga terkait.


Dalam sambutannya, Menteri Karding menegaskan pentingnya peran negara dalam menjamin perlindungan hak-hak pekerja migran Indonesia. Ia menyampaikan bahwa di tengah tantangan globalisasi, negara harus hadir sebagai pelindung dan pendamping, bukan sekadar regulator.


“Globalisasi membuka peluang besar, namun juga membawa tantangan baru. Pemerintah harus hadir menjamin agar para pekerja migran kita dapat bekerja secara aman, bermartabat, dan memperoleh hak-hak yang layak,” ujarnya di Aula Gedung Kuliah Umum ITERA.

Dalam paparannya, Karding mengungkapkan sejumlah kebijakan strategis yang tengah digarap pemerintah, antara lain digitalisasi layanan migrasi, peningkatan kerja sama bilateral dengan negara penempatan, serta penguatan pelatihan dan edukasi bagi calon pekerja migran.


Salah satu program unggulan yang tengah dikembangkan adalah Kelas Migran Vokasi. Program ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan teknis dan praktis sebelum mereka bekerja ke luar negeri.


 “Kelas migran vokasi menjadi jembatan bagi lulusan muda agar dapat bekerja secara legal, terampil, dan siap bersaing di pasar global,” jelas Karding.


Menteri Karding juga mengajak publik untuk mengubah stigma terhadap profesi pekerja migran. Menurutnya, bekerja di luar negeri bukan semata demi penghasilan, tetapi juga sebagai sarana pengembangan diri dan perluasan jejaring global.


Ia turut menyoroti program unggulan KP2MI (dahulu BP2MI), yakni kampanye “Pergi Migran, Pulang Juragan” yang mengedepankan prinsip migrasi aman dan profesional. Program ini mencakup pelatihan bahasa, literasi migrasi, sertifikasi keterampilan, hingga integrasi data antar-lembaga.


“Presiden RI sangat mendukung transformasi BP2MI menjadi kementerian tersendiri, sebagai upaya memperkuat sistem ketenagakerjaan nasional dan mengurangi ketimpangan ekonomi,” tambahnya.


Rektor ITERA, Prof. Ir. I Nyoman Pugeg Aryantha, Ph.D., menyambut baik kehadiran Menteri Karding. Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dapat melahirkan inovasi kebijakan dan solusi nyata untuk masa depan pekerja migran Indonesia.

 “Kuliah umum ini sangat membuka wawasan mahasiswa terhadap isu global yang berdampak langsung pada masyarakat. Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah,” kata Rektor.


Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar tantangan budaya kerja internasional, hak pekerja migran, hingga peran anak muda dalam menghadapi globalisasi.


Kuliah umum ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa isu pekerja migran bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga memerlukan peran aktif generasi muda sebagai agen perubahan.(Yl)


Lampung Jadi Percontohan Nasional Kelas Migran Vokasi, Kolaborasi Gubernur dan Menteri P2MI


Bandar Lampung
– Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung dan secara resmi meluncurkan Kelas Migran Vokasi untuk tingkat SMA/SMK se-Provinsi Lampung. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung, Rabu pagi (30/7).


Dalam kesempatan tersebut, Karding juga memperkenalkan program Kelas Cangkok, aplikasi RMD, serta Aksi Jihan, yang merupakan bagian dari strategi besar membentuk calon tenaga kerja migran yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat global.


“Ini adalah program yang sangat luar biasa. Saya sangat tertarik dengan gagasan Gubernur Lampung Bapak Rahmat Mirzani Djausal. Inovasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat perlindungan dan kualitas pekerja migran Indonesia,” ujar Karding.


Kelas Migran Vokasi ini akan dimasukkan langsung ke dalam kurikulum pembelajaran di tingkat SMA/SMK sederajat dan menyasar siswa kelas 3. Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan sebanyak 44 guru bahasa asing guna mendukung kesiapan siswa memasuki dunia kerja internasional.


Sebanyak 8.500 siswa tercatat telah mendaftar mengikuti program ini. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring diterapkannya program di seluruh satuan pendidikan menengah di Lampung. Program ini juga akan diperluas ke seluruh provinsi di Indonesia.


Dalam momen yang sama, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Kementerian P2MI tentang pembentukan Kelas Migran Vokasi, tidak hanya di tingkat menengah, tetapi juga hingga perguruan tinggi.


Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik komitmen KemenP2MI. Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama kementerian terkait akan segera mempercepat implementasi program ini demi mencetak tenaga kerja migran yang berkualitas, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global.


“Ini bukan hanya soal peluang kerja, tapi tentang menciptakan SDM unggul sejak dari bangku SMA,” ujar Gubernur Rahmat.


Program Kelas Migran Vokasi diharapkan menjadi role model bagi provinsi lain dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga terlindungi dan berdaya saing tinggi di luar negeri.