Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Ponpes Riyadhus Sholihin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ponpes Riyadhus Sholihin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Juni 2025

Peresmian RSmart: Langkah Inovatif Ponpes Riyadhus Sholihin untuk Kesejahteraan Santri dan Masyarakat


Bandar Lampung
– Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhus Sholihin di Bandar Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi melalui peresmian RSmart, sebuah unit usaha minimarket yang digagas untuk menunjang kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar.

Peresmian RSmart berlangsung pada Jumat (13/6/2025) dan dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Pelaksana Tugas Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Pemkot Bandar Lampung, Ahmad Husna, meresmikan langsung minimarket tersebut mewakili Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.

“Kami ucapkan selamat atas peresmian RS Mart ini. Pemkot sangat mendukung kemandirian Ponpes Riyadhus Sholihin. Semoga usaha ini bisa maju dan lancar, serta mampu mendukung aktivitas pembiayaan pesantren ke depan,” ujar Ahmad Husna.

RSmart didirikan sebagai bagian dari upaya pesantren dalam menciptakan sistem pembiayaan mandiri. Menurut penjelasan Hasan, Asisten II yang mewakili Wali Kota, seluruh keuntungan dari RSmart akan digunakan untuk mendanai operasional pesantren, termasuk pembiayaan beasiswa penuh bagi para santri—mulai dari makan, pendidikan, hingga pakaian, semuanya tanpa biaya.

“Ini adalah salah satu unit usaha pesantren, bekerja sama dengan mitra seperti Indogrosir. Selain itu, saat ini juga sedang dibangun sekolah baru sebagai bagian dari pengembangan ekonomi pesantren. Intinya, kami ingin menciptakan pondok yang mandiri dan tidak bergantung pada bantuan dari luar,” jelasnya

Sementara itu, pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin, Abah Ismail, menegaskan bahwa pesantren ini ingin menjunjung tinggi martabat para santri, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Kami tidak ingin santri yatim piatu kami dipandang sebagai objek belas kasihan. Mereka harus dimuliakan. RSmart ini dikelola oleh alumni pesantren sendiri. Ini bagian dari komitmen kami untuk membentuk pesantren yang mandiri dan bermartabat,” ujar Abah Ismail.

Dengan target ke depan membangun hingga 20 cabang RSmart, pesantren berharap dapat memperluas jangkauan manfaat ekonomi serta memperkuat ketahanan finansial pesantren dalam jangka panjang.

Peresmian ini menjadi bukti nyata bahwa pondok pesantren dapat bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis keummatan, tanpa mengabaikan nilai-nilai pendidikan dan sosial.(Yuli)

Jumat, 02 Mei 2025

Ponpes Riyadhus Sholihin Bandar Lampung Bangun Sekolah Lima Lantai untuk Yatim dan Dhuafa


Bandar Lampung –
Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhus Sholihin Nur Rahmah Bandar Lampung memulai pembangunan sekolah lima lantai untuk yatim dan dhuafa. Pembangunan itu diawali dengan peletakan batu pertama yang dihadiri Inspektorat Jenderal Mabes TNI, Letjen TNI M Saleh Mustafa dan KH Ismail Zulkarnain, pada Jumat (2/5/2025).

Pembangunan sekolah gratis itu juga mendapat dukungan dari Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah dan sejumlah tokoh masyarakat.

Letjen TNI M Saleh, menyebut pembangunan itu sesuai arahan Panglima TNI dan Kasad untuk mendekatkan TNI dengan pesantren dan anak yatim.

Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Nur Rahmah, yang dikenal dengan dedikasinya dalam pendidikan anak yatim, merencanakan pembangunan sekolah lima lantai yang mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK. Sekolah ini akan dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi, yang terintegrasi dengan kompleks pesantren setempat. Proyek ini diperkirakan memerlukan biaya hampir mencapai Rp20 miliar, yang menjadi bukti nyata tekad pesantren dalam menyediakan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak yatim dhuafa.

Pembina Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Nur Rahmah, KH Ismail Zulkarnain, SH, menjelaskan bahwa anak-anak dhuafa juga memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. "Jangan ditanya dari mana biayanya, Allah yang atur," ujar sang pendiri pondok pesantren dengan penuh keyakinan. Ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan keikhlasan merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan pendidikan berbasis pesantren yang inklusif.

Keberadaan pondok pesantren ini tidak hanya fokus pada pembinaan pendidikan agama, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak yatim dan dhuafa untuk berkembang dalam berbagai bidang, termasuk sektor-sektor profesional. Pesantren ini telah melahirkan banyak alumni berprestasi, di antaranya yang telah bergabung dengan TNI, Polri, serta berkarir di sektor profesional lainnya.

Pembangunan sekolah lima lantai ini diharapkan menjadi langkah signifikan dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu, sehingga mereka dapat meraih masa depan yang lebih cerah. Melalui pendidikan yang berkualitas dan pemahaman agama yang kokoh, diharapkan anak-anak tersebut dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.

Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Nur Rahmah, yang telah memiliki 16 cabang besar, terus berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara. Proyek sekolah ini juga menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk mengatasi kesenjangan pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa di Indonesia.(Yuli)