Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label perusahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perusahaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2024

Lahan 4.093 Ha Hendak di Pagar Perusahaan, Ratusan Warga Way Huwi Lakukan Pencegahan


GK,Lampung
– Lahan kosong yang konon telah digunakan puluhan tahun oleh masyarakat Kelurahan Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan kini tengah bergejolak atas informasi yang didapat, bahwasannya lahan akan dipagar pihak BTS anak Perusahaan dari PT. Bumi Waras.

Warga yang menolak atas pemagaran lahan yang sudah lama dijadikan fasum, seperti lapangan sepak bola, volley ball hingga untuk tempat acara warga lainnya, bergerak melakukan demonstrasi ditengah lapangan yang telah berdiri aparat Kepolisian dan TNI.

Muhammad Yani selaku Kepala Desa Way Huwi menjelaskan, bahwa lahan tersebut telah digunakan masyarakat puluhan tahun dan hanya lahan ini satu-satunya milik warga Way Huwi.

"Lahan ini sudah ada sejak jaman Belanda, kata tetua kampung, dan hingga kini digunakan warga. Dan buktikan kebenarannya, buktikan HGB-nya,” katanya, Senin, 4 Maret 2024.

Ia juga mengatakan, “Saya berharap kepada pemerintah ada penyelesaian, karna lapangan bola ini hana-hananya (satu-satunya) harapan warga,” jelasnya.

M. Yani juga mengatakan merasa bingung, karna pihak Perusahaan mau menutup lapangan dengan pendampingan aparat TNI-Polri.

“Saya merasa bingung, tiba-tiba mereka (Perusahaan) mau menutup lapangan, dan meminta pendampingan dari TNI-Polri,” ungkapnya.

Dilain pihak, Budi Dauli selaku perwakilan dari BTS menjelaskan, Bahwa dalam HGB No. 370 itu termasuk Kelurahan dan Lapangan.

“Bisa kita jelaskan, bahwa dalam HGB nomor 370 itu termasuk lapangan dan kelurahan dan kita tidak ganggu gugat. Kami disini hanya pemagaran untuk membatasi bahwa itu hak milik BTS,” jelas Budi.

“Cuma kalau masyarakat menuntut itu untuk dijadikan fasum, silahkan mengajukan keatasan, tinggal kesimpulannya seperti apa.” Pungkasnya.

Sekilas Kronologi Tentang Desa Way Huwi

Konon pada jaman dahulu kala daerah Way Huwi dihuni oleh dua kelompok mayoritas suku yaitu suku Lampung dan suku Sunda, hingga terbentuknya Desa Way Huwi secara resmi pada masa penjajahan Belanda yaitu tahun 1937.

Diketahui, Desa Way Huwi merupakan salah satu dari 21 Desa di Wilayah Kecamatan Jati Agung, yang terletak 4 km kearah selatan dari kota kecamatan. Desa Way Huwi mempunyai luas wilayah seluas 4.093 Hektar Desa Way Huwi terletak ditempat strategis karena merupakan jalur perlintasan menuju Kab. Lampung Timur dan Metro. 

Selain berbatasan langsung dengan kotamadya Bandar Lampung, desa Way Huwi juga merupakan gerbang menuju Kota Baru, yaitu lokasi pusat pemerintahan propinsi Lampung yang pembangunannya sudah mulai dilaksanakan.

Saat ini sudah 10 orang yang menjabat sebagai Kepala Desa termasuk Muhammad Yani bersama jajaran aparatur desa.(red

Jumat, 24 November 2023

Di Tabrak Pajero Milik Oknum Polisi, Korban Yang Terbaring Lemah Minta Keadilan


GK, Lampung - Seorang Security sebuah perusahaan swasta warga Serbajadi RT. 004/002 desa Pemanggilan Kecamatan Natar yang sedang makan nasi goreng menjadi korban tertabrak sebuah mobil mewah yang dikendarai salah satu pejabat Polres Lampung Tengah, Polda Lampung yang terjadi di jalan lintas Hajimena, pada sabtu (11/11/2023) lalu.

Korban nahas bernama M. Fadhol Kurnia (30) mengatakan, malam itu saat sedang berkerja dirinya merasa lapar hendak keluar mencari makan. Ia akhirnya berhenti untuk makan nasi goreng di depan gudang baja ringan berdekatan dengan Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Hajimena, ucapnya kepada wartawan pada kamis (23/11/23).

Diceritakannya, "Saat itu ada tiga orang yang makan bersamanya, namun dia tidak mengenal siapa mereka".

"Saat hendak menyantap hidangan, tiba-tiba terdengar seperti suara ban pecah. Selanjutnya disusul dengan cepat  muncul sebuah mobil Pajero Hitam yang menabrak gerobak terdorong ke meja tempat saya sedang makan tanpa sempat saya hindari," terangnya.

Ditambahkannya, setelah beberapa detik saya terpental jatuh tertimpa meja, dengan rasa perih di pinggang, sakit di paha dan kepala basah, saat itu barulah ia sadar telah menjadi korban tabrakan Pajero hitam tersebut.

"Setelah itu saya mencoba bangun, namun semua badan dari pinggang sampai kaki tidak bisa digerakkan dan kepala saya sakit tertancap serpihan seng yang mengakibatkan pendarahan dahsyat," ucapnya.

Setelah menghela nafas fadhol melanjutkan, "Nasib bagus bang, untung dengan cepat ada warga yang membawa saya ke rumah sakit Bhayangkara untuk diberikan pertolongan medis."

Pelaku pengendara mobil mewah itu adalah polisi yang sekarang menjabat sebagai Kasat di Polres Lampung Tengah bernama AKP DK, terangnya.

"Namun hingga kini saya masih bingung bagaimana nasib dan kehidupan saya kedepannya. Karena hingga saat ini yang bersangkutan (DK) tidak bisa memastikan bagaimana proses hukum dan nasib kesehatan saya agar dapat kembali beraktifitas seperti semula. Karena kami hanya mengandalkan asuransi Jasa Raharja yang hampir habis, kini saya hanya terbaring di tempat tidur mengandalkan asuransi tinggal 1 kali berobat lagi," harapnya.

"Saya minta keadilan untuk kejadian ini agar proses hukum bisa berjalan dan kedepannya tidak ada pengendara yang semena-mena kepada korban kecelakaan lainnya," imbuhnya.

"Saya mohon bapak Kapolda Lampung dan Bapak Kapolri mendengar keluhan masalah saya untuk menegakkan keadilan, saya orang susah yang hampir putus asa dengan kondisi saat ini dengan segala kemungkinan bisa cacat seumur hidup." Tutupnya, [rls]