Jamal KNPI Lampung: Sulitnya Mencari Nafkah Harus Dijawab dengan Solusi Nyata


BANDAR LAMPUNG
– Kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup di tengah berbagai tekanan ekonomi menjadi perhatian Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung, Jamal. Ia menilai, persoalan mencari nafkah tidak cukup dijawab dengan imbauan agar masyarakat bekerja lebih keras, tetapi harus diiringi dengan solusi nyata, perluasan lapangan kerja, dan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Jamal melalui artikel opini berjudul “Saat Mencari Rezeki Terasa Semakin Berat, Harapan Harus Diwujudkan dengan Solusi”. Dalam tulisannya, ia menggambarkan kegelisahan masyarakat yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai pendidikan anak, membayar tagihan, hingga menghadapi berbagai kebutuhan tak terduga.

Menurut Jamal, bagi sebagian masyarakat, dua tahun terakhir menjadi periode yang penuh tantangan. Tidak sedikit keluarga yang harus mengatur ulang pengeluaran, mencari pekerjaan tambahan, hingga merintis usaha kecil demi mempertahankan kondisi ekonomi keluarga.

“Rakyat tidak hanya membutuhkan imbauan untuk bekerja lebih keras. Rakyat juga membutuhkan kesempatan yang lebih adil, kebijakan yang berpihak pada kebutuhan nyata, dan lingkungan ekonomi yang memungkinkan kerja keras menghasilkan kehidupan yang lebih layak,” tulis Jamal.

Ia menegaskan, persoalan ekonomi tidak bisa hanya dilihat dari besarnya pendapatan seseorang. Stabilitas pekerjaan, meningkatnya kebutuhan rumah tangga, akses terhadap peluang usaha, serta kemampuan masyarakat meningkatkan taraf hidup juga perlu menjadi perhatian.

Kesejahteraan Tidak Cukup Diukur dari Pendapatan

Jamal menjelaskan, tekanan ekonomi dirasakan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari karyawan swasta, pekerja harian, pedagang, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bagi pekerja dengan penghasilan tetap, pendapatan bulanan harus dibagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti makanan, pendidikan anak, transportasi, listrik, air, dan kewajiban lainnya.

Sementara itu, pelaku usaha kecil menghadapi tantangan berbeda, mulai dari kebutuhan modal, biaya operasional, persaingan usaha, hingga daya beli konsumen yang memengaruhi penjualan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kerja keras perlu didukung lingkungan ekonomi yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang.

Menurut Jamal, kesejahteraan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan seseorang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mencakup kelayakan penghasilan, perlindungan kerja, serta kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menghakimi orang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Setiap keluarga memiliki latar belakang, tanggung jawab, dan tantangan yang berbeda.

Pemerintah Diminta Evaluasi Kebijakan Ekonomi

Jamal menilai, pemerintah perlu terus mengevaluasi efektivitas kebijakan ekonomi dan program pemberdayaan masyarakat agar benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan atau besarnya anggaran yang terserap. Hal yang lebih penting adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian, antara lain kemudahan pencari kerja memperoleh pekerjaan sesuai keterampilan, akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, ketepatan sasaran program perlindungan sosial, serta peluang bagi generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi.

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat penciptaan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, memperluas akses pasar, serta memberikan pendampingan berkelanjutan kepada pelaku usaha kecil.

Khusus di Provinsi Lampung, Jamal menilai sektor pertanian, perdagangan, jasa, pariwisata, industri pengolahan, dan ekonomi kreatif memiliki potensi untuk memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.

Namun, menurutnya, potensi tersebut harus diterjemahkan menjadi peluang yang dapat diakses secara luas, terutama oleh masyarakat kecil dan generasi muda.

“Investasi dan pembangunan akan semakin bermakna ketika manfaatnya mampu menjangkau masyarakat secara luas, membuka pekerjaan, memperkuat usaha lokal, dan menciptakan peluang bagi warga untuk meningkatkan pendapatan,” tulisnya.

Jamal menambahkan, kritik terhadap kebijakan pemerintah seharusnya dipandang sebagai bagian dari evaluasi bersama, bukan semata-mata bentuk penolakan terhadap program yang telah berjalan.

Ia menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah dalam mendengar aspirasi masyarakat, mengevaluasi kebijakan, dan memperbaiki program yang belum berjalan optimal.

UMKM dan Pemuda Harus Mendapat Ruang Berkembang

Selain kebijakan pemerintah, Jamal menyoroti pentingnya dukungan terhadap UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, usaha kecil seperti warung, usaha kuliner, pedagang pasar, dan jasa rumahan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga.

Karena itu, dukungan terhadap UMKM tidak boleh berhenti pada pelatihan atau kegiatan seremonial. Pelaku usaha membutuhkan akses pembiayaan yang sesuai kemampuan, pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi digital, serta kesempatan pemasaran yang lebih luas.

Ia juga mengajak masyarakat mendukung usaha lokal melalui kebiasaan membeli produk warga sekitar dan membantu mempromosikan usaha kecil di lingkungan masing-masing.

Di sisi lain, Jamal menilai persoalan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi pemuda perlu mendapatkan perhatian serius.

Menurutnya, generasi muda memiliki potensi dalam bidang kreativitas, teknologi, dan kewirausahaan. Namun, potensi tersebut harus didukung akses keterampilan, modal, jaringan usaha, dan kesempatan kerja yang memadai.

Sebagai bagian dari organisasi kepemudaan, ia menilai KNPI Provinsi Lampung dapat berperan sebagai ruang kolaborasi sekaligus wadah penyampaian aspirasi generasi muda.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan perlu diarahkan untuk menciptakan peluang ekonomi yang konkret dan berkelanjutan.

Jamal menegaskan, keberhasilan gerakan kepemudaan tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan anggota organisasi dan masyarakat.

Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat

Lebih lanjut, Jamal mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik agar tetap sehat dan produktif di tengah tekanan ekonomi.

Ia menilai, masyarakat perlu diberikan ruang untuk menyampaikan keluhan dan kritik, sementara pemerintah harus terbuka terhadap masukan serta menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi persoalan.

Menurutnya, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan organisasi kepemudaan juga perlu mengambil bagian dalam membangun kolaborasi untuk memperluas kesempatan ekonomi.

Jamal menegaskan, pembangunan tidak cukup dinilai dari angka pertumbuhan ekonomi, besarnya investasi, atau banyaknya infrastruktur yang dibangun. Keberhasilan pembangunan juga harus terlihat dari peningkatan kualitas pekerjaan, penguatan daya beli, berkembangnya usaha kecil, dan terbukanya kesempatan bagi generasi muda.

Ia mengakui, perbaikan kondisi ekonomi membutuhkan proses, konsistensi kebijakan, dan kerja sama berbagai pihak. Meski demikian, masyarakat perlu melihat arah pembangunan yang jelas dan merasakan upaya nyata untuk memperbaiki kehidupan mereka.

Menutup pandangannya, Jamal menegaskan bahwa harapan masyarakat harus diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan konkret, bukan sekadar disampaikan melalui kata-kata.

Menurutnya, masyarakat pada dasarnya menginginkan kehidupan yang layak, penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, usaha yang memiliki kesempatan berkembang, serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang seberapa tinggi angka pertumbuhan yang dicapai, tetapi juga tentang seberapa besar kesempatan yang terbuka bagi masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya,” tulis Jamal.

Ia berharap, pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan ekonomi.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berjuang untuk bertahan hidup dari hari ke hari, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih layak, bermartabat, dan penuh harapan. (*)

Posting Komentar

0 Komentar