BANDAR LAMPUNG – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) ke-5 Provinsi Lampung Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya sekaligus mempererat keberagaman masyarakat. Mengusung tema “Harmoni Budaya Bumi Lampung Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan tradisi Nusantara di Taman Budaya Provinsi Lampung, 20–25 Oktober 2026.
Pembukaan PKD ke-5 ditandai dengan arak-arakan budaya khas Lampung, Pincak Khakot, yang diiringi payung putih dan kuning. Prosesi tersebut menjadi simbol upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi daerah di tengah perkembangan zaman.
Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, Melly Ayunda, mengatakan PKD bukan sekadar panggung pertunjukan seni, melainkan ruang kolaborasi bagi komunitas, sanggar, seniman, dan perwakilan kerukunan daerah untuk memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing.
Berbagai kegiatan dihadirkan selama tujuh hari pelaksanaan, mulai dari pameran seni rupa, lomba tari kreasi Nusantara, Pesona Talenta Anak, gelar seni budaya, hingga permainan tradisional.
Panitia juga menyediakan Panggung Talenta Istimewa sebagai ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas dan anak-anak yang berhadapan dengan hukum.
Menurut Melly, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan, khususnya di kalangan generasi muda.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berperan aktif dalam mengenal, menghargai, dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki.
Hadirkan Tradisi Nusantara
Keistimewaan PKD ke-5 Lampung juga terlihat dari keikutsertaan perwakilan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satunya adalah penampilan tradisi Malam Bainai dari Sumatera Barat yang dijadwalkan pada 22 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.
Perwakilan penampil, Hj. Hanifah, menjelaskan bahwa Malam Bainai merupakan tradisi masyarakat Minangkabau yang dilaksanakan menjelang pernikahan. Tradisi tersebut memiliki makna mendalam, termasuk sebagai ungkapan memohon restu kepada orang tua sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Menurut Hanifah, keikutsertaan dalam PKD menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi Minangkabau kepada masyarakat Lampung, termasuk warga keturunan Minang yang menetap di provinsi ini.
Selain Sumatera Barat, PKD ke-5 juga menghadirkan penampilan budaya Bali dari Taman Mini Indonesia Indah.
Kehadiran berbagai tradisi tersebut memperlihatkan bahwa Lampung merupakan ruang perjumpaan beragam kebudayaan yang hidup berdampingan dalam semangat persatuan.
Bahasa Lampung Perlu Dilestarikan
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menyoroti pentingnya pelestarian budaya lokal, terutama penggunaan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, penggunaan bahasa Lampung mulai berkurang, termasuk di lingkungan keluarga. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama agar bahasa daerah tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pelestarian bahasa dan budaya, lanjutnya, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.
Upaya tersebut dinilai penting agar identitas budaya Lampung tetap terjaga di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi.
Senada dengan itu, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansyah, menekankan pentingnya menjaga keberagaman serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi seni dan budaya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memperkuat nilai toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarkelompok.
Budaya sebagai Identitas dan Perekat Persatuan
PKD ke-5 Provinsi Lampung diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan yang menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga identitas budaya.
Melly Ayunda menegaskan, keberhasilan kegiatan tersebut tidak semata-mata diukur dari kemeriahan pertunjukan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat bersedia datang, mengenal, dan ikut menjaga kebudayaan.
Karena itu, masyarakat diajak hadir bersama keluarga dan teman untuk menyaksikan rangkaian kegiatan PKD ke-5 di Taman Budaya Provinsi Lampung.
Melalui pertemuan berbagai tradisi dan ekspresi seni, PKD ke-5 diharapkan menjadi ruang tumbuhnya apresiasi terhadap keberagaman sekaligus memastikan warisan budaya tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang.

0 Komentar