OJK dan Pemprov Lampung Buka 1.000 Rekening Saham dan Tabungan Syariah bagi Penyuluh Agama


LAMPUNG SELATAN
– Pemerintah Provinsi Lampung bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui pembukaan 1.000 rekening tabungan perbankan syariah dan 1.000 rekening saham syariah bagi penyuluh agama Islam se-Provinsi Lampung.

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan kepada Penyuluh Agama di Provinsi Lampung di Sabah Balau, Lampung Selatan, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah sekaligus memperkuat perlindungan dari berbagai ancaman kejahatan finansial, seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, dan investasi bodong.

Pembukaan rekening tabungan perbankan syariah tersebut juga diintegrasikan sebagai Kartu Tanda Anggota (KTA) bagi para penyuluh agama. Sementara itu, pembukaan rekening saham syariah diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, melalui sambutan yang disampaikan Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1, menyoroti masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah capaian indeks keuangan nasional.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada sektor keuangan syariah. Indeks literasi keuangan syariah baru mencapai 43,07 persen, sementara tingkat inklusinya berada di angka 13,24 persen.

Kesenjangan tersebut menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui edukasi berkelanjutan dan perluasan akses masyarakat terhadap produk keuangan syariah.

“Ini adalah sebuah paradoks di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Umat kita masih lebih nyaman atau terpaksa menggunakan produk konvensional karena ketidaktahuan tentang ekosistem keuangan syariah yang aman dan menenangkan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Ia menegaskan, sebanyak 1.000 penyuluh agama Islam memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai keuangan syariah kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para penyuluh diharapkan mampu menjadi agen literasi keuangan yang memberikan edukasi sekaligus contoh nyata dalam pemanfaatan layanan keuangan formal.

Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online

Selain memperluas akses keuangan syariah, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk kejahatan finansial.

OJK menilai, rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan keluarga, terutama ketika masyarakat terjerat pinjaman online ilegal, judi online, maupun investasi bodong.

Karena itu, para penyuluh agama diharapkan dapat menyisipkan pesan-pesan edukasi keuangan dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti majelis taklim, khutbah, dan dakwah.

Masyarakat juga didorong untuk menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan layanan keuangan atau mengambil keputusan investasi.

Prinsip tersebut menekankan pentingnya memastikan legalitas lembaga maupun produk keuangan serta menilai kewajaran penawaran keuntungan yang dijanjikan.

Melalui pendekatan ini, penyuluh agama diharapkan tidak hanya berperan dalam memberikan bimbingan spiritual, tetapi juga membantu masyarakat meningkatkan kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Pemprov Lampung Dorong Dakwah Berdampak Ekonomi

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui sambutan yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk menjadikan dakwah lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan ketenteraman spiritual, tetapi juga pendampingan dalam mengambil keputusan hidup yang tepat, termasuk dalam merencanakan masa depan keuangan secara bertanggung jawab.

“Penyuluh agama yang berdampak adalah mereka yang mampu menjembatani nilai-nilai keagamaan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Bawalah ilmu ini ke tengah umat, kembangkan metode penyuluhan yang relevan, dan pastikan kehadiran penyuluh benar-benar dirasakan manfaatnya untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi keluarga serta menjauhkan masyarakat dari kejahatan keuangan,” ujarnya.

Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh para penyuluh dapat diteruskan kepada masyarakat luas sehingga semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya perencanaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan resmi, dan pengembangan ekonomi secara berkelanjutan.

Perkuat Kolaborasi Keuangan Syariah

Pelaksanaan kegiatan literasi dan inklusi keuangan tersebut didukung oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Lampung, Kelompok Kerja Penyuluh (POKJALUH) Agama Islam, Bank Indonesia, ASBISINDO, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Lampung, serta PT KISI Sekuritas.

Kolaborasi berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan syariah di Lampung, mulai dari peningkatan pemahaman masyarakat hingga perluasan akses terhadap layanan perbankan dan investasi syariah.

Dengan keterlibatan 1.000 penyuluh agama Islam, program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

Pada akhirnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah diharapkan tidak hanya mendorong masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, meningkatkan kemandirian masyarakat, serta melindungi umat dari praktik keuangan ilegal yang merugikan.

Posting Komentar

0 Komentar